PENGARUH AKUNTABILITAS DAN KOMPETENSI TERHADAP KUALITAS AUDIT INTERNAL (Studi pada PT. Citra Gemilang Nusantar. Oleh: DEVI LISNAWATI Lisnawatidevi94@gmail. JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS LANGLANGBUANA BANDUNG ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh akuntabilitas dan kompetensi terhadap kualitas audit di PT. Citra Gemilang Nusantara. Untuk metode pungumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, analisis korelasi, analisis koefisien determinasi,dan uji t, dengan menggunakan bantuan computer yang menggunakan program SPSS 23. Dari hasil penelitian bahwa akuntabilitas berpengaruh terhadap kualitas audit internal sebesar 0. Berdasarkan pengujian Hipotesis uji t, variabel akuntabilitas terhadap kualitas audit internal bahawa nilai t hitung 0,453ttabel=2,045, sehingga variabel kompetensi mempunyai pengaruh signifikan terhadap kualitas audit internal. Kata Kunci : Akuntabilitas. Kompetensi dan Kualitas Audit Internal ABSTRACT This study aims to examine the effect of accountability and competence on audit quality at PT. Citra Gemilang Nusantara. For the method of data collection is done by questionnaire method. Tests in this study using classical assumption test, multiple linear regression analysis, correlation analysis, coefficient of determination analysis, and t test, using computer assistance using SPSS 23 program. From result of research that accountability influence to internal audit quality equal to 0,039%. Based on the test of t test hypothesis, accountability variable to internal audit quality that t count 0,453 < t tabel = 2,045, so there is positive influence but not significant accountability to quality of internal audit. While from result of research that competence have an effect on to internal audit quality equal to 51,98%. This is because the internal auditors in the company already has a good level of education and professional training sustainable, making it easier for auditors in detecting mistakes and reporting findings to the company. Based on the test Hypothesis test t competence variable to the quality of internal audit that the t count obtained in 5. 623 > t table = 2. 045, so that the competence variable has a significant influence on the quality of internal audit. Keywords: Accountability. Competence, and Internal Audit Quality JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 PENDAHULUAN Latar Belakang Perusahaan yang semakin berkembangan dan meningkatnya ekonomi maka semakin bertambah pula perusahaan yang bergerak di berbagai bidang. Agar dapat tercapainya sistem pengawasan yang baik maka perusahaan akan membentuk suatu bidang pengawasan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu audit internal untuk memenuhi kebutuhan manajemen perusahaan, yang dapat bertanggungjawab atau dengan akuntabilitas yang tinggi. Susanti . menyatakan bahwa seseorang dengan akuntabilitas tinggi memiliki keyakinan yang supervisior/manajer/pimpinan dibandingkan dengan seseorang yang memiliki akuntabilitas rendah. Menurut M. Nizarul. Trisni H & Liliek Purwanti . , kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang berhubungan dengan pekerjaan, serta kemampuan yang dibutuhkan untuk pekerjaan-pekerjaan non-rutin dalam bidang auditing yang berkaitan dengan Bedasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Liliek Purwanti . menunjukkan hasil dari penelitian tersebut bahwa kompetensi berpengaruh terhadap kualitas audit, hal ini berarti bahwa kualitas audit dapat dicapai jika auditor memiliki kompetensi yang baik. Standar dan kompetensi apakah sudah mengikuti aturan yang berlaku atau Perlu penjelasan prosedur audit yang dilakukan tim audit karena ada standar dalam melakuakan pengauditan tersebut, dengan memenuhi syarat sebagai pemeriksa mulai dari ilmu, integritas dan kredibilitasnya. Jika proses pemeriksaan pengelolan dan tanggung jawab keuangan tidak dilakukan oleh lembaga yang mandiri atau anggotanya tidak mandiri, ini akan menjadi awal dari ketidak akuratan tindakan pengawasan lembaga sekaligus menjadi awal terjadinya diskriminasin dalam penegakan hukum. Audit dikatakan berkualitas jika auditor menetapkan ketetapan dan ketepatan di dalam melakukan pemerksaan pengauditan, bila dilihat dari kualitas audit bayaknya kasus seperti tentang pengauditan yang dilakukan oleh auditor yang mana auditor belum mampu menjalankan fungsi dan tugasnya dengan Berkaitan dengan kasus di bawah ini, dimana SP KK Migas mempertanyakan kualitas dari temuan dari auditor BPK yang mengeluarkan opini tidak wajar padahal hasil temuan yang sudah di klarifikasi sama dengan saat BPK mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian. Padahal dengan kepala BPK Masih sama, materi masih sama tapi bias menghasilkan opini yang berbeda dengan tahun audit 2015. Dimana publik juga bias mengakses tahun-tahun audit SK migas tahun-tahun sebelumnya untuk laporan hasil pemeriksaan BPK RI atas SKK migas untuk mengetahui apa yang sebenarnya maksud opini tidak wajar yang disematkan kepada SKK migas. Dengan keanehan-keanehan tersebut. SP SKK migas menuntut dilakukan evaluasi etika atas Auditor-auditor BPK RI yang dilakukan oleh ikatan Akuntansi Indonesia agar kedepanya semua audit yang dilakukan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan norma-norma professional bukan politik praktis. Dedi . Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Dalam standar pengauditan, khususnya standar umum disebutkan bahwa audit harus dilaksanakan oleh seseorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknik cukup sebagai auditor serta dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporan auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama . ue professional car. Maka berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka penulis melakukan peninjauan dan penelitian dengan judul AuPengaruh Akuntabilitas dan Kompetensi Terhadap Kualitas Audit InternalAy. Rumusan Masalah JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Berdasarkan uraian latarbelakang diatas dan merujuk pada penelitianpenelitian sebelumnya, maka penulis mengidentifikasikan berbagai permasalahan, yaitu sebagai berikut: Berapa besar pengaruh Akuntabilitas terhadap kualitas audit internal? Berapa besar pengaruh Kompetensi terhadap kualitas audit internal? Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud Penelitian Maksud dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi yang merupakan gambaran nyata mengenai pengaruh akuntabilitas dan kompetensi terhadap kualitas audit internal. Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan seperti yang dikemukakan rumusan masalah diatas. Adapun tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui berapa besar pengaruh Akuntabilitas terhadap kualitas audit internal. Untuk mengetahui berapa besar pengaruh Kompetensi terhadap kualitas audit internal. Kegunaan Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian diatas, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : Penulis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan bagi penulis khususnya mengenai pengaruha kuntabilitas dan kompetensi terhadap kualitas audit internal, serta sebagai bahan pembandingan atara teori yang didapat dibangku kuliah dengan prakteknya diperusahaan. Perusahaan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan informasi mengenai pengaruh akuntabilitas dan kompetensi terhadap kualitas audit internal, sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi adanya kecurangan di perusahaan. Pihak lain Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi pembaca, serta menjadi bahan referensi dan pembanding bagi semua pihak, khususnya bagi rekan-rekan mahasiswa yang akan membahas topic sejenis dalam penyusunan skripsi. KAJIAN PUSTAKA Akuntabilitas Pengertian akuntabilitas Menurut Mardiasmo . 9: . dalam Ekka dan Emmatry . mengemukakan bahwa Pengertian akuntabilitas sebagai berikut: Akuntabilitas adalah kewajaran pihak pemegang amanah . untuk memberikan pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan dan mengungkapkan segala aktifitas dan kegiatan yang menjadi tanggungjawab kepad pihak pemberi amanah . yang memiliki hak dan kewenangan untuk meminta pertanggung jawaban tersebut. Indikator Akuntabilitas: Motivasi Kewajiban social JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Audit quality is obtaines by a process of identifying and administering the activities needed to achieve the quality objectives . ayasari & hidayat The quality internal audit of work of human resources accuracy that can produce hugh labor information technology and internal control that needs to be optimized . Z, 2. Audit lingkungan berpengaruh terhadap pelaporan audit manajemen sebesar . Fungsi Pemeriksaan Audit berpengaruh terhadap pelaporan audit manajemen sebesar 24. 8%, . Kertas Kerja Pemeriksaan berpengaruh terhadap pelaporan audit manajemen sebesar 61. 9%, . Pelaporan Audit Manajemen dampaknya terhadap Informasi Kinerja Komisaris terhadap Lingkungan 94. (Sari. M, 2. Kompetensi Menurut Arens Alvin et al . ) Pengertian kompetensi adalah sebagai berikut: Kompetensi adalah pengetahuan dan ketermpilan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas mendefinisikan pekerjaan seseorang. Kompetensi Auditor Internal dalam penelitian dapat diukur dengan beberapa indikator sebagai berikut: Pengetahuan yang dimiliki . Keterampilan/keahlian yang dimiliki . Sikap perilaku yang dimiliki . Pendidikan dan pelatihan professional berkelanjutan Kualitas Audit Internal Menurut Abdul Halim . dalam buku Auditing menyatakan bahwa: Faktor yang mempengaruhi kualitas audit adalah ketaatan auditor terhadap kode etik yang terefiksikan oleh sikap independensi, objektivitas dan integritas. Ada lima dimensi dalam menentukan kualitas audit, yaitu: Reliability Responsive Assurance Emphaty Tangibles KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS Pengaruh Akuntabilitas Terhadap Kualitas Audit Lilis Ardini . menyatakan bahwa, tingkat kecermatan yang tinggi dalam memeriksa laporan yang akan diaudit, serta mengerjakan tugas audit seoptimal mungkin dengan penuh tanggungjawab akan menghasilkan pekerjaan yang lebih berkualitas. Akuntabilitas auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, hal ini mengindikasikan bahwa kualitas audit dapat dicapai apabila auditor dalam melaksanakan tugas audit selalu disertai dengan tanggungjawab, memiliki kecermatan yang tinggi dalam memeriksa laporan, mencurahkan usaha . aya piki. dalam menyelesaikan tugas audit serta selalu berfikir seoptimal mungkin dalam mengerjakan tugas audit. Pengaruh Kompetensi Terhadap Kualitas Audit Menurut Sukrisno Agoes . bukti yang berkompeten harus diperoleh melalui inpeksi, pengamatan, permintaan,keterangan dan konfirmasi sebagai besar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuanagan yang teah Berdasarkan teori sebelumnya yang memberikan bukti bahwa kompetensi dalam melakukan audit mempunyai dampak signifikan terhadap kulitas audit. Amalia Dewi Rosalina . Varabel Kompetensi auditor berpengaruh secara signifikan terhadap variabel kualitas audit. Senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Anton Eka Saputra . menyatakan bahwa dalam JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 penelitiannya memperlihatkan pengalaman dan pengetahuan sebagai indikator dari kompetensi berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Hasil tersebut berimplikasi pada pola penugasan auditor dalam melakukan audit. Audit sebaiknya dilakukan oleh auditor yang sudah berpengalaman dan dipandang mempunyai pengetahuan yang memadai sehingga kualitas audit pun menjadi Hipotesis Berdasarkan kerangka pemikiran diatas maka hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut : Hipotesis 1 = Akuntabilitas berpengaruh terhadap Kualitas Audit Internal. Hipotesis 2 = Kompetensi berpengaruh terhadap Kualitas Audit Internal. METODE PENELITIAN Teknik Pengumpulan Data Data yang diambil dalam penelitian ini adalah sumber data primer, dimana data yang diperoleh penulis merupakan data yang diperoleh secara langsung, artinya data-data tersebut berupa data pertama yang belum diolah lebih lanjut dan data yang belum disajikan oleh pihak lain. Data primer dalam penelitian ini adalah hasil jawaban kuisioner yang diisi oleh responden. Hasil dari kuisioner yang disebarkan dilihat dari tingkat kuisioner yang kembali dan dapat dipakai. Presentase dari pengisian kuisioner yang diisi dibandingkan dengan yang disebarkan dikatakan sebagai response rate . ingkat tanggapan responde. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah data yang didapat setelah penelitian apakah merupakan data yang valid dengan alat ukur yang digunakan . Suatu kuisioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuisioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut. Adapun menurut Sugiyono . hal-hal pokok dalam uji validitas adalah sebagai berikut: Jika Ou 0,30 maka item-item pernyataan dari kuesioner adalah valid. Jika O 0,30 maka item-item pernyataan dari kuesioner adalah tidak valid. Uji Reliabilitas Keandalan pengukuran dengan menggunakan Alfa Cronbach adalah koefisien keandalan yang menunjukan seberapa baiknya item/butir dalam suatu kumpulan secara positif berkorelasi satu sama lain. Menurut Imam Ghazali . 6: . uji reliabilitas ini dapat disampaikan hal-hal pokoknya, sebagai berikut: Untuk menilai kestabilan ukuran dan konsistensi responden dalam menjawab kuisioner tersebut mencerminkan konstruk sebagai dimensi suatu variabel yang disusun dalam bentuk pertanyaan. Uji reliabilitas variabel dilakukan secara bersama-sama terhadap seluruh pertanyaan. Jika nilai alpha > 0,70 disebut reliable. METODE ANALISIS Method of Successive Interval (MSI) Method of Successive Interval merupakan metode yang digunakan untuk mengubah data ordinal menjadi interval, hal ini dikarenakan data yang diperoleh dilapangan adalah ordinal, maka diperlukan transformasi dari data ordinal menjadi interval untuk memenuhi sebagian syarat analisis parametik. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Pengujian Asumsi Klasik Husein Umar . 8:77-. mengenai beberapa uji asumsi klasik yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum menggunakan analisis regresi linier berganda sebagai alat untuk menganalisis pengaruh variable-variable yang diteliti, terdiri Uji Normalitas Ghozali . menyatakan bahwa uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Dengan kata lain, uji normalitas dilakukan untuk mengetahui sifat distribusi data penelitian yang berfungsi untuk mengetahui apakah sampel yang diambil normal atau tidak dengan menguji sebaran data yang akan Uji normalitas diperlukan karena untuk melakukan pengujian-pengujian variabel lainnya dengan mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi Jika asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid dan statistik parametrik tidak dapat digunakan. Uji Multikolinieritas Multikolinieritas dapat diketahui dengan cara menganalisis matrik kolerasi variabel-variabel independen, dapat dilihat dari : Tolerance value . Nilai variance inflation factor (VIF) Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel bebas manakah yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Nilai cutoff yang umum digunakan adalah nilai tolerance 0,10 atau sama dengan VIF diatas 10. Apabila nilai tolerance leboh dari 0,10 atau nilai VIF kurang dari 10 maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi multikolinieritas antar variabel dalam model regresi (Ghozali 2. Uji Heteroskedastisitas Menurut Imam Ghozali . 3: . Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain, jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, disebut homoskedastisitas sedangkan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah model yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk melihat ada atau tidaknya heteroskedastisitas maka dapat melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SDRESID). Uji Autokorelasi Ghazali . uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam metode regresi ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode-t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 . Pengujian autokorelasi dilakukan dengan uji durbing Watson. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linier berganda yang peneliti gunakan memiliki tujuan untuk menerangkan seberapa besar pengaruh Akuntabilitas dan Kompetensi terhadap Kualitas Audit Internal. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Analisis Korelasi Andi Supangat . , analisis korelasi adalah tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur kekuatan asosiasi . linier antara dua variabel. Korelasi juga tidak menunjukan hubungan fungsional. Analisis Koefisien Determinasi Koefisiensi determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen. Koefisien determinasi ini digunakan karena dapat menjelaskan kebaikan dari model regresi dalam memeprediksi variabel dependen (Sekaran, 2011:. Uji Hipotesis Uji Hipotesis digunakan untuk menguji kebenaran suatu pernyataan secara statistik dan menarik kesimpulan apakah menerima atau menolak Uji Statistik T (Uji Parsia. Menurut Ghozali . , uji statistik t pada dasarnya menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Yang menjadi responden pada penelitian ini dapat dilihat bahwa responden laki-laki sebanyak 25 dengan persentase 78%. sedangkan responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 7 dengan persentase 22%. responden yang memiliki usia 20-29 memiliki persentase yang paling tinggi sebesar 53%. Berdasarkan keterangan diatas dapat diketahui bahwa responden pada PT. Citra Gemilang Nusantara rata-rata masih berusia muda. Deskriptif Data Penelitian Analisis deskriptif bertujuan untuk melihat gambaran hasil penelitian mengenai Akuntabilitas dan Kompetensi terhadap kualitas Audit Internal sebanyak 32 responden. Sedangkan untuk melihat jawaban atau penilaian responden terhadap setiap pernyataan yang diajukan dalam kuesioner, maka dilakukan analisis deskriptif dengan pendekatan distribusi frekuensi dan persentase, sedangkan untuk melihat penilaian responden terhadap setiap variabel yang diteliti dapat dilihat dari persentase yang diperoleh. Deskriptif Variabel Akuntabilitas (X. Hasil penilaian responden mengenai hasil tanggapan responden mengenai Akuntabilitas masuk dalam kategori baik dengan skor 509 atau 80% dari skor ideal. Deskriptif Variabel Kompetensi (X. Variabel Kompetensi (X. diukur dengan 4 dimensi yaitu : Pengetahuan. Keterampilan atau Keahlian. Sikap Prilaku, dan Pendidikan dan Pelatihan Profesional Berkelanjutan. Hasil penilaian responden mengenai hasil tanggapan responden mengenai Kompetensi masuk dalam kategori baik dengan skor 1284 atau 73% dari skor ideal. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Deskriptif Variabel Kualitas Audit Internal(Y) Variabel Kualitas Audit (Y) diukur dengan 5 dimensi yaitu : Reliability. Responsive. Assurance. Empathy, dan Tangible. Hasil penilaian responden mengenai hasil tanggapan responden mengenai Kualitas Audit masuk dalam kategori baik dengan skor 1197 atau 75 % dari skor ideal. Pengaruh Akuntabilitas Terhadap Kualitas Audit Internal Persamaan Regresi Linear Berganda Y=733,692 0,066 XCA 0,743 XCC Dari hasil persamaan regresi linear berganda tersebut masing-masing variabel dapal diinterpretasikan sebagai berikut: Konstanta sebesar 733,692 menyatakan bahwa ketika akuntabilitas dan kompetensi bernilai 0 . dan tidak ada perubahan, maka Kualitas audit internal akan berhasil sebesar 733,692. Nilai variabel XCA yaitu Akuntabilitas memiliki nilai koefisiensi regresi sebesar 0,066, artinya ketika Akuntabilitas mengalami peningkatan 1 satuan, sementara Kompetensi konstan, maka Kualitas Audit Internal akan meningkat 0,066. Nilai variabel XCC yaitu Kompetensi memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,743. Artinya ketika Kompetensi mengalami peningkatan sebesar 1 satuan, sementara Akuntabilitas konstan, maka Kualitas Audit Internal akan meningkat 0,743. Analisis Korelasi Nilai kolerasi yang diperoleh antara akuntabilitas dengan kualitas audit internal adalah sebesar 0,063. Nilai kolerasi bertanda positif yang menunjukan bahwa hubungan yang terjadi antara keduanya adalah searah. Analisis Koefisien Determinasi Nilai koefisien determinasi parsial Akuntabilitas terhadap kualitas audit interal yang diperoleh sebesar 0,039%. Hal ini menunjukan bahwa akuntabilitas memberikan kontribusi pengaruh terhadap kualitas audit internal sebesar0,039%. Uji Statistik T (Uji Parsia. Nilai t hitung yang diperoleh . lebih kecil dari t tabel=2,045 , sesuai dengan kriteria pengujian hipotesis bahwa h0 di terima, artinya secara parsial akuntabilitas berpengaruh tidak signifikan terhadap kualitas audit internal. Kompetensi Terhadap Kualitas Audit Internal Analisis Korelasi Nilai kolerasi yang diperoleh kompetensi dengan kualitas audit internal adalah sebesar 0,721. Nilai kolerasi bertanda positif yang menunjukan bahwa hubungan yang terjadi antara keduanya adalah searah. Berdasarkan interpretasi koefisien kolerasi, nilai sebesar 0,721 termasuk kedalam kategori hubungan yang kuat. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Analisis Koefisien Determinasi Nilai koefisien determinasi parsial kompetensi terhadap kualitas audit interal yang diperoleh sebesar 51,98%. Hal ini menunjukan bahwa Kompetensi memberikan kontribusi pengaruh terhadap kualitas audit internal sebesar 51,98% Uji Statistik T (Uji Parsia. Nilai t hitung yang di peroleh . , lebih besar t-tabel=2,045, sesuai dengan kriteria pengujian hipotesis bahwa h0 di tolak dan h1 di terima, artinya secara parsial kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit internal. Pembahasan Pengaruh Akuntabilitas Terhadap Kualitas Audit Internal Berdasarkan analisis korelasi . , menunjukan bahwa hubungan yang di peroleh akuntabilitas sebesar 0,063, dimana nilai kolerasi terdapat hubungan yang lemah dengan positif. Nilai kolerasi yang positif menunjukan bahwa hubungan yang terjadi anatara variabel akuntabilitas dan kualitas audit internal adalah searah. Artinya akuntabilitas yang menunjang akan menghasilkan kualitas audit internal. Untuk hasil uji hipotesis menyatakan bahwa akuntabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Audit Internal. Pembahasan Pengaruh KompetensiTerhadap Kualitas Audit Internal Berdasarkan analisis korelasi . , menunjukan bahwa hubungan yang di peroleh Kompetensi sebesar 0,721, dimana nilai kolerasi terdapat hubungan yang kuat dengan positif. Nilai kolerasi yang positif menunjukan bahwa hubungan yang terjadi anatara variabel kompetensi dan kualitas audit internal adalah searah. Artinya kompetensi yang menunjang akan menghasilkan kualitas audit internal. KESIMPULAN Berdasarkan fenomena, rumusan masalah, hipotesis dan pembahasan hasil penelitian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Dari hasil penelitian bahwa akuntabilitas berpengaruh terhadap kualitas audit internal, besar pengaruh akuntabilitas terhadap kualitas audit internal sebesar hal ini terjadi karena perusahaan belum menerapkan pentingnya peran profesi audit dan manfat yang diproleh seorang auditor. Sehinnga bila akuntabilitas dilakukan dengan baik maka kualitas audit internal akan baik pula, namun hanya dikarenakan akuntabilitas yang buruk maka kualitas audit internal juga buruk hal tersebut juga dikarenakan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas audit internal diluar model yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian bahwa kompetensi berpengaruh terhadap kualitas audit internal sebesar 51,98%. hal ini disebabkan karena auditor internal di perusahaan sudah mempunyai jenjang pendidikan dan pelatihan profesiaonal berkelanjutan yang baik, sehingga memudahkan auditor dalam medeteksi kesalahan dan melaporkan hasil temuan kepada perusahaan. SARAN Perusahaan dalam meningkatkan akuntabilitasnya yang belum optimal sesuai dengan tugasnya untuk menyelesaikan kewajiban yang akan dipertanggung JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 jawabkan kepada perusahaan karna berkaitan dengan profesi auditor yang harus mengungkapkan semua kecurangan yang harus dikemuakan secara Hal ini menunjukan bahwa tingginya motivasi auditor untuk mencurahkan segenap kemampuanya untuk menghasilkan pekerjan yang berkualitas sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Untuk dapat meningkatkan kualitas auditnya haruslah meningkatkan sikap tanggung jawabnya dalam menyelesaikan pekerjaanya agar menghasilkan laporan audit yang tidak mengandung salah saji yang material. Serta haruslah bersikap independent dan professional dalam melakukan pekerjaanya. Perusahaan dalam meningkatkan kualitas audit disarankan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengikuti pelatihaan-pelatihan auditing agar kemampuan dan pengetahuan semakin bertambah dan dapat menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu. DAFTAR PUSTAKA