Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERBANKAN YANG TERINDEKS DI LQ45 PERIODE TAHUN 2016-2021 Annisa Aulia* . Shinta Avriyanti annisaaulia659@gmail. com , shinta_avriyanti. stia_tabalong@yahoo. Program Studi. Administrasi Bisnis. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung - Tabalong Telp. /Fax. 0856-2022-484 Kode Pos 71571 Email: Info@stiatabalong. ABSTRAK Nilai perusahaan merupakan persepsi para investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan. Nilai perusahaan adalah kondisi tertentu yang telah dicapai oleh suatu perusahaan sebagai acuan para investor terhadap perusahaan sebelum menanamkan modalnya. nilai perusahaan dapat diukur dengan menggunakan rasio keuangan, salah satunya price to book value (PBV). Rasio PBV merupakan perbandingan market value suatu saham terhadap book value, sehingga dapat diketahui apakah tingkat harga sahamnya overvalued atau undervalued dari book value. Nilai PBV yang rendah dicerminkan melalui harga saham yang undervalued dimana mengindikasikan adanya penurunan kualitas dan kinerja fundamental emiten. Harga saham yang overvalued atau nilai PBV yang tinggi mencerminkan persepsi investor yang berlebihan terhadap perusahaan. Terdapat beberapa aspek yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan, salah satunya dari aspek keuangan yaitu Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba melalui sejumlah kebijakan yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perbankan yang terindeks di lq45 periode tahun 20162021 dan Untuk mengetahui besar pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perbankan yang terindeks di lq45 periode tahun 2016-2021. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Sampel penelitian adalah Bank yang terdaftar di Perusahaan LQ45 yang membagikan laporan keuangan periode tahun 2016-2021, yaitu sebanyak 5 Bank. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan data-data dari laporan keuangan perusahaan atau terpublikasikan secara resmi, dalam bentuk Annual Report yang dikeluarkan oleh website resmi milik WFE (World Federation Of Exchange. dalam IDX (Indonesia Stock Exchang. Dan alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini dibantu dengan program GSCA (Generalized Structured Component Analysi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Ada pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perbankan yang terindeks di lq45 periode tahun 2016-2021. Besarnya Pengaruh pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perbankan yang terindeks di lq45 periode tahun 2016-2021 yaitu sebesar 54,4% dan sisanya sebesar 45,6% dapat dipengaruhi oleh variabel lainnya. Kata kunci : Profitabilitas. Nilai Perusahaan. GSCA THE INFLUENCE OF PROFITABILITY ON COMPANY VALUE IN BANKING INDEXED IN LQ45 FOR THE 2016-2021 PERIOD ABSTRACT Company value is investors' perception of the company's level of success. Company value is a certain condition that has been achieved by a company as a reference for investors regarding the company before investing their capital. Company value can be measured using financial ratios, one of which is price to book value (PBV). The PBV ratio is a comparison of the market value of a share to its book value , so that it can be seen whether the share price level is overvalued or undervalued compared to the book value . A low PBV value is reflected in undervalued share prices , which indicates a decline in the quality and fundamental performance of the issuer . Overvalued share prices or high PBV values reflect investors' excessive perception of the There are several aspects that can influence company value, one of which is the financial aspect, namely profitability. Profitability is a company's ability to generate profits through a number of policies that JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 have been determined by company management. The aim of this research is to determine the influence of profitability on company value in banks indexed at LQ45 for the 2016-2021 period and to determine the magnitude of the influence of profitability on company value for banks indexed at LQ45 for the 2016-2021 The approach used in this research is a quantitative approach. The research samples were banks registered with the LQ45 Company which distributed financial reports for the 2016-2021 period, namely 5 In this research, the data collection technique used is documentation techniques, namely by collecting data from company financial reports or officially published ones, in the form of an Annual Report issued by the WFE's official website. ( World Federation of Exchanges ) in IDX (Indonesia Stock Exchange ). And the analytical tool used in this research is assisted by the GSCA ( Generalized Structured Component Analysis ) The results of the research conclude that there is an influence of profitability on company value in banks indexed at LQ45 for the 2016-2021 period . The magnitude of the influence of profitability on company value for banks indexed at LQ45 for the 2016-2021 period is 54. 4% and the remaining is 45. 6% can be influenced by other variables. Keywords: Profitability. Company Value. GSCA PENDAHULUAN Setiap Perusahaan baik yang besar maupun kecil akan selalu memperhatikan keuangan perusahaan yang dimilikinya. Keberhasilan maupun kegagalan dalam usahnya hampir sebagian dipengaruhi ataupun ditentukan oleh keputusan keuangan perusahaan tersebut. Dengan kata lain masalah yang bisa timbul dalam setiap organisasi berimplikasi terhadap bidang keuangan. Informasi yang disajikan dengan benar dalam satu laporan keuangan, akan sangat berguna bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan dan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba melalui sejumlah kebijakan yang telah ditetapkan oleh manajemen Bank yang memiliki profitabilitas yang tinggi serta berhasil membukukukan laba yang terus meningkat akan menunjukan bahwa bank tersebut berkinerja baik, sehingga akan menciptakan respon yang positif kepada pemegang saham dan membuat harga saham perusahaan Sehingga (Kasmir, 2. Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan return. Rasio return on asset merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan return dari aset yang digunakan dalam perusahaan, return on asset dapat dihitung dengan membagi laba bersih dengan total asset yang dimiliki perusahaan. Rasio JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Profitabilitas yang digunakan adalah Return On Asset (ROA) yang merupakan perbandingan laba dan total asset (Libby, 2. Semakin tinggi ROA perusahaan, maka kinerja perusahaan semakin Penelitian tenteng pengaruh rasio keuangan terhadap profitabilitas sebelumnya telah dilakukan oleh beberapa penelitian lain. Dari hasil penelitian tersebut terlihat adanya perbedaan pengaruh rasiorasio keuangan terhadap tingkat perolehan profit. Sedangkan Return On Equty (ROE) adalah alat ukur profitabilitas yang sangat umum digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan. Perusahaan yang memiliki nilai ROE tinggi dianggap memiliki kinerja yang lebih baik. (Ishaluddin & Nurlela, 2. menyebutkan bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli jika perusahaan tersebut dijual. Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan sebuah perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham. Semakin tinggi harga saham perusahaan mencerminkan nilai perusahaan tersebut semakin tinggi, begitu pula sebaliknya menurut (Novari & Lestari, 2. nilai perusahaan ini dapat dilihat dari kinerja keuangan perusahaan tersebut. (Nurlela & Islahuddin, 2. menyebutkan bahwa nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli jika perusahaan tersebut dijual. Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan sebuah perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham. Semakin tinggi harga saham perusahaan mencerminkan nilai Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 perusahaan tersebut semakin tinggi, begitu pula sebaliknya menurut (Novari, 2. nilai perusahaan ini dapat dilihat dari kinerja keuangan perusahaan tersebut. Nilai perusahaan merupakan persepsi para investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan. Nilai perusahaan adalahkondisi tertentu yang telah dicapai oleh suatu perusahaan sebagai acuan para menanamkan modalnya. Salah satu persepsi investor terhadap perusahaan adalah nilai perusahaan, yang erat kaitannya dengan harga pasar saham. Nilai perusahaan yang tinggi, menunjukkan kemakmuran para pemegang saham. Perusahaan yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan keuntungan dan mengurangi tingkat resiko kerugian pada masa yang akan datang. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan, yaitu : keputusan pendanaan, kebijakan deviden, keputusan investasi, struktur Nilai perusahaan adalah nilai laba masa yang akan datang di ekspektasi yang dihitung kembali dengan suku bunga yang tepat (Winardi, 2. Pada umumnya, nilai perusahaan dapat diukur dengan menggunakan rasio keuangan, salah satunya price to book value (PBV). Rasio PBV merupakan perbandingan market value suatu saham terhadap book value, sehingga dapat diketahui apakah tingkat harga sahamnya overvalued atau undervalued dari book value. Nilai PBV yang rendah dicerminkan melalui harga saham yang undervalued dimana mengindikasikan adanya penurunan kualitas dan kinerja fundamental emiten. Harga saham yang overvalued atau nilai PBV yang tinggi mencerminkan persepsi investor yang berlebihan terhadap perusahaan. Terdapat mempengaruhi nilai perusahaan, salah satunya dari aspek keuangan yaitu profitabilitas. Perusahaan yang tumbuh dengan kondisi yang bagus memiliki nilai price to book value (PBV) lebih dari satu, artinya harga saham lebih besar dari nilai buku perusahaan. Semakin tinggi PBV, pasar akan lebih percaya terhadap perusahaan tersebut. Besarnya nilai perusahaan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mendapatkan JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 keuntungan atau Profit dari asset perusahaan, oleh sebab itu penanaman dana dapat mempengaruhi nilai perusahaan (Sutrisno, 2. Kemakmuran pemegang saham yang menjadi tujuan perusahaan dapat diketahui dari Dividen Kemampuan membagikan Dividen ini dilihat pula dengan (Profi. Laba yang didapatkan perbankan dilihat dari raio-rasio keuangannya. Rasio profitabilitas menjadi ukuran yang sangat berguna dalam melihat keuntungan perbankan, karna laba yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan menunjukkan profitabilitas perusahaan (Yusra. Adapun beberapa Penelitian terdahulu yang telah diteliti mengenai profitabilitas terhadap nilai perusahaan, seperti yang dilakukan (Chasanah, 2. , (Ayem & Nugroho, 2. Lubis,dkk, . dan (Ni Kadek, 2. menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan sedangkan Tidak mendukung Penelitian yang dilakukan oleh (Febby Nuraudita Suryana, 2. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perbankan Yang Terindeks Di Lq45 Periode Tahun 2016-2021 Ay. Dari judul diatas, diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis, sebagai berikut : Manfaat Teoritis Mendukung penelitian dilakukan oleh (Chasanah, 2. , (Ayem & Nugroho, 2. , (Lubis, 2. , (Ni Kadek, 2. Pada Penelitian yang mereka lakukan menyatakan bahwa Profitabilitas (ROE) dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Tidak mendukung penelitian dilakukan oleh (Febby Nuraudita Suryana, 2. Pada Penelitian tersebut menyatakan bahwa Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Manfaat Praktis Akademis Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Hasil penelitian ini diharaokan dapat memberikan manfaat dan referensi untuk penelitian selanjutnya dalam bidang keuangan khususnya pada pascasarjana administrasi bisnis yang nantinya ada terhadap nilai perusahaan. Perusahaan Hasil dari penelitian penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan, pengetahuan, dan pemahaman untuk BEI profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Penulis Penelitian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dalam penerapan teori keuangan khususnya berhubungan dengan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. LANDASAN TEORI Penelitian Terdahulu (Ayem & Nugroho, 2. dalam penelitian yang berjudul AuPengaruh Profitabilitas. Struktur Modal. Kebijakan Deviden dan keputusan investasi Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus Perusahaan Manufaktur yang Go Publik Di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan hasilnya adalah Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Struktur modal tidak mempengaruhi nilai perusahaan. Kebijakan dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan investasi berpengaruh positif signifikan terhadap nilai peusahaan. Secara simultan profitabilitas, struktur modal, kebijakan deviden dan keputusan investasi terhadap nilai perusahaan sebesar 37. sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktorfaktor lain yang tidak termasuk dalam model (Lubis, 2. dalam penelitian yang berjudul AuPengaruh Profitabilitas. Struktur Modal, dan Likuiditas Terhadap Nilai perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan hasilnya adalah Return On equity (ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 nilai perusahaan PBV. Sehingga perusahaan perlu memperhatikan dan terus meningkatkan ROE dengan cara mengambangkan prospek kegiatan dalam rangka untuk meningkatkan laba nilai profitabilitas terbesar adalah ROA jika dibandingkan dengan variabel independen Oleh karena itu ROE dapat dipakai sebagai prediktor dalam memprediksi tantang nilai perusahaan. (Ni Kadek, 2. dalam penelitian yang berjudul AuPengaruh Profitabilitas,Struktur Modal dan likuiditas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Real Estate yang listed di BEI tahun 2012-2015Ay Variabel ROA dan DER berpengaruh positif signifikan terhadap PBV sedangkan variabel CR tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap PBV. Nilai adjusted r square sebesar 0,206 yang berarti bahwa variabel ROA. CR dan DER mampu menjelaskan PBV sebesar 20,6%. (Ni Kadek, 2. dalam penelitian yang AuPengaruh Profitabilitas,Likuiditas,Pertumbuhan investment opportunity set terhadap nilai perusahaanAy Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas yang tinggi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi pemegang saham. Maka, akan terjadi hubungan positif antara profitabilitas dengan harga saham dimana tingginya harga saham akan mempengaruhi nilai perusahaan. (Febby Nuraudita Suryana, 2. dalam AuPengaruh Profitabilitas,Leverage, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaanAy yang menyatakan secara parsial variabel profitabilitas memiliki nilai probability (T-statisti. yang berarti lebih kecil daripada tingkat signifikan 5% atau 0. 05 dan memiliki arah negatif dengan koefisien sebesar-0. sehingga variabel profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan hasil akhir suatu proses kegiatan pencatatan akuntansi yang Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 merupakan suatu ringkasan dari transaksitransaksi keuangan yang terjadi selama periode tahun buku bersangkutan. Laporan keuangan ini dipertanggungjawabkan kepada pihak manajemen dan kepada pihak perusahaan. Laporan keuangan meliputi bagian dari proses transaksi keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan posisi keuangan . ang dapat disajikan dalam berbagai cara, sebagai contoh, sebagai laporan arus kas/laporan arus dan. , catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Menurut (Kasmir, 2. , pengertian laporan keuangan adalah Ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan terdiri dari Neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan Menurut (Munawir, 2. , laporan keuangan adalah Suatu bentuk pelaporan yang terdiri dari neraca dan perhitungan laba rugi serta laporan perubahan ekuitas. Neraca menunjukkan atau menggambarkan jumlah aset, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan pada tanggal Sedangkan perhitungan . labarugi memperlihatkan hasil- hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta beban yang terjadi selama periode tertentu, dan laporan perubahan ekuitas menunjukkan sumber dan penggunaan atau alasanalasan yang menyebabkan perubahan ekuitas Berdasarkan pengertian diatas, dapat diketahui bahwa Laporan Keuangan pada umumnya meliputi Neraca. Laporan Laba/Rugi. Laporan Perubahan Ekuitas. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan Keuangan tersebut menggambarkan kondisi keuangan, perkembangan perusahaan dan hasil usaha suatu perusahaan pada jangka waktu tertentu. Tujuan Laporan Keuangan JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Laporan Keuangan sangat berperan penting dalam perusahaan untuk mengetahui hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan dan juga dapat memberikan informasi sehubungan dengan posisi keuangan Menurut (Fahmi I. , 2. Tujuan laporan keuangan adalah Laporan keuangan adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Menurut (Kasmir, 2. menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan yaitu: Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva . yang dimiliki perusahaan pada saat ini. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini. Memberikan informasi tentang jenis dan pendapatan yang diperoleh pada suatu periode tertentu. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan Informasi keuangan lainnya. Berdasarkan tujuan di atas, dapat diketahui bahwa dengan disusunnya laporan keuangan suatu perusahaan akan dapat diketahui kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh. Laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan akan sangat berguna bagi pihak internal pihak eksternal karena, laporan tersebut akan memberikan informasi yang berhubungan dengan posisi keuangan suatu Sifat Laporan Keuangan Menurut (Kasmir, 2. , laporan keuangan memiliki dua sifat yaitu: Bersifat historis Bersifat historis merupakan laporan dibuat dan disusun dari data masa lalu atau masa yang sudah lewat dari masa sekarang, misalnya Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 laporan keuangan disusun berdasarkan data satu atau dua tahun kebelakang. Bersifat menyeluruh Bersifat menyeluruh merupakan laporan keuangandibuat selengkap mungkin. Artinya, disusun dengan standar yang telah ditetapkan. Berdasarkan pengertian definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa sifat laporan keuangan disusun dari data masa lalu yang pembuatan dan penyusunan sesuai dengan standar yang telah Profitabilitas Profitabilitas merupakan variabel yang juga Profitabilitas adalah hasil bersih dari berbagai kebijaksanaan dan keputusan yang diterapkan oleh perusahaan (Husnan, 2. Menurut (Astuti, 2. menyatakan bahwa profitabilitas adalah keuntungan perusahaan yang berasal dari penjualan yang telah dilakukan. Profitabilitas berperan penting dalam semua aspek bisnis karena dapat menunjukkan efisiensi dari perusahaan dan mencerminkan kinerja perusahaan, selain itu profitabilitas juga menunjukkan bahwa perusahaan akan membagikan hasil yang semakin besar kepada investor dalam (Suwardika & Mustanda, 2. (Suwardika & Mustanda, 2. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh Profitabilitas merupakan rasio yang mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditujukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi (Fahmi, 2. Menurut (Almunawaroh & Marlina, 2. Profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendapatkan melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan Profitabilitas adalah tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan operasinya. Profit yang tinggi memberikan indikasi prospek perusahaan yang baik sehingga dapat memicu investor untuk ikut meningkatkan permintaan saham. Semakin baik pertumbuhan profitabilitas perusahaan berarti prospek perusahaan dimasa depan dinilai semakin JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 baik dimata investor. Apabila kemampuan perusahaan untuk menghasillkan laba meningkat, maka harga saham juga akan meningkat (Husnan, (Ginting, 2. , profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba. Rasio ini juga memberi informasi tentang ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. (Kasmir, 2. , rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan (Nukmaningtyas & Worokinasih, 2. Tingkat profitabilitas yang konsisten akan menjadi tolak ukur bagaimana perusahaan mampu bertahan dalam bisnisnya dengan memperoleh laba . yang memadai apabila dibandingkan dengan Sehingga semakin tinggi laba yang diperoleh maka kemungkinan perusahaan akan mengalami financial distress semakin kecil. Financial distress itu sendiri menurut Plat dan Plat dalam (Fahmi I. , 2. mendefinisikan financial distress sebagai tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi sebelum terjadinya kebangkrutan atau likuidasi. Kondisi perusahaan dimana kewajiban jangan pendek seperti likuiditas dan solvabilitas tidak mampu untuk dipenuhi. Profitabilitas atau laba merupakan pendapatan dikurangi beban dan kerugian selama periode Analisis mengenai profitabilitas sangat penting bagi kreditor dan investor ekuitas. Rasio profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Return on Asset (ROA) karena dapat memberikan gambaran tingkat pengembalian keuntungan yang dapat diperoleh investor atas investasinya (Prasinta, 2. Menurut (Kasmir, 2. : Return On Asset adalah bagian analisis rasio profitabilitas. Rasio antara laba bersih yang berbanding terbaik dengan keseluruhan aktiva untuk menghasilkan laba. Yang menunjukkan hasil . atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. Dengan kata lain Return On Asset (ROA) dapat didefinisikan sebagai rasio yang menunjukkan seberapa banyak laba yang bisa diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan. Menurut (Kasmir, 2. : Return On Equity (ROE) adalah perbandingan antara laba bersih Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 dengan modal . odal int. Rasio ini menunjukkan tingkat presentase yang dapat dihasilkan ROE sangat penting bagi para pemegang saham dan calon investor, karena ROE yang tinggi berarti pula dan kenaikan ROE akan menyebabkan kenaikan saham. Nilai perusahaan Nilai perusahaan itu merupakan suatu nilai yang mempengaruhi prospek perusahaan di mata para investor, semakin baik nilai perusahaan maka semakin banyak pula investor yang tertarik menanamkan modalnya kepada perusahaan tersebut dan begitu pun sebaliknya jika nilai suatu perusahaan buruk maka para investor akan kurang tertarik dalam menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. (Husnan & Pudjiastuti, 2. menyatakan nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli diartikan sebagai harga pasar atas perusahaan itu sendiri. Di bursa saham, harga pasar berarti harga yang bersedia dibayar oleh investor untuk setiap lembar saham perusahaan. Oleh karena itu, nilai perusahaan adalah persepsi investor terhadap perusahaan yang selalu dikaitkan dengan harga saham. Suatu perusahaan sangatlah berperan penting dalam mengatur dana dan mengambil keputusan keuangan yang tepat pada suatu perusahaan dengan mengambil keputusan keuangan yang tepat maka berpengaruh terhadap nilai perusahaan sehingga dapat memakmurkan para pemilik saham pada perusahaan tersebut. Digunakan juga untuk mengukur seberapa besar "Tingkat Kepentingan" sebuah perusahaan dilihat dari sudut pandang beberapa pihak seperti para investor yang mengaitkan nilai sebuah perusahaan dari harga Memaksimalkan nilai perusahaan sama dengan memaksimalkan hargasaham karena nilai kemakmuran pemegang saham yang tinggi (Gultom, 2. Nilai perusahaan juga dapat dipengaruhi oleh pertumbuhan perusahaan. Informasi tentang adanya pertumbuhan perusahaan direspon positif JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 oleh investor, sehingga akan meningkatkan harga Pertumbuhan . adalah seberapa jauh perusahaan menempatkan diri dalam sistem ekonomi secara keseluruhan atau sistem ekonomi untuk industri yang sama. Nilai perusahaan dapat dilihat dari harga saham perusahaan tersebut dipasar modal, apabila harga saham suatu perusahaan didalam pasar modal dengan keadaan yang stabil dan mengalami peningkatan dalam jangka panjang maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan tersebut terus mengalami pertumbuhan ekonomi. Harga saham yang tinggi dengan nilai perusahaan yang tinggi dapat mengidentifikasi kesejahteraan para pemegang saham. Semakin baik fungsi keuangan perusahaan semakin baik pula nilai perusahaannya (Triagustina, 2. Pengukuran Nilai Perusahaan Dibawah ini indikator pengukuran nilai perusahaan, yaitu: Price Book Value (PBV) Price Book Value (PBV) yaitu perbandingan antara harga saham dengan nilai buku Menurut (Sugiono & Untung, 2. Perusahaan yang memiliki manajemen baik maka diharapkan PBV dari perusahaan setidaknya 1 atau diatas dari nilai buku . , dan jika angka PBV dibawah pada 1 maka dapat dipastikan bahwa harga pasar saham tersebut lebih rendah dari pada nilai bukunya . Menurut (Setianto, 2. PBV yang rendah mengindifikasikan adanya penurunan kualitas dan kinerja fundamental emiten yang bersangkutan. Berikut ini rumus Price To Book Value (PBV) PBV = harga pasar per lembur sahamy 100% Nilai buku per lembar saham Kerangka Konseptual Gambar 1 : Kerangka Konseptual ROA ROE Profitabilitas Kasmir . Nilai Perusahaan Hermuningsih PBV Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Sumber : Data diolah, 2023 Hipotesis Penelitian Ha : Ada pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahan pada perbankan yang terindeks di LQ45 periode tahun 2016-2021 H0 : Tidak pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahan pada perbankan yang terindeks di LQ45 periode tahun 2016-2021 METODE PENELITIAN Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif menurut (Sugiyono, 2. adalah data yang berbentuk angka atau data kuantitatif yang diangkakan atau penelitian yang menekankan pada analisis data numerik . (Creswell, 2. menyatakan bahwa penelitian kuantitatif adalah penelitian yang bekerja dengan angka, yang datanya berwujud bilangan . kor atau nilai, peringkat, atau frekuens. , yang dianalisis dengan mengunakan statistik untuk menjawab pertanyaan atau hipotesis penelitian yang sifatnya spesifik, dan untuk melakukan prediksi bahwa suatu variabel tertentu mempengaruhi variabel yang lain. Penelitian kuantitatif biasanya menggunakan desain eksplanasi, di mana objek telaahan penelitian eksplanasi . xplanatory researc. adalah untuk menguji hubungan antara variabel yang dihipotesiskan. Pada jenis penelitian ini, jelas ada hipotesis yang akan diuji kebenarannya. Hipotesis itu sendiri menggambarkan hubungan antara dua atau lebih variabel untuk mengetahui apakah sesuatu variabel berasosiasi ataukah tidak dengan variabel lainnya atau apakah sesuatu variabel disebabkan / dipengaruhi ataukah tidak oleh variabel lainnya. Populasi Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016-2021. Jumlah populasi penelitian ini adalah 45 perusahaan. Adapun teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan tidak JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 berdasarkan random, daerah atau strata, melainkan berdasarkan atas adanya pertimbangan yang berfokus pada tujuan tertentu. Sampel Sampel merupakan sebagian dari populasi yang diambil untuk keperluan penelitian. Sampel penelitian ini adalah Bank yang terdaftar di perusahaan LQ45 yang membagikan laporan kelengkapan data dari tahun 2016-2021. Yaitu sebanyak 5 Bank. Kriteria pemilihan Bank yang dijadikan sebagai sample dalam penelitian ini sudah sesuai dengan kriteria suatu saham untuk dapat masuk ke dalam indeks LQ45 yaitu sebagai berikut : Tercatat di BEI minimal 3 bulan Memiliki pertumbuhan, serta nilai transaksi yang tinggi Masuk dalam 60 saham berdasarkan nilai transaksi pada pasar reguler dalam 12 bulan Termasuk dalam 60 saham dengan kapitalisasi tertinggi dalam 1-2 blan terakhir Dari 60 saham tersebut, 30 saham teratas akan masuk secara otomatis dalam perhitungan indeks LQ45. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian terdiri atas variabel bebas (Independent Variabl. dan variabel terikat (Dependent Variabl. Sebagaimana terurai dalam latar belakang dan tujuan penelitian, yaitu : Variabel Bebas (Independent Variabl. Variabel bebas atau variabel pengaruh dalam penelitian ini adalah Profitabilitas yang dilambangkan dengan X. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain, dalam hal ini variabe terikat. Variabel Terikat (Dependent Variabl. Variabel terikat atau variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain . alam hal ini variabel beba. dalam penelitian ini variabel terikat adalah Nilai perusahaan yang dilambangkan dengan Y. Definisi Operasional Variabel Tabel 1 : Definisi Operasional Variabel Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Variabel Indikator Penjelasan Indikator Skala Profitabilitas(X) (Kasmir,2. ROA ROA (Return On Asset. Return On Assets rasio profitabilitas. Rasio antara laba berbanding terbalik Dengan keseluruhan aktiva menghasilkan laba. Yang menunjukkan hasil . jumlah aktiva yang digunakan untuk ROE (Return On Equity antara laba bersih . odal perusahaan Rasio ini menunjukkan tingkat presentase ROE sangat penting bagi saham dan calon ROE yang Tinggi berarti pula dan ROE akan menyebabkan kenaikan saham. Perusahaan memiliki manajemen baik maka diharapkan PBV dari perusahaan setidaknya 1 atau . , dan jika angka PBV dibawah pada 1 maka dapat harga pasar saham tersebut lebih rendah . Rasio ROE Nilai Perusahaan (Y) (Arif Sugiono,2. PBV Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan datadata dari laporan keuangan perusahaan yang telah tercatat atau terpublikasikan secara resmi, dalam bentuk Annual Report yang dikeluarkan oleh website resmi milik WFE (World Federation Of Exchange. dalam IDX (Indonesia Stock Exchang. Rasio Sumber : Data Diolah, 2023 Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder (Martono, 2. data sekunder merupakan data penunjang yang memperkuat,melengkapi, atau mendukung dara Pada penelitian ini data sekunder yang digunakan diperoleh dari beberapa sumber informasi lain dari berbagai daftar bacaan seperti buku-buku dan berbagai jurnal yang berhubungan dengan penelitian. Data sekunder untuk penelitian JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 ini di peroleh dari situs resmi BEI, yaitu Teknik Analisis Data Berdasarkan jenis data yang telah diperoleh maka teknik pengelolaan data atau analisis data yang dopergunakan adalah data kuantitatif, yaitu dengan mengoelola kemudian disajikan dalam bentuk tabel untuk mempresentasikan hasil perolehan data tersebut kemudia dianalisis. Tujuan analisis data dalam penelitian kuantitatif adalah mencari makna dibalik data, melalui pengakuan subyek pelakunya. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini dibantu dengan program GSCA (Generalized Structured Component Analysi. samping itu GSCA dapat digunakan pada model struktural menggunakan SEM berbasis kovarians. (Hwang, 2. mengatakan bahwa dalam prakteknya GSCA memperoleh terjadinya multikolinieritas, yaitu terjadi korelasi yang kuat antar variabel eksogen. Asumsi pada GSCA hanya terkait dengan pemodelan persamaan struktual, dan tidak terkait dengan pengujian hipotesis, yaitu hubungan antar variabel laten dalam model struktural adalah linir dan adaptif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini anlisis dengan Generalized Structured Component Analysis (GSCA) dengan pertimbangan: Generalized Structured Component Analysis (GSCA) kombinasi linier dari indikator . ariabel manife. di dalam analisis SEM. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) menggunakan metode kuadrat terkecil . east squar. didalam proses pendugaan Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Generalized Structured Component Analysis (GSCA) optimalisasi global. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) meenghindari kekurangan dari Partial Least Square (PSL). Generalized Structured Component Analysis (GSCA)) dapat diterapkan pada sampel yang paling kecil. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) dapat diterapkan pada model struktural yang melibatkan variabel dengan indikator refleksif dan formatif. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) juga diterapkan pada hubungan antar variabel yang komplek . isa rekursif dan tidak Generalized Structured Component Analysis (GSCA) adalah metode baru Generalized Structured Component Analysis (GSCA) berbasis komponen, dapat digunakan untuk pertimbangan skor . ukan skal. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) dipergunakan untuk mendapatkan model struktural yang powefull untuk menguji mode berbasis teori, mengkonfirmasi teori dan hubungan antar variabel yang terdapat di dalam model struktural. Pengujian model empiris penelitian ini dengan metode Generalized Structured Component Analysis (GSCA) dapat dilakukan sebagai berikut: Measures of fit adalah pada analis Generalized Structured Component Analysis (GSCA) Measures of fit dapat dilakukan pada model pengukuran, model struktural, dan model keseluruhan . verall Measures of fit pada model pengukuran bertujuan untuk memeriksa . apakah instrumen penelitian valid dan reliabel. Measures of fit pada model struktural bertujuan untuk mengetahuiseberapa besar informasi yang dapat dijelaskan oleh model struktural . ubungan antar variabel late. hasil analisis Generalized Structured Component Analysis (GSCA) . Sedangkan Measures of fit pada model keseluruhan . verall mode. adalah ukuran goodness of fitgabungan antara model yang memiliki indikator bersifat refleksif. Measure of fit measurement model, outer model JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Bila mana indikator refleksif maka diperlukan evaluasi berupa kalibrasi intrumen, yaitu dengan pemeriksaan validasi dan reliabilitas intrumen. Oleh karena itu, penerapan Generalized Structured Component Analysis (GSCA) pada data hasil uji coba . pada prinsipnya adalah suatu kegiatan kalibrasi instrumen penelitian, yaitu pelaksanaan uji validasi dan realibilitas. Dengan kata lain Generalized Structured Component Analysis (GSCA) dapat digunakan untuk uji validasi dan reliabilitas intrumen penelitian, seperti halnya PLS dan Generalized Structured Component Analysis (GSCA). Convergent menggambarkan ukuran korelasi antara skor indikator refleksif dengan skor variabel Untuk hal ini loading 0. 5 sampai 6 dianggap cukup, berkisar antara 3 sampai 7 indikator. Pendekatan lain dngan cara melihat hasil pengujian, jika signifikan . <0. maka dikatakan valid. Discriminant validity, validitas ini pada indikator refleksif berdasarkan pada nilai AVE, yaitu membandingkan nilai square rootof average variance extracted (AVE) setiap variabel laten dengan korelasi antar variabel laten lainnya dalam model, jika square rootof average variance extracted (AVE) variabel laten lebih besar dari korelasi dengan seluruh variabel laten discriminant validity yang baik. Internal concistensy reliabilit, kelompok indikator yang mengukur sebuah variabel memiliki realibilitas internal konsistensi yang baik jika memiliki alpha > 0. walaupun bukan merupakan standar absolut. Pada indikator formatif ukuran validitas dievaluasi berdasarkan pada substantive signifikansi dari weight, jika signifikan . <0. berarti valid. Measure of fit structural model Goodness of fit structural model diukur menggunakan FIT, yaitu setara dengan Rsquare pada analisis regresi atau koefisien Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 determinasi total pada analisis jalur atau Q2 pada PLS. FIT menunjukkan varian total lain dari semua variabel yang dapat dijelaskan oleh model struktural. Nilai FIT berkisar dari 0 sampai 1, semakin besar nilai ini, semakin besar proporsi varian variabel yang dapat dijelaskan oleh model. Jika nilai FIT = 1 berarti model secara sempurna dapat menjelaskan fenomena yang diselidiki. AFIT (Adjusted FIT) serupa dengan R2 adjusted pada analisis regresi. AFIT dapat digunakan untuk pertandingan model, model dengan AFIT nilai terbesar dapat dipilih antara model yang lebih baik Measure of fil overall model Measure of fit structural model adalah model di dalam Generalized Structured Component Analysis (GSCA) yang melibatkan model struktural dan model pengukuran secara terintegrasi, jadi merupakan keseluruhan Pemeriksaan goodness of fit model overall yaitu melihat nilai SMRS dengan cut-off Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab pengujian hipotesis penelitian adalah dengan menggunakan alat analisis Generalized Structured Component Analysis (GSCA), dengan alasan : Alat analisis ini dapat menggantikan faktor dengan kombinasi linier dari indikator . ariabel manife. di dalam analisis Generalized Structured Component Analysis (SEM). Alat analisis ini dikembangkan untuk menghindari kekurangan dari partial least square (PLS), yaitu dilengkapi dengan prosedur optimalisasi global, dan juga tetap mempertahankan prosedur optimalisasi lokal seperti pada partial least square (PLD). Metode Generalized Structured Component Analysis (GSCA) juga dapat diterpakan pada hubungan antar variabel yang kompleks . isa rekursif dan tidak rekursi. , melibatkan higher-order komponen . dan perbandingan multi-group. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) adalah metode baru Generalized Structured Component Analysis (SEM) JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 berbasis komponen, sangat penting dan dapat digunakan untuk peritungan skor . ukan skal. dan juga dapat diterapkan pada sampel yang sangat kecil. Masalah singularitas dan multikolonieritas sering menjadi kendala yang serius di dalam analisis model structural menggunakan Generalized Structured Component Analysis (GSCA) berbasis kovarians. (Hwang, 2. , mengatakan bahwa, dalam prakiknya. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) multikolonieritas, yaitu terjadi korelasi yang kuat antar variabel eksogen. Di samping itu. Generalized Structured Component Analysis (GSCA) dapat digunakan pada model struktural yang meibatkan variabel dengan indikator refleksif dan formatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Goodness of Fit GSCA Model teoritis pada kerangka konseptual penelitian, dikatakan fit jika didukung oleh data Hasil pengujian goodness of fit overall model, sesuai dengan hasil analisis GSCA pada Lampiran, guna mengetahui apakah model hipotesis didukung oleh data empirik. Hasil pengujian goodness of fit diberikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2 : Hasil Pengujian Goodness Of Fit Overall Model FIT AFIT FITs FITm GFI SRMR OPE OPEs OPEm Model Fit Sumber : Data diolah, 2023 FIT = 0. FIT menunjukkan varians total dari semua variabel . ndikator dan kompone. yang dijelaskan oleh spesifikasi model Seperti R Squared dalam regresi Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 linier, nilai FIT berkisar antara 0 hingga Semakin besar nilai ini, semakin banyak varians dalam variabel yang diperhitungkan oleh model yang ditentukan. Misalnya. FIT = 0. 50 menunjukkan bahwa 50% dari total varians semua variabel dijelaskan oleh Tidak ada batas aturan praktis untuk FIT, yang menunjukkan kecocokan yang dapat diterima. Jadi, model yang terbentuk dapat menjelaskan semua variabel yang ada sebesar 0,580. Keragaman dari data dapat dijelaskan oleh model sebesar 58% dan sisanya sebesar 42% menunjukkan bahwa model baik untuk menjelaskan fenomena yang dikaji. AFIT = 0. AFIT (Adjusted FIT) serupa dengan R squared adjusted pada analisis regresi. AFIT dapat digunakan untuk perbandingan Model dengan AFIT nilai terbesar dapat dipilih antara model yang lebih baik. Jika dilihat dari AFIT keragaman model dari Profitabilitas dan Nilai Perusahaan yang dapat dijelaskan oleh adalah sebesar 54,4% dan sisanya sebesar 45,6% dapat dipengaruhi oleh variabel lainnya. Berarti model cukup baik untuk menjelaskan fenomena yang dikaji. FITs = 0. FITs menunjukkan varians total dari semua komponen yang dijelaskan oleh spesifikasi model struktural tertentu. Nilai FITs berkisar dari 0 hingga 1. Semakin besar nilai ini, semakin banyak varians dalam komponen yang diperhitungkan oleh model struktural yang ditentukan. Pada tabel 4. diketahui bahwa nilai FITs yaitu sebesar 0,033. FITm = 0. FITm menunjukkan varians total dari semua indikator yang dijelaskan oleh spesifikasi model pengukuran tertentu. Nilai FITm berkisar dari 0 hingga 1. Semakin besar nilai ini, semakin banyak varians dalam indikator yang diperhitungkan oleh model pengukuran yang ditentukan. Pada 1diketahui bahwa nilai FITm yaitu sebesar 0,945. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 GFI = 0. GFI (Unweighted Least- Square. , sebanding dengan perbedaan antara kovarian sampel dan kovarian yang diproduksi oleh pendugaan parameter GeSCA. Nilai GFI yang baik adalah Hasil dari pengujian goodness of fit pada tabel 4. 1 Nilai GFI sebesar 0,998 > 0. 90 maka telah memenuhi cut off value dan model dikatakan baik. Hal ini dikarenakan pada GFI apabila nilai semakin mendekati 1 maka model dikatakan semakin SRMR = 0. SRMR . tandardized root mean square residua. , pada model ini didapatkan nilai SRMR sebesar 0,028, sehingga model yang terbentuk dapat dikatakan telah sesuai. Hal ini dikarenakan pada SRMR apabila nilai semakin mendekati 0, maka model dikatakan semakin sesuai. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3 : Ukuran Goodness Of Fit Model Overall Pada GSCA Goodness of Fit Cut- Off SRMR GFI Ou 0. Ou 0. Sumber : Solimun, 2013 Saat ukuran sampel = 100. GFI Ou 0,89 dan SRMR O 0,09 menunjukkan kecocokan yang dapat diterima. Meskipun kedua indeks dapat digunakan untuk menilai kecocokan model, menggunakan SRMR dengan nilai cutoff di atas mungkin lebih baik daripada menggunakan GFI dengan nilai cutoff yang Juga, jika SRMR O 0,09, maka nilai cutoff GFI Ou 0,85 mungkin masih merupakan indikasi kecocokan yang dapat Saat ukuran sampel > 100. GFI Ou 0,93 atau SRMR O 0,08 menunjukkan kecocokan yang dapat diterima. Setiap indeks yang disarankan nilai cutoff dapat digunakan secara independen untuk menilai kecocokan OPE = 0. OPE . ut-of-sample prediction erro. menunjukkan kekuatan prediksi model Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 tertentu untuk pengamatan yang tidak OPE dapat digunakan untuk membandingkan model yang berbeda dalam hal kekuatan prediksi. Pada tabel 4. diketahui bahwa nilai OPE yaitu sebesar 0,420. OPEs = 0. OPEs menunjukkan kekuatan prediksi model struktural tertentu. Pada tabel 4. diketahui bahwa nilai OPEs yaitu sebesar 0,959. OPEm = 0. OPEm menunjukkan kekuatan prediksi dari model pengukuran tertentu. Pada tabel 2diketahui bahwa nilai OPEm yaitu sebesar 0,061. Model Pengukuran (Measurement Mode. Variabel Profitabilitas (X) Variabel Profitabilitas (X) Untuk indikator formatif pada pengujian dengan menggunakan GSCA, yang di baca nilai Weights pada measurement model. Variabel ini diukur Interval kepercayaan 95% dapat digunakan untuk menguji signifikansi . aitu, estimate dapat dianggap signifikan secara statistik pada 0,05 kepercayaannya tidak termasuk . Berikut disajikan hasil measurement model variabel Profitabilitas (X). Tabel 4 : Hasil Measurement Model pada Variabel Profitabilitas (X) Weights Indikator ROA (X1. ROE (X1. Estimate 95%CI Sumber : Data diolah, 2023 Dari tabel di atas, diperoleh hasil pengukuran measurement model sebagai . Pada indikator pertama yaitu ROA (X1. , memiliki nilai estimateweights sebesar 0,566 > 0,05, dengan bootstrap interval kepercayaan 95%. Hal ini JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 mengindikasikan bahwa indikator (X1. signifikan sebagai pengukur variabel Profitabilitas (X). Pada indikator pertama yaitu ROE (X1. , memiliki nilai estimateweights sebesar 0,477 > 0,05, dengan bootstrap interval kepercayaan 95%. Hal ini mengindikasikan bahwa indikator (X1. signifikan sebagai pengukur variabel Profitabilitas (X). Dari hasil pengujian measurement model di atas terlihat bahwa variabel Profitabilitas (X) dicerminkan oleh dua indikator formatif. Dari indikator formatif tersebut terlihat bahwa indikator pertama yaitu ROA (X1. memiliki nilai koefisien weights tertinggi sebesar 0,566, dan indikator kedua yaitu ROE (X1. memiliki nilai koefisien weights terendah sebesar 0,477. Hal ini variabel Profitabilitas (X) utamanya dilihat dari indikator pertama yaitu ROA (X1. Nilai loading dari semua indikator Profitabilitas (X) memberikan nilai convergent validity . ilihat dari nilai estimasi weight. yang baik yaitu sudah lebih dari 0,05 dan signifikan secara statistik, dengan bootstrap interval kepercayaan 95%. Nilai Profitabilitas (X) Nilai reliabilitas konstruk diukur dari cronbach alpha. Terlihat bahwa nilai cronbach alpha sebesar 0,910 Ou 0,60. Jadi dapat disimpulkan bahwa reliabilitas konstruk untuk variabel Profitabilitas (X) cukup reliabel. Nilai reliabilitas konstruk dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 5 : Construct quality measures Reliabilitas Variabel Profitabilitas (X) Cronbach Alpha 0,910 Sumber : Data diolah, 2023 Variabel Nilai Perusahaan (Y) Variabel yang kedua adalah Nilai Perusahaan (Y) Untuk indikator formatif pada Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 pengujian dengan menggunakan GSCA, yang di baca nilai Weights pada measurement model. Variabel ini diukur menggunakan satu indikator. Interval kepercayaan 95% dapat digunakan untuk menguji signifikansi . aitu, estimate dapat dianggap signifikan secara statistik pada 0,05, kepercayaannya tidak termasuk . Berikut disajikan hasil measurement model variabel Nilai Perusahaan (Y). Nilai reliabilitas konstruk variabel Nilai Perusahaan (Y) Nilai reliabilitas konstruk diukur dari cronbach alpha. Terlihat bahwa nilai cronbach alpha sebesar 0,642 Ou 0,60. Jadi dapat disimpulkan bahwa reliabilitas konstruk untuk variabel Nilai Perusahaan (Y) cukup reliabel. Nilai reliabilitas konstruk dapat dilihat pada tabel di bawah Tabel 7 : Construct quality measures Tabel 6 : Hasil Measurement Model pada Variabel Nilai Perusahaan (Y) Weights Indikator Estimate Nilai Perusahaan (Y1. Sumber : Data diolah, 2023 Dari tabel di atas, diperoleh hasil pengukuran measurement model sebagai Pada indikator pertama Nilai Perusahaan (Y1. , memiliki nilai estimateweights sebesar 0,353 > 0,05, dengan bootstrap interval kepercayaan 95%. Hal ini mengindikasikan bahwa indikator (Y1. signifikan sebagai pengukur variabel Nilai Perusahaan (Y). Dari hasil pengujian measurement model di atas terlihat bahwa variabel Nilai Perusahaan (Y) dicerminkan oleh satu indikator formatif. Dari indikator formatif tersebut terlihat bahwa indikator pertama yaitu Nilai Perusahaan (Y1. memiliki nilai 0,353. Hal variabel Nilai Perusahaan (Y) utamanya dilihat dari indikator pertama yaitu Nilai Perusahaan (Y1. Nilai loading dari semua indikator formatif variabel Nilai Perusahaan (Y) memberikan nilai convergent validity . ilihat dari nilai estimasi weight. yang baik yaitu sudah lebih dari 0,05 dan signifikan secara statistik, dengan bootstrap interval kepercayaan 95%. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Variabel Nilai Perusahaan (Y) Cronbach Alpha 0,642 Sumber : Data diolah, 2023 95%CI Reliabilitas Model Struktural Hasil pengujian Hipotesis diuji dengan uji GSCA pada path coefficients. GSCA menyediakan interval kepercayaan (CI) 95% dari perkiraan parameter model. Jika 95% CI dari perkiraan parameter tidak mengandung nol, perkiraan parameter signifikan secara statistik dan estimate dapat dianggap signifikan secara statistik pada tingkat 0,05. Hasil analisis sebagai berikut. Tabel 8 : Hasil Pengujian Hipotesis pada Struktural Model Pengaruh Estimate Protabilitas (X) ENilai Perusahaan (Y)A 95% CI Keputusan Signifikan Sumber : Data diolah, 2023 Interpretasi dari hasil pengujian hipotesis pada tabel 5 di atas maka dapat dijelaskan sebagai berikut. Ada pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahan pada perbankan yang terindeks di LQ45 periode tahun 2016-2021 dengan nilai estimate sebesar 0,255 > 0,05, dengan bootstrap interval kepercayaan 95%. Mengingat nilai estimate tersebut bertanda positif, ini berarti bahwa terdapat hubungan searah antara Profitabilitas dengan Nilai Perusahaan. Profitabilitas pada Pada perusahaan yang terdaftar di LQ45 periode tahun 2016-2021. Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 maka semakin tinggi pula tingkat Nilai Perusahaannya. Artinya H0 ditolak dan Ha Besarnya pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahan pada perbankan yang terindeks di LQ45 periode tahun 20162021yaitu sebesar 54,4% dan sisanya sebesar 45,6% dapat dipengaruhi oleh variabel lainnya. Besarnya pengaruh diambil dari nilai AFIT, sampelnya kurang dari 100. AFIT (Adjusted FIT) serupa dengan R squared adjusted pada analisis regresi (Hwang, 2. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian diatas yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ada pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahan pada perbankan yang terindeks di LQ45 periode tahun Rasio profitabilitas ini merupakan rasio yang mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan mendapat keuntungan dengan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya. Semakin besar profitabilitas maka semakin baik nilai perusahaan, karena perusahaan yang memperoleh keuntungan yang tinggi akan menarik para investor untuk berinteraksi pada perusahaan tersebut, apabila banyak investor yang berminat maka akan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahan pada perbankan yang terindeks di LQ45 periode tahun 2016-2021 dengan nilai estimate sebesar 0,255 > 0,05, dengan bootstrap interval kepercayaan 95%. Mengingat nilai estimate tersebut bertanda positif, ini berarti bahwa terdapat hubungan searah antara Profitabilitas dengan Nilai Perusahaan, yaitu semakin tinggi Profitabilitas pada Pada perusahaan yang terdaftar di LQ45 perbankan periode 2016-2021, maka semakin tinggi pula tingkat Nilai Perusahaannya. Artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Adapun besarnya pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahan pada perbankan yang terindeks di LQ45 periode tahun 2016-2021 yaitu sebesar 54,4% dan sisanya sebesar 45,6% dapat dipengaruhi oleh variabel lainnya. Besarnya pengaruh diambil dari nilai AFIT, sampelnya JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 kurang dari 100. AFIT (Adjusted FIT) serupa dengan R squared adjusted pada analisis regresi (Hwang, 2. Berdasarkan hasil pengujian measurement model untuk variabel profitabilitas (X) diatas, terlihat bahwa variabel ini digambarkan oleh dua Dari kedua indikator tersebut, indikator pertama yaitu ROA (X1. memiliki nilai koefision tertinggi sebesar 0,566. Hal ini mengindikasikan bahwa pengukuran variabel profitabilitas (X) utamanya dilihat dari indikator pertama yaitu ROA. Semua indikator formatif variabel Profitabilitas (X) memberikan nilai convergent validity . ilihat dari nilai estimasi weight. yang baik yaitu sudah lebih dari 0. 05 dan signifikan secara statistik, dengan bootstrap interval kepercayaan 95%. Sedangkan untuk koefisien terendah pada variabel Profitabilitas (X) ini dilimiliki oleh indikator kedua yaitu ROE (X1,. Hal ini meindikasikan bahwa pengukuran variabel Profitabilitas (X) utamanya dilihat dari indikator pertama yaitu ROA (X1,. Kemudian untuk hasil pengujian measurement model pada variabel Nilai Perusahaan (Y). Dari hasil pengujian measurement model di atas terlihat bahwa variabel Nilai Perusahaan (Y) dicerminkan oleh satu indikator formatif. Untuk indikator formatif pada pengujian dengan menggunakan GSCA, yang dibaca nilai Weight pada measurement variabel. Variabel ini di ukur dengan menggunakan satu indikator, interval kepercayaan 95% dapat digunakan untuk menguji signifikansi . aitu, estimate dapat di anggap signifikan secara statistik pada tingkat 0. 05 dan jika interval kepercayaanya tidak termasuk . Dari indikator formatif tersebut terlihat bahwa indikator pertama yaitu Nilai Perusahaan (Y1. memiliki nilai koefisien sebesar 0,353. Hal ini mengindikasikan bahwa pengukuran variabel Nilai Perusahaan (Y) utamanya dilihat dari indikator pertama yaitu Nilai Perusahaan (Y. KESIMPULAN Berdasarkan Berdasarkan hasil penelitian analisis data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa : Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Ada pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahan pada perbankan yang terindeks di LQ45 periode tahun 2016-2021. Besarnya pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahan pada perbankan yang terindeks di LQ45 periode tahun 2016-2021 yaitu sebesar 54,4% dan sisanya sebesar 45,6% dapat dipengaruhi oleh variabel lainnya. DAFTAR PUSTAKA SARAN