Ganesha Civic Education Journal Volume 7. Number 1. April 2025, pp. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 DOI: https://doi. org/10. 23887/gancej. Open Access: https://ejournal2. id/index. php/GANCEJ/index PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 4 SINGARAJA PADA MATA PELAJARAN PPKN I Dewa Ayu Indah Maharani 1 * . I Nengah Suastika 2. Ni Ketut Santya Isana Pertiwi 3 1,2,3 Universitas Pendidikan Ganesha. Indonesia ARTICLE INFO ABSTRAK Article history: Received 10 Januari 2024 Accepted 13 Maret 2025 Available online 18 April Penelitialn inli bertuljuan untulk meningkatkan halsil belaljar silswa kelal s Vi Hatta SMP Negerli 4 Singaraja melal ui Model Pembelajaran Project Based Learning dalam pembelajaran PPKn. Metode yalng dilgunakan pada penelitian ini adalah penelitialn tindalkan kelals (PTlK) yalng dilalkukan dal am dula tindakan. Sulbjek penelitialn ini adal ah 32 silswa kelas Vi Hatta SMlP Negerli 4 Singaraja. Hlasil belaljar silswa dinil ai pada ketiga ralnah yaitu, pengetahuan . , sikap . , daln keterampilaln. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan. Data dianalisis secara deskriptif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dua kali siklus tindakan telah terjadi peningkatan hasil belajar secara signifikan dari ketiga ranah yakni, pengetahuan, sikap dan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PPKn. Kata Kunci: Project Based Learning. Hasil Belajar Siswa. Pendidikan Kewarganegaraan Keywords: Project Based Learning. Student Learning Outcomes. Civic Education ABSTRACT This research aims to improve the learning outcomes of students in class Vi Hatta SMP Negerli 4 Singaraja through the Project Based Learning Model in Civics learning. The method used is a class action research (PTlK) which is carried out in two rounds of action. The subject of this research is 32 students of class Vi Hatta SMlP Negerli 4 Singaraja. The students' learning outcomes were assessed on three levels, namely, knowledge . , attitude . , and skills. Data collection in this study was carried out by evaluating student learning outcomes in the domains of knowledge, attitudes and skills. The data were analyzed descriptively . The results showed that in two cycles of action there was a significant increase in learning outcomes from the three domains, namely, knowledge, attitudes and skills. The results of this study indicate that the Project Based Learning learning model can improve student learning outcomes in Civics subjects. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2025 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. * Corresponding author. E-mail addresses: ayu. maharani@undiska. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2025, pp. Pendahuluan Pendidikan Kewarganegaraan menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah sebuah upaya untuk memberi bekal kepada peserta didik melalui pengetahuan serta keterampilan mendasar melalui hubungan warga negara, pendidikan bela negara pendahulu, sehingga menjadi warga negara yang baik dan dapat diandalkan oleh banga dan negara (Wati, 2. Pendidikan kewarganegaraan (PK. yang terdiri dari materi inti yakni Pancasila dan kewarganegaraan didalam proses pembelajarannya, seperti yang dikutip dari penelitian yang dilakukan oleh Wati . Pendidikan kewarganegaraan merupakan sebuah pendidikan yang berpusat pada demokrasi politik serta meluaskan sumber pengetahuan lain, persekolahan, orang tua, pengaruh positif sosial yang bertujuan untuk mengembangkan siswa dalam berpikir secara kritis, keterampilan analitis, perilaku dan tindakan demokratis guna menyiapkan kehidupan demokrasi yang berlandaskan Pancasila serta UUD 1945. Tujuan utama hadirnya pendidikan kewarganegaraan yakni mewujudkan smart and good citizenship (Camellia, 2. Selain itu adapun tujuan dari mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan seperti yang dikutip dari penelitian (Anatasya, 2. ialah agar peserta didik mempunyai kemampuan: . berpikir secara kritis, kreatif serta rasional dalam menanggapi isuisu kewarganegaraan. untuk dapat berpartisipasi aktif serta bertanggungjawab, dapat bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara anti korupsi dan berkualitas. dapat berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung maupun tidak langsung melalui pemanfaatan teknologi informasi serta . berkembang secara positif dan juga demokratis guna membentuk peserta didik berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia supaya dapat hidup bersama dengan beragam bangsa lainnya. Menurut Winataputra dan Budimansyah dalam (Camellia, 2. menyatakan bahwa pendidikan kewarganegaraan adalah subjek pembelajaran yang memfokuskan pada content serta pengalaman belajar dalam berprilaku yang mesti diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi tuntunan hidup bagi setiap warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun pada kenyataannya proses pembelajaran PPKn dikelas terkadang masih diajarkan menggunakan metode ceramah dan masih menekan pada aspek hafalan. Berdasarkan halsil prla sulrvey yaln g telalh penleliti lalkukan dli kelas Vi Hatta SMP Negeri 4 Singaraja memperoleh hasil balhwa nil ai ratla-ratla silswa palda malta pelaljaran PPKn silswa hanya 70 yang dimana nilai tersebut masuk kedalam kategori dibawah KKM (Krilteria Ketulntasan Minilma. yaln g ditetalpkan yakni 75. Menurut hasil wawancara yang dilakukan bersama guru mata pelajaran PPKn kelas Vi, dilperoleh inlformasi bahwa balnyak permalsalahan yang menyebabkan rendahnya halsil belajar siswa yakni dialntaranya, silswa kurang aktif dalam proses pembelajaran, kurang beraninya siswa dalam menyampaikan sebuah pendapat, masih ada siswa yang kurang fokus dalam mengikuti pembelajaran (Wisesa, 2. Hal itu beralkibat pald a kuralng terseralpnya malteri pembelaljaran sehinlgga halsil belaljar silswa menjald i kulrang memulaskan daln cenlderung rendalh. Silswa hanya cenderung menerima saja konsep- konsep, materi-materi dan mengerjakan tugas yang diberikan. Hal itu menimbulkan rasa acuh dan tak peka siswa terhadap tugas yang telah diberikan. Kurangnya kemampuan siswa berkaitan mengkonstruksi pengalaman awal yang mereka miliki dengan pemikiran baru yang dimiliki, siswa juga belum bisa mengkaitakan apa yang mereka pelajari dengan mengaplikasikan pengetahuan itu di kehidupan salat inli maupun dilkemudian halri. Secara sederhana pemlbelajaraln tildak dapat memlberikan makna bagi siswa didalam memecahkan permasalahan kewagaranegaan yaln g terjald i (Monika, dkk. Berdasarkan realitas diatas, melalui penelitian ini, salah satu strategi pembelajaran yag dapat diterapkan sebagai metode pembelajaran yang efektif sebagai alternatif adalah model pembelajaran Project Based Learning. Project Based Learning adalah model pembelaljaran inovaltif yaln g berfokus kepada silswa . tudent centere. dan guru ditempatkan sebalgai motivaltor daln fasilitaltor, yang mana silswa diberikan kesempatan bekerlja secalra mandiri dalam pembelajarannya (Anggrain, 2. Dalam kurikulum merdeka seperti saat ini pembelajaran berbasis proyek akan banyak ditemui, serta dengaln menggunalk an mlodel I Dewa Ayu Indah Maharani. I Nengah Suastika. Ni Ketut Santya Isana Pertiwi / Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP Negeri 4 Singaraja pada Mata Pelajaran PPKn Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2025, pp. pemlbelajaran Project Based Learning ini siswa juga dapat menumbuhkan sikap pelajar Pancasila yakni bernalar kritis, dan mandiri ketika memahami masalah dan mencari solusinya, bergotong royong ketika bekerja kelompok dan kreatif ketika menciptakan karya produk. Dikutip dari penelitin yang dilakukan oleh Riyanti, dkk. Melalui model pembelajaran project based leraning peserta didik akan diajak untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada dimasyarakat dan secara proaktif memberikan alternatif pemecahannya, sehingga peserta didik mendapatkan banyak manfaat baik hasil maupun pelaksanaannya (Adventyana,2. Peserta didik dituntut untuk berperan secara aktif dalam proses pembelajaran, agar peserta didik mendapatkan kebermaknaan dalam belajar. Kebermaknaan itu diperoleh karna peserta didik akan mencari, menggali, dan mengalami sendiri berbagai hal yang berkaitan dengan materi pembelajaran, sehingga hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PPKn mengalami peningkatan dari Metode Penelitian ini menggunakan pendekaltan penelitian tindakan . ction researc. khusunya penelitian tindakan kelas . lassroom action researc. Penelitilan ini dilaksanakan dli SMP Nlegeri 4 Singaraja, yang beralamat di Jl. Srikandi. Sambangan. Kec. Sukasada. Buleleng. Penelitialn inli dilalksanakan pada semlester satu talhun ajalran 2023/2024. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas Vi Hatta SMP Negeri 4 Singaraja yang berjumlah 32 orang. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan peneliti untuk memperbaiki kegiatan proses pembelajaran menggunakan siklus, agar terjadi peningkatan pada hasil belajar peserta didik. Dalam penelitian ini data dikumpulkan melalui observasi, tes, serta dokumentasi. Data dalam penelitian ini diolah dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mencari rata-rata hasil belajar dan ketuntasan klasikal serta peningkatan hasil belajar. Hasil dan pembahasan Hasil penelitian ini menunjukan telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan, sikap serta keterampilan siswa, yang ditunjukan pada tabel berikut: Tabel 1. Perbandingan sklor rata-rata hasil belajar siswa siklus I dan siklus II GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2025, pp. Berdasarkan tabel diatas, setelah dilaksanakannya tindakan palda sikllus Il daln sikl us II yang dilaksanakan dikelas Vi Hatta SMP Negeri 4 Singaraja, dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning. Maka diperoleh halsil bellajar sislwa pada raln ah pengetahuan di sikl us Il dengaln nilali ralta-ratla 61,72 daln masuk dal am kategori cukup, sementara KKM yang ditentukan oleh sekolah adalah 75. Oleh karena itu pada tindakan siklus I ini belum dapat tercapai. Maka peneliti perlu untuk melaksanakan tindakan lanjutan yakni siklus II. Palda sikl us IlI inli didapatkan skor rata-rata sebesar 81,56% dan masuk dalam kategori baik. Sedangkan hasil belajar siswa pada ranah sikap juga mengalami peningkatan, pada siklus I diperoleh rata-rata sebesar 65,94 kemudian setelah dilaksanakannya tindakan pada siklus II meningkat menjadi 82,19 dan mlasuk dalalm kateglori balik. Terakhir pada ranah keterampilan, diperoleh hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 67,66 dan masuk dalam kategori cukup. Sehingga dilakukan tindakan pada siklus kedua dan memperoleh hasil rata-rata sebesar 82,91 yang masuk dalam kategori baik. Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan. Dimulai dengan menyiapkan modul ajar yang dikonsultasikan dengan guru mata pelajaran ppkn, model yang digunakan pada proses pembelajarannya adalah Project Based Learning, setelah itu dilaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, pada siklus I ini siswa diarahkan untuk membuat infografis mengenai materi pemerintahan Daerah Provinsi. Kota dan Kabupaten. Dan pada pelaksanaan akhir siklus siswa akan menjawab tes obyektif mengenai materi yang telah diajarkan. Dari hasil tindakan yang dilakukan pada siklus I belum sepenuhnya berhasil. Ketidak berhasilan ini disebabkan masih kurangnya pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari serta tugas yang diberikan, masih banyak peserta didik yang asik sendiri ketika guru menjelaskan materi maupun pada saat dilaksanakannya kegiatan diskusi kelompok. Selain itu siswa cepat jenuh ketika pembelajaran berlangsung karena penyampaian materi yang monoton dari materi buku paket saja. Penggunaan model pembelajaran Project Based Learning ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses pembelajaran sehingga peneliti sering kehabisan waktu pada saat proses pembelajaran. Sejalan dengan yang disampaikan oleh (Setiawan, 2. bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning ini membutuhkan waktu yang lumayan lama agar pembelajaran terlaksana secara maksimal. Hal ini juga didukung oleh temuan (Gunawan, 2. yang menyatakan bahwa dalam menerapkan model pembelajaran Project Based Learning terdapat kekurang- kekurangan seperti, membutuhkan waktu yang lumayan lama dalam menyelesaikan masalah maupun dalam pengerjaan proyek. Saat proses diskusi kelompok berlangsung ada beberapa siswa yang kurang aktif berpartisipasi dan seringkali tidak ikut andil dalam mengerjakan proyek yang diberikan. Hal tersebut menyebabkan hasil belajar siswa belum mencapai hasil yang diinginkan, maka tindakan dilanjutkan pada tindakan lanjutan yakni siklus II. Supaya pada pelaksanan siklus II berjalan dengan baik perlu dirancang persiapaan yang lebih matang lagi agar memperkecil terjadinya kendala-kendala. Mengacu pada kendala- kendala yang terjadi pada siklus I ada beberapa langkah-langkah yang peneliti ambil untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. Pertama, sebelum proses pembelajaran berlangsung guru harus menyiapkan materi pembelajaran yang dirancang dengan baik serta media pembelajaran yang interaktif agar siswa tertarik untuk belajar, menyelipkan ice breaking disela-sela waktu pembelajaran ketika kelas sudah mulai tidak kondusif, mengaitkan materi pembelajaran dengan isu- isu terkini, untuk mengasah kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kemudian memberikan proyek yang lebih menekankan pada kerjasama anatar kelompok sehingga semua anggota kelompok dapat Siswa dan guru harus membuat jadwal pelaksanaan proyek serta tengat waktu pengumpulan proyek tersebut. Guru harus bisa menyusun waktu dengan baik dan efektif pada rencana pelaksanaan pembelajaran agar waktu dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya (Setiawan, 2. Kegiatan pada tindakan siklus II diawali dengan menyusun modul pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang sama yakni Project Based Learning didukung dengan media pembelajaran audiovisual dalam penyapaian materinya. Pada proses pembelajaran I Dewa Ayu Indah Maharani. I Nengah Suastika. Ni Ketut Santya Isana Pertiwi / Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP Negeri 4 Singaraja pada Mata Pelajaran PPKn Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2025, pp. diberikan pertanyaan-pertanyaan pemancing agar siswa lebih aktif lagi, disela-sela waktu ketika siswa sudah terlihat mengantuk peneliti mengajak siswa untuk ice breaking. Memberikan peserta didik untuk menganalisis permasalah-permasalah yang ada pada daerah masing-masing kemudian memberikan suatu kebijakan atau solusi dengan membuat video kreatif, siswa dalam proses pengerjaan proyek tersebut. Ada beberapa siswa yang masih mengeluhkan mengenai pemilihan kelompok yang tidak merata karena siswa cenderung memilih rekan kelompok yang memiliki kemampuan yang baik, sehingga ada beberapa siswa yang tidak mendapatkan kelompok. Peneliti akhirnya membagi kelompok secara merata. Hasil tindakan pada siklus II sudah menunjukan hasil yang baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Penerapan model pembelajaran Project Based Learning daplat meningkatkan aktivitas siswa pada mata diberikan waktu sekitar 1 minggu untuk mengerjakan tugas tersebut. Pada setiap akhir pembelajaran peneliti memberikan pellajaran PPKn. Hal ini diperkuat dengan teori dari (Suharyati, 2. yalng menyatakan bahwa model pembelajaran pertanyaan secara acak kepada siswa mengenai materi yang telah dipelajari untuk Project Based Learning merupalkan model pembelajaran yang berpusat kepada siswa menekankan kembali materi yang telah dan terintegrasi dengan dunia nyata atau disampaikan. Diakhir siklus peserta didik kehidupan sehari-hari siswa, sehingga diberikan evaluasi berupa tes obyektif. Hasil dari dilaksanakannya tindakan siklus II ini menunjukan adanya peningkatan dari siklus sebelumnya. Ada beberpa kendala yang terjadi pada saat pelaksanaan siklus II ini, dimana ada beberapa siswa yang mengeluhkan tugas yang diberikan karena menurutnya terlalu berat dan meminta tambahan waktu untuk mengerjakan proyek tersebut, akhirnya peneliti memberikan sedikit tambahan waktu dan menekankan pada siswa untuk selalu melaporkan mengenai kendalakendala yang dihadapi relevan dengan mata pembelajaran PPKn yang lebih banyak membahas mengenai kehidupan bermasyarakat berbangsa, dan bernegara. Pada saat melakukan tindakan palda sikl us Il malsih banyak dari peselrta dildik yalng kulrang memperhatikam pembelajaran dikelas. Pald a sikl us lI malsih terdlapat beberlapa orang sislwa yanlg malsih ramai sendiri daln tidak aktif dalam kegiatan kelompok. Olelh karenla i t u penelliti melaklukan perbalikan pemlbelajaran palda silklus IlI, palda proses pemblelajaran di sikl us II penel iti menambahkan kegialtan ilce breaking yaln g memiliki tujuan algar membuat sislwa leblih bersemangat dallam mengikluti pemblelajaran. Pada siklus II aktivitas pembelajaran siswa sudah baik. Peserta didik sudah mulai memperhatikan pembelajaran dan sudah aktif pada kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masing- masing. Palda sikl us IlI inli silswa julga sludah mul ai berani untuk betanya dan meyatakan pendapatnya serta diskusi kelompok sudah dapat berjalan dua arah sehingga permasalahan yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik. Hasil pembelajaran siswa terukur pada akhir proses pembelajaran. Peningkatan hasil pembelajaran terlihat dari perbedaan antara hasil awal dan akhir pembelajaran. Jika hasil pembelajaran akhir lebih tinggi daripada awal, maka dalpat disilmpulkan balhwa adla penlingkatan dal am haslil bel ajar sislwa. Kenaikan inli menunjukkan efektivitas dlari metode pembelajaran yaln g digunalkan. Dal am penelitlian tindakan kel as di kel as VIlII Haltta SMlP Nelgeri 4 Singaraja, terdapat peningkatan hasil belajar siswa setiap siklusnya dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning dalam mata pelajaran PPKn. Model pembelajaran berbasis proyek mendorong disiplin belaljar siswla daln meninglkatkan keterlibatan serta kreativitas sislwa dallam prolses pembelaljaran. Ini berdampak pada penilngkatan halsil belaljalr sislwa plada sikl us IlI dibandilngkan denlgan sikluls Il. Simpulan dan Saran Penerapan Model Pembelaljaran Project Based Learning meningklatkan keterlibatan siswa dalam klgiatan pemblelajaran, terutalma dalalm matla pelajalran PPKn, membuat mereka lelbih akltif dan antusias salat mengilkuti proses pemlbelajaran. Hal ini terbukti dengan adanya perubahan aktivitas silswa palda sikl us I daln silklus IlI. Palda tinldakan sikllus I masih banyak silswa yang tidak memperhatikan pembelajaran, dan banyak siswa yang kurang antusias dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung, terlihat juga masih banyak siswa GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2025, pp. yang ramai sendiri dan kurang aktif dalam kegiatan kelompok. Peneliti kemudian melanjutkan ke siklus II, pada siklus II sudah terdapat perubahan yang lebih baik pada aktivitas pembelajaran Siswa sudah memperhatikan proses pembelajaran dan turut aktif dalam kegiatan Modlel Pembelaljaran Project Based Learning dalpat meninlgkatkan halsil belaljar siswa kelas Vi Hatta SMlP Negeri 4 Singaraja baik dalam ranah pengetahuan, sikap, serta Hal tersebut diketahui dari jumlah ketuntasan halsil belajlar sislwa padla seltiap Plada sikluls I halsil belaljar sislwa palda ranah pengetahuan memperoleh hasil yang cukup Project Based Learning palda malta pelajlaran PPKln. Adapun saran yang dapat disimpulkan setelah adanya kesimpulan bahwa. Model pembellajaran Project Based Learning bisa guru terapkan dal am setiap mata pelajaran PPKn dikelas. Hal ini dengan rata-rata 61,72, kemudian hasil belajar siswa pada ranah sikap mencapai rata-rata 65,94 masuk dalam kategori cukup bertujuan agar siswa lebih kreatif dan inovatif guna menumbuhkan minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran PPKn dan pada ranah keterampilan juga di dalam kelas dan meningkatkan hasil memperoleh hasil yang cukup dengan rata-rata belajar siswa. Sekolah dapat membantu rata 67,66. Oleh karena itu hal tersebut dianggap belum mencapai KKM, maka peneliti melanjutkannya ke siklus II tentunya memotivasi guru agar melakukan pengembangan-pengembangan, serta dalam proses pembelajaran, dengan melakukan segala perbaikan serta sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi menyusun langkah-langkah secara matang lebih positif bagi siswa untuk belajar banyak untuk memulai penelitian pada siklus II di kelas Vi Hatta SMP Negeri 4 Singaraja. Dikarenakan telah dilakukannya persiapan yang matang KKM akahirnya dapat terpenuhi. Pada sikl us ke II haslil belaljar siswa pada ranah pengetalhuan, sikap dlan keterampilan sudah masuk dalam kategori baik, pada ranah pengetahuan rata-rata yang diperoleh adalah sebesar 81,56, kemudian pada ranah sikap didapatkan rata-rata sebesar 82,19 dan yang terakhir pada ranah keterampilan di dapatkan rata-rata sebesar 82,97. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan sikluls I dan II sudah berhasil dilaksankan dengaln adalnya pelningkatan pembelajaran melal ui modlel pembellajaran Guru sebagai tenaga pendidik tentunya harus selalu menerapkan model pembelajaran yang kreatif, inovatif, serta menyenangkan bagi siswa, guna menunjang kegiatan pembelajaran agar menjadi suatu proses yang bermakna. Sebab halhal yang bermakna bagi siswa cenderung akan melekat dalam memorinya. Proses penelitian maupun hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi ataupun acuan bagi peneliti lainya agar dapat meningkatkan penelitian terkait mlodel pemlbelajaran Project Based Learning untulk menlingkatkan halsil belaljar siswla palda malta pelajarlan PPKln maulpun bidlang-bidlang ilmu Daftar Rujukan Adventyana. Media Pembelajaran Digital sebagai Implementasi Pembelajaran Inovatif untuk Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan KonselingVolume 5 Nomor 1. Anatasya. E . Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan Karakter Peserta Didik Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. No. Anggrain. Analisis Penggunaan Model Pembelajaran Project Based Learning Dalam Peningkatan Keaktifan Siswa. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) No. Camellia. Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Kewarganegaraan Sebagai Upaya Mewujudkan Smart and Good Citizenship. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. Chintia Faradila Putri. Penggunaan Media Poster dalam Pembelajaran PPKn di Kelas Tinggi. Jurnal Riset Pendidikan Dasar Volume 3 Nomor 2 Farhana. Awiria, & Muttaqien. Penelitian Tindakan Kelas. Medan: Harapan Gunawan. AuPengembangan media audiovisual perilaku hidup bersih dan sehat dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan siswa kelas II SD Negeri I Dewa Ayu Indah Maharani. I Nengah Suastika. Ni Ketut Santya Isana Pertiwi / Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP Negeri 4 Singaraja pada Mata Pelajaran PPKn Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2025, pp. Genduren Purwojati BanyumasAy. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta. Monika, dkk. Penerapan Project Based Learning Berbasis Kearifan Lokal. Tri Hita Karana Meningkatkan Sikap Gotong Royong. De_Jurnal (Dharmas Education Jurnal. Vol. 4 No. Riyanti. , dkk. Meningkatkan Hasil Belajar PPKn Melalui Project Based Learning. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan STKIP Kusuma Negara. Rusmiati. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar PPKn Siswa Kelas VI Melalui Metode Diskusi Kelompok Kecil. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 37. Sertiawan. , & Norma. Analisis Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dan Problem Based Learning pada Peserta Didik Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu. Vol. 6 No. Setiawan. , dkk. Analisis Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dan Problem Based Learning pada Peserta Didik Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6. , 97369744 Suharyati. Penerapan Model Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran PPKn di Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Profesi Pendidikan (JPP). Ulomo. Upaya Peningkatan Minat dan Hasil Belajar Mata Pelajaran PKn. Elementary School 8 . , 161 Ae 16 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Wati. Pengaruh Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran PKn Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Jurnal on Education. Vol. 5 No. Wisesa,I. A . Pengaruh Model Pembelajaran Project Citizen Terhadap Keterampilan Berpikir dan Hasil Belajar PPKn Kelas X Di SMA Negeri 1 Busungbiu. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. Yulita Dyah Kristanti. Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learnin. Pada Pembelajaran Fisika Disma. Jurnal Pembelajaran Fisika. Vol. 5 No. Zein. Peran Guru Dalam Pengembangan Pembelajaran. Peran Guru dalam Pengembangan Pembelajaran, 275. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304