INTERNALISASI NILAI AKHLAK KARIMAH PADA PESERTA DIDIK MELALUI METODE KETELADANAN DAN PEMBIASAAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH Nurjanatim Muslimah Universitas Islam Bandung. Indonesia nurjanatimmuslimah@gmail. Dedih Surana Universitas Islam Bandung. Indonesia dedihsurana@gmail. Huriah Rachmah Universitas Islam Bandung. Indonesia huriahrachmah@unisba. Abstract The background of this research is the degradation of moral values in the next generation. The purpose of this study was to examine the programs, processes, results, and supporting and inhibiting factors for internalizing the moral values of karimah in students through exemplary and habituation methods. The method used in this study is a qualitative approach, with a descriptive explanation. Data was collected over a period of three months through observations of the madrasah environment, daily exemplary behavior of teachers, as well as activities to habituate students' morals. Then intensive interviews were conducted with 14 participants from various elements of the madrasah community, complete with a study of madrasah documentation, namely the typical madrasah curriculum, vision and mission, as well as the attributes of cultivating good morals in the madrasah environment. The results of this study describe the program for internalizing moral values in students. The adab program includes habits such as arriving on time, greeting others, praying. Asah Budi is a noble morals program called Babakti ka Sepuh, politeness, dress according to Islamic guidelines, and maintaining personal and environmental hygiene. The habit of obeying worship includes activities such as muroja'ah of the Qur'an, hadith, and prayers, ablution, dhuha prayer, shidiq, and dzuhur prayer in Other activities include ceremonies, weekly appreciation. Jum'ah prayers, extracurriculars, taklif and tamyiz, morning exercise, literacy programs. The results of assessments by teachers, parents of students and the surrounding community in interviews stated that there had been changes in student behavior for the better. The other side shows that the exemplary method and habituation, which is packaged into distinctive excellence, is one of the innovations that has an impact on Islamic education today, especially for madrasah. Keywords: Internalization of Karimah's Moral Values. Exemplary method. Habituation method. Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena degradasi akhlak pada generasi muda saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui program, proses, hasil, serta faktor pendukung dan penghambat internalisasi nilai akhlak karimah melalui metoe keteladanan dan pembiasaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan tingkat eksplanasi deskriptif. Data dikumpulkan selama tiga bulan melalui observasi lingkungan madrasah, keseharian keteladanan guru, serta kegiatan-kegiatan pembiasaan akhlak karimah peserta didik. Lalu wawancara terhadap 14 partisispan dari berbagai elemen warga madrasah secara intensif, dilengkapi studi dokumentasi madrasah yaitu kurikulum khas madrasah, visi misi, serta atribut penanaman akhlak karimah di lingkungan madrasah. Hasil penelitian ini mendeskripsikan program internalisasi nilai akhlak karimah peserta didik. program adab yaitu pembiasaan datang tepat waktu, mengucapkan salam, berdoAoa. Asah Budi yaitu program akhlak mulia yang bernama Babakti ka Sepuh, sopan santun, berbusana sesuai tuntunan Islam, menjaga kebersihan diri dan Pembiasan taAoat beribadah seperti. murojaAoah surat, hadits, dan doAoa, wudlu, shalat dhuha, shidiq, dan shalat dzuhur berjamaAoah. Kegiatan pendukung diantaranya. Pekan Apresiasi Siswa, shalat JumAoat dan keputrian, kegiatan ekstrakurikuler. Taklif dan Tamyiz, senam pagi serta pojok baca. Hasil penilaian guru, orang tua peserta didik, dan masyarakat sekitar dalam wawancara menyatakan terjadi perubahan perilaku peserta didik ke arah yang lebih baik. Sisi lain menunjukkan bahwa metode keteladanan dan pembiasaan yang dikemas menjadi keunggulan khas, merupakan salah satu inovasi yang berdampak pada Pendidikan Islam saat ini khususnya bagi madrasah. Kata Kunci: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah. Metode Keteladanan. Metode Pembiasaan. Pendahuluan Saat mengkhawatirkan terutama di kalangan generasi muda yang notabene generasi penerus Beberapa kasus yang banyak terjadi saat ini seperti bullying, perkelahian, pergaulan bebas, peserta didik dan mahasiswa terlibat kasus narkoba, pesta minuman keras, diperburuk lagi dengan peredaran foto dan video porno. Salah satu pihak yang bisa memberikan kontribusi untuk memperbaiki keadaan saat ini adalah peran pendidikan Islam khususnya madrasah. Image madrasah yang mempunyai muatan kurikulum agama lebih banyak dibanding sekolah umum mempunyai tanggung jawab lebih untuk bisa menghasilkan para lulusan yang berakhlak karimah. Namun justru data menunjukkan bahwa persoalan di madrasah yang hingga saat ini sudah bukan menjadi POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi rahasia lagi, kualitas madrasah pada umumnya masih sangat rendah (Alawiyah Faridah. Beberapa literatur yang membahas tentang pembentukan akhlak di lembaga pendidikan umum diantaranya penelitian Eva Luthfi Fakhru Ahsani tentang pembiasaan shalat membentuk peserta didik untuk terbiasa disiplin dan sungguh-sungguh, kemudian pembisaan tahfidz Al-QurAoan mengarahkan peserta didik untuk dapat mengamalkan apa yang telah dihafalnya meski dalam lingkup terkecil (Eva Luthfi Fakhu Ahsani, 2. Penelitian berikutnya menyebutkan bahwa keteladanan dan pembiasaan merupakan cara paling efektif dalam menerapkan pendidikan agama terhadap peserta didik. Hasil penelitian menunjukan pembiasaan berupa rutinitas atau pun insidental bisa berpengaruh pada akhlak peserta didik. Lalu bagaimana dengan peran madarasah? Penelitian ini menjabarkan peran salah satu madarasah yaitu Madrasah Ibtidaiyah (MI) Asih Putera yang menerapkan keteladanan dan pembiasaan. dalam membentuk akhlak karimah peserta didik. Melalui beberapa artikel yang sudah ditelaah menunjukkan bahwa inovasi dalam pendidikan agama Islam meliputi beberapa aspek utama yakni kurikulum dan materi pembelajaran, metode dan pendekatan pembelajaran, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, dan peran guru serta lembaga pendidikan (Sartika, 2. Semua aspek yang disebutkan, ditempuh dan dilaksanaakn di MI Asih Putera saat ini. Termasuk inovasi dalam kurikulum dan materi pembelajaran agama Islam, ini diperlukan untuk memastikan bahwa materi yang diajarkan relevan dengan konteks kekinian dan dapat menjawab tantangan globalisasi (Alwi, 2. Nilai-nilai Islam diintegrasikan dengan pengetahuan umum, seperti sains, teknologi, dan isu-isu global dalam pembelajaran di MI Asih Putera. Karena selain membentuk akhlak karimah juga untuk mencetak generasi muslim yang siap menghadapi tantangan zaman. Penelitian ini diharapkan bisa menjelaskan program dengan lebih detail, bagaimana rancanhan program, proses, dan hasil, serta faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat pelaksanaan internalisasi nilai akhlak karimah peserta didik melalui metode keteladanan dan pembiasaan. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 327 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi Literatur Review Internalisasi Nilai Internalisasi pada hakikatnya mempunyai arti yang sama dengan penanaman, yaitu suatu tindakan atau cara untuk menanamkan sesuatu seperti pengetahuan dengan tujuan agar anak mampu mengamalkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari dengan baik dan benar dengan kesadaran tanpa paksaan (Muhammad Badruddin, 2. Nilai adalah standar tingkah laku, keindahan, keadilan, kebenaran, dan efisiensi yeng mengikat manusia dan sepatutnya dijalankan dan dipertahankan (Aida Noer Aini, 2. Akhlak Karimah Dari sudut kebahasaan, akhlak berasal dari bahasa Arab, yaitu isim masdar . entuk infiniti. dari kata akhlaqa- yukhliqu- ikhlaqan, sesuai dengan timbangan . tsulasi mazid afAoala- yufAoilu- ifAoalan yang berarti al-sayijah . , aththabiah . elakuan, tabiat, watak dasa. , al - Aoadat . ebiasaan, kelazima. , al-maruAoah . eradaban yang bai. , dan al-din . (Nata, 2. Sedangkan menurut aspek terminologi, akhlak dikemukakan Prof. Dr. Ahmad Amin, akhlak adalah kehendak yang dibiasakan yang artinya, kehendak itu bila membiasakan sesuatu, kebiasaan itu dinamakan akhlak (Zahrudin AR, 2. Pengertian karimah menurut kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti baik, dan terpuji. Kata karimah digunakan untuk menunjukkan pada perbuatan akhlak terpuji yang ditampakkan dalam kenyataan hidup sehari-hari. Selanjutnya kata alkarimah ini biasanya digunakan untuk menunjukkan perbuatan yang terpuji yang skalanya besar, seperti menafkahkan harta dijalan Allah, berbuat baik kepada kedua orang tua dan lain Akhlak mulia atau yang biasanya disebut dengan akhlak karimah adalah keadaan batin yang baik. Perbuatan dianggap baik dalam Islam adalah perbuatan yang sesuai dengan petunjuk al-quran dan perbuatan rasul-Nya, yakni taat kepada Allah dan Rasul, menepati janji, menyayangi anak yatim, jujur, amanah, sabar, ridha, dan ikhlas (Sudarsono, 2. Metode Keteladanan dan Pembiasaan Keteladanan dalam Kamus Bahasa Indonesia Untuk Pendidikan Dasar disebutkan bahwa AuketeladananAy berasal dari kata teladan yaitu suatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontohkan . entang perbuatan, kelakuan, sifat dan sebagainya (Qonita. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi 2. Keteladanan juga dapat dikatakan perilaku yang terpuji dan disenangi karena sesuai dengan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran (Syafaruddin, 2. Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa internalisasi nilai akhlak karimah melalui keteladanan guru merupakan proses penanaman nilai yang baik atau terpuji dari seorang guru yang patut ditiru atau dicontoh oleh peserta didik atau siswa sehingga nilai tersebut menyatu dan menjadi bagian dari diri seorang peserta didik dan tercermin dalam sikap dan perilaku yang ditampakkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain mahir di bidangnya, seorang guru tentu saja dituntut untuk menjadi figur yang baik, perilaku seorang guru senantiasa menjadi sorotan masyarakat terutama para muridnya, tidak sedikit murid yang mengagumi gurunya bukan hanya karena kepintaran dibidang ilmunya, tetapi justru karena prilakunya yang baik, bersikap ramah, adil dan jujur kepada murid-muridnya. Hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kehidupannya di masa yang akan datang. Jika seorang guru tidak memberikan keteladanan yang baik terhadap peserta didiknya, maka peserta didiknya pun akan berperilaku buruk di masa depannya. Guru adalah orang yang tepat dan pantas untuk digugu dan ditiru, demikian pepatah mengatakan. Pembiasaan merupakan salah satu metode pendidikan yang sangat penting, terutama bagi anak-anak. Mereka belum menginsafi apa yang disebut baik dan buruk dalam arti susila. Mereka juga belum mempunyai kewajiban-kewajiban yang harus dikerjakan seperti pada orang dewasa. Sehingga mereka perlu dibiasakan dengan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, dan pola pikir tertentu. Anak perlu dibiasakan pada sesuatu yang baik. Lalu mereka akan mengubah seluruh sifat-sifat baik menjadi kebiasaandan menjadi budaya. Ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan dalam melakukan metode pembiasaan kepada anak-anak (Sugiharto, 2. , yaitu: . Mulailah pembiasaan itu sebelum terlambat, jadi sebelum anak itu mempunyai kebiasaan lain yang berlawanan dengan hal-hal yang akan dibiasakan. Pembiasaan itu hendaklah terus-menerus . erulang-ulan. dijalankan secara tertatur sehingga akhirnya menjadi suatu kebiasaan yang otomatis. Pendidikan hendaklah konsekuen, bersikap tegas dan tetap teguh terhadap pendiriannya yang telah diambilnya. Jangan memberi kesempatan kepada anak untuk melanggar pembiasaan yang telah ditetapkan itu. Pembiasaan yang mula- POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 329 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi mulanya mekanistis itu harus makin menjadi pembiasaan yang disertai kata hati anak Konsep Keteladanan dan Pembiasaan Pembentukan akhlak karimah melalui keteladanan dan pembiasaan dalam lembaga pendidikan berawal dari perencanaan yang dibuat dalam sebuah program. Program penanaman pendidikan akhlak karimah adalah sebuah kegiatan yang harus dilaksanakan oleh seseorang atau kelompok dalam organisasi di masa yang akan datang, dengan memperhatikan pertanyaan apa, bagaimana, di mana, serta kapan kegiatannya, menanamkan niali-nilai, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri sesama manusia, lingkungan, maupun bangsa, sehingga akan terwujud insan kamil dengan bantuan seluruh stakeholders pendidikan mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat dengan menggunakan pengetahuan, keterampilan, peralatan, dan metode kerja yang Suatu program dilakukan dengan membuat perencanaan yaitu tindakan penetapan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan dan siapa yang mengerjakannya, apa yang harus dikerjakan dan siapa mengerjakannya. Perencanaan juga sering disebut jembatan yang menghubungkan kesenjangan antara jurang keadaan masa kini dan keadaan yang diharapkan terjadi pada masa yang akan datang (Albab, 2. Tahapan selanjutnya setelah pembuatan program, dan kurikulum tersusun maka lembaga pendidikan berupaya untuk menjalankan proses pelaksanaan, dalam hal ini proses pembentukan akhlak karimah melalui keteladanan dan pembiasaan. Proses itu sendiri merupakan kegiatan untuk merealisasikan rencana menjadi tindakan nyata dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien, sehingga akan memiliki nilai (Warisno, 2. Dapat dipastikan bahwa pelaksanaan pendidikan karakter dalam hal ini akhlak karimah, merupakan kegiatan inti dari pendidikan akhlak karimah. Agar pendidikan akhlak karimah di lembaga pendidikan Islam dapat berhasil secara optimal, maka pelaksanaanya harus diintegrasikan melalui peraturan dan tata tertib sekolah, proses belajar mengajar di kelas, dan kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu para pendidik juga wajib memberikan keteladanan perilaku atau karakter yang baik kepada peserta didiknya. Pembinaan akhlak bisa dilaksanakan di madrasah menggunakan metode keteladanan dan pembiasaan diantaranya. peserta didik setiap hari dibiasakan untuk POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi tepat waktu, mengucapkan salam kepada gurunya, sebelum KBM mengikuti beberapa pembiasaan yaitu membaca asmaul husna, tadarus Al-Qur`An , shalat suua berjamaah, dan tausyiah suua, setelah mengikuti kegiatan tersebut barulah mereka mengikuti KBM di kelas masing-masing, para peserta didik masuk kelas dengan dibiasakan untuk membaca doAoa sebelum kegiatan KBM dimulai, setelah selesai KBM lalu shalat euhur berjamaah diawali dengan pembacaan asmaul husna dan tadarus Al-Qur`An. Kemudian setiap hari Senin para peserta didik diharuskan mengikuti kegiatan Muuasara dan upacara bendera (Manan S. , 2. Adapun setelah dilaksanakan, tentunya sebuah proses yang telah dijalankan akan dipantau hasilnya melalui evaluasi. Secara harfiah evaluasi dapat diartikan sebagai penilaian dalam bidang pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan pendidikan. Sedangkan secara istilah menurut Edwin Wand dan Gerald Brown, evaluation refer to the act or process to determining the value of something, yaitu suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari sesuatu (Purwanto, 2. Kualitas keterlaksanaan suatu program tidak terlepas dari adanya faktor yang mendukung dan juga faktor yang menghambat program tersebut. Diantara faktor yang menjadi pendukung dan sekaligus penghambat dalam program internaslisasi akhlak karimah melalui metode keteladanan dan pembiasaan adalah faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap perkembangan nilai, moral dan sikap individu itu mencakup aspek psikologi, sosial, budaya, dan fisik kebendaan, baik yang terdapat dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Kondisi psikologis, pola interaksi, pola kehidupan beragama, sebagai sarana rekreasi yang tersedia dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, akan mempengaruhi perkembangan nilai, moral, dan sikap individu yang tumbuh dan berkembang di dalamnya (Rahmi & Januar. Metode Penelitian Penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskriptif (Sugiyono, 2. untuk memotret realitas dan mengeksplorasi program keteladanan dan pembiasan akhlak karimah di MI Asih Putera. Deskripsi personal dari sampel yang diambil menghasilkan temuan bagaimana madrasah meningkatkan kualitas akhlak karimah pada peserta didik melalui keteladanan dan pembiasaan. Pengumpulan informasi yang terdiri dari 14 POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 331 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi partisipan diantaranya pimpinan madrasah, guru dan staff, peserta didik, orang tua peserta didik, dan masyarakat sekitar madrasah, sebagai sumber primer. Berbagai dokumentasi yang ditelaah sebagai sumber sekunder, yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2. diantaranya Visi misi dan tujuan. Kurikulum khas, dokumen perencanaan pembelajaran PAI khususnya mata pelajaran Akidah Akhlak, serta dokumen-dokumen lainnya salah satunya atribut madrasah berupa pajangan dalil-dalil, asmaul husna, dan gambar yang terus mengingatkan peserta didik untuk berakhlak karimah. Adapun teknik pengumpulan data diantaranya yaitu observasi . , interview . , dan studi dokumentasi. Peneliti melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi selama kurang lebih tiga bulan, terhitung mulai pertengahan bulan Februari sampai April 2023. Observasi dilakukan dengan mengamati bagaimana pembelajaran dan penerapan pendidikan akhlak karimah melalui metode keteladanan dan pembiasaan, serta keseharian warga madrasah. Wawancara dilaksanakan di hari JumAoat dan Selasa, dengan melihat ketersediaan waktu dari Wawancara dilakukan berdasarkan pedoman observasi dan wawancara yang telah dipersiapkan sebelumnya. Studi dokumentasi dilakukan dalam rangka melengkapi data yang dibutuhkan. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai di lapangan. Apa yang ditemukan adalah pedoman apa yang akan dikumpulkan berikutnya dan di mana akan dicari (S. Margono, 2. Teknik analisis data internalisasi nilai akhlak karimah peserta didik melalui metode keteladanan dan pembiasaan dengan menggunakan analisis deskriptif bermula dari observasi awal serta wawancara. Selama proses observasi, peneliti mencatat, merekam, serta melalukan kegiatan dokumentasi foto atau video untuk ditelaah lebih lanjut, dan sudah seijin partisipan. Beberapa kali wawancara dilakukan termasuk melalui WhatsApp dengan pimpinan madarasah (NS), guru kelas 1B (RSN), peserta didik kelas 6 B (KJJ), dan staf keamanan (NV). Studi dokumen berlangsung di sela-sela menunggu kegitaan wawancara antar pastisipan. Observasi kegiatan pembelajaran di kelas 1A dipilih berdasarkan arahan dari partisipan sebelumnya. Kemudian wawancara juga dilakukan dengan guru Pendidikan Agama Islam kelas 1 (AC), serta observasi kegiatan tausyiah sholat dzuhur berjamaAoah yang disampaikan POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi oleh guru Pendidikan Agama Islam kelas 6 (YH), wawancara bidang kurikulum (IN), kesiswan (AS), guru kelas5 (HK) dan guru kelas 3 (MT), guru PAI kelas 3 (ZA), peserta didik kelas 6 A (SJA), orang tua peserta didik (NPR), dan masyarakat sekitar madrasah (ESA). Lalu kemudian semua data yang terkumpul disusun, lalu dilakukan penyajian data. Penyajian data bertujuan agar memudahkan dalam memahami tanggapan dari subjek penelitian. Kemudian langkah yang terakhir adalah penarikan Peneliti melakukan transkripsi data catatan, rekaman, foto, serta video wawancara dan observasi lapangan untuk memudahkan proses reduksi dan pengodean Untuk melakukan analisis lebih detail lagi, peneliti membaca hasil transkripsi data berulang-ulang tema-tema Untuk memudahkan proses ini, peneliti mendengarkan rekaman secara berulang, mentranskrip dengan format yang tepat, menginterpretasi data dengan memaknai setiap kata dan kalimat partisipan, mengomunikasikan apakah data tersebut sesuai dengan maksud partisipan, membangun kredibilitas data dengan meminta umpan balik interpretasi data dari partisipan (Widodo, 2. Data kualitatif bersifat interpretatif dan proses analisis tidak terlepas dari nilai, teori dan perilaku peneliti yang mana hal ini membuktikan bahwa interpretasi bersifat terbuka, dinamis dan kontekstual. Melalui data, peneliti mengidentifikasi bagaimana partisipan bertindak, berperilaku, berinteraksi, bertutur dan Proses reduksi data dilakukan untuk memenuhi kebutuhan data yang relevan dengan tujuan penelitian(Widodo, 2. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini menghasilkan gambaran tentang internalisasi nilai akhlak karimah pada peserta didik melalui keteladanan dan pembiasaan di MI Asih Putera. Keseriusan ini diperlihatkan dengan menjalankan pembelajaran akhlak karimah secara konsisten melalui keteladanan dan pembiasaan sebagai upaya membentuk akhlak peserta didik. Berkomitmen menjadikan peserta didik yang memiliki kompetensi yang utuh, yaitu kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan yang Program internalisasi akhlak karimah dengan metode keteladanan dan POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 333 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi pembiasaan tersebut kemudian dibakukan menjadi sebuah kurikulum khas yayasan yang digambarkan dalam hasil penelitian sebagai berikut: Program Internalisasi Nilai Akhlak Karimah Pada Peserta Didik di MI Asih Putera Kota Cimahi Program interalisasi akhlak karimah menurut pimpinan madrasah (NS) direncanakan saat rapat koordinasi dan pembinaan di MI Asih Putera. Rapat koordinasi internal merupakan hal yang rutin dilakukan, dalam rapat tersebut banyak materi yang dibahas, salah satunya ide-ide kegiatan untuk perkembangan akhlak karimah peserta Setelah program disepakati, dirancang oleh tim ahli, untuk kemudian digulirkan menjadi sebuah kurikulum khas yayasan. Menurut Waka Kurikulum (IN), garis haluan kurikulum yang sudah ada kemudian diturunkan dalam program intrakurikuler berupa penyusunan administrasi pembelajaran. Sasaran utamanya memasukkan ke dalam materi Pendidikan Agama Islam, umumnya semua mata pelajaran dikaitkan dengan akhlak karimah, terutama pada penilaian aspek afektif . Sesuai dengan penjelasan Waka Kesiswaan (AS) dan telaah dokumentasi kurikulum MI Asih Putera, internalisasi akhlak karimah juga disisipkan ke dalam program kokurikuler seperti program tahfidz, tilawah, shalat dhuha. Babakti ka Sepuh, dll. Dilanjutkan juga ke dalam program ekstrakurikuler seperti Taklif dan Tamyiz . , ekstrakurikuler ilmu pengetahuan, olah raga, seni dan budaya semuanya akan terkait dengan internalisasi akhlak karimah, karena santun dalam berpakain dan berbicara pun termasuk pada salah satu muatan kurikulum di MI Asih Putera. Program internalisasi akhlak karimah ini tentunya dirancang oleh tim kurikulum dan yayasan, disesuaikan dengan kurikulum dari pemerintah yaitu kurikulum 2013 dan kurikulum Merdeka. Kurikulum memuat aspek afektif . , kognitif (Pengetahua. , dan Psikomotor . Maka pengutaan karakter atau nilai akhlak karimah wajib dimunculkan dalam semua proses pembelajaran, berikut gambaran pilar desain pembelajaran di MI Asih Putera. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi Tabel 1. Contoh Pilar Desain Pembelajaran Out Definisi Cageur Bageur Sehat Jasmani dan Ruhani Cerdas emosi dan OLAH RASA Indikator Aktif Mampu mengeksplorasi mengelola emosi diri, tubuh yang emosi orang kuat, gesit, ceria, dan . , percaya diri, tinggi dan diri sendiri, bobot yang ideal, emosi rasa hormat yang stabil, bersama teman, dengan orang lain makanan halal . enjalin dan sehat OLAH RAGA Bener Pinter Cerdas cendikia dan OLAH OLAH JIWA PIKIR Mampu Mampu yang benar/ peraturan baik dan salah/buruk, dari runtut, logis rasa syukur dan kritis Allah. Rasulullah SAW, orang tua, peduli pada dan teman Cerdas moral dan Singer Cerdas mawas diri OLAH KARSA Mampu belajar diri . efleksi dir. , bersikap waspada dan menjaga diri sendiri, mencoba banyak hal potensi diri Sumber: Dokumen Kurikulum MI Asih Putera Menurut guru kelas 5 (HK) internalisasi akhlak karimah penerapannya dalam pembelajaran dilaksananakan melalui berbagai pendekatan yang inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek, studi kasus, dan pembelajaran kolaboratif. Pembelajaran bisa dimulai dengan membagi kelompok, disajikan tayangan, peserta didik lalu memberikan tanggapan, kemudian mencari referensi materi yang sedang dipelajari, mendiskusikan temuan lalu mempresentasikannya. Didukung oleh pernyataan guru PAI kelas 1 (AC) pendekatan kontekstual dan relevan dengan kehidupan nyata terutama untuk kelas 1 selain mudah difahami, juga penting untuk membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Masih dikemukakan oleh guru kelas 5 (HK), bahwa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran agama Islam seperti media digital, aplikasi pembelajaran, dan platform POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 335 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi online, dapat meningkatkan minat dan keterlibatan siswa. TIK juga dapat membuka akses ke sumber belajar yang lebih luas salah satunya fasilitas yang tersedia di MI Asih Putera adalah lab komputer, fasilitas internet, serta media digital lainnya. Selain itu juga didukung oleh program ekstrakurikuler litearsi digital, komputer, robotik, dan sains. Termasuk pada saat pembelajaran jarak jauh. MI Asih Putera menggunakan beberapa platform online yang sangat relevan dengan tantangan globalisasi. Meskipun diakui ada dampak yang cukup signifikan karena kurang sentuhan guru, namun di sisi lain peserta didik beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Proses Internalisasi Nilai Akhlak Karimah Pada Peserta Didik di MI Asih Putera Kota Cimahi Keteladanan Proses internalisasi nilai akhlak karimah pada peserta didik di MI Asih Putera menurut NS dimulai dengan keteladanan yang dimunculkan dari pimpinan, guru serta Menurut guru kelas 1B (RSN), staf kemaanan (NV), dan peserta didik kelas 6B (KJJ) profil pimpinan madrasah sudah cukup baik menjadi teladan bagi seluruh elemen madrasah. Seluruh pimpinan, guru, dan karyawan, harus senantiasa mengedepankan pelayanan dengan sepenuh hati, termasuk memberikan teladan yang baik untuk seluruh peserta didik. Semua pegawai yang ada di bawah yayasan mengikuti kajian yang diselenggarakan setiap bulannya. Kajian ini selain ajang untuk menambah ilmu keagamaan juga untuk mempererat hubungan kekeluargaan, dan menyisipkan arahan-arahan terutama untuk guru yang memegang peranan penting dalam membentuk akhlak peserta didik. Berdasarkan studi dokumentasi didapatkan pula bahwa kriteria profil guru MI Asih Putera diantaranya, peduli terhadap tumbuh kembang murid, manjadikan Allah sebagai tujuan, semangat dan rahmah dalam mendidik, cerdas dan komunikatif, inklusif dan sederhana, rendah hati dan penyayang, mampu bekerjasama, dan berwawasan luas. Beberapa hal yang menjadi unsur akhlak karimah yang harus melakat pada diri seorang pimpinan, pendidik dan karyawan MI Asih Putera adalah sebagai berikut: Pertama, berpakaian bersih, rapi, sopan, dan menutup aurat. Semua staf, baik pimpinan, guru dan karyawan diwajibkan menggunakan pakaian yang sesuai dengan syariAoat Islam. Contohnya untuk ikhwan menggunakan kemeja, celana panjang, kadang bahkan menggunakan dasi atau peci pada saat-saat terntentu. Untuk akhwat menggunakan pakain gamis, atau atasan panjang. , kerudung atau jilbab yang POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi menutup bagian dada, serta menggunakan kaos kaki. Bahkan disediakan seragam dinas sehingga lebih aman dan nyaman sesuai dengan ketentuan yang diinginkan. Hal tersebut tentunya menjadi contoh kecil yang dilihat secara konkret oleh peserta didik mengenai pembiasaan berpakaian yang sesuai dengan syariAoat Islam. Dan ini menjadi hal pertama yang dijadikan keteladanan oleh para peserta didik. Kedua, bertutur ramah dan sopan. Semua staf, baik pimpinan, guru dan karyawan menjaga ucapan dengan terbiasa bertutur kata yang baik, terhadap sesama karyawan, terlebih terhadap peserta didik dan orangtua peserta didik. Meskipun dalam kondisis tertentu biasa berinteraksi lebih santai atau bercanda dengan peserta didik tapi tetap menjaga adab dan menggunakan bahasa yang sopan. Ketiga, taat beribadah dan berakhlak karimah. Selama jam pembelajaran di madrasah berlangsung, semua staf pimpinan dan guru senantiasa menjadi teladan bagi peserta didik dalam kegiatan peribadahan Begitupun dengan sikap yang ditunjukan semua staf pimpinan, guru dan karyawan, semua berupaya menjaga untuk bisa menjadi teladan yang baik untuk peserta didik. Sikap dan perilaku merupakan contoh nyata yang dilihat dan ditiru oleh peserta didik dari para pendidiknya. Dari sikap baik yang dimunculkan, menjadikan peserta didik dapat memiliki kekaguman dan memiliki motivasi yang kuat untuk taat, patuh, dan menduplikasi perilaku tersebut. Menurut guru kelas 3 (MT) pembiasaan tilawah yang dilakukan guru di waktu tertentu di madrasah bisa menjadi teladan untuk peserta didik. Menurut pimpinana madrasah (NS) selain keteladanan dari kepribadian guru, guru juga perlu dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan yang memadai untuk menerapkan metode dan pendekatan pembelajaran yang inovatif. Contohnya untuk tilawah,yaitu program QiroAoati guru wajib mengikuti pelatihan yang ditangani oleh tim profesional sehingga mendapat serttifikat dan layak untuk membimbing peserta didik dalam bacaan tilawah yang lebih baik. Serta pelatihan-pelatihan lain terkait pendidikan yang perlu dimiliki oleh guru, managemen MI Asih Putera dipastikan sigap dalam hal Sementara itu. MI Asih Putera juga didukung infrastruktur seperti fasilitas kelas , laboratorium, perpustakaan, sarana ibadah, lapangan olah raga, kolam renang, ruang musik dan yang lainnya yang mendukung internalisasi akhlak karimah serta mendorong kreativitas peserta didik. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 337 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi Pembiasaan Harian Untuk menguatkan penerapan nilai akhlak karimah,menurut Waka Kurikulum (IN). MI Asih Putera dalam hal ini memberlakukan beberapa program pembiasaan baik itu yang langsung dilebur dalam pembelajaran di kelas, maupun disisipkan dalam keseharian dan kegiatan ekstrakurikuler. Berikut hasil penelitian lebih lanjut untuk internalisasi nilai akhlak karimah peserta didik MI Asih Putera melalui metode pembiasaan diprogramkan dalam kegiatan kesehariannya sebagai berikut: Pertama, datang tepat waktu. Peserta didik MI Asih Putera setiap hari dibiasakan untuk datang tepat waktu, mereka harus sudah di madrasah pukul 06. 50 WIB. Guruguru tentunya mempunyai tugas untuk datang lebih awal, karena para guru akan menyambut kehadiran para peserta didik di lapangan. Meskipun pada kenyataannya masih ada beberapa peserta didik yang datang terlambat, terutama yang lokasi rumahnya agak jauh seperti dari daerah kota Bandung atau kabupaten Bandung Barat, ini biasanya ditangani dengan peringatan atau membaca hafalan surat pendek sebagai pengingat kepada peserta didik untuk berupaya datang lebih awal. Begitupun dengan pergantian jam-jam pembelajaran, hingga jam pulang semua diatur dan diprogramkan dengan tujuan untuk dilaksanakan sesuai waktu yang disediakan. Untuk kegiatan pembelajaran dari hari Senin sampai hari JumAoat, mulai pukul 07. 00 dan para peserta didik pulang setiap harinya pukul 14. Kedua, mengucapkan salam. Peserta didik dibiasakan untuk mengucapkan salam kepada gurunya ketika pertama kali sampai di madrasah. Guru yang tadi sudah datang lebih awal menyambut kedatangan para peserta didik. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih anak selalu memberi dan membalas salam, sebagai sikap ramah dan mengajarkan peserta didik untuk menghormati gurunya. Mengucapkan salam juga kembali dilakukan ketika berdoAoa untuk memulai pembelajaran di kelas. Mengucapkan salam kemudian tidak hanya diingatkan untuk di lingkungan madrasah saja, tidak hanya pada guru, tetapi juga untuk menghormati orang tua, atau tamu yang datang ke lingkungan MI Asih Putera. Ketiga, pembiasaan Shalat Dhuha. Dzikir. DoAoa dan Tes level surat. Pembiasaan berikutnya, setelah peserta didik menyimpan tas di kelasnya masing-masing, lalu peserta didik membawa alat shalat dan al QurAoan menuju tempat kelompok sesuai level hafalan surat untuk melaksanakan shalat dhuha dan tes level. Dalam pembiasaan shalat POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi dhuha, dzikir dan doAoa diterapkan nilai-nilai ibadah dan muammalah termasuk adab islami ketika beribadah. Peserta didik akan masuk tahap tes level surat, di mana hafalan surat yang sudah ditambah akan dites oleh penguji, sehingga peserta didik selalu dimotivasi untuk memurojaAoah hafalan dan menambah hafalan suratnya. Dengan hafalan surat ini diharapkan peserta didik akan semakin cinta pada al-QurAoan dan memaknai apa-apa yang sudah dihafalnya bisa dilaksanakan dalam kehidupan seharihari. Keempat. Asah Budi. Program asah budi merupakan program yang kegitan bercengkrama peserta didik dengan guru pada saat awal masuk kelas sebelum kegiatan inti pembelajaran dimulai. Program ini di antaranya adalah berkaitan dengan program membantu orang tua di rumah yang sudah dikerjakan. Program ini disebut juga program Babakti ka Sepuh. erbakti kepada orang tu. Program ini bertujuan untuk membiasakan peserta didik membantu meringankan pekerjaan orang tua di rumah sejak Dengan dibiasakan membantu orang tua di rumah, diharapkan peserta didik MI Asih Putera bisa menjadi anak yang pintar dan sukses di bidang akademik, namun juga menjadi kebanggaan dengan taat dan berbakti pada kedua orang tua. Kelima. Shidiq. Program Shidiq adalah kepanjangan dari Shadaqah. Infaq dan Idul Qurban. Program ini dirancang dalam rangka membiasakan peserta didik untuk terbiasa ikhlas menyisihkan sebagian uang jajan dengan tujuan social dan tabungan Idul Qurban. Setiap harinya peserta didik akan ditawarkan kencleng untuk diisi dengan uang pecahan kecil, kemudian dikumpulkan seluruh kelas dan terus menerus dikumpulkan hingga kegiatan sosial bisa dilkasanakan seperti menjenguk teman yang sakit, atau keperluan soasial lainnya, dan yang paling utama adalah dari uang kencleng tersebut bisa digunakan untuk berqurban berupa sapi atau kambing. Dengan terlaksanaya program Idul Qurban setiap tahunnya, peserta didik dapat belajar secara nyata tentang tata cara penyembelihan hewan qurban, melaksanakan ketaAoatan kepada Allah Swt dan juga ikhlas berbagi kepada sesama. Keenam. Kegiatan Belajar Mengajar. Kegiatan belajar mengajar di dalam kelas merupakan program berikutnya dalam proses internalisasi akhlak karimah, dan ini yang menjadi kegiatan inti penanaman akhlak karimah. Diantara penanaman akhlak karimah di dalam kelas diantaranya. mengucapkan salam dan menjawab salam, berdoAoa dengan khusyuk, duduk yang rapi, belajar dengan tertib, menyimak penjelasan guru, membantu POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 339 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi teman, tidak marah atau bertengkar, menjaga kebersihan kelas, meminta ijin ketika akan keluar kelas, dan lain sebagainya. Ketujuh. Tilawah. Hafalan Asmaul Husna. MurojaAoah Surat, dan Hadits. Peserta didik ketika masuk ke kelas masing-masing untuk mengikuti pembelajaran, juga akan melaksanakan kegiatan pembiasaan seperti tilawah yaitu membaca al-qurAoan dengan metode qiroAoati, hafalan asmaul husna, murojaAoah surat, dan hadits. Materi-materi ini akan disisipkan oleh wali kelas, pada jam yang dianggap longgar di tiap kelas masingmasing. Ini bisa di awal pembelajaran, pertengahan, ataupun jam sebelum pulang. Guru senantiasa menyampaikan kandungan berupa nilai-nilai pada saat murojaAoah. Dengan adanya sisipan-sisipan berkaitan akhlak tentunya ini akan menjadi penguat dalam penerapan akhlak karimah pada peserta didik. Kedelapan. Halaqoh dan Shalat Dzuhur BerjamaAoah. Sebelum memasuki waktu istirahat siang, peserta didik akan memasuki waktu shalat szur berjamaah, dan salah satu waktu penanaman akhlak karimah adalah saat tausyiyah. Materi yang disampaikan berupa, hadits, kisah dan pesan-pesan tentang perilaku sehari-hari yang harus diteladani oleh peserta didik. Seperti yang peneliti temukan, saat halaqoh, guru menyisipkan pesan-pesan dari dalil QurAoan atau hadits, atau bahkan kisah tentang akhlak karimah, saat mengisi tausyiyah sebelum shalat zuhur di lapangan. Semua peserta didik sudah terbiasa mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dan pembiasaan dengan teratur, tidak perlu lagi upaya keras untuk mengingatkan mereka. Adapun bagi peserta didik yang lalai mengikuti kegiatan atau kurang tertib waktu pelaksanaan pembiasaan biasa diterapkan hukuman yaitu menulis satu surat al-QurAoan atau tes hafalan surat. Tapi pada umumnya semua kegiatan terbiasa diikuti oleh seluruh peserta didik dengan baik. Pembiasaan lainnya Dari hasil observasi dan studi dokumentasi, kegitan pembiasaan lainnya yang dilaksanakan di MI Asih Putera tercantum dalam program, mingguan, bulanan, maupun Di antara program mingguan yang masih terkait dengan program internalisasi nilai akhlak karimah melalui metode pembiasaan tersebut yaitu: Pertama. Upacara Hari Senin. Pada hari Senin para peserta didik diharuskan mengikuti kegiatan upacara bendera. Dalam kegiatan upacara bendera ini terdapat kegiatan Ikrar siswa yakni berupa pengucapan janji siswa yang akan senantiasa melakukan hal-hal terpuji. Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan para peserta didik POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi melakukan perilaku terpuji dimanapun dan kapanpun. Kemudian kegiatan upacara hari Senin ini juga merupakan bentuk pelaksanaan kedisiplinan, kepemimpinan, kemandirian yang sudah biasa dilaksananakan dan dilatih pada kegiatan Taklif dan Tamyiz (Kepramukaa. setiap hari JumAoat. Kedua. Kegiatan Reward atau Apresiasi. Kegiatan reward ini lebih tertuju pada kegiatan apresiasi peserta didik dalam satu pekan. Adapun apresiasi yang dijadikan penilaian adalah tidak hanya bidang kecerdasan majemuk, tapi juga menjangkau perilaku baik peserta didik. Dimana kategori-kategori kecerdasan majemuk dan kebaikan yang dinilai sudah diprogramkan sebelumnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi peserta didik berlomba dalam prestasi maupun perilaku baik atau akhlak Beberapa peserta didik di tiap kelas dinilai berbagai kecerdasannya, tidak hanya dalam aspek pengetahuan tapi juga sosial, emosional, dan juga perilakunya oleh para guru untuk kemudian diumumkan pemenangnya ketika upacara hari Senin. Hal ini menjadi salah satu pendukung terwujudnya generasi yang unggul dalam prestasi dan perilaku positif di lingkungan madrasah. Psereta didik yeng terpilih, akan mendapatkan pin dan sertifikat atas pencapaian yang didapat. Tabel 2. Contoh Jenis Apresiasi Siswa Kategori Selalu rapi dalam berpakaian Memiliki sikap sopan santun Suka menolong guru dan teman Menyelesaikan tugas tepat waktu Kemandirian dalam belajar Memiliki sportifitas tinggi Rajin membaca buku Paling percaya diri Paling empati Suka berbagi dengan teman Paling humoris Paling komunikatif Paling aktif berorganisasi Paling disukai teman Memiliki semangat juang tinggi Memiliki jiwa kompetisi tinggi Memiliki kreativitas tinggi Paling semangat menyambut hari Kategori Selalu menjadi penengah Memiliki rasa tanggung jawab Pandai mengendalikan emosi Mampu menjaga barangnya Mandiri dalam berkarya Memiliki jiwa wirausaha Memiliki sifat pemaaf Memiliki musikalitas tinggi Paling rajin sekolah Paling cinta lingkungan Semangat dalam halaqah Paling setia Rajin shalat Datang sekolah tepat waktu Berjiwa besar Paling banyak khatam Al-QurAoan Sering berinfaq Terbaik dalam menghafal Al- POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 341 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi Kategori Kategori besar Islam QurAoan Paling semangat menyambut hari 38 Bersungguh-sungguh besar negara Sumber : Pedoman kriteria Pekan Apresiasi Siswa MI Asih Putera Ketiga. Kegiatan Ekstrakurikuler. Menurut Waka Kesiswaan (AS) kegiatan ini menjadi tidak kalah penting dibanding kegiatan pembelajaran dan pembiasaan lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mewadahi dan menggali minat dan bakat peserta didik, memberikan peluang pada peserta didik untuk menjadi lebih maju dan lebih baik dari Kegiatan ekstrakurikuler terdiri dari 14 jenis ekstrakurikuler, mulai dari bidang sains, olah raga, dan juga seni. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan setiap hari Selasa mulai pukul 13. 00 sd selesai. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh guru, maupun mendatangkan pembimbing khusus yang profesional di bidangnya. Dalam kegiatan ekstrakurikuler ini, tentunya nilai-nilai positif dan akhlak karimah tetap disisipkan agar penanaman akhlak karimah menjadi lebih mendalam. Keempat. Kegiatan Shalat JumAoat dan Keputrian. Kegiatan shalat JumAoat merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di MI Asih Putera untuk para peserta didik laki-laki, karena pada waktu tersebut termasuk pada waktu efektif pembelajaran di Pada waktu ini semua peserta didik laki-laki dibimbing oleh para guru lakilaki untuk melaksanakan shalat JumAoat dengan khusyuk dan tertib. Penting untuk membiasakan shalat JumAoat sejak dini karena ini merupakan salah satu ibadah wajib bagi seorang muslim. Selain bentuk ibadah yang wajib, tentunya dikenalkan juga caracara shalat JumAoat yang baik. Keputrian merupakan kegiatan bagi para peserta didik perempuan selama, para peserta didik laki-laki melaksanakan kegiatan shalat JumAoat. Kegiatan ini berfokus pada ranah kebersihan diri, asah kemampuan untuk perempuan dalam bidang memasak atau menjahit atau pun keaahlian lainnya. Keahlian ini merupakan hal mendasar, bekal untuk para peserta didik perempuan sebagai pengenalan agar kelak bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik. Hal-hal tersebut dikenalkan dan dipersiapkan sedini mungkin agar para peserta didik kelak ketika sudah mencapai masa baligh sudah siap dengan tugas dan fitrahnya. Kelima. Taklif dan Tamyiz. Taklif adalah kegiatan kepanduan untuk para peserta didik yang ada di kelas 1 sampai 3, atau biasa disebut pramuka siaga. Pada tahap ini POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi peserta diperkenalkan baris berbaris, tanggung jawab, kemandirian, permainan, dan berbagai kegiatan menarik untuk menjadikan peribadi peserta didik yang tangguh dan percaya diri. Tamyiz, adalah kegiatan kepramukaan untuk kelas 4 sampai 6, materi yang disampaikan berupa baris berbaris, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, berkemah, sandi-sandi, kepanduan, serta bentuk- bentuk keahlian atau kecakapan hidup, permainan dan lain sebagainya. Kegiatan Taklif dan Tamyiz diadakan setiap hari JumAoat mulai pukul 13. 00 sampai dengan selesai. Dibimbing oleh seluruh guru MI Asih Putera yang sebelumnya sudah mendapatkan pembekalan dan pelatihan serta layak menjadi Pembina atau pembimbing pramuka. Keenam. Senam Pagi dan Pojok Literasi. Program ini merupakan program mingguan yang harus dilaksanakan oleh seluruh peserta didik. Program senam pagi bertujuan untuk kesehatan jiwa dan raga peserta didik, diadakan setiap hari JumAoat setelah program shalat Dhuha. Program pojok literasi diadakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik dan menumbuhkan kreatifitas dalam menulis. Program dilaksanakan sesuai jam luang tiap kelas, berupa kegiatan membaca dengan buku-buku yang tersedia di salah satu sudut kelas, ataupun buku-buku milik siswa yang disimpan di kelas agar bisa dibaca oleh teman-temannya yang lain. Hasil wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam kelas 3 (ZA) menyebuttkan bahwa keteladanan juga dimunculkan melalui kisah atau bacaan, yang utama dari kisah Rasulullah SAW, para sahabat dan kisah-kisah lainnya yang inspiratif. Proses ini dijalankan secara konsisten sebagai upaya membentuk akhlak peserta didik, menjadikan peserta didik yang memiliki kompetensi yang utuh, yaitu kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan yang terintegrasi. Program dibakukan menjadi sebuah kurikulum khas madrasah yang unik. Pengembangan kurikulum ini menjadi salah satu daya tarik MI Asih Putera. Hasil Internalisasi Nilai Akhlak Karimah Pada Peserta Didik di MI Asih Putera Kota Cimahi Hasil Internalisasi nilai akhlak karimah pada peserta didik di MI Asih Putera ini dievaluasi sesuai dengan ketentuan kurikulum pemerintah. Penilaian dilakukan melalui berbagai jenis tes. Sesuai yang disebutkan oleh guru kelas 5 (HK) bahwa penilaian aspek afektif, terdiri dari sikap spiritual dan sosials dilakukan dengan teknik non tes. Menurut guru Pendidikan Agama Islam kelas 1 (AC) penilaian aspek kognitif atau POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 343 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi pengetahuan penilaian pembelajaran akhlak dalam pembelajaran PAI di MI Asih Putera disebut Tafaqquh Fiddin biasa dilaksanakan dengan teknik tes, melalui penilaian harian dan juga penilaian akhir semester, serta penilaian akhir tahun. Adapun untuk penilaian aspek keterampilan biasa dengan penugasan proyek, portofolio, dan unjuk kerja. Penilaian program pembiasaan ibadah seperti tilawah dan hafalan surat, dilakukan secara berkala, menggunakan daftar ceklist. Hasil kumulatif penilaian akhlak karimah dalam pembelajaran dirangkum dalam rapot umum yang memuat perkembangan peserta didik selama satu semester. Terdiri dari catatan perkembangan karakter peserta didik, pembiasaan beribadah secara umum, serta nilai-nilai kognitif dari seluruh mata pelajaran yang dievaluasikan. Khusus untuk penilain pembiasaan ibadah dan akhlak karimah salah satunya terdapat dalam buku agenda harian yang biasa dimiliki oleh peserta didik. Diisi sesuai dengan kondisi sebenarnya. Buku ini berisi catatan tilawah, hafalan surat, kebiasaan baik bisa diisi dengan Asah Budi atau Babakti ka Sepuh yang dilakukan di rumah, serta catatan dari guru yang perlu disampaikan pada orang tua. Dengan kerja sama dari pihak orang tua untuk ikut terlibat membimbing dan mengawasi pembiasan akhlak karimah peserta didik proses evaluasi bisa dilaksanakan dengan optimal. Hasil internaslisasi nilai akhlak karimah peserta didik melalui pembiasaan di MI Asih Putera Kota Cimahi, dituangkan dalam buku rapor umum dan khas yayasan. Untuk pembiasaan keagamaan dalam rapor khas yayasan, prosedur penilaian mulai dari penilaian harian hingga penilaian praktek dan penilaian akhir semester yang kemudian digabungkan dan menjadi nilai akhir. Dalam rapor ini berisi perkembangan peserta didik berupa hafalan surat, hadits, dan doAoa. Lalu nilai praktek ibadah wudlu, sholat, dzikir dan tilawah. Serta perkembangan kegiatan wajib yaitu Taklif dan Tamyiz Evaluasi internalisasi akhlak karimah peserta didik yang tidak kalah penting, tidak hanya berupa nila-niali atau angka-angka yang tertera di rapor, akan tetapi penilaian langsung dari orang lain di lingkungan terdekat. Hasil wawancara dengan masyarakat sekitar, salah satunya yaitu ESA sampai sejauh ini atas perilaku peserta didik MI Asih Putera termasuk pada penilaian yang sewajarnya, anak-anak masih bersikap sopan, bahkan cenderung tidak terdengar kata-kata kasar yang mungkin pada sat ini sudah menjadi hal yang lumrah di sebagian lingkungan masyarakat. Begitupun POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi dengan kasus kekerasana atau bullying, tidak ditemukan kasus kasus yang berat hingga kemudian meresahkan orang tua dan menjadi temuan masyarakat. Dari hasil studi dokumentasi catatan prestasi MI Asih Putera, secara umum akhlak karimah peserta didik terlihat melalui kedisiplinan dan kerja keras, diantaranya dengan adanya peraihan prestasi Pendidikan Agama Islam yang diraih tahun 2020-2023 seperti berikut ini: Juara II Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional dengan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang terintegrasi dalam materi Matematika dan Sains. Juara i Kompetisi Sains Madrasah (KAM) tingkat Provinsi. Juara I MHQ AKSIOMA kota Cimahi. Juara I Kaligrafi AKSIOMA kota Cimahi. Juara II Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat kota Cimahi. Prestasi umum. Medali Perak MCR (Mathematic Competition Revolutio. Universitas Negeri Surabaya. Silver Medal Omaton (Olimpiade Matematika Online Tingkat Nasiona. Smart house. Juara 2 Robotik Nasional. Juara 1 Kejuaraan Karate kadisjas TNIAD se Jawa Barat. Juara 2 tim A ikhwan JR NBA 3 V 3 Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat. Juara 3 tim akhwat JR NBA 3 V 3 Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat. Juara 1 Putri Pemula Pra Cadet Taekwondo Under 31 kg dan prestasi-prestasi lainnya. Faktor Pendukung dan Penghambat Internalisasi Nilai Akhlak Karimah Pada Peserta Didik di MI Asih Putera Kota Cimahi Hasil observasi dan wawancara di lapangan membenarkan adanya bahwa yang menjadi faktor pendukung dan sekaligus penghambat dalam program internaslisasi akhlak karimah melalui metode keteladanan dan pembiasaan adalah faktor lingkungan. Seperti yang diungkapkan orang tua peserta didik (NPR), faktor keluarga . rang tu. dan guru ikut memberi pengaruh pada pembentukan akhlak karimah peserta didik. Diantara program kerja sama yang dibangun, selain buku penghubung, juga forum komunikasi lewat grup Whatsapp, serta adanya persatuan orang tua murid (POM) yang mewadahi komunitas orang tua yang aktif terlibat dalam kegiatan di madrasah, seperti kajian rutin, parenting, dan lain-lain. Orang tua harus bekerja sana untuk memberikan teladan yang baik. Anak-anak usia MI atau sekolah tingkat dasar ini masih memerlukan bimbingan dari orang tua di sekitarnya, termasuk lingkungan masyarakat. Faktor peserta didik itu sendiri juga menjadi faktor yang menentukan. Faktor fisiologis dan psikologis peserta didik sangat berpengaruh terhadap kemampuan belajar. Kesehatan, minat, kecerdasan, bakat, motivasi, dan kemampuan-kemampuan kognitif mempengaruhi POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 345 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi proses dan hasil belajar peserta didik. Peserta didik yang masih mudah untuk diarahkan dan dibina menjadi faktor penujang keberhasilan pembinaan akhlak. Adapun yang menjadi faktor penghambat dalam program internalisasi nilai akhlak karimah peserta didik di MI Asih Putera ini adalah faktor negatif dari Lingkungan masyarakat sekitar, memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan orang-orang di luar rumah. Seperti yang diungkapkan peserta didik kelas 6 A (SJA) lingkungan pertemananan yang kadang lebih berpengaruh terhadap perilakunya. Dan juga termasuk lingkungan orang dewasa di madrasah yaitu guru dan juga orang tua di rumah yang masih belum bisa konsisten memberikan teladan yang baik bagi peserta Inovasi dari berbagai aspek mulai dari program, proses, evaluasi serat kolaborasi dengan pihak eksternal terbukti lebih efektif dalam menciptakan generasi yang berkarakter mulia. Simpulan dan Saran Inovasi penyusunan program internalisasi akhlak karimah di MI Asih Putera ditunjukkan dengan adanya kurikulum khas yayasan yang dirancang oleh tim managemen, memuat berbagai pembiasaan yang kemudian diterapkan pada kegiatan keseharian peserta didik. Kurikulum tersebut mencakup kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Proses Internalisasi akhlak karimah berupa penerapan metode keteladanan dan pembiasaan yang holistik, menggunakan berbagai pendekatan dalam pembelajaran di kelas seperti, pembelajaran berbasis proyek, studi kasus dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan demikian peserta didik akan lebih mudah menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan seharihari. Hasil internalisasi akhlak karimah yaitu pembiasaan taAoat beribadah dan akhlak karimah yaitu berupa penilaian sikap spiritual dan sosial dilakukan melalui instrumen berupa buku agenda harian yang biasa dimiliki oleh peserta didik. Buku ini berisi catatan tilawah, hafalan surat, kebiasaan baik (Babakti ka Sepu. yang dilakukan di rumah, serta catatan dari guru yang perlu disampaikan pada orang tua. Bentuk penilaian ini merupakan hasil yang berdasar dari pengamatan guru dan wali kelas sehari-hari melaui catatan jurnal dan rubrik penilaian yang jelas dan terukur. Secara umum hasil POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli Ae Desember 2024 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi penilaian dicantumkan dalam rapor yaitu pada penilaian sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Rapor khas yayasan yang berisi ragam pencapaian peserta didik dalam berbagai pembiasaan akhlak karimah menjadi bentuk inovasi penilaian di MI Asih Putera. Selain itu juga hasil internalisasi penanaman akhlak karimah melalui keteladanan dan pembiasaan tercermin pada perilaku para peserta Faktor pendukung program ini tentunya guru bisa memberikan teladan yang Inovasi MI Asih Putera untuk peningkatan SDM guru berupa pelatihan dan pembekalan, adaptif dengan perkembangan dunia pendidikan. Peran lembaga yang mendukung kemajuan pendidikan, serta fasilitas yang cukup memadai untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan optimal. begitupun faktor keluarga yaitu orang tua yang mendukung, tentunya lebih mempermudah penanaman akhlak karimah pada peserta didik secara konsisten ketika berada di rumah. Terbukti dengan adanya komite dan forum orang tua murid yang diisi dengan kaegiatan-kegiatan yang mendukung madarsah, termasuk pembelajaran peserta didik. Kemudian faktor intrinsik dari peserta didik itu sendiri, seperti minat, motivasi, dan daya juang yang mutlak harus dimiliki oleh peserta didik. Namun, faktor yang menghambat terjadinya penanaman nilai akhlak karimah pada peserta didik adalah kurangnya motivasi dan minat dalam diri peserta didik, masih ada peserta didik yang kurang optimal dalam berakhlak karimah. Lingkungan madrasah dan rumah yang kurang kondusif dengan adanya figur yang kurang konsisten dalam memberikan teladan pada peserta didik. Paparan dari gadget yang tidak mendidik, serta lingkungan pertemanan yang kurang baik untuk peserta Maka perlu kiranya madarasah meningkatkan kerja sama dengan orang tua dalam program pembentukan akhlak karimah ini dengan lebih Berdasarkan teori yang melandasi penelitian dan juga metodologi penelitian yang dijalankan, internalisasi akhlak karimah melalui inovasi dari berbagai unsur termasuk metode pembelajaran yaitu keteladanan dan pembiasaan bisa efektif menjadikan karakter peserta menjadi lebih baik. Para pimpinan dan guru di madrasah harus berkomitmen untuk menjadi teladan yang baik bagi peserta didik. Pihak madrasah meningkatkan lagi kerja sama dengan pihak orang tua untuk sama-sama berdampingan dalam melakukan bimbingan agar penanaman akhlak karimah dapat berjalan beriringan POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. Juli - Desember 2024 | 347 Nurjanatim Muslimah. Dedih Surana. Huriah Rachmah: Internalisasi Nilai Akhlak Karimah pada Peserta Didik melalui Metode Keteladanan dan Pembiasaan di Madrasah Ibtidaiyah Asih Putera Kota Cimahi baik di madrasah dan di rumah, terutama mengawasi anak-anak dalam penggunaan gadget dan lingkungan yang kurang baik. Lembaga pendidikan yang masih dalam tahap berkembang, dan mempunyai permasalah yang sama, bisa menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah satu referensi dalam berinovasi, memperdalam pembelajaran, dan melengkapi program-program internalisasi akhlak karimah melalaui keteladanan dan pembiasaan sehingga menjadi ciri khas dan keunggulan madrasah. Kekurangan yang ada dari penelitian ini seperti inovasi kurikulum, metode pembelajaran, dan evaluasi akhlak karimah yang lebih terukur bisa dijadikan bahan untuk penelitian selanjutnya. Sehingga memberikan dampak yang lebih signifikan untuk kemajuan Pendidikan Islam. Referensi