P a g e | 16 CBIS JOURNAL - VOL. 12 NO. : SEPTEMBER Computer Based Information System Journal ISSN (Prin. : 2337-8794 | E- ISSN : 2621-5292 web jurnal : http://ejournal. id/index. php/cbis SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KENAIKAN GAJI KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE TOPSIS BERBASIS WEB Wendy Syaputra1. Rika Harman2 Universitas Putera Batam. Indonesia INFORMASI ARTIKEL A B S T R A C T Diterima Redaksi: Agustus 2024 Diterbitkan Online: September 2024 This research, titled AuDecision Support System for Employee Salary Increase Using the TOPSIS Method Based on WebAy addresse the issues of non-transparency and subjectivity in determining employee salary increases at Bintang Moro. Fair and objective salary adjustmentsare crucial for retaining and motivating employees, as well as ensuring the companyAos sustainability and growth. Decicion support system (DSS) designed in this study uses the TOPSIS method, implemented as a web based application. TOPSIS method was selected for its ability to rank alternatives based ontheir proximity to an ideal solution, ensuring objective decision making. the research involved collecting data on employee performance and salary increases over thepast three months at Bintang Moro. This data was processed using the TOPSIS method and intergrated into a web-based system developed with PHP and Mysql. Finding indicate that the TOPSIS-based DSS provides more objective and transparent recommendations for salary increases. Webbased system also facilitates management in monitoring and evaluating employee performancemore efficiently. The system implementation leads to more equtable salary decisions, fostering a positive work The research contributes to the field by offering a practical solution for decision support in employee salary management. It can serve as a refrence for developing similar system in other organizarional contexrs KATA KUNCI Sistem pendukung keputusan. Kenaikan Gaji. Metode TOPSIS. Website KORESPONDENSI E-mail: wendysyaputra203@gmail. rika@puterabatam. Latar Belakang Bagian permasalahan, tinjauan referensi, tujuan dan manfaat . Kenaikan gaji bukan hanya sekedar keinginan bagi karyawan, tetapi juga merupakan langkah strategis yang penting bagi keberlangsungan dan kemajuan sebuah perusahaan. Kenaikan gaji yang adil dan kompetitif mencerminkan pengakuan atas kontribusi dan kinerja karyawan, serta berperan dalam meningkatkan kesejahteraan dan motivasi Kenaikan gaji yang tepat juga dapat menjadi indikator pertumbuhan dan kemajuan http://ejournal. id/index. php/cbis perusahaan atau bisnis, dengan memberikan kenaikan gaji kepada karyawan sebagai respon terhadap pertumbuhan dan profit yang dicapai. Perusahaan dapat mempertahankan sumber daya manusia yang kompeten dan berkomitmen, hal ini menciptakan lingkungan kerja dimana karyawan merasa dihargai dan terdorong untuk memberikan kontribusi maksimal. Kebijakan dalam penggajian juga harus memiliki kapasitas untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, meningkatakan kesejahteraan pekerja serta Ketika produktivitas dan motivasi CBIS JOURNAL - VOL. 12 NO. : SEPTEMBER kerja karyawan menurun diperlukan peningkatan insentif untuk mendukung kinerja pegawai. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), upah rata-rata buruh atau karyawan secara nasional meningkat dari tahun 2022 dengan jumlah Rp 000 menjadi Rp 2. 000 ditahun 2023. Namun, di sisi lain, rata-rata upah buruh terendah nasional terdapat pada sektor jasa dengan jumlah Rp1,79 juta per bulan pada tahun Sementara itu, sektor Real Estate memiliki rata-rata upah sebesar Rp4. 000 per bulan, sektor Keuangan sebesar Rp4. 000 per bulan, dan sektor Pertambangan sebesar Rp4. per bulan. Bintang Moro merupakan salah satu jenis usaha yang bergerak dalam bidang jasa yang menaungi dua jenis bidang usaha yaitu jasa transportasi laut serta jasa ekspedisi. Untuk jasa angkutan laut. Bintang Moro yang menyediakan rute dari Batam AeKasu AeSugi AeTelunas AeMoro. Untuk proses penggajian di Bintang Moro biasanya dilakukan secara manual dan dilakukan pembayaran gaji setiap tanggal 18 setiap Dimana gaji yang diterima berupa gaji pokok dan untuk uang makan diberikan perhari. Selain klasifikasi gaji yang diberikan. Bintang Moro juga memberikan kenaikan gaji terhadap karyawan dengan berdasarkan penilaian subjektif Setiap tahun pada akhir periode manajemen Bintang Moro akan mengkaji kinerja setiap karyawan yang berada dipengawasannya. Proses ini tidak menggunakan alat atau metode formal untuk melakukan penilaian, manajemen akan mengandalkan pengalaman dan pemahaman pribadi mereka tentang karyawan-karyawan Pemantauan kinerja karyawan ini pun memerlukan tenaga ekstra dikarenakan karyawan yang bekerja di lapangan. pendukung keputusan (SPK) untuk membantu pengambilan keputusan dalam kenaikan gaji karyawan di Bintang Moro yang dinilai kurang transparan dan objektif. Penilaian kelayakan kenaikan gaji karyawan sangat penting, ini mempertahankan kelangsungan, kemajuan, dan kemampuan bersaing karena memiliki sumber daya manusia yang baik dan maksimal. II. 1 Gaji Kajian Literatur http://ejournal. id/index. php/cbis P a g e | 17 Gaji adalah balas jasa dalam bentuk uang yang diterima pegawai atau pegawai sebagai konsekuensi dari statusnya sebagai seorang pegawai yang memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan perusahaan atau organisasi. Indikator dari gaji adalah sebuah kelayakan, gaji yang sesuai selalu diharapkan pegawai. Gaji dapat diklasifikasikan sebagai kompensasi yang diberikan kepada karyawan berdasarkan jenjang jabatan, dengan pembayaran yang umumnya disesuaikan dengan hari kerja, jam kerja, atau produktivitas karyawan, tergantung pada apakah karyawan tersebut berperan sebagai manajer atau pelaksana dalam bagian tersebut. Berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, gaji atau upah adalah kompensasi yang diberikan oleh pengusaha kepada karyawan dalam bentuk uang sebagai imbalan sesuai dengan perjanjian kerja, kesepakatan, atau aturan hukum, termasuk tunjangan untuk karyawan dan keluarganya. 2 Sistem Pendukung Keputusan Sistem pendukung keputusan merupakan suatu proses yang melibatkan penggunaan alat bantu teknologi dan pendekatan metodologis tertentu untuk membantu dalam memutuskan suatu masalah. Pendekatan ini didasarkan pada analisis fakta dan informasi yang tersedia guna mempermudah proses pengambilan keputusan yang akurat dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Seperti pada jurnal suicidal thought detection using max voting ensemble technique. penelitian ini mengembangkan sistem pendukung keputusan(DSS) yang canggih untuk mendeteksi ide bunuh diri dimedia sosial dengan memanfaatkan platform reddit. DSS ini menggunakan pendekatan max voting ensemble untuk menggabungkan hasil dari algoritma pembelajaran mesin seperti SVM, logistic regression, random forest, multinominal nayve bayes, adaboost, dan XGBoost . Selama proses pengolahannya sistem pendukung keputusan menggabungkan modelmodel analisis dengan metode input data konvensional serta fungsi pencarian dan introgasi Sistem pendukung keputusanyang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dioperasikan dengan mudah. 3 Metode Sistem Pendukung Keputusan Dalam pengambilan keputusan yang kompleks dan multi kriteria, metode sistem pendukung keputusan(SPK) digunakan untuk P a g e | 18 CBIS JOURNAL - VOL. 12 NO. : SEPTEMBER membantu pengambilan keputusan mengevaluasi sistematis dan objektif. Berikut adalah beberapa metode yang digunakan dalam sistem pendukung keputusan . sebagai berikut : Analytic Hierarchy Proces (AHP) AHP adalah metode pengambilan keputusan yang membantu dalam mengorganisir dan menganalis keputusan yang kompleks dan memecahnya menjadi hierarki yang lebih mudah dikelola. Setiap elemen dalam hierarki kemudian dievaluasi secara berpasangan untuk menentukan prioritas relative mereka. Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) TOPSIS adalah metode yang didasarkan pada konsep bahwa alternative terbaik adalah yang memiliki jarak terdekat dengan solusi ideal postif dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif. Simple Additive Weighting (SAW) SAW juga dikenal sebagai metode penjumlahan tertimbang. SAW adalah teknik sederhana dan langsung untuk berdasarkan kriteria yang diberikan. Elemination and Choice Expressing Reality (ELECTRE) ELECTRE adalah metode sistem pendukung keputusan yang menggunakan konsep dominasi untuk mengevaluasi alternative. Metode ini membandingkan alternative berpasangan untuk menentukan yang lebih baik dalam konteks kriteria yang diberikan. 4 Metode Technique for Order Prefence by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) TOPSIS adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang . Metode TOPSIS adalah metode pengambilan keputusan multikriteria yang berfokus pada pemilihan alternatif yang memiliki jarak paling dekat dengan solusi ideal positif dan seklaigus jarak palling jauh dari solusi ideal negative. Metode TOPSIS digunakan untuk menentukan alternatif terbaik yang memiliki jarak paling dekat dengan solusi ideal positif dan sekaligus memiliki jarak terjauh dari solusi ideal negatif. Solusi ideal positif dalah representasi dari upaya untuk memaksimalkan http://ejournal. id/index. php/cbis kriteria laba dan minimize kriteria biaya, sementara solusi ideal negatif adalah sebaliknya, yaitu mencoba untuk meminimalkan kriteria laba dan memaksimalkan kriteria biaya. Adapun langkah-langkah metode topsis sebagai berikut: Menentukan matriks yang ternomalisasi (R), seperti persamaan 1. Rumus 1. Menentukan matriks yang ternormalisasi Keterangan: Dimana: I = 1,2A. ,m. dan j = 1,2A. merupakan rating kinerja alternatif ke-i terhadap atribut ke-j keputusan yang ternormalisasi. Menetukan matriks keputusan yang terbobot (Y). Keterangan: adalah bobot kriteria ke-j adalah elemen dari matrik keputusan ternormalisasi terbobot . Menentukan matriks solusi ideal positif dan matriks solusi ideal negative Keterangan . Menentukan jarak nilai alternatif dari matriks solusi ideal positif dan matriks solusi ideal negatif, jarak solusi ideal positif Rumus 2. Menentukan jarak nilai alternative dari matriks solusi positif Keterangan P a g e | 19 CBIS JOURNAL - VOL. 12 NO. : SEPTEMBER adalah elemen dari matriks solusi ideal Rumus 3 menentukan jarak nilai alternative dari matriks solusi negatif Keterangan adalah elemen dari matriks solusi ideal . Menentukan nilai prefensi . untuk setiap Nilai kedekatan suatu alternatif solusi ideal. Rumus 4. Menentukan nilai prefensi untuk setiap alternatif Keterangan: Nilai yang lebih besar menunjukan 5 Metode Pengembangan Sistem(SDLC) Untuk membangun sistem yang kompleks, diperlukan suatu pendekatan pengembangan sistem yang dapat memberikan pedoman untuk menciptakan sistem yang berstandar. Banyak orang mengadopsi suatu metode dalam berbagai tahap pengembangan sistem informasi, metode pengembangan sistem informasi ini memiliki siklus hidup yag disebut dengan System Development Life Cycles . SDLC adalah proses pembuatan dan perubahan sistem, dengan model dan metode yang digunakan . 6 Unified Modeling Language (UML) Unified Modeling Language merupakan salah satu alat atau model yang digunakan untuk perencanaan dan pengembangan perangkat lunak dengan pendektan berbasis objek . UML adalah bahasa permodelan perangkat lunak yang telah distandarisasi sebagai sarana media penulisan cetak biru . perangkat lunak . UML dapat digunakan untuk mengambarkan, merinci, membangun, dan mendokumentasikan berbagi komponen dari sistem dalam perangkat lunak. Adapun yang http://ejournal. id/index. php/cbis termasuk kedalam perncangan uml, antara lain: use case diagram, diagram activity, diagram sequence, dan diagram class. 7 Karyawan Karyawan adalah individu yang bekerja untuk sebuah perusahaan di bawah arahan orang lain . Karyawan memegang peran krusial Kesuksesan perusahaan sangat bergantung pada kontribusi kelangsungan bisnis dan kinerja mereka . Seorang karyawan umumnya akan menjadi karyawan yang baik biasanya diklasfikasikan dalam dua kategori yaitu, faktor internal yang berkaitan dengan individu, seperti usia, tempramen, kondisi fisik, dan motivasi. Sementara itu, kategori kedua mencakup faktor eksternal seperti kondisi fisik, suara dari tempat kerja, waktu kerja, kesempatan istirahat, upah, lingkungan sosial, dan keluarga . 8 PHP PHP merupakan Bahasa skrip yang beroprasi disisi server, digunakan untuk HTML tujuannya adalah menjalankan perintah dan sintaks secara penuh di server, namun disisipkan kedalam dokumen HTML . PHP telah menjadi bahasa yang umum digunakan dalam pengembangan aplikasi web. PHP adalah bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk tujuan umum, mirip dengan bahasa pemrograman lain seperti C. C . Python, dan sebagainya. 9 Website Website adalah sebuah aplikasi yang memuat dokumen multimedia, seperti teks, animasi, gambar, atau video, yang dapat diakses melalui protokol HTTP (Hypertext Transfer Protoco. dan tersedia di jaringan internet . Adapun definisi website menurut . merupakan rangkaian halaman yang terhubung satu sama lain dan berisi berbagai jenis informasi CBIS JOURNAL - VOL. 12 NO. : SEPTEMBER digital seperti teks, gambar, video, dan lainya. Situs web ini dapat diakses melalui jaringan internet dan bertujuan untuk menampilkan bergam informasi. 10 Mysql Mysql merupakan jenis database server yang sangat popular. Mysql adalah salah satu jenis RDBMS (Relational database Management Syste. yang mendukung pemrograman php . MySQL sangat baik untuk digunakan karena dapat menangani lapisan keamanan, seperti nama host, izin akses pada level subnetmask, kata sandi, dan yang paling penting, aspek grafis. 11 XAMPP XAMPP adalah perangkat lunak yang digunakan untuk membangun situs web menggunakan PHP dan MySQL sebagai pengolah data utama di komputer lokal. Secara umum. XAMPP adalah paket web lengkap untuk pemrograman yang memudahkan pengembang web dalam mengembangkan situs web di komputer lokal, sehingga membuat proses pembuatan situs web menjadi lebih aman dan cepat. Metodologi Untuk kelancaran penelitian Ausistem pendukung keputusan kenaikan gaji karyawan menggunakan metode TOPSIS berbasis webAy, maka diperlukan sebuah desain penelitian yang sistematis dan terstruktur. Adapun desain Gambar 1. Desain penelitian Keterangan: Identifikasi Masalah Pada tahap ini diuraikan mengenai permasalahan yang terdapat pada penelitian http://ejournal. id/index. php/cbis P a g e | 20 subjektifitas dalam peroses pengambilan keputusan terkait kenaikan gaji karyawan . Analisis Masalah Tahap ini merupakan kegiatan lanjutan dari tahap sebelumnya yaitu identifikasi masalah. Ketika masalah sudah teridentifikasi, selanjutnya penelitian melakukan analisis diantaranya hal-hal yang menyebabkan timbulnya permasalahan yaitu keputusan yang sepenuhnya bersifat subjektif tanpa didukung metrik kinerja yang kaku dan perhitungan matematis dapat mengakibatkan Kurangnya transparansi dalam proses kenaikan gaji juga ketidakadilan, mencuatkan isu favoritisme atau diskriminasi yang dapat merugikan moral dan motivasi karyawan. Selain itu dampaknya pada retensi dan motivasi sumber daya manusia yang berkualitas dapat terkendala karena kurangnya keyakinan dalam sistem penghargaan. Pengumpulan Data Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terhadap manajemen Bintang Moro dan observasi terhadap kegiatan Bintang Moro. Pengolahan Data dengan Metode TOPSIS Data selanjutnya akan diolah dengan menggunakan metode TOPSIS untuk membantu pengambilan keputusan kenaikan gaji karyawan pada objek penelitian. Data ini akan diolah dengan kriteria tanggung jawab, disiplin, fisik, lama bekerja, jenjang . Perancangan sistem Pada tahap ini penulis merealisasikan ide, konsep dan strategi pada tahap-tahap sebelumnya kedalam kode pemrograman. Pengujian Sistem Pada tahap ini, penulis mengujisistem yang dirancang dan melakukan pengembangan ataupun perbaikan jika diperlukan. Untuk membangun sistem pendukung keputusan kenaikan gaji karyawan menggunakan metode TOPSIS berbasis web, penelitian ini menggunakan metode agile dengan model extreme programming. Ilustrasi dari model scrum dapat dilihat pada gambar 2 berikut: CBIS JOURNAL - VOL. 12 NO. : SEPTEMBER Gambar 2. Model extreme programing Keterangan: Planning, pada tahap perencanaan ini, peneliti akan bekerja sama dengan pihak terkait Bintang Moro untuk merancang strategi sistem pendukng keputusan untuk menangani permasalahan kenaikan gaji Perencanaan penentuan fitur-fitur dan penyusunan rencana iteratif untuk pengembangan SPK. Design, pada tahap desain ini akan dilakukan pemilihan metode evaluasi kinerha karyawan, struktur database untuk menyimpan data karyawan, dan antar pengguna yang user-friendly. Coding, dalam tahapan ini peneliti akan melakukan pengembangan terhadap sistem yang telah direncanakan dan juga menerapkan algoritma TOPSIS untuk membandingkan karyawan dan menentukan peringkat kenaikan gaji. Testing, fase testing akan mencakup pengujian fungsionalitas dan performa SPK IV. Pembahasan 1 Hasil Penelitian Pada sub bab ini dijelaskan mengenai hasil penelitian yang dilakukan dimana dari penelitian yang telah dikerjakan maka didapat hasil penelitian diantaranya: Dari perhitungan dengan metode TOPSIS didapatlah hasil bahwa salman dengan nilai 0,602 menjadi peringkat pertama sebagai karyawan yang layak dan pantas untuk mendapatkan kenaikan gaji dan disusul oleh ari sebagai peringkat kedua dengan nilai 537, sari peringkat ketiga dengan nilai 533, peringkat keempat yoga dengan nilai 486, peringkat kelima asmawati dengan 473, deni peringkat keenam dengan 462, peringkat ketujuh eko dengan http://ejournal. id/index. php/cbis P a g e | 21 414, peringkat kedelapan hendra dengan nilai 0. 402, peringkat kesembilan agung dengan nilai 0. 321, peringkat kesepuluh budiman dengan nilai 0. peringkat kesebelas surya dengan nilai 314, peringkat keduanlas ada rudy dengan 304, peringkat ketigabelas fadli dengan nilai 0. 304, peringkat keempat belas ada intan dengan nilai 0. 304, peringkat kelima faza dengan nilai 0. 299, dan peringkat terakhir dedi dengan 0. Sistem yang dirancang mampu memberikan penilaian yang lebih objektif dan akurat dalam proses kenaikan gaji. Metode TOPSIS yang digunakan membuat setiap keputusan kenaikan gaji karyawan didasarkan pada perhitungan yang jelas dan terukur. 2 Pembahasan Penelitian ini akan memperkirakan bagaimana karyawan untuk mendapatkan kenaikan gaji di Bintang Moro. Didalam penelitian ini peneliti memakai data dari objek penelitian yaitu data karyawan Bintang Moro selama 3 bulan, dengan kriteria yang dipakai kedisiplinan, lama bekerja, pendidikan, fisik, dan kerja sama. Peneliti menggunakan metode TOPSIS yang perangkingan terhadap karyawan Bintang Moro untuk melihat siapa yang layak dan tidak layak mendapat kenaikan gaji 3 Penentuan kriteria dan Bobot Dalam melakukan pengambilan keputusan, tentunya harus memiliki berbagai kriteria yang nantinya digunakan sebagai bahan pertimbangan dan harus keterkaitan dengan kasus yang Adapun kriteria yang akan digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada kebutuhan pekerjaan yang mayoritas dilakukan dilapangan dan memiliki poin untuk perhitungan pada metode TOPSIS. Berikut bebrapa kriteria yang akan digunakan, antara lain: Kedisiplinan (C. Perhitungan pada kriteria kedisiplinan didasarkan pada absensi keterlambatan. semakin sedikit jumlah keterlambatan semakin tinggi tingkat kedisiplinannya, seperti pada tabel berikut: P a g e | 22 CBIS JOURNAL - VOL. 12 NO. : SEPTEMBER Tabel 1. Data Nilai kriteria Kedisiplinan No Kedisiplinan Poin 1-3 keterlambatan 4-6 keterlambatan 7-9 keterlambatan 10-12 keterlambatan 2 13-15 keterlambatan 1 . Lama bekerja (C. Lama bekerja disini yaitu durasi karyawan telah bekerja di Bintang Moro yang dapat mencerminkan loyalitas yang diukur berdasarkan tahun. Tabel 2. Data Nilai Kriteria Lama Bekerja No Lama bekerja Poin 5 tahun 4 tahun 3 tahun 2 tahun 1 tahun . Pendidikan (C. Pendidikan dimasukkan kedalam kriteria untuk mengukur tingkat pendidikan formal yang telah dicapai oleh karyawan, yang dapat mempengaruhi keterampilan dan pengetahuan kerja. Tabel 3. Data Nilai Kriteria Pendidikan No Pendidikan Poin S1- d3 SMA SMP Tidak bersekolah komunikasi, koordiansi, dan kontribusi dalam tim. Tabel 5. Data Nilai Kriteria Kerja Sama Tim No Kerja Sana Tim Poin Sangat Baik Baik Cukup Buruk Sangat Buruk Dari semua kriteria diatas memiliki bobot kepentingannya untuk perhitungan pada metode TOPSIS, yang dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 6. Bobot Kriteria Kriteria Bobot Kedisiplinan Lama Bekerja Pendidikan Fisik Kerja sama tim 4 Pengumpulan Data Sistem yang baru akan mengumpulkan data dari karyawan Bintang Moro selama 3 bulan terakhir terkait dengan lima kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Data yang dikumpulkan adalah sebagai berikut: Nama Kedisi Lama Rudy Budim Fadli Surya Yoga . Fisik (C. Dikarenakan pekerjaan ini mayoritas dilakukan dilapangan kondisi fisik karyawan juga menjadi kriteria dalam penelititan ini. Tabel 4. Data Nilai Kriteria Fisik No Fisik Poin Sangat Baik Baik Cukup Buruk Sangat Buruk Asma Hendra Intan Faza Salma Dedi Eko Deni Agung Ari . Kerja sama tim (C. Mengukur kemampuan kayawan untuk bekerja sama dengan rekan kerja termasuk Sari http://ejournal. id/index. php/cbis Sifat Benefit Benefit Benefit Benefit Benefit Fisik 2 tahun 1 tahun Pend Sma Sma 3 tahun 2 tahun 3 tahun Smp Sma Smp Baik Baik Baik 2 tahun Sma Baik Cukup Sangat Cukup 1 tahun 1 tahun 2 tahun 5 tahun Sma Sma Smp Cukup Baik Cukup Cukup 1 tahun 2 tahun 3 tahun 1 tahun 4 tahun Sma Sma Smp Sma Smp 3 tahun Sma Cukup Cukup Baik Sangat Cukup Baik Baik Cukup Sangat Cukup Cukup Cukup Kerja Cukup Baik Buruk Baik Cukup Baik Baik Cukup Baik P a g e | 23 CBIS JOURNAL - VOL. 12 NO. : SEPTEMBER 5 Pengolahan Data dengan Metode TOPSIS Langkah-langkah yang digunakan dalam metode TOPSIS adalah sebagai berikut . Menentukan Matriks Keputusan Data dari karyawan digunakan untuk membuat matriks keputusan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan akan dikonversikan sesuai dengan poinnya, seperti pada tabel 4. 7 berikut Tabel 8. Data Konversi No Nama C1 C2 C3 C4 Rudy Budiman Fadli Surya Yoga Asmawati 5 Hendra Intan Faza 10 Salman 11 Dedi 12 Eko 13 Deni 14 Agung 15 Ari 16 Sari . Normalisasi Matrik keputusan Setelah membentuk matriks keputusan, menormalisasikan nilai matriks keputusan, dan mendapat hasil sebagai berikut: Tabel 9. Data matriks ternormalisasi Nama Rudy Budiman Fadli Surya Yoga Asmawa Hendra Intan Faza Salman Dedi Eko Deni Agung Ari Sari http://ejournal. id/index. php/cbis . Matriks Ternormalisasi Terbobot Setelah memperoleh matriks ternormalisasi selanjutnya adalah nilai setiap matriks normalisasi dikalikan dengan bobot setiap Hasil dari perkalian tersebut dapat dilihat pada tabel 4. 9 berikut Tabel 10. Matriks Ternormalisasi Terbobot Nama Rudy Budiman Fadli Surya Yoga Asmawati Hendra Intan Faza Salman Dedi Eko Deni Agung Ari Sari . Menetukan matriks solusi ideal positif dan matriks solusi ideal negatif Nilai matriks solusi ideal positif dan negatif dapat dilihat pada tabel 4. 10 berikut Tabel 11. Matrix normalisasi maximum dan Kriteria Max Min 0,107 0,043 0,124 0,025 0,042 0,021 0,040 0,028 0,014 . Menentukan jarak nilai terbobot setiap alternatif dengan solusi ideal positif dan Berikut adalah hasil dari menentukan jarak nilai terbobot setiap alternatif dengan solusi ideal positif: P a g e | 24 CBIS JOURNAL - VOL. 12 NO. : SEPTEMBER Tabel 12. matriks solusi ideal positif dan negatif 0,090 0,104 0,083 0,090 0,066 0,080 0,105 0,102 0,088 0,068 0,111 0,079 0,068 0,105 0,070 0,060 Menentukan kedekatan terhadap solusi ideal 0,039 0,050 0,054 0,041 0,063 0,072 0,048 0,069 0,037 0,102 0,033 0,056 0,058 0,050 0,080 0,070 Surya Rudy Fadli Intan Faza Dedi 0,314 0,304 0,304 0,304 0,299 0,299 Maka dari perhitungan manual yang sudah diproses nilai tertinggi dan layak untuk mendapat kenaikan gaji adalah yaitu salman dengan nilai 0,602. 6 Desain Rinci Desain rinci adalah representasi dari sistem yang akan dibangun. Berikut adalah tahapantahapan dalam perancangan sistem pendukung keputusan kenaikan gaji karyawan menggunakan metode TOPSIS berbasis web yang akan dibuat dalam penelitian ini: Tampilan login Merupakan tampilan awal manajemen yang sudah terdaftar Gambar 3. Tampilan login . Tampilan dashboard Saat pengguna login kedalam akun, maka interface yang akan ditampilkan adalah bagian dashboard. Dari perhitungan tersebut didapatlah tabel perangkingan seperti berikut Tabel 13. Rangking Alternatif Nama Nilai Salman 0,602 Ari 0,537 Sari 0,533 Yoga 0,486 Asmawati 0,473 Deni 0,462 Eko 0,414 Hendra 0,402 Agung 0,321 Budiman 0,321 http://ejournal. id/index. php/cbis Gambar 4. Tampilan dashboard . Tampilan alternative Halaman ini merupakan halaman alternative dimana data karyawan akan diinput dan dikelola dengan metode TOPSIS P a g e | 25 CBIS JOURNAL - VOL. 12 NO. : SEPTEMBER Pada halaman ini semua alternative akan dinilai oleh manajemen dengan skala yang sudah ditetapkan Gambar 5. Tampilan alternative . Tampilan kriteria Pada halaman ini kriteria akan diinput oleh membedakan kriteria mana yang benefit dan Gambar 8. Tampilan keputusan . Tampilan hasil analisa Pada halaman ini hasil perhitungan metode TOPSIS dari semua data yang diinput sebelumnya ditampilkan. Gambar 6. Tampilan kriteria . Tampilan bobot kriteria Pada halaman ini bobot kriteria akan diinput guna melengkapi proses dari penilaian dengan metode TOPSIS. Gambar 9. Tampilan hasil analisa . Tampilan profil Tampilan profil disini berguna untuk mengganti email atau sandi pengguna. Gambar 7. Tampilan bobot kriteria . Halaman keputusan Gambar 10. Tampilan profil . Tampilan laporan http://ejournal. id/index. php/cbis P a g e | 26 CBIS JOURNAL - VOL. 12 NO. : SEPTEMBER Tampilan laporan yang terdapat pada sistem ini dari pengolahan data karyawan adalah bentuk cetak hasil dan juga bisa dalam bentuk pdf perhitungan dari metode TOPSIS, dapat dilihat pada gambar berikut . Gambar 11. Tampilan laporan perangkingan Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan penelitian sebagai berikut: Sisitem pendukung keputusan kenaikan gaji karyawan menggunakan metode TOPSIS berbasis web ini dirancang untuk memberikan kemudahan pada bagian manajemen untuk pengambilan keputusan penentuan kenaikan gaji karyawan yang lebih objektiv. Sistem baru ini menggunakan kriteria yang jelas dan terukur, sehingga mengurangi subjektivitas dan potensi bias pada sistem yang lama. Sistem pendukung keputusan kenaikan gaji karyawan menggunakan metode TOPSIS berbasis web ini meningkatkan efisisensi proses penilaian dengan mengotomatisasi pengumpulan dan analisis data. Hal ini tidak hanya mengurangi waktu dan tenaga yang meningkatkan keakuratan dalam penilaian dan perhitungan. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dosen Pembimbing dan semua pihak yang telah memberikan kontribusi positif dalam penyelesaian penelitian ini. http://ejournal. id/index. php/cbis . Daftar Pustaka Rumondor. AuPengaruh Kebijakan Upah dan Insentif terhadap Kinerja Pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado,Ay J. EMBA J. Ris. Ekon. Manajemen. Bisnis dan Akunt. , vol. 2, pp. 867Ae875, 2021, [Onlin. Available: https://ejournal. id/index. mba/article/view/33841https://ejour id/index. php/emba/article/vi ewFile/33841/31983 Yeremia Beni. AuTEORI PENILAIAN PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN,Ay Pusdansi. org, vol. 4, pp. 1Ae9, 2022. Oktania. AuPENGARUH KOMPENSASI. MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI PADA SALES PROMOTION GIRL PT KAENKA INTIKREASI),Ay 2022. Prayudha. AuImplementasi Keamanan Data Gaji Karyawan Pada PT. Capella Medan Menggunakan Metode Advanced Encryption Standard (AES),Ay vol. 18, no. SAINTIKOM, pp. 119Ae129, 2019. Logo. Wantoro, and E. Susanto. AuMODEL BERBASIS FUZZY DENGAN FIS TSUKAMOTO UNTUK PENENTUAN BESARAN