ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vo. 17 No. 2, 29 November 2022 MINAT PETANI DALAM MELAKSANAKAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DI KALURAHAN BATURETNO KAPANEWON BANGUNTAPAN. KABUPATEN BANTUL Farmers' Interest in Implementing The Jajar Legowo Planting System Baturetno Village. Kapanewon Banguntapan. Bantul Regency M Yusuf Muhajir*,Sukadi. Sujono Jurusan Pertanian. Politenik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang Email: sukadisukadii84@gmail. ABSTRACT This study aims to determine the interest of farmers in implementing the jajar legowo planting system in Baturetno Village. Kapanewon Banguntapan. Bantul Regency. The variables of interest measured in this study are interest in pleasure, interest in attention, interest in awareness and interest in This study was conducted in January Ae June 2022 in Baturetno Village, involving 52 respondents from 7 representatives of farmer groups. The sample in this study was determined through Proportional Random Sampling using the Harry King Nomogram with a significance level of 90%. Data collection techniques used in this study used questionnaires, interviews and observations. The analysis technique of this study uses descriptive analysis. The results of the study of farmers' interest in implementing the jajar legowo planting system showed that the interest in pleasure variable was in the high category with a score achievement percentage reaching 68. 83%, the interest in attention variable in the medium category with an achievement score 59. 36%, the interest in awareness variable reaching 69 0. 05% and is in the high category, and the variable of interest and willingness has an achievement score of 60. in the medium category. Based on these results, counseling from the empowerment design was carried out to increase the interest of farmers' attention through increasing farmers' knowledge and attitudes in implementing the jajar legowo planting system according to the recommendations. The extension material that was delivered was about setting plant spacing and insertion plants using a rotary tick tool in the jajar legowo planting system. The analysis of empowerment results from the implementation of the pre-test and post-test showed that there was an increase in the knowledge of farmers by 25. 83% while for the attitude variable, it increased by 22. Keywords: interests, jajar legowo, rotari ticks ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk mengetahui minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo di Kalurahan Baturetno Kapanewon. Banguntapan. Kabupaten Bantul. Variabel minat yang diukur dalam kajian ini adalah minat kesenangan, minat perhatian, minat kesadaran dan minat kemauan. Kajian ini dilaksanakan pada bulan Januari Ae Juni 2022 di Kalurahan Baturetno dengan melibatkan 52 orang responden dari 7 perwakilan kelompok tani. Sampel dalam kajian ini ditentukan melalui Proportional Random Sampling dengan menggunakan rumus Nomogram Harry King dengan taraf signifikansi 90%. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam kajian ini menggunakan kuisioner, wawancara dan observasi. Teknik analisis kajian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil kajian minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo menunjukan bahwa untuk variabel minat kesenangan berada pada kategori tinggi dengan persentase capaian skor mencapai 68,83%, variabel minat perhatian berada pada kategori sedang dengan capaian skor 59,36%, variabel minat kesadaran mencapai 69,05% dan berada pada kategori tinggi, serta variabel minat kemauan memiliki nilai capaian skor 60,88% dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut dilakukan penyuluhan dari desain pemberdayaan untuk meningkatkan minat perhatian petani melalui peningkatan pengetahuan dan sikap petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo sesuai rekomendasi. materi penyuluhan yang disampaikan adalah tentang pengaturan jarak tanam dan tanaman sisipan menggunakan alat caplak rotari dalam sistem tanam jajar legowo. Analisis hasil pemberdayaan dari pelaksanaan pre-test dan posttest menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan petani sebanyak 25,83% sedangkan untuk variabel sikap, meningkat sebanyak 22,45%. Kata Kunci: Caplak Rotari. Jajar Legowo. Minat Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vo. 17 No. 2, 29 November 2022 PENDAHULUAN Indonesia sebagai salah satu negara agraris dengan mayoritas makanan pokok penduduknya adalah nasi menyebabkan komoditas padi menjadi salah satu komoditas penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan Padi merupakan salah satu komoditas strategis nasional yang dalam beberapa dekade terakhir menjadi prioritas melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi Upaya ekstensifikasi yang dilakukan pemerintah saat ini merupakan salah satu usaha dalam mewujudkan kemandirian pangan serta mecapai target jangka panjang yakni mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia tahun 2045. Salah satu upaya peningkatan produktivitas padi guna memenuhi kebutuahan beras nasional dan mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045 adalah dengan inovasi sistem tanam jajar legowo. penerapan sistem tanam jajar legowo di Kalurahan Baturetno baru mencapai 35% (BPP Artinya, baru sekitar 44 ha dari keseluruha luas lahan sawah di Kalurahan Baturetno yang telah menerapkan sistem tanam jajar legowo. Menurut Julistia . Sistem tanam legowo 2:1 akan menghasilkan jumlah populasi tanaman per ha sebanyak 300 rumpun, serta akan meningkatkan populasi 33,31% dibanding pola tanam tegel . cm yang hanya 160. 000 rumpun/ha. Dengan pola tanam ini, seluruh barisan tanaman akan mendapat tanaman sisipan. Menurut Prasetyo et al. mengkonfirmasi tanam jajar peningkatan produktivitas tanaman padi sawah di Provinsi Jawa Tengah. Menurut Sudika et al. Sistem jajar legowo adalah penataan tanaman padi dengan mengatur jarak tanam sedemikian rupa sehingga mendapatkan efek pinggir lebih banyak dibandingkan dengan cara tanam biasa. Kalurahan Baturetno memiliki luas lahan sawah mencapai 125,3 ha. Mayoritas petani yang sudah menerapkan sistem tanam jajar legowo masih berupa jajar legowo 4:1 atau 6:1 dan belum sesuai rekomendasi dimana petani jarak tanam yang digunakan masih 25x25 cm dan tidak terdapat sisipan sehingga populasi padi pada areal pertanaman kurang optimal (Balitbangtan Hal tersebut berdampak pada kurang optimalnya produktivitas hasil panen yang baru mencapai 70-75 kw/ha dari Target 80-85 kw/ha (BPP 2. Hal tersebut menunjukan bahwa belum semua petani memiliki minat dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo. Pemberdayaan dalam kajian ini terfokus pada minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo khususnya pada alat pembuat garis tanam yang digunakan oleh Petani kurang memperhatikan bahwa alat yang mereka gunakan belum sesuai rekomendasi sehingga apabila diaplikasikan berpotensi untuk memunculkan penyimpangan khususnya dalam hal sisipan tanaman yang merupakan salah satu poin utama dalam sistem tanam jajar legowo. Peran tanaman sisipan akan menambah jumlah populasi dalam satu area produktivitas hasil. Tujuan yang akan dicapai pada kajian ini antara lain: . mengetahui bagaimana minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo berdasarkan variabel kesenangan, . mengetahui minat petani dalam melaksankan sistem tanam jajar legowo berdasarkan variabel perhatian, . mengetahui minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo berdasarkan varibel kesadaran, . melaksanakan sistem tanam jajar legowo berdasarkan varibael kemauan. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vo. 17 No. 2, 29 November 2022 METODE PENELITIAN Kajian ini dilaksanakan pada bulan Januari Ae Juni 2022 di Kalurahan Baturetno dengan melibatkan 52 orang responden dari 7 perwakilan kelompok tani. Sampel dalam kajian ini ditentukan melalui Proportional Random Sampling Nomogram Harry King dengan taraf signifikansi Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam kajian ini menggunakan kuisioner, wawancara dan observasi. Teknik analisis kajian ini menggunakan analisis deskriptif yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN kedudukan dalam kelompok tani. Rincian karakteristik responden tersaji pada Tabel 1. Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No. Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Jumlah Jumlah 51 orang 1 orang 52 orang Persentase (%) 98,07 Sumber: Hasil Olah Data Primer . Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa. Jumlah responden laki-laki adalah orang 51 orang . ,07%) sedangkan jumlah responden perempuan adalah orang 1 orang . ,93%). Tabel. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis umur Kalurahan Baturetno memiliki luas wilayah 358,91 ha dengan didominasi oleh daerah dataran rendah dan memiliki topografi datar. Kalurahan Baturetno memiliki ketinggian 100110 meter di atas permukaan laut. Suhu harian rata-rata di Kalurahan Baturetno berada diantara 300C-320C dengan rata-rata curah hujan A30004000 mm/tahun. Jumlah bulan hujan di Kalurahan Baturetno penggunaan lahan di Kalurahan Baturetno didominasi oleh lahan sawah dengan pola Bertani padi Ae padi Ae Jagung / Kacang Tanah. Tingkat kesuburan tanah di Kalurahan Baturetno tergolong sedang dengan pH tanah berkisar antara 6,8-7. Penggunaan lahan untuk area sawah dengan irigasi A teknis mencapai 125,3 Ha dan merupakan salah satu penggunaan lahan terluas dibandingkan dengan peruntukan lahan lainnya. Persentase (%) 9 orang 17,31 >56 43 orang 82,69 Jumlah 52 orang Sumber: Hasil Olah Data Primer . Karakteristik responden Kajian ini dilaksanakan Tingkat Persentase Jumlah Pendidikan (%) 28 orang 53,84 SMP 7 orang 13,46 SMA 17 orang 32,70 Perguruan Tinggi Jumlah 52 orang Sumber: Hasil Olah Data Primer . melibatkan 52 orang petani sebagai responden di Kalurahan Baturetno dari 7 Adapun responden dalam kajian ini meliputi jenis kelamin, usia, tingkat Pendidikan, dan No Usia (Tahu. Jumlah Kajian ini didominasi oleh petani dengan tingkat usia diatas 56 tahun dengan total persentase mencapai 82,69%. Sementara itu untuk responden dengan tingkat usia 25-55 tahun hanya mencapai 17,31%. Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa rata-rata umur petani sudah tua. Menurut Effendy dan Yunika . bahwa karakteristik umur berpengaruh terhadap minat petani dalam menerapkan system tanam jajar legowo. Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vo. 17 No. 2, 29 November 2022 Tingkat pendidikan responden dalam kajian ini di dominasi oleh petani dengan tingkat Pendidikan terakhir yakni SD dengan jumlah 28 orang . ,84%), 7 orang petani yang lulus SMP . ,46%). SMA adalah 17 orang . ,70%). Menurut Lamusu . Bahwa Pendidikan sangat berpengaruh terhadap minat petani dalam penerapan teknologi dalam bidah Tabel 4. Karakteristik responden berdasarkan kedudukan dalam kelompok No. Kedudukan dalam Kelompok Pengurus Anggota Jumlah Sumber: Hasil Olah Data Primer . Responden pada kajian ini yang berkedudukan sebagai pengurus kelompok tani terdapat 15 orang . ,85%) sedangkan untuk responden yang merupakan anggota kelompok tani berjumlah 37 orang . ,15%). Uji Validitas Uji validitas dilakukan terhadap 49 item pertanyaan yang menggali minat petani dalam Jumlah Persentase (%) 15 orang 37 orang 52 orang 28,85 71,15 melaksanakan sistem tanam jajar legowo berdasarkan variable kesenangan, perhatian, kesadaran dan kemauan melalui lembar kuisioner yang melibatkan 52 responden. Pengujian validitas dilakukan dengan SPSS versi 16 menggunakan uji produk moment pearson. Untuk lebih jelasnya uji vaiditas pada setiap pertanyaan dapat dilihat pada Tabel 5 dibawah ini. Tabel 5. Hasil Uji Validitas Nilai r Hitung dari Variabel yang diuji Kesenangan Perhatian Kesadaran Kemauan Sumber: Hasil Olah Data Primer . No. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, diketahui bahwa seluruh item pertanyaan pada kuisioner dinyatakan valid karena r hitung jauh lebih besar dari pada r tabel. Menurut Janna . Besar r tabel yang digunakan dalam kajian ini adalah 0. ibulatkan menjadi r tabel Simpulan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,. dengan taraf signifikansi 95% atau error 5% . Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas pada kajian dilaksanakan dengan menguji hasil jawaban dari Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vo. 17 No. 2, 29 November 2022 kuisioner responden dengan menggunakan SPSS Versi 16. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan metode Alpha Cornbach dan diperoleh hasil sebagai berikut Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas Pengambilan Keputusan Nilai Yang ditetapkan Nilai Cronbach Alpha Sumber: Hasil Olah Data Primer . Hasil uji reliabilitas terhadap instrument kuisioner minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo sesuai rekomendasi menunjukan bahwa nilai 0. hasil tersebut telah melebihi nilai yang ditetapkan sehingga dapat dikatakan bahwa instrument yang digunakan telah reliabel. Analisis Data Analisis data dalam kajian ini dilakukan dengan Teknik analisis data deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan bagaimana keadaan di lokasi kajian. Kajian ini menggali minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo berdasarkan variabel minat kesenangan, minat perhatian, minat kesadaran dan minat kemauan. Adapun komponen jajar legowo yang dikaji meliputi sistem tanam jajar legowo dengan model 2:1, penggunaan benih Simpulan Reliabel varietas unggul, penggunaan pupuk hayati, persemaian dapok, penanaman bibit usia muda, pengaturan jarak tanam dan tanaman sisipan, penggunaan caplak rotari, pemeliharaan Berikut merupakan hasil analisis variabel minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo: Prinsip teknologi sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi pertanaman, menambah kelancaran sirkulasi udara di sekeliling tanaman pinggir serta orientasi pertanaman dalam pemanfaatan radiasi surya sehingga tanaman dapat berfotosintesis dengan baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai 10-15% (Abdulrachman et al. Tabel 7. Hasil Analisis Data No. Jenis variabel Minat Minat Kesenangan Minat Perhatian Minat Kesadaran Minat Kemauan Jumlah Sumber: Hasil Olah Data Primer . Persentase Akhir 68,83 59,36 69,05 60,88 64,53 Berdasarkan hasil rekapitulasi analisis minat di atas, dapat disimpulkan pula bahwa minat petani di Kalurahan Baturetno dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo secara simultan dari seluruh sub variabel minat yang diuji tergolong dalam kategori tinggi dengan persentase mencapai 64,53%. Hal tersebut menunjukan bahwa petani di Kalurahan Baturetno memliki minat untuk melaksanakan sistem tanam jajar legowo, akan tetapi masih perlu ditingkatkan lagi minatnya agar penerapan sistem tanam jajar legowo bisa optimal melalui peningkatan sub variabel minat yakni minat Sementara itu, hasil analisis dari 4 variabel minat di atas, dapat diketahui bahwa minat perhatian Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp Kategori Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vo. 17 No. 2, 29 November 2022 merupakan variabel dengan capaian skor kumulatif terendah. Minat perhatian menduduki persentase terendah sehingga perlu dilakukan sebuah upaya pemberdayaan. Pada minat perhatian, capaian skor terendah ada pada pertanyaan tentang perhatian petani dalam penggunaan caplak rotari/putar/rudal. Petani menggunakan caplak garit, pembuatan garis tanam pada sistem tanam jajar legowo juga dapat dilakukan dengan menggunakan capklak Selain itu ditemukan pula dilapangan bahwa alat yang salama ini digunakan oleh petani belum memenuhi rekomendasi pada konsep sistem tanam jajar legowo sehingga menjadi sebab kurang optimalnya populasi padi pada petak pertanaman yang berdampak pada kurang optimalnya produktiftas hasil panen. Hal tersebut selaras dengan pendapat (Brassica dan Ipomea, 2. yang menyebutkan bahwa Populasi tanaman menentukan kepadatan tanaman dan berhubungan erat dengan hasil Berat kering total tanaman akan meningkat bila jumlah populasi tanaman Gambar di atas merupakan salah satu alat caplak yang sering digunakan oleh patani untuk membuat garis tanam. Penggunaan alat tersebut menghasilkan garis tanam yang kurang Apabila diaplikasikan, populasi yang terbentuk kurang optimal karena garis tanam yang terbentuk adalah garis tanam tegel. Caplak garit yang sesuai memiliki 2 sisi yang digunakan untuk membuat baris tanam dan baris legowo. Selain itu penggunaan alat tersebut kurang efisien karena harus 2 kali pengerjaan untuk membuat garis tanam. Berbeda dengan penggunaan caplak rotari yang mana prinsipnya adalah membuat garis tanam dengan satu kali Adapun bentuk dari caplak garit yang sesuai adalah sebagai berikut: Contoh caplak garit sesuai rekomendasi Caplak garit di lokasi kajian Gambar 2. Caplak garis sesuai rekomendasi Berdasarkan penjabaran tersebut, maka akan dilakukan penyuluhan dari desain pemberdayaan terkait sistem tanam jajar legowo sesuai rekomendasi dengan model 2:1 menggunakan caplak rotari. Melalui penyuluhan tersebut diharapkan alat yang digunakan oleh petani untuk membuat garis tanam sudah menerapakan tanaman sisipan dan meningkatkan populasi pada area meningkatkan produktifitas hasil panen . Gambar 1. Caplak garit yang belum sesuai Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vo. 17 No. 2, 29 November 2022 Desain Pemberdayaan Kegiatan penyuluhan dievaluasi dengan melakukan pengukuran tingkat pengetahuan dan sikap petani menggunakan pre-test dan post-test. Masing-masing soal pre- test dan posttest memiliki jumlah pertanyaan sebanyak 10 Tabel 8. Hasil Analisis Pre-Test dan Post Test Aspek Pre-Test Pengetahuan Sikap Sumber: Hasil Olah Data Primer . Berdasarkan tabel tersebut, diperoleh data bahwa rerata skor pada aspek pengetahuan dalam pre-test mencapai 56. dan masuk dalam kagetori Sedang. Sementara itu setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, terjadi peningkatan capaian aspek pengetahuan melalui pengukuran post-test dengan rerata 75% dan tergolong dalam kategori Sangat Tinggi. Hasil tersebut menunjukan bahwa terjadi peningkatan pada aspek pengetahuan dengan besar peningkatan 83% setelah dilaksanakannya kegiatan penyuluhan. Menurut Widiastuti et al. Kegiatan Penyuluhan Pertanian akan efektif terhadap perubahan perilaku. Menurut Saleh . Strategi untuk meningkatkan respon petani dalam penerapan teknologi budidaya padi sawah sistem jajar legowo adalah dengan meningkatkan kegiatan penyuluhan secara terjadwal terhadap petani melalui aktivitas kelompok tani. Pada variabel sikap, diperoleh rerata capaian skor sebesar 61. sehingga tergolong dalam kategori Sedang, lalu pada hasil pengukuran post-test untuk variabel sikap diperoleh hasil rerata skor 83. 53% atau berada pada kategori Sangat Tinggi. Artinya peningkatan sebesar 22. Peningkatan pada aspek sikap petani dari hasil kuisioner diatas juga dapat menunjukan bahwa minat kemauan petani juga ikut meningkat setelah butir pada setiap variabel yang di ukur . engetahuan dan sika. Berdasarkan evaluasi yang dilaksanakan pada petani maka diperoleh hasil spada Tabel 8. Post-Test Peningkatan memahami dan mengerti manfaat serta keunggulan dari sistem tanam jajar legowo pemanfaatan tanaman sisipan yang tepat. Selain itu, peningkatan aspek sikap juga menunjukan bahwa petani menerima teknologi caplak rotari untuk dan mau menggunakan alat tersebut dalam membuat garis tanam yang sesuai pada sistem tanam jajar legowo. SIMPULAN Berdasarkan hasil kajian Minat Petani dalam Melaksanakan Sistem Tanam Jajar Legowo Sesuai Rekomendasi di Kalurahan Baturetno, diperoleh kesimpulan bahwa Minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo sesuai rekomendasi di Kalurahan Baturetno berdasarkan variabel minat kesenangan tergolong dalam kategori Tinggi, sedangkan Minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo sesuai rekomendasi di Kalurahan Baturetno berdasarkan variabel minat perhatian tergolong dalam kategori sedang, sementara itu Minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo sesuai rekomendasi di Kalurahan Baturetno berdasarkan Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vo. 17 No. 2, 29 November 2022 variabel minat kesadaran tergolong dalam kategori tinggi, dan Minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo sesuai rekomendasi di Kalurahan Baturetno berdasarkan variabel minat perhatian tergolong dalam kategori SARAN Kelompok tani dan gapoktan memperbanyak alat caplak rotari agar memudahkan pembuatan garis tanam yang sesuai sekaligus sebagai upaya melaksanakan sistem tanam jajar Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai studi perbandingan antara qpola tanam jajar legowo dan bukan jajar legowo untuk menyakinkan petani agar mau melaksanakan sistem tanam jajar legowo secara berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA