e-ISSN: 2746-6493 p-ISSN: 0852-7105 Vol. No. Oktober 2024. DOI: https://doi. org/10. 55122/mediastima. Analisis Pengaruh Hard Skill. Soft Skill dan Pengalaman Kerja terhadap Kinerja Karyawan Divisi Private Label dan 3rd Party PT. Sinar Eka Selaras Jakarta Siti Husennia, . Delila Rambe, . Tagor Rambey, . Syamsul Bachri Program Studi Manajemen. Fakultas lEkonomi Institut lBisnis ldan lInformatika l(IBI) lKosgoro l1957 Email: . 5694sitihusennia@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Hard Skiil. Soft Skill dan pengalaman kerja maupun gabungan ketiganya terhadap kinerja karyawan pada Divisi Private Label dan 3rd Party PT. Sinar Eka Selaras. Jakarta. Karena populasi kurang dari 100 maka metode penentuan sampel menggunakan sampel jenuh atau saturated sample, dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi sebanyak 35 karyawan sebagai responden. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan menggunakan alat kuesioner. Teknik dalam memperoleh hasil dengan regresi, korelasi dan determinasi dengan bantuan program SPSS v 25. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Hard Skills mempunyai dampak dengan hasil kerja, dilihat dari nilai thitung . > ttabel . , dari tingkat keeratan sebesar 0,619, determinasi sebesar 25%. Terlihat thitung . > ttabel . , tingkat hubungan 0,719, 32,8% terdapat besarnya pengaruh Soft Skill terhadap kinerja. Korelasi sebesar 0,527 terdapat hubungan pengalaman kerja dengan hasil kerja Sedangkan thitung . > dibandingkan ttabel . Kinerja pegawai dipengaruhi oleh kombinasi ketiga variabel. Kombinasi ini berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dengan diperoleh nilai Fhitung sebesar 14,348 > 2,87 (Ftabe. , serta nilai korelasi sebesar 0,762 dan koefisien determinasi simultan atau gabungan variabel sebesar 0,581 yang dapat dinyatakan sebesar 58,1%, maka dapat dibuktikan bahwa hasil tersebut akurat. Kata lKunci: Hard Skiil. Soft Skill. Pengalaman Kerja. Kinerja. Sumber Daya Manusia Abstract The purpose of this research is to determine the influence of Hard Skills. Soft Skills and work experience or a combination of the three on employee performance in the Private Label and 3rd Party Divisions of PT. Sinar Eka Selaras. Jakarta. Because the population is less than 100, the sample determination method uses a saturated sample, where the sample size is equal to the population of 35 employees as respondents. The approach used is a quantitative approach and uses a questionnaire tool. Techniques for obtaining results using regression, correlation and determination with the help of the SPSS v 25 program. Research findings show that Hard Skills have an impact on work results, seen from the value of tcount . > ttable . , from a level of closeness of 0. 619, determination of 25%. It can be seen that tcount . > ttable . , the relationship level is 0. 719, 32. 8%, there is a large influence of Soft Skills on performance. correlation of 0. 527 shows a relationship between work experience and employee work results. Meanwhile tcount . > compared to ttable . Employee performance is influenced by a combination of three variables. This combination affects employee performance. By obtaining an Fcount value of 14. 348 > 2. 87 (Ftabl. , as well as a correlation value of 0. 762 and a simultaneous or combined variable determination coefficient of 0. 581 which can be stated as 58. 1%, it can be proven that the results are accurate. Keywords: Hard Skills. Soft Skills. Work Experience. Performance. Human Resources. Siti Husennia, . Delila Rambe, . Tagor Rambey, . Syamsul Bachri Pendahuluan Keadaan lingkungan korporasi saat ini ditandai dengan meningkatnya persaingan, yang diperkirakan akan semakin menguat di tahun-tahun mendatang. Mengingat hal ini, sangatlah penting bagi organisasi manapun untuk tidak hanya bertahan dalam lingkungan kompetitif saat ini namun juga membina angkatan kerja yang terampil (Lengkong. Lengkong. , & Taroreh, 2. Proses manajemen merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam memperoleh hasil. Operasi ini mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan tindakan, serta pemantauan tindakan yang dilakukan dengan bantuan semua sumber daya. Sumber daya manusia berkualitas tinggi mengacu pada orang-orang yang memiliki perpaduan antara keterampilan, kompetensi, pengetahuan, dan sikap kerja yang positif (MuAoah, 2. Manusia adalah aset yang sangat diperlukan dan sangat penting dalam sebuah perusahaan, karena mereka adalah katalis utama keberhasilannya, memungkinkan untuk berkembang, beradaptasi, dan bertahan dalam lingkungan kita yang terus berkembang dan dapat memajukan perusahaan (Hasibuan, 2. Untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pegawai, perlu dilakukan proses peningkatan kualitas sumber daya pegawai secara metodis, fokus sempit, dan Meningkatkan efisiensi operasional pegawai dalam melaksanakan tugasnya merupakan tujuan dari proses peningkatan kualitas sumber daya pegawai yang digunakan oleh Selain itu, kualitas tenaga kerja yang unggul akan menghasilkan dedikasi yang kuat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari secara efisien, efektif, dan produktif, sesuai dengan peran dan kewajibannya masing-masing. (Aditama. , & Widowati, 2. Untuk mencapai suatu tujuan dan mencapai kinerja terbaik, diperlukan sumber daya yang memiliki kompetensi dan keterampilan di bidangnya. Pengalaman praktis merupakan sarana untuk memperoleh pengalaman kerja. Selain itu, pencapaian di masa lalu dalam usaha serupa dapat dianggap sebagai indikator hasil di masa depan yang paling dapat diandalkan. Semakin banyak pengalaman yang Anda miliki, maka kompetensi Anda dalam menjalankan tugas juga akan semakin meningkat. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi tingkat keahlian karyawan dengan mempertimbangkan pengetahuan dan keterampilan mereka. Pengalaman yang didapat akan meningkatkan kompetensi dan kemampuannya dalam menyelesaikan aksi secara rutin dalam jangka waktu yang lama, sehingga meningkatkan keakraban dan tingkat Pendekatan yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuannya adalah penilaian prestasi kerja, pelaksanaan, sikap, serta kualitas dan kuantitas pekerjaan (Asri, 2. Mengevaluasi kinerja karyawan sangat penting untuk menentukan apakah kondisi kerja karyawan memenuhi standar kerja yang ditetapkan perusahaan dan bertindak sebagai sumber motivasi kerja mereka (Suyono, 2. Pengalaman kerja merupakan faktor penting dalam prestasi kerja yang harus diperhatikan oleh perusahaan (Sartika, 2. Lebih lanjut. Soft Skill dan Hard Skill saling melengkapi dalam mengatasi permasalahan tersebut, sehingga memberikan dampak besar pada peningkatan efisiensi kerja. Walaupun kegiatan-kegiatan tersebut dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang ditentukan, namun tidak ada jaminan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut akan dilaksanakan dengan akurasi penuh. Akibatnya, produktivitas kerja pegawai, khususnya kemampuannya untuk bekerja secara efektif dan efisien, berada di bawah tingkat optimal (Ratuela. Nelwan. , & Lumintang, 2. 173-185E E Vol. No. Oktober 2024 Analisis Pengaruh Hard Skill. Soft Skill dan Pengalaman Kerja terhadap Kinerja Karyawan Divisi Private Label dan 3rd Party PT. Sinar Eka Selaras Jakarta PT Erajaya Swasembada Tbk memiliki anak perusahaan bernama PT. Sinar Eka Selaras, yang mengkhususkan diri dalam ritel merchandise berorientasi gaya hidup. Divisi Label Pribadi dan Pihak Ketiga bertanggung jawab untuk mengelola semua bidang barang aksesori, termasuk pengembangan produk dan penjualan. Produk yang dimaksud meliputi kabel, adaptor pengisi daya, bank daya, pengisi daya otomatis, headphone, earbud, dan gadget IoT, dengan penekanan khusus pada rumah pintar. Divisi ini memerlukan orangorang yang ahli dengan kemampuan keras atau kemampuan teknis yang kuat untuk mengelola komoditas yang dihasilkan oleh organisasi. Selain itu. Keterampilan Lunak memainkan peran penting dalam berbagai bidang seperti kepemimpinan, pengambilan keputusan strategis, dan keterlibatan efektif dengan individu atau organisasi yang terkait dengan rantai pasokan, seperti pemasok atau vendor. Karyawan tidak hanya harus memiliki talenta keras dan lunak yang diperlukan, namun juga menunjukkan kecenderungan dan dedikasi yang kuat untuk bekerja dengan efektif dan efisien. Pentingnya kemampuan dan bakat semakin berkurang bila tidak diimbangi dengan etos kerja dan disiplin pegawai dalam mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan ini, sangat penting untuk meningkatkan departemen Sumber Daya Manusia dengan merekrut profesional tambahan yang dapat memenuhi peran ganda sebagai ahli strategi dan pelaksana dalam bisnis. Untuk mencapai tujuan organisasi, diperlukan pemenuhan kebutuhan perusahaan yang mencari personel berketerampilan tinggi dengan berbagai kemampuan, baik yang mencakup kemampuan teknis maupun interpersonal. Selain itu, memiliki pengalaman kerja yang dapat diterapkan langsung pada bisnis perusahaan sangat penting untuk memfasilitasi integrasi karyawan ke dalam operasional perusahaan. Untuk mencapai efisiensi maksimum dalam operasi perusahaan dan mendorong ekspansi yang cepat. (Dwi Wijayanti & Susilo Wibowo, 2. melakukan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh hard skill dan soft skill terhadap kinerja karyawan di lingkungan pada Kantor PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik. Berdasarkan temuan, baik Hard Skill maupun Soft Skill berdampak terhadap hasil kerja pegawai. Nilai uji hipotesis simultan diperoleh F hitung sebesar 158,848, dengan ini dinyatakan bahwa karyawan meningkatkan kinerja didukung dengan Hard Skill dan Soft Skill. Kemudian Putri Annisa . melakukan penelitian mengenai dampak pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan di hotel Mutiara Pekanbaru yang menyatakan bahwa memiliki pengalaman kerja yang relevan pada domain tertentu akan meningkatkan kinerja karyawan. Tujuan penelitian tersebut mengetahui pengaruh pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan. Tinjauan Pustaka Hard Skiil Menurut (Simamora, 2. , istilah AuHard SkillsAy berpedoman pada kompetensi faktual yang mutlak diperlukan agar berhasil melaksanakan kewajiban, tugas dan tanggung jawab. Hard Skills adalah bakat kognitif yang dapat diperoleh melalui pendidikan dan pada dasarnya didasarkan pada informasi yang dipelajari (Hamid, 2. Memiliki kemampuan memicu saraf penglihatan inilah yang dimaksud dengan istilah Aukecerdasan teknologiAy. Seperti yang diungkapkan oleh Rasid dkk. 8:1. , istilah Auhard skillAy digunakan untuk menggambarkan kemahiran seseorang dalam kompetensi yang terdiri dari kemampuan berpikir, keterampilan dalam mengerjakan pekerjaan dan kemahiran dengan operasional. 174-185E E Vol. No. Oktober 2024 Siti Husennia, . Delila Rambe, . Tagor Rambey, . Syamsul Bachri Soft Skill Menurut (Sugiyono, 2. , istilah Ausoft skillAy mencakup kemampuan pribadi dan sosial, serta hard skill dan perilaku yang berkaitan dengan pengelolaan diri sendiri. (MuAoah, 2. Soft Skill merupakan pelengkap dari Hard Skill yang berguna untuk mencapai kelancaran dalam lingkungan kerja yang penuh tantangan. Jika Saudara tidak dapat memberikan ide, perbanyak hubungan dengan segala lini, atau menyampaikan tugas dengan waktu yang tepat, maka Saudara belum memperoleh apa pun. Hal ini berlaku bahkan jika Anda memiliki semua bakat teknis yang tersedia. Dalam (Zalianty, 2. , soft skill adalah kemampuan seseorang untuk mengelola dirinya sendiri . isebut juga interpersonal skil. dan berhubungan dengan orang lain . isebut juga interpersonal skil. dalam suatu hubungan. cara yang memungkinkan mereka mengembangkan profesi mereka dengan penuh usaha. Sedangkan dalam (Budiyanto & Mochklas, 2. Soft Skill adalah keahlian yang dimanfaatkan dalam proses pengembangan yang berkaitan dengan kerja dan bersamasama dengan individu lain. Pengalaman Kerja Dalam Foster . , istilah Aupengalaman kerjaAy mengacu pada proses dimana seorang pegawai memperoleh informasi atau kemampuan mengenai tata cara suatu pekerjaan sebagai hasil keterlibatannya dalam pelaksanaan aktivitas kerja. Karena pengalaman adalah guru terbaik, maka mutlak diperlukan pengalaman yang relevan dalam semua tugas. Pendidik yang paling efektif adalah pengalaman. Dengan kata lain, pengertiannya adalah seseorang memperoleh pengetahuan dari pengalaman yang dimilikinya. Untuk yang bekerja, tahapan-tahapan dalam melakukan sesuatu pekerjaan yang akan menambah pembelajaran bagi seorang pegawai, sehingga pegawai tersebut mampu mengatasi kesulitan-kesulitan dalam tahapan Ae tahapan yang akan dilakaukan, sebagaimana yang tertuang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan Nasional, 2005: Hal ini terjadi karena karyawan dapat memperoleh lebih banyak pengetahuan dan untuk memastikan bahwa pekerja dapat menemukan solusi terhadap masalah yang mereka hadapi saat melakukan pekerjaan mereka. Alhasil, pengalaman hidup seseorang berpotensi menyadarkan dan menginspirasi mereka untuk memandang setiap peluang kerja dalam kesempatan untuk terus belajar selamanya. Pengalaman dapat dideskripsikan sebagai sesuatu yang telah dialami, dijalani, atau dirasakan, baik itu terjadi sudah sangat lama atau baru saja terjadi (Mapp dalam Saparwati, 2. Seseorang dapat dianggap berpengalaman jika mereka pernah melakukan suatu tugas yang telah mereka lakukan dengan sukses di masa lalu. Karyawan yang telah lama bekerja di perusahaan akan memiliki lebih banyak kemampuan, sehingga menghasilkan tingkat produksi yang meningkat daripada dengan karyawan yang memiliki pengalaman sedikit (Sulaeman, 2014Ae Pengalaman kerja dapat bermanfaat bagi seseorang dalam melaksanakan pekerjaan karena paling tidak individu tersebut telah menyelesaikan pekerjaannya, yang berarti ia akan terbiasa dengan tugas-tugas yang akan ia lakukan di kemudian hari. Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, seorang karyawan yang memiliki pengalaman kerja sebelumnya lebih mampu memahami tindakan apa yang harus diambil. 175-185E E Vol. No. Oktober 2024 Analisis Pengaruh Hard Skill. Soft Skill dan Pengalaman Kerja terhadap Kinerja Karyawan Divisi Private Label dan 3rd Party PT. Sinar Eka Selaras Jakarta Kinerja Mangkunegara . Artinya, istilah AukinerjaAy mengacu pada prestasi aktual yang telah diperoleh seseorang. Menurut Mangkunegara . : 67 Pengertian kinerja adalah hasil kerja ditinjau dari kualitas dan kuantitas yang diperoleh seorang pegawai dalam menjalankan pekerjaannya sesuai kewajiban yang diberikan kepadanya. Berdasarkan aturan atau kesepakatan yang telah ditetapkan dan merupakan suatu proses yang diacu dan diukur dalam kurun waktu tertentu inilah yang di definisikan oleh Edison . sebagai kinerja. Definisi ini menyatakan bahwa kinerja merupakan konsekuensi dari suatu Dalam menjalankan tugas sesuai kewajiban yang dikerjakan hasilnya berkualitas dan ada kuantitas disebut juga kinerja. Menurut (Wati, 2. , standar kerja dalam menjalankan tanggung jawabnya dapat ditentukan dengan menganalisis isi suatu tugas, dan informasi ini dapat menjadi landasan untuk mengevaluasi setiap pekerjaan. Merupakan praktik umum bagi bisnis untuk mendasarkan perencanaan tujuan yang ingin dicapai di masa depan pada perilaku yang diantisipasi dari seluruh staf dalam proses mencapai tujuan Melakukan tinjauan kinerja bagi karyawan adalah tujuan utama untuk menanamkan rasa motivasi dalam diri mereka untuk mencapai tujuan operasional dan bertindak sesuai dengan standar perilaku yang ditetapkan. Kinerja menurut (Manajemen et , 2. adalah uraian yang diperoleh dalam suatu tugas yang dicapai dalam bentuk suatu kegiatan, program, atau kebijakan dalam mewujudkan tujuan, sasaran, visi, dan misi organisasi yang dituangkan dalam strategi organisasi. Sementara itu. Menurut (Budiyanto & Mochklas, 2. mengatakan tentang kinerja: AuKinerja adalah perilaku nyata yang merupakan hasil kerja dari pegawai yang diperlihatkan sesuai dengan kedudukannya dalam organisasi. Ay Hipotesis penelitian ini adalah (H. : Diduga terdapat pengaruh signifikan Hard Skiil terhadap Kinerja karyawan, (H. : Diduga terdapat pengaruh signifikan Soft Skill terhadap Kinerja karyawan, (H. : Diduga terdapat pengaruh signifikan Pengalaman Kerja terhadap kinerja karyawan, (H. : Diduga terdapat pengaruh signifikan Hard Skiil. Soft Skill dan Pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan. Metode. Data dan Analisis Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif. Populasi yang terdiri dari seluruh pekerja PT. Divisi Third Party dan Private Label Sinar Eka Selaras, diketahui terdiri dari 35 individu. Karena jumlah individu dalam populasi kurang dari 100 orang, maka metode penentuan sampel dengan sensus, dimana jumlah populasi sama dengan sampel. Untuk keperluan pengumpulan data, pendekatan kuantitatif ini menggunakan kuesioner dengan alat ukur skala yaitu skala interval dengan bobot jawaban 1 sampai 5 antara Ausangat tidak setujuAy sampai Ausangat setujuAy seperti berikut: Sangat Tidak Setuju 1 2 3 4 5 Sangat Setuju. Data yang sudah terkumpul akan diolah dengan metode analisis data regresi, koefisien korelasi, dan koefisien determinasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS v. Hasil dan Pembahasan Pada bagian ini menguraikan hasil uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji t, uji F, regresi linear berganda, koefisien korelasi dan koefisien determinasi. 176-185E E Vol. No. Oktober 2024 Siti Husennia, . Delila Rambe, . Tagor Rambey, . Syamsul Bachri Selanjutnya, dilakukan uji untuk memastikan instrumen yang digunakan menghasilkan hasil yang akurat melalui uji validitas dan reliabilitas. Tabel 1. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Kuesioner X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. Scale Mean if Item Deleted 63,90 64,06 63,82 64,04 63,88 63,94 64,02 64,02 64,08 63,90 64,02 63,94 64,02 64,02 64,08 63,90 63,70 63,78 63,86 63,72 63,72 Item-Total Statistics Scale Corrected Variance if Item-Total Item Deleted Correlation 41,520 0,626 40,262 0,625 42,232 0,511 40,570 0,588 41,455 0,600 41,037 0,614 40,428 0,629 40,755 0,591 39,422 0,601 40,786 0,562 40,755 0,591 41,037 0,614 40,428 0,629 40,755 0,591 39,422 0,601 40,786 0,562 42,663 0,705 40,747 0,765 40,041 0,623 41,634 0,669 42,165 0,592 Squared Multiple Correlation 0,691 0,759 0,489 0,793 0,781 0,726 0,610 0,642 0,676 0,618 0,642 0,726 0,610 0,642 0,676 0,618 0,780 0,883 0,795 0,796 0,597 Cronbach's Alpha if Item Deleted 0,905 0,905 0,909 0,907 0,906 0,905 0,905 0,906 0,907 0,908 0,906 0,905 0,905 0,906 0,907 0,908 0,905 0,901 0,905 0,904 0,906 Nilai Corrected Item-Total Correlation (CITC) > 0,3 menunjukkan bahwa ketiga variabel dianggap valid berdasarkan data yang ditampilkan di atas, sedangkan untuk reliabilitas dianggap reliabel karena nilai Cronbach Alpha () diperoleh >0,6 memiliki kesimpulan bahwa pernyataan/kuesioner dikatakan handal dan reliable. Setelah keakuratan instrumen di ketahui, langkah berikutnya adalah dengan uji asumsi klasik dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan dari suatu model regresi. Uji lAsumsi lKlasik Uji lNormalitas Gambar 1. lHasil lUji lNormalitas 177-185E E Vol. No. Oktober 2024 Analisis Pengaruh Hard Skill. Soft Skill dan Pengalaman Kerja terhadap Kinerja Karyawan Divisi Private Label dan 3rd Party PT. Sinar Eka Selaras Jakarta Gambar di atas dengan jelas menunjukkan bahwa model regresi berdistribusi normal karena titik-titik regresi tersebar di lapangan dan mengikuti garis diagonal. Uji Multikolinieritas Tabel 2. lHasil lUji lMultikolinieritas Karena masing-masing variabel independen mempunyai nilai toleransi sebesar 0,510, 0,212, dan 0,248 yang lebih besar dari 0,10, serta nilai VIF sebesar 1,960, 4,708, dan 4,035 yang kurang dari 10, maka model regresi tidak menunjukkan multikolinearitas atas dasar Uji Heteroskedastisitas Gambar 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas Karena titik-titik tersebar baik di atas maupun di bawah garis vertikal sumbu Y dan tidak membentuk pola yang jelas, maka model regresi tidak menunjukkan adanya masalah 178-185E E Vol. No. Oktober 2024 Siti Husennia, . Delila Rambe, . Tagor Rambey, . Syamsul Bachri Uji Autokorelasi Tabel 3. lHasil lUji lAutokorelasi Berdasarkan data yang tersaji pada tabel di bawah ini, terlihat bahwa nilai DW berada pada kisaran dU < DW < . -dU) = 1,6563 < 2,317 < 2,3437. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi diantara keduanya dalam model regresi. Langkahnya berikutnya dengan uji regresi yaitu untuk mengukur pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dan apakah antara varibel berhubungan positif atau negatif. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 4. Hasil Analisis Regresi Linear lBerganda Berdasarkan luji lregresi llinier lberganda, lmaka ldidapat lrumus lpersamaan lregresi lyaitu: Y = 9,261 0,245X1 0,255X2 0. Dari persamaan diatas, memiliki arti sebagai berikut: A = 9,238 artinya kinerja karyawan tanpa dipengaruhi Hard Skiil. Soft Skill dan pengalaman kerja sudah ada sebesar 9,238 satuan. Nilai 1 adalah 0,245, menunjukkan bahwa peningkatan satu unit Hard Skill akan menghasilkan peningkatan kinerja sebesar 0,245 unit. Koefisien 2 sebesar 0,255 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan Soft Skill yang baik maka kinerja akan meningkat sebesar 0,255 satuan. Koefisien 3 sebesar 0,456 menunjukkan bahwa setiap kenaikan Pengalaman Kerja sebanyak satu satuan, maka Kinerja akan meningkat sebesar 0,456 satuan. 179-185E E Vol. No. Oktober 2024 Analisis Pengaruh Hard Skill. Soft Skill dan Pengalaman Kerja terhadap Kinerja Karyawan Divisi Private Label dan 3rd Party PT. Sinar Eka Selaras Jakarta Uji Hipotesis Statistik Tabel 5. lHasil lUji lt Pengujian Hipotesis Hard Skiil terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan pengolahan data, variabel Hard Skill mempunyai nilai thitung sebesar 3,275. Tingkat signifikansi tersebut menghasilkan ttabel untuk derajat kebebasan, df = . Ae . = 35 Ae = 32, dengan = 0,05/2. Temuan ttabel sebesar 2,036. Terlihat dari hasil bahwa nilai thitung variabel Hard Skill lebih besar dari ttabel . ,275 > 2,. hasilnya dinyatakan Ha disetujui dan H0 ditolak. Kami menyimpulkan bahwa variabel Hard Skills mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan. Pengujian Hipotesis Soft Skill terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan hasil pengolahan data, variabel Soft Skill mempunyai nilai thitung sebesar 2,941. Nilai ttabel yang dihasilkan untuk derajat kebebasan df = . Ae . = 35 Ae 3 = 32 berada pada taraf signifikansi ( = 0,05/. sehingga menghasilkan ttabel sebesar 2,036. Terlihat dari hasil komputasi, nilai thitung variabel Soft Skill lebih besar dari ttabel . ,941 > 2,. dinyatakan Ha disetujui dan H0 ditolak. Kami menyimpulkan bahwa variabel Soft Skill mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan. Pengujian Hipotesis Pengalaman Kerja terhadap Kinerja Karyawan Ditemukan nilai thitung sebesar 3,666 untuk variabel pengalaman kerja, berdasarkan temuan pengolahan data. Dengan tingkat signifikansi 0,05/2, maka ttabel derajat kebebasan yang dilambangkan dengan df = . Ae . = 35 Ae 3 = 32 mempunyai nilai sebesar 2,036. Hal ini menunjukkan bahwa t tabel signifikan secara statistik. Karena nilai taksiran variabel pengalaman kerja lebih besar dari nilai ttabel . ,666 > 2,. , maka hasilnya dianggap mendukung hipotesis alternatif (H. dan menolak hipotesis nol (H. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel Pengalaman Kerja berpengaruh terhadap kinerja Uji selanjutnya digunakan uji F, untuk mengetahui apakah variabel independen mempuyai pengaruh secara simultan terhadap variabel independen. 180-185E E Vol. No. Oktober 2024 Siti Husennia, . Delila Rambe, . Tagor Rambey, . Syamsul Bachri Tabel 6. Hasil Uji F Dengan menjumlahkan nilai Ftabel pada df1 = 3 dan df2 = 35, maka dapat diperoleh hasil uji F di atas dengan tingkat kepercayaan 5% . ihat lampiran FTabl. Hasil analisis uji F menunjukkan bahwa kombinasi komponen Hard Skills . Soft Skills, dan Pengalaman Kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Probabilitasnya sebesar 0,000 (P<0,. dan nilai Fhitung sebesar 14,348 > 2,87. Selanjutnya untuk mengetahui arah dan kuatnya hubungan antar dua variabel atau lebih digunakan koefisien korelasi seperti tabel 7 dan tabel 8 berikut: Tabel 7. Hasil Koefisien Korelasi Parsial 181-185E E Vol. No. Oktober 2024 Analisis Pengaruh Hard Skill. Soft Skill dan Pengalaman Kerja terhadap Kinerja Karyawan Divisi Private Label dan 3rd Party PT. Sinar Eka Selaras Jakarta Dari tabel diatas dapat diuraikan hasil sebagai berikut: Korelasi antara hard skill dengan kinerja karyawan cukup besar dan positif dengan nilai sebesar 0,619. Hubungan yang kuat dan positif antara kinerja pegawai dengan soft skill ditunjukkan oleh angka 0,719. Statistik 0,726 menunjukkan hubungan positif yang kuat antara jumlah pengalaman kerja yang dimiliki seseorang dan kinerjanya. Tabel 8. Hasil Koefisien Korelasi Simultan Hasil pengolahan data yang telah dibahas sebelumnya menunjukkan bahwa terdapat nilai korelasi secara simultan atau bersama-sama antara variabel Hard Skills. Soft Skills, dan Pengalaman Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Ini adalah sesuatu yang diketahui sebagai mempunyai nilai sebesar 0,762 dalam artian hubungan bersifat kuat dan positif. Pengujian selanjutnya dengan koefisien determinasi, untuk mengetahui besarnya pengaruh antara varibel baik secara parsial maupun simultan, dengan hasil sebagai berikut: Tabel 9. lHasil lKoefisien lDeterminasi lParsial Hard Skiil Berdasarkan hasil pengujian yang telah ditunjukkan sebelumnya, terlihat bahwa hard kompetensi memberikan pengaruh yang signifikan sebesar 0,383 terhadap kinerja Hal ini menunjukkan bahwa 61,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor tambahan yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian, dengan Hard Skills memiliki pengaruh terbesar masing-masing sebesar 38,3%. 182-185E E Vol. No. Oktober 2024 Siti Husennia, . Delila Rambe, . Tagor Rambey, . Syamsul Bachri Tabel 10. Hasil lKoefisien lDeterminasi lParsial Soft Skill Berdasarkan hasil pengujian yang telah ditunjukkan sebelumnya, variabel Hard Skills mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan yaitu sebesar 0,517. Hal ini menunjukkan bahwa 51,7% faktor mempunyai pengaruh yang besar, dan sisanya sebesar 48,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak termasuk dalam cakupan penelitian ini. Tabel 11. Hasil lKoefisien lDeterminasi lParsial Pengalaman Kerja Dengan besaran sebesar 0,527, hasil pengujian yang telah ditunjukkan sebelumnya sangat membuktikan bahwa variabel pengalaman berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hasil penyelidikan ini menunjukkan bahwa pengaruhnya sebesar 52,7%, dan sisanya sebesar 47,3% dipengaruhi oleh unsur-unsur yang tidak termasuk dalam lingkup penelitian ini. Tabel 12. Hasil Koefisien Determinasi Simultan Apabila hasil uji R2 disajikan dengan persentase sebesar 58,1%, maka koefisien determinasi (R. sebesar 0,581. Terlihat pada grafik, faktor pengalaman kerja (X. , soft skill (X. , dan hard skill (X. semuanya berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y) dan memberikan kontribusi sebesar 58,1%. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai elemen, selain hard ability dan soft ability, bertanggung jawab atas 41,9% kinerja setiap karyawan. 183-185E E Vol. No. Oktober 2024 Analisis Pengaruh Hard Skill. Soft Skill dan Pengalaman Kerja terhadap Kinerja Karyawan Divisi Private Label dan 3rd Party PT. Sinar Eka Selaras Jakarta Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja karyawan dipengaruhi oleh hard skill yang Dengan mempertimbangkan fakta bahwa thitung lebih besar dari ttabel dan nilai signifikan 0,002 lebih kecil dari 0,05, maka diterimanya Hipotesis 1 tervalidasi. Terdapat hubungan positif yang cukup besar antara hard skill dengan kinerja karyawan dan terdapat sebesar 0,383 untuk nilai koefisien determinasi parsial yang menunjukkan bahwa hard skill bertanggung jawab atas 38,3 persen dari total Pengujian pengaruh soft skill terhadap kinerja karyawan, hasil thitung lebih besar dari ttabel dan nilai dukungan signifikan sebesar 0,001 yang kurang dari 0,05 menunjukkan bahwa hipotesis H2 diterima. Nilai koefisien korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang cukup baik antara kinerja dengan soft skill. Sedangkan nilai koefisien determinasi soft skill menyumbang 51,7% dengan kinerja. Hasil pengujian pengaruh pengalaman terhadap kinerja terdapat nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel dan nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05 memvalidasi data dan mengarah pada penerimaan hipotesis H3. Hasil koefisien korelasi terdapat hubungan yang kuat dan positif antara jumlah pengalaman kerja yang dimiliki seseorang dengan keberhasilannya selama bekerja. Dan nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa pengaruh pengalaman kerja sebesar 52,7% terhadap kinerja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hard skill, soft skill, dan pengalaman kerja seorang pekerja semuanya mempengaruhi kinerja mereka. kesimpulan nilai F hitung lebih besar dari Ftabel dengan probabilitas 0,000 (P < 0,. membuktikan kebenaran kesimpulan tersebut. Adanya hubungan yang positif dan signifikan secara statistik antara hard skill, soft skill dan pengalaman kerja dengan kinerja karyawan ditunjukkan dari hasil uji koefisien korelasi simultan dimana terdapat hubungan positif antara ketiga faktor tersebut. Sedangkan koefisien determinasi simultan yang disebut juga variabel gabungan diperoleh berpengaruh sebesar 58,1% terhadap kinerja. Referensi