(JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. PENGETAHUAN DAN PERSEPSI ORANG TUA DALAM KEPUTUSAN IMUNISASI HPV ANAK: TELAAH SISTEMATIS DAN META ANALISIS PARENTAL KNOWLEDGE AND PERCEPTIONS IN HPV IMMUNIZATION DECISIONS FOR CHILDREN: A SYSTEMATIC REVIEW AND META-ANALYSIS Info Artikel Diterima: 2 Desember 2025 Direvisi: 9 Desember 2025 Disetujui: 30 Desember 2025 Annisa Khairiyah1. Najwa Ulya Nayla2. Elvina Mulyani Yusadi3. Luthfia Talitha Adelva4 1,2,3, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Andalas. Padang. Sumatera Barat. Indonesia (E-mail penulis korespodensi : luthfiatalithaadelva04@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Kanker serviks masih menjadi ancaman kesehatan global dengan tingginya angka kejadian dan kematian, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah, sehingga imunisasi HPV menjadi langkah pencegahan yang sangat penting. Namun, cakupan imunisasi HPV di beberapa wilayah seperti Sumatera Barat masih rendah, yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan persepsi orang tua, sehingga perlu dianalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pemberian imunisasi tersebut Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara tingkat pengetahuan serta persepsi orang tua dengan keputusan mereka dalam memberikan imunisasi HPV kepada anak perempuan usia sekolah dasar. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis berdasarkan pedoman PRISMA yang menganalisis hubungan pengetahuan dan persepsi orang tua terhadap imunisasi HPV. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed. ScienceDirect, dan Sage untuk artikel tahun 2020Ae2025. Hasil: Faktor pengetahuan dan persepsi orang tua merupakan faktor utama dalam keputusan pemberian imunisasi HPV. Meta-analisis membuktikan bahwa orang tua dengan pengetahuan yang baik memiliki peluang lebih besar untuk memberikan vaksin HPV (OR = 6,. Kesimpulan: Pengetahuan orang tua merupakan faktor paling konsisten yang memengaruhi penerimaan vaksin HPV, sementara persepsi berperan dalam membentuk keputusan melalui peningkatan akses informasi dan penguatan layanan. Kata Kunci: HPV vaccination. Parental knowledge. Parental perception. Determinants. Acceptance. ABSTRACT Background: Cervical cancer remains a major global health concern, highlighting the importance of HPV immunization. However, coverage in regions like West Sumatra is still low, partly due to parental knowledge and perceptions. Therefore, analyzing these influencing factors is essential. This study aims to analyze the relationship between parental knowledge and perceptions with the decision to provide HPV immunization to elementary school-aged girls. Methods: This study is a systematic review based on the PRISMA guidelines that analyzes the relationship between parental knowledge and perceptions regarding HPV immunization. A literature search was conducted in PubMed. ScienceDirect, and Sage databases for articles published between 2020 and 2025. Results: Parental knowledge and perceptions are key factors in the decision to administer HPV Sociodemographic and policy factors play a supporting role through increased access to information, environmental support, and ease of service delivery. A meta-analysis demonstrated that parents with good knowledge are more likely to receive HPV vaccination (OR = 6. Conclusion: Parental knowledge is the most consistent factor influencing HPV vaccine acceptance, while perceptions is contribute to decision-making through increased access to information and strengthened service delivery. (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. Keywords: HPV vaccination. Parental knowledge. Parental perception. Determinants. Acceptance. cakupan imunisasi HPV, hal ini dilakukan PENDAHULUAN melalui imunisasi HPV dengan program Bulan Berdasarkan data global, kanker serviks Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sebagai adalah kanker paling umum keempat pada langkah pencegahan dini kanker serviks. perempuan, dengan 660. 000 kasus baru pada Pada tahun 2023, setelah peluncuran Pada tahun yang sama, program imunisasi HPV secara nasional pada diperkirakan sekitar 350. 000 perempuan Agustus. Kementerian Kesehatan melaporkan meninggal akibat kanker seviks, dan 94% dari bahwa cakupan imunisasi mencapai sekitar kematian tersebut terjadi di negara-negara 95% untuk dosis pertama dan 90% untuk dosis dengan pendapatan rendah dan menengah. kedua pada anak perempuan kelas 5Ae6 SD. Wilayah dengan tingkat kasus dan kematian Angka ini menunjukkan tingkat penerimaan tertinggi mencakup Afrika sub-Sahara, vaksin yang cukup tinggi di tingkat nasional. Amerika Tengah, dan Asia Tenggara. Memasuki tahun 2024, pemerintah kembali Berdasarkan data Global Cancer Observatory melaporkan capaian nasional yang masih pada tahun 2022, terdapat lima jenis kanker tinggi, yakni sebesar 89,7% untuk dosis yang paling sering dialami oleh perempuan. Dari berbagai daerah-daerah di salah satunya yaitu kanker serviks yang berada Indonesia, kondisi di Provinsi Sumatera Barat di peringkat kedua dengan 36. 964 kasus jauh berbeda. Berdasarkan data Aplikasi Sehat . ,8%). 2 Perbedaan tingkat beban kanker Indonesiaku (ASIK) per 6 Oktober 2024, cakupan imunisasi HPV hanya mencapai ketidaksetraan dalam akses terhadap imunisasi 11,2% untuk dosis pertama (HPV-. dan HPV, layanan skrining, dan penanganan 15,4% untuk dosis kedua (HPV-. medis, serta dipengaruhi oleh berbagai faktor Sementara itu, pada tahun 2023 cakupan dosis lainnya seperti tingginya angka HIV, dan pertama untuk anak perempuan kelas 5 SD di kondisi sosial ekonomi seperti ketimpangan provinsi ini hanya sebesar 45,1% yang tidak gender, kemiskinan, serta norma berbasis mencapai dari target nasional cakupan imunisasi HPV. HPV (Human Faktor yang mempengaruhi keputusan merupakan infeksi menular seksual yang masyarakat dalam melakukan imunisasi HPV sangat umum dan dapat menyerang kulit, area meliputi tingkat pengetahuan dan persepsi. genital, maupun tenggorokan. Sebagian besar Banyak orang tua menunjukkan dukungan orang yang aktif secara seksual kemungkinan yang kuat terhadap imunisasi HPV, termasuk akan mengalami infeksi ini setidaknya sekali sebagian besar yang menyetujui pemberian dalam hidup mereka, meskipun sering kali vaksin pada anak usia 11Ae12 tahun. Namun, tidak menimbulkan gejala. Dalam banyak terdapat juga pandangan di kalangan orang tua kasus, sistem kekebalan tubuh mampu bahwa vaksin HPV sebaiknya diberikan saat membersihkan virus ini secara alami. Namun, remaja, karena mereka mengaitkannya dengan bila infeksi HPV berisiko tinggi bertahan kemungkinan dimulainya aktivitas seksual. dalam tubuh, hal tersebut dapat menyebabkan Selain itu, terdapat stigma terhadap vaksinasi perubahan sel yang abnormal dan berisiko covid-19 yang menganggap vaksinasi dapat berkembang menjadi kanker. 1 Maka sebagai merusak kekebalan tubuh. Persepsi ini kemudian memengaruhi preferensi sebagian mempercepat upaya pencegahan kanker orang tua untuk menunda imunisasi. Indonesia telah menyusun Rencana Penelitian ini bertujuan untuk Aksi Nasional Eliminasi Kanker Serviks. Rencana ini meliputi perluasan program pengetahuan serta persepsi orang tua dengan imunisasi HPV dengan secara bertahap keputusan mereka dalam memberikan menambah kelompok sasaran, yakni anak imunisasi HPV kepada anak perempuan usia perempuan usia 11Ae12 tahun yang duduk di sekolah dasar. Temuan penelitian ini bangku sekolah dasar, remaja perempuan usia diharapkan dapat memberikan gambaran yang 15 tahun, serta perempuan dewasa berusia 21Ae lebih komprehensif mengenai berbagai faktor 26 tahun. Anak perempuan usia 11-12 tahun yang memengaruhi proses pengambilan yang duduk di bangku sekolah dasar keputusan orang tua terkait imunisasi tersebut. merupakan salah satu sasaran utama dalam (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. Selain itu, hasil yang diperoleh dapat dijadikan acuan dalam strategi dan program yang lebih tepat sasaran dalam edukasi dan intervensi kesehatan yang dikembangkan selaras dengan kebutuhan, karakteristik, dan sesuai dengan konteks sosial budaya masyarakat setempat. Sehingga, meningkatkan penerimaan, partisipasi, dan cakupan imunisasi secara keseluruhan. METODE Penelitian ini merupakan bagian dari tinjauan sistematik . ystematic revie. mengacu pada panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and MetaAnalyses (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan pada beberapa basis data elektronik utama, yaitu PubMed. ScienceDirect, dan Sage Journals untuk menelusuri berbagai literatur. Artikel yang dicari adalah publikasi antara tahun 2020 hingga 2025 yang relevan dengan topik faktor pengetahuan dan persepsi orang tua terhadap imunisasi HPV. Strategi PICO (Population. Intervention. Comparison. Outcom. dengan kombinasi kata kunci, sebagai berikut: ("HPV Vaccination") AND ("Parental Knowledge" "Parental Perception") AND (Factors OR Determinants OR Acceptanc. Telaah ini tidak membatasi lokasi geografis studi, sehingga artikel yang disertakan berasal dari berbagai negara dan area studi bersifat global. Kriteria inklusi dan ekskulsi studi ditetapkan untuk memastikan kesesuaian studi yang dimasukkan dalam telaah sistematis ini. Kriteria tersebut dirumuskan berdasarkan tujuan penelitian dan diterapkan selama proses seleksi artikel. Berikut disajikan pada tabel. Tabel 1. Kriteria Inklusi dan Kriteria Eksklusi Kriteria Inklusi Kriteria Eksklusi Studi yang meneliti hubungan pengetahuan dan persepsi orang tua terhadap Imunisasi HPV. Populasi penelitian adalah orang tua anak perempuan usia sekolah dasar. Artikel teks penuh yang tersedia dalam bahasa Inggris atau Indonesia. Publikasi tahun 2020-2025. Desain penelitiannya adalah studi cross-sectional. Studi dengan populasi selain orang tua, misalnya guru. Artikel yang tidak didukung oleh kelengkapan data. Kombinasi istilah tersebut dirancang untuk menjaring artikel yang secara komprehensif membahas hubungan faktor pengetahuan dan persepsi orang tua terhadap HPV. Pencarian dilakukan tanpa pembatasan bahasa, sehingga studi berbahasa Inggris maupun Indonesia dapat diikutsertakan. Artikel yang ditemukan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for SystematicReviews and Meta-Analyses (PRISMA). Gambar 1. Flow Chart HASIL Pencarian mengidentifikasi sebanyak 59 artikel yang berasal dari tiga database ilmiah, yaitu PubMed . SageJournal . , dan ScienceDirect . Pada tahap identifikasi, dilakukan proses pemeriksaan duplikasi, dan sebanyak 2 artikel duplikat dikeluarkan, sehingga 57 artikel tersisa untuk proses penyaringan lebih lanjut. Tahap screening judul dan abstrak menghasilkan eksklusi terhadap 12 artikel karena tidak relevan dengan topik imunisasi HPV pada anak Sebanyak 45 artikel kemudian masuk ke tahap penilaian kelayakan . Pada tahap ini, dilakukan evaluasi secara komprehensif terhadap kesesuaian populasi penelitian, variabel yang digunakan, serta ketersediaan akses terhadap teks penuh artikel. Hasil penilaian menunjukkan bahwa 39 artikel harus dieliminasi. Alasan eksklusi meliputi: 31 artikel tidak melibatkan populasi orang tua atau wali anak perempuan, 7 artikel tidak sesuai dengan penelitian, dan 1 artikel tidak tersedia (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. dalam bentuk teks lengkap sehingga tidak dapat diproses atau dianalisis lebih lanjut. Dengan demikian, total 6 artikel fulltext dinyatakan memenuhi seluruh kriteria inklusi dan layak untuk disertakan dalam telaah ini. Keenam artikel tersebut terdiri atas 5 artikel dari PubMed, 1 artikel dari SageJournal, serta tidak ada artikel dari ScienceDirect yang memenuhi kelayakan Artikel-artikel terpilih inilah yang kemudian dianalisis secara mendalam untuk menyusun temuan penelitian mengenai pengetahuan, keyakinan, dan kesediaan orang tua dalam pemberian vaksin HPV kepada anak Aragaw Knowledge and Attitude Parents Human Papillomavirus Vaccine Their Daughters and Associated Factors Debre Tabor Town. Northwest Ethiopia 702 orang tua dari tiga Debre Tabor Town. Crosectional an cluster Analisis untuk faktor Rabiu et Parental Acceptance of Human Papillomavirus Vaccination for Adolescent Girls in Lagos. Nigeria 318 orang tua dari dua pedesaan di Lagos. Deskriptif orang tuaAe Tobaiqy . Parental Knowledge. Views. Perceptions of Human Papilloma Virus Infection 500 orang tua di King Abdul-Aziz University Hospital. Jeddah. Crosectional Tabel 2. Hasil Temuan Studi atau Literatur Jurnal Terpilih Sumber Judul Penelitian Partisipan Desain dan Hasil Utama Nzisa et Knowledge of Human Papillomavirus Vaccine as a Determinant of Uptake among Guardians of Adolescent Girls: A Single Hospital Experience in Nairobi. Kenya berusia 9Ae 18 tahun di Aga Khan University Hospital. Nairobi. Desain studi potong . Setelah survei awal, wali yang edukatif dan uti 3 bulan Sebagian orang tua . ,7%) serviks dan 84,9% pernah mendengar HPV, 13,2% anak yang Faktor yang berhubungan signifikan dengan peluang vaksinasi pengetahuan yang tinggi . O 0,. dan usia orang tua 0,. Hambatan utama yang dilaporkan mengenai vaksin HPV %), terkait keamanan . %), . %). Meskipun demikian, dalam tindak lanjut tiga bulan setelahnya, hanya 9,2% anak Sebanyak 35,4% memiliki tingkat pengetahuan yang vaksin HPV, dan 44,8% Pengetahuan yang dengan pekerjaan sebagai pegawai pemerintah (AOR 5,. penyakit menular keluarga (AOR = Mihretie . Knowledge and Willingness of Parents towards Child Girl HPV Vaccination in Debre Tabor Town. Ethiopia 638 orang tua di Debre Tabor Town. Ethiopia. Crosectional Analisis an regresi (AOR. 95%). Sementara untuk memberikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu usia orang tua (AOR = 1,. , tingkat pendidikan minimal sekolah menengah (AOR 1,. , terhadap infeksi HPV (AOR = pengetahuan yang baik (AOR = 3,. Sebanyak 46,4% pengetahuan yang vaksin HPV dan 61,5% sikap yang positif Pengetahuan yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang lebih tinggi (AOR = 2,. , (AOR = 3,. , serta adanya sikap vaksin (AOR = 8,. Sementara itu, sikap positif dipengaruhi oleh (AOR = 1,. dan persepsi kontrol perilaku (AOR = 3,. Sebanyak 45,9% pengetahuan yang rendah mengenai kanker serviks dan HPV, serta 54,7% pengetahuan yang buruk mengenai HPV. Meskipun vaksinasi apabila diberikan secara hanya 35,5% yang Pengetahuan yang baik dan tingkat yang lebih tinggi secara signifikan vaksinasi (AOR = 29,17. 0,0. Sebaliknya, pengetahuan yang buruk menurunkan niat orang tua untuk melakukan vaksinasi (AOR = 0,. Hanya 11% orang adanya hubungan antara HPV dan Sebanyak 96,8% (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. Vaccination: Cross-sectional Descriptive Study Kolek et Impact Parental Knowledge and Beliefs on HPV Vaccine Hesitancy Kenya Findings Implications 195 orang . akilaki anak usia 9Ae ke medical Kenyatta National Hospital. Nairobi. Kenya. Studi tatap muka Analisis dengan uji (GAM) HPV, dan 94% menolak vaksinasi Penolakan disebabkan oleh informasi . ,2%) serta kekhawatiran terkait keamanan . ,8%). Untuk vaksin, orang tua kampanye melalui . ,8%), penyuluhan atau seminar di sekolah . ,8%), platform informasi resmi pemerintah . ,6%). Mayoritas partisipan berusia di atas 30 tahun . ,5%) 56,9% Sekitar mengetahui bahwa HPV namun 35% tidak mengetahui fungsi dari vaksin HPV. Meskipun tingkat tergolong rendah, kesediaan untuk vaksinasi cukup mencapai 90%. Keraguan terhadap keamanan vaksin . %), anggapan bahwa anak masih terlalu muda untuk divaksinasi . %), serta kurangnya memadai . %). Faktor vaksinasi meliputi pengetahuan yang baik (AOR = 1,13. 95% CI: 1,05Ae 1,. vaksin (AOR = 2,39. 95% CI: 1,60Ae3,. Sebaliknya, usia orang tua yang lebih lanjut dan tingkat pendidikan Selain itu, meskipun lakilaki pengetahuan yang lebih rendah, jika lebih tinggi untuk memvaksin anak PEMBAHASAN Faktor Pengetahuan Pengetahuan memengaruhi perilaku vaksinasi. Hal ini selaras dengan Health Belief Model (HBM), yang menjelaskan bahwa pengetahuan membentuk persepsi kerentanan, persepsi manfaat, dan persepsi ancaman, sehingga mempengaruhi keputusan seseorang untuk menerima tindakan preventif termasuk . Dalam penelitian Kolek et al. , sebagian besar orang tua memiliki pengetahuan rendah, di mana hanya sekitar 60% yang mengetahui bahwa HPV dapat menyebabkan kanker serviks. Sumber utama informasi berasal dari rekan kerja, bukan tenaga kesehatan, dan hal ini berdampak pada munculnya miskonsepsi serta persepsi negatif terhadap vaksin. Pengetahuan yang tinggi terbukti meningkatkan kemauan vaksinasi secara signifikan (AOR = 1,133. 95% CI: 1,050Ae1,. Hasil tersebut selaras dengan temuan Nzisa et al. , . yang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tinggi secara signifikan meningkatkan peluang vaksinasi, sementara kurangnya informasi menjadi penyebab utama Mihretie et al. , 2022 juga menemukan bahwa orang tua yang memiliki pengetahuan baik tiga kali lebih mungkin bersedia melakukan vaksinasi (AOR = 3,. Sementara di Nigeria. Rabiu et al. , 2020 menunjukkan bahwa pengetahuan rendah menurunkan kemauan vaksinasi meskipun vaksin diberikan secara gratis. Perbedaan temuan antar negara ini dapat dipengaruhi oleh variasi akses informasi, tingkat literasi komunikasi publik mengenai HPV. Faktor paparan informasi juga terlihat jelas dalam studi Aragaw et al. , 2025 menambahkan bahwa paparan media berperan besar dalam meningkatkan pengetahuan, sedangkan Tobaiqy et al. , 2023 di Arab Saudi menemukan bahwa 96,8% responden belum pernah mendengar tentang vaksin HPV, (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. menyebabkan rendahnya kemauan vaksinasi. Variasi ini menunjukkan bahwa konteks sosial, budaya, dan infrastruktur informasi dapat menyebabkan perbedaan tingkat pengetahuan antar studi. Rendahnya pengetahuan ini menunjukkan pentingnya kampanye edukasi publik yang berkelanjutan melalui media massa, sekolah, dan tenaga kesehatan untuk memperkuat literasi kesehatan masyarakat. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Mayoritas studi menggunakan desain cross-sectional, sehingga hubungan sebab-akibat tidak dapat ditentukan secara langsung. Beberapa studi juga memiliki ukuran sampel yang terbatas atau hanya dilakukan di wilayah tertentu, sehingga temuan mungkin tidak sepenuhnya mewakili populasi yang lebih luas. Pengukuran sikap dan persepsi yang bersifat self-report berpotensi menimbulkan recall bias dan social desirability bias. Selain itu, sebagian penelitian kurang menjelaskan faktor sosial dan budaya yang dapat memengaruhi sikap orang tua, sehingga perbandingan hasil antar negara harus dilakukan dengan hati-hati. Faktor Sikap dan Presepsi Sikap dan persepsi terhadap vaksin HPV juga memainkan peran penting dalam keputusan vaksinasi. Temuan ini sejalan dengan Health Belief Model (HBM) yang Dimana perilaku kesehatan ditentukan oleh persepsi individu mengenai kerentanan terhadap penyakit, tingkat keparahan, manfaat dirasakan, serta isyarat untuk bertindak . ues to actio. Dalam penelitian Aragaw et al. 2025, sebagian besar orang tua memiliki sikap positif terhadap vaksin . ,5%), yang dipengaruhi oleh norma sosial, dukungan dari lingkungan sekitar, dan kepercayaan diri dalam melindungi anak. Norma subjektif dan dukungan dari tokoh masyarakat atau lingkungan sekitar dapat memperkuat sikap positif terhadap vaksin. Dengan demikian, faktor psikologis seperti persepsi risiko, rasa takut terhadap penyakit, dan kepercayaan terhadap keamanan vaksin memiliki pengaruh dua arah: dapat mendorong atau menghambat vaksinasi tergantung pada konteks sosial dan informasi yang diterima. Sikap dan persepsi merupakan faktor psikologis yang menentukan keputusan vaksinasi Namun. Nzisa et al. , . dan Tobaiqy et al. , 2023 mencatat bahwa kekhawatiran terhadap keamanan vaksin masih menjadi penghambat utama. Di Kenya, 13% responden menyebut kekhawatiran efek samping sebagai alasan tidak melakukan vaksinasi . , sementara di Arab Saudi 83,8% responden menyatakan kurang percaya terhadap keamanan vaksin . Tingginya hambatan ini berkaitan dengan kurangnya informasi dan tingginya misinformasi tentang vaksin, yang mengurangi persepsi manfaat dan meningkatkan persepsi risiko. Sebaliknya, dalam penelitian Mihretie et , 2022, ketakutan terhadap infeksi HPV justru meningkatkan kemauan vaksinasi (AOR = 2,. , yang menunjukkan bahwa persepsi risiko penyakit dapat mendorong perilaku Faktor memengaruhi sikap orang tua. Dalam penelitian Kolek et al. , . melaporkan bahwa meskipun sebagian besar orang tua memiliki sikap positif terhadap vaksin . Ae70% percaya vaksin aman dan efekti. , sekitar 70% merasa belum memiliki cukup informasi untuk mengambil keputusan. Kekhawatiran terhadap keamanan vaksin . %), persepsi bahwa anak masih terlalu muda . %), dan pandangan negatif terhadap efektivitas vaksin . ,9%) menjadi penyebab utama hesitansi. Sikap dan kepercayaan positif terhadap vaksin berhubungan signifikan dengan kemauan vaksinasi (AOR = 2,395. 95% CI: 1,604Ae3,. Perbedaan hasil antar studi dapat dijelaskan melalui variasi komponen HBM pada tiap populasi. Negara dengan edukasi dan kampanye kesehatan kuat memiliki persepsi manfaat tinggi dan hambatan rendah, sedangkan negara dengan akses informasi terbatas atau maraknya misinformasi memiliki hambatan lebih besar. Faktor budaya, kualitas sistem kesehatan, serta intensitas kampanye publik juga memengaruhi persepsi orang tua. Namun, penelitian ini beberapa keterbatasan. Mayoritas studi menggunakan desain cross-sectional, sehingga hubungan kausal tidak dapat ditentukan secara Beberapa studi juga memiliki ukuran sampel yang kecil dan menggunakan kuesioner mandiri, sehingga berisiko terjadi recall bias maupun social desirability bias. Selain itu, sebagian penelitian kurang membahas faktor sosial dan budaya secara mendalam, sehingga perbandingan hasil antar (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. negara perlu diinterpretasikan dengan hatihati. Meta Analisis Pada sistematik review ini, pengetahuan menjadi variabel yang konsisten disebutkan dalam beberapa studi sebagai faktor signifikan yang memengaruhi keputusan orang tua dalam memberikan imunisasi HPV kepada anak Maka dari itu, kelompok melanjutkan penelitian hubungan variabel pengetahuan dengan keputusan orang tua dalam memberikan imunisasi HPV kepada anak perempuannya ke meta analisis. Hasil studi-studi menggunakan review manager dan didapatkan forest plot dan funnel plot sebagai berikut. Pengetahuan Gambar 2. Forest Plot Pengetahuan Orang Tua dengan Keputusan Orang Tua dalam Pemberian Imunisasi HPV kepada Anak Perempuan Usia Sekolah Berdasarkan forest plot pada bagian uji heterogenitas diperoleh nilai IA = 0% dan pvalue = 0,60, yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antar studi . Oleh karena itu, model yang digunakan dalam meta-analisis ini adalah Fixed Effect Model. Hasil menunjukkan nilai pooled odds ratio sebesar 6,09 . % CI: 4,33Ae8,. , mengindikasikan bahwa orang tua dengan tingkat pengetahuan yang baik memiliki kemungkinan yang jauh lebih besar untuk memberikan imunisasi HPV kepada anaknya dibandingkan dengan orang tua yang memiliki pengetahuan yang buruk. Temuan ini diperkuat oleh hasil uji efek keseluruhan yang menunjukkan nilai p < 0,00001, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dan keputusan pemberian imunisasi HPV. Gambar 3. Funnel Plot Pengetahuan Orang Tua Berdasarkan funnel plot pada gambar tersebut, terlihat bahwa persebaran titik tidak sepenuhnya simetris di sekitar garis vertikal Jumlah menyebabkan pola sebaran tampak kurang seimbang, sehingga interpretasi terhadap adanya bias publikasi perlu dilakukan dengan hati-hati. Meskipun demikian, tidak tampak adanya pola asimetri yang sangat mencolok atau pengelompokan titik di satu sisi saja, sehingga tidak terdapat indikasi kuat adanya bias publikasi dalam meta-analisis ini. Selain itu, titik yang berada di bagian atas grafik menunjukkan studi dengan presisi yang lebih tinggi, sedangkan titik yang berada di bagian bawah mencerminkan studi dengan presisi yang lebih rendah. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil telaah sistematis dan meta-analisis, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan serta persepsi atau sikap orang tua berperan penting dalam menentukan tingkat penerimaan vaksin HPV. Hasil metaanalisis menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua merupakan faktor yang paling konsisten berhubungan dengan keputusan pemberian imunisasi HPV, sementara persepsi terhadap keamanan vaksin dan risiko penyakit turut memengaruhi kesiapan mereka dalam mengambil keputusan. Pendidikan dan akses informasi menjadi elemen kunci dalam meningkatkan pengetahuan serta membentuk persepsi positif terhadap vaksin, sehingga dapat mendorong peningkatan penerimaan imunisasi HPV pada anak sekolah dasar. UCAPAN TERIMA KASIH Kelompok mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan program ini, terutama kepada Bapak dan Ibu Dosen pengampu mata kuliah Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang telah (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. memberikan arahan serta bimbingan selama proses penyusunan telaah sistematis dan metaanalisis. DAFTAR PUSTAKA