Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 141-149 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Literasi Keagamaan Terhadap Penyesuaian Diri Generasi Z Syiva Safitri. Sendi Alfiansa. Aslamiah. Suhardin Prodi Pendidikan Agama Islam . Fakultas Agama Islam Universitas Ibnu Chaldun Jakarta syivasaftr@gmail. com sendialfiansa03@gmail. com miaaslamiah87@gmail. com suhardin@yahoo. Submitted: 20-01-2. Reviewed: 22-01-2025 | Accepted: 23-01-2025 ABSTRAK Literasi keagamaan merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan Generasi Z untuk beradaptasi dengan perubahan dunia. Literasi keagamaan dianggap sebagai fokus utama dalam upaya menuju pembangunan berkelanjutan. Kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, bertanya, serta berdiskusi yang didapat dari literasi keagamaan sangat mempengaruhi kemampuan penyesuaian diri Generasi Z, terutama ketika mereka harus menyesuaikan diri dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan masyarakat. Penelitian ini berfokus pada Generasi Z di Kelurahan Pondok Kopi. Jakarta Timur, sebagai subjek penelitian, dan mengkaji lingkungan sebagai obyek penelitian. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh hubungan literasi keagamaan terhadap penyesuaian diri Generasi Z, serta mengukur sejauh mana pengaruh tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 83 sampel dari Generasi Z di Kelurahan Pondok Kopi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji prasyarat, dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Terdapat hubungan signifikan antara literasi keagamaan dan penyesuaian diri Generasi Z, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,001 yang lebih rendah dari 0,005, yang berarti H0 tidak diterima dan H1 diterima, serta nilai korelasi Pearson sebesar 0,349, menunjukkan adanya hubungan positif. Kata Kunci: Literasi Keagamaan. Penyesuaian Diri. Generasi Z. ABSTRACT Religious literacy is an important aspect of education for Generation Z to adapt to changes in the world. It is considered a key focus in efforts toward sustainable development. The critical thinking, problem-solving, questioning, and discussion skills gained from religious literacy significantly influence the adaptability of this generation, especially when they must conform to societal norms. This research focuses on Generation Z in the Pondok Kopi sub-district of East Jakarta as the subject of study and examines the environment as the object of research. The aim of this study is to analyze the impact of the relationship between religious literacy and the adaptability of Generation Z, as well as to measure the extent of that influence. A quantitative approach was used, involving 83 samples from Generation Z in Pondok Kopi. Data analysis techniques included prerequisite tests and correlation tests. The results indicate that there is a significant relationship between religious literacy and the adaptability of Generation Z a correlation coefficient value of 0. 001, which is lower than 0. 005, indicating that H0 is rejected and H1 is accepted. Additionally, the Pearson correlation value of 0. 349 demonstrates a positive relationship. Keywords: Adaptability. Generation Z. Religious Literacy. PENDAHULUAN Literasi Keagaman Pada tahun 2019. Indonesia menempati posisi peringkat 62 dari 70 negara, salah satu dari 10 negara yang berada di posisi terbawah dalam hal literasi, pernyataan ini dikemukakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Tingkat literasi sering berkaitan erat dengan akses terhadap pendidikan, karena JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 141-149 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 pendidikan memberikan dasar yang kuat dalam pembelajaran membaca, menulis serta Budaya literasi yang kuat akan memberikan dorongan bagi individu untuk mengembangkan keterampilan membaca. (Novrizaldi, 2. Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 31 ayat 3 menegaskan bahwa pemerintah berupaya untuk membentuk dan mengelola sistem pendidikan nasional yang bertujuan untuk memperkuat keyakinan, ketakwaan, dan moralitas yang baik dalam rangka meningkatkan tingkat kecerdasan masyarakat yang diatur oleh peraturan perundang-undangan. Literasi keagamaan merupakan bagian dari salah satu aspek pendidikan Generasi Z . yang dapat mempengaruhi mereka untuk beradaptasi dengan dunia yang terus Literasi keagamaan ialah kemampuan individu untuk menganalisis, menafsirkan teks-teks, serta untuk memahami ajaran yang berkaitan dengan agama atau kepercayaan Ini mencakup pemahaman tentang doktrin-doktrin agama, sejarah, nilai-nilai, dan etika yang terkait dengan keyakinan yang bersangkutan. Suwandi berpendapat bahwa literasi keagamaan sangat penting untuk meningkatkan pemahaman atas suatu teks secara utuh dalam menentukan keberhasilan proses pembangunan (Ferlina, 2. Literasi keagamaan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan agama, yang dalam konteks penelitian ini merujuk pada bahan literatur islami, seperti buku, artikel, jurnal, majalah dan referensi yang memuat teksteks keagamaan Islam. {Formatting Citatio. mengemukakan bahwa literasi keagamaan ialah kemampuan untuk menelaah hubungan antara agama dan aktivitas sosial, politik, serta publik dari berbagai perspektif yang berbeda (Nurzakiyah, 2. Secara global, pengembangan literasi keagamaan dianggap sebagai salah satu fokus utama dalam upaya menuju pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia. Hasil penelitian ini searah dengan penelitian sebelumnya, yakni penelitian Ferlina . yang menyatakan hubungan yang positif, diantara literasi keagamaan dengan hasil belajar. Kepentingan literasi keagamaan sangat signifikan mengingat bahwa perintah literasi dijelaskan dalam surat alAlaq ayat 1, ayat ini menjelaskan bahwa perintah membaca tidak menegaskan obyek bacaan tertentu melainkan bermakna luas sehingga berisi pesan-pesan yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan manusia di bumi. Ayat tersebut seharusnya menjadi dorongan bagi Generasi Z yang beragama Islam untuk mengembangkan kemampuan membaca yang mendalam tentang prinsip-prinsip agama. Kemampuan literasi keagamaan Generasi Z akan JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 141-149 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 berpengaruh terhadap kegiatan sehari-hari yang mereka lakukan, seperti kemampuan berfikir kritis, menyelesaikan masalah, bertanya serta berdiskusi dengan lingkungan sekitar. Kemampuan berfikir kritis, menyelesaikan masalah, bertanya serta berdiskusi tentu saja akan mempengaruhi penyesuaian diri Generasi Z. Devianty menyatakan bahwa salah satu manfaat literasi ialah peningkatan kualitas masyarakat dan dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan berkelanjutan, seperti pengentasan kemiskinan, penurunan angka kematian, dan pengendalian pertumbuhan Literasi dapat mencapai ini karena mampu membentuk sikap-sikap positif dalam masyarakat seperti memiliki keunggulan komparatif, meningkatkan pengetahuan diri, memahami kondisi lingkungan, memperluas wawasan dan pengetahuan, mengurangi stress, melatih kemampuan berpikir, menambah kosakata, membantu mencegah penurunan fungsi kognitif, menganalisis, melatih kemampuan menulis dengan baik, serta membantu kita terhubung dengan dunia luar (Adrian, 2. Penyesuaian Diri Penyesuaian adalah suatu proses dinamis dan berkelanjutan untuk merubah tingkah lakuguna mencapai hubungan yang lebih harmonis antara diri dan lingkungannya. Terdapat empat makna penyesuaian diri yang dideskripsikan oleh Sunarto, yakni (Sunarto & Hartono. Penyesuaian diri Adaptation Penyesuaian diri Comformity Penyesuaian diri Mastery Penyesuaian diri Individual Variation. Satmoko dalam (Ghufron & Risnawita. S, 2. berpendapat bahwa penyesuaian diri dapat diartikan sebagai proses interaksi yang berkesinambungan antara individu dengan dirinya sendiri, orang lain dan lingkungannya. Penyesuaian diri ini merupakan upaya manusia untuk mencapai keharmonisan baik pada tingkat diri sendiri maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya (Ghufron & Risnawita. S, 2. Schneiders menyatakan bahwa penyesuaian diri adalah suatu proses yang melibatkan repons mental dan perilaku, yang merupakan upaya individu untuk mengatasi kebutuhan, tekanan, konflik, dan frustasi yang muncul dalam dirinya. Upaya individu tersebut dimaksudkan untuk mencapai keseimbangan dan keselarasan antara internalitasnya dengan JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 141-149 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 harapan yang ada dalam lingkungan sekitar. Schneiders juga menyampaikan bahwa seseorang yang dapat menyesuaikan diri dengan baik . ell-adjusted perso. adalah individu yang memiliki keterbatasan, mampu belajar merespons diri dan lingkungan dengan kedewasaan, kebermanfaatan, efesiensi, dan kepuasan. Mereka juga mampu mengatasi konflik, frustasi, serta tantangan pribadi dan sosial tanpa mengalami gangguan dalam perilaku mereka (Schneiders, 1. Generasi Z dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka harus mampu menyesuaikan diri sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan masyarakat. Penyesuaian diri ialah salah satu syarat penting dalam kehidupan individu untuk membentuk mental. Penyesuaian diri ialah proses yang dinamis yang menciptakan rasa harmoni antara individu dan Hal ini mengharuskan Generasi Z untuk berinteraksi secara alami tanpa tekanan dari pihak lain, menerima diri mereka apa adanya, dan menaati nilai-nilai serta peraturan yang berlaku di lingkungan masyarakat. Perilaku Generasi Z akan mendapat perhatian khusus dari masyarakat jika bertolak belakang terhadap peraturan atau nilai yang berlaku di lingkungan mereka (Hasmayni, 2. Generasi Z Manheim menyatakan bahwa generasi ialah konsep sosial yang mencakup sekelompok individu dengan rentang usia dan pengalaman historis yang serupa (Putra. Generasi ialah kelompok individu dengan kesamaan tahun kelahiran, usia, tempat tinggal, serta pengalaman historis atau peristiwa penting yang berdampak besar pada perkembangan mereka secara signifikan. Oleh karena itu, generasi dapat dianggap sebagai sekelompok individu yang menjalankan peristiwa yang serupa dalam rentang waktu yang sama, pendapat ini dikemukakan oleh Kupperschmidt yang dikutip oleh (Hermawati et al. Generasi Z , yang tak asing disebut dengan AuzoomerAy, merujuk kepada kelompok individu yang lahir antara pertengahan tahun 90-an hingga awal tahun 2010-an. Rentang tahun kelahiran Generasi Z yang diakui di Indonesia dimulai dari tahun 97-an hingga 2012an, sesuai dengan penentuan sah yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dalam sensus penduduk tahun 2020 (Hadi, 2. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 141-149 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Berdasarkan pemaparan di atas menarik perhatian peneliti, untuk memfokuskan apakah terdapat hubungan literasi keagamaan dengan penyesuaian diri Generasi Z. Artikel ini mencakup penekanan pada kaitan khusus antara literasi keagamaan dengan penyesuaian diri Generasi Z. Novelty dalam artikel ini akan menambah insight baru yang lebih luas mengenai bagaimana literasi keagamaan memengaruhi penyesuaian diri Generasi Z dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hubungan interpersonal, kesejahteraan mental, serta pencapaian tujuan hidup, sehingga dapat memberikan kontribusi pada pembangunan Generasi Z yang lebih sehat, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan kompleks dalam masyarakat yang terus berubah. METODE PENELITIAN Jenis pendekatan kali mengambil jenis pendekatan kuantitatif, yang lebih fokus pada makna dan terikat pada nilai-nilai menggunakan uji analisis korelasi. Yang menjadi independen variabel ialah literasi keagamaan yang akan diuji hubungannya terhadap penyesuaian diri sebagai dependen variabel. Populasi mencakup seluruh subyek yang diteliti. Obyek penelitian bisa berupa makhluk hidup, benda, sistem, prosedur, fenomena, dan sebagainya. Sampel juga kerangka dari populasi, sampel merupakan sebagian dari populasi yang dipilih untuk dijadikan sumber data dan dapat menggambarkan seluruh populasi. Berdasarkan hasil observasi ke Kelurahan Pondok Kopi, sampel yang digunakan sebanyak 83 sampel yang terdiri dari kalangan Generasi Z di Kelurahan Pondok Kopi yang dipilih berdasarkan teknik Cluster Sampling. Dikatakan cluster karena pengambilan anggota sampel berdasarkan area populasi yang telah ditentukan. Teknik cluster sampling bertujuan untuk menentukan sampel pada obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas. Analisis inferensial yang digunakan ialah korelasi Pearson Product Moment, menyesuaikan uji antar variabel bebas dan terikat dan alat ukurnya. Instrument variabel independen menggunakan instrumen yang peneliti kembangkan dari indikator intensitas dengan menghasilkan 23 butir item yang valid. Adapun hasil uji reliabilitas variabel independen ini menghasilkan alpha Sedangkan instrument variabel dependen menggunakan instrumen yang peneliti kembangkan dari 3 macam indikator yaitu, adaptif, persuasif dan harmonis dengan menghasilkan 18 butir item yang valid. Hasil uji reliabilitas variabel dependen ini JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 141-149 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 menghasilkan alpha cronbach 0. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Melalui tahapan pengolahan data, dibawah ini ialah pengelompokkan sampel berdasarkan jenis kelamin. Tabel 1. Sampel berdasarkan jenis kelamin. Melalui analisis tabel 1. menarik kesimpulan bahwa secara keseluruhan distribusi jenis kelamin lebih dominan perempuan dengan total 73,8% sedangkan laki-laki dengan total 26,2% dari keselurahan total 83 sampel yang terlibat dalam penelitian ini diantaranya Generasi Z di Kelurahan Pondok Kopi Jakarta Timur. Pengujian prasyarat pertama yaitu Uji Kolmogorov-Smirnov yang telah dilakukan membuahi nilai signifikan sebesar 0. 380 > 0. Pengujian Prasyarat kedua yaitu Uji Linearitas yang telah dilakukan membuahi nilai signifikan sebesar 0,067 > 0. Pengujian Prasyarat ketiga yaitu Uji Homogenitas yang telah dilakukan membuahi nilai signifikan sebesar 0,926 > Berdasarkan hasil nilai signifikan uji prasyarat bisa dipastikan untuk melanjutkan pengujian hipotesis melalui analisis korelasi. Tabel 2. Uji Hipotesis Korelasi JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 141-149 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Variabel literasi keagamaan dengan angka signifikansinya 0,001 berati < dari 0. 05 maka disimpulkan bahwa literasi keagamaan berkorelasi atau memiliki hubungan dengan penyesuaian diri. Dan pada variabel penyesuaian diri dengan angka signifikansinya 0,001 berarti < dari 0. 05 yang berarti H0 ditolak H1 diterima. Jika dibandingkan dengan pearson correlation dengan r tabel, maka pearson correlation 0,349 > dari r tabel 0,213, maka dinyatakan Hasil penelitian ini sesuai dengan teori penelitian Ferlina . yang menyatakan hubungan yang positif, diantara literasi keagamaan dengan variabel lain (Ferlina. Pembahasan Secara umum, generasi Z di Kelurahan Pondok Kopi tampak memiliki pemahaman dasar mengenai ajaran agama dan prinsip agama, namun terdapat ruang atau peluang untuk peningkatan, terutama dalam hal penerapan dan penghayatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan media cetak, audio visual, serta digital menjadi salah satu sarana penting dalam literasi keagamaan mereka, yang membantu memperluas pengetahuan dan pemahaman mereka tentang agama. Gambaran penyesuaian diri generasi Z berdasarkan pengamatan analisis mengindikasi bahwa sebagian besar generasi Z di wilayah ini memiliki kemampuan penyesuaian diri yang berada pada tingkat rata-rata. Setelah melalui tahapan uji korelasi, menunjukkan Variabel literasi keagamaan dengan angka signifikansinya 0,001 berati jika nilai tersebut kurang dari 0. 05, dapat disimpulkan bahwa literasi keagamaan berhubungan atau memiliki korelasi dengan penyesuaian diri. Dan pada variabel penyesuaian diri dengan angka signifikansinya 0,001 berarti lebih rendah dari 0. yang berarti H0 tidak diterima H1 diterima. Nilai pearson correlation literasi keagamaan dengan penyesuaian diri nilai 0,349, hal ini dinyatakan bahwa tingkat hubungan antara literasi keagamaan dengan penyesuaian diri termasuk ke bagian korelasi lemah dan memiliki hubungan yang positif. Jadi, semakin tinggi nilai literasi keagamaan seseorang maka sebagai hasilnya, penyesuaian diri seseorang akan meningkat secara proporsional. Hal ini sesuai dengan aspek penyesuaian diri yang melibatkan penyesuaian akademik, salah satunya yakni literasi Dengan maksud agar Generasi Z lebih giat lagi dalam melakukan literasi keagamaan sehingga dapat mewujudkan penyesuaian diri yang baik di lingkungan sekitar, tetapi berlandaskan keagamaan. Adapun faktor lain yang mempengaruhi proses penyesuaian JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 141-149 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 diri, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Yang meliputi faktor internal ialah konsep diri, sikap, motif, kepribadian, minat dan intelegensi. Dan yang meliputi faktor eksternalnya ialah keluarga, teman, prasangka sosial, hukum serta norma. Hasil penelitian ini searah dengan penelitian sebelumnya, yakni penelitian Ferlina . yang menyatakan hubungan yang positif, diantara literasi keagamaan dengan hasil belajar fikih. Nabillah . menyimpulkan ada hubungan positifdan signifikan antara bimbingan agama dan penyesuaian diri remaja. Peneliti menyadari keterbatasan dalam penelitian, sehingga mengharapkan untuk peneliti yang akan datang mampu mengembangkan variabel literasi keagamaan dan variabel penyesuaian diri untuk dijadikan obyek penelitian dan mampu menemukan faktor lain yang mempengaruhi penyesuaian diri Generasi Z (Nabillah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil temuan penelitian ini, dengan judul AuHubungan Literasi Keagamaan Terhadap Penyesuaian DiriAy dinyatakan bahwa tingkat hubungan antara literasi keagamaan dengan penyesuaian diri memiliki hubungan yang positif. Jadi, semakin tinggi nilai literasi keagamaan seseorang maka sebagai hasilnya, penyesuaian diri seseorang akan meningkat secara proporsional. Hal ini sesuai dengan aspek penyesuaian diri yang melibatkan penyesuaian akademik, salah satunya yakni literasi keagamaan. Berdasarkan hasil analisis inferensial dapat ditarik kesimpulan yakni, terdapat hubungan yang signifikan antara literasi keagamaan dengan penyesuaian diri Generasi Z, dengan nilai signifikan sebesar 0,001 berati < dari 0. 05 yang disimpulkan bahwa H0 tidak diterima dan H1 diterima. Adapun nilai pearson correlation 0,349 > dari r tabel 0,213, yang memberi makna bahwa terdapat hubungan positif literasi keagamaan dengan penyesuaian diri Generasi Z. Apabila Generasi Z memiliki kemampuan penyesuaian diri yang baik, ini akan memberikan dampak besar pada hidupnya. Generasi Z dengan kemampuan penyesuaian diri yang baik dapat mengontrol dan mengatur dorongan pikiran, kebiasaan, perilaku, sikap, serta emosionalnya saat berhadapan dengan berbagai tuntutan pribadi dan sosial. Selain itu. Generasi Z juga dapat menemukan keuntungan dari situasi baru dan memenuhi segala kebutuhan mereka dengan cara yang optimal dan wajar. Literasi keagamaan memengaruhi penyesuaian diri Generasi Z dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hubungan interpersonal. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 141-149 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 kesejahteraan mental, serta pencapaian tujuan hidup, sehingga dapat memberikan kontribusi pada pembangunan Generasi Z yang lebih sehat, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan kompleks dalam masyarakat yang terus berubah. Oleh sebab itu, peneliti menyarankan untuk mengkaji dan mengidentifikasi literasi keagamaan yang lebih spesifik berkaitan dengan sikap, akhlak, moral, atau budi pekerti di luar penelitian yang memiliki keterkaitan serta faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri Generasi Z. UCAPAN TERIMA KASIH Rasa syukur dan terimakasih tim peneliti ucapkan kepada Allah SWT, yang senantiasa memberikan kesehatan fisik dan mental kepada tim peneliti sehingga kegiatan penelitian ini berjalan dengan optimal. Terimakasih kepada Generasi Z di Kelurahan Pondok Kopi yang telah berkenan terlibat untuk menjadi sampel dalam melakukan penelitian dan juga terimakasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dan terlibat dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA