MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 ANALISIS FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH PESISIR KELURAHAN PETOAHA KECAMATAN NAMBO Determinat Factor Analysis Of The Occurrence Of Malnutrition In Toddlers In The Coastal Region Of Petoaha Village. Nambo Sub-District Harianti. Armayani Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKES Mandala Waluya Kendari . mail : harianti872@gmail. ABSTRAK Gizi kurang masih menjadi masah kesehatan pada balita. Di Puskesmas Nambo kasus gizi kurang pada tahun 2017 sebanyak 97 kasus . ,1%) dan mengalami peningkatan pada tahun 2018 sebanyak 170 kasus yang tersebar di lima Kelurahan . Kasus terbanyak terdapat pada Kelurahan Petoaha dengan jumlah 50 kasus . ,1%). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan polah asuh, pengetahuan ibu, riwayat ASI Eslusif dengan kejadian gizi kurang pada balita di Wilayah Pesisir Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 12-59 bulan yang berada di Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo sebanyak 166 balita dengan jumlah sampel 62 responden dengan teknik simpel random sampling. Analisis dengan menggunakan uji chi-Square. Hasil uji statistik menujukan ada hubungan antara pola asuh dengan kejadian gizi kurang pada balita (X2hitung =18,34>X2tabel= 3,. Ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian gizi kurang pada balia (X2hitung =17,51>X2tabel= 3,. dan Ada hubungan riwayat ASI Esklusif dengan kejadian gizi kurang pada balita (X2hitung =20,99 > X2tabel= 3,. Kata Kunci: Gizi kurang, balita, asuh, pengetahuan. ASI ABSTRACT Malnutrition is still a health problem in infants. In the Nambo Community Health Center, cases of malnutrition in 2017 were 97 cases . 1%) and increased in 2018 by 170 cases spread in five Villages. Most cases were found in Petoaha Village with 50 cases . 1%). The purpose of this study was to determine the relationship between parenting, maternal knowledge, history of exclusive breastfeeding and the incidence of malnutrition in toddlers in the Coastal Region of Petoaha Village. Nambo District. The type of this research is observational analytic with cross sectional study design. The population in this study were all mothers who had toddlers aged 12-59 months who were in Petoaha Village Nambo District as many as 166 toddlers with a sample of 62 respondents, sampling with a simple random sampling analyzed using chi-square test. Statistical test results show there is a relationship between parenting with the incidence of malnutrition in toddlers (X2 count = 18. 34> X2 table = 3. , there is a relationship between maternal knowledge and the incidence of malnutrition in toddlers (X2 count = 51> X2 table = 3,. and there is a correlation between the history of exclusive breastfeeding and the incidence of malnutrition in toddlers (X2 count = 20. 99> X2 table = 3. Keywords : Malnutrition, toddler, foster, knowledge, breastfeeding MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 Kendari bukan dengan presentase tertingi PENDAHULUAN Gizi e- ISSN: 2622-7762 namun dalam tiga tahun terakhir di Kota Kendari masalah gizi kurang pada balita masih menjadi seimbangan zat gizi yang diperlukan untuk masalah kesehatan, dimana pada tahun 2015 pertum buhan, aktivitas berfikir dan semuahal sebesar 16,0%, kemudian menurun pada tahun yang berhubungan dengan kehidupan yang masih 2016 sebesar 12,2 % dan meningkat pada tahun menjadi masalah kesehatan baik ditingkat global 2017 sebesar 16,4 %. maupun regional. Dari data seluruh dunia Berdasarkan data Dinkes Kota Kendari . menurut WHO . , sekitar 45% kematian menunjukan bahwa dari 15 Puskesmas yang ada anak-anak dibawah usia 5 tahun di Kota Kendari, yang mengalami kasus gizi mengalami gizi kurang. Ini kebanyakan terjadi di kurang yang tertinggia dalah di Wilayah Kerja negara-negara Puskesmas Nambo sebesar 53,4%. Puskesmas Lepo-Leposebesar3,4%. Puskesmas Kemaraya Penderita gizi kurang di dunia mencapai 104 juta sebesar 2,6%, dan di susul Puskesmas lainnya anak dan keadaan gizi kurang menjadi penyebab yang lebih rendah dari sepertiga dari seluruh penyebab kematian anakdi Puskesmas seluruh dunia. Asia Selatan merupakan daerah Sehingga survey di lakukan kembali di yang memiliki prevalensi gizi kurang terbesar di Puskesmas Nambo hasilnya menujukan data dunia, yaitu sebesar 46 %, disusul sub Sahara kasus gizi kurang pada tahun 2017 sebanyak 97 Afrika 28 %. Amerika Latin/Caribbean 7%, dan kasus . ,1%) dan mengalami peningkatan pada yang paling rendah terdapat di Eropa Tengah, tahun 2018 sebanyak 170 kasus . ,7%). Timur, dan Commonwealth of Independent States tersebar di 5 Kelurahan. Kelurahan Nambo (CEE/CIS) sebesar 5%. Keadaan gizi kurang kejadian gizi kurang sebanyak 25 orang . ,3%) pada anak balita juga dapat di jumpai di Negara Kelurahan Buku Toko sebanyak 30 orang berkembang, salah satunya termasuk di Negeara . ,1%) Kelurahan Sambuli sebanyak 45 orang Indonesia. ,8%) Kelurahan Petoaha sebanyak 50 orang Berdasarkan data dari Dinkes Provinsi Sulawesi . ,1%) dan Kelurahan Tondoggu sebanyak 20 Tenggara orang . %). Dengan demikian jumlah kasus . mengalami fluktuatif dimana pada tahun 2015 sebesar 17,6%, kemudian menurun ditahun 2016 sebesar 15,8% dan meningkat pada tahun tahun Kelurahan dengan jumlah 50 kasus . ,1%). Kondisi gizi kurang Petoha pada balita, terjadi 2017 sebesar 23, 8%. Demikianhalnya dengan karena interaksi dari beberapa faktor diantarany data gizi kurang di Kota Kendari yang juga asupan makanan yang tidak adekuat, pemberian mengalami fluktuatif, meskipun Kota ASI yang tidak ekslusif, pengetahuan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 penyakit infeksi yang diderita balita, pola responden,sampel diambil dengan menggunakan tekhnik simple random sampling yaitu penarikan jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan ibu, sampel secara acak sederhana, dimana setiap persepsi ibu terkait gizi, sosial ekonomi yang populasi memiliki peluang yang sama untuk rendah dan budaya. Instrumen Berdasarkan hasil survei awaldari 5 orang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan tua balita yang mengalami gizi kurang di lembar kuesioner . aft pertanyaa. sebagai alat Kelurahan Petoaha pengetahuan yang Kecamatan Nambo, kurang terhadap penyebab gizi kurang yang di alami balitanya, dan 4 serata uji yang digunakan dalam penyolahan data adalah uji chi-Square. responden memiliki polah asuh yang kurng baik terhadap balitanya karna sibuk untuk bekerja HASIL sedangkan 3 responden mempunyai riwayat ASI Tabel 1 menunjukan Distribusi responden non ekslusif terhadap balitanya karena kebiasan pekerjaan. Pendapatan, pendidikan. Umur balita, makan tambahan ketika anaknya berusia 0-6 bulan. dan menurut jenis kelamin balita. Distribusi responden menurut BAHAN DAN METODE Kelurahan Petoaha umur di Wilayah Pesisir Kecamatan Nambo Jenis penelitian yang dilakukan adalah menujukan bahwa dari 62 responden, terbanyak analitik Observasional dengan pendekatan cross adalah kelompok umur 31-34 tahun berjumlah sectional study. Dimana dalam hal ini variabel 13 orang . ,0%). Distribusi responden menurut Independent dan variabel dependent penelitian jumlah angota keluarga di Wilayah Pesisir diamati secara serentak, dalam waktu yang Kelurahan bersamaan pada setiap individu. Penelitian ini terbanyak pada kelompok 3-5 orang berjumlah 44 telah dilaksanakan di Wilayah Pesisir Kelurahan kepala keluarga . , 0%). Distribusi responden Petoaha Kecamatan Nambo yang dilaksanakan menurut pekerjaan di Wilayah Pesisir Kelurahan pada 23 Mei s/d 25 juni 2019. Populasi dalam Petoaha Kecamatan Nambo,terbanyak penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki ibu rumah tangga berjumlah 26 orang . ,9%). balita usia 12-59 bulan yang berada di Kelurahan Distribusi responden menurut Pendapatan Petoaha Kecamatan Nambo. Dalam peneliian ini Wilayah Pesisir Kelurahan Petoaha Kecamatan populasi berjumlah 166 ibu balita. Sampel dalam Nambo, terbanyak lebih dari satu juta sebanyak penelitian ini adalah sebagian dari populasi yang menjadi objek peneliti yang berjumlah 62 responden menurut pendidikandi Wilayah Pesisir Petoaha Kecamatan . ,9 %). Nambo. Distribusi MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo, terbanyak Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik n . Umur (Tahu. Jumlah Angota Keluarga Pekerjaan Ibu rummah tangga 26 Wirasuwasta Pedagang Nelayan Pendapatan < 1. >1. Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Umur Balita Jenis kelamin Balita Laki-Laki Perempuan Sumber : Data Primer 2019 e- ISSN: 2622-7762 SD berjumlah 36 orang . ,1%). Distribusi Pesisir Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo lebih banyak yang berjenis kelamin perempuan yaitu berjumlah 34 balita . Distribusi Kejadian Gizi Kurang pada balita diWilayah Pesisir Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo dapat dilihat pada tabel 2 menunjukkan bahwadari 62 responden yang diteliti terdapat 39 orang. , 9%) yang mengalami gizi kurang dan 23 orang . ,1%) yang mengalami gizi baik . 41 orang . ,1%) danpola asuh ibu yang cukup Variabel polah asuh ibu, yang kurang berjumlah . ,9%). Variable Ibu, yang kurang berjumlah 36 orang . ,1%) dan pengetahuan ibu yang cukup berjumlah 26 orang . ,9%). Variabel riwayat ASI Esklusif, terdapat 40 orang . , 5%) dengan riwayat Tidak ASI Esklusif dan 22 orang . , 5%) dengan riwayat ASI Esklusif. Adapun hasil penelitian hubungan pola asuh dengan kejadian gizi kurang dapat dilihat pada tabel 2 menunjukan bahwa dari responden . ,1%) yang polah asuh kurang terdapat 34 balita . ,8%) mengalami kurang, kemudian dari 21 responden . yang polah asuh yang cukup terdapat 5 balita . ,1%) Selajutnya respondenyang polah asuh kurang balita . ,3%) dengan gizi baik. Hasil uji responden menurut Umur balita di Wilayah statistik chi-square pada taraf kepercayaan (Cl = Pesisir Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo, 95%) diperoleh nilai X2hitung = 18,34 dan X2tabel = terbanyak pada kelompok umur 12-17 bulan 3,841. Dengan demikian X2hitung>X2tabel, maka H0 berjumlah 12 balita. ,4%). Distribusi responden ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan menurut jenis kelamin pada balita di Wilayah MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 antara pola asuh ibu dengan kejadian gizi kurang Adapun hasil penelitian hubungan riwayat pada balita. Adapun ASI esklusif dengan kejadian gizi kurang, dapat dilihat pada tabel 2 menunjukan bahwa dari 40 pengetahuan ibu dengan kejadian gizi kurang, responden . ,5%) yang tidak dengan riwayat dapat dilihat pada tabel 2 menunjukan bahwa ASI esklusif dari 36 responden . ,1%) yang pengetahuan mengalami gizi kurang. Kemudian dari 22 kurang terdapat 31 balita . ,0%) mengalami gizi responden . ,5%) Kemudian dari 26 responden . ,9%) terdapat 5 balita . menyalami gizi kurang. yang penyetahuanya cukup terdapat 8 balita Selanjutnyatnya . ,1%) mengalami gizi kurang. Selanjutnya riwayat ASI esklusif respondenyang pengetahuan kurang terdapat 5 dengan gizi baik. Hasil uji statistik chi-square Hasil uji pada taraf kepercayaan (Cl = 95%) diperoleh nilai statistik chi-square pada taraf kepercayaan (Cl = X2hitung = 20,99 dan X2tabel =3,841. Dengan 95%) diperoleh nilai X2hitung= 17,51 dan X2tabel demikian X2hitung > X2tabel, maka H0 ditolak dan =3,841. Dengan demikian X2hitung > X2tabel, maka Ha diterima artinya ada hubungan antara riwayat H0 ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan ASI Esklusif dengan kejadian gizi kurang pada antara pengetahuan ibu dengan kejadian gizi . ,1 %) dengan gizi baik. 34 balita . ,8%) riwayat ASI responden yang tidak dengan terdapat 6 balita . ,7%) kurang pada balita. Tabel 2. Hubungan pola asuh. Pengetahuan Ibu. Riwayat ASI Esklusif Dengan Kejadian Gizi Kurang di Wilayah Pesisir Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo Kejadian Gizi Kurang Variabel Gizi Kurang Pola Asuh Kurang Cukup Pengetahuan Ibu Kurang Cukup Riwayat ASI Esklusif Tidak Sumber : Data Primer, 2019 Jumlah Gizi Bik Uji Chi Square X2tabel=3,841 X2hitung=18,34 phi=0,579 X2tabel =3,841 X2hitung=17,51 phi=0,565 X2tabel =3,841 X2hitung=20,99 phi=0,61 MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 yang dominan karena kuranagnya peranan ibu PEMBAHASAN Pola pengasuhan balita berupa sikap dan e- ISSN: 2622-7762 balitanya, disaat anak balita makan ibu tidak mendapingi, pemberian makanan tidak di berikan secara teratur, ketika anak balita sakit jarang balita untuk menyediakan makanan untu anak untuk membawa anaknya ke Rumah sakit atau Berdasarkan hasil analisis univariat dari 62 ibu Puskesmas dan ibu yang sering meningalkan balita pada anak balitanya. Sedangkan dengan polah asuh Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo didapatkan hasil bahwa balita dengan yang kurang tetapi mengalami pola asuh yang kurang sebanyak 41 balita sebanyak 7 balita . ,1%). Hal ini dikarnakan . ,15%). Kurang polah asuh pada balita walaupun polah asuh ibu kurang tetapi jika berdasarkan jawaban responden di kuesioner memiliki status sosial ekonomi yang baik khususnya pendapatan orang sehinga kebutuhan meningalkan anak balitanya yaitu sebesar 56 % balita dapat terpenuhi dan balita dengan polah responden, ibu yang jarang membawa anaknya ke asuh yang cukup Rumah Sakit atau Puskesmas ketika anaknya kurang sebanyak 5 . ,8%) balita. Hal ini sakit yaitu sebesar dikarnakan meskipun polah asuh ibu baik dalam 50% responden, ibu yang gizi baik mengalami kejadian gizi tidak mendampinyi anaknya ketika sedang makan yaitu sebesar 53% responden, ibu yang jarang keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan sehari menyiapkan makanan untuk anak balitanya yaitu sebesar 51% responden, dan ibu memberikan Hasil analisis bivariat menujukan ada makanan pada anaknya secara tidak teratur hubungan antara pola asuh ibu dengan kejadian sebesar 51% responden. Sedangkan balita dengan gizi kurang pada balita, artinya bahwa pola asuh pola asuh yang cukup sebanyak 21 balita merupakan penyebab kejadian gizi kurang pada . ,9%). Hal ini dikarenakan kesadaran ibu akan balita di Wilayah Pesisir Kelurahan Petoaha pentingnya pengasuhan pada balita karna anak Kecamatan Nambo. balita masih membutuhkan peran besar orang Hal ini sejalan dengan penelitian Nina tuanya ketika masih balita seperti memperhatikan Dewi Lestari tentang Analisis determinan gizi pola makan balita, kesehatan dan juga perawatan kurang pada balita di kulon progo,Yagyakarta mejaga kebersihan balita. menyatakan bahwa terdapat hubungan yang Berdasarkan hasil analisis bivariat pola signifikan antara pola asuh keluarga dengan kejdian gizi kejadian gizi kurang pada balita . value=0,. kurang sebanyak 34 baliata . ,8%). Hal ini Pengetahuan yang dimiliki ibu berpengaruh dikarnakan berdasarkan hasil jawaban kusioner terhadap pola konsumsi makanan keluarga. asuh yang kurang, mengalami MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 Kurangnya menyebabkan keanekaragaman makanan yang e- ISSN: 2622-7762 dikarenakan karna tingkat pendidikan ibu yang Berdasarkan Berdasarkan hasil analisis univariat dari pengetahuan Ibu yang kurang mengalami gizi 62 ibu balita pada Kelurahan Petoaha Kecamatan kurang sebanyak 31 balita . ,0 %). Hal ini Nambo didapatkan hasil bahwa balita dengan dikarnakan berdasarkan hasil jawaban kusioner pengetahuan ibu yang kurang sebanyak 36 balita yang dominan karena ketidak tahuan ibu akan . ,1%). Hal ini dikarenakan berdasarkan hasil kurangnya nafsu makan anak akibat sering jawaban kusioner yang dominan karena kuranya memakan makan jajan yang di jual dikiosan, pengetahuan ibu akan pemilihan menu makanan ketidak tahuan ibu akan pemberian makanan paling bergizi yaitu sebesar bergizi pada anak balitanya, ketidak tahuan ibu bahwa berat badan yang tidak sesuai umur akan mempengaruhi status gizi anak. Sedangkan mempengaruhi turunya nafsumakan anak yaitu 53 pengetahuan ibu yang kurang tetapi mengalami % responden, ibu yang tidak mengetahui turunya gizi baik sebanyak 5 balita . ,9%) hal ini nafsu makan anak dapat berdampak terhadap gizi dikarnakan status sosial ekonomi keluarga yang kurang pada anak yaitu sebesar 51% responden, baik, dan ibu yang sering memanfaatkan layanan ibu yang tidak mengetahui pemberian makanan yang tidak bergizi dapat menurunkan berat badan balitanya dan ibu dengan pengetahuan yang balita yaitu sebesar 51 % responden dan ibu yang cukup, mengalami kejadian gizi kurang sebanyak tidak mengetahui berat badan yang tidak sesuai 8 balita . ,8%). Hal ini dikarnakan status sosial dengan umur akan mempengaruhi status gizi yaitu sebesar 59 % responden. Sedangkan pengetahuan yang cukup sebanyak 26 balita . ,9 meriksakan kesehatan balitanya. %). Hal ini disebabkan karena sebagian ibu Hasil analisis bivariat kejadian gizi kurang pada balita, artinya bahwa balitanya, dan juga mengetahui bahwa jika anak pengetahuan ibu merupakan penyebab kejadian balita sering jajan dapat menurunkan nafsu gizi kurang pada balita di Wilayah Pesisir makan pada anak serta ibu juga mengetahui Kelurahan Petoaha Kecamatan Namboa. bahwa balita yang berat badan yang tidak seua Hasil penelitian ini sejalan dengan umur dapat mempengaruhi status gizi penelitian yang dilakukan oleh Siregar . anak, pengetahuan ibu yang cukup baik hal ini dengan judul Hubungan pendapatan, penyakit paling bergizi memilki pengetahuan yang baik akan pemilihan makanam yang infeksi dengan penyetahuan ibu dengan kejadian MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 gizi kurang pada balita di Wilayah Puskesmas pemberian ASI Esklusif kepada balita sampai Glugur Darat. Hasil penelitian ini menujukan usia 6 bulan setelah itu diberikan makanan bahwa terdapat hubungan bermakna antara pendamping ASI selama 2 tahun. pengetahuan ibu dengan status gizi balita di Berdasarkan hasil analisis bivariat balita Willayah Puskesmas Glugur Darat tahun 2014 dengan tidak dengan riwayat ASI Eksklusif dengan nilai A