JPAP 10 . ISSN (Ceta. : 2548-6233. ISSN (Onlin. : 2548-6241 Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan https://jurnalpasca. id/index. php/jpap/index Tindak Tutur Ekspresif Guru dalam Pembelajaran Teks Prosedur Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sungai Penuh Fadila Amanda Meriska1*. Tressyalina1. Syahrul R1. Herlin Triana1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia. DOI: 10. 29303/jpap. Sitasi: Fadila Amanda Meriska. Tressyalina. Syahrul R, & Triana. Tindak Tutur Ekspresif Guru dalam Pembelajaran Teks Prosedur Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sungai Penuh. (JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan, 10. , 119Ae125. https://doi. org/10. 29303/jpap. *Corresponding Author: Fadila Amanda Meriska. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia. fadilaamandam@gmail. Abstract: This study aims to analyze the expressive speech acts of teachers in the teaching of Procedural Texts of grade VII students of SMP Negeri 1 Sungai Penuh. Expressive speech acts are to analyze the use of expressive speech acts by teachers in the learning process, especially in teaching procedural texts. Expressive speech acts are one category of speech acts that function to convey the feelings or emotions of the speaker, such as thanking, apologizing, or congratulating. In the context of education, the use of expressive speech acts by teachers is expected to increase interaction and effective communication between teachers and students. This type of research is qualitative research with descriptive methods. The data in this study are the expressive speech acts of Indonesian language teachers of grade VII of SMP Negeri 1 Sungai Penuh. The research instrument is the researcher herself. Data collection techniques used in this study are sblc . ree listening, engaging conversatio. , recording techniques and note-taking techniques. The results of the study indicate that teachers use various forms of expressive speech acts in learning, contributing to a positive learning atmosphere and supporting student engagement. This study also found that teachers' use of appropriate language and expressive speech acts can help students better understand the subject matter. Furthermore, this study emphasized the importance of language skills in establishing positive social relationships and interactions in the classroom. Thus, expressive speech acts play a crucial role in supporting the success of Indonesian language learning in the classroom. Keywords: Teacher's Expressive Speech Acts. Speaking Strategy. Procedural Text. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur ekspresif guru dalam pembelajaran Teks Prosedur siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sungai Penuh. Tindak tutur ekspresif adalah untuk menganalisis penggunaan tindak tutur ekspresif oleh guru dalam proses pembelajaran, khususnya dalam pengajaran teks prosedur. Tindak tutur ekspresif merupakan salah satu kategori tindak tutur yang berfungsi untuk menyampaikan perasaan atau emosi penutur, seperti berterima kasih, meminta maaf, atau mengucapkan Dalam konteks pendidikan, penggunaan tindak tutur ekspresif oleh guru diharapkan dapat meningkatkan interaksi dan dan komunikasi yang efektif antara guru dan siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tindak tutur ekspresif guru bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 1 Sungai Penuh. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sblc . imak bebas libat caka. , teknik rekam dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai bentuk tindak tutur ekspresif dalam pembelajaran, berkontribusi pada suasana belajar yang positif dan mendukung keterlibatan siswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan bahasa yang tepat dan tindak tutur ekspresif guru dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran dengan lebih baik. Selain itu penelitian ini menekankan pentingnya keterampilan berbahasa dalam menjalin hubungan sosial atau interaksi yang baik di kelas. Dengan demikian, tindak tutur ekspresif memiliki A 2026 Published by Posgraduate University of Mataram. This open access article is distributed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4. 0 Internasional. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 119-125 peran penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran bahasa Indonesia di Kata Kunci: Tindak Tutur Ekspresif Guru. Strategi Bertutur. Teks Prosedur. Pendahuluan Bahasa memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena berfungsi sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pikiran, perasaan dan keinginan kepada orang lain. Sebagai media komunikasi, bahasa mempermudah pertukaran informasi baik secara verbal maupun nonverbal Tressyalina & Ningrum . Studi mengenai pemakaian bahasa dalam komunikasi sehari-hari, yaitu termasuk dalam kelas tidak dapat dipisahkan dari teori pragmatik, yaitu bagian dari linguistik yang meneliti makna ucapan sesuai dengan konteks penggunaanya. Salah satu perhatian penting dalam penelitian pragmatik adalah tindak tutur, yaitu aksi yang dilakukan individu melalui kata-katanya. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup tanpa berinteraksi satu sama lain. Inti dari interaksi itu sendiri adalah komunikasi tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Tressyalina & Ningrum . , bahasa dan komunikasi merupakan dua elemen yang saling berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Menurut Kusuma . mengatakan bahwa bahasa juga sering dipakai dalam pragmatik yang biasa disebut dengan ilmu bahasa yang mendalami tuturan dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang jelas dalam pengucapan sehingga apa yang dituturkan dapat dipahami dengan jelas oleh mitra Kajian pragmatik tindak tutur . peech ac. merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk memahami bagaimana bahasa dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tressyalina & Anisa . , menyatakan bahwa dalam tindak tutur terdapat beberapa unsur utama yakni siapa yang berbicara, kepada siapa tuturan itu ditunjukkan, tentang apa yang dibicarakan, serta jalur komunikasi yang digunakan. Ilmu pragmatik terdapat beberapa jenis tindak tutur, diantaranya tindak tutur ilokusi, perlokusi, dan Pada tindak tutur ilokusi terdapat lima bagian tindak tutur yaitu asertif, direktif, deklaratif, ekspresif dan komisif. Salah satu jenis tindak tutur yang sering digunakan dalam pembelajaran adalah tindak tutur Tindak tutur ekspresif sering muncul dalam interaksi guru dan siswa. Melalui tindak tutur ekspresif guru dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memberikan dorongan kepada siswa, serta menumbuhkan rasa percaya diri. Sebaliknya penggunaan tindak tutur ekspresif yang kurang tepat dapat menimbulkan kesalahpahaman, menurunkan motivasi, bahkan menciptakan jarak emosional antara guru dan siswa. Menurut Tressyalina et al. , . pemahaman tentang tindak tutur dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan interaksi dan pemahaman siswa. Tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh guru bertujuan sebagai sarana untuk mendidik, membimbing dan menuntun siswa selama proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan Ariyanti . penelitian yang menyimpulkan bahwa tindak tutur ekspresif dalam interaksi pembelajaran di sekolah memiliki fungsi membangun budaya berbahasa di sekolah dan dapat membentuk karakter siswa. Beberapa penelitian yang telah dilakukan mengenai tindak tutur seperti penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Nurdin Fadillah . dengan judul penelitian AuTindak Tutur Ekspresif dalam Pembelajaran Teks Berita pada siswa kelas VII SMP Swasta Manjushri PadangAy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat delapan jenis tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh guru yaitu, . mengucapkan selamat, . berterima kasih, . mengeluh, . menyalahkan, . memuji, . menyindir, . meminta maaf, dan . Selain mengidentifikasi empat strategi bertutur guru yakni, . strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, . strategi berterus terang dengan basa-basi kesantunan positif, . strategi berterus terang tanpa kesantunan negatif, serta . strategi bertutur terus terang samar-samar. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Geri Luckiansyah . judul penelitian AuTindak Tutur Ekspresif Guru dalam Pembelajaran Surat Dinas dan Surat Pribadi di Kelas VII SMP Negeri 2 Suliki. Kabupaten Lima Puluh KotaAy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima jenis tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh guru yaitu, . memuji, . mengucapkan terima kasih, . mengkritik, . menyalahkan, dan . meminta maaf. Selain itu, penelitian ini juag mengidentifikasi empat strategi bertutur yang digunkan guru yakni, . bertutur terus terang tanpa basa-basi, . bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif, . bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif, serta . bertutur secara samar-samar. Penelitian mengenai tindak tutur ekspresif ini juga dilakukan oleh Nurul Zudra . dalam Natasya Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan . , dari penelitian tersebut ditemukan delapan bentuk tindak tutur ekspresif yang digunakan siswa dalam diskusi yaitu, . mengucapkan selamat, . mengucapkan terima kasih, . mengkritik, . mengeluh, . menyalahkan, . memuji, . Menyindir, dan . meminta maaf. SMP Negeri 1 Sungai Penuh dipilih sebagai lokasi penelitian karena belum pernah dilakukan penelitian mengenai tindak tutur ekspresif guru dalam pembelajaran teks prosedur di sekolah tersebut. Peneliti bermaksud mengamati secara langsung penggunaan tindak tutur ekspresif serta strategi bertutur guru dalam proses pembelajaran disekolah tersebut. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana guru menerapkan tindak tutur sebagai bagian dari upaya membimbing, mengarahkan, dan membentuk karakter siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam materi teks negosiasi. Tindak tutur yang dianalisis dalam penelitian ini mencakup berbagai bentuk ekspresi, seperti mengkritik, menyalahkan, mengucapkan selamat, serta berterima kasih. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Sungai Penuh. Menurut Moleong . penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Selanjutnya. Syahrul et al. , . menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti kondisi objek alamiah yang fokus pada proses dan makna dimana peneliti merupakan instrumen kunci . uman Instrumen. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah kata atau kalimat tindak tutur ekspresif guru bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 1 Sungai Penuh dalam penelitian ini, peneliti akan merekam bagaimana cara guru bertutur saat proses pembelajaran belrangsung, rekaman tersebut diperoleh dalam bentuk audio. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh tuturan guru bahasa Indonesia yang mengajar materi teks prosedur di kelas VII SMP Negeri 1 Sungai penuh dari awal hingga akhir pembelajaran. Penelitian ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan selama proses pembelajaran berlangsung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak bebas libat cakap (SBLC), merekam, dan Teknik pengabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi pada penelitian ini penganalisisan data dilakukan dengan Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 119-125 langkah-langkah Pertama mentranskripsikan data dari hasil rekaman ke dalam bentuk tulisan. Kedua menginventarisasi dan mengidentifikasi tindak tutur ekspresif yang digunakan guru bahasa Indonesia terhadap siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sungai Penuh saat pembelajaran berlangsung. Ketiga mengklasifikasikan data berdasarkan bentuk tindak tutur ekspresif, strategi bertutur dan konteks. Keempat menganalisis data berdasarkan bentuk tindak tutur, strategi bertutur, dan konteks penerapannya. Kelima, menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis data yang telah dikumpulkan. Hasil dan Pembahasan Tindak Tutur Ekspresif Guru dalam Pembelajaran Teks Prosedur Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sungai Penuh Berdasarkan temuan data dalam penelitian ini, peneliti mengidentifikasi delapan bentuk tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran teks prosedur siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sungai Penuh. Delapan bentuk tindak tutur tersebut meliputi memuji, meminta maaf, mengkritik, menyindir, mengeluh, menyalahkan, mengucapkan selamat, dan mengucapkan terima kasih. Memuji Tuturan ekspresif memuji merupakan salah satu bentuk tindak tutur yang digunakan penutur untuk penghargaan terhadap sesuatu yang dianggap bernilai Menurut Nofrita . tindak tutur ekspresif memuji merupakan tuturan yang bermakna dan bermuji mitra tutur. Selanjutnya menurut Sari . menyatakan bahwa tindak tutur memuji terjadi karena kondisi lawan tutur yang sesuai dengan kenyataan serta dilakukan penutur untuk menyenangkan atau merayu lawan tutur. Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sungai Penuh pada kelas VII pembelajaran teks prosedur tuturan memuji terdapat sebanyak 77 tuturan. Berikut salah satu tuturan yang diujarkan oleh guru. Guru: Iya bagus, pintar anak ibu Konteks: Tuturan ini terjadi ketika seorang siswa berhasil menjawab pertanyaan atau menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dengan baik dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Hal tersebut merupakan tindak tutur ekspresif memuji, karena guru memberikan apresiasi terhadap kemampuan dan hasil kerja siswa dengan menggunakan ungkapan AubagusAy dan AupintarAy. Tuturan ini menunjukkan rasa bangga dan penghargaan guru terhadap usaha siswa. Pujian Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan yang disampaikan bertujuan untuk memotivasi siswa agar lebih percaya diri, meningkatkan semangat belajar, serta mendorong siswa lain untuk lebih aktif dan berprestasi dalam proses pembelajaran di kelas. Meminta Maaf Tuturan mengucapkan maaf merupakan salah satu bentuk tindak tutur yang berfungsi untuk menyatakan penyesalan, mengakui kesalahan, atau mengekspresikan rasa tidak enak hati terhadap lawan tutur. Menurut Karina et al. , . menegaskan bahwa tuturan meminta maaf merupakan ungkapan yang disampaikan seseorang yang merasa bersalah, yang mana hal tersebut dapat memperkuat pengakuan atas kesalahan yang telah Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sungai Penuh pada kelas VII pembelajaran teks prosedur tuturan meminta maaf terdapat sebanyak 2 tuturan. Berikut salah satu tuturan yang diujarkan oleh guru. Guru: Maaf ya anak-anak ibu terlambat Konteks: Tuturan ini terjadi ketika guru memasuki kelas dan menyadari bahwa ia datang terlambat dari jadwal pelajaran yang telah ditentukan. Hal tersebut merupakan tindak tutur ekspresif meminta maaf, karena guru mengungkapkan penyesalan atas keterlambatannya kepada siswa. Ungkapan permintaan maaf ini menunjukkan sikap sopan dan tanggung jawab guru terhadap waktu belajar siswa. Tuturan tersebut bertujuan untuk menjaga hubungan yang baik antara guru dan siswa serta memberikan contoh sikap santun dan disiplin dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Mengkritik Tuturan mengkritik dapat dipahami sebagai bentuk ujaran yang digunakan penutur untuk menyampaikan penilaian, baik yang bersifat positif maupun negatif, terhadap sesuatu yang menjadi perhatian dalam komunikasi. Menurut Puspitasari . menjelaskan bahwa tindak tutur mengkritik merupakan tuturan yang disampaikan dengan tujuan mengungkapkan penilaian, baik dari segi kelebihan maupun kelemahan. Sejalan dengan Poerwadarminta . alam Tarigan, 2009: . mengkritik adalah kegiatan menilai suatu karya dengan melihat kelebihan dan kekurangannya serta menunjukkan bagian yang benar dan yang salah. Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sungai Penuh pada kelas VII pembelajaran teks prosedur tuturan mengkritik terdapat sebanyak Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 119-125 14 tuturan. Berikut salah satu tuturan yang diujarkan oleh guru. Guru: Suaranya besar masa tulisannya kecil, gak bisa ibu baca. Konteks: Tuturan ini terjadi ketika siswa menuliskan jawaban di buku dengan ukuran tulisan yang terlalu kecil sehingga sulit dibaca oleh guru. Hal tersebut merupakan tindak tutur ekspresif ketidakpuasan terhadap hasil tulisan siswa yang dianggap kurang jelas. Tuturan ini bertujuan untuk memperbaiki cara siswa menulis agar lebih rapi dan mudah dibaca, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih efektif. Meskipun bersifat kritik, tuturan tersebut disampaikan dalam konteks pembelajaran untuk memberikan arahan dan pembelajaran kepada siswa. Menyindir Tuturan menyindir merupakan salah satu bentuk tindak tutur yang digunakan penutur untuk menyampaikan ketidaksenangan, kritik atau penilaian negatif terhadap mitra tutur dengan cara tidak langsung. Menurut Sari . alam Firmasyah dan Fatonah 2. menjelaskan bahwa tindak tutur ekspresif menyindir memiliki beberapa ciri penting, di antaranya muncul akibat ketidaksenangan penutur terhadap tindakan mitra tutur dan ditandai dengan tuturan yang berisi alasan-alasan yang tidak logis atau tidak masuk akal. Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sungai Penuh pada kelas VII pembelajaran teks prosedur tuturan menyindir terdapat sebanyak 7 tuturan. Berikut salah satu tuturan yang diujarkan oleh guru. Guru: Mau mienya masak dengan sendok dan panci? Konteks: Tuturan ini terjadi ketika siswa menjelaskan langkah-langkah membuat mie, tetapi tidak menyebutkan alat atau cara memasak yang tepat, sehingga penjelasan siswa dianggap kurang logis atau tidak sesuai dengan prosedur yang benar. Hal tersebut merupakan tindak tutur ekspresif menyindir, karena guru menyampaikan kritik secara tidak langsung melalui pertanyaan bernada sindiran. Guru tidak secara langsung menyalahkan siswa, tetapi menggunakan tuturan sindiran untuk menunjukkan kekeliruan dalam penjelasan siswa. Tuturan ini bertujuan untuk menyadarkan siswa agar berpikir lebih kritis, memperbaiki jawabannya, dan memahami langkah-langkah pembuatan mi secara benar sesuai dengan kaidah teks prosedur. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Mengeluh Secara umum, tindak tutur mengeluh dapat dipahami sebagai bentuk tuturan yang digunakan penutur untuk mengekspresikan ketidakpuasan, kesedihan, atau perasaan tidak nyaman dialaminya, baik secara fisik maupun emosional kepada mitra Menurut Fitriani . tindak tutur mengeluh menunjukkan sikap emosional penutur terhadap keadaan yang tidak menyenangkan dan berfungsi untuk menarik simpati dari mitra tutur. Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sungai Penuh pada kelas VII pembelajaran teks prosedur tuturan mengeluh terdapat sebanyak 6 Berikut salah satu tuturan yang diujarkan oleh guru. Guru: Sudah tidak ada lagi yang bersuara Konteks: Tuturan ini terjadi ketika suasana kelas menjadi ribut dan banyak siswa berbicara sendiri Guru menegur siswa agar kembali tenang dan fokus pada pelajaran. Hal tersebut merupakan tindak tutur ekspresif mengeluh, karena guru mengekspresikan rasa tidak nyaman dan ketidakpuasan terhadap kondisi kelas yang tidak kondusif. Tuturan ini bertujuan untuk menegur siswa secara tidak langsung agar menghentikan keributan, menciptakan suasana kelas pembelajaran berlangsung dengan lebih efektif. Menyalahkan Tindak tutur ekspresif menyalahkan merupakan salah satu bentuk ungkapan bahasa yang digunakan penutur untuk menunjukkan adanya kesalahan atau kekeliruan yang dilakukan orang lain. Menurut Dahlia . menjelaskan bahwa menyalahkan merupakan suatu tindakan yang muncul karena adanya kesalahan atau perlakuan yang tidak benar yang dilakukan mitra tutur. Sejalan dengan Novrizal & Noveria . menjelaskan bahwa tindak tutur menyatakan bahwa seseorang telah melakukan kesalahan atas tindakan atau pekerjaannya. Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sungai Penuh pada kelas VII pembelajaran teks prosedur tuturan menyalahkan terdapat sebanyak 14 tuturan. Berikut salah satu tuturan yang diujarkan oleh guru. Guru: Makanya jangan mau cepat siap, diperhatikan Konteks: Tuturan ini terjadi ketika siswa menyelesaikan tugas dengan tergesa-gesa sehingga Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 119-125 hasil pekerjaannya kurang tepat atau terdapat Guru menegur siswa setelah melihat hasil kerja yang tidak sesuai dengan instruksi. Hal tersebut merupakan tindak tutur ekspresif ketidaksetujuan dan menyalahkan sikap siswa yang terlalu terburu-buru dalam mengerjakan tugas. Tuturan ini menunjukkan kekecewaan guru terhadap cara siswa bekerja tanpa memperhatikan instruksi dengan baik. Tujuan tuturan ini adalah agar siswa lebih teliti, tidak terburu-buru, serta memperhatikan penjelasan guru agar kesalahan yang sama tidak terulang dalam kegiatan pembelajaran Mengucapkan Selamat Tuturan mengucapkan selamat merupakan salah satu bentuk tindak tutur yang berfungsi untuk mengekspresikan kebahagiaan, penghargaan, atau rasa ikut berbahagia atas sesuatu yang istimewa yang dialami orang lain. Menurut Sitorus . tindak tutur mengucapkan selamat digunakan untuk memperkuat hubungan sosial dan menunjukkan dukungan terhadap pencapaian orang lain. Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sungai Penuh pada kelas VII pembelajaran teks prosedur tuturan Mengucapkan Selamat terdapat sebanyak 3 tuturan. Berikut salah satu tuturan yang diujarkan oleh guru. Guru: Selamat yang sudah dapat nilai seratus Konteks: Tuturan ini terjadi ketika guru mengumumkan hasil penilaian kepada siswa di kelas dan terdapat beberapa siswa yang memperoleh nilai Hal tersebut merupakan tindak tutur ekspresif mengucapkan selamat, karena guru menyampaikan rasa senang dan penghargaan kepada siswa yang berhasil meraih nilai seratus. Tuturan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi atas prestasi siswa, meningkatkan motivasi belajar, serta mendorong siswa lain agar berusaha lebih giat untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam proses pembelajaran. Mengucapkan Terima Kasih Tuturan mengucapkan terima kasih merupakan salah satu bentuk tindak tutur yang digunakan oleh penutur untuk menyampaikan rasa syukur, penghargaan, atau apresiasi atas bantuan, perhatian, maupun perlakuan baik yang diterima dari orang Menurut Haslinda . tindak tutur terima kasih merupakan tuturan yang muncul ketika mitra tutur sebelumnya memberikan pujian kepada penutur sehingga penutur meresponns dengan Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan ucapan terima kasih. Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sungai Penuh pada kelas VII pembelajaran teks prosedur tuturan Mengucapkan Terima Kasih terdapat sebanyak 13 Berikut salah satu tuturan yang diujarkan oleh guru. Guru: Terima kasih ya buat hari ini Konteks: Tuturan ini terjadi pada akhir kegiatan pembelajaran ketika guru menutup pelajaran dan menyampaikan ucapan kepada seluruh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung. Hal tersebut merupakan tindak tutur ekspresif berterima kasih, karena guru mengungkapkan rasa terima kasih kepada siswa atas kerja sama, perhatian, dan partisipasi mereka selama pembelajaran Tuturan ini bertujuan untuk menghargai keterlibatan siswa, menjaga hubungan yang baik antara guru dan siswa, serta menumbuhkan sikap saling menghormati dalam lingkungan kelas. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai tindak tutur ekspresif guru dalam pembelajaran teks prosedur siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sungai Penuh, dapat disimpulkan bahwa guru secara aktif menggunakan tindak tutur ekspresif dalam proses Tindak tutur ekspresif yang ditemukan dalam penelitian ini terdiri atas delapan bentuk, yaitu memuji, meminta maaf, mengkritik, menyindir, mengeluh, menyalahkan, mengucapkan selamat, dan mengucapkan terima kasih. Bentuk tindak tutur ekspresif yang paling sering digunakan adalah tindak tutur memuji, yang bertujuan untuk memberikan apresiasi, meningkatkan motivasi belajar, dan menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Sementara itu, tindak tutur meminta maaf merupakan bentuk yang paling jarang digunakan dan muncul dalam konteks tertentu, seperti keterlambatan guru. Setiap bentuk tindak tutur ekspresif digunakan sesuai dengan konteks pembelajaran dan memiliki tujuan komunikatif yang berbeda-beda, seperti memperbaiki perilaku siswa, menegur secara halus, menjaga ketertiban kelas, serta mempererat hubungan sosial antara guru dan siswa. Dengan demikian, penggunaan tindak tutur ekspresif oleh guru tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai alat pedagogis dalam membimbing, mengarahkan, serta membentuk karakter siswa selama proses pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pada materi teks prosedur. Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 119-125 Daftar Pustaka