JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . DOI: 10. 51903/kompak. http://journal. id/index. php/kompak Penerapan Model Unified Theory of Acceptance and Use Of Technology Untuk Mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Penggunaan QRIS Rizky Puput Permatasari1. Shinta Permata Sari2 1,2* Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia e-mail: 1b200210477@student. id 2*sps274@ums. Article Info Article history: Received 15 September 2024 Received in revised form2 Oktober Accepted 13 November 2024 Available online 14 Desember 2024 ABSTRACT The advancement of payment technology has shifted the role of cash to non-cash systems. Generation Z plays a significant role in the adoption of this technology. One of the innovations introduced by Bank Indonesia is the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), launched on August 17, 2019, to support digital payments through server-based e-money applications, e-wallets, or mobile This study aims to analyze the factors influencing QRIS usage behavior among Generation Z based on the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). The study employs a quantitative method involving 275 respondents collected through an online questionnaire. Data are analyzed using SmartPLS. The results show that performance expectancy, facilitating conditions, and social influence have a positive influence on QRIS usage behavior. In contrast, effort expectancy does not have an influence. These findings are expected to support strategies for increasing QRIS adoption among Generation Z. Keywords: use behavior. UTAUT. QRIS, performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi dalam sistem pembayaran telah menggantikan peran uang tunai dengan pembayaran non-tunai, memudahkan masyarakat bekerja lebih efektif dan efisien melalui layanan keuangan digital atau financial technology. Perkembangan informasi dan teknologi yang pesat juga mendukung perluasan ekonomi digital dan mempercepat arus keuangan nasional. Khususnya di kalangan Generasi Z. Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997-2012, tumbuh dan berkembang dalam era digital dengan akses internet yang selalu tersedia dan terintegrasi secara global (Subowo, 2. Pada 17 Agustus 2019. Bank Indonesia merilis standar Quick Response Code (QR) untuk pembayaran melalui aplikasi e-money berbasis server, e-wallet, atau mobile banking yang disebut Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) (Digibank, 2. Menurut Faizani dan Indriyanti . standar QR-Code yang digunakan pada sistem pembayaran yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. QRIS, memberikan pengalaman transaksi non-tunai yang lebih mudah serta efektif. Bank Indonesia mencatat bahwa pada tahun 2023, nilai transaksi perbankan digital mencapai Rp 58. 478,24 triliun, tumbuh sebesar 13,48% . , dan diproyeksikan meningkat 9,11% . hingga mencapai Rp 63. 803,77 triliun pada tahun Received October 2, 2024. Revised October 28, 2024. Accepted November 13, 2024 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Gubernur BI pada saat itu menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers resmi. Sementara itu, nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 43,45% . hingga mencapai Rp 835,84 triliun dan diproyeksikan meningkat 25,77% . hingga mencapai Rp 1. 051,24 triliun pada tahun 2024 (Prabawati, 2. Menurut Faizani dan Indriyanti . standar QR-Code yang digunakan pada sistem pembayaran yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. QRIS, memberikan pengalaman transaksi nontunai yang lebih mudah serta efektif. Salah satu model kerangka yang menunjukkan niat penggunaan teknologi QRIS adalah Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), yang dikembangkan oleh Venkatesh et al. UTAUT adalah teori terbaru yang mengintegrasikan penerimaan dan penggunaan teknologi, dan dianggap sebagai model yang paling tepat saat ini. UTAUT membantu kita memahami persepsi dan tindakan pengguna terhadap teknologi dapat mempengaruhi perilaku mereka dalam menerima dan menggunakan teknologi tersebut. Ekspektasi kinerja mengacu pada keyakinan bahwa menggunakan suatu sistem akan memberikan keuntungan dalam pekerjaan tertentu, sementara kemudahan penggunaan menunjukkan seberapa mudah sistem tersebut dapat digunakan. Menurut Zidan dan Auliya . mencakup tingkat keyakinan bahwa adopsi inovasi teknologi dapat meningkatkan pelaksanaan pekerjaan dan memberikan keuntungan pekerjaan yang beragam. Penelitian yang dilakukan oleh Auliya dan Arransyah . menunjukkan bahwa semakin tinggi ekspektasi kinerja, semakin tinggi minat masyarakat menggunakan QRIS untuk transaksi Menurut penelitian oleh Pamungkas dan Rahmayanti . ekspektasi kinerja juga mempengaruhi perilaku penggunaan QRIS. Menurut Anugrah dan Ompusunggu . ekspektasi usaha mempengaruhi kepuasan dan kelanjutan pengguna untuk menggunakan suatu sistem. Ekspektasi usaha juga mencerminkan tingkat keterlibatan yang diperlukan dalam menggunakan suatu teknologi. Terdapat tiga konstruk ekspektansi usaha, yaitu kemudahan penggunaan persepsian . erceived ease of us. , kerumitan . , dan kemudahan penggunaan . ase of us. (Venkatesh et al. Penelitian Febriani et al. dan Pangestu . menunjukkan ekspektasi usaha berpengaruh terhadap perilaku penggunaan digital payment QRIS, karena semakin tinggi tingkat kemudahan yang dipersepsikan dalam penggunaan teknologi pembayaran digital QRIS. Faktor yang mempengaruhi lainnya yaitu pengaruh sosial. Pengaruh sosial didefinisikan sebagai sejauh mana individu merasa bahwa orang-orang penting di sekitar mereka, seperti keluarga dan teman, mempengaruhi keputusan mereka untuk menggunakan (Venkatesh Menurut Andre et al. apabila orang-orang di sekitar mendukung atau menggunakan QRIS, orang tersebut akan lebih berniat menggunakannya. Sebaliknya, apabila kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar dapat mengurangi niat mereka untuk menggunakan QRIS. Dalam penelitian yang dilakukan Syakinah . menyatakan bahwa pengaruh sosial mempengaruhi perilaku pengguna QRIS pada Generasi Z. Hasil penelitian oleh Azzahroo dan Estiningrum . bertolak belakang yaitu pengaruh sosial bukanlah faktor yang mempengaruhi perilaku penggunan QRIS sebagai teknologi pembayaran. Kondisi yang memfasilitasi merupakan derajat yang mana individu percaya bahwa sebuah organisasi menyediakan infrastruktur teknis yang mendukung penggunaan sistem atau teknologi (Venkatesh et al. Dalam hal ini mencakup sumber daya, bantuan teknis, dan lingkungan yang mendukung, yang secara keseluruhan membantu meningkatkan kemungkinan bahwa individu akan menerima dan menggunakan teknologi Hasil penelitian Anugrah dan Ompusunggu . menunjukkan kondisi pemfasilitasi berpengaruh positif dalam menggunakan pembayaran berbasis digital. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Penelitian Wibowo . menunjukkan pengaruh kondisi yang memfasilitasi terhadap penggunaan QRIS. Sejalan dengan penelitian tersebut untuk melakukan transaksi dengan QRIS, dibutuhkan smartphone dan jaringan internet yang memadai, yang mendorong untuk menggunakan QRIS dalam bertransaksi, terutama penggunaan QRIS di kalangan Generasi Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian yang dilakukan oleh Auliya dan Arransyah . serta Azzahroo dan Estiningrum . dengan menggunakan perilaku penggunaan . se behavio. sebagai variabel dependen. Alasan menggunakan variabel perilaku penggunaan karena penelitian ini diperuntukkan untuk Generasi Z dalam penggunaan QRIS yang cenderung Generasi Z sendiri tidak memerlukan niat perilaku terlebih dahulu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel dan periode pengambilan data pada saat ini yang lebih marak lagi dalam menggunakan pembayaran TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) Model teori penerimaan dan penggunaan teknologi (Unified Theory ofAcceptance and Use of Technolog. merupakan suatu model terpadu dan sistematis yang diperkenalkan oleh Venkatesh et al. UTAUT mengumpulkan sifat-sifat yang berhasil dari ke-delapan teori penerimaan teknologi terkemuka menjadi satu teori antara lain, theory of reasoned action (TRA), technology acceptance model (TAM), motivational model (MM), theory of planned behavior (TPB), combine TAM and TPB, model of PC utilization (MPTU), innovation diffusion theory (IDT), dan social cognitive theory (SCT). Dengan UTAUT, dapat diketahui bahwa tindakan dan persepsi pengguna terhadap teknologi mampu mempengaruhi perilakunya dalam penerimaan penggunaan teknologi. Perilaku Penggunaan Perilaku penggunaan adalah intensitas atau frekuensi pengguna dalam menggunakan teknologi informasi (Venkatesh et al. dalam konteks teknologi informasi merupakan aspek penting yang mempengaruhi efektivitas penerapan teknologi dalam berbagai bidang, termasuk bisnis, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari. Perilaku Penggunaan dilihat sejauh mana kepuasan pelanggan dalam menggunakan teknologi untuk menyatakan bahwa teknologi tersebut. Menurut Venkatesh et al. perilaku penggunaan dapat diukur langsung menggunakan frekuensi penggunaan suatu sistem maupun teknologi. Beberapa indikator yang mempengaruhi perilaku penggunaan antara yaitu sikap terhadap perilaku . ttitude toward behavio. , pengaruh terhadap penggunaan . ffect toward us. , dan mempengaruhi . Ekspektasi Kinerja Ekspektasi kinerja didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem akan membantunya mencapai peningkatan kinerja pekerjaan (Venkatesh et al. Ekspektasi kinerja memiliki peranan sebagai mempengaruhi niat dan keputusan seseorang untuk menggunakan teknologi tersebut. Ekspektasi kinerja sering dipandang sebagai manfaat yang dirasakan oleh pengguna dari penggunaan teknologi. Beberapa indikator yang membangun konsep ekspektasi kinerja yaitu persepsi terhadap penggunaan . ercieved usefulnes. , keuntungan relatif . elative advantag. , dan ekspektasi hasil . utcome expectation. Ekspektasi Usaha Menurut Venkatesh et al. Ekspektasi usaha didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem akan membantunya mencapai peningkatan kinerja pekerjaan. Dalam hal ini harapan usaha memiliki peran penting dalam membentuk JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . niat perilaku pengguna terhadap QRIS. Jika pengguna merasa bahwa QRIS mudah digunakan dan tidak memerlukan usaha yang besar, mereka akan lebih berminat untuk Beberapa indikator yang membangun konsep ekspektasi usaha yaitu persepsi terhadap kemudahan penggunaan . erceived ease of us. dan kemudahan penggunaan . asy of us. Pengaruh Sosial Pengaruh sosial merupakan penentu sejauh mana seorang individu menganggap kepercayaan orang lain merupakan hal penting untuk individu tersebut menggunakan suatu sistem baru (Venkatesh et al. Pengaruh sosial juga mengukursebagai sejauh mana individu mempertimbangkan orang-orang penting di sekitar mereka, seperti keluarga dan teman-teman untuk untuk menggunakan suatu sistem (Andre et al. Beberapa indikator yang membangun konsep pengaruh sosial yaitu norma subjektif . ubjective for. dan faktor sosial . ocial facto. Kondisi yang Memfasilitasi Menurut Marciano et al. Kondisi yang memfasilitasi dapat dijelaskan sebagai sejauh mana seorang individu percaya bahwa infrastruktur organisasi dan teknis ada untuk mendukung penggunaan sistem. Dukungan sarana dan prasarana yang baik dari penyedia layanan teknologi akan membuat pengguna merasa nyaman dan percaya diri. Hal ini akan mendorong mereka untuk menggunakan teknologi tersebut secara efektif dan kembali menggunakannya di masa depan (Syakinah, 2. Beberapa indikator yang membangun konsep kondisi yang memfasilitasi yaitu persepsi terhadap kontrol perilaku . erceived behavioral contro. dan kondisi yang memfasilitasi . acilitating condition. Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Gambar 1. Kerangka Penelitian Pengembangan Hipotesis Pengaruh Ekspektasi Kinerja Terhadap Perilaku Penggunaan Ekspektasi kinerja dalam model UTAUT adalah sejauh mana individu percaya bahwa penggunaan teknologi akan meningkatkan kinerja mereka, yang secara signifikan mempengaruhi niat untuk mengadopsi teknologi tersebut. Menurut Venkatesh et al. ekspektasi kinerja merupakan prediktor utama perilaku penggunaan teknologi. Dalam konteks QRIS. Generasi Z yang memiliki ekspektasi kinerja tinggi terhadap sistem ini akan lebih tertarik untuk menggunakannya. Ekspektasi kinerja juga mencerminkan manfaat yang diterima pelanggan dari teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian yang dilakukan oleh Auliya dan Arransyah . serta Pamungkas dan Rahmayanti . membuktikan bukti empiris bahwa ekspektasi kinerja berpengaruh JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . terhadap perilaku penggunaan QRIS pada Generasi Z. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H1: Ekspektasi Kinerja berpengaruh Terhadap Perilaku Penggunaan QRIS Pada Generasi Z Pengaruh Ekspektasi Usaha Terhadap Perilaku Penggunaan Ekspektasi usaha dalam UTAUT merujuk pada persepsi seberapa mudah atau sulit seseorang menggunakan teknologi. Hal ini berhubungan dengan keyakinan bahwa penggunaan teknologi tidak memerlukan usaha yang berlebihan (Venkatesh et al. Dalam konteks QRIS, ekspektasi usaha mencerminkan sejauh mana pengguna percaya bahwa menggunakan sistem pembayaran QRIS relatif mudah dan nyaman. Persepsi positif terhadap kemudahan penggunaan QRIS dapat meningkatkan adopsi teknologi ini. Oleh karena itu, penting bagi penyedia layanan dan pengembang teknologi untuk memastikan desain antar muka QRIS intuitif dan mudah dipahami, sehingga mengurangi hambatan dalam penggunaan sistem pembayaran ini oleh pengguna. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Febriani et al. dan Pangestu . menunjukkan bahwa ekspektasi usaha berpengaruh terhadap perilaku penggunaan QRIS pada Generasi Z. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai H2: Ekspektasi usaha berpengaruh terhadap perilaku penggunaan QRIS pada Generasi Z Pengaruh Sosial Terhadap Perilaku Penggunaan Pengaruh sosial dalam UTAUT merupakan dukungan atau tekanan sosial yang mempengaruhi keputusan pengguna untuk menggunakan teknologi. Dalam konteks QRIS, ini mencakup pengaruh positif dari keluarga, teman, atau rekan kerja yang meningkatkan niat dan kemudahan penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran. Menurut penelitian Mayanti . pengaruh sosial adalah sejauh mana seseorang mempersepsikan bahwa keyakinan orang lain penting dan mempengaruhi dirinya untuk menggunakan sistem baru. Dukungan sosial ini membantu mengurangi rasa ketidakpastian dan meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap kegunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Syakinah . menunjukkan bahwa pengaruh sosial berpengaruh terhadap perilaku penggunaan QRIS pada Generasi Z. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H3: Pengaruh Sosial berpengaruh terhadap perilaku penggunaan QRIS pada Generasi Z Pengaruh Kondisi yang Memfasilitasi Terhadap Perilaku Penggunaan Kondisi yang memfasilitasi dalam teori UTAUT adalah faktor eksternal yang memengaruhi adopsi teknologi oleh pengguna, termasuk ketersediaan sumber daya, dukungan organisasi, dan infrastruktur yang mendukung pengguna dalam menggunakan teknologi dengan efektif (Achiriani dan Hasbi, 2. Dengan adanya kondisi yang memfasilitasi yang baik, pengguna lebih cenderung mengadopsi teknologi karena mereka merasa didukung dalam menggunakan teknologi tersebut untuk memenuhi kebutuhan Dalam konteks QRIS sebagai sistem pembayaran, kondisi yang memfasilitasi mencakup kepercayaan individu terhadap ketersediaan infrastruktur dan kebutuhan teknis yang mendukung penggunaan QRIS secara lancar. Hasil penelitian oleh Anugrah dan Ompusunggu . serta Wibowo . menunjukkan bukti empiris bahwa kondisi yang memfasilitasi berpengaruh terhadap perilaku penggunaan QRIS pada Generasi Z. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H4: Kondisi yang memfasilitasi berpengaruh terhadap perilaku penggunaan QRIS pada Generasi Z JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian adalaah Generasi Z yang sudah pernah melakukan transaksi menggunakan sistem pembayaran QRIS. Sampel pada penelitian ini dipilih melalui metode convenience sampling, yaitu metode pengambilan sampel dimana individu-individu atau objek yang mudah diakses atau tersedia secara mudah diambil sebagai sampel (Sugiyono, 2. Sampel penelitian ini adalah Generasi Z mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta yang sudah melakukan transaksi menggunakan sistem pembayaran QRIS. Penentuan ukuran sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin pada toleransi kesalahan 0,06. Hasil perhitungan rumus tersebut diperoleh jumlah sampel penelitian 274,83 responden yang kemudian dibulatkan menjadi 275 responden. Data penelitian merupakan data primer yang diperoleh atau dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner online melalui tautan Google formulir yang bersifat privat agar memenuhi sampel yang diharapkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristis Responden Setelah dilakukan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner secara online, maka diperolah data mengenai karakteristik responden yang dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Profil Responden Deskripsi Frekuensi (%) Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total Usia Total Lama Menggunakan QRIS < 1 Tahun 1 Tahun - 2 Tahun 3 Tahun - 5 Tahun Total Sumber: Data primer diolah, 2024 Profil data responden untu mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergolong Generasi Z pada semua fakultas yang ada . dan mengisi kuesioner lengkap adalah 275 responden. Berdasarkan jenis kelamin, sebagian besar reponden adalah perempuan 77,5% dan sisanya laki-laki 22,5%. Berdasarkan usia, responden terbanyak adalah usia 21 tahun 38,2%, 20 tahun 29,1%, 19 tahun 17,1%, 22 tahun 9,1%, 18 tahun 3,6%, 17 tahun 1,8%, dan 23 tahun 1,1%. Mengenai lama menggunakan QRIS, paling banyak adalah 1-2 tahun 72,4% dan 3-5 tahun 27,6%. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Hasil Uji Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk menghimpun, mengolah, dan menganalisis data sehingga dapat menghasilkan informasi yang dapat disajikan secara jelas (Ghozali. Teknik ini digunakan untuk memberikan deskripsi dan gambaran atas variabelvariabel yang digunakan dalam penelitian. Dalam analisis statistik deskriptif, informasi dapat diperoleh dari perhitungan rata-rata . , nilai minimum, nilai maksimum, serta standar deviasi untuk memahami variabel-variabel yang diteliti tersebut. Tabel 2 berikut menyajikan nilai minimum, niali maksimum, rata-rata . , dan standar deviasi untuk masing-masing variabel penelitian, yaitu performance expectancy (Pe. , effort expectancy (Ee. , social influence (Si. , facilitating conditions (Fa. , dan use behavior (Ub. Analisis deskriptif penting untuk memahami karakteristik data sebelum melanjutkan ke analisis Hasil pengujian statistik deskriptif, dengan perhitungan mea. , minimum, maksimum, dan standar deviasi terdapat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Uji Statistik Deskriptif No. Mean Minimum Maximum Eki1 4,516 1,000 Eki2 4,345 1,000 Eki3 4,164 2,000 Eki4 4,367 1,000 Eku1 4,465 1,000 Eku2 4,440 1,000 Eku3 4,498 1,000 Eku4 4,520 1,000 Pso1 3,989 1,000 Pso2 10 3,869 1,000 Pso3 11 3,935 1,000 Pso4 12 4,244 1,000 Kym1 13 4,465 1,000 Kym2 14 4,422 1,000 Kym3 15 4,345 1,000 Kym4 16 4,185 1,000 Pep1 17 4,316 1,000 Pep2 18 4,058 1,000 Pep3 19 4,284 1,000 Pep4 20 4,298 1,000 Sumber: Data primer diolah, 2024 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 Standard Deviation 0,651 0,744 0,790 0,703 0,639 0,665 0,617 0,617 0,838 0,933 0,951 0,700 0,616 0,652 0,688 0,742 0,665 0,847 0,723 0,712 Hasil uji statistik deskriptif menunjukkan rata-rata nilai indikator yang dikumpulkan adalah sebagai berikut: ekspektasi kinerja sebesar 4,36, ekspektasi usaha sebesar 4,48, pengaruh sosial sebesar 4,00, kondisi yang memfasilitasi sebesar 4,35, dan perilaku penggunaan sebesar 4,23 yang berarti sebagian besar responden menilai bahwa ekspektasi kinerja, eskpetasi usaha, pengaruh sosial, kondisi yang memfasilitasi, dan perilaku penggunaan ini berada diatas skala 4 dari total 5 skala maksimal. Hasil Uji Outer Model Hasil Uji Konvergen (Convergent Validit. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Hasil pengujian validitas konvergen untuk nilai outer loading pada penelitian dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Hasil Uji Validitas Konvergen Variabel Indikator Loading Factor Keterangan Ekpektasi Kinerja (Ek. Eki1 0,754 Valid Eki2 0,756 Valid Eki3 0,718 Valid Eki4 0,808 Valid Ekspektasi Usaha (Ek. Eku1 0,781 Valid Eku2 0,835 Valid Eku3 0,805 Valid Eku4 0,825 Valid Pengaruh Sosial (Ps. Pso1 0,800 Valid Pso2 0,810 Valid Pso3 0,746 Valid Pso4 0,753 Valid Kondisi yang memfasilitasi Kym1 0,781 Valid (Ky. Kym2 0,780 Valid Kym3 0,777 Valid Kym4 0,740 Valid Perilaku penggunaan (Pe. Pep1 0,780 Valid Pep2 0,793 Valid Pep3 0,849 Valid Pep4 0,807 Valid Sumber: Data primer diolah, 2024 Berdasarkan Tabel 3. dapat dilihat bahwa nilai loading factor dinyatakan valid dan berkorelasi dengan konstruk yang diukur apabila nilainya > 0,7. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan dinyatakan valid konvergen. Hail Uji Validitas Diskriminan (Discriminant Validit. Uji validitas diskriminan digunakan untuk mengetahui bagaimana indikator variabel laten menjelaskan variabel laten. Indikator dinyatakan valid apabila nilainya lebih besar dari 0,70 atau nilai loading konstruk yang dituju lebih besar dibandingkan dengan nilai loading konstruk lain. Hasil uji validitas diskriminan selengkapnya disajikan pada tabel berikut: Tabel 4. Hasil Uji Validitas Diskriminan Ekspetasi Ekspektasi Pengaruh Kondisi yang Perilaku Kinerja Usaha Sosial Memfasilitasi Penggunaan (Ek. (Ek. (Ps. (Ky. (Pe. 0,630 0,227 0,556 0,398 Eki1 0,754 0,435 0,342 0,461 0,385 Eki2 0,756 0,372 0,477 0,389 0,461 Eki3 0,718 0,524 0,387 0,532 0,472 Eki4 0,808 0,489 0,212 0,532 0,350 Eku1 0,781 0,530 0,246 0,549 0,404 Eku2 0,835 0,541 0,216 0,570 0,408 Eku3 0,805 0,523 0,331 0,571 0,428 Eku4 0,825 0,379 0,180 0,334 0,452 Pso1 0,800 0,285 0,104 0,250 0,466 Pso2 0,810 0,310 0,232 0,265 0,398 Pso3 0,746 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . 0,484 0,418 Pso4 0,527 0,628 Kym1 0,478 0,578 Kym2 0,520 0,519 Kym3 0,438 0,405 Kym4 0,471 0,424 Pep1 0,405 0,294 Pep2 0,459 0,440 Pep3 0,500 0,423 Pep4 Sumber: Data primer diolah, 2024 0,753 0,278 0,363 0,338 0,451 0,475 0,530 0,488 0,487 0,560 0,781 0,780 0,777 0,740 0,549 0,437 0,523 0,481 0,559 0,447 0,436 0,461 0,540 0,780 0,793 0,849 0,807 Hasil uji discriminant validity pada Tabel 4. menunjukkan bahwa seluruh konstruk telah memiliki nilai di atas 0,7 dengan konstruk lainnya sehingga dapat disimpulkan bahwa model telah memenuhi discriminant validity. Hasil Uji Reliabilitas Komposit Uji Reliabilitas Komposit suatu konstruk dapat diukur dengan dua cara yaitu dengan cronbachAos alpha dan composite reliability. Akan tetapi, lebih disarankan menggunakan composite reliability dalam menguji reliabilitas suatu konstruk, karena menggunakan cronbach alpha dalam menguji reliabilitas konstruk akan memberikan nilai yang lebih Analisis reliabilitas dengan mempertimbangkan nilai CronbachAos Alpha (CA). Composite Reliability (CR), dan Average Variance Extracted (AVE) terdapat pada tabel Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Komposit Average Cronbach's Composite Variance Alpha Reliability Extracted Ekspektasi Usaha (Ek. 0,828 0,885 0,659 Ekspetasi Kinerja (Ek. 0,756 0,845 0,577 Kondisi yang Memfasilitasi 0,771 0,853 0,592 (Ky. Pengaruh Sosial (Ps. 0,784 0,859 0,605 Perilaku Penggunaan (Pe. 0,822 0,882 0,652 Sumber: Data primer diolah, 2024 Berdasarkan Tabel 5. menunjukkan bahwa nilai composite reliability dan cronbach alpha setiap variabel > 0,7, sehingga variabel ekspektasi usaha, ekspektasi kinerja, kondisi yang memfasilitasi, dan pengaruh sosial dinyatakan reliabel Hasil Uji Inner Model R-Square Nilai R-Square diperlukan untuk menjelaskan pengaruh variabel laten eksogen tertentu terhadap variabel laten endogen guna memastikan pengaruh yang substantif. Besaran nilai R-Square 0,75, 0,50 dan 0,25 menunjukkan bahwa model kuat, moderate dan lemah (Ghozali dan Latan, 2. Tabel 6. Hasil Uji R-Square Adjusted R Square Square Perilaku Penggunaan 0,536 0,529 (Pe. Sumber: Data primer diolah, 2024 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Berdasarkan Tabel 6. nilai Adjusted R-Square untuk variabel perilaku penggunaan (Pe. adalah sebesar 0,536, hal ini berarti bahwa sebesar 53,6% variabel perilaku penggunaan (Pe. mampu dijelaskan oleh variabel ekspektasi kinerja (Ek. , ekspektasi usaha (Ek. , kondisi yang memfasilitasi . , dan pengaruh sosial (Ps. dan sisanya sebesar 46,4% dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian. Q-Squre (Q. Uji Q-Square bertujuan untuk menilai seberapa baik menggunakan metode Terdapat dua pendekatan untuk menghitung nilai QA, yaitu cross-validated redundancy dan cross-validated communality. Pendekatan pertama, cross-validated redundancy, umumnya lebih direkomendasikan untuk mengeksplorasi relevansi prediktif dari model jalur PLS (Partial Least Square. Tabel 7. Hasil Uji Q-Square SSO Ekspektasi Usaha (Ek. 1100,000 Ekspetasi Kinerja (Ek. 1100,000 Kondisi yang Memfasilitasi 1100,000 (Ky. Pengaruh Sosial (Ps. 1100,000 Perilaku Penggunaan (Pe. 1100,000 Sumber: Data primer diolah, 2024 SSE QA (=1SSE/SSO) 1100,000 1100,000 1100,000 1100,000 730,335 0,336 Dari hasil penghitungan yang ada pada Tabel 7. diperoleh nilai QA adalah 0,336. Dikarenakan nilai Q2 lebih dari nol, maka model tersebut sudah memenuhi relevansi prediktif di mana model sudah direkonstruksi dengan baik. Hasil Uji Hipotesis Tahapan terakhir setelah melakukan pengujian outer model dan inner model, adalah pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis pada penelitian ini dilihat dari nilai t-statistik dan nilai p-value untuk nilai statistik sebesar 1,96 dengan p-value 5% atau 0,05. Berikut adalah output PLS p-value: Gambar 2. Path Diagram Hasil Output Pengujian Hipotesis JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis untuk Pengaruh Langsung Original Sample Standard T Statistics Sample Mean Deviation (|O/STDEV|) Values (O) (M) (STDEV) 0,310 0,161 0,066 2,365 0,009 H1 Eki E Pep 0,008 0,070 0,061 1,225 0,111 H2 Eku E Pep Pso Pep 0,427 0,377 0,070 5,394 0,000 Kym E 0,184 0,289 0,076 3,807 0,000 Pep Sumber: Data Diolah, 2024 Hasil Diterima Ditolak Diterima Diterima Berdasarkan Tabel 8. menunjukkan bahwa pengaruh ekspektasi kinerja terhadap perilaku penggunaan nilai p-value 0,111> 0,05, maka H1 diterima, pengaruh antara ekspektasi usaha terhadap perilaku penggunaan nilai p-value 0,011 < 0,05, maka H2 ditolak, p-value 0,000 < 0,05, maka H3 diterima, hubungan kondisi yang memfasilitasi terhadap perilaku penggunaan nilai p-value 0,000 < 0,05, maka H4 diterima. Pembahasan Ekspektasi Kinerja Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa ekspektasi kinerja berpengaruh terhadap perilaku penggunaan QRIS pada Generasi Z. Generasi Z yang memiliki ekspektasi kinerja tinggi terhadap sistem ini akan lebih tertarik untuk Hal ini sejalan dengan Penelitian yang dilakukan oleh Auliya dan Arransyah . serta Pamungkas dan Rahmayanti . , yang membuktikan secara empiris bahwa ekspektasi kinerja berpengaruh terhadap perilaku penggunaan QRIS pada Generasi Z. Ekspektasi Usaha Hipotesis 2 menunjukkan p-value 0,446 > 0,05 dan t-value 0,136 < 1,96. Hasil ini menunjukkan bahwa effort expectancy tidak berpengaruh pada use behavior dalam menggunakan ShopeePay pada Generasi Z, dan H2 ditolak. Hal ini berarti bahwa kemudahan penggunaan yang dirasakan oleh pengguna tidak secara signifikan memengaruhi keputusan mereka untuk menggunakan sistem atau teknologi. Hasil ini sejalan dengan penelitian Kusumaningrum dan Mahardhika . , yang menunjukkan effort expectancy tidak berpengaruh terhadap use behavior. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa ekspektasi usaha tidak berpengaruh terhadap perilaku penggunaan QRIS pada Generasi Z. Pengguna merasa belum yakin untuk dapat mengoperasikan berbagai fitur pembayaran digital dengan menggunakan QRIS. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Azzahroo dan Estiningrum . yang menunjukkan bahwa ekspektasi usaha tidak mempengaruhi perilaku penggunaan QRIS sebagai teknologi pembayaran. Pengaruh Sosial Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa pengaruh sosial berpengaruh terhadap perilaku penggunaan QRIS pada Generasi Z. Dukungan sosial ini membantu mengurangi rasa ketidakpastian dan meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap kegunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Syakinah . yang menunjukkan bahwa pengaruh sosial berpengaruh terhadap perilaku penggunaan QRIS pada Generasi Z. Kondisi yang Memfasilitasi JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Berdasarkan hasil pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa kondisi yang memfasilitasi berpengaruh terhadap perilaku penggunaan QRIS pada Generasi Z. Dalam konteks QRIS sebagai sistem pembayaran, kondisi yang memfasilitasi mencakup kepercayaan individu terhadap ketersediaan infrastruktur dan kebutuhan teknis yang mendukung penggunaan QRIS secara lancar. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anugrah dan Ompusunggu . serta Wibowo . menunjukkan bukti empiris bahwa kondisi yang memfasilitasi berpengaruh terhadap perilaku penggunaan QRIS pada Generasi Z KESIMPULAN Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan pada penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa ekspektasi kinerja, pengaruh sosial, dan kondisi yang memfasilitasi berpengaruh terhadap perilaku penggunaan, sedangkan ekspektasi usaha tidak berpengaruh terhadap perilaku perilaku penggunaan QRIS pada Generasi Z. Sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran yang dapat dipertimbangkan bagi penelitian selanjutnya, diantaranya penelitian lanjutan dapat dilakuka dengan membandingkan penggunaan QRIS di berbagai wilayah atau institusi untuk melihat Selain itu, dengan fokus pada suatu generasi, penelitian diharapkan memberikan masukan untuk pengembangan QRIS yang lebih sesuai dengan kebutuhan setiap generasi, khususnya Generasi Z. DAFTAR PUSTAKA