KIRANA : Social Science Journal Volume 2. Number 3, 2025 pp. E-ISSN : 3062-780X DOI https://doi. org/10. 61579/kirana. Open Access: https://ejournal. id/index. php/kirana Keefektifan Strategi TPRC (Think. Predict. Read. Connec. Dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Tangse Fauzan Ikram1*. Hayatun Rahmi2. Nofiana S3 1,2,3 Universitas Jabal Ghafur. Aceh. Indonesia Corresponding Email: fauzanikram1992@gmail. ARTICLEINFO Article history: 26 February 2025 Received in revised form 10 March 2025 Accepted 28 April 2025 Available online 05 May ABSTRAK Penelitian yang berjudul Efektivitas Strategi TPRC dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman di SMA Negeri 1 Tangse. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam keterampilan membaca pemahaman antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi TPRC dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa strategi TPRC, serta untuk menilai keefektifan strategi TPRC dalam meningkatkan keterampilan Kata Kunci: membaca pemahaman siswa di SMA Negeri 1 Tangse. Penelitian ini dilaksanakan Strategi TPRC. Membaca pada tanggal 24 Desember 2024 pada Semester II Tahun Ajaran 2024 / 2025. Pemahaman. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain control group Pembelajaran Efektif pretest-posttest. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X di SMA Negeri Keywords: 1 Tangse sebanyak 64 orang, dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan TPRC Strategy. Reading metode simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes keterampilan Comprehension. Effective membaca pemahaman berbentuk pilihan ganda. Validitas isi . ontent validit. Learning instrumen telah diuji, dan reliabilitas instrumen menunjukkan nilai alpha sebesar 0,811 menggunakan program Iteman, yang mengindikasikan tingkat reliabilitas yang tinggi. Analisis data dilakukan melalui uji-t pada taraf signifikansi 5% setelah memenuhi uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji-t pada skor posttest keterampilan membaca pemahaman antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menghasilkan nilai th sebesar 3,163, lebih besar daripada tt sebesar 2,00 . ,163 > 2,. , dengan nilai P sebesar 0,002 . ,002 < 0,05 = signifika. dan df sebesar 62. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam keterampilan membaca pemahaman antara kedua kelompok. Rata-rata skor peningkatan keterampilan membaca pemahaman pada kelompok eksperimen adalah 6,19, sedangkan pada kelompok kontrol hanya 2,12. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa strategi TPRC lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran tanpa menggunakan strategi TPRC. Rekomendasi peneliti kepada sekolah adalah untuk mengintegrasikan strategi TPRC secara rutin dalam pembelajaran membaca pemahaman di kelas serta mengembangkan pelatihan untuk guru dalam penerapan strategi ini guna mencapai hasil pembelajaran yang lebih optimal. ABSTRACT The study titled "The Effectiveness of the TPRC Strategy in Reading Comprehension Learning at SMA Negeri 1 Tangse" aims to evaluate whether there is a significant difference in reading comprehension skills between students taught using the TPRC strategy and those taught without it, as well as to assess the effectiveness of the TPRC strategy in improving students' reading comprehension skills at SMA Negeri 1 Tangse. This study was conducted on December 24, 2024, during the second semester of the 2024/2025 academic year. The research method used was an experimental design with a control group pretest-posttest design. The study population included all tenth-grade students at SMA Negeri 1 Tangse, totaling 64 students, and the sampling technique was simple random sampling. The instrument used was a multiple-choice reading comprehension skills test. The instrument's content validity was tested, and the instrumentAos reliability yielded an alpha value of 0. 811 using the Iteman program, indicating a high level of reliability. Data analysis was performed using a t-test at * Corresponding Author: Fauzan Ikram: fauzanikram1992@gmail. KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2025, pp. eISSN 3062-780X a 5% significance level after meeting the assumptions of normality and homogeneity. The results showed that the t-test on the posttest scores of reading comprehension skills between the control group and the experimental group yielded a th value 163, which is greater than the tt value of 2. 163 > 2. , with a p-value of 0. 002 < 0. 05 = significan. and degrees of freedom . This indicates a significant difference in reading comprehension skills between the two groups. The average improvement score in reading comprehension skills in the experimental group was 6. 19, while the control group showed only a 2. 12-point increase. This study concludes that the TPRC strategy is more effective in improving studentsAo reading comprehension skills than learning without the TPRC strategy. The researcher recommends that schools integrate the TPRC strategy regularly in reading comprehension classes and develop teacher training on the implementation of this strategy to achieve more optimal learning outcomes. This is an open access article under the CC BY-SA license. INTRODUCTION Kemampuan membaca pemahaman merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dalam proses belajar-mengajar, terutama di tingkat sekolah menengah atas. Kemampuan ini menjadi dasar yang sangat diperlukan untuk memahami berbagai informasi dan ilmu Siswa dengan keterampilan membaca pemahaman yang baik akan mampu memahami isi bacaan secara menyeluruh, menganalisis informasi, serta mengaitkan isi bacaan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Kemampuan ini juga penting agar siswa dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang terus berkembang pesat (Melani 2022: . Kemampuan membaca pemahaman siswa SMA Negeri I Tangse, khususnya kelas X, masih tergolong rendah. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan memahami teks yang cukup panjang dan kompleks. Hal ini mengindikasikan bahwa mereka belum sepenuhnya mampu menangkap pesan yang lebih dalam dari teks atau mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah ada. Sebagian besar siswa membaca secara literal tanpa analisis lebih jauh atau tanpa menafsirkan pesan yang tersirat. Kesulitan ini diperkuat oleh hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia, yang menyatakan. AuSebagian besar siswa hanya membaca teks secara langsung tanpa benar-benar memahami pesan utama atau menganalisis isi bacaan dengan baik. Dengan kondisi ini, metode pembelajaran konvensional yang selama ini diterapkan dinilai belum efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa (Septianingrum 2019: . Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut, berbagai strategi pembelajaran telah dikembangkan, salah satunya adalah strategi TPRC (Think. Predict. Read. Connec. Menurut Triana et al. , . 0: . TPRC adalah strategi yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa dengan mengaktifkan pengetahuan awal, mendorong siswa membuat prediksi, membaca dengan cermat, dan menghubungkan isi teks denga n informasi yang telah dimiliki. Tahapan dalam TPRC ini memungkinkan siswa untuk mempersiapkan diri sebelum membaca dan membantu mereka memahami teks secara Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa strategi TPRC efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman. Menurut Ford . 3: . , penerapan TPRC membantu siswa berpikir lebih kritis dan aktif dalam proses membaca, sehingga mereka lebih mudah menangkap makna teks. Dengan demikian. TPRC dianggap sebagai salah satu strategi KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2025, pp. eISSN 3062-780X pembelajaran yang dapat memperkaya kemampuan literasi siswa, khususnya dalam mengembangkan kemampuan membaca dengan lebih sistematis dan kritis. Meskipun telah ada penelitian yang menunjukkan keberhasilan TPRC di negaranegara lain, efektivitas strategi ini di Indonesia masih perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian mengenai strategi ini masih terbatas, terutama pada sekolah-sekolah di daerah seperti Tangse, yang memiliki tantangan tersendiri terkait keterbatasan fasilitas dan sumber daya pendidikan. Menurut Putri . , terdapat gap teori yang signifikan karena penerapan TPRC belum banyak diuji dalam konteks pendidikan Indonesia. Gap ini menunjukkan pentingnya kajian lokal untuk menilai efektivitas strategi ini agar lebih relevan dengan karakteristik siswa di Indonesia. Wawancara awal dengan siswa dan guru di SMAN 1 Tangse menguatkan pentingnya penerapan metode pembelajaran yang lebih efektif. Salah satu siswa menyatakan. AuKetika membaca teks panjang, saya sering bingung dan tidak tahu bagian mana yang penting, sehingga tidak benar-benar paham apa yang saya baca. Ay Sementara itu, seorang guru berharap agar TPRC dapat membantu mengatasi kendala tersebut, menyatakan. AuStrategi pembelajaran seperti TPRC belum pernah kami coba di sini, tetapi kami berharap strategi ini bisa membantu siswa lebih mudah memahami bacaan. Ay Hal ini menunjukkan adanya harapan dari pihak sekolah terhadap potensi TPRC dalam memperbaiki keterampilan membaca pemahaman siswa. Strategi TPRC memiliki empat tahapan utama: Think . Predict . Read . , dan Connect . Pada tahap Think, siswa diajak untuk merenungkan topik atau tema yang akan dibaca dan mengaitkannya dengan pengetahuan yang telah dimiliki. Tahap Predict mendorong siswa membuat dugaan tentang isi teks yang akan dibaca. Tahap Read berfokus pada pemahaman isi teks secara menyeluruh, dan tahap Connect memungkinkan siswa menghubungkan informasi dalam teks dengan pengetahuan sebelumnya (Badudu 2022: . Keempat tahapan ini dirancang untuk merangsang siswa agar lebih aktif dalam proses membaca dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Peneliti telah mempertimbangkan berbagai aspek di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan strategi TPRC dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas X di SMAN 1 Tangse. METHOD Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain control group pretestposttest. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tangse sebanyak 64 orang, dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random Instrumen yang digunakan adalah tes keterampilan membaca pemahaman berbentuk pilihan ganda. Validitas isi . ontent validit. instrumen telah diuji, dan reliabilitas instrumen menunjukkan nilai alpha sebesar 0,811 menggunakan program Iteman, yang mengindikasikan tingkat reliabilitas yang tinggi. Analisis data dilakukan melalui uji-t pada taraf signifikansi 5% setelah memenuhi uji normalitas dan homogenitas. RESULT AND DISCUSSION Hasil Penelitian Penelitian ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam keterampilan membaca pemahaman antara siswa yang KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2025, pp. eISSN 3062-780X mengikuti pembelajaran membaca pemahaman menggunakan strategi TPRC dengan siswa yang mengikuti pembelajaran membaca pemahaman tanpa menggunakan strategi TPRC di SMA Negeri 1 Tangse. Kedua, untuk mengetahui apakah pembelajaran membaca pemahaman dengan strategi TPRC lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran membaca pemahaman tanpa strategi TPRC di SMA Negeri 1 Tangse. Berikut ini penulis sajikan nama-nama yang berpartisipasi dalam penelitian. Kelompok 1 (Kelompok Kontro. Sumber: Data Primer, 2025 Tabel 1 Nama-nama Responden Kelompok 2 Pre Post (Kelompok Test Test Eksperime. Pre Test Post Test KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2025, pp. eISSN 3062-780X Deskripsi Data Pretest Keterampilan Membaca Pemahaman Kelompok Kontrol Kelompok kontrol adalah kelas yang mengikuti pembelajaran membaca pemahaman tanpa menggunakan strategi TPRC. Proses pembelajaran membaca pemahaman dilaksanakan berdasarkan RPP yang telah disesuaikan dengan RPP yang digunakan oleh guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Tangse. Sebelum pembelajaran membaca pemahaman dimulai, kelompok kontrol mengerjakan soal pretest berbentuk pilihan ganda sebanyak 50 soal. Subjek pada pretest kelompok kontrol terdiri dari 32 siswa. Skor tertinggi yang dicapai siswa adalah 41, sedangkan skor terendah Distribusi frekuensi skor pretest keterampilan membaca pemahaman untuk kelompok kontrol dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 2 Distribusi Frekuensi Skor Pretest Keterampilan Membaca Pemahaman Kelompok Kontrol Kategori Interval Frekuensi Frekuensi Kumulatif Sangat Rendah 19,00 - 22,60 Rendah 23,60 - 27,20 Cukup 28,20 - 31,80 Tinggi 32,80 - 36,40 Sangat Tinggi 37,40 - 41,00 Melalui perhitungan komputer program SPSS versi 20 diketahui bahwa skor ratarata . pada kelompok kontrol saat pretest sebesar 29,13. skor tengah . sebesar 29,00. mode sebesar 30 dan standar deviasi sebesar 5,266. Hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 8. Deskripsi Data Pretest Keterampilan Membaca Pemahaman Kelompok Eksperimen Kelompok eksperimen adalah kelas yang mengikuti pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan strategi TPRC. Sebelum perlakuan diberikan, kelompok eksperimen mengerjakan soal pretest berbentuk pilihan ganda sebanyak 50 soal. Subjek yang mengikuti pretest di kelompok eksperimen berjumlah 32 siswa. Hasil pretest menunjukkan skor tertinggi sebesar 41 dan skor terendah sebesar 20. Distribusi frekuensi skor pretest keterampilan membaca pemahaman kelompok eksperimen dapat dilihat sebagai berikut. Tabel 3 Distribusi Frekuensi Skor Pretest Keterampilan Membaca Pemahaman Kelompok Eksperimen Frekuensi Kategori Interval Frekuensi Kumulatif Sangat Rendah 20,00 - 23,40 Rendah 24,40 - 27,80 Cukup 28,80 - 32,20 Tinggi 33,20 - 36,60 Sangat Tinggi 37,60 - 41,00 Melalui perhitungan menggunakan program komputer SPSS versi 20, diperoleh hasil bahwa skor rata-rata . pada kelompok eksperimen saat pretest adalah 29,00. Nilai yang KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2025, pp. eISSN 3062-780X paling sering muncul . adalah 30, skor tengah . adalah 29,50, dan standar deviasi sebesar 4,690. Hasil perhitungan secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 9. Deskripsi Data Posttest Keterampilan Membaca Pemahaman Kelompok Kontrol Posttest keterampilan membaca pemahaman pada kelompok kontrol dilakukan untuk mengukur tingkat perbedaan keterampilan membaca pemahaman setelah pembelajaran tanpa menggunakan strategi TPRC. Sebanyak 32 siswa menjadi subjek dalam posttest kelompok Skor tertinggi yang dicapai siswa adalah 40, sedangkan skor terendah adalah 15. Distribusi frekuensi skor posttest keterampilan membaca pemahaman kelompok kontrol dapat dilihat sebagai berikut. Tabel 4 Distribusi Frekuensi Skor Posttest Pemahaman Kelompok Kontrol Kategori Interval Frekuensi Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi 15,00 Ae 19,20 20,20 Ae 24,40 25,40 Ae 29,60 30,60 Ae 34,80 35,80 Ae 40,00 Frekuensi Kumulatif Melalui perhitungan menggunakan program komputer SPSS versi 20, diperoleh hasil bahwa skor rata-rata . pada posttest kelompok kontrol adalah 31,25. Nilai yang paling sering muncul . adalah 31, skor tengah . adalah 31,00, dan standar deviasi sebesar 5,460. Hasil perhitungan secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 10. Deskripsi Data Postest Keterampilan Membaca Pemahaman Kelompok Eksperimen Posttest keterampilan membaca pemahaman pada kelompok eksperimen dilakukan untuk mengukur tingkat perbedaan keterampilan membaca pemahaman setelah pembelajaran menggunakan strategi TPRC. Sebanyak 32 siswa menjadi subjek dalam posttest kelompok Skor tertinggi yang dicapai siswa adalah 41, sedangkan skor terendah adalah 22. Distribusi frekuensi skor posttest keterampilan membaca pemahaman kelompok eksperimen dapat dilihat sebagai berikut. Tabel. Distribusi Frekuensi Skor Posttest Keterampilan Membaca Pemahaman Kelompok Eksperimen Kategori Interval Frekuensi Frekuensi Kumulatif Sangat Rendah 22,00 Ae 25,00 Rendah 26,00 Ae 29,00 Cukup 30,00 Ae 33,00 Tinggi 34,00 Ae 37,00 Sangat Tinggi 38,00 Ae 41,00 Melalui perhitungan menggunakan program komputer SPSS versi 20, diperoleh hasil bahwa skor rata-rata . pada posttest kelompok eksperimen adalah 35,19. Nilai yang KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2025, pp. eISSN 3062-780X paling sering muncul . adalah 39, skor tengah . adalah 36,00, dan standar deviasi sebesar 4,446. Hasil perhitungan secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 11. Perbandingan Data Sekor Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen Data skor pretest dan posttest dari kelompok kontrol serta kelompok eksperimen dibandingkan untuk menganalisis perbedaan skor tertinggi, skor terendah, dan skor rata-rata yang dicapai. Pada kelompok kontrol, skor tertinggi saat pretest adalah 41 dan skor terendah 19, sementara saat posttest skor tertinggi adalah 40 dan skor terendah 15. Di sisi lain, pada kelompok eksperimen, skor tertinggi pretest adalah 41 dan skor terendah 20, sedangkan pada posttest skor tertinggi tetap 41 dengan skor terendah 22. Skor rata-rata pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan dari pretest ke posttest. Kelompok kontrol mengalami kenaikan rata-rata sebesar 2,12, sedangkan kelompok eksperimen mencatat kenaikan rata-rata sebesar 6,19. Tabel 7 berikut menyajikan perbandingan skor tertinggi, skor terendah, rata-rata . , median, mode, dan standar deviasi untuk kedua kelompok tersebut. Tabel 6 Perbandingan Data Statistik Pretest dan Posttest Keterampilan Membaca Pemahaman Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen Skor Skor Mean Median Mode Data Tertinggi Terendah Pretest KK 29,13 29,00 5,266 Pretest KE 29,00 29,50 4,690 31,25 31,00 5,460 Posttest KK Posttest KE 35,19 36,00 4,446 Uji Prasyarat Analisis Uji Normalitas Sebaran Data Uji normalitas sebaran dilakukan untuk menentukan apakah data dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak. Hasil uji normalitas diperoleh dari skor pretest dan posttest keterampilan membaca pemahaman pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Data dikatakan berdistribusi normal jika nilai P . yang diperoleh lebih besar dari 0,05. Berikut adalah rangkuman hasil uji normalitas sebaran data pretest dan posttest untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Tabel 7 Rangkuman Hasil Uji Normalitas Sebaran Data Pretest dan Posttest Keterampilan Membaca Pemahaman P (Si. Data Keterangan Pretest Kelompok Kontrol 0,056 Sig > 0,05 = normal Posttest Kelompok Kontrol 0,200 Sig > 0,05 = normal Pretest Kelompok Eksperimen 0,200 Sig > 0,05 = normal Posttest Kelompok Eksperimen 0,086 Sig > 0,05 = normal Hasil perhitungan normalitas sebaran data pretest kelompok kontrol menunjukkan nilai P sebesar 0,056. Karena nilai tersebut lebih besar dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa data pretest kelompok kontrol berdistribusi normal. Untuk data posttest kelompok kontrol, hasil perhitungan menunjukkan nilai P sebesar 0,200, yang juga lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data posttest kelompok kontrol berdistribusi normal. KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2025, pp. eISSN 3062-780X Hasil perhitungan normalitas sebaran data pretest kelompok eksperimen menunjukkan nilai P sebesar 0,200, yang lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data pretest kelompok eksperimen berdistribusi normal. Untuk data posttest kelompok eksperimen, perhitungan normalitas menunjukkan nilai P sebesar 0,086, yang juga lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data posttest kelompok eksperimen berdistribusi normal. Hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 12-15. Uji Homogenitas Varian Setelah dilakukan uji normalitas sebaran, selanjutnya dilakukan uji homogenitas varian dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS versi 20. Uji homogenitas varian bertujuan untuk mengetahui apakah data dalam penelitian ini berasal dari populasi yang homogen atau tidak. Agar data dapat dianggap homogen, nilai signifikansi hitung harus lebih besar dari derajat signifikansi yang ditetapkan, yaitu 0,05. Uji Homogenitas Varian Data Pretest Keterampilan Membaca Pemahaman Rangkuman hasil perhitungan uji homogenitas varian data pretest keterampilan membaca pemahaman disajikan sebagai berikut: Tabel 8 Rangkuman Hasil Uji Membaca Pemahaman Data Pretest Levene Statistic 0,599 Homogenitas Varian Sig 0,442 Data Pretest Keterampilan Keterangan 0,442 > 0,05 = Homogen Hasil perhitungan uji homogenitas varian menunjukkan bahwa skor pretest memiliki nilai Levene statistic sebesar 0,599, dengan df 62 dan signifikansi sebesar 0,422. Karena nilai signifikansi tersebut lebih besar dari batas signifikansi yang ditetapkan . , dapat disimpulkan bahwa data pretest keterampilan membaca pemahaman dalam penelitian ini memiliki varian yang homogen, artinya tidak ada perbedaan varian yang signifikan. Hasil perhitungan secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 16. Uji Homogenitas Varian Data Posttest Keterampilan Membaca Pemahama Rangkuman hasil perhitungan uji homogenitas varian sebaran data posttest keterampilan membaca pemahaman disajikan sebagai berikut. Tabel 9 Rangkuman Hasil Uji Membaca Pemahaman Levene Statistic Data Posttest 0,982 Homogenitas Sig 0,325 Varian Data Posttest Keterampilan Keterangan 0,325 > 0,05 = Homogen Hasil perhitungan uji homogenitas varian menunjukkan bahwa skor posttest memiliki nilai Levene statistic sebesar 0,982, dengan df 62 dan signifikansi sebesar 0,325. Karena nilai signifikansi tersebut lebih besar dari batas yang ditetapkan, yaitu 0,05, dapat disimpulkan bahwa data posttest keterampilan membaca pemahaman dalam penelitian ini memiliki varian yang homogen, atau tidak terdapat perbedaan varian yang signifikan. Hasil perhitungan secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 17. KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2025, pp. eISSN 3062-780X Analisa Data Analisis data bertujuan untuk menguji hipotesis penelitian yang diajukan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. Uji-t digunakan untuk mengetahui signifikansi perbedaan rata-rata hitung skor pretest dan posttest kelompok kontrol dan kelompok Suatu data dikatakan signifikan apabila nilai th > tt, dan nilai P kurang dari 0,05. Proses perhitungan uji-t dibantu dengan komputer program SPSS versi 20. Perbedaan keefektifan pembelajaran membaca pemahaman kelompok kontrol dan eksperimen dilihat dari perbedaan kenaikan skor rata-rata pretest dan posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji-t Skor Pretest Keterampilan Membaca Pemahaman Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen Uji-t data pretest keterampilan membaca pemahaman dilakukan untuk menguji perbedaan keterampilan membaca pemahaman kelas kontrol dan kelas eksperimen sebelum pembelajaran membaca pemahaman dilaksanakan. Hasil uji-t selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 18. Rangkuman hasil uji-t data pretest kemampuan membaca pemahaman kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 10 Rangkuman Hasil Uji-t Skor Pretest Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen Data Keterangan th0,05 O Pretest KK dan KE 0,100 0,200 0,920 Tabel 4. 10 menyajikan hasil perhitungan statistik uji-t untuk data pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil uji menunjukkan nilai th sebesar 0,100, tt 0,200 dengan df 62 pada taraf signifikansi 5%, serta nilai P sebesar 0,920. Karena nilai th < tt dan nilai P lebih besar dari 0,05, maka hasilnya tidak signifikan. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa keterampilan membaca pemahaman antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebelum pembelajaran adalah setara atau tidak ada perbedaan yang Uji-t Skor Pretest dan Posttest Keterampilan Membaca Pemahaman Kelompok Kontrol Data skor pretest dan posttest kelompok kontrol selanjutnya dianalisis dengan uji-t untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan keterampilan membaca pemahaman sebelum dan sesudah pembelajaran membaca pemahaman. Hasil analisis uji-t menunjukkan nilai th sebesar 42,891 tt 0,200 dengan df 63 pada taraf signifikansi 5% dan nilai P sebesar 0,000. Nilai th > tt dan nilai P yang diperoleh lebih kecil dari 0,05 yang berarti signifikan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan membaca pemahaman pada kelompok kontrol setelah pembelajaran. Hasil uji- t selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 19. Rangkuman hasil uji-t data skor pretest dan posttest kelompok kontrol disajikan dalam tabel berikut. Tabel 11 Rangkuman Hasil Uji-t Skor Pretest dan Posttest Kelompok Kontrol Data Keterangan Pretest dan Posttest 42,891 0,200 0,000 th>tt dan P<0,05 = KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2025, pp. eISSN 3062-780X Uji-t Skor Pretest dan Posttest Keterampilan Membaca Pemahaman Kelompok Eksperimen Hasil analisis uji-t untuk skor pretest dan posttest keterampilan membaca pemahaman pada kelompok eksperimen menunjukkan nilai th sebesar 46,767, tt 0,200 dengan df 63 pada taraf signifikansi 5%, serta nilai P sebesar 0,000. Karena nilai th > tt dan nilai P yang diperoleh lebih kecil dari 0,05, hasilnya signifikan, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dalam keterampilan membaca pemahaman pada kelompok eksperimen setelah diterapkan strategi TPRC. Hasil uji-t lengkap dapat dilihat pada Lampiran 20. Rangkuman hasil uji-t untuk data skor pretest dan posttest kelompok eksperimen disajikan dalam tabel berikut. Tabel 12 Rangkuman Hasil Uji-t Skor Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen Data Keterangan Pretest dan Posttest 47,767 0,200 0,000 th>tt dan P<0,05 = Uji-t Skor Posttest Keterampilan Membaca Pemahaman Kelompok Kontrol dan Klompok Eksperimen Uji-t pada data posttest keterampilan membaca pemahaman antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan keterampilan membaca pemahaman antara kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran membaca pemahaman menggunakan strategi TPRC dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran membaca pemahaman tanpa menggunakan strategi TPRC. Hasil uji-t secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 21. Rangkuman hasil uji-t untuk data posttest keterampilan membaca pemahaman pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen disajikan dalam tabel berikut. Tabel 13 Rangkuman Hasil Uji-t Skor Posttest Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen Data Keterangan Posttest KK dan KE 3,163 0,200 0,002 th0,05 = signifikan Tabel 13 menunjukkan nilai th sebesar 3,163, tt 0,200 dengan df 62 pada taraf signifikansi 5% dan nilai P sebesar 0,002. Karena nilai th > tt dan nilai P lebih kecil dari 0,05, hasilnya Oleh karena itu, berdasarkan hasil uji-t, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam keterampilan membaca pemahaman antara kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran membaca pemahaman menggunakan strategi TPRC dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran tanpa menggunakan strategi TPRC. Berdasarkan uraian hasil analisis data di atas, kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut: pertama, skor pretest keterampilan membaca pemahaman antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. skor pretest dan posttest keterampilan membaca pemahaman pada kelompok kontrol menunjukkan perbedaan yang signifikan. ketiga, skor pretest dan posttest keterampilan membaca pemahaman pada kelompok eksperimen menunjukkan perbedaan yang signifikan. keempat, skor posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan perbedaan yang signifikan. KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2025, pp. eISSN 3062-780X Hasil Uji Hipotesis Hasil Uji Hipotesis Pertama Hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah "terdapat perbedaan yang signifikan dalam keterampilan membaca pemahaman antara siswa yang mengikuti pembelajaran membaca pemahaman menggunakan strategi TPRC dengan siswa yang mengikuti pembelajaran membaca pemahaman tanpa menggunakan strategi TPRC. " Hipotesis ini merupakan hipotesis alternatif (H. Pengujian hipotesis dilakukan dengan merumuskan Ha menjadi Ho (Hipotesis No. , yang berbunyi "tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam keterampilan membaca pemahaman antara siswa yang mengikuti pembelajaran membaca pemahaman menggunakan strategi TPRC dengan siswa yang mengikuti pembelajaran membaca pemahaman tanpa menggunakan strategi TPRC. " Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis ini adalah uji-t. Perbedaan keterampilan membaca pemahaman antara kelompok yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi TPRC dengan kelompok yang mengikuti pembelajaran tanpa menggunakan strategi TPRC dapat dilihat dari perbedaan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil analisis uji-t data skor posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan nilai th sebesar 3,163 tt 0,200 dengan df 62 pada taraf signifikansi 5% dengan nilai P sebesar 0,002. Nilai th > tt dan nilai P lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan hasil uji hipotesis sebagai berikut. Ho: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam keterampilan membaca pemahaman antara siswa yang mengikuti pembelajaran membaca pemahaman menggunakan strategi TPRC dengan siswa yang mengikuti pembelajaran membaca pemahaman tanpa menggunakan strategi TPRC di SMA Negeri 1 Tangse, ditolak. Ha: Terdapat perbedaan yang signifikan dalam keterampilan membaca pemahaman antara siswa yang mengikuti pembelajaran membaca pemahaman menggunakan strategi TPRC dengan siswa yang mengikuti pembelajaran membaca pemahaman tanpa menggunakan strategi TPRC di SMA Negeri 1 Tangse, diterima. Hasil Uji Hipotesis Kedua Hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah "pembelajaran membaca pemahaman menggunakan strategi TPRC lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran membaca pemahaman tanpa menggunakan strategi TPRC di SMA Negeri 1 Tangse. " Hipotesis ini merupakan hipotesis alternatif (H. Pengujian hipotesis dilakukan dengan merumuskan Ha menjadi Ho (Hipotesis No. , yang berbunyi "pembelajaran membaca pemahaman menggunakan strategi TPRC tidak lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran membaca pemahaman tanpa menggunakan strategi TPRC di SMA Negeri 1 Tangse. Skor rata-rata pretest dan posttest keterampilan membaca pemahaman pada kelompok eksperimen menunjukkan kenaikan sebesar 6,19, sedangkan kelompok kontrol mengalami kenaikan sebesar 2,12. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan kenaikan skor rata-rata pretest dan posttest keterampilan membaca pemahaman antara kelompok kontrol dan kelompok Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan hasil uji hipotesis sebagai berikut: Ho: Pembelajaran membaca pemahaman menggunakan strategi TPRC tidak lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran membaca pemahaman tanpa menggunakan strategi TPRC di SMA Negeri 1 Tangse, ditolak. KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2025, pp. eISSN 3062-780X Ha: Pembelajaran membaca pemahaman menggunakan strategi TPRC lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran membaca pemahaman tanpa menggunakan strategi TPRC di SMA Negeri 1 Tangse, diterima. Pembahasan Deskripsi Kondisi Awal Keterampilan Membaca Pemahaman Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen Kondisi awal keterampilan membaca pemahaman siswa pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diperoleh dari hasil analisis data pretest keterampilan membaca pemahaman yang diberikan kepada kedua kelompok. Pretest ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan keterampilan membaca pemahaman antara siswa di kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebelum mereka mengikuti pembelajaran yang telah dirancang. Skor tertinggi yang diperoleh kelompok kontrol adalah 42, sementara skor terendahnya Di sisi lain, skor tertinggi kelompok eksperimen adalah 41 dan skor terendahnya Berdasarkan analisis uji-t terhadap data pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, diperoleh nilai th sebesar 0,100, tt sebesar 0,200 dengan df 62 pada taraf signifikansi 5%, serta nilai P sebesar 0,920. Karena nilai th < tt dan nilai P lebih besar dari 0,05, hasilnya tidak signifikan. Berdasarkan analisis data tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam keterampilan membaca pemahaman antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebelum perlakuan. Artinya, tingkat keterampilan membaca pemahaman pada kedua kelompok adalah setara atau sama. Perbedaan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen Setelah pelaksanaan pretest, kelompok kontrol dan kelompok eksperimen melanjutkan dengan kegiatan pembelajaran membaca pemahaman. Kelompok kontrol mengikuti pembelajaran membaca pemahaman tanpa menggunakan strategi TPRC, sementara kelompok eksperimen menerapkan strategi TPRC. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran, terlihat perbedaan aktivitas antara siswa kelompok kontrol dan siswa kelompok eksperimen. Pembelajaran membaca pemahaman dilakukan sebanyak empat kali untuk masingmasing kelompok. Setelah sesi pembelajaran tersebut selesai, posttest keterampilan membaca pemahaman dilakukan untuk kedua kelompok guna mengetahui apakah terdapat perbedaan keterampilan membaca pemahaman setelah mereka mengikuti pembelajaran dengan pendekatan yang berbeda (Mesterjon 2. Pembelajaran membaca pemahaman pada kelompok eksperimen dilakukan mengikuti langkah-langkah strategi TPRC, yaitu think, predict, read, dan connect. Pada langkah think, siswa diminta untuk berpikir aktif, menemukan, dan menuliskan pengetahuan yang mereka miliki tentang topik umum bacaan, yang membantu mereka mengumpulkan pengetahuan dan pengalaman yang berguna sebelum dan selama proses membaca. Menurut Anas . , pengetahuan yang dimiliki siswa akan menjadi dasar yang penting dalam memahami bacaan lebih kompleks. Langkah berikutnya adalah predict, di mana siswa membuat prediksi mengenai apa yang akan mereka temui dalam bacaan. Anas . menyebutkan bahwa prediksi adalah perkiraan yang cerdas tentang isi teks yang akan dibaca. Proses prediksi ini dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa terhadap teks bacaan, yang pada gilirannya KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2025, pp. eISSN 3062-780X mendukung keterampilan membaca pemahaman yang lebih baik. Setelah itu, siswa membaca teks secara individu, menandai ide-ide pokok dalam bacaan dan mencocokkannya dengan prediksi yang telah dibuat. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi TPRC lebih aktif, mengikuti langkah-langkah berpikir, memprediksi, membaca, dan mengoneksikan. Hal ini berbeda dengan kelompok kontrol, yang mengikuti pembelajaran membaca dengan pendekatan konvensional, di mana siswa hanya menerima teks bacaan, membaca, menganalisis ide pokok, dan menyimpulkan isi bacaan. Perbedaan dalam pendekatan pembelajaran ini memengaruhi tingkat pemahaman antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pembelajaran yang melibatkan teknikteknik menarik dan langkah-langkah yang terstruktur berpengaruh pada minat, motivasi, dan tingkat pemahaman siswa, seperti yang diungkapkan oleh Tampubolon . ia Zuchdi, 2. Langkah terakhir dalam strategi TPRC adalah connect, di mana siswa menghubungkan pengetahuan awal yang mereka miliki dengan prediksi dan hasil yang diperoleh saat membaca, yang memperdalam pemahaman mereka. Langkah ini melibatkan pengetahuan dan pengalaman siswa yang disatukan dengan isi bacaan, sesuai dengan pendapat Somadayo . , yang mengatakan bahwa dalam membaca pemahaman, ada proses aktif untuk memperoleh makna dengan menghubungkan pengetahuan pembaca dengan bacaan. Perbedaan metode pembelajaran ini berdampak pada perbedaan keterampilan membaca pemahaman antara kedua kelompok. Hasil analisis data posttest menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam keterampilan membaca pemahaman antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji-t terhadap data posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menghasilkan nilai th sebesar 3,163, tt sebesar 0,200 dengan df 62. Pada taraf signifikansi 5%, nilai P yang diperoleh adalah 0,002, yang lebih kecil dari 0,05, menunjukkan perbedaan yang signifikan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa keterampilan membaca pemahaman antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi TPRC dan yang tidak menggunakannya menunjukkan perbedaan yang Tingkat Keefektifan Penggunaan Strategi TPRC dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Siswa Tingkat keefektifan strategi TPRC dalam pembelajaran membaca pemahaman siswa kelas X SMA Negeri 1 Tangse dapat dilihat dari peningkatan skor rata-rata pretest dan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Berdasarkan hasil perhitungan, terdapat perbedaan peningkatan skor rata-rata pretest dan posttest keterampilan membaca pemahaman antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol menunjukkan peningkatan skor rata-rata sebesar 2,12, sedangkan kelompok eksperimen mengalami kenaikan skor rata-rata sebesar 6,19. Peningkatan skor rata-rata yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol menunjukkan bahwa pembelajaran membaca pemahaman di SMA Negeri 1 Tangse yang menggunakan strategi TPRC lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran membaca pemahaman tanpa strategi TPRC. Hasil penelitian ini sesuai dengan tujuan dari strategi TPRC, yaitu membantu siswa memahami isi bacaan secara menyeluruh. Pembelajaran yang menggunakan strategi TPRC mendorong siswa untuk berinteraksi aktif dengan pikiran mereka dan keseluruhan isi bacaan, sehingga siswa dapat mencapai tujuan membaca, yaitu pemahaman yang baik terhadap Hal ini sejalan dengan pendapat Rahim . 8: . , yang menyatakan bahwa membaca KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 3 September 2025, pp. eISSN 3062-780X adalah proses interaktif yang, jika dilakukan dengan senang hati, akan membantu pembaca mencapai tujuan yang diinginkan. Kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan strategi TPRC menunjukkan motivasi dan antusiasme yang tinggi selama proses pembelajaran. Kondisi ini memengaruhi tingkat pemahaman siswa terhadap bacaan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran membaca pemahaman, diperlukan strategi yang dapat menumbuhkan minat, motivasi, dan antusiasme siswa untuk berpikir secara aktif dan logis. Dengan demikian, siswa akan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai isi bacaan. Strategi TPRC terbukti efektif dalam pembelajaran membaca pemahaman karena mampu membangun minat dan motivasi siswa terhadap bacaan, serta membantu siswa menghubungkan pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki untuk memahami isi bacaan dengan lebih baik. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disampaikan, maka dapat diambil kesimpulan yaitu terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan membaca pemahaman antara siswa yang diajar dengan strategi TPRC dan tanpa TPRC . h = 3,163. 0,200. P = 0,. Strategi TPRC terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Perubahan tingkat pemahaman siswa menunjukkan bahwa kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan rata-rata skor sebesar 6,19, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang hanya meningkat 2,12. Ini menunjukkan efektivitas strategi TPRC. Kendala penerapan strategi TPRC meliputi waktu terbatas, variasi kemampuan siswa, dan kurangnya familiaritas terhadap strategi, namun hasil tetap menunjukkan efektivitas TPRC. REFERENCES