PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 13 NOMOR 4 . , 538 - 548 PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT. UNIVERSITAS TADULAKO ISSN (P) 2088-3536 ISSN (E) 2528-3375 http://jurnal. id/index. php/preventif Meta Analisis Beda Rata-Rata Pada Pengobatan HIV/AIDS Di Indonesia Alifandra Azya Saniputra*1 Departemen Epidemiologi. Biostatistika Kependudukan, dan Promosi Kesehatan. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Airlangga Author's Email Correspondence (*): alifan. saniputra-2017@fkm. Phone: 6285731867153 ABSTRAK Terapi ARV masih menjadi andalan untuk terapi pengobatan HIV/AIDS di dunia. Terapi ARV dilakukan untuk menurunkan jumlah virus di dalam tubuh. Di Indonesia sendiri terapi ARV juga masih digunakan untuk menekan angka HIV/AIDS. Dengan popularnya pengobatan ini tentu menarik peneliti untuk melakukan penilitian tentang ARV apakah benar memberi efek perubahan pada CD4 atau tidak. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk melihat seberapa efektif terapi ARV dalam mengubah jumlah CD4 dalam jangka waktu tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian unobtrusive dengan menggunakan metode meta analisis. Penelitian unobtrusive merupakan penelitian yang tidak mengganggu subjek Penelitian menggunakan 5 artikel yang berdesain penelitian observasional dengan kriteria yang telah ditentukan. Analisis data yang telah dilakukan menggunakan software CMA versi trial 3. dengan tingkat kepercayaan = 5%. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan bahwa nilai mean difference Pada random effect model sebesar 0. 499 dengan nilai lower level 0. 27 dan nilai upper level Nilai p-value untuk random effect model sebesar 0,000 < . %) yang artinya bahwa pemberian terapi ARV memberi perubahan jumlah pada jumlah cd4 dalam tubuh. Kesimpulan pada penelitian ini dilihat dari summary effect dari penelitian dengan variabel hipertensi menggunakan random effect model memperoleh nilai beda rata-rata 0. 499 , artinya orang yang mendapat terapi ARV mengalami perubahan nilai CD4 rata-rata 0. 499 dari pada yang tidak menjalani terapi ARV dengan nilai lower level 0. 27 dan nilai upper level 0. Nilai p-value untuk random effect model sebesar 0,000 < . %) yang artinya bahwa terapi ARV memberi perubahan nilai CD4 dalam tubuh penderita HIV/AIDS. Kata Kunci: Terapi ARV. Meta Analisis. HIV/AIDS. CD4 Published by: Article history : Tadulako University Received : 28 11 2021 Address: Received in revised form : 10 12 2021 Jl. Soekarno Hatta KM 9. Kota Palu. Sulawesi Tengah. Accepted : 13 12 2021 Indonesia. Available online : 31 12 2022 Phone: 628114120202 licensed by Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Email: Preventif. fkmuntad@gmail. ABSTRACT ARV therapy is still the mainstay of treatment for HIV/AIDS in the world. ARV therapy is done to reduce the amount of virus in the body. In Indonesia. ARV therapy is still being used to reduce the number of HIV/AIDS. With this popular treatment, it is certainly interesting for researchers to conduct research on ARVs whether they really have an effect on changing CD4 cells or not. The purpose of this study was to see how effective ARV therapy was in changing CD4 cell counts over a certain period of time. This study is a non-disruptive study using the meta-analysis method. Nondisruptive research is research that does not interfere with the research subject. The study used 5 articles with an observational research design with predetermined criteria. Data analysis has been carried out using the CMA software trial version 3. 0 with a level of confidence = 5%. Results Based on the analysis that has been done, the mean difference in the random effects model is 0. 499 with a lower level value of 0. 27 and an upper level value of 0. The p-value for the random effect model 000 < . %) which means that offering ARV therapy changes the amount of CD4 in the body. The conclusion in this study, seen from the summary of the effects of research with hypertension variable using the random effects model, obtained an average difference of 0. 499, meaning that people receiving ARV therapy experienced an average change in CD4 cell values of 0. 499 from those who did not undergo ARV therapy with lower levels. 27 and the upper level value is 0. The p-value for the random effect model is 0. 000 < . %) which means that ARV therapy changes the CD4 value in the body of people with HIV/AIDS. Keywords : ARV Therapy. Meta Analysis. HIV/AIDS. CD4 PENDAHULUAN Epidemi HIV/AIDS masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia. Di tingkat global. AIDS menempati urutan keempat di antara penyakit Ae penyakit utama penyebab kematian di seluruh dunia. HIV/AIDS juga masih merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting dan terus mengalami kenaikan sehingga menjadi permasalahan kesehatan di tingkat global. Menurut WHO, 36,9 juta orang hidup dengan HIV pada akhir 2017, 1,8 juta infeksi baru pada tahun yang sama. Menurut laporan WHO, 38 juta orang di seluruh dunia terinfeksi HIV pada tahun 2018. dan menyebabkan kematian dengan angka menyentuh 690. 000 kematian pada tahun 2018. Berdasarkan Laporan Perkembangan HIV/AIDS dan Infeksi Seksual Menular tahun 2017 oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kumulatif infeksi HIV sampai dengan Desember 2017 di Indonesia adalah sebanyak 280. 263 kasus, dan jumlah akumulatif kasus AIDS sebanyak 102. 667 kasus terhitung dari tahun 1987 hingga Desember 2017. Dalam laporan yang sama juga ditemukan bahwa jumlah penemuan kasus infeksi baru HIV/AIDS mengalami peningkatan setiap tahunnya. Data ini mengindikasikan bahwa adanya peningkatan jumlah penularan infeksi HIV di Indonesia. Dengan angka HIV/AIDS yang tiap tahun semakin naik maka harus diberikan pengobatan pada setiap orang yang menderita HIV/AIDS. Terapi yang bisa diberikan pada pengidap HIV/AIDS adalah terapi antiretroviral atau ARV. Menurut WHO pada tahun 2015 obat antiretroviral sudah digunakan pada 46% pasien HIV di beberapa negara. Penggunaan ARV tersebut telah berhasil mengurangi angka kematian terkait HIV/AIDS dari 1,5 juta di tahun 2010 menjadi 1,1 juta di tahun 2015. Negara Indonesia sendiri sudah mulai memberikan pengobatan ini secara gratis melalui program pemerintah dari tahun 2014 dan kini sudah tersedia pada lebih dari 400 layanan kesehatan di seluruh Indonesia. Berdasarkan latar belakang bagaimana banyaknnya penggunaan terapi ARV sebagai pengobatan HIV/AIDS yang ada di dunia dapat diidentifikasikan bahwa penelitian dengan dengan kasus yang sama bisa saja terjadi tetapi dengan waktu dan tempat yang berbeda. Hal ini dapat menyebabkan hasil yang berbeda Ae beda di setiap penelitiannya. Berdasarkan kasus pada penelitian ini, banyak penelitian tentang terapi ARV yang sudah dilakukan di Indonesia dan hasil dari penelitian tersebut sangat bervariatif hasilnya. Oleh karena itu perlu adanya penggabungan dari berbagai penelitian dan menjadikan suatu kesimpulan dari berbagai parameter penelitian tersebut. Dalam penggabungan ini metode yang digunakan adalah meta Meta analisis adalah suatu bentuk penelitian kuantitatif yang menggunakan angka dan metode statistik dari berbagai hasil penelitian yang kemudian akan dirangkum menjadi sebuah kesimpulan. Meta analisis merupakan suatu teknik statistik yang digunakan untuk menggabungkan 2 atau lebih penelitian yang sama yang berfokus pada pendekatan kuantitatif, yang berfokus pada perhitungan effect size. Effect size dapat digunakan untuk menggabungkan beberapa penelitian yang mengangkat topik atau pembahasan yang serupa dan memiliki variabel bebas dan variabel terikat yang sama sehingga diperoleh hasil yang lebih informatif dan lebih akurat mengenai hubungan antar variabel bebas dan terikat. Penerapan meta analisis dapat memberikan informasi baru yang lebih akurat tentang suatu topik yang telah dibahas dalam penelitian. METODE Penelitian ini merupakan penelitian unobtrusive dengan menggunakan metode meta Penelitian unobtrusive merupakan penelitian yang tidak mengganggu subjek Penelitian menggunakan 5 artikel yang berdesain penelitian observasional dengan kriteria yang telah ditentukan. Sampel dalam penelitian ini adalah para pasien HIV/AIDS yang menjalani pengobatan ARV di Indonesia. Ada dua variabel dalam penelitian ini yakni variabel dependen yang berupa CD4 dan variabel yang berupa terapi ARV. Waktu dari penelitian ini dimulai dari Juni 2021 sampai September 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menelusuri atau pencarian penelitian primer yang berupa artikel jurnal. Penelitian primer yang dicari mengenai pengobatan pada HIV/AIDS di Indonesia yang telah dipublikasikan. Penelitian diawali dengan melakukan penelusuran penelitian primer yang digunakan sebagai data penelitian. Penelitian primer berupa artikel jurnal, laporan penelitian, artikel ilmiah, dan skripsi yang menggunakan Bahasa Indonesia. Penelusuran penelitian primer dilakukan dengan cara penelusuran secara komputerisasi melalui situs Google Scholar, e-Jurnal Unair. Jurnal Garuda, dan juga Jurnal Neliti. Artikel yang sudah ditemukan kemudian dilakukan seleksi lagi dengan kriteria sebagai Yang pertama artikel harus menggunakan desain penelitian observasional, kedua lokasi dari penelitian berada di Indonesia, ketiga menggunakan kata kunci pengobatan HIV/AIDS lalu jumlah CD4 dan terapi ARV. Keempat menggunakan penelitian primer yang dipublikasikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dan telah dipublikasikan berupa artikel ilmiah lalu skripsi/ tesis dan juga laporan penelitian, yang terakhir penelitian primer harus mencantumkan hasil perhitungan statistika penelitian yang berupa mean pre treatment ARV, mean post treatment ARV, dan p-value. Setelah semua seleksi selesai, kemudian dilakukan Analisis data yang telah dilakukan menggunakan software Comprehensive Meta Analysis (CMA) versi trial 3. 0 dengan tingkat kepercayaan = 5%. HASIL Dari penelitian sudah terkumpul di atas, selanjutnya dilakukan seleksi penelitian yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan dalam penelitian meta analisis ini. Ditemukan sebanyak 47 artikel yang sesuai dengan topik pengobatan HIV/AIDS. Penelitian yang tidak memenuhi kriteria penulis disortir kembali sehingga diperoleh 5 penelitian yang telah memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan. Lima penelitian yang sudah memenuhi kriteria selanjutnya dilakukan pembedahan berdasarkan population, intervension, comparison, dan Tujuan dilakukan ini adalah untuk mempermudah peneliti menemukan poin-poin yang dicari. Penelitian yang memenuhi kriteria dan sudah dilakukan PICOS dapat dilihat sebagai berikut No. Peneliti 1 Natalia, 2018. Populasi Pasien HIV/AIDS di RSUD Adam Malik Medan Muslenina Pasien , 2014. Rawat jalan HIV/AIDS di Rumah Sakit PELNI Jakarta Munif, 2011. Wahyudi, 2013. Tabel 1 Daftar Artikel Terpilih Intervensi Pembanding Hasil Penelitian Pemberian CD4 Ada Perubahan sebelum dan nilai CD4 yang ARV signifikan dari terapi ARV sebelum terapi sampai sudah Pasien kan terapi ARV CD4 sebelum dan terapi ARV Variabel Penelitian Stadium HIV Umur Lama Terapi Kombinasi Obat ARV Penyakit Perubahan CD4 Pasien terapi ARV, rata-rata jumlah kenaikan CD4 rata-rata 01 sel/mm3 selama 6 bulan Pasien Mendapat CD4 Pasien HIV/AIDS terapi sebelum dan sudah rawat jalan ARV minimal 6 terapi ARV terapi ARV rawat inap bulan selama minimal 6, 12, 24 bulan ARV di jumlah CD4. rumah sakit Yogyakarta Penderita Pasien baru infeksi mendapat HIV/AIDS terapi di unit rawat ARV jalan dan unit rawat CD4 sebelum dan terapi ARV Jumlah CD4 pada penderita HIV/AIDS kenaikan jumlah CD4 sesudah menjalani terapi Jenis Kelamin Usia Faktor Risiko Gejala Klinis Penggunaan Regimen ARV Kombinasi Obat Perubahan CD4 Jenis Kelamin Kelompok Umur Domisili Faktor Risiko Pendidikan Pekerjaan Infeksi Oportunistik Regimen ARV Perubahan CD4 Perubahan Berat Badan Jenis Kelamin Usia Faktor Risiko Stadium Klinis Infeksi Oportunistik Penyakit Tropik dan Infeksi RSU Dr. Saiful Anwar Malang Anggriani , 2019 Semua pasien baru HIV/AIDS rawat jalan di RS Fatmawati terapi ARV ARV selama 3 bulan Pasien ARV satu tahun CD4 sebelum dan terapi ARV Semua pasien yang mendapat terapi ARV hasil yakni kenaikan jumlah CD4 selama Jenis Kelamin Umur Status Perkawinan Penularan Pendidikan Infeksi Oportunistik Jumlah IO Kombinasi ARV Perubahan CD4 Sumber : Data primer, 2021 Penelitian yang telah terpilih sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya kemudian dilakukan analisis kuantitatif dengan cara mengidentifikasi dan mencatat nilai pre treatment dan post treatment dari penelitian yang sudah terseleksi. Selanjutnya adalah menghitung nilai effect size beda rata-rata penelitian. Hasil perhitungan bisa dilihat berikut: No. Tabel 2 Perhitungan effect size masing-masing penelitian Mean Mean Pre Peneliti Post p-value Var. ARV ARV Natalia, 2018 20,52 30,94 0,000 0,017 Muslenina. Munif, 2011 Wahyudi. Anggriani. Effect size (Mean dif. 0,514 3,71 0,000 0,023 0,585 196,27 243,325 0,000 0,016 0,489 69,41 180,72 0,000 0,069 1,02 2,06 0,047 0,008 0,18 Sumber: Data Primer, 2021 Hasil dari perhitungan effect size dari masing-masing penelitian digunakan untuk menghitung summary effect. Sebelum perhitungan nilai summary effect dilakukan uji heterogenitas untuk mengetahui apakah data tersebut heterogen atau homogen. Uji heterogenitas dilakukan dengan menggunakan uji Cochran Q. I Square, dan Tau Square. Hasil uji heterogenitas dari 5 penelitian yang terdapat variabel perubahan jumlah CD4 menunjukkan hasil nilai df=4. Q = 14,227. I-square = 71,884, dan Tau-square = 0,046. Hasil uji heterogenitas dari 5 penelitian yang terpilih menunjukkan bahwa 5 penelitian dengan variabel perubahan CD4 bersifat heterogeny sehingga model yang dipilih adalah random effect model. Nilai summary effect dihitung dengan melakukan eksponensial pada nilai bobot rata-rata penelitian. Hasil perhitungan summary effect random effect model dapat dilihat sebagai berikut : Peneliti Natalia. Muslenina , 2014 Munif. Wahyudi. Anggriani. Tabel 3 Hasil Perhitungan Summary Effect Var. Var. Var. (Mean Var. Within Between Total Dif. 0,514 0,017 0,046 0,000 0,064 (Bobo. 15,691 8,078 0,585 0,023 0,046 0,000 0,069 14,528 8,505 0,489 0,016 0,046 0,000 0,062 16,108 7,889 1,02 0,069 0,046 0,000 0,115 8,665 8,838 0,18 0,008 0,046 0,000 0,054 18,348 3,306 73,343 36,616 Total Summary Effect 0,499 Sumber: Data Primer, 2021 Hasil perhitungan nilai summary effect pada fixed effect model di atas dapat diketahui terdapat nilai mean difference, lower level, upper level. Z hitung, dan p-value. Sedangkan untuk pemodelan dengan random effect model sudah ada perhitungan yang dimunculkan melalui aplikasi CMA. Pada random effect model nilai mean difference nya sebesar 0,499 yang artinya ada perbedaan rata-rata sebesar 0,499 pada saat melakukan terapi ARV dengan nilai lower level 0,27 dan nilai upper level 0,728. Nilai p-value untuk random effect size sebesar 0,000 < . %) yang artinya bahwa pemberian terapi ARV memberi perubahan jumlah pada jumlah CD4 dalam tubuh. Hasil analisis secara keseluruhan variabel pada penelitian perubahan CD4 dapat disajikan dalam bentuk forest plot yang dapat dilihat sebagai berikut: Sumber: Data Primer, 2021 GAMBAR 1. Hasil Forest Plot Pada hasil forest plot variabel perubahan CD4 random effect model diketahui bahwa terdapat 1 dari 5 penelitian yang menunjukkan bahwa garis CI penelitian melewati mean difference 0,00, sehingga terdapat 4 penelitian yang signifikan, maka persentase penelitian yang signifikan pada variabel perubahan CD4 sebesar 74,98%. PEMBAHASAN Terapi ARV saat masih menjadi satu-satunya obat yang diandalkan dalam pengobatan HIV untuk menekan jumlah virus yang ada dalam tubuh pasien dengan HIV/AIDS. Menurut World Health Organization di tahun 2015 terapi ARV ini sudah digunakan pada 46% pasien HIV/AIDS di berbagai negara di dunia dan pada rentang waktu dari tahun 2010 hingga tahun 2015 terapi ini berhasil menurunkan angka kematian dari 1,5 juta sampai pada angka 1,1 juta kasus. Di Indonesia sendiri menurut Teguh, terapi ARV mulai diberikan secara gratis pada tahun 2014 dan saat ini sudah tersebar di hampir seluruh pusat layanan kesehatan yang ada di Indonesia. Tahun 2017 pemerintah Indonesia merencanakan strategi fast track 90-9090 untuk melakukan percepatan dalam menangani penyakit HIV/AIDS ini. Pada penelitian ini terdapat 5 penelitian yang masuk kriteria penelitian atau yang memiliki desain penelitian observasional dan memiliki jumlah perubahan CD4 sebelum terapi ARV dan sesudah terapi ARV. Dalam penelitian tentang meta analisis perubahan CD4 ini menggunakan effect size atau menggunakan effect size mean difference untuk mengukur apakah ada perubahan nilai CD4 pada saat sebelum melakukan terapi ARV dan sesudah terapi ARV. Dalam penelitian ini dilihat dari jumlah beda rata-rata nilai CD4 sebelum terapi ARV dan sesudah terapi ARV. Meta analisis untuk beda rata-rata juga bisa menggunakan desain penelitian lain, yang paling penting dari meta analisis ini adalah data yang dimiliki harus merupakan data kontinyu. Menurut penelitian Wardhani . Siahaan . , dan Yunita . desain penelitian cross sectional juga bisa dipakai untuk mencari jumlah perubahan CD4. ,15,. Jadi, apapun desain penelitiannya yang terpenting data harus data Lokasi penelitian dari Wardhani . Siahaan . , dan Yunita . hanya pada daerah-daerah tertentu yang ada di Indonesia. ,15,. Sehingga dengan adanya penelitian ini yang mencakup wilayah yang lebih besar bisa meningkatkan keakuratan Semua data yang diperoleh lalu diolah menggunakan software CMA (Comprehensive Meta Analysi. Pada aplikasi CMA dilakukan perhitungan uji heterogenitas untuk mengetahui seberapa heterogen data yang diperoleh. Tujuan dilakukannya uji heterogenitas ini adalah untuk menentukan forest plot-nya memakai fixed effect model atau random effect Jika data homogen maka menggunakan fixed effect model dan jika data heterogen maka menggunakan random effect model. Berdasarkan uji heterogenitas yang telah dilakukan pada penelitian ini menunjukkan hasil nilai Q = 14,277. I square = 71,884 , dan Tau square = 0,046. Nilai Q dibandingkan dengan nilai pada tabel yue2 (Chi Squar. dengan df = k-1 dan nilai . Nilai yue2 dengan df = 4 dan 5% adalah 9,4877 sehingga nilai Q > yue2 maka penelitian yang diperoleh relatif heterogen yang artinya terdapat variasi. Hasil heterogen menjadikan pemilihan model yang digunakan adalah random effect model. Sehingga terdapat perbedaan yang terjadi apabila menggunakan fixed effect model yaitu dengan selisih nilai sebanyak 0,09. Summary effect dari penelitian ini dengan menggunakan random effect model memperoleh nilai beda rata-rata 0,499, artinya orang yang mendapat terapi ARV mengalami perubahan nilai CD4 rata-rata 0,499 dari pada yang tidak menjalani terapi ARV dengan nilai lower level 0,27 dan nilai upper level 0,728. Nilai p-value untuk random effect model sebesar 0,000 < . %) yang artinya bahwa terapi ARV memberi perubahan nilai CD4 dalam tubuh penderita HIV/AIDS. Simbol diamond ( ) menggambarkan summary effect pada forest plot. Semakin rapat simbol diamondnya maka akan semakin homogen datanya. Hasil summary effect menunjukkan bahwa terapi ARV memberikan perubahan jumlah CD4 dalam tubuh sesuai pada penelitian Wardhani . Febriani . Romadhoni . Yunita . Widiyanti . yang juga menunjukkan bahwa pasien dengan HIV/AIDS yang melakukan terapi ARV mengalami perubahan jumlah CD4 yang ada di dalam tubuh. Ae. KESIMPULAN DAN SARAN Epidemi HIV/AIDS masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Dalam mengurangi angka kejadian HIV/AIDS digunakanlah obat ARV untuk mengurangi virus dalam tubuh. Di Indonesia sendiri terapi ARV juga masih digunakan untuk menekan angka HIV/AIDS. Dengan popularnya pengobatan ini tentu menarik peneliti untuk melakukan penilitian tentang ARV apakah benar memberi efek perubahan pada CD4 atau Pada penelitian ini membuktikan bahwa terapi ARV memang memberi perubahan jumlah CD4 dalam tubuh. Summary effect dari penelitian ini dengan menggunakan random effect model memperoleh nilai beda rata-rata 0,499, artinya orang yang mendapat terapi ARV mengalami perubahan nilai CD4 rata-rata 0,499 dari pada yang tidak menjalani terapi ARV. Ada perbedaan hasil forest plot dari fixed effect model dan random effect model dikarenkan data bersifat heterogen. terdapat perbedaan yang terjadi apabila menggunakan fixed effect model yaitu dengan selisih nilai sebanyak 00,9. Selisih terjadi untuk melihat perbedaan akurasi yang dihasilkan oleh fixed effect model dan random effect model yang bisa menyebabkan penelitian bisa jadi kurang akurat. Untuk penelitian selanjutnya diharapkaan untuk memperluas cakupan penelitiannya agar penelitian selanjutnya bisa semakin bermanfaat untuk orang banyak dan memudahkan orang-orang dalam mencari literature tentang terapi antiretroviral ini. DAFTAR PUSTAKA