Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 BUKU KIA KHUSUS BAYI KECIL MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU DALAM PERAWATAN METODE KANGURU Nofi Setiyani1. Happy Dwi Aprilina2. Umi Solikhah3. Endah Ekawati4 1,2,3 Ilmu Keperawatan S1 Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. 1,2,3 Jl. Suparjo Rustam KM. 7 PO. Box 226 Purwokerto. Kode Pos 53186. RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Jl. Dr. Gumbreg No. Kabupaten Banyumas. Jawa Tengah. Telepon: . e-mail: happydwiaprilina@ump. , novieset29@gmail. Artikel Diterima : 22 Februari 2025. Direvisi : 14 Maret 2025. Diterbitkan : 28 Maret 2025 ABSTRAK Pendahuluan: Prevalensi BBLR di Ruang Perinatologi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto periode bulan September 2023 terdapat 55 . %) kasus BBLR dari total 161 kelahiran bayi. Buku KIA Khusus Bayi Kecil bertujuan untuk memberikan informasi pelayanan dan perawatan kesehatan bayi kecil (Berat Badan kurang dari 2500 gram atau usia kehamilan kurang dari 37 mingg. merupakan buku tambahan yang digunakan bersama dengan buku KIA. Buku ini berisi petunjuk dalam melakukan perawatan pada bayi BBLR salah satunya adalah Perawatan Metode Kanguru (PMK). Buku tersebut diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan dalam pelayanan bayi berat lahir rendah, serta meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga dalam merawat bayi kecil. Buku KIA khusus bayi kecil ini adalah desain baru dari pemerintah yang peneliti lihat keefektifannya untuk membantu para ibu dalam merawat bayi Tujuan: Mengetahui Pengaruh Buku KIA Khusus Bayi Kecil terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Ibu tentang Perawatan Metode Kanguru pada Bayi Berat Lahir Rendah. Metode: Penelitian ini menggunakan prosedur kuantitatif. Desain penelitian pada variabel pengetahuan adalah Quasi Experimental sedangkan pada variabel keterampilan menggunakan True Experimental Post-Test Only Control Design dengan jumlah sampel masing-masing kelompok baik kelompok kontrol maupun perlakuan sebesar 35 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi dengan uji Wilcoxon serta uji Mann Whitney untuk mengetahui selisih antar kelompok perlakuan. Hasil: Hasil Uji Mann Whitney pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan menunjukkan bahwa selisih peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang perawatan metode kanguru pada BBLR antara kelompok kontrol dengan media leaflet dan kelompok perlakuan menggunakan media buku KIA khusus bayi kecil didapatkan nilai p-value 0. <0. pada pengetahuan dan p-value 0. <0. pada keterampilan. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media buku KIA khusus bayi kecil berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu BBLR. Saran: Perlu adanya dukungan dan kemauan dari ibu yang mempunyai bayi kecil untuk selalu meluangkan waktu dan memanfaatkan segala informasi yang ada di Buku KIA Khusus Bayi Kecil serta perlunya peningkatan kualitas pelayanan dan penggunaan Buku KIA Khusus Bayi Kecil dalam pemberian edukasi kepada ibu dengan bayi kecil oleh petugas kesehatan. Kata Kunci: bblr, keterampilan, kia, pengetahuan, pmk. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 . Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Introduction: The prevalence of Low Birth Weight (LBW) in the Perinatology Room of Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital in September 2023, there were 55 cases of LBW from a total of 161 births. This indicates that 36% of LBW babies were born and treated in the Perinatology Room during September 2023. The Special KIA Book for Preterm Infants is designed to provide information on the care and health services for infants with low birth weight . ess than 2500 grams or gestational age less than 37 week. This book is used in conjunction with the general KIA book, which includes guidelines for the care of low birth weight infants, including Kangaroo Mother Care (KMC). It is anticipated that the book will aid healthcare providers in the management of low birth weight infants and enhance maternal and family knowledge about infant care. The Special KIA Book specifically for Preterm Infants is a new design from the government that researchers have seen as effective in helping mothers care for preterm infants. Objective: To evaluate the impact of the Special KIA Book for Preterm Infants on maternal knowledge and skills related to Kangaroo Care for low birth weight infants. Method: This study employed a quantitative approach. The research design for knowledge assessment was quasi-experimental, while for skill assessment it used a True Experimental PostTest Only Control Design. Each group, both control and intervention, consisted of 35 The research instruments included questionnaires and observation sheets. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test and Mann-Whitney test. Results: The MannWhitney test results indicated a p-value of 0. for knowledge and 0. for skills, demonstrating significant differences between the control and intervention groups. Conclusion: The use of the Special KIA Book for Preterm Infants significantly improves maternal knowledge and skills related to Kangaroo Care for low birth weight infants. Suggestion: There needs to be support and willingness from mothers who have preterm infants to always take the time and utilize all the information in the Special KIA Book for Preterm Infants and there needs to be an increase in the quality of service and use of the Special KIA Book for Preterm Infants in providing education to mothers with preterm infants by health Keywords: low birth weight infants, skills, kia, knowledge, kangaroo mother care PENDAHULUAN Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) didefinisikan sebagai bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram (WHO, 2. Penyebab paling umum kelahiran BBLR adalah kelahiran prematur, gangguan pertumbuhan janin, atau kombinasi dari Penyebab disebabkan oleh berbagai faktor, seperti faktor janin, faktor ibu, faktor plasenta atau kombinasi dari berbagai faktor tersebut, yang mengakibatkan gangguan pada proses transportasi nutrisi pada plasenta (J. Lestari et al. , 2. Menurut World Health Oganization (WHO), prevalensi kejadian BBLR di dunia yakni mencapai sekitar 20 juta . setiap tahunnya. salah satu kontributor terbesar kejadian BBLR adalah Negara berkembang (WHO, 2. Menurut hasil Riskesdas . prevalensi BBLR di Indonesia sekitar 6,2% dari total kelahiran Angka dibandingkan dengan hasil Riskesdas tahun Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, angka kejadian BBLR pada tahun 2020 di Provinsi Jawa Tengah sekitar 4% dari total kelahiran bayi Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 . Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 dan tahun 2021 meningkat sebanyak 4,5% dari total kelahiran bayi. Menurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas, pada tahun 2022 dari 24. 374 kelahiran ada 751 bayi yang lahir dengan BBLR. Berdasarkan Ruang Perinatologi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto didapatkan hasil bahwa BBLR periode bulan September 2023 terdapat 55 kasus BBLR dari total 161 kelahiran bayi. Hal ini menandakan sebanyak 36% bayi BBLR lahir dan di rawat di Ruang Perinatologi selama bulan September 2023. Bayi dengan BBLR memiliki banyak risiko mengalami permasalahan pada sistem tubuh, karena kondisi tubuh yang tidak stabil membuat bayi mengalami masalah. Masalah Ae masalah yang terjadi pada BBLR yaitu gangguan sistem pernapasan, susunan saraf pusat, kardiovaskular, hematologi, gastrointestinal, ginjal, dan termoregulasi (Astria et al. , 2. Termoregulasi adalah kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara pembentukan panas dan kehilangan panas agar dapat mempertahankan suhu tubuh di dalam batas normal (Marmi & Rahardjo. Pada bayi baru lahir, akan memiliki mekanisme pengaturan suhu tubuh yang belum efisien dan masih lemah, sehingga penting untuk mempertahankan suhu tubuh agar tidak terjadi hipotermi (Marmi & Rahardjo, 2. Penatalaksanaan pada BBLR dengan gangguan termoregulasi yaitu biasanya ditempatkan di infant warmer, topi, skin wrap dan dilakukan perawatan metode kanguru yang bertujuan untuk mengurangi kejadian bayi hipotermi, karena hipotermi dapat terjadi pada bayi yang basah meskipun berada pada ruangan yang relatif hangat (Hj. Nurlaila. Rahmawati Shoufiah, 2. Salah satu intervensi pada BBLR dengan gangguan termoregulasi yang paling efektif dan ekonomis atau tidak membutuhkan banyak biaya adalah dengan perawatan metode kanguru atau juga disebut Kangaroo Mother Care (KMC) (Hj. Nurlaila. Rahmawati Shoufiah, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Buku KIA Khusus Bayi Kecil terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Ibu tentang Perawatan Metode Kanguru pada Bayi Berat Lahir Rendah. BAHAN DAN METODE Penelitian dilaksanakan di Ruang Perinatologi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dari tanggal 1 September 2023 Ae 15 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan prosedur kuantitatif dengan data disajikan dalam bentuk angka kemudian dianalisis menggunakan metode Desain penelitian yang digunakan pada variabel pengetahuan adalah Quasi Experimental sedangkan pada variabel True Experimental Post-Test Only Control Design dengan jumlah sampel masingmasing kelompok baik kelompok kontrol maupun perlakuan sebesar 35 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik consecutive Consecutive sampling adalah pemilihan sampel dengan menetapkan subjek yang termasuk dalam kriteria penelitian yang dimasukkan di dalam penelitian dalam kurun waktu tertentu. Uji yang digunakan untuk mengetahui selisih antara kelompok kontrol dan perlakuan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Populasi dari penelitian ini yaitu ibu dengan bayi BBLR yang ada di Ruang Perinatologi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Instrument penelitian menggunakan kuesioner yang sudah melalui uji validitas dan reabilitas dan lembar observasi menunjukkan hasil antara 0,462-0,904 dan ralpha 0,938 (Kusumawati et al. , 2. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 . Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Artinya bahwa kuisioner yang telah diuji dinyatakan valid dan reliabel sehingga kuisioner tersebut dapat digunakan dalam penelitian, serta lembar observasi yang digunakan untuk menilai keterampilan ibu melakukan perawatan metode kanguru pada Penelitian ini sudah mendapatkan izin dan persetujuan dari Komite Etik Penelitian Kesehatan Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo dengan nomor 420/03287 yang ditetapkan di Purwokerto pada bulan April 2024. HASIL Karakteristik Responden Karakteristik responden pada penelitian ini adalah usia, paritas, pendidikan, dan pekerjaan. Wanita yang berusia lebih dari 35 tahun akan persalinan prematur, terutama terjadi pada kehamilan pertama (Syamsu. Selain itu, tingkat pendidikan dan pekerjaan berkaitan dengan pengetahuan tentang masalah kesehatan dan kehamilan yang berpengaruh pada perilaku ibu, baik pada diri maupun terhadap perawatan kehamilannya serta pemenuhan gizi saat hamil (Utami Wahyu, 2. Tabel 1. Karakteristik Responden Kelompok Kontrol Karakteristik Usia Resiko Tinggi <20 tahun dan >35 Tahun Bukan Resiko Tinggi 20 Ae 35 Tahun Total Paritas Total Pendidikan SLTP SLTA SMK Total Pekerjaan IRT Swasta Bidan Pedagang Guru Total Kelompok Perlakuan Jumlah . Jumlah . Presentase(%) Presentase (%) Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 . Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Berdasarkan tabel 1. penelitian pada karakteristik responden berdasarkan usia, paritas, pendidikan, dan pekerjaan. Didapatkan hasil mayoritas pada kelompok kontrol 27 . 1%) responden dan kelompok perlakuan 29 . 9%) responden berusia 20-35 tahun, pada jumlah paritas didapatkan hasil mayoritas pada . responden dan kelompok perlakuan 14 . 0%) responden mengalami paritas sebanyak 1 kali, pada tingkat pendidikan didapatkan hasil mayoritas pada kelompok kontrol 11 . responden berpendidikan SD dan SMK dan kelompok perlakuan 10 . responden berpendidikan SLTP dan SLTA, pada pekerjaan didapatkan hasil mayoritas pada kelompok kontrol 26 . 3%) responden dan kelompok perlakuan 29 . 9%) responden bekerja sebagai IRT. Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Metode Kangguru Sebelum dan Sesudah Dilakukan Edukasi Menggunakan Buku KIA Khusus Bayi Kecil Tabel 2. Tingkat Pengetahuan Responden Sebelum dan Sesudah Dilakukan Intervensi Kelompok Kontrol Kelompok Perlakuan Variabel Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah f (%) f (%) f (%) f (%) Pengetahuan Cukup Baik . Berdasarkan tabel 2, pada kelompok kontrol didapatkan peningkatan pengetahuan ibu yang sebelumnya terdapat 20 . menjadi 26 . 1%) responden memiliki pengetahuan yang baik. Pada kelompok . pengetahuan ibu yang sebelumnya terdapat 16 . 9%) menjadi 35 . 0%) responden memiliki pengetahuan yang baik. Tingkat Keterampilan Ibu Tentang Perawatan Metode Kanguru Sebelum dan Sesudah Dilakukan Edukasi Menggunakan Buku KIA Khusus Bayi Kecil Tabel 3. Tingkat Keterampilan Ibu Sebelum dan Sesudah Dilakukan Intervensi Kelompok Kontrol Kelompok Perlakuan Variabel Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah f (%) f (%) f (%) f (%) Pengetahuan Cukup Baik . Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 . Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Berdasarkan tabel 3, pada kelompok kontrol didapatkan peningkatan pengetahuan ibu yang sebelumnya terdapat 30 . menjadi 34 . 6%) responden memiliki pengetahuan yang baik. Dan pada kelompok pengetahuan ibu yang sebelumnya terdapat 20 . 6%) menjadi 35 . 0%) responden memiliki pengetahuan yang baik. Pengaruh buku KIA khusus bayi kecil terhadap pengetahuan ibu tentang perawatan metode kanguru pada bayi berat lahir rendah Tabel 4. Hasil Uji Bivariat Mann Whitney pada pengetahuan ibu Mean Rank Wilcoxon Nilai Z PreTest PostTest Pretest-Posttest Kontrol Pretest-Posttest Perlakuan Mean Rank Man-Whitney Nilai Z Kontrol Perlakuan Uji Beda Kontrol19. Perlakuan Berdasarkan tabel 4, pada Uji Wilcoxon menunjukan hasil pengetahuan ibu pada kelompok kontrol dengan pemberian media leaflet didapatkan terdapat pengaruh antara pretest dan posttest dibuktikan dengan hasil nilai p-value 0. >0. Sedangkan pada kelompok perlakuan dengan pemberian media buku KIA khusus bayi kecil didapatkan adanya pengaruh dengan hasil nilai p-value 0. P-Value P-Value . <0. Sedangkan pada Uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan antara kelompok kontrol dengan perlakuan didapatkan hasil p-value 0. <0. perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dengan media leaflet dan kelompok perlakuan dengan media buku KIA khusus bayi kecil. Pengaruh Buku KIA Khusus Bayi Kecil Terhadap Keterampilan Ibu Tentang Perawatan Metode Kanguru Pada Bayi Berat Lahir Rendah Tabel 5. Hasil Uji Bivariat Mann Whitney Pada Keterampilan Ibu Mean Rank Wilcoxon Nilai Z PreTest PostTest Pretest-Posttest Kontrol Pretest-Posttest Perlakuan Mean Rank Man-Whitney Nilai Z Kontrol Perlakuan Uji Beda Kontrol12. Perlakuan P-Value P-Value Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 . Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Berdasarkan tabel 5, pada uji Wilcoxon dan Mann Whitney didapatkan data uji beda post keterampilan ibu pada kelompok kontrol dan perlakuan dengan nilai 0. 002 (P Value <0. yang membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara pemberian leaflet pada kelompok kontrol dan buku KIA pada kelompok intervensi terhadap keterampilan ibu tentang perawatan metode kanguru pada bayi berat lahir Sedangkan pada Uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan antara kelompok kontrol dengan perlakuan didapatkan hasil p-value 0. <0. perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dengan media leaflet dan kelompok perlakuan dengan media buku KIA khusus bayi kecil. PEMBAHASAN Karakteristik responden Berdasarkan hasil penelitian pada karakteristik responden, dapat disimpulkan sebagai berikut: Usia Mayoritas responden pada kelompok kontrol . 1%) dengan jumlah 27 orang dan kelompok perlakuan . 9%) berusia 20-35 tahun dengan jumlah 29 orang. Ini menunjukkan bahwa kelompok usia ini adalah yang paling banyak diwakili dalam Usia ini masuk kategori bukan beresiko tinggi, sedangkan responden dengan usia <20 tahun dan >35 tahun sejumlah 8 orang . 9%) pada kelompok kontrol dan 6 orang . 1%) pada kelompok perlakuan yang masuk kategori resiko Hal ini tidak sejalan dengan teori Astolfi dan Zonda dalam Wijayanegara, et . , menyatakan bahwa resiko terjadinya kelahiran bayi prematur antaranya faktor usia ibu. Wanita yang berusia lebih dari 35 tahun akan meningkatkan resiko mengalami persalinan prematur, 64% prematur pada wanita Itali yang berusia 35 tahun atau lebih, terutama terjadi pada kehamilan pertama (Syamsu, 2. Paritas Mayoritas responden pada kelompok kontrol . 1%) dengan jumlah 14 orang dan kelompok perlakuan . 0%) juga berjumlah 14 orang memiliki paritas sebanyak 1 kali. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki satu kali pengalaman melahirkan sebelumnya. hal ini sejalan dengan teori yang menyebutkan bahwa kelahiran prematur lebih sering terjadi pada kehamilan pertama (Rahmatin et al. , 2. Pendidikan Mayoritas responden pada kelompok kontrol . 4%) berpendidikan SD dan SMK dengan jumlah 22 orang, sedangkan mayoritas responden pada kelompok perlakuan . 6%) berpendidikan SLTP dan SLTA dengan jumlah 20 orang. Hal ini menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini memiliki tingkat pendidikan yang beragam, tetapi mayoritas memiliki tingkat pendidikan menengah. Kurangnya pengetahuan responden dalam penelitian ini disebabkan karena sebagian besar responden mempunyai kualifikasi pendidikan di bawah Hal ini sejalan dengan Sihombing . menyatakan bahwa tingkat pendidikan akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dalalm memperoleh dan menerima informasi sesuai dengan tingkat pendidikan yang didapatkan. Pendidikan pengetahuan seseorang dalam merawat kesehatan tubuh dari pola hidup yang tidak Tingkat pendidikan berkaitan dengan pengetahuan tentang masalah kesehatan dan kehamilan yang berpengaruh pada perilaku ibu, baik pada diri maupun terhadap perawatan kehamilannya serta pemenuhan gizi saat hamil (Utami Wahyu, 2. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 . Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Pekerjaan Mayoritas responden pada kedua kelompok, baik kontrol . 3%) dengan jumlah 26 orang maupun perlakuan . dengan jumlah 29 orang, bekerja sebagai IRT (Ibu Rumah Tangg. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden pada penelitian ini adalah Ibu Rumah Tangga. Status pekerjaan ibu yang bekerja di luar rumah dapat berarti pengetahuan mereka lebih rendah karena mempunyai waktu luang yang sedikit untuk mencari informasi mengenai cara merawat bayi kanguru,dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja atau sebagai ibu rumah tangga (Budiman, 2. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan distribusi yang beragam dalam karakteristik responden, namun mayoritas dari mereka memiliki kesamaan dalam beberapa aspek seperti usia, paritas, dan pekerjaan. Perbedaan dalam tingkat pendidikan juga dapat diamati antara kelompok kontrol dan perlakuan. Tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan metode kanguru sebelum dan sesudah dilakukan edukasi menggunakan buku KIA khusus bayi Pengetahuan adalah hasil dari tahu, dan terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu (Bloom, 2. Pengetahuan adalah hasil dari suatu proses pembelajaran seseorang terhadap sesuatu baik itu yang didengar maupun yang dilihat (Notoatmodjo, 2. Pengetahuan ibu mengenai PMK pada kelompok kontrol dan perlakuan dalam penelitian ini menunjukkan hasil yang relatif Item pertanyaan mengenai pengertian PMK, manfaat utama PMK, jangka waktu pelaksanaan PMK, pakaian PMK, persiapan sebelum PMK, minuman terbaik bagi BBLR, dan cara pemberian ASI dijawab benar pada kedua kelompok. Hal ini dapat disebabkan karena sebelumnya ibu sudah pernah mendapatkan edukasi mengenai PMK di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, sehingga mereka terpapar informasi mengenai PMK. Sebagian besar ibu BBLR dalam penelitian ini, baik pada kelompok kontrol maupun intervensi bekerja sebagai ibu Hal mempengaruhi keterpaparan ibu terhadap informasi mengenai kesehatan termasuk perawatan BBLR dan PMK. Ditambah lagi sebagian besar waktu ibu lebih banyak berada di rumah, sehingga ibu cenderung kurang mendapatkan informasi lingkungan sosial. Selain status pekerjaan, pendidikan ibu juga dapat mempengaruhi pemgetahuan ibu mengenai informasi Sebagian besar responden dalam penelitian ini berpendidikan SMP dan SMU, dimana informasi yang mereka dapatkan dari pendidikan formal dapat dikatakan cukup terbatas. Tingkat keterampilan ibu tentang perawatan metode kanguru sebelum dan sesudah dilakukan edukasi menggunakan buku KIA khusus bayi Responden pada kelompok kontrol dan mempraktekkan PMK dengan durasi waktu yang berbeda-beda, namun tidak satu pun responden pada kedua kelompok tersebut yang mempraktekkan PMK secara kontinyu. Hal ini dapat disebabkan oleh pengetahuan mereka yang kurang mengenai durasi PMK yang sebaiknya dipraktekkan tiap harinya dan sikap mereka yang kurang setuju mengenai praktek PMK kontinyu yaitu 24 jam dalam satu hari. Hal ini sesuai dengan penelitian Bazzano et al. , . bahwa tidak ada satupun ibu yang melakukan PMK secara kontinyu di rumah paska perawatan dari rumah sakit dikarenakan adanya Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 . Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/indexp-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 beberapa hambatan dalam mempraktekkan PMK seperti takut menyakiti bayi, kepercayaan perawatan bayi tradisional, kurangnya dukungan, dan masalah waktu. Sebagian besar ibu dalam penelitian ini, baik pada kelompok kontrol maupun intervensi, mempraktekkan PMK seorang Hal ini dapat disebabkan karena mereka kurang mengetahui bahwa ada orang lain yang dapat menggantikan ibu untuk mempraktekkan PMK. Selain itu, ibu juga kurang menyetujui bahwa orang lain juga dapat mempraktekkan PMK. Menurut ibu, praktek PMK hanya bisa dilakukan oleh ibu menggendong bayinya yang kecil. Anggota keluarga juga terkadang merasa takut untuk ikut menggendong bayi dalam posisi PMK. segala informasi yang ada di Buku KIA Khusus Bayi Kecil serta perlunya peningkatan kualitas pelayanan dan penggunaan Buku KIA Khusus Bayi Kecil dalam pemberian edukasi kepada ibu dengan bayi kecil oleh petugas kesehatan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil pada Uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan didapatkan hasil p-value 0. <0. dapat disimpulkan bahwa terdapat pengetahuan ibu antara kelompok kontrol dengan media leaflet dan kelompok perlakuan dengan media buku KIA khusus bayi kecil. Hasil pada Uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan tingkat keterampilan ibu pada kelompok kontrol dan perlakuan dengan nilai 0. -value <0. yang membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara pemberian leaflet pada kelompok kontrol dan buku KIA pada kelompok intervensi terhadap keterampilan ibu tentang perawatan metode kanguru pada bayi berat lahir rendah. KEPUSTAKAAN Abrham Roba. Binoy. , & A Naganuri, . Knowledge. Attitude and Practice of Kangaroo Mother Care by Postnatal Mothers who Gave Birth to Preterm and Low Birth Weight Babies in Public Hospitals. Eastern Ethiopia. Journal of Neonatal Biology, 06. , 1Ae6. Amalia. , & Herawati. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Dalam Pelaksanaan Perawatan Metode Kanguru. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, 4. https://doi. org/10. 17509/jpki. Saran