HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT IBU HAMIL TERHADAP PEMELIHARAAN DAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI KLINIK BERSALIN NURJAYA KABUPATEN BADUNG Panji Triadnya. Kes1. Dr. Yudha Rahina. Kes2. Ida Ayu Prameshwari Krisna Loka3 Bagian Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Mahasaraswati Denpasar email idaayuprameshwari@gmail. ABSTRAK Pengetahuan adalah informasi untuk memperoleh pemahaman, pembelajaran dan pengalaman yang terakumulasi sehingga bisa diaplikasikan ke dalam masalah tertentu. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut merupakan faktor predisposisi dari perilaku kesehatan yang mengarah kepada timbulnya penyakit. Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis yang menimbulkan perubahan pada tubuh wanita baik fisik maupun psikis. Wanita hamil menjadi sangat rentan terhadap penyakit gingiva dan penyakit periodontal akibat dari kebiasaan mengabaikan kebersihan gigi dan Kejadian penyakit gigi mulut selama masa kehamilan bukan semata-mata hanya dipengaruhi oleh kehamilan itu sendiri melainkan kurangnya pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sehingga mempengaruhi perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang buruk termasuk perilaku kunjungan ibu hamil untuk memeriksakan kesehatan gigi nya di pelayanan kesehatan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil terhadap pemeliharaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, data dilakukan dalam satu waktu. Sebanyak 40 orang ibu hamil yang datang ke Klinik Bersalin Nurjaya saat penelitian dipilih sebagai sampel dengan mengisi 3 macam kuesioner yaitu pengetahuan, pemeliharaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil terhadap pemeliharaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Dari hasil analisis dengan menggunakan metode spearman didapat hasil p = 0,007 dimana terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, namun didapat hasil p = 0,136 dimana tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Kata Kunci: Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, ibu hamil, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut PENDAHULUAN Pengetahuan atau knowledge adalah hasil dari proses penginderaan manusia. Yang juga dengan pengertian lain, sebuah hasil tahu seseorang terhadap suatu objek melalui panca indera yang dimilikinya. Pengetahuan seseorang, sebagian besar diperoleh melalui indera pendengaran dan indra penglihatan. Menurut Notoatmodjo, pengetahuan seseorang terhadap suatu objek mempunyai intensitas atau tingkatan yang berbeda. Secara garis besar dibagi menjadi 6 tingkat pengetahuan, yaitu. Tahu . emanggil memori yang telah ad. Memahami, . apat menginterpretasikan sebuah objek secara bena. Aplikasi . enggunakan prinsip dari sebuah objek dalam sebuah situasi maupun kondis. Analisa . enjabarkan atau memisahkan, lalu kemudian mencari hubungan antara komponen-komponen dalam suatu obje. Sintesis . erangkum atau meletakkan dalam suatu hubungan yang logis dari komponen pengetahuan yang sudah dimilikiny. Evaluasi . elakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu objek tertent. Kehamilan merupakan suatu bentuk proses fisiologis yang menimbulkan perubahan pada baik fisik, maupun psikis seorang wanita. Selama kehamilan usia trimester pertama, kedua, maupun ketiga, perubahan-perubahan yang terjadi dapat mempengaruhi sistem dalam tubuh, sehingga berdampak terhadap fisiologis bagianbagian tubuh, tak terkecuali rongga mulut. Wanita hamil menjadi sangat rentan terhadap penyakit gingiva dan penyakit periodontal, sebagai akibat dari kebiasaan mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Pada masa kehamilan, terjadi peningkatan kadar asam di dalam rongga mulut. Perubahan hormon yang disertai dengan perubahan vaskuler dan juga perubahan pola makan, juga dapat mempengaruhi kondisi jaringan periodontal. Menurut laporan dari Kemenkes pada tahun 2016, prevalensi penyakit periodontal meningkat seiring dengan meningkatnya usia kehamilan. Kondisi ini timbul menjadi berbagai bentuk manifestasi dalam rongga mulut seperti. gingivitis kehamilan, granuloma kehamilan, dan karies gigi. Pada dekade terakhir, telah banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penyakit periodontal memiliki peran besar sebagai faktor risiko untuk hasil kehamilan yang merugikan, diantaranya. kelahiran bayi prematur dan bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Kondisi yang disebut kelahiran bayi prematur dan bayi berat lahir rendah, adalah ketika berat lahir lebih rendah dari 2,500 g dan dilahirkan sebelum 37 minggu. Pada ibu hamil dengan periodontitis, jaringan periodontal yang terinfeksi dapat bertindak sebagai reservoir bakteri, dan produk bakteri dapat menyebar ke unit janin-plasenta. Pada ibu hamil dengan periodontitis yang parah, agen infeksi dan produknya dapat mengaktifkan jalur sinyal inflamasi lokal sampai ke ekstra-oral, termasuk pada unit janin-plasenta, yang mungkin tidak hanya menginduksi persalinan prematur tetapi juga menyebabkan preeklamsia dan membatasi pertumbuhan intrauterin. Fenomena penyakit gigi mulut selama masa kehamilan, bukan semata-mata hanya dipengaruhi oleh kehamilan itu sendiri. Melainkan kurangnya pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, sehingga mempengaruhi perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang buruk, termasuk perilaku kunjungan ibu hamil untuk memeriksakan kesehatan gigi nya di pelayanan kesehatan. Perubahan pada kehamilan sangat berdampak pada kualitas hidup ibu hamil. Ibu hamil menjadi kelompok yang memerlukan perhatian khusus berkaitan dengan kesehatan mulut mereka dan kesehatan calon bayi. Selain pola makan yang seimbang, juga diperlukan pemeriksaan kesehatan ibu secara menyeluruh. Termasuk pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut pada sarana pelayanan kesehatan terdepan seperti Rumah Sakit Gigi dan Mulut, karena wanita hamil rentan terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut. Kondisi ini dapat menciptakan pertumbuhan bayi yang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil yang melakukan perawatan di Klinik Bersalin Nurjaya. Mengwi. Badung, terhadap pemeliharaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional dalam satu waktu. Memanfaatkan teknik incidental sampling, dimana pengambilan sampel berdasarkan kebetulan yaitu dengan pemberian kuesioner kepada ibu hamil yang hadir saat penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Ibu Hamil terhadap Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut. Dalam penelitian ini, dapat diketahui bahwa hampir seluruh responden memahami hal-hal umum tentang kesehatan gigi dan mulut, serta diketahui bahwa kesadaran untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut juga baik untuk hampir seluruh responden. Hasil ini sejalan dengan Riskesdas tahun 2018, mengenai perilaku menyikat gigi penduduk Indonesia, dimana baru 2,8 % yang sudah menyikat gigi dengan benar sebanyak dua kali sehari, yakni pagi setelah serapan dan malam sebelum tidur. Metode Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode incidental sampling dengan desain desain penelitian analitik dan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil terhadap pemeliharaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pengumpulan data dilakukan dalam satu waktu. Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan perawatan di Klinik Bersalin Nurjaya. Mengwi. Badung, sebanyak 40 orang. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner berbentuk pilihan ganda. Terdapat 3 jenis kuesioner yaitu Kuesioner Pengetahuan. Pemeliharaan, dan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut. Masing-masing kuesioner berisikan 10 Pertanyaan, dan semua pertanyaan sudah melakukan pengujian validitas dengan analisis correlations spearman dan signifikan. Semua pertanyaan dalam kuesioner telah valid. Analisis Data Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Korelasi Spearman, dengan bantuan program SPSS windows 25. Hasil Penelitian Data dalam penelitian ini merupakan persesi pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, pemeliharaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan terhadap 40 orang sampel ibu hamil. Berdasarkan data deskriptif nilai rata-rata pengetahuan sebesar 5,35 dengan nilai stadardeviasi 1,74. Nilai rata-rata pengetahuan sebesar 6,72 dengan nilai stadardeviasi 1,08. Nilai rata-rata pengetahuan sebesar 7,35 dengan nilai stadardeviasi 2,05. Data normalitas dilakukan dengan one sample kolmogrov smirnov test pada taraf signifikansi 5% untuk mengetahui apakah data yang digunakan merupakan data yang berdistribusi normal atau tidak. Data penelitian menunjukkan data yang tidak berdistribusi normal untuk semua variable karena nilai signifikansi . < 0,05. Sehingga pengujian hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil terhadap pemeliharaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan dengan correlation spearman rho. Hasil pengujian hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan correlation spearman rho diperoleh nilai korelasi sebesar 0,417 dengan nilai p value 0,007 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil terhadap pemeliharaan gigi dan mulut. Hasil pengujian pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan correlation spearman rho diperoleh nilai korelasi sebesar 0,240 dengan nilai p value 0,136 > 0,05. Hal ini membuktikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian pada Ibu Hamil di Klinik Bersalin Nurjaya, dapat diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Ibu Hamil terhadap Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut. Dalam penelitian ini, dapat diketahui bahwa hampir seluruh responden memahami halhal umum tentang kesehatan gigi dan mulut, serta diketahui bahwa kesadaran untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut juga baik untuk hampir seluruh responden. Hasil ini sejalan dengan Riskesdas tahun 2018, mengenai perilaku menyikat gigi penduduk Indonesia, dimana baru 2,8 % yang sudah menyikat gigi dengan benar sebanyak dua kali sehari, yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Hal ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan Arisanty . tentang perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hampir seluruh responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan. Hal ini ditunjukkan melalui pemahaman responden terbanyak terhadap dampak mengonsumsi makanan kariogenik dapat meningkatkan frekuensi terjadinya gigi berlubang. Karbohidrat dalam makanan yang sifatnya paling dapat merusak ialah jenis sukrosa. Camilan seperti coklat, manisan, dan makanan manis lainnya merupakan makanan yang mengandung gula sehingga dapat merusak gigi dan meningkatkan frekuensi karies jika dikonsumsi untuk jangka waktu yang lama serta sering mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Kesadaran yang ditunjukkan melalui sikap mereka yang baik disebabkan karena setiap responden yang mempunyai kesediaan untuk berubah. Hal ini sesuai dengan salah satu teori perubahan perilaku yang dikemukakan oleh WHO, yang menyatakan bahwa salah satu alasan seseorang menunjukkan sikap dalam hal memperoleh kesehatan adalah suatu inovasi yang dapat memotivasi responden. Banyaknya informasi yang dipublikasikan melalui media, baik lewat media cetak maupun media elektronik tentang kesehatan gigi dan mulut juga menjadi penyebab tingginya pengetahuan responden. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang pernah dibahas oleh Anggraini . bahwa pengetahuan mengenai kesehatan gigi selama kehamilan sebagian besar mereka dapatkan jika mereka membaca artikel kehamilan dari media, baik lewat media cetak . uku, majala. maupun media elektronik . Sedangkan untuk Hubungan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Ibu Hamil terhadap Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut tidak ditemukan adanya kesesuaian yang signifikan. Dalam penelitian ini, diketahui bahwa hampir seluruh responden mengetahui manfaat pelayanan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan, namun hanya sedikit responden yang memiliki kesadaran untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan. Rendahnya tindakan responden tidak sejalan dengan pengetahuan dan sikap tentang pemeriksaan rutin ke dokter gigi selama kehamilan. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Anggraini . tentang penggetahuan kesehatan gigi mulut dan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil. Sebagian besar responden masih memiliki pemahaman bahwa kesehatan gigi dan mulut mereka buruk jika mereka merasa terganggu aktivitasnya karena rasa sakit yang timbul dari masalah gigi mulut yang dideritanya. Tidak banyak yang mengeluhkan adanya perubahan atau masalah pada gigi dan mulut selama kehamilan. Mereka biasanya datang ke pelayanan kesehatan gigi mulut hanya jika ada keluhan atau membutuhkan Mereka merasa belum membutuhkan kunjungan ke dokter gigi untuk masalah kesehatan gigi mereka selama kehamilan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Arisanty . untuk tindakan kunjungan ke dokter gigi selama kehamilan, diperoleh 20% responden melakukan pemeriksaan ke dokter gigi karena adanya keluhan seperti sakit gigi, gigi berlubang, gusi berdarah, dan lain-lain. Asumsi yang dikemukakan bahwa selama kehamilan mungkin ibu hamil tidak mempunyai waktu mengunjungi dokter gigi karena kesibukan pekerjaan atau mengunjungi klinik bersalin, menyiapkan pakaian atau kamar untuk calon bayinya. Sehingga selama kurun waktu tersebut ibu mengabaikan perawatan rongga mulutnya, baik dalam menjaga kebersihan mulut maupun pengontrolan ke dokter gigi. Hal ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ramadhany . yang menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak pernah menemui dokter gigi atau petugas kesehatan gigi lainnya untuk memeriksa dan/atau membersihkan gigi mereka selama kehamilan. Hal ini disebabkan oleh sebagian besar dari mereka berpikir bahwa keluhan kesehatan rongga mulut bukan merupakan gangguan sehubunga dengan kehamilan. Hal ini menunjang fakta bahwa meskipun telah dilaporkan sejumlah besar wanita hamil mengalami masalah dilaporkan sejumlah besar wanita hamil mengalami masalah kesehatan rongga mulut selama kehamilan, banyak dari hal tersebut dianggap sebagai gangguan pada masa kehamilan yang memerlukan evaluasi dan intervensi oleh para pemberi pelayanan kesehatan Beberapa studi menunjukkan kunjungan ke dokter gigi selama kehamilan masih rendah di banyak negara, hal ini disebabkan oleh keterbatasan akses bagi dokter gigi diseluruh dunia khususnya pada daerah dengan penghasilan ekonomi rendah sehingga menyebabkan banyaknya jumlah wanita yang tidak dapar mengunjungi dokter gigi selama kehamilam. Jika dilihat dari konteks sosial budaya, ada perbedaan persepsi antara masyarakat dengan petugas kesehatan terkait kesehatan gigi dan mulut. Persepsi Aunyeri gigiAy di mata masyarakat masih terbilang ringan dan belum perlu melakukan Hal ini disebabkan struktur sosial budaya terkait kesehatan. Masyarakat cenderung aktif bertanya kepada tetua/sesepuh ketimbang ke dokter. Penyebab lainnya adalah terkait faktor sosial ekonomi, dan faktor psikologis dimana dalam benak masyarakat, dukun atau paraji lebih benar ketimbang dokter ataupun bidan. Sosialisasi mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan masih jarang dilakukan. Ibu hamil lebih banyak memeriksakan kehamilannya dibandingkan dengan memeriksakan kesehatan gigi dan mulut. Bidan dan dokter spesialis kandungan sebagai penyedia pelayanan kesehatan yang paling banyak dikunjungi oleh ibu hamil dapat membantu meningkatkan angka pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi mulut selama kehamilan. Penting untuk penyedia layanan kesehatan ini menyadari risiko penyakit periodontal dan hubungannya dengan hasil kehamilan yang buruk. Oleh karena itu, promosi kesehatan gigi dan mulut harus digabungkan kedalam perawatan medis prenatal untuk membantu menjembatani celah ini, salah satunya program kelas ibu hamil yang merupakan program intervensi berbasis masyarakat (Ramadhany, 2. Tindakan promotif sebagai upaya untuk mengkomunikasikan pesan tentang pengetahuan yang didapatkan dari pihak pelayanan kesehatan mengenai pentingnya memeriksakan kesehatan gigi dan mulut secara rutin akan menjadi suatu dorongan motivasi kepada masyarakat, terutama dalam hal ini ibu hamil teruntuk secara rutin memanfaatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Selain itu kesadaran untuk memanfaatkan layanan gigi juga dapat ditingkatkan jika pihak pelayanan kesehatan gigi dan mulut menyediakan kualitas perawatan gigi yang tinggi dengan biaya yang wajar (Nadya Tasya, et al. , 2. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gigi juga merupakan salah satu dari solusi agar motivasi pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi Semakin tinggi tingkat kepercayaan masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan gigi, maka akan menghasilkan sikap yang relatif positif untuk kembali memeriksakan kesehatan giginya di tempat pelayanan kesehatan gigi Sikap yang positif timbul dari pengalaman yang didapatkan, bisa berasal dari pengalaman sebelumnya, dan jika dihubungkan kedalam hal penentuan sikap seorang pasien dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan gigi, pengalaman terhadap bentuk pelayanan kesehatan gigi sangat menentukan sikap pasien akan mempertimbangkan pengalaman sebelumnya ketika akan memeriksakan giginya di tempat pelayanan kesehatan gigi tersebut. Jadi, ketika pengalaman yang didapatkan sebelumnya menunjukkan minat dan adanya bentuk kepuasan pelayanan yang diterima maka akan memicu sikap yang positif dari pasien untuk kembali datang ke tempat pelayanan kesehatan gigi tersebut untuk memerisakan kembali kesehatan giginya (Bata, et al. , 2. Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terhadap perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terhadap perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada pada setengah responden ibu hamil terbilang cukup baik, tetapi setengah dari banyaknya responden juga belum memiliki pengetahuan yang cukup akan kesehatan gigi dan mulut. Lebih dari setengah jumlah responden memiliki perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Kurang dari setengah jumlah responden memiliki kesadaran akan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang buruk. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan rasa Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan lancer dan diselesaikan dengan baik. Terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada dosen pembimbing, yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama proses penelitian ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada keluarga tercinta atas doa dan dukungannya, serta teman-teman yang telah memberikan motivasi dan bantuan. Penulis berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Referensi