REKA KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN . : 2829-0. DOI: https://doi. org/10. 26760/rekakarya. Volume 5 | Nomor 1 Maret 2026 Workshop Pembaruan Sistem Rating Perkerasan Bandar Udara Dengan Sistem ACR-PCR Luthfi Chaliqi Taufiq1. Barkah Wahyu Widianto2. Luwandiko Wismar3. Putu Kresna Jaya4 Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia Institut Teknologi Nasional. Bandung. Indonesia Surbana Jurong Indonesia. Jakarta. Indonesia Institut PT Nur Straits Engineering. Bandung. Indonesia luthfict@usk. Barkah@itenas. id2, luwandiko. wismar@surbanajurong. kris@gmail. ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis personel Divisi Teknik dari seluruh cabang PT Angkasa Pura I dalam menerapkan sistem penilaian daya dukung perkerasan bandar udara yang terbaru, yaitu Aircraft Classification Rating Ae Pavement Classification Rating (ACRAePCR). Sistem ini diadopsi sebagai pembaruan dari metode ACNAePCN berdasarkan arahan Direktorat Bandar Udara tahun 2024, serta merupakan respons terhadap kebutuhan penilaian kapasitas perkerasan yang lebih akurat dan sesuai standar internasional. Workshop dilaksanakan pada 29Ae30 Agustus 2024 di Training Centre PT Angkasa Pura I. Bogor, dan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari manajer teknik dan staf teknis. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta simulasi komputasi menggunakan perangkat lunak FAARFIELD 2. Peserta mempelajari konsep dasar ACRAePCR, kebutuhan data teknis, perbedaan mendasar dengan ACNAePCN, serta prosedur penentuan nilai PCR permanen dan sementara melalui Metode AuUAy. Selain itu, peserta melakukan latihan penghitungan PCR berdasarkan data runway dan taxiway masing-masing bandara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip dan prosedur penerapan ACRAePCR, serta kemampuan dalam menggunakan FAARFIELD 2. 0 untuk analisis kapasitas perkerasan. Workshop ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesiapan PT Angkasa Pura I untuk menerapkan sistem rating perkerasan yang lebih modern dan konsisten di seluruh unit bandara. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi teknis antar bandara dalam penilaian kondisi perkerasan secara terstandar. Kata kunci: ACRAePCR, rating perkerasan, bandar udara. FAARFIELD. ACNAePCN, pengabdian Reka Karya - 43 Luthfi Chaliqi Taufiq dkk PENDAHULUAN Perubahan penting dalam sistem penilaian kapasitas perkerasan bandar udara terjadi setelah ICAO menerbitkan pembaruan metodologi rating perkerasan melalui Aerodrome Design Manual Part 3 (International Civil Aviation Organization (ICAO) 2. Dokumen ini memperkenalkan sistem Aircraft Classification Rating Ae Pavement Classification Rating (ACRAePCR) sebagai penyempurnaan dari metode terdahulu Aircraft Classification Number Ae Pavement Classification Number (ACNAePCN). Sistem ACRAePCR dirancang untuk menggantikan ACNAePCN secara global karena menawarkan penilaian kapasitas yang lebih akurat berbasis pendekatan mekanistik-empirik (ME), sejalan dengan perkembangan konfigurasi dan beban pesawat modern. Perubahan tersebut diadopsi oleh Federal Aviation Administration (FAA) melalui Advisory Circular AC 150/5335-5D (FAA 2. yang mengatur pelaporan kekuatan perkerasan runway, taxiway, dan apron dalam bentuk PCR. Dibandingkan PCN. PCR diturunkan dari analisis respon struktural perkerasan, regangan kritis pada lapis beraspal dan tanah dasar, serta estimasi jumlah lintasan izin menggunakan model kerusakan terkalibrasi. Dengan demikian. ACRAePCR memberikan gambaran yang lebih realistis terhadap kondisi aktual dan sisa kapasitas struktural perkerasan dibandingkan sistem ACNAePCN yang bersifat lebih empiris. Di Indonesia, kajian teknis mengenai penerapan ACRAePCR mulai berkembang. Salah satu studi awal dilakukan oleh Taufiq dkk. (Taufiq, et al. pada struktur perkerasan Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, yang menunjukkan bagaimana sistem ACRAePCR dan program FAARFIELD 2. 0 dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja perkerasan lentur berdasarkan kriteria kelelahan lapis beraspal dan deformasi permanen tanah dasar. Hasil penelitian tersebut menegaskan bahwa lapis beraspal dapat berperan sebagai lapis kritis dengan cumulative damage factor (CDF) > 1 serta menghasilkan nilai PCR yang lebih representatif dibandingkan PCN konvensional. Temuan ini menguatkan pentingnya transisi menuju sistem rating baru, sekaligus memperlihatkan kebutuhan penguasaan konsep dan perangkat analisis ACRAePCR di kalangan praktisi bandara. Menindaklanjuti perkembangan standar internasional dan hasil kajian tersebut. Direktorat Bandar Udara (DBU) menerbitkan Surat AU. 106/4/4/DBU-2024 yang mengarahkan perubahan metode penentuan daya dukung perkerasan dari ACNAePCN menjadi ACRAePCR di lingkungan bandar udara Indonesia. Kebijakan ini menuntut peningkatan kapasitas teknis operator bandara, khususnya dalam pengumpulan data, pemodelan struktur perkerasan, pengoperasian FAARFIELD 2. 0, serta interpretasi hasil rating PCR untuk keperluan operasional dan perencanaan. Sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas tersebut. PT Angkasa Pura I menyelenggarakan Workshop Perhitungan Daya Dukung Perkerasan ACNAePCN menjadi ACRAePCR dan COMFAA FAARFIELD pada 29Ae30 Agustus 2024 di Bogor. Workshop diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas manajer teknik dan staf teknis dari seluruh cabang bandar udara. Artikel pengabdian masyarakat ini mendokumentasikan desain kegiatan, metode pembelajaran, dan hasil pelaksanaan workshop yang dirancang untuk menjembatani temuan penelitian ACRAePCR ke dalam praktik sehari-hari pengelolaan perkerasan di lingkungan PT Angkasa Pura I. METODOLOGI Metodologi kegiatan pengabdian masyarakat ini disusun untuk mendukung proses transfer pengetahuan terkait sistem penilaian daya dukung perkerasan bandar udara berbasis ACRAePCR. Pendekatan metodologis mengacu pada standar dan pedoman teknis yang dikeluarkan oleh ICAO dan FAA. Reka Karya - 44 Workshop Pembaruan Sistem Rating Perkerasan Bandar Udara Dengan Sistem ACR-PCR khususnya ICAO Aerodrome Design Manual Part 3 . FAA Advisory Circular AC 150/5335-5D . , dan AC 150/5335-5C . , yang menjadi dasar perubahan dari sistem ACNAePCN. 1 Pendekatan Pembelajaran Berbasis Regulasi Tahap pertama adalah pemberian materi regulasi yang menjelaskan landasan perubahan sistem rating dari ACNAePCN menuju ACRAePCR. Penjelasan ini merujuk pada: a ICAO Doc 9157. Aerodrome Design Manual Part 3 Ae Pavements (International Civil Aviation Organization (ICAO) 2022. International Civil Aviation Organization (ICAO) 1. , yang memperkenalkan pendekatan mekanistik-empirik dalam penilaian kapasitas perkerasan. a FAA AC 150/5335-5D. Standardized Method of Reporting Airport Pavement Strength Ae PCR (FAA 2. , yang menjadi rujukan metode pelaporan PCR secara resmi sejak ACNAePCN tidak lagi direkomendasikan. a FAA AC 150/5335-5C (FAA 2. , sebagai acuan sistem terdahulu dan titik pembanding dalam proses transisi menuju metode baru. Tahap ini menjadi pengantar konseptual agar peserta memahami perbedaan mendasar antara ACNAePCN dan ACRAePCR, serta urgensi penerapannya dalam praktik operasi bandar udara. 2 Pembelajaran Konsep Mekanistik-Empirik ACRAePCR Pada tahap kedua, peserta diperkenalkan prinsip mekanistik-empirik (ME) yang menjadi dasar perhitungan ACRAePCR, sebagaimana ditetapkan dalam ICAO dan FAA (International Civil Aviation Organization (ICAO) 2022. FAA 2. Pendekatan ME mempertimbangkan: a respons struktural perkerasan terhadap beban pesawat, a regangan kritis pada lapisan beraspal . atigue crackin. , a regangan kritis di tanah dasar . ermanent deformatio. , a jumlah lintasan izin yang dihitung dengan model kerusakan. Metode ini merupakan penyempurnaan signifikan dari pendekatan ACNAePCN yang bersifat empiris dan generalisasi sehingga sering tidak mencerminkan kondisi nyata perkerasan (FAA AC 150/5335-5D). 3 Demonstrasi dan Simulasi Komputasi Menggunakan FAARFIELD 2. Tahap berikutnya adalah pelatihan penggunaan perangkat lunak FAARFIELD 2. 0 (FAA 2. perangkat resmi FAA untuk: a analisis mekanistik-empirik struktur perkerasan, a perhitungan ACRAePCR berdasarkan konfigurasi pesawat, subgrade, dan struktur lapisan, a simulasi variable gear loading serta konfigurasi multi-tipe pesawat. Seluruh tahapan simulasi dilakukan mengikuti prosedur perhitungan yang dijelaskan dalam FAA AC 150/5335-5D. Peserta melakukan hands-on computing dengan data runway/taxiway masing-masing bandara, sehingga proses pelatihan bersifat kontekstual dan relevan terhadap kebutuhan operasional. 4 Praktik Penghitungan PCR dan Penerapan Metode AuUAy Peserta melakukan praktik penyusunan nilai PCR final maupun PCR sementara menggunakan: a PCR F/D/W/T, sesuai format ICAOAeFAA, a Metode AuUAy, yaitu pendekatan penilaian cepat . apid assessmen. yang digunakan apabila data lengkap belum tersedia. Tahapan ini dilakukan dengan pendampingan instruktur dan merujuk pada ICAO Pavement Rating Guidance dan FAA AC 150/5335-5D untuk memastikan konsistensi hasil. Reka Karya - 45 Luthfi Chaliqi Taufiq dkk 5 Diskusi Kelompok. Evaluasi Hasil, dan Harmonisasi Teknik Antar Bandara Diskusi kelompok dilakukan untuk: a membandingkan hasil PCR setiap bandara, a mengevaluasi input, asumsi, dan sensitivitas parameter, a menyelaraskan SOP internal PT Angkasa Pura I dalam implementasi ACRAePCR. Diskusi teknis ini dirancang untuk menghasilkan interpretasi seragam di seluruh unit bandara, sebagaimana dianjurkan ICAO dalam konteks harmonisasi pelaporan kekuatan perkerasan. PELAKSANAAN 1 Hari Pertama . Agustus 2. Pelaksanaan dimulai dengan registrasi dan pembukaan. Sesi awal membahas aspek regulasi dalam penerapan ACRAePCR di Indonesia yang disampaikan oleh Tim Direktorat Bandar Udara. Dilanjutkan dengan materi inti mengenai konsep dan perhitungan ACRAePCR. Setelah sesi teoritis, peserta mengikuti praktik persiapan data dan proses penghitungan ACRAePCR menggunakan contoh studi kasus beberapa runway di lingkungan PT Angkasa Pura I. Pada sesi siang hari, dilakukan pembahasan hasil perhitungan peserta dengan pendekatan diskusi kelompok bersama Tim DBU dan tim instruktur. 2 Hari Kedua . Agustus 2. Pelaksanaan difokuskan pada penggunaan perangkat lunak terbaru FAARFIELD 2. 0 dan COMFAA sebagai alat bantu perhitungan kapasitas perkerasan. Peserta diberikan kesempatan melakukan handson computing secara langsung menggunakan data teknis bandara masing-masing. Kegiatan ditutup dengan praktik penyusunan nilai PCR sementara menggunakan Metode AuUAy, diskusi teknis lanjutan, dan penyampaian umpan balik dari peserta. Gambar 1 Sesi pemaparan materi Reka Karya - 46 Workshop Pembaruan Sistem Rating Perkerasan Bandar Udara Dengan Sistem ACR-PCR Gambar 2 Sesi foto bersama peserta Gambar 3 Cuplikan bahan paparan HASIL DAN DAMPAK KEGIATAN Kegiatan workshop memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas teknis staf teknik PT Angkasa Pura I. Hasil kegiatan antara lain: Meningkatnya pemahaman terkait konsep ACRAePCR, termasuk struktur input data, persyaratan teknis, dan metode interpretasi hasil. Peserta mampu mengoperasikan FAARFIELD 2. 0 untuk melakukan analisis kapasitas perkerasan sesuai standar terbaru. Reka Karya - 47 Luthfi Chaliqi Taufiq dkk Setiap peserta berhasil menghitung nilai PCR untuk runway/taxiway bandara masing-masing dan memahami tahapan verifikasinya. Peserta mampu mengusulkan nilai PCR sementara menggunakan Metode AuUAy yang diakui oleh DBU sebagai teknik sementara sebelum penilaian penuh. Terbentuknya pemahaman kolektif di seluruh unit bandara mengenai perlunya harmonisasi sistem perhitungan rating perkerasan. Secara keseluruhan, kegiatan ini mendukung peningkatan kompetensi teknis dan memperkuat kesiapan PT Angkasa Pura I dalam mengimplementasikan sistem rating perkerasan berbasis ACRAePCR. KESIMPULAN Workshop Pembaruan Sistem Rating Perkerasan Bandar Udara dengan Sistem ACRAePCR telah berjalan dengan baik dan mencapai target peningkatan kapasitas teknis bagi 30 peserta dari seluruh cabang PT Angkasa Pura I. Melalui perpaduan paparan regulasi, materi teknis, simulasi FAARFIELD 2. 0, dan praktik penghitungan PCR per bandara, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai sistem ACRAePCR dan penerapannya pada operasional bandar udara di Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia merupakan langkah kunci dalam mendukung implementasi sistem penilaian perkerasan terbaru di lingkungan PT Angkasa Pura I. Ke depan, kegiatan serupa penting untuk terus dilaksanakan sebagai bagian dari peningkatan kualitas pengelolaan perkerasan sisi udara di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA