JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA DI SMK BHINNEKA KARYA SIMO BOYOLALI Suyatno, 2Ilham Nur Hakim 3Heni Purwaningsih RSJD Surakarta. Surakarta. Indonesia, yatnoibad@gmail. ITS PKU Muhammadiyah Surakarta. Surakata. Indonesia, ilhamnr@itspku. ARTICLE INFORMATION ABSTRACT Received: August, 15, 2022 Revised: September, 9, 2022 Available online: September, 12, 2022 Background: Social media is closely related to knowledge because social media is a medium that is widely accessed by teenagers (Ohannessian & Vannucci, 2. Data from the Indonesian Statistics Agency notes that there is an increase in the internet and it continues to be used (Statistics, 2. Adolescents access the internet as much 22% and as many as 26. 27% teenagers who use computer hardware (Agustina et al. , 2. Many teenagers access social media for entertainment and seeking information about reproductive health, but there are also concerns about the effectiveness of existing information (Kelleher & Moreno, 2. Objective: To find out the relationship between the use of social media and social interaction Method: This study uses a cross sectional design to study the dynamics of correlation. The population in this study were all 11th grade students of SMK Bhinneka Karya Simo, amounting to 34 people. The sample of this study was obtained by 34 people. The sampling technique used is total sampling and analysis using Pearson. Results: Characteristics of teenagers at SMK Bhinneka Karya Simo: as many as 2. 9% of male students and 97. 1% of female students, the majority of respondents aged 16 years were 4%, the length of use of social media students was between 10 hours which was Correlation test using Pearson test with p value 0. 541 is still greater than 0. Conclusion: There is no significant relationship between the use of social media with social interaction inadolescents at Vocational School Bhinneka Karya Simo. KEYWORDS Kata Kunci: Media sosial. Interaksi Sosial. Remaja Keywords: Social media, social interaction. CORRESPONDENCE Heni Purwaningsih ITS PKU Muhammadiyah Surakarta Indonesia E-mail: henipurwaningsih@itspku. ABSTRAK Latar belakang : Media sosial erat kaitannya dengan pengetahuan karena media sosial merupakan media yang banyak diakses remaja (Ohannessian & Vannucci, 2. Data dari Badan Statistik Indonesia mencatat terdapat kenaikan internet dan terus menerus (Statistik, 2. Remaja mengakses internet sebanyak 81,22% dan sebanyak 26,27% remaja yang menggunakan perangkat keras komputer (Agustina et , 2. Banyak remaja yang mengakses media sosial untuk hiburan dan pencarian informasi seputar kesehatan reproduksi, namun juga muncul kekhawatiran mengenai keaukarisan informasi yang ada (Kelleher & Moreno, 2. Tujuan : Mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan interaksi sosial Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 11 SMK Bhinneka Karya Simo yaitu berjumlah 34 orang dengan tehnik sampling total sampling. Analisis menggunakan uji Pearson. Hasil : hasil penelitian didapatkan 2. 9% siswa laki-laki dan 97. 1% siswa perempuan, umur responden sebagian besar 16 tahun sebanyak 82. 4%, lama penggunaan media sosial siswa antara 10 jam yaitu sebanyak 41. Hasil uji Pearson dengan didapatkan nilai p value sebesar 0. 541 > dari 0. 05 Simpulan : Tidak terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan interaksi sosial pada remaja di SMK Bhinneka Karya Simo This is an open access article under the CC BY-ND license. Suyatno, et al. Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Interaksi Sosial pada Remaja A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. (Panuju. PENDAHULUAN Dikutip Websindo. Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan perkembangan media sosial terus berkembang baik dari Informatika (Kemenkominf. pengguna internet di penggunanya maupun dari platform nya, penggunaan Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang, dimana 95 aktif media sosial di Indonesia mencapai 150 juta persennya menggunakan untuk mengakses jejaring sosial. pengguna atau setara 56 % dari total populasi. Sedangkan Kemkominfo menemukan bahwa 98 persen dari anak- penggunaan media sosial menggunakan Smartphone anak dan remaja tahu tentang internet dan 79,5 persen mencapai 130 juta pengguna, dengan data tersebut tidak heran banyak platform media sosial yang terus . ttps://w. id/) . Media sosial mengajak mengoptimasi mobile App-nya. siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan Perkembangan media sosial dapat membawa dampak memberi feedback secara terbuka, memberi komentar, positif maupun negatif bagi remaja diantaranya remaja serta membagi informasi dalam waktu yang cepat Tidak lebih sering atau lebih suka membuka jejaring media dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai Dampak positif remaja dapat belajar bagaimana pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang. Salah cara beradaptasi, bersosialisasi dengan publik dan satunya adalah interaksi sosial (Putri et al. , 2. mengelola jaringan pertemanan . emperbanyak teman Interaksi sosial pada remaja merupakan sebuah atau bertemu kembali dengan teman lam. , serta kegiatan yang berhubungan dengan orang maupun memudahkan remaja dalam kegiatan belajar dan diskusi. lingkungan sosial budaya, pada proses berinteraksi Dampak negatif penggunaan media sosial yaitu remaja terdapat faktor intelektual dan emosi, faktor tersebut lalai terhadap tugasnya, merupakan peran penting didalam kehidupan suatu mencontek karya orang lain (Khairuni, 2. tidak disiplin dan mudah individu terhadap individu lainya (Sisrazeni, 2. Berdasarkan hasil penelitian oleh Sisrazeni . Interaksi sosial dapat secara langsung ataupun tidak didapatkan hasil bahwa antara penggunaan media sosial Interasi sosial secara langsung dapat dilakukan dengan interaksi sosial Mahasiswa memang terdapat secara berjabat tangan maupun berbincang. Interkasi korelasi yang signifikan. Setelah dilakukan wawancara social secara tidak langsung dapat dilakukan melalui secara acak di SMK Bhinneka Karya Simo Boyolali. jarngan internet. Berdasarkan survei yang dilakukan didapatkan seluruh 20 siswi menggunakan handphone dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia APJII) media sosial. selain itu, 15 dari 20 siswi mengikuti tahun 2018 menyampaikan sejumlah 171. kegiatan yang diadakan oleh masyarakat dan ada 10 pemduduk Indonesia menggunakan interbet atau setara diantaranya hanya aktif perbulan, 5 lainnya aktif kerja 64,8%. Selain survey tersebut APJII juga melakukan bakti dan terdapat 5 siswi tidak aktif di kegiatan survey tentang alasam utama menggunakan internet. Hasil Selain itu, juga terdapat data bahwa seluruh survei tersebut membuktikan sebesar 8,9% penggunaan siswi mengaku sering tidak segera mengerjakan tugasnya untuk media sosial. dan memilih untuk mengupdate statusnya di media sosial. Penggunaan media sosial mengalami pertumbuhan Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk sangat cepat. Nurhalimah . menyatakan penggunaan melakukan penelitian berkaitan dengan hubungan antara media sosial melalui email dan chatting. Media sosial penggunaan media sosial dengan interaksi sosial pada yang paling sering digunakan oleh kalangan remaja yaitu Facebook. Twitter. Path. Youtube. Instagram. Line Suyatno, et al. Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Interaksi Sosial pada Remaja A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Pada tabel 4. 4 diatas, dapat diketahui bahwa skor METODE penggunaan media sosial pada siswa di SMK Bhinneka korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi Karya Simo yaitu minimum 36 dan maksimum 64 dengan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 11 di SMK 18 dan standar devisiasi 6. Penelitian Tabel 4. 5 Deskriptif Skor Interaksi Sosial Bhinneka Karya Simo sejumlah 34 siswa. Teknik Statistik sampling menggunakan total sampling yang dilakukan Oktober 2020. Alat ukur menggunkan kuesioner yang Mean telag dimodifikasi dari penelitian sebelumnya dan telah Minimum dilakukan uji validitas dan reabilisa dan analisis data Maksimum menggunakan uji pearson. Std. Devisiasi Pada tabel 4. 5 diatas, dapat diketahui bahwa skor HASIL PENELITIAN Responden dalam penelitian ini yaitu siswa kelas 11 SMK Bhinneka Karya Simo berjumlah 34 orang : Tabel 4. 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Karakteristik Frekuensi Prosentase Jenis Kelamin Laki-laki (L) Perempuan (P) Total Umur . Total Lama Penggunaan Media Sosial Mean Minimum Maksimum Std. Devisiasi Berdasarkan hasil penelitian didapatkan Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sejumlah 97,1% dan berusia 16 tahun . ,4%). Rata-rata lama penggunaan media sosial 10,35 jam, dengan rentang minimal 5 jam dan maksimal 19 jam. Tabel 4. 2 Distribusi Penggunaan Media Sosial Statistik Mean Minimum Maksimum Std. Devisiasi interaksi sosial pada siswa di SMK Bhinneka Karya Simo yaitu minimum 51 dan maksimum 90 dengan mean 66. dan standar devisiasi 10. Tabel 4. 8 Uji Korelasi Variabel Penelitian Variabel Ukuran Statistik Uji Mean Std. Korelasi Devisiasi Pearson (Nilai . * Penggunaan Media Sosial Interaksi Sosial PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah 33 atau 1% didominasi oleh perempuan meskipun secara keseluruhan seluruh siswa aktif menggunakan media Menurut (H. Rahmawati et al. , 2. pengguna media sosial dengan jumlah terbanyak adalah perempuan, sedangkan laki-laki justru cenderung menggunakan media sosial hanya untuk kepentingan berbisnis atau urusan Sedangkan untuk interaksi sosial, perempuan berada diposisi lebih unggul dibandingkan dengan lakilaki dalam menggunakan media sosial untuk menjalin relasi, menunjang penampilan, urusan pribadi maupun Hasil penelitian(Nafiah & Kustiningsih, 2. perempuan lebih tertarik untuk berinteraksi melalui media Suyatno, et al. Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Interaksi Sosial pada Remaja A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Menurut sosial medianya. Semakin banyak teman satu kampus perempuan lebih cenderung menggemari interaksi melalui yang menjadi teman di sosial media, maka semakin sering media sosial dikarenakan remaja perempuan lebih juga responden menggunakan media sosial untuk memiliki keinginan untuk berbagi atau bercerita dengan berinteraksi dengan teman kampusnya. orang lain, hal ini yang menyebabkan remaja perempuan lebih dominan menggunakan media sosial dibanding dengan remaja laki-laki. Remaja perempuan cenderung memiliki tingkat keakraban yang dalam dengan orangorang sekitarnya . Hal ini bisa dibutikkan dari karakteristik jenis kelamin perempuan pada remaja siswa di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta menunjukkan perempuan lebih dominan dalam penggunaan media sosial(Kaluasi, 2. Hasil penelitian didapatkan lama penggunaan media sosial terrendah yaitu 5 jam dan tertinggi 19 jam yang mana masing-masing sebanyak 2 siswa atau 5. Sedangkan frekuensi terbanyak lama penggunaan media sosial yaitu 1 siswa atau 5. Hal ini akan Menurut(Umamy, 2. lama penggunaan media sosial berdasarkan kebutuhan masing-masing individu. Karena bisa jadi individu itu memanfaatkan fitur beragam dari Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar media sosial untuk fasilitas lainnya. Seberapa lama durasi responden 16 atau 82. 4% berusia 16 tahun. Hal ini sesuai seseorang menghabiskan waktu menelusuri media sosial dengan hasil penelitian(H. Rahmawati et al. , 2. dan mengalami proses pembandingan sosial akan yang menyatakan 80% remaja di Indonesia menggunakan menghasilkan efek negatif terhadap suasana perasaan media sosial pada usia 16 Ae 19 tahun. Hal ini sudah akibat munculnya efek Aualone togetherAy. Melalui media menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari apalagi selama 3 tahun terakhir proses pembelajaran 80% diinginkan atau yang dipikirkan sesuai dengan dirinya. menggunakan daring sehingga meningkatkan intensitas Hal ini dapat menjadi sumber stress karena melalui proses remaja dalam penggunakan media sosial untuk mencari ini seseorang membentuk citra diri(Setyawan, 2. sumber atau bahan dalam menyelesaikan tugas sekolah(R. Perubahan suasana hati terjadi karena seseorang akan Rahmawati et al. , 2. Menurut(Teendhuha, 2. mengalami proses pembandingan profil dirinya dengan dalam studi yang dilakukan pada remaja usia 14-18 tahun profil orang lain. Ketika seseorang dihadapkan dengan mengungkapkan salah satu alasan remaja menggunakan kebahagiaan orang lain seringkali akan menimbulkan media sosial adalah sebagai wadah bertukar emosi. perasaan iri dan muram. Suatu studi menemukan bahwa Mereka meyakini melalui media sosial mereka akan lebih semakin sering seseorang membuka Facebook, semakin mudah dan nyaman untuk berbagi cerita dan memperoleh orang tersebut merasa tidak bahagia. Hal ini menunjukkan tanggapan dari banyak orang. Mereka menikmati kegiatan bahwa media sosial yang memaparkan kebahagiaan menerima AulikeAy dan komentar yang dilakukan di media seseorang dapat membuat pengguna media sosial merasa sosial ketika mereka mencoba berbagi emosi positif. kesepian dan muram (Ketut & Diniari, 2. Begitu pula ketika mereka mencoba melampiaskan emosi negatif pada media sosial, hal tersebut membuat mereka mendapatkan perasaan lega setelahnya. Hasil penelitian (Panjaitan & Pelupessy, 2. menyatakan Semakin aktif responden menggunakan media sosial, maka semakin Berdasarkan tabel 4. 5, bahwa dari hasil data penelitian, diketahui nilai minimum interaksi sosial yaitu 36 dan nilai maksimum interaksi sosial yaitu 78. Menurut Saptina, dkk . proses terjadinya interaksi sosial ada dua, yaitu proses interaksi sosial Asosiatif dan Disosiatif. banyak teman satu kampus yang juga menjadi teman di Suyatno, et al. Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Interaksi Sosial pada Remaja A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Pada siswa SMK Bhinneka Karya Simo menggunakan proses interaksi sosial asosiatif dimana merupakan suatu proses kerja sama antara orang perorang atau kelompok penggunaan ponsel di sini secara signifikan berdampak mengarah kepada adanya kesamaan, keserasian, dan negatif terhadap kualitas komunikasi yang dirasakan keseimbangan baik pemikiran atau tindakan untuk bahkan berdampak pula pada kepuasan hubungan antar mencapai tujuan yang sama. Kemampuan bersosialiasi komunikan(Umamy, 2. sendiri dapat dipelajari dan dikembangkan dari mana saja selain bersosialiasi secara langsung dengan orang lain namun dapat dilakukan melalui media sosial. Hasil penelitian (Rahayu et al. , 2. didapatkan sebanyak 81% remaja yang berdalih bahwa semenjak penggunaan media sosial dapat meningkatkan kemampuan mereka dimana bersosialisasi yang dilakukan oleh teman yang mereka dapatkan di media sosial maupun melalui berkomunikasi dengan media sosial. Penelitian Akibatnya. Berdasarkan hasil uji korelasi didapatkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan interaksi sosial pada remaja di SMK Bhinneka Karya Simo. Hal ini didukung oleh penelitian (Kaluasi, 2. tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan media sosial dengan interaksi sosial dan kualitas pola tidur pada remaja di SMA Negeri 3 Manado. Tidak terbuktinya hipotesis yang dipapaparkan peneliti diduga kerena terdapat faktor Ae faktor lainya dalam harga diri, dukungan emosional, presentasi (Teendhuha, menghadapi masalah dengan tidak menghindari masalah. menjelaskan bahwa media sosial seperti Facebook dan Kemudian salah satu faktor slanjutnya yaitu faktor mod sejenisnya bukanlah pengganti yang cukup untuk . uasana hat. Perilaku ketidakseriusan ini didasari oleh berkomunikasi secara langsung, karena justru memiliki faktor mod yang menjadi salah satu faktor yang kecenderungan untuk menurunkan kualitas hubungan menyebabkan apa yang dilakukan individu menjadi Hasil penelitian ini didukung oleh hasil baik(Amir et al. , 2. studi (Sisrazeni, 2. terkait phubbing Aetindakan seseorang yang hanya berkonsentrasi pada ponselnya ketika berada dalam lingkungan sosial. Media sosial melakukan komunikasi dengan banyak orang kapanpun dan dimanapun hanya dengan berdiam diri dan mengakses melalui smartphone yang dimiliki. Ketika seseorang sudah merasa nyaman untuk berkomunikasi melalui media sosial maka orang tersebut akan memberikan fokus yang tinggi dan hanya berkonsentrasi dengan apa yang sedang dilakukannya. Alhasil, ketika sedang berada dalam lingkungan sosial maka seseorang akan mengabaikan orang disekitarnya karena sibuk mengakses ponsel masing-masing salah satunya untuk berkomuniasi dengan orang lain atau teman-teman di dunia maya. Meskipun Penelitian lain yang semakin mendukung diterimanya hipotesa dalam penelitian ini adalah hasil penelitian pada subjek pustakawan di perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hasil yang didapatkan menjelaskan bahwa menggunakan media sosial memiliki banyak perbedaan. Perbedaan ini terlihat ketika pustakawan menemukan kesulitan dalam menyelesaikan tugas biasanya akan bertanya pada pustakawan lain, namun karena adanya media sosial maka seorang pustakawan saat ini lebih memilih media sosial sebagai sarana untuk mencari pemecahan masalah. Perbedaan lainnya terlihat juga ketika jam istirahat berlangsung. Biasanya pustakawan akan memilih manghabiskan waktu istirahat untuk berkomunikasi secara langsung dengan pustakawan yang komunikasi secara langsung tetap dilakukan, namun Suyatno, et al. Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Interaksi Sosial pada Remaja A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Namun, saat ini kebanyakan ketika istirahat mereka seseorang lebih mudah berkomunikasi dan mencari teman memilih berfokus pada media sosial masing-masing melalui media sosial, dikalangan remaja media sosial padahal sedang berada dalam jarak yang berdekatan. Dari sangat berperan penting dalam kehidupannya, sehingga penelitian ini terlihat bahwa komunikasi langsung dengan hal ini dapat menyebabkan masa depannya akan orang-orang terganggu apabila tidak cermat dalam menggunakan penuruan karena beralih menggunakan media sosial media sosial, remaja yang aktif menggunakan media sebagai wadah untuk berkomunikasi dengan orang lain, sosial akan mempengaruhi kehidupannya sendiri seperti sehingga intensitas penggunaan media sosial yang tinggi menikah di usia dini dengan pasangan yang di kenal berdampak negatif menyebabkan komunikasi secara melalui media sosial (Asnuddin & Mattrah, 2. Selain langsung menjadi rendah(Teendhuha, 2. itu remaja yang menjadi hiperaktif di media sosial ini juga Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya (Sisrazeni, 2. yang menyatakan bahwa antara penggunaan media sosial dengan interaksi sosial mahasiswa memang terdapat korelasi yang signifikan. Hal ini berarti bahwa tingkat penggunaan media sosial sangat menentukan interaksi sosial mahasiswa. Menurut (Lestari, 2. Media sosial adalah media yang sering disebut sebagai media online dimana dapat mewakili para penggunanya untuk saling berinteraksi dengan sesamanya di dunia luar baik yang dikenal maupun tidak. Media sosial ini mempermudah para penggunanya untuk melakukan interaksi dengan orang-orang sekitar dan orang-orang yang jauh, dan mereka juga bisa memperluas pergaulan mereka seperti untuk mencari suatu bahan pembalajaran, dengan media sosial seseorang bisa meminta bantuan kepada mereka, tanpa harus bertemu langsung dengan orang tersebut. Media sosial merupakan media yang didesain untuk memudahkan interaksi sosial bersifat interaktif dengan berbasis teknologi internet yang sering memposting kegiatan sehari-hari mereka yang seakan menggambarkan gaya hidup mereka yang mencoba mengikuti perkembangan jaman, sehingga mereka dianggap lebih populer di lingkungannya. Namun apa yang mereka posting di media sosial tidak selalu menggambarkan keadaan social life mereka yang Ketika para remaja tersebut memposting sisi hidup nya yang penuh kesenangan, tidak jarang kenyataannya dalam hidupnya mereka merasa kesepian. Manusia sebagai aktor yang kreatif mampu menciptakan berbagai hal, salah satunya adalah ruang interaksi dunia maya (Gani, 2. Sehingga diharapkan adanya keterlibatan peran sekolah dalam menangani masalah menggunkan media sosial dengan bijak. Peningkatan ketrampilan guru dalam berkomunikasi juga dapat membantu menjelaskan pad kalangan remaja bagaimana cara menggunakan media sosial aar tidak disalah gunakan oleh remaja (Fronika, 2. mengubah pola penyebaran informasi dari sebelumnya KESIMPULAN bersifat satu ke banyak audiens tetapi sekarang dari Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa banyak audiens ke banyak audiens. Media sosial ini karakteristik remaja pada SMK Bhinneka Karya Simo mendukung terciptanya demokratisasi informasi dan ilmu antara lain : sebanyak 2. 9% siswa laki-laki dan 97. pengetahuan yang mengubah perilaku audiens dari yang siswa perempuan, umur responden sebagian besar 16 sebelumnya(Ketut & Diniari, 2. tahun sebanyak 82. 4%, lama penggunaan media sosial Media sosial sangat berkembang pesat di masyarakat siswa antara 10 jam yaitu sebanyak 41. Penggunaan media sosial pada siswa kelas 11 di SMK Bhinneka Karya Simo yaitu pada rentang nilai minimum Suyatno, et al. Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Interaksi Sosial pada Remaja A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. penggunaan media sosial yaitu 36 sedangkan nilai maksimum penggunaan media sosial yaitu 64. Interaksi sosial pada siswa kelas 11 di SMK Bhinneka Karya Simo yaitu pada rentang nilai minimum interaksi sosial yaitu 36 sedangkan nilai maksimum interaksi sosial yaitu 78. Tidak terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan interaksi sosial pada remaja di SMK Bhinneka Karya Simo. REFERENSI