Journal of Elementary Education : Strategies. Innovations. Curriculum and Assessment Volume 2 . May 2025, pp. E-ISSN : 3047-9398. DOI: https://doi. org/10. 61580/jeesica. Open Access: https://journal. id/index. php/jeesica/index Strategi Peningkatan Minat Baca Siswa MTs Mujahidin Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi di Perpustakaan Deni Mulyadi1. Maman Herman2 1,2Administrasi Pendidikan. Universitas Galuh Ciamis. Jawa Barat. Indonesia *Email: denimulyadi220479@gmail. com1, maman. herman@unigal. INFO ARTIKEL ABSTRAK Article history Rendahnya minat baca siswa menjadi permasalahan yang dihadapi MTs Mujahidin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan minat baca siswa MTs Mujahidin melalui pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa MTs Mujahidin, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling yang melibatkan 60 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan seperti penyediaan e-book, akses internet, aplikasi perpustakaan digital, dan media sosial dapat meningkatkan minat baca siswa. Strategi yang diterapkan meliputi: . penyediaan fasilitas teknologi informasi yang memadai, . pelatihan literasi digital bagi siswa dan pustakawan, . pengembangan konten digital yang menarik, . pengintegrasian teknologi informasi dalam pembelajaran, dan . evaluasi dan pengembangan program secara berkala. Penelitian ini memberikan implikasi bagi sekolah dalam merancang dan mengimplementasikan strategi peningkatan minat baca siswa berbasis teknologi informasi. Received: 05 February Revised: 13 February Accepted: 08 March Kata Kunci: Minat Baca. Teknologi Informasi Keywords: Interest In Reading. Information Technology The low interest in reading among students has become a problem faced by MTs Mujahidin. This study aims to identify strategies to increase reading interest among students of MTs Mujahidin through the utilization of information technology in the The subjects of this study were all students of MTs Mujahidin, with a sampling technique using proportional stratified random sampling involving 60 students. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out interactively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion The results showed that the utilization of information technology in the library, such as the provision of e-books, internet access, digital library applications, and social media, can increase students' interest in reading. The strategies implemented include: . providing adequate information technology facilities, . digital literacy training for students and librarians, . developing attractive digital content, . integrating information technology in learning, and . periodic evaluation and development of programs. This research has implications for schools in designing and implementing strategies to increase students' interest in reading based on information technology. PENDAHULUAN Minat baca merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat berpengetahuan dan berdaya saing (Syahidin, 2. Namun, rendahnya minat baca siswa menjadi permasalahan yang dihadapi oleh berbagai jenjang pendidikan di Indonesia (Prasrihamni et al. Fenomena ini terlihat dari kurangnya antusiasme siswa dalam mengunjungi JEESICA Vol. May 2025 Deni Mulyadi. Maman Herman perpustakaan, minimnya peminjaman buku, serta rendahnya tingkat literasi siswa (Afriatama & Sapri, 2. Kondisi ini tentu memprihatinkan karena dapat menghambat pengembangan potensi siswa dan capaian prestasi belajar mereka (Khalijah et al. , 2. Survei awal yang dilakukan di MTs Mujahidin menunjukkan bahwa hanya sekitar 20% siswa yang aktif mengunjungi perpustakaan setiap minggunya. Rata-rata jumlah buku yang dipinjam siswa per bulan juga masih sangat rendah, yaitu kurang dari 1 buku per siswa. Data ini menunjukkan urgensi untuk meningkatkan minat baca siswa di MTs Mujahidin. Rendahnya minat baca siswa berdampak negatif pada berbagai aspek, di antaranya: menurunkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, menghambat pengembangan keterampilan berbahasa, serta membatasi wawasan dan pengetahuan siswa (Fadlilah et al. , 2. Oleh karena itu, upaya peningkatan minat baca siswa perlu menjadi prioritas bagi MTs Mujahidin dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang berkompeten. Salah satu strategi yang dapat diimplementasikan adalah pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan (E. Sari, 2. Teknologi informasi menyediakan berbagai platform dan aplikasi yang dapat membuat aktivitas membaca menjadi lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa (Wulandari & Mudinillah, 2. Misalnya, perpustakaan dapat menyediakan e-book, aplikasi perpustakaan digital, akses internet, dan media sosial yang terintegrasi dengan program literasi (Ilhami et al. , 2. Sebelum merancang strategi pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan, penting untuk mengetahui gambaran kondisi eksisting kunjungan siswa ke perpustakaan (Ayu, 2. Data kunjungan siswa dapat menjadi indikator awal untuk mengukur tingkat minat baca dan efektivitas perpustakaan dalam memfasilitasi kebutuhan literasi siswa (Savitra, 2. Berikut disajikan data kunjungan siswa ke perpustakaan MTs Mujahidin selama 6 bulan sebelum implementasi pemanfaat teknologi Tabel 1. Data Kunjungan Siswa ke Perpustakaan MTs Mujahidin Bulan Jumlah Siswa 1 Januari 2 Februari 3 Maret 4 April 5 Mei 6 Juni Sumber: MTs Mujahidin, 2025 Tabel 1 menunjukkan data kunjungan siswa ke perpustakaan MTs Mujahidin selama 6 bulan terakhir. Rata-rata kunjungan siswa per bulan adalah sebanyak 57 siswa, dari total 300 Data ini menunjukkan bahwa tingkat kunjungan siswa ke perpustakaan masih relatif Pemanfaatan teknologi informasi diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan siswa untuk mengunjungi perpustakaan dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia (Muhtadien & Krismayani, 2. Beberapa faktor berkontribusi terhadap rendahnya minat baca siswa, antara lain: kurangnya akses terhadap buku dan bahan bacaan yang menarik, minimnya kegiatan literasi yang inovatif dan menyenangkan, serta pengaruh perkembangan teknologi yang cenderung mengalihkan perhatian siswa dari aktivitas membaca (Ansya et al. , 2024. Gani et al. , 2. sisi lain, kemajuan teknologi informasi juga menyediakan peluang untuk meningkatkan minat E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. May 2025 Deni Mulyadi. Maman Herman baca siswa melalui pemanfaatan berbagai platform digital, seperti e-book, aplikasi perpustakaan digital, dan media sosial (Ridha & Kusasi, 2024. Amelia et al. , 2. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan dapat meningkatkan minat baca siswa. Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh Sari . , menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi perpustakaan digital berbasis mobile mampu meningkatkan frekuensi kunjungan siswa ke perpustakaan dan peminjaman buku. Selain itu, penelitian oleh Faridah et al. , . , menemukan bahwa integrasi media sosial dalam program literasi efektif dalam menumbuhkan minat baca siswa. Meskipun demikian, studi tentang strategi peningkatan minat baca siswa melalui pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan MTs Mujahidin masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi strategi yang tepat dan efektif dalam meningkatkan minat baca siswa MTs Mujahidin dengan memanfaatkan teknologi informasi di perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan minat baca siswa MTs Mujahidin melalui pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis teknologi informasi yang dimanfaatkan, mengembangkan strategi implementasi teknologi informasi di perpustakaan, serta mengevaluasi efektivitas strategi tersebut dalam meningkatkan minat baca siswa. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pengelolaan perpustakaan, literasi informasi, dan teknologi pendidikan. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi MTs Mujahidin dalam merancang dan mengimplementasikan strategi peningkatan minat baca siswa berbasis teknologi informasi. Berdasarkan latar belakang dan tujuan penelitian, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: . Bagaimana pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan MTs Mujahidin saat . Strategi apa saja yang dapat diterapkan untuk meningkatkan minat baca siswa MTs Mujahidin melalui pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan? . Bagaimana efektivitas strategi yang diterapkan dalam meningkatkan minat baca siswa MTs Mujahidin?. Maka, penelitian ini diberi judul AuStrategi Peningkatan Minat Baca Siswa MTs Mujahidin Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi di PerpustakaanAy. II. KAJIAN PUSTAKA Minat Baca dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya Minat baca didefinisikan sebagai suatu dorongan dan keinginan yang kuat untuk membaca, yang didasari oleh rasa senang dan kebutuhan terhadap informasi (Maliki et al. Minat baca merupakan faktor penting dalam mengembangkan kemampuan literasi dan menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat (Pradana, 2. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi minat baca seseorang, di antaranya faktor internal dan faktor eksternal (Waningyun et al. , 2. Faktor internal meliputi motivasi, minat, dan kebiasaan membaca individu (Maliki et al. , 2. Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, serta akses terhadap buku dan bahan bacaan (Efendi et al. , 2. Lingkungan sekolah memiliki peran krusial dalam menumbuhkan minat baca siswa (Nurhasanah & Mustika, 2. Salah satu faktor penting di lingkungan sekolah adalah perpustakaan (Huda, 2. Perpustakaan yang nyaman, lengkap, dan memiliki koleksi buku yang menarik dapat merangsang minat baca siswa (Afghani et al. , 2. Selain itu, program E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. May 2025 Deni Mulyadi. Maman Herman literasi sekolah, seperti kegiatan membaca bersama, diskusi buku, dan lomba menulis, juga dapat meningkatkan minat baca siswa (Rohim & Rahmawati, 2. Peran Teknologi Informasi dalam Meningkatkan Minat Baca Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan (Dewi et al. , 2. Teknologi informasi menyediakan berbagai platform dan aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan minat baca, seperti e-book, aplikasi perpustakaan digital, media sosial, dan website literasi (Sari & Sabardila, 2. E-book merupakan buku digital yang dapat diakses melalui berbagai perangkat elektronik, seperti komputer, laptop, tablet, dan smartphone. E-book memiliki beberapa keunggulan dibandingkan buku cetak, di antaranya lebih praktis, mudah dibawa, dan dapat disimpan dalam jumlah banyak (Sanjaya, 2. Selain itu, e-book juga dapat dilengkapi dengan fitur-fitur interaktif, seperti animasi, video, dan audio, yang dapat meningkatkan minat baca (Prasetyo et al. , 2. Aplikasi perpustakaan digital memungkinkan siswa untuk mengakses koleksi perpustakaan secara online, meminjam buku, dan membaca e-book melalui smartphone atau tablet (Gulo, 2. Aplikasi ini memberikan kemudahan akses terhadap bahan bacaan, sehingga dapat meningkatkan minat baca siswa (Amalia, 2. Media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan minat baca siswa (Gani & Adam, 2. Melalui media sosial, perpustakaan dapat membagikan informasi tentang koleksi buku baru, kegiatan literasi, dan tips membaca (Momuat, 2. Selain itu, perpustakaan juga dapat membentuk komunitas online di media sosial untuk memfasilitasi diskusi buku dan berbagi pengalaman membaca antar siswa (Aditia & Irwasnyah, 2. Strategi Pemanfaatan Teknologi Informasi di Perpustakaan Pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan perlu dilakukan secara strategis dan terencana agar dapat memberikan dampak positif terhadap minat baca siswa (Fahrizandi, 2. Beberapa strategi yang dapat diimplementasikan antara lain (Wibowo, 2. Penyediaan fasilitas teknologi informasi yang memadai. Perpustakaan perlu dilengkapi dengan komputer, akses internet, dan perangkat pendukung lainnya yang memungkinkan siswa untuk mengakses e-book, aplikasi perpustakaan digital, dan sumber belajar online lainnya. Pelatihan literasi digital bagi siswa dan pustakawan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dan pustakawan dalam mengakses, mengelola, dan memanfaatkan informasi digital secara efektif. Pengembangan konten digital yang menarik. Perpustakaan perlu menyediakan e-book, video pembelajaran, dan konten digital lainnya yang relevan dengan minat dan kebutuhan siswa. Pengintegrasian teknologi informasi dalam pembelajaran. Guru dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pembelajaran, seperti menugaskan siswa untuk mencari informasi melalui internet, membuat presentasi dengan menggunakan aplikasi multimedia, dan berdiskusi melalui forum online. Evaluasi dan pengembangan program secara berkala. Perpustakaan perlu melakukan evaluasi terhadap program pemanfaatan teknologi informasi secara berkala untuk mengidentifikasi kekurangan dan melakukan perbaikan agar program tersebut dapat berjalan secara efektif (Ria & Budiman, 2. E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. May 2025 Deni Mulyadi. Maman Herman i. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (Sugiyono. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam strategi peningkatan minat baca siswa melalui pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan MTs Mujahidin. Metode studi kasus digunakan karena penelitian ini berfokus pada satu kasus tertentu, yaitu MTs Mujahidin, dengan tujuan untuk memahami secara komprehensif fenomena yang terjadi di sekolah tersebut. Partisipan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MTs Mujahidin yang berjumlah 300 Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling untuk memastikan representasi sampel dari berbagai kelas dan jenis kelamin (Achjar et al. Jumlah sampel yang diambil adalah 60 siswa, yang dianggap memadai untuk mewakili populasi penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi (Sidiq,Umar & Choiri, 2. Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung aktivitas siswa di perpustakaan, seperti frekuensi kunjungan, peminjaman buku, dan penggunaan teknologi informasi. Wawancara dilakukan dengan siswa, pustakawan, dan guru untuk mendapatkan informasi mendalam tentang pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan dan pengaruhnya terhadap minat baca siswa. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data berupa foto, video, dan dokumen tertulis yang relevan dengan penelitian. Validasi data dilakukan melalui triangulasi sumber data dan triangulasi metode (Assyakurrohim et al. , 2. Triangulasi sumber data dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh dari siswa, pustakawan, dan guru. Triangulasi metode dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Transferabilitas dilakukan dengan menyajikan data secara detail dan sistematis, sehingga memungkinkan peneliti lain untuk melakukan replikasi penelitian di konteks yang berbeda. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Nartin et al. , 2. Reduksi data dilakukan dengan memilih, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi, dan mengorganisasi data yang telah Penyajian data dilakukan dengan menyusun data secara teratur dan sistematis, sehingga mudah dipahami. Penarikan kesimpulan dilakukan dengan menginterpretasi data dan menghubungkan temuan penelitian dengan teori yang relevan. IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan MTs Mujahidin diketahui melalui hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan bahwa perpustakaan MTs Mujahidin telah memanfaatkan beberapa teknologi informasi. Adapun ringkasan hasil observasi dan wawancara dijelaskan pada tabel berikut ini. Tabel 2. Hasil Observasi dan Wawancara Aspek yang Hasil Observasi Hasil Wawancara Diamati Komputer - Terdapat 10 unit komputer. - Siswa menyatakan bahwa komputer dan Akses - Tersedia akses internet di dan akses internet di perpustakaan Internet E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. May 2025 - Kondisi komputer terawat dengan baik. - Beberapa siswa terlihat menggunakan komputer untuk browsing dan mengerjakan tugas. E-book - Terdapat koleksi e-book yang dipajang di rak khusus. - Tersedia komputer khusus untuk mengakses e-book. - Jumlah koleksi e-book masih Media Sosial - Perpustakaan memiliki akun Instagram dan Facebook. - Akun media sosial memuat informasi tentang koleksi buku baru, kegiatan literasi, dan tips membaca. - Jumlah pengikut akun media sosial perpustakaan masih Deni Mulyadi. Maman Herman sangat membantu dalam mencari informasi dan mengerjakan tugas. - Pustakawan menyebutkan bahwa akses internet terkadang mengalami gangguan, terutama saat jam sibuk. - Beberapa siswa mengaku pernah mengakses e-book, namun sebagian besar lebih memilih buku cetak. - Pustakawan menyatakan bahwa koleksi e-book akan terus ditambah secara bertahap. - Siswa mengetahui keberadaan akun media sosial perpustakaan, namun jarang mengaksesnya. - Pustakawan mengakui bahwa akun media sosial belum dimanfaatkan secara optimal. Tabel 2 menjelaskan perpustakaan MTs Mujahidin telah memanfaatkan beberapa teknologi informasi seperti komputer dengan akses internet, e-book, dan media sosial. Fasilitas komputer dan internet cukup memadai dan terawat dengan baik, meskipun akses internet terkadang mengalami gangguan. Koleksi e-book sudah tersedia, namun jumlahnya masih terbatas dan belum banyak dimanfaatkan oleh siswa. Perpustakaan juga telah memiliki akun media sosial, namun belum optimal dalam menjangkau siswa dan mempromosikan kegiatan Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat potensi untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan MTs Mujahidin Namun, pemanfaatan teknologi informasi tersebut masih belum optimal. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain: . Keterbatasan jumlah komputer dan akses internet: Jumlah komputer yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah siswa, sehingga siswa seringkali harus antri untuk menggunakan komputer. Akses internet juga terkadang mengalami gangguan. Kurangnya variasi e-book: Koleksi e-book yang tersedia masih terbatas dan belum mencakup semua jenis buku yang diminati siswa. Minimnya interaksi di media sosial: Akun media sosial perpustakaan belum aktif dimanfaatkan untuk berinteraksi dengan siswa dan mempromosikan kegiatan literasi. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis data, dirumuskan beberapa strategi untuk meningkatkan minat baca siswa MTs Mujahidin melalui pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan, yaitu: . Meningkatkan fasilitas teknologi informasi: Menambah jumlah komputer dan memperbaiki akses internet agar siswa lebih mudah mengakses informasi dan sumber belajar online. Menambah koleksi e-book yang bervariasi: Menyediakan e-book dari berbagai genre dan topik yang diminati siswa, seperti fiksi, nonfiksi, komik, dan majalah. Mengoptimalkan pemanfaatan media sosial: Menggunakan media sosial secara aktif untuk E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. May 2025 Deni Mulyadi. Maman Herman berinteraksi dengan siswa, mempromosikan kegiatan literasi, dan membangun komunitas online pembaca. Mengembangkan aplikasi perpustakaan digital: Membuat aplikasi perpustakaan digital yang memudahkan siswa untuk mengakses koleksi perpustakaan, meminjam buku, dan membaca e-book melalui smartphone atau tablet. Menyelenggarakan pelatihan literasi digital: Memberikan pelatihan kepada siswa dan pustakawan tentang cara mengakses, mengelola, dan memanfaatkan informasi digital secara efektif. Mengintegrasikan teknologi informasi dalam pembelajaran: Mendorong guru untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pembelajaran dan menugaskan siswa untuk mencari informasi melalui internet. Untuk mengetahui efektivitas strategi yang diterapkan, dilakukan evaluasi setelah strategi tersebut diimplementasikan selama 3 bulan (Oktober 2024 s/d Desember 2. Evaluasi dilakukan dengan mengukur peningkatan kunjungan siswa ke perpustakaan, peminjaman buku, dan penggunaan teknologi informasi. Grafik yang menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan siswa sebelum dan sesudah implementasi strategi berikut ini. Gambar 1. Proporsi Kunjungan Siswa Ke Perpustakaan Setelah Implementasi Strategi Dari Gambar 1. terlihat bahwa proporsi kunjungan siswa ke perpustakaan MTs Mujahidin selama tiga bulan setelah implementasi strategi peningkatan minat baca. Desember memiliki kunjungan tertinggi, yaitu 40%, diikuti oleh November . 3%) dan Oktober . 7%) Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan cukup efektif dalam meningkatkan minat baca Pembahasan Penelitian ini menggali strategi peningkatan minat baca siswa MTs Mujahidin melalui pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan. Hasilnya menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi, seperti penyediaan e-book, akses internet, aplikasi perpustakaan digital, dan media sosial, dapat menjadi katalisator dalam meningkatkan minat baca siswa. Strategi yang diimplementasikan mencakup penyediaan fasilitas teknologi informasi yang memadai, pelatihan literasi digital bagi siswa dan pustakawan, pengembangan konten digital yang menarik, pengintegrasian teknologi informasi dalam pembelajaran, dan evaluasi serta pengembangan program secara berkala. E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. May 2025 Deni Mulyadi. Maman Herman Observasi dan wawancara mengungkap bahwa perpustakaan MTs Mujahidin telah memanfaatkan beberapa teknologi informasi, seperti komputer dengan akses internet, e-book, dan media sosial. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan jumlah komputer, koleksi e-book yang kurang variatif, dan minimnya interaksi di media sosial. Untuk mengatasi hal tersebut, dirumuskan beberapa strategi, antara lain meningkatkan fasilitas teknologi informasi . omputer, akses interne. , menambah koleksi e-book yang bervariasi, mengoptimalkan pemanfaatan media sosial, mengembangkan aplikasi perpustakaan digital, menyelenggarakan pelatihan literasi digital, dan mengintegrasikan teknologi informasi dalam Evaluasi setelah implementasi strategi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah kunjungan siswa ke perpustakaan, peminjaman buku, dan penggunaan teknologi Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan cukup efektif dalam meningkatkan minat baca siswa. Peningkatan minat baca ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain kemudahan akses informasi melalui penambahan komputer dan perbaikan akses internet, ketersediaan e-book yang bervariasi, dan interaksi aktif di media sosial yang menjangkau lebih banyak siswa dan mempromosikan kegiatan literasi. Penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu waktu penelitian yang relatif singkat dan fokus penelitian yang terbatas pada pemanfaatan teknologi informasi. Evaluasi hanya dilakukan selama 3 bulan, sehingga belum dapat diketahui dampak jangka panjang dari strategi yang Selain itu, penelitian ini tidak mencakup faktor-faktor lain yang mempengaruhi minat baca, seperti lingkungan keluarga dan peran guru. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan penelitian dengan waktu yang lebih panjang dan memperluas fokus penelitian dengan mencakup faktor-faktor lain yang mempengaruhi minat baca. Beberapa penelitian terdahulu telah membuktikan efektivitas pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan minat baca. Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh Sari . , menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi perpustakaan digital berbasis mobile mampu meningkatkan frekuensi kunjungan siswa ke perpustakaan dan peminjaman buku. Selain itu, penelitian oleh Faridah et al. , . , menemukan bahwa integrasi media sosial dalam program literasi efektif dalam menumbuhkan minat baca siswa. Penelitian lain oleh Fitriyanti . , menunjukkan bahwa pemanfaatan e-book dapat meningkatkan minat baca siswa. Dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yang lebih banyak fokus pada efektivitas satu jenis teknologi informasi, penelitian ini mengintegrasikan berbagai jenis teknologi informasi dan merumuskan strategi yang komprehensif untuk meningkatkan minat baca siswa. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pelatihan literasi digital dan pengintegrasian teknologi informasi dalam pembelajaran, yang kurang diperhatikan dalam penelitian sebelumnya. Keterbaruan penelitian ini terletak pada model pemanfaatan teknologi informasi terpadu di perpustakaan, yang meliputi berbagai aspek seperti penyediaan fasilitas, pengembangan konten, pelatihan, dan integrasi dengan pembelajaran. Selain itu, penelitian ini tidak hanya mengidentifikasi jenis teknologi informasi yang dimanfaatkan, tetapi juga mengembangkan strategi implementasi dan melakukan evaluasi terhadap efektivitasnya. Kesimpulannya, pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan minat baca siswa MTs Mujahidin. Sekolah perlu menyediakan fasilitas teknologi informasi yang memadai, mengembangkan konten digital yang menarik, menyelenggarakan E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. May 2025 Deni Mulyadi. Maman Herman pelatihan literasi digital, dan mengintegrasikan teknologi informasi dalam pembelajaran agar pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan pada minat baca siswa. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: . Pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan MTs Mujahidin saat ini masih belum optimal. Meskipun perpustakaan telah menyediakan beberapa fasilitas seperti komputer dengan akses internet, e-book, dan media sosial, namun pemanfaatannya belum maksimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keterbatasan jumlah komputer, koleksi e-book yang kurang variatif, dan minimnya interaksi di media sosial. Terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan minat baca siswa MTs Mujahidin melalui pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan. Strategi-strategi tersebut antara lain meningkatkan fasilitas teknologi informasi, seperti menambah jumlah komputer dan meningkatkan kualitas akses internet, menambah koleksi e-book yang bervariasi dan menarik bagi siswa, mengoptimalkan pemanfaatan media sosial untuk mempromosikan kegiatan literasi dan berinteraksi dengan siswa, mengembangkan aplikasi perpustakaan digital yang memudahkan siswa mengakses koleksi perpustakaan, menyelenggarakan pelatihan literasi digital bagi siswa dan pustakawan, dan mengintegrasikan teknologi informasi dalam pembelajaran di kelas. Strategi yang diterapkan dalam penelitian ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat baca siswa MTs Mujahidin. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah kunjungan siswa ke perpustakaan, peminjaman buku, dan penggunaan teknologi informasi setelah implementasi Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, diajukan beberapa saran sebagai berikut: . Bagi MTs Mujahidin untuk melanjutkan dan meningkatkan implementasi strategi pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan, mengalokasikan anggaran yang cukup untuk meningkatkan fasilitas teknologi informasi di perpustakaan, mendorong guru untuk lebih aktif mengintegrasikan teknologi informasi dalam pembelajaran, dan Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas strategi yang diterapkan. Bagi Peneliti Selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan jangka waktu yang lebih panjang untuk melihat dampak jangka panjang dari implementasi strategi, memperluas fokus penelitian dengan mencakup faktorfaktor lain yang mempengaruhi minat baca siswa, seperti lingkungan keluarga dan peran guru, dan mengembangkan instrumen penelitian yang lebih komprehensif untuk mengukur minat baca siswa. REFERENSI