MUST: Journal of Mathematics Education. Science and Technology Vol. No. Juli 2024 Hal 34. DOI: http://doi. org/10. 30651/must. PENGARUH SELF-CONFIDENCE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS (KPMM) SISWA SMP Nida Nabilah Lathifah1. Indah Puspita Sari2 1Program Studi Pendidikan Matematika PPG Prajabaran. IKIP Siliwangi 2Program Studi Pendidikan Matematika. IKIP Siliwangi nidanabilathi@gmail. com1, chiva. aulia@gmail. Received 17 Mei 2024. revised 21 Juni 2024. accepted 27 Juni 2024. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh self-confidence siswa atas kemampuan pemecahan masalah matematis (KPMM) siswa SMP. Pada penelitian ini, populasinya adalah semua siswa kelas VII di SMP Negeri 16 Cimahi semester genap pada tahun ajaran 2023/2024 yang berdistribusi pada lima kelas, yaitu VIIA sampai dengan VIIE. Pada penelitian ini, sampel yang digunakan adalah siswa kelas VIIB, karena dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampel sebanyak 35 orang siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adala metode kuantitaif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berbentuk instrrumen angket selfconfidence dan tes KPMM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kepercayaan diri siswa berada pada kategori sedang. Sedangkan rata-rata nilai KPMM siswa berada pada karegori Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar self-confidence siswa maka akan berdampak positif terhadap KPMM siswa. Berdasarkan hasil koefisien determinasi, kesimpulan yang dapat diambil adalah self-confidence berpengaruh terhadap KPMM siswa dengan besar pengaruh sebesar 37,2%. Hal ini berarti tingkat pengaruh self-confidence siswa terhadap KPMM siswa cukup lemah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan self-confidence siswa dalam proses pembelajaran guru perlu berperan aktif dan lebih memperhatikan faktor psikologis siswa dalam pembelajaran matematika. Kata kunci: kemampuan pemecahan masalah matematis . , self-confidence, pengaruh. ABSTRACT The purpose of this study was to examine the effect of students' self-confidence on the mathematical problem solving ability (KPMM) of junior high school students. In this study, the population was all seventh grade students at SMP Negeri 16 Cimahi even semester in the 2023/2024 school year distributed in five classes, namely VIIA to VIIE. In this study, the sample used was VIIB class students, because it was selected using purposive sampling technique as many as 35 students. Pengaruh Self-Confidence terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) Siswa SMP The method used in this research is quantitative method. The data collection technique used was in the form of self-confidence questionnaire instrument and KPMM test. The test results show that the average student self-confidence score is in the moderate category. While the average KPMM score of students is in the high category. In addition, the results showed that the greater the students' selfconfidence, the positive impact on students' KPMM. Based on the results of the coefficient of determination, the conclusion that can be drawn is that self-confidence affects students' KPMM with a large influence of 37. This means that the level of influence of students' self-confidence on students' KPMM is quite weak. Therefore, to increase students' self-confidence in the learning process, teachers need to play an active role and pay more attention to students' psychological factors in learning mathematics. Keywords: mathematical problem solving ability . , self-confidence, influence. PENDAHULUAN Mengingat peranan matematika sangat penting dalam pendidikan serta kehidupan sehari-hari, maka proses pembelajaran yang mempertajam kemampuan pemecahan masalah matematis (KPMM) adalah satu diantara tujuan utama dari pembelajaran matematika (Putri et al. , 2. KPMM merupakan salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi, karena untuk memperoleh solusi dari masalah yang sedang dihadapi, baik masalah paling ringan hingga paling tinggi, mengharuskan seseorang untuk menggunakan beberapa proses berpikir tingkat tinggi (Fitria, 2. KPMM juga merupakan salah satu proses pembelajaran matematika yang sangat penting pada seluruh tingkatan sekolah, di mulai dari tingkatan dasar, menengah pertama, sampai menengah atas (Sriwahyuni dan Maryati, 2. KPMM dapat memberi kesempatan kepada setiap siswa supaya dapat menemukan penyelesaian dari suatu masalah dan jika siswa dapat menemukan penyelesaian dari masalah secara mandiri maka terdapat kepuasan ataupun kesenangan dalam penemuannya tersebut hingga siswa dapat lebih termotivasi. (Puspalita et al. , 2. Tapi fakta di lapangan siswa Indonesia memiliki KPMM yang rendah, serta menurut kebanyakan siswa bagian paling sulit pada matematika adalah pemecahan masalah matematika (Yuwono et al. , 2. Fakta ini didapat berdasarkan hasil survei-survei yang memperlihatkan bahwa KPMM siswa Indonesia masih cukup rendah, seperti survei TIMSS (Trends in Mathematics dan Nida Nabilah Lathifah. Indah Puspita Sari Science Stud. juga PISA (Programme for International Student Assessmen. Jika dilihat dari hasil belajar matematika. Indonesia memiliki nilai rata-rata 395 berada pada ranking 45 dari 47 negara berdasarkan hasil studi TIMSS pada tahun 2015 dan berdasarkan hasil PISA tahun 2018 juga Indonesia masih berada di urutan 10 terbawah (Puspalita et al. , 2. Selain harus memiliki kemampuan kognitif yang baik seperti KPMM, siswa juga harus memiliki kemampuan afektif yang baik. Salah satu dari kemampuan afektif adalah self-confidence atau rasa percaya diri (Fitayanti et al. , 2. Selfconfidence merupakan salah satu faktor keberhasilan pada saat proses pembelajaran dan penting dimiliki oleh siswa untuk memudahkannya pada saat belajar Pada pembelajaran matematika, self confidence berarti siswa mampu belajar matematika dengan lebih baik, lebih cepat, pantang menyerah, percaya diri dengan kemampuan matematikanya, dan dapat berpikir realistis (Nurojab et al. Rasa percaya diri juga digambarkan sebagai sikap positif yang memperkuat keberanian siswa untuk percaya pada kemampuannya sendiri (Annikmah et al. Dalam memecahkan suatu permasalahan matematis siswa membutuhkan kepercayaan diri yang baik, sehingga siswa akan tidak mudah terpengaruh dengan hasil pemecahan masalah milik siswa lain (Putri et al. , 2. Terdapat beberapa temuan penelitian terdahulu terkait self-confidence dan KPMM. Salah satunya adalah hasil studi literatur yang dilakukan oleh Purnama dan Mertika . menunjukkan bahwa rasa percaya diri seseorang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap KPMM, sehingga rasa percaya diri yang tinggi berpengaruh terhadap KPMM. Selain itu, hasil penelitian Puspalita et al. dan Aisyah et al. menemukan adanya hubungan yang signifikan dari hasil KPMM dengan self-confidence siswa. Berdasarkan temuan penelitian sebelumnya, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh self-confidence terhadap KPMM siswa SMP. Penelitian ini menjadi suatu kebaruan dikarenakan sampel penelitian yang dipilih berbeda dengan peenelitian terdahulu. Hal ini akan memperluas referensi terkait dengan pengaruh self-confidence siswa terhadap KPMM siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh self-confidence siswa terhadap KPMM siswa SMP. Pengaruh Self-Confidence terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) Siswa SMP METODE PENELITIAN Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang menggunakan perhitungan, pengukuran, rumus, serta kepastian data numerik dalam proses, perencanaan, pembentukan hipotesis, metode, analisis data, serta penarikan kesimpulan (Waruwu, 2. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa kelas VII di SMP Negeri 16 Cimahi tahun ajaran 2023/2024 yang terbagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas VIIA, sampai dengan kelas VIIE. Karena dari lima kelas tidak terdapat kelas unggulan, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampel dan terpilihlah satu kelas yaitu kelas VIIB yang berjumlah 35 orang. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari angket selfconfidence siswa dalam bentuk lembar kuisioner serta tes kemampuan pemecahan masalah matematika dalam bentuk soal cerita atau uraian sebanyak lima soal pada materi aljabar. Untuk mengukur KPMM siswa digunakan instrumen tes yang memuat empat langkah pemecahan masalah dari Polya. Adapun untuk mengukur serta mendapatkan skor KPMM, penelitian ini mengadaptasi indikator rubrik penskoran KPMM dari Fitayanti et al. yang dapat dilihat pada Tabel 1 dan pengelompokkan KPMM siswa dengan lima kategori berdasarkan Arikunto (Ratna dan Yahya, 2. pada Tabel 2. Tabel 1. Indikator Penskoran Hasil KPMM Langkah Polya Indikator KPMM Memahami masalah Mengidentifikasi kesesuaian data untuk memecahkan suatu masalah. Merencanakan Membangun model matematika berdasarkan informasi yang diketahui dan mengembangkan strategi pemecahan masalah. Nida Nabilah Lathifah. Indah Puspita Sari Menyelesaikan masalah sesuai rencana Melihat kembali Interval 0 Ae 39 40 Ae 55 56 Ae 65 66 Ae 79 80 Ae 100 Menerapkan strategi solusi yang telah Menginterpretasikan solusi yang diperoleh dari serta menulis kesimpulan. Tabel 2. Kategori Nilai KPMM Siswa Kategori KPMM Sangat rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat tinggi Untuk mengukur self-confidence siswa, indikator yang digunakan pada angket adalah: . bertindak mandiri dalam mengambil keputusan. percaya kepada kemampuan diri sendiri. berani mengungkapkan pendapat. memiliki konsep diri yang positif. Instrumen angket pada penelitian ini berupa pernyataan perihal capaian indikator self-confidence siswa dari sampel penelitian yang terdiri dari 40 item pernyataan berdasarkan empat indikator yang diambil. Secara teoritis kedua instrumen ini telah divalidasi oleh seorang dosen IKIP Siliwangi dan seorang guru matematika yang mengajar di sekolah yang ada di Kecamatan Cigugur Tengah. Peneliti mengkategorikan sampel berdasarkan tingkat self-confidence tersebut menggunakan pengelompokkan menurut Azwar . pada tabel 3. Tabel 3. Pengkategorian Angket Self-confidence Siswa Interval Kategori Self-confidence ycU O ycA Oe 1. 5ycIya Sangat rendah ycA Oe 1. 5ycIya < ycU O ycA Oe 0. 5ycIya Rendah ycA Oe 0. 5ycIya < ycU O ycA 0. 5ycIya Sedang ycA 0. 5ycIya < ycU O ycA 1. 5ycIya Tinggi ycA 1. 5ycIya < ycU Sangat Tinggi Keterangan: ycU : Total skor jawaban responden, ycA : Mean . ata-rat. , : Standar deviasi. Pengaruh Self-Confidence terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) Siswa SMP Prosedur Penelitian Prosedur penelitian ini dimulai dari tahapan konseptual, kemudian tahapan perancangan serta perencanaan, kemudian pengembangan instrumen, pengumpulan dan pengolahan data, dan diakhiri dengan penyusunan laporan. Teknik Data Analisis Teknik analisis data pertama yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yang terdiri dari nilai minimum, maksimum, rata-rata, standar deviasi, dan varians. Analisis data selanjutnya adalah dengan melakukan uji prasyarat, yaitu uji normalitas kemudian uji linearitas. Baru kemudian dilakukan uji statistik yaitu dengan menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh selfconfidence siswa terhadap KPMM siswa dengan variabel bebasnya adalah selfconfidence dan variabel terikatnya adalah KPMM siswa. Tujuan dari analisis data tersebut adalah untuk menguji kebenaran suatu hipotesis (Puspalita et al. , 2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data KPMM siswa serta angket self-confidence siswa kelas VIIB di SMP Negeri 16 Cimahi, di mana deskripsi data penelitian disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Deskripsi Data KPMM dan Self-confidence Siswa Data Self-confidence KPMM siswa Minimum Maksimum Rata-rata Standar Deviasi Varians Pada Tabel 4 terlihat bahwa nilai rata-rata self-confidence siswa sebesar 37 yang menunjukkan bahwa rata-rata kepercayaan diri siswa kelas VIIB SMP Negeri 16 Cimahi berada pada kategori sedang. Adapun nilai standar deviasi dari data self-confidence sebesar 12. 97 yang artinya data hanya berada di sekitar ratarata nilai atau penyebaran datanya tidak terlalu besar. Sedangkan data nilai KPMM Nida Nabilah Lathifah. Indah Puspita Sari siswa memiliki rata-rata nilai 67. 17 yang menunjukkan bahwa nilai KPMM siswa kelas VIIB SMP Negeri 16 Cimahi berada pada kategori tinggi dengan nilai standar deviasi sebesar 13. 35 yang artinya data hanya berada di sekitar rata-rata nilai atau penyebaran datanya tidak terlalu besar. Dari hasil angket self-confidence siswa pada Tabel 4 tersebut kemudian dirinci lebih lanjut dalam tabel distribusi frekuensi seperti pada Tabel 5. Tabel 5. Distribusi Frekuensi Self-confidence Siswa Self-confidence Siswa Interval Kategori Frekuensi Persentase (%) 59 Ae 71 Sangat rendah 72 Ae 84 Rendah 85 Ae 97 Sedang 98 Ae 110 Tinggi Sangat Tinggi 111 Ae 123 Total Berdasarkan Tabel 5 diperoleh skor persentase self-cconfidence siswa yaitu 1 siswa . 9% dari 35 sisw. berada dalam kategori kepercayaan diri sangat rendah. Sebanyak 10 siswa . 6% dari 35 sisw. berada dalam kategori kepercayaan diri Sebanyak 13 siswa . 1% dari 35 sisw. berada dalam kategori kepercayaan sedang. Sebanyak 9 siswa . 7% dari 35 sisw. berada dalam kategori kepercayaan diri tinggi, dan 2 siswa . 7% dari 35 sisw. berada dalam kategori kepercayaan diri sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa secara umum siswa memiliki kepercayaan diri dalam kategori sedang. Sedangkan dari hasil tes KPMM siswa pada Tabel 4 dirinci lebih lanjut dalam tabel distribusi frekuensi seperti terdapat pada Tabel 6 berikut. Interval 0 Ae 39 40 Ae 55 56 Ae 65 66 Ae 79 80 Ae 100 Total Tabel 6. Distribusi Frekuensi KPMM Siswa KPMM Siswa Kategori Frekuensi Persentase (%) Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Pengaruh Self-Confidence terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) Siswa SMP Berdasarkan Tabel 6 diperoleh skor persentase tes KPMM siswa yaitu 0 siswa . % dari 35 sisw. berada dalam kategori KPMM sangat rendah. Sebanyak 7 siswa . % dari 35 sisw. berada dalam kategori KPMM rendah. Sebanyak 7 siswa . % dari 35 sisw. berada dalam kategori kepercayaan sedang. Sebanyak 21 siswa . % dari 35 sisw. berada dalam kategori KPMM tinggi, dan 0 siswa . % dari 35 sisw. berada dalam kategori KPMM sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa secara umum siswa memiliki KPMM dalam kategori tinggi. Kemudian uji normalitas dilakukan dengan menggunakan statistik uji Kolmogorov-Smirnov berbantuan SPSS 25 untuk mengetahui apakah residual data KPMM siswa dan self-confidence siswa berdistribusi normal atau tidak. Pada penelitian ini dilakukan uji normalitas berdasarkan variabel KPMM dan selfconfidence siswa dengan hipotesis sebagai berikut. ya0 : residual sampel data berasal dari populasi berdistribusi normal. ya1 : residual sampel data berasal dari populasi tidak berdistribusi normal. Dengan kriteria uji jika ycIycnyci. > 0,05 maka ya0 diterima dan sebaliknya. Adapun hasil dari uji normalitas data dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Hasil Uji Normalitas KolmogorofKeputusan Smirnov Uraian Uji Statistik Sig. Residual sampel data ya0 diterima Kesimpulan Normal Terlihat pada Tabel 5 bahwa nilai Sig. 06 di mana ycIycnyci. 0,06 > 0,05 sehingga ya0 diterima, yang artinya residual sampel data berasal dari populasi berdistribusi normal. Setelah dilakukan uji normalitas, langkah selanjutnya adalah uji linearitas dengan menggunakan bantuan SPSS 25 untuk melihat apakah variabel selfconfidence mempunyai hubungan yang linear atau tidak dengan KPMM siswa. Hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut. ya0 : terdapat hubungan linear antara self-confidence dengan KPMM siswa. ya1 : tidak terdapat hubungan linear antara self-confidence dengan KPMM siswa. Kriteria uji ya0 diterima jika ycIycnyci. > 0,05 dan sebaliknya. Adapun hasil uji linearitas data dapat dilihat pada Tabel 6. Nida Nabilah Lathifah. Indah Puspita Sari Tabel 6. Hasil Uji Linearitas Hipotesis Penelitian Uji Linearitas Data signifikansi Terdapat hubungan linear antara selfconfidence dengan KPMM siswa Sig. Hipotesis Terlihat pada Tabel 6 dari hasil uji linearitas dipoleh nilai signifikansi sebesar 0,226 sehingga ycIycnyci. 226 > 0,05. Ini berarti ya 0 diterima, yang artinya terdapat hubungan linear antara self-confidence dengan KPMM siswa. Pada langkah selanjutnya, uji hipotesis dilakukan untuk membuktikan kebenaran dari data yang telah didapatkan. Adapun hipotesis yang diuji pada penelitian ini adalah apakah self-confidence . ariable X) mempunyai pengaruh yang signifikan dari terhadap KPMM siswa . ariable Y). Karena hasil dari uji prasyarat data yang diperoleh berdistribusi normal dan linear, maka uji analisis regresi linear sederhana dapat dilakukan dan dilanjutkan dengan uji F analisis varians untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh self-confidence (X) terhadap KPMM siswa (Y). Untuk mengukur besar atau kecilnya pengaruh terhadap variabel terikat, analisis regresei linear sederhana digunakan dengan menggunakan persamaan regregsi linear sederhana menurut Sudjana . sebagai berikut. ycUC = yca ycaycU Keterangan: ycUC = Nilai variabel terikat (KPMM sisw. ycU = Nilai variabel bebas . elf-confidence sisw. yca = Bilangan konstanta regresi ketika ycU = 0 yca = Koefisien arah regresi yang menunjukkan angka penurunan atau peningkatan variabel Y bila bertambah ataupun berkurang 1 unit. Manfaat dari persamaan regresi adalah untuk memprediksi nilai variabel Y apabila variabel X diketahui serta memperkirakan perubahan rata-rata dari variabel Y untuk setiap perubahan variabel X. Untuk menentukan persamaan regresi linear sederhana, peneliti menggunakan SPSS 25 dan didapatkan persamaan regresi linearnya adalah ycUC = 10,442 0,628ycU. Dari persamaan tersebut didapatkan nilai koefisien regresi . bernilai positif ( ), yang artinya self-confidence siswa (X) Pengaruh Self-Confidence terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) Siswa SMP memiliki pengaruh positif terhadap KPMM siswa (Y). Ini berarti semakin tinggi self-confidence siswa maka KPPM siswa tersebut akan semakin tinggi juga. Hasil ini didukung dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Lutfiyah et al. yang menunjukkan bahwa jika variabel self-confidence siswa mengalami kenaikan sebesar satu poin, maka akan menyebabkan kenaikan KPMM siswa sebesar 1,490. Setelah persamaan regresi linear diperoleh, uji F dilakukan untuk menguji keberartian regresi atau untuk mengetahui apakah variabel X berpengaruh terhadap variabel Y dengan berbantuan SPSS 25. Pada penelitian ini hipotesis yang diuji adalah sebagai berikut. ya0 : self-confidence tidak memiliki pengaruh terhadap KPMM siswa. ya1 : self-confidence memiliki pengaruh terhadap KPMM siswa. Dengan kriteria pengujian ya0 diterima jika yaEaycnycycycuyci < yaycycaycayceyco dengan taraf signifikasi yu = 0,05, sedangkan ya0 ditolak untuk harga lainnya. Adapun hasil Uji F terdapat pada Tabel 6. Tabel 2. Tabel ANOVA Hasil Uji F Sumber Variasi Jumlah Kuadrat Derajat Bebas Kudarat Tengah F hitung Regresi Residual Total Berdasarkan Tabel 6 nilai F hitung adalah 19,529 sedangkan niai F tabel adalah 4,14 sehingga 19,529 > 4,14. Karena yaEaycnycycycuyci > yaycycaycayceyco maka ya0 ditolak. Tabel ANOVA menunjukkan apakah variabel self-confidence memiliki pengaruh yang signifikan atau nyata terhadap KPMM siswa. Karena ya0 ditolak, variabel selfconfidence memiliki pengaruh terhadap KPMM siswa. Ini berarti semakin baik selfconfidence siswa maka akan semakin baik juga KPMM siswa. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Puspalita et al. yang menunjukkan bahwa semakin baik self-confidence siswa maka akan semakin baik juga KPMM siswa tersebut. Setelah uji F dilakukan, uji korelasi product moment dilakukan untuk mengetahui koefisien determinasi dengan berbantuan SPSS 25. Adapun hasil perhitungan R dan koefisien determinasi dapat dilihat pada Tabel 7. Nida Nabilah Lathifah. Indah Puspita Sari Tabel 3. Nilai R dan Koefisien Determinasi Uraian Nilai R Koefisien Determinasi Uji Korelasi Tabel 7 menunjukkan bahwa besarnya hubungan/korelasi R adalah sebesar 0,610, sedangkan besar koefisien determinasi 0,372 atau 37,2%. Sehingga jika mengacu pada pedoman interpretasi koefisien korelasi menurut Sugiyono . maka tingkat pengaruh self-confidence siswa terhadap KPMM siswa kelas VIIB SMP Negeri 16 Cimahi yang sebesar 37,2% cukup lemah. Sedangkan sisanya sebesar 62,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, di mana salah satu faktornya dapat berupa self-efficacy yang merupakan sikap yakinnya seseorang dengan apa yang dimilikinya untuk menghadapi berbagai situasi maupun kondisi tertentu sehingga mampu mengatasi kendala yang dihadapi dan dapat mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh SaAoadah et al. yang menunjukkan bahwa self-efficacy memberikan pengaruh signifikan terhadap KPMM siswa. Hasil ini juga sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Nurhayatun . yang memperlihatkan bahwa jika kepercayaan diri siswa berpengaruh terhadap KPMM siswa dengan pengaruh sebesar 23,7% sedangkan sisanya sebesar 76,3% dipengaruhi oleh variabel lainnya di luar variabel yang diteliti. Namun sedikit berbeda dengan pengaruh 37,2% yang menunjukkan pengaruhnya cukup lemah, penelitian yang telah dilakukan oleh Lutfiyah et al. yang menunjukkan besar pengaruh self-confidence terhadap KPMM siswa adalah sebesar 83% di mana dalam hal ini tingkat pengaruhnya sangat Hal ini bisa saja dipengaruhi karena perbedaan populasi dan sampel penelitian maupun wilayah tempat penelitian dilakukan. SIMPULAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP Negeri 16 Cimahi diperoleh rata-rata nilai kepercayaan diri siswa berada pada kategori sedang. Sedangkan rata-rata nilai KPMM siswa berada pada karegori tinggi dengan masingmasing penyebaran datanya tidak terlalu besar. Berdasarkan hasil dari persamaan regresi linear sederhana, diperoleh bahwa semakin tinggi tingkat self-confidence siswa pada saat pembelajaran matematika, maka semakin tinggi juga KPMM siswa. Pengaruh Self-Confidence terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) Siswa SMP Begitu juga sebaliknya, semakin rendah tingkat self-confidence siswa maka semakin rendah pula KPMM siswa. Besar pengaruh self-confidence siswa pada saat pembelajaran matematika berpengaruh terhadap KPMM siswa dengan besar pengaruhnya adalah sebesar 37. 2%, sedangkan sisanya sebesar 62,8% dipengaruhi oleh variabel lainnya di luar variabel yang diteliti. Hal ini berarti tingkat pengaruh self-confidence siswa terhadap KPMM siswa cukup lemah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan self-confidence siswa dalam proses pembelajaran guru perlu berperan aktif dan lebih memperhatikan faktor psikologis siswa dalam pembelajaran matematika. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan motivasi dan merancang kegiatan pembelajaran yang lebih efektif sehingga dapat memfasilitasi perkembangan yang sehat bagi mental siswa. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi berupa dukungan dalam proses penelitian dan penyusunan artikel baik secara langsung maupun tidak langsung. Terima kasih kepada SMP Negeri 16 Cimahi yang telah memberikan dukungan dalam proses penelitian ini. Besar harapan bagi penulis supaya penelitian ini dapat menjadi acuan dalam meningkatkan tingkat kepercayaan diri maupun kemampuan pemecahan masalah matematis bagi sekolah maupun guru terutama guru matematika dan menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya. Karena penelitian ini memiliki batasan untuk menguji pengaruh satu variabel bebas terhadap satu variabel terikat, peneliti lain disarankan untuk meneliti dua atau lebih variabel bebas lainnya yang terikat dengan self-confidence siswa serta kemampuan matematika lainnya. DAFTAR PUSTAKA