Efektivitas Teknik Cinema . (Wijiwardan. EFEKTIVITAS TEKNIK CINEMA THERAPY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM MENGHADAPI BERITA HOAX PADA SISWA SMA THE EFFECTIVENESS OF CINEMA THERAPY TECHNIQUES TO TRAIN CRITICAL THINKING ABILITIES IN FACING HOAX NEWS IN HIGH SCHOOL STUDENTS Oleh : Wijiwardani. Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, 2016@student. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik cinema therapy untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghadapi berita hoax pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Kalibawang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode quasi experimental design. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Sample yang digunakan sejumlah 16 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakna adalah skala berpikir kritis. Uji reabilitas skala memiliki koefisien alpha cronbachAos sebesar 0. 850 > 0,700. Uji hipotesis menggunkan uji paired t test menunjukan taraf signifikasi kelompok eksperimen sebesar 0,006 O 0,05 dan untuk kelompok kontrol 0,001 O 0,05. Teknik cinema therapy memberikan pengaruh lebih besar dari pada ceramah. Dengan demikian, hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti teknik cinema therapy efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berita hoax pada siswa SMA Negeri 1 Kalibawang. Kata kunci: cinema therapy, berpikir kritis, berita hoax Abstract This study aims to determine the effectiveness of cinema therapy techniques to train critical thinking skills of students grade XI at SMA Negeri 1 Kalibawang in dealing with hoax news. This research used experimental study with quasi experimental design method. The research design used is pretest-posttest control group design. The population in this study were all students of class XI. The sampling technique used is simple random sampling. The sample consisted of 16 students who were divided into experimental group and control group. The instrument used is a critical thinking scale. The scale reliability test has a cronbach alpha coefficient of 0. 850> 0. Hypothesis testing using the paired t test shows the significance level of the experimental group of 0. 006 O 0. 05 and for the control group 0. 001 O 0. The cinema therapy technique had a greater effect than a lecture. Therefor, hypothesis Ha is accepted and Ho is rejected, which means that cinema therapy technique is effective to use in improve critical thinking skills to deal with hoax news among students of SMA Negeri 1 Kalibawang. Keywords: cinema therapy, critical thinking, hoax news digunakan pada berbagai permasalah karena film PENDAHULUAN Zhe Wu (Stronge dan Lotter, 2015:. bersifat universal dan fleksibel dimana cerita mendefinisikan cinema therapy sebagai terapi yang terkandung dalam film bisa mengangkat yang kreatif dimana terapis menggunakan film berbagi isu seperti budaya, kelas sosial, jenis sebagai media untuk mendukung eksplorasi diri, kelamin, kekuasaan, dan orientasi seksual. Film juga terus up to date mengikuti perubahan zaman Dermer dan Hutchings (Gregerson, dengan genre dan jalan cerita yang lebih 2009:. mengatakan cinema therapy dapat 303 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 7. Juli 2021 membantu orang dengan masalah yang semakin bimbingan dan konseling atau psikoterapi. Guru beragam dan kompleks. bimbingan dan konseling bisa menggunakan film Cinema therapy bisa dilakukan secara melalui layanan bimbingan kelompok. Hallen individu maupun kelompok untuk membantu (Syafaruddin, klien menjadi sadar dan mengatasi masalah bimbingan kelompok merupakan kegiatan yang Studervant (Gregerson, 2009:. mengatakan bahwa menonton film melibatkan banyak kecerdasan dimana semakin banyak dilakukan secara kelompok yang terencana dan kecerdasan yang terlibat semakin cepat seseorang terorganisir yang memungkinkan anggotanya belajar karena banyak metode informasi yang diterima selama proses pembelajaran. Karakter mengemukakan pendapatnya. Topik yang dibahas dan skenario dalam film menyajikan metafora meliputi bidang pribadi, sosial, belajar dan karier. atau arketipe yang dapat berguna sebagai bahan Pemilihan topik berdasarkan pada data hasil need refleksi dan diskusi. Kekuatan, keberanian, dan assesment yang diberikan kepada siswa. topik-topik kualitas positif lainnya seringkali tercermin dalam Penyampaian topik dalam bimbingan karakter tokoh dalam film yang membantu klien kelompok dapat dilakukan dengan berbagai cara. dalam mengatasi masalah dalam hidupnya dan Pemilihan teknik ini tidak boleh dianggap remeh menjadi model dalam mencapi perilaku yang karena dengan pemilihan teknik yang tepat dapat Seperti yang dikatakan Bandura mempermudah peserta didik untuk memahami (Gregerson, 2. bahwa perilaku manusia topik yang sedang dibahas sehingga tujuan dipelajari secara obsevasi melalui permodelan. pelaksanaan bimbingan kelompok dapat tercapai Mengamati orang lain membantu seseorang secara optimal. Penggunaan teknik yang monoton mempelajari bagaimana perilaku baru dilakukan akan membuat siswa menjadi cepat bosan dan sebagai panduan dalam bertindak. Film bekerja kurang fokus selama mengikuti bimbingan secara psikologis dan logis sebagai media belajar Oleh karena itu, perlu digunakannya teknik yang menarik dan variatif. Cinema therapy meningkatkan pertumbuhan, penyembuhan, dan adalah pilihan yang tepat karena cocok digunakan transformasi dalam diri klien. untuk remaja sebagaimana yang disampaikan Khusumadewi dan Juliantika . oleh Hebert dan Neumeister yang menyatakan film dalam dunia pendidikan dapat digunakan bahwa cinema therapy efektif digunakan untuk anak muda atau remaja karena film memiliki bimbingan dan konseling. Film dapat diterapkan kekuatan di masyarakat dan merupakan bagian pada siswa sebagai cinema therapy dimana film yang penting dari kultur remaja (Powel, dkk, 2006: . perkembangan siswa. Film mampu memberikan Pada efek positif jika diitergrasikan dalam layanan berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu Efektivitas Teknik Cinema . (Wijiwardan. 304 guru bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 bersama - sama apa yang diperoleh dari film yang Kalibawang pada tanggal 6 Desember 2019 mereka tonton. Siswa tidak hanya pasif menerima topik bimbingan kelompok, tetapi diajak untuk Praktik aktif menganalisis dan mengkaji permasalahan kelompk selalu menggunakan ceramah dengan bantuan power point. Teknik yang monoton memahami sebuah masalah dari berbagi sudut membuat siswa kurang antusias untuk mengikuti pandang dilanjutkan memaknai jalan cerita untuk bimbingan kelompok yang berdampak pada mengambil pelajaran dari film. Cinema therapy tujuan bimbingan kelompok yang belum tercapai memiliki banyak manfaat, selain menemukan secara optimal. Penggunaan teknik ceramah juga dianggap kurang menarik karena siswa pasif motivasi, wawasan, dan bahkan pandangan hidup mendengarkan apa yang disampaikan guru baru yang berasal dari luar kehidupannya. Siswa bimbingan kelompok masih kurang. Siswa memandang dunia dengan lebih luas dan objektif. Di SMA Negeri 1 Kalibawang teknik Pemilihan film yang digunakan untuk bimbingan kelompok tidak boleh sembarangan. Film yang dipilih disesuaikan dengan topik yang dibahas manfaat lain dari film. Siswa hanya mengetahui dan tujuan yang ingin dicapai dari bimbingan film sebagai sekedar hiburan semata padahal film memiliki manfaat lebih. Pemberian layanan Seiring bertambahnya usia seseorang bimbingan kelompok menggunakan film sebagai memiliki tugas perkembangan yang berbeda dan Setiap Ae pendekatan psikologis mampu meningkatkan perkembangan ini penting untuk dipenuhi agar keberhasilan bimbingan kelompok secara efektif dan efisien. Keberhasilan ini tidak terlepas dari Siswa SMA dapat digolongkan film sebagai media belajar yang menyenangkan, seperti yang diungkapkan oleh Strong dan Lotter perkembangan yang berubah dari sebelumnya . bahwa dengan film sebagai alat terapi pada masa kanak Ae kanak. Tugas perkembangan meliputi berbagai aspek salah satunya aspek kognitif yang berpengaruh pada pola pemikiran. menciptakan suasana belajar yang ideal yang Cole (Putro, 2017:. merumuskan arah tujuan mampu membuat siswa menikamati proses menyenangi prinsip umum dan jawaban yang Cinema yang juga memiliki tugas final atau akhir menjadi membutuhkan penjelasan kelompok dilakukan dengan mengajak siswa tentang sebuah fakta dan teori. dari yang menonton film. Setelah itu, siswa mendiskusikan menerima begitu saja kebenaran dari sumber 305 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 7. Juli 2021 otoritas menjadi memerlukan bukti yang dapat menghadapi berita hoax masih kurang. Kedaan dipercaya sebelum menerima. memiliki banyak tersebut membuat siswa kerap menjadi korban minat atau perhatian menjadi memiliki sedikit berita hoax karena langsung mempercayai berita minat atau perhatian terhadap lawan jenis dan yang diterima dan sering tidak melakukan bergaul dengan mereka. sebelumnya bersifat klarifikasi kebenarannya terlebih dahulu. Berita subjektif dalam menafsirkan sesuatu menjadi yang terlihat meyakinkan, viral di media sosial, bersifat objektif. Secara garis besar dapat dan banyak dibicarkan orang membuat mereka disimpulkan bahwa terjadi kematangan kognitif mudah mempercayai berita tersebut. Rifauddin Halida memungkinkan kemampuan berpikir kritis pada mendefinisikan berita haox sebagai isu atau remaja meningkat. informasi palsu yang dibuat dan disebarkan oleh Kemampuan berpikir kritis penting bagi seseorang atau kelompok tertentu dengan tujuan dan maksud tertentu. Kompas . melaporkan Rudinow dan Barry . 8:11-. bahwa berpikir remaja sangat rentang menjadi pelaku penyebar kritis sebagai suatu set konseptual yang berkaitan berita hoax di media sosial. Ini menunjukan dengan keterampilan intelektual dan strategi yang kurangnya kemampuan berpikir kritis dikalangan berguna untuk membuat keputusan yang logis Remaja masih cenderung emosional mengenai apa yang harus dilakukan dan tidak sehingga menyebabkan mereka kurang selektif harus dilakukan serta apa yang bisa dipercaya dengan yang tidak bisa dipercaya. Berpikir kritis terutama yang sensasional dan sedang viral dan membuat orang berpikir ulang dalam mengolah langsung menyebarkannya tanpa pikir panjang. informasi, mengidentifikasi, mengevaluasi dan Hasil survei yang dilakukan We Are Social di menentukan sikap dan keputusan secara logis. tahun 2017 menunjukan 18 persen pengguna Orang yang berpikir kritis mampu terhindar dari media sosial adalah siswa dengan usia 13 sampai mengambil keputusan yang salah dalam hidupnya yang berdampak merugikan bagi diri sendiri dan . ttps://lifestyle. com/read/2017/09/22/16 orang lain. 1600620/remaja-rentan-jadi-penyebar-berita- Pada kenyataannya tidak semua orang hoax?page=al. Jumlah ini tidak boleh dianggap mampu berpikir kritis sehingga menimbulkan sepele karena dari jumlah tersebut jika siswa masalah seperti yang peneliti temui di SMA tidak mampu berpikir kritis dan langsung Negeri meneruskan berita yang mereka terima ke orang wawancara dengan beberapa siswa diketahui lain maka bisa dibayangkan akan ada semakin banyak orang yang akan menjadi korban berita menyikapi berita yang beredar masih kurang. Apalagi diketahui persebaran berita hoax Siswapun mengakui bahwa pengetahuan tentang paling banyak melalui media sosial. Berita hoax berita hoax dan kemampuan berpikir kritis untuk seringkali berdampak langsung pada kehidupan Kalibawang. Berdasarkaan Efektivitas Teknik Cinema . (Wijiwardan. 306 nyata, contohnya rusaknya nama baik seseorang, menghadapi berita hoax mengingat penelitan pengalihan isu, adu domba, penipuan dan masih tersebut belum pernah dilakukan sehingga siswa banyak lagi. terhindar dari bahaya berita hoax. Berdasarkan Kominfo menunjukan pada bulan Agustus 2018 sampai dengan November 2019 terdapat 3. 901 hoax. Hoax tersebut meliputi isu SARA, politik, kesehatan dan masih banyak lagi. Kominfo membentuk Tim AIS sebagai langkah untuk menghentikan penyebaran berita hoax terutama di Tim AIS bertugas untuk melakukan pengaisan, identifikasi, verifikasi, dan validasi terhadap seluruh konten internet yang beredar di METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Jenis experimental dan desain penelitian pretestposttest control group design. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Indonesia. Konten yang dimaksud meliputi baik Kalibawang Samigaluh No. KM 1 Kriyan Banjararum, pornografi, perjudian, maupun konten negatif Kalibawang. Kulon Progo. Penelitian dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2020 sampai dengan . ttps://kominfo. id/content/detail/23068/sepan tanggal 28 Agustus 2020. jang-november-2019-kemenkominfo-identifikasi- Subjek Penelitian Jl. Dekso 260-hoaks/0/sorotan_medi. Selain itu, untuk Subjek penelitian ini adalah siswa kelas menunjang keberhasilan pemberantasan berita XI SMA Negeri 1 Kalibawang tahun pelajaran hoax perlu dilakukan pelatihan kemampuan 2019/2020. Teknik sampling yang digunakan berpikir kritis. Salah satu cara yang bisa adalah simple random sampling dengan jumlah sample sebanyak 16 siswa. bimbingan kelompok untuk melatih kemampuan Metode Pengumpulan Data berpikir kritis untuk remaja mengingat remaja Teknik pengumpulan data yang digunakan rentan menjadi penyebar berita hoax karena adalah skala. Instrument yang digunakan adalah pemikirannya yang belum matang. skala berpikir kritis. Kategori jawaban dalam Berdasarkan kondisi di atas peneliti tertarik penelitian ini menggunakan empat alternatif jawaban, yaitu sangat sesuai (SS), sesuai (S). AuEfektivitas Teknik Cinema Therapy untuk tidak sesuai (TS) dan sangat tidak sesuai (STS). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Validitas dan Reliabilitas Menghadapi Berita Hoax pada Siswa SMA. Ay Penelitian Uji Validitas yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendapat dari ahli keefektivan cinema therapy jika digunakan untuk . xpert judgemen. dan perhitungan product meningkatkan kemampuan berpikir kritis untuk moment yang menunjukan bahwa dari 33 item 307 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 7. Juli 2021 pernytaan terdapat 9 item gugur. Uji reliabilitas menunjukan nilai alpha cronbach 0. 850 > 0,700 tertinggi dialami oleh MN dengan 15 poin. sehingga instrumen dinyatakan reliable. Hasil Pretest dan Posttest pada Kelompok Teknik Analisis Data RW, Tabel 2. hasil pretest dan posttest kelompok menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Setelah data diketahui terdistrubusi normal dan Subjek Pretest mempunyai variasi yang sama lalu dilakukan uji hipotesis menggunakan uji paired t tes. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Pretest dan Posttest pada Kelompok Eksperimen Tabel 1. hasil pretest dan posttest kelompok Subjek Pretest Kategori Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Kontrol Teknik analisis data dalam penelitian ini Posttest Kategori Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sumber: Data Primer Diolah, 2020 Berdasarkan data diatas, diketahui bahwa semua subjek dalam kategori sangat tinggi. Semua subjek penelitian mengalami peningkatan Terdapat perbedaan hasil antara pre-test dengan post-test Jika dilihat dari tabel terdapat beberapa subjek yang mengalami peningkatan yang signifikan sebanyak empat siswa, yaitu oleh MA. SN. MN, dan AD, sedangkan QD. ZA. RW, dan RN mengalami peningkatan yang rendah. Peningkatan skor terendah sebanyak 1 poin Kategori Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Posttest Kategori Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sumber: Data Primer Diolah, 2020 Berdasarkan data diatas, diketahui bahwa semua subjek dalam kategori sangat tinggi. Semua subjek penelitian mengalami peningkatan Jika dilihat dari tabel terdapat beberapa subjek yang mengalami peningkatan skor yang signifikan sebanyak dua siswa, yaitu oleh PN, dan AN, sedangkan SS. CS. PM. YD. PN. AN. AE, dan FR mengalami peningkatan yang rendah. Peningkatan skor terendah sebanyak 1 poin YD, tertinggi dialami oleh PN dan AE dengan 7 poin. Hasil Pretest dan Posttest Skala Berpikir Kritis dalam Menghadapi Berita Hoax Tabel 3. hasil pretest dan posttest kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghadapi berita Efektivitas Teknik Cinema . (Wijiwardan. 308 Kelompok Kelompok Kontrol Eksperimen Posttest Pretest Posttest Total Skor Skor Max Skor Min Rata-rata 75,62 82,88 75,50 79,50 Kategori Sangat Sangat Sangat Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Meningkat data terdistribusi normal karena 0,200. Ou 0,05. Meningkat Tabel 5. Output Uji Homogenitas Levene Statistic df1 Hasil Berpikir dilakukan posttest. Sedangkan kelompok kontrol Based on Median Based on trimmed cinema therapy mengalami peningkatan skor ratasetelah yang diberikan bimbingan kelompok dengan 82,88 Sig. Based on Mean and with adjusted bahwa kelompok eksperimen yaitu kelompok Based on Median Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui 75,62 kontrol sama-sama sebesar 0,200. Oleh karena itu Kritis Uji Homogenitas Sumber: Data Primer Diolah, 2020 pretest kelompok kontrol dan pos-test kelompok Pretest Katerangan Sumber: Data Primer Diolah, 2020 Berdasarkan yang diberikan bimbingan kelompok dengan ceramah menunjukan hasil pretest 75,50 menjadi 0,183 Ou 0,05. Oleh karena itu, dapat ditarik 79,50 setelah dilakukan posttest. Berdasarkan kesimpulan data penelitian adalah homogen. data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Uji Hipotesis kelompok eksperimen mengalami peningkatan Tabel 6. Output Uji Hipotesis yang lebih tingi dari pada kelompok kontrol. Paired Differences Hasil Uji Uji Normalitas Confidence Tabel 4. Output Uji Normalitas Std. Hasil Berpikir Pre-Test Kritis Eksperimen Statistic Sig. Std. en - PostTest Pre-Test Kontrol Eksperim Post-Test Kontrol Sumber: Data Primer Diolah, 2020 Pai Pre-Test r 2 Kontrol - Hasil uji normalitas menunjukan bahwa Post-Test Kontrol Sig. d taile f . Pai Pre-Test r 1 Eksperim Eksperimen Difference Mea Deviati Mea Lowe Upp Post-Test Erro KolmogorovSmirnova Kelompok Interval of 86 7 . 29 7 . 309 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 7. Juli 2021 Sumber: Data Primer Diolah, 2020 kelompok eksperimen mengalami peningkatan Tabel diatas menunjukan taraf signifikasi dari 75,62 menjadi 82,88. Berdasarkan data kelompok eksperimen sebesar 0,006 O 0,05 dan tersebut diketahui bahwa kelompok eksperimen untuk kelompok kontrol 0,001 O 0,05. Hasil dengan cinema therapy memberikan hasil yang tersebut menunjukan bahwa teknik cinema therapy dan ceramah sama-sam berpengaruh lebih tinggi dari pada kelompok kontrol dengan Peningkatan skor tersebut menunjukan dalam melatih kemmapuan berpikir kritis dalam Mean eksperimen sebesar -7. 250 lebih besar dari pada mean kelompok kontrol -4. 000 sehingga teknik cinema therapy memberikan pengaruh lebih besar dari pada ceramah. Dengan demikian, hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti teknik meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berita hoax pada siswa SMA Negeri bahwa treatmen yang dilakukan memberikan dampak kepada siswa terutama pada kelompok Siswa yang dulunya kurang kritis dalam memilah - milah berita antara berita hoax Selain itu, siswa juga memperoleh gambaran cara menyikapi berita Setelah dilakukan bimbingan kelompok siswa telah memiliki gambaran mengenai berita hoax, tambahan pengetahuan dan meningkatkan 1 Kalibawang. kemampuan mereka untuk berpikir kritis dalam menghadapi berita hoax. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Penelitian ini melalui tiga tahapan yaitu pre-test, post-test. Penelitian Tiap kelompok terdiri dari 8 siswa yang dipilih secara Kelompok eksperimen diberikan bimbingan bimbingan kelompok dengan ceramah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala berpikir kritis. Skala tersebut digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa dalam Nilai rata-rata antara hasil pre-test dengan peningkatan dari 75,5 menjadi 79,5. Nilai ratarata antara hasil pre-test dengan post-test pada berdasarkan uji hipotesis menggunakan uji paired t test dengan taraf sigifikasi 5% atau 0,05 eksperimen sebesar 0,006 O 0,05 dan untuk kelompok kontrol 0,001 O 0,05. Mean kelompok eksperimen sebesar -7. 250 lebih besar dari pada mean kelompok kontrol -4. hasil teresbut menunjukan teknik cinema therapy efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi berita hoax pada siswa SMA Negeri 1 Kalibawang. menghadapi berita hoax. post-test Hipotesis Hasil tersebut selaras dengan Parmigiani . pendekatan pengajaran berdasarkan landasan pendekatan pengajaran klasik yang berpusat pada verbal atau ceramah. Efektivitas Teknik Cinema . (Wijiwardan. 310 Sejalan dengan pendapat teresbut Uouyd, dkk (Tanriverdi, 2013:. menyatakan bahwa nilai-nilai dalam film dan dikaitkan dengan film merupakan salah satu cara terbaik yang bisa Berdasarkan pembahasan diatas cinema digunakan untuk mengembangkan kemampuan therapy bisa menjadi alternatif teknik dalam berpikir kritis karena unsur-unsur film bisa kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi penonton untuk berpikir kritis. Sturdevant (Woltz 2004:. berita hoax. seseorang mampu menerima dan memproses SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan seseorang lebih cepat belajar karena merangsang dilakukan di SMA Negeri 1 Kalibawang, maka kemampuan berpikir. Kecerdasan - kecerdasan dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang terlibat selama seseorang menonton film, skor rata-rata pada kemampuan berpikir kritis yaitu : . Naskah cerita melibatkan linguistic siswa dalam menghadapi berita hoax. Kelompok intelligence, . Alur film melibatkan logical eksperimen mengalami peningkatan rata-rata dari intelligence, . Warna, gambar dan simbol 75,6 menjadi 82,8 sedangkan pada kelompok melibatkan visual-spatial intelligence, . Musik kontrol mengalami peningkatan dari 75,5 menjadi dan suara dalam film melibatkan musical 79,5. Uji paired t-test dengan SPSS versi 16 intelligence, . Cerita . ari sudut pandang toko. dengan taraf sigifikasi 5% atau 0,05 menunjukan melibatkan interpersonal intelligence, . Gerakan taraf signifikasi kelompok eksperimen sebesar atau movement tokoh dalam film melibatkan 0,006 O 0,05 dan untuk kelompok kontrol 0,001 O kinesthetic intelligence, . Refleksi diri atau kata 0,05. Mean kelompok eksperimen sebesar -7. hati tokoh dalam film terutama pada film lebih besar dari pada mean kelompok kontrol - inspiratif melibatkan intrapsychic intelligence. Berdasarkan data tersebut, maka Ha Kecerdasan di atas membantu dalam efektif dalam melatih kemampuan berpikir kritis sebagimana pendapat Ulus (Gregerson, 2010: . siswa untuk menghadapi berita hoax pada siswa yang menjelaskan ada tiga proses yang dialami kelas XI SMA Neger 1 Kalibawang. oleh penonton ketika menonton film, yaitu: . Saran Tahap diterima yang berarti teknik cinema therapy Berdasrkan yang telah memproyeksikan dirinya dalam film, . Tahap peneliti lakukan, terdapat beberapa saran yang identifikasi adalah tahap dimann penonton dapat dapat disampaikan diantaranya: mengidentifikasi karakter dan alur dalam film Bagi Guru Bimbingan dan Konseling apakah cocok dengan dirinya atau tidak, dan . Tahap introyeksi penonton mampu mengambil Penelitian ini menunjukan teknik cinema therapy efektif dalam melatih 311 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 7. Juli 2021 kemampuan berpikir kritis siswa untuk menghadapi berita hoax, maka disarankan guru bimbingan dan konseling dapat menggunakan cinema therapy sebagai salah satu alternatif teknik yang dapat bimbingan kelompok. Bagi Peneliti Selanjutnya Peneliti memperhatikan komponen film seperti jalan cerita dan tokoh yang memiliki permasalahan dan kondisi yang semirip mungkin denagn siswa sehingga tujuan dengan maksimal. Kominfo. Sepanjang November 2019. Kemenkominfo Identifikasi 260 Hoaks. https://kominfo. id/content/detail/23068 /sepanjang-november-2019kemenkominfo-identifikasi-260hoaks/0/sorotan_media. Diakses pada tanggal 20 Februari 2020 Kompas. Remaja Rentan Jadi Penyebar Berita Hoax. https://lifestyle. com/read/2017/09 /22/161600620/remaja-rentan-jadipenyebar-berita-hoax?page=all. Diakses pada tanggal 20 Februari 2020 Parmigiani. Learning and Teaching with Media and Technology. Research on Education and Media, 1, 7-10 Powell. Newgent. , & Lee. Group Cinematherapy: Using Metaphor to Enhance Adolescent SelfEsteem. The Arts in Psychotherapy, 33. Bagi Siswa Siswa Putro. Memahami Ciri dan Tugas Perkembangan Masa Remaja. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 17 . , 25Ae32 kehidupan sehari-hari terutama dalam menghadapi berita hoax. DAFTAR PUSTAKA