OPEN ACCESS JMIA: Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Vol. 1 No. Desember 2025. Hal. e-ISSN. DOI. https://doi. org/10. 58472/jmia. Research Article Manajemen Kualitas Islami Menjaga Konsistensi Produk Kopi Robusta Hari Purnomo1. Mohammad Abduh Alkhumaisi2 Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi. Indonesia Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi. Indonesia Corresponding Author: Hari Purnomo. Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi. Indonesia Email: fitrah. sanjaya88@gmail. Abstract This study aims to analyze the quality control (QC) management in maintaining the flavor consistency of Robusta Coffee products and examine its implementation according to the perspective of Sharia Economics at the X-Barue Kalibaru Home Industry. This descriptive qualitative research with a case study approach utilizes the Plan-Do-Check-Action (PDCA) cycle and flowchart analysis tools within the Total Quality Management (TQM) framework. Primary data sources were obtained through interviews and direct observation. Findings indicate that the X-Barue Home Industry successfully maintains flavor consistency through natural method-based control, supported by the disciplined application of the PDCA cycle at every processing stage. Essentially, the business practices observed, such as honesty, willingness to provide compensation . esponsibility/guarante. , and high meticulousness, inherently reflect core Sharia values such as amanah . and the maslahah . ublic interes. The novelty of this study lies in modeling a holistic QC that integrates the technical discipline of quality management with Islamic business ethics. The implication is the strengthening of the Sharia Economics framework, demonstrating that sustainable product quality is an inseparable part of Islamic business practices. Keywords: Quality Control. Product Consistency. Robusta Coffee. Sharia Economics. PDCA Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pengendalian kualitas (QC) dalam menjaga konsistensi cita rasa produk Kopi Robusta dan mengkaji implementasinya menurut perspektif Ekonomi Syariah pada Home Industry X-Barue Kalibaru. Penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus ini menggunakan alat analisis siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA) dan flowchart dalam kerangka Total Quality Management (TQM). Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung. Temuan menunjukkan bahwa Home Industry X-Barue berhasil menjaga konsistensi kualitas cita rasa melalui pengendalian berbasis metode natural yang didukung penerapan disiplin siklus PDCA pada setiap tahapan pengolahan. Secara esensial, praktik bisnis yang dilakukan, seperti kejujuran, kesiapan memberikan ganti rugi . anggung jawab/garans. , dan ketelitian tinggi, telah merefleksikan nilai-nilai inti Syariah seperti amanah dan prinsip maslahah . Kebaruan studi ini terletak pada pemodelan QC holistik yang mengintegrasikan disiplin teknis manajemen kualitas dengan etika bisnis Islam. Implikasinya adalah penguatan kerangka kerja Ekonomi Syariah, menunjukkan bahwa kualitas produk yang berkelanjutan adalah bagian tak terpisahkan dari praktik bisnis yang Islami. Kata Kunci: Pengendalian Kualitas. Konsistensi Produk. Kopi Robusta. Ekonomi Syariah. PDCA JMIA: Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi. Vol. 1 No. Desember 2025 | 266 PENDAHULUAN Kopi adalah satu diantara komoditas unggulan perkebunan yang mempunyai peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, salah satunya adalah sebagai penyumbang pendapatan negara (Fithriyyah. Wulandari & Sendjaja, 2. Komoditas kopi, khususnya jenis Robusta, memegang peranan vital dalam perekonomian Indonesia, menempatkan Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Jawa Timur merupakan salah satu produsen besar komoditas kopi Indonesia yaitu dengan produksi sebesar 45. 278 ton pada tahun 2020. Selain itu, produktivitas kopi di Jawa Timur juga cukup stabil (Purwandhini. Pudjiastutik & Suhaeriyah, 2. Jawa Timur, termasuk wilayah Kalibaru Banyuwangi, dikenal sebagai sentra penghasil kopi Robusta dengan potensi besar untuk pasar domestik maupun ekspor. Dalam persaingan pasar yang ketat, isu utama yang menentukan keberlanjutan dan harga jual adalah kualitas dan konsistensi produk. Menurut Juran . menyatakan bahwa konsistensi adalah hasil dari penerapan sistem kontrol kualitas yang efektif. Konsistensi produk berarti memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan dan terhindar dari cacat. Selain itu ada juga teori lain yang menyatakan bahwa konsistensi adalah kunci untuk mencapai kualitas produk yang tinggi. Konsistensi adalah suatu hal yang kita yakini secara prinsip dan kita lakukan terusmenerus (Evertson & Emmer, 2. Konsistensi produk dicapai melalui penerapan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Ac. dan eliminasi variabilitas dalam proses produksi (Deming, 2. Inkonsistensi kualitas dapat merusak reputasi produsen dan menurunkan kepercayaan Oleh karena itu, penerapan manajemen pengendalian kualitas (Quality Control/QC) yang efektif dan berkelanjutan menjadi sebuah keniscayaan. Islam merupakan agama yang sempurna dan mengatur segala sesuatunya secara jelas maka pengendalian kualitas produk juga diatur dalam islam meskipun tidak dijelaskan secara langsung. Meski begitu keselarasan manajemen pengendalian kualitas dalam islam tetap dijelaskan melalui prinsip-prinsip dasar dalam berdagang (Khaldun, 1. Secara konvensional, upaya menjaga kualitas suatu barag diatur melalui kerangka Total Quality Management (TQM), yang menekankan perbaikan yang berkelanjutan, salah satunya menggunakan standar siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA). Pasar yang kompetitif saat ini, di hampir setiap kategori produk dan layanan, dicirikan oleh perubahan yang semakin cepat, inovasi, dan sejumlah besar informasi baru (Talha, 2. Konsep Total Quality Management (TQM) dianggap sebagai salah satu konsep populer yang digunakan untuk mengelola kualitas produk dan layanan secara komprehensif (Permana. Purba & Rizkiyah, 2. Banyak penelitian telah menguji efektivitas PDCA dalam berbagai sektor industri, namun sebagian besar berfokus pada aspek teknis-manajerial saja. Sementara itu, dalam konteks Indonesia, khususnya bagi pelaku usaha yang notabene Muslim, fondasi etika dan moral memiliki peran yang sangat fundamental yang dapat memperkuat komitmen terhadap kualitas barang. Kualitas juga tentang integritas dan tanggung jawab. Jika salah satu proses saja memiliki pengaruh besar maka tidak menutup kemungkinan bahwa semua proses pengolahan kopi sangat penting untuk diperhatikan pengendalian kualitasnya (Andriani, 2. Kekosongan literatur . esearch ga. terletak pada minimnya studi yang secara empiris mengintegrasikan dimensi teknis QC dengan prinsip-prinsip Ekonomi Syariah. Dalam Islam, kualitas adalah manifestasi dari amanah . , itlqan . , dan komitmen pada maslahah . Prinsip-prinsip ini menuntut setiap transaksi dan produk harus bebas dari kecurangan dan produk cacat. Penerapan etika Islam dalam QC berpotensi menciptakan sistem kualitas yang lebih bersifat holistik dan berkelanjutan, karena didasarkan JMIA: Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi. Vol. 1 No. Desember 2025 | 267 pada kesadaran ilahiah, bukan hanya kepatuhan regulasi. Penelitian ini mengambil studi kasus pada Home Industry Pengolahan Kopi X-Barue Kalibaru, yang dikenal berfokus pada kualitas dengan komitmen tanggung jawab yang tinggi terhadap produknya. Pengendalian mutu merupakan usaha untuk mempertahankan kualitas barang yang dihasilkan, agar sesuai dengan spesifikasi produk yang telah ditetapkan berdasarkan kebijakan pimpinan perusahaan (Assauri. Kendali mutu yang baik dari suatu produk dapat dinilai dari manajemen kualitasnya sehingga sangat memungkinkan konsistensi dari kualitas produk akan terus terjaga dengan baik (Randra & Hasin, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini memiliki dua tujuan utama: pertama, mendeskripsikan dan menganalisis proses pengendalian kualitas yang diterapkan oleh Home Industry X-Barue dalam menjaga konsistensi produk kopi Robusta dengan kerangka PDCA. kedua, menganalisis sejauh mana implementasi pengendalian kualitas tersebut selaras dengan prinsip-prinsip dan etika bisnis dalam perspektif Ekonomi Syariah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi keilmuan baru . berupa model terapan QC yang terintegrasi antara sistem manajemen modern dan fondasi etika Islam. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan berlandaskan studi kasus. Pendekatan studi kasus dipilih untuk eksplorasi mendalam terhadap manajemen pengendalian kualitas (QC) produk Kopi Robusta dan implementasi etika bisnis Syariah pada satu unit tunggal, yaitu Home Industry X-Barue Kalibaru. Penelitian deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran rinci mengenai proses-proses pengendalian kualitas yang terjadi di lokasi penelitian. Lokasi penelitian adalah Home Industry Pengolahan Kopi XBarue yang beralamat di Kalibaru. Kabupaten Banyuwangi. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada reputasi usaha yang dikenal berkomitmen tinggi dalam menjaga konsistensi produk Robusta. Sumber data dalam penelitian ini meliputi: Pertama. Data Primer. Diperoleh langsung dari informan kunci, yaitu pemilik (Bapak Sodi. dan karyawan Home Industry X-Barue, melalui wawancara mendalam . n-depth intervie. Data primer mencakup informasi tentang proses produksi, standar kualitas, penerapan siklus PDCA, dan pandangan mereka terhadap etika bisnis dalam Islam. Kedua. Data Sekunder. Diperoleh dari dokumentasi internal perusahaan, seperti data produksi, rekaman historis konsistensi cita rasa, serta literatur-literatur terkait manajemen kualitas (TQM. PDCA) dan konsep Ekonomi Syariah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Pertama. Wawancara (Intervie. Dilakukan secara terstruktur dan tidak terstruktur kepada pemilik dan karyawan untuk menggali informasi spesifik mengenai prosedur QC, pengambilan keputusan, dan nilai-nilai etis yang dipegang. Kedua. Observasi (Observatio. Dilakukan secara langsung kepada seluruh tahapan proses pengolahan Kopi Robusta, mulai dari green bean hingga roasting, untuk memverifikasi kesesuaian antara prosedur. Ketiga. Dokumentasi (Documentatio. Pengambilan data dari catatan perusahaan, foto proses, dan literatur pendukung untuk memperkuat validitas temuan. Data kualitatif yang terkumpul dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang saling berhubungan, yaitu : Reduksi Data. Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Kesimpulan-kesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung (Miles & Huberman, 2. JMIA: Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi. Vol. 1 No. Desember 2025 | 268 HASIL DAN PEMBAHASAN Pengendalian kualitas pada Home Industry X-Barue Kalibaru berfokus pada metode proses natural (Natural Proces. dan diorganisir dalam kerangka Total Quality Management (TQM) yang diimplementasikan melalui siklus PDCA (Plan. Do. Check. Actio. secara Pada tahap Perencanaan dapat dimulai dengan penetapan standar kualitas bahan baku. Pemilik usaha menetapkan bahwa hanya biji kopi merah . terbaik yang akan diterima dari petani. Dalam tahap perencanaan. Home Industry X-Barue berpegang pada standar mutu internal yang sangat ketat, seperti menentukan suhu dan durasi roasting yang spesifik untuk mencapai profil rasa yang konsisten. Standar ini menjadi panduan utama untuk meminimalkan defect atau kegagalan produk. Tahap pelaksanaan dimulai dari penerimaan cherry kopi, sortasi awal . emisahkan biji cacat/hija. , proses penjemuran, hingga roasting dan pengemasan. Proses sortasi menjadi kunci utama . ritical control poin. di mana tenaga kerja diberdayakan untuk melakukan pemilahan secara manual, baik pada fase cherry maupun green bean. Home Industry X-Barue secara konsisten menjalankan seluruh tahapan ini sesuai Bagan Arus Proses yang telah ditetapkan, memastikan setiap langkah dikerjakan dengan ketelitian atau aspek itlqan dalam islam untuk mencegah kontaminasi dan penurunan mutu. Tahap pengecekan dilakukan melalui dua metode utama, yaitu observasi visual dan cupping test. Pengecekan visual memastikan biji telah kering sempurna dan memiliki warna konsisten pasca roasting. Sementara itu, cupping test dilakukan oleh pemilik secara berkala untuk membandingkan cita rasa produk baru dengan standar profil rasa yang sudah ditetapkan. Hasil pengecekan ini menunjukkan bahwa tingkat konsistensi cita rasa Kopi Robusta X-Barue telah terjaga dengan baik, membuktikan keberhasilan pengendalian kualitas yang diterapkan. pengendalian kualitas adalah teknik dan aktivitas operasional yang digunakan untuk memenuhi persyaratan kualitas (Gasperz, 2. Ketika ditemukan ketidaksesuaian . isalnya, adanya biji cacat yang lolos sortasi green bea. , tindakan korektif segera dilakukan. Tindakan ini bisa berupa penyortiran ulang atau peninjauan ulang prosedur roasting jika terjadi perubahan profil rasa. Selain itu, berdasarkan temuan pada tahap check. Home Industry X-Barue telah memiliki rencana pengembangan jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi, salah satunya adalah dengan mempertimbangkan investasi mesin sortasi otomatis untuk mengurangi beban kerja karyawan dan meningkatkan akurasi, sejalan dengan prinsip efisiensi yang dianjurkan dalam Syariah. Untuk dapat mencapai tingkat optimal perusahaan harus melakukan perbaikan pada empat faktor utama yang mempengaruhi jumlah produk cacat, yaitu faktor tenaga kerja, mesin, metode serta faktor lingkungan (Sari & Sudiartha, 2. Kajian ini menemukan bahwa praktik pengendalian kualitas yang dilakukan Home Industry X-Barue sejalan dengan etika dan prinsip bisnis dalam Islam, meskipun pemilik usaha menerapkannya berdasarkan kesadaran moral dan komitmen pribadi sebelum secara eksplisit mengetahui bahwa hal tersebut merupakan ajaran Syariah. Prinsip Amanah diwujudkan melalui komitmen penuh terhadap mutu produk. Pemilik Home Industry X-Barue memandang bahwa menjual produk adalah bentuk perjanjian antara produsen dan konsumen. Oleh karena itu, semua proses yang dilakukan, termasuk sortasi yang memakan waktu lama dan biaya, adalah upaya untuk menunaikan amanah dalam memberikan hasil produk terbaik. Pengendalian kualitas dapat dilakukan ketika pendekatan proses produksi, produk akhir dan berada didalam batas kendali karena berada pada batas kendali atas dan batas kendali bawah (Simatupang et JMIA: Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi. Vol. 1 No. Desember 2025 | 269 al. , 2. Hal ini diperkuat dengan prinsip Iltqan . yang terlihat melalui kedisiplinan dalam menerapkan standar PDCA untuk mencapai kesempurnaan produk. Aspek paling menonjol dengan Ekonomi Syariah adalah rasa Tanggung Jawab terhadap Home Industry X-Barue menerapkan kebijakan bahwa mereka siap memberikan kompensasi ganti rugi atau mengganti produk jika konsumen menemukan bentuk kecacatan pada produk akhir. Komitmen seperti ini merupakan implementasi dari prinsip Takaful . aling menanggung risik. dan menjamin hak konsumen, yang dalam konteks muamalah Islam, dikenal sebagai penghindaran ghishsh . ecurangan atau manipulas. Penerapan pengendalian kualitas secara Islami ini juga menyentuh pada aspek Maslahah. Kualitas yang konsisten menciptakan maslahah bagi konsumen dan bagi produsen. Selain itu, keputusan pemilik usaha untuk tetap menggunakan sistem sortasi manual yang melibatkan masyarakat lokal, meskipun kurang efisien, adalah bentuk pemberdayaan ekonomi komunitas, sejalan dengan anjuran Syariah untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat Hal ini dapat menunjukkan bahwa QC yang diterapkan bersifat holistik, tidak hanya berorientasi pada profit tetapi juga pada manfaat sosial dan etika. KESIMPULAN Manajemen Pengendalian Kualitas yang diterapkan pada Home Industry Pengolahan Kopi X-Barue telah berjalan efektif dalam menjaga konsistensi produk Kopi Robusta. Proses QC diorganisir dalam kerangka TQM dan telah dilaksanakan secara disiplin melalui siklus PDCA (Plan. Do. Check. Actio. pada setiap tahapan, mulai dari cherry picking, sortasi, hingga Konsistensi cita rasa telah berhasil dipertahankan melalui ketelitian dalam proses dan pengujian berkala, yang menjadi bukti keberhasilan sistem QC. Implementasi Pengendalian Kualitas menunjukkan keselarasan yang kuat dengan Prinsip Ekonomi Syariah. Komitmen pemilik Home Industry X-Barue untuk memberikan produk terbaik merupakan manifestasi dari prinsip Amanah dan Iltqan. Selain itu, kesiapan memberikan ganti rugi terhadap produk cacat mencerminkan bentuk Tanggung Jawab dan menjalankan prinsip Takaful, hal yang sejalan dengan penghindaran ghishsh dalam muamalah Islam. Penelitian ini memberikan kebaruan dalam mengintegrasikan manajemen kualitas teknis (PDCA) dengan fondasi etika dalam Islam, menunjukkan bahwa kualitas produk yang berkelanjutan adalah bagian integral dari praktik bisnis yang Islami dan berorientasi pada Maslahah konsumen. REFERENSI