Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 DOI http://dx. org/10. 36722/psn. Sosialisasi dan Pendampingan Inovasi Produk Olahan Tempe Menyehatkan di Kampung Tempe Kota Tangerang Analekta Tiara Perdana1,2*. Alina Primasari Priambudi1. Angga Aditya Permana3. Aprilia Damayanti1. Alma Pertiwi1. Fahira1 Biologi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Al Azhar Indonesia. Jalan Sisingamangaraja Kebayoran Baru Jakarta Selatan, 12110 Biologi. Fakultas Sains. Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Jalan Jenderal Sudirman No. 30 Serang, 42118 Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Multimedia Nusantara Jalan Scientia Boulevard Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, 15810 Penulis untuk Korespondensi: alektatiarap@gmail. Abstrak Kampung Tempe merupakan salah satu kampung tematik unggulan di Kota Tangerang. Kampung Tempe memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena terdapat beberapa industri rumah tangga (IRT) tempe. Sebagian besar perajin tempe menjual tempe dalam bentuk tempe segar, sehingga tempe yang tidak laku terjual pada hari tersebut akan terbuang karena masa simpan tempe yang relatif Kondisi ini mendasari kegiatan sosialisasi dan pendampingan inovasi produk olahan tempe Inovasi produk olahan tempe selain dapat memperpanjang masa simpan tetapi juga sebagai usaha penganekaragaman produk olahan tempe untuk meningkatkan ketahanan pangan Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu: pertama pertemuan dengan perwakilan perajin tempe, kedua sosialisasi inovasi produk olahan tempe menyehatkan, kemudian ketiga dilanjutkan dengan pendampingan perajin tempe dalam membuat produk olahan tempe Pada kegiatan ini tercapai peningkatan kesadaran akan potensi yang ada di Kampung Tempe serta wawasan dan motivasi perajin dalam melakukan inovasi produk olahan tempe. Kegiatan juga menghasilkan berbagai kreasi produk olahan tempe seperti: cireng tempe, orek tempe, sayur tempe, tempe mendoan, peyek tempe, kripik tempe, bacem tempe, nuget tempe, tempe cokelat, cokelat tempe dan lodeh tempe. Produk olahan tempe tersebut memiliki nilai jual, sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Kata kunci: Inovasi produk. Kampung tempe. Olahan tempe PENDAHULUAN Dari hasil observasi diperoleh data bahwa sebagian besar perajin tempe menggunakan 80100 kg kedelai per hari. Jika setiap 1 kg kedelai menghasilkan 1,5 kg tempe, maka tempe yang dihasilkan per hari per perajin mencapai 120150 kg tempe. Persentase tempe yang tidak habis terjual mencapai 2-5 % per hari. Tempe yang tidak habis terjual tidak dapat dijual kembali di hari berikutnya karena kualitasnya sudah menurun. Hal ini mengakibatkan penurunan pendapatan perajin tempe sekitar 100 ribu per hari atau sekitar 10% dari total keuntungan per hari. Kondisi ini jelas tidak menguntungkan secara ekonomi (Priyanto. Djajati, & Jariyah, 2. Kampung Tempe Kota Tangerang adalah kampung tematik yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengangkat potensi lokal. Lebih dari 50% penduduknya berprofesi sebagai produsen Berdasarkan hasil penelitian, tempe yang diproduksi di Kampung Tempe memiliki masa simpan yang singkat, yaitu kurang dari 48 jam. Mutu tempe yang dihasilkan juga tidak selalu Tempe yang dihasilkan terkadang memiliki rasa pahit, selain itu berbau tidak sedap dan mudah busuk (Perdana & Widiawati, 2. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Sebagian besar tempe di masyarakat hanya dimanfaatkan sebagai lauk (Hizni. Sholichin, & Samuel, 2. Berdasarkan diskusi awal diperoleh informasi bahwa perajin tempe belum familiar dengan pengolahan tempe menjadi produk olahan untuk meningkatkan nilai jual produk tempe. Padahal, berbagai macam produk olahan tempe memiliki rasa yang lezat serta keuntungan yang cukup besar dengan modal yang rendah (Aziz & Atasasih, 2. Beberapa produk olahan tempe telah dihasilkan, seperti kripik tempe dan tempe buntel, brownies tempe, bola-bola tempe, cookies tempe dan nugget tempe (Aziz & Atasasih, 2. , tempe stick (Hizni. Sholichin, & Samuel, 2. , serta tempe mendoan, bola-bola tempe dan rolade tempe (Priyanto. Djajati, & Jariyah, 2. Dari kondisi tersebut diperlukan inovasi pengolahan tempe menjadi produk olahan. Tujuan kegiatan ini adalah pemberdayaan pendampingan inovasi produk olahan tempe. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai manfaat pangan. Adanya inovasi produk olahan tempe menyehatkan selain mampu memperpanjang masa simpan tempe juga diharapkan dapat memperluas pasar dan meningkatkan penjualan, sehingga ketahanan keluarga meningkat. Langkah Pelaksanaan Kegiatan ini secara garis besar terdiri dari: a Tahap Persiapan Persiapan kegiatan dilakukan melalui pertemuan dengan perwakilan perajin tempe selanjutnya membicarakan solusi yang ditawarkan berupa kegiatan sosialisasi dan pendampingan inovasi produk olahan tempe a Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan pendampingan inovasi produk olahan tempe menyehatkan. Sosialisasi dilakukan 1 minggu sebelum acara puncak berupa lomba kreasi produk olahan tempe menyehatkan yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Materi sosialisasi yang diberikan berupa materi pokok tentang tempe, cara pengolahan tempe menjadi produk yang menyehatkan seperti sosis, brownies, serta susu tempe. a Tahap Evaluasi Evaluasi kegiatan dilakukan melalui penilaian sebelum dan sesudah . re posttes. tentang kesadaran, wawasan dan motivasi perajin tempe terkait inovasi tempe Pertanyaan yang diberikan METODE HASIL DAN PEMBAHASAN Metode pelaksanaan untuk memecahkan permasalahan pada kegiatan ini adalah dengan memberikan sosialisasi dan pendampingan inovasi produk olahan tempe menyehatkan. Inovasi produk olahan tempe yang inovatif merupakan salah satu usaha pengembangan berkelanjutan (Nugroho. Faritsy, & Sugiharto. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi serta focus group discussion (FGD) antara pihak perajin dan pihak Sosialisasi Sosialisasi mengenai inovasi produk olahan tempe menyehatkan dilakukan di Kampung Tempe Kota Tangerang. Peserta sosialisasi merupakan istri perajin tempe atau perajin tempe wanita. Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan terkait masa simpan tempe yang singkat serta rendahnya pengetahuan perajin tempe tentang metode pengolahan tempe melalui inovasi produk olahan tempe menyehatkan. Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, wawasan serta motivasi perajin tempe di Kampung Tempe Kota Tangerang tentang potensi tempe untuk dikembangkan menjadi produk olahan yang menyehatkan. Kegiatan ini telah berhasil dilaksanakan dengan Indikator keberhasilan kegiatan diamati berdasarkan hasil evaluasi sikap peserta yang disajikan pada Tabel 1. Evaluasi sikap peserta Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Tempe Kota Tangerang pada bulan JuniAgustus 2022. Sasaran kegiatan ini adalah istri para perajin tempe atau perajin tempe wanita sejumlah 22 orang. Peserta dibagi menjadi 11 kelompok dengan masing-masing 2 anggota. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 terhadap kegiatan menunjukkan kriteria sangat bermanfaat sejumlah 91% dan bermanfaat sejumlah 9%. para pelaku usaha terutama terkait pengetahuan dan pemahaman sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan. Tabel 1. Hasil evaluasi sikap peserta Kriteria Persentase Peserta Kurang bermanfaat Bermanfaat Sangat bermanfaat Total Pendampingan Pendampingan dilakukan selama seminggu diselenggarakan lomba kreasi produk olahan tempe menyehatkan. Kegiatan ini dilakukan untuk menambah semangat dan motivasi Selain itu, kegiatan ini sekaligus merupakan wujud partisipasi dalam merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tempe sebagai makanan pokok di Indonesia kini tidak hanya disajikan secara biasa, tetapi dibuat menjadi produk olahan seperti brownies, cookies, nugget, bola-bola tempe dan lain Sosialisasi terkait inovasi produk kesempatan kerja, meningkatkan daya saing serta meningkatkan pendapatan (Aziz & Atasasih, 2. Cahyana melakukan kegiatan sosialiasi pemanfaatan buah pisang menjadi produk olahan pangan (Cahyana, 2. Kegiatan ini juga berhasil dilakukan dengan hasil evaluasi peserta menunjukkan persentase 80 % dengan kriteria sangat bermanfaat dan 20 % dengan kriteria bermanfaat. Kegiatan sosialisasi diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat peserta kegiatan. Hasil dari kegiatan terkait peningkatan kesadaran, wawasan dan motivasi perajin tempe diukur melalui pre - posttest. Hasil penilaian efektivitas kegiatan disajikan pada Tabel 2. Ketiga kriteria mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Kriteria kesadaran meningkat dari 48% menjadi 94%, kriteria wawasan meningkat dari 59% menjadi 92% dan kriteria motivasi meningkat dari 68% menjadi 98%. Tabel 3. Hasil kreasi produk olahan tempe Tabel 2. Hasil penilaian efektivitas kegiatan Kriteria Kesadaran Wawasan Motivasi Pre Ae test Post Ae test Sarwoko dan Nurfarida . melakukan pengukuran efektivitas kegiatan pengabdian untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman perilaku usaha mikro kecil (UMK) terkait izin usaha mikro kecil (IUMK). Hasil kegiatan tersebut menunjukkan peningkatan dari 80100% tidak mengetahui menjadi 75-100% Kegiatan pendampingan dapat dirasakan manfaatnya oleh Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Terdapat 11 kelompok dengan masingmasing anggota kelompok berjumlah 2 orang dengan kreasi produk olahan tempe berjumlah 11 jenis, yaitu: cireng tempe, orek tempe, sayur tempe, tempe mendoan, peyek tempe, kripik tempe, bacem tempe, nuget tempe, tempe cokelat, cokelat tempe dan lodeh tempe yang disajikan pada Tabel 3. Hasil kreasi produk olahan tempe tersebut dibuat dari tempe yang tidak habis terjual kemudian dinilai berdasarkan kriteria ide inovasi, formulasi produk serta penampilan atau display produk. Gambar 1 merupakan kegiatan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba. Tempe Kota Tangerang. Kegiatan ini Menghasilkan 11 jenis kreasi produk olahan memberikan kontribusi dalam meningkatkan daya saing dan pendapatan masyarakat. Dari evaluasi kegiatan ini telah meningkatkannya kesadaran, wawasan dan motivasi masyarakat tentang inovasi produk olahan tempe Saran Monitoring pengabdian kepada masyarakat ini masih perlu Oleh karena itu, kegiatan ini perlu diteruskan dengan mengangkat tema lanjutan terkait produk olahan tempe menyehatkan. UCAPAN TERIMA KASIH