Jurnal Akuntansi Manajemen Madani Vol. No. Oktober 2024 ANALISIS DAMPAK FINANSIAL DAN NON FINANSIAL PENGELOLAAN PERTAMBANGAN PASIR DAN BATU Sabrina Fitriyana1. Agus Sugiono2. Evi Malia3 1,2,3 Fakultas Ekonomi. Universitas Islam Madura. Indonesia e-mail: agussugiono@uim. Abstract This study aims to determine the financial and nonfinancial impacts of sand and stone mining management using environmental accounting based on Hansen and Mowen's theory in class C mining. XYZ District. Sampang Regency. This type of research is descriptive qualitative with data collection techniques using observation, interviews, and The results of the study concluded that the impact of sand and stone mining activities contributed quite well to the surrounding community. Financial impact in the form of: . People's income increases, . The availability of new jobs, . The opening of new business opportunities, . Increase Original Local Government Revenue (OLGR) for mining business actors who have official permits. Non-financial impacts in the form of . Reducing unemployment, . Improving the welfare of the community, . The existence of environmental conservation in order to maintain environmental conditions around the mining area. Artikel Info Sejarah Artikel: Diterima: 02 September 2024 Selesai Revisi: 30 September 2024 Dipublikasi: Oktober 2024 Kata Kunci: Financial. NonFinancial. Sand and Stone Mining. Environmental Accounting. Cost Accounting Key words: Financial. Non-Financial. Sand and Stone Mining. Environmental Accounting. Cost Accounting PENDAHULUAN Industri pertambangan bahan galian golongan C memiliki peran dan fungsi yang strategis dibidang pembangunan perekonomian daerah. Selain memiliki akses penting bagi kelangsungan sektor industri manukfaktur dan konstruksi, kegiatan pertambangan ini paling tidak dapat menjadi salah satu akses mata pencaharian bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (Hamid, 2. Pertambangan yang dilakukan disetiap daerah memang ada dampak positif dan negatifnya baik secara finansial maupun non finansial. Sudarma . mengatakan bahwa adanya aktivitas pertambangan ini jusrtu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar yang dapat dilakukan oleh laki-laki ataupun perempuan, seperti mengumpulkan batu, tanah, ngosek . eratakan tanah di atas tru. , dan lain sebagainya, sehinga hal ini dapat menambah penghasilan untuk meningkatkan ekomoni keluarga. Dari segi ekonomi Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2024 pertambangan memang berdampak positif baik bagi perusahaan maupun bagi masyarakat disekitar pertambangan galian golongan C. Namun aktivitas penambangan galian golongan C juga memberikan dampak yang negatif terutama bagi kelansungan hidup lingkungan. Salah satu dampak negatif dari pertambangan galian golongan C yang paling nampak adalah rusaknyan lingkungan, seperti jalan pemukiman yang rusak, erosi akibat tanah yang dikikis, longsor, dan lain sebagainya (Melina, 2. Perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar atas aktivitas pertambangan yang dilakukannya. Dari adanya aktivitas tersebut tentu akan berdampak bagi masyarakat sekitar perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung, entah itu berupa dampak yang positif ataupun negatif. Namun, yang kita ketahui perusahaan cenderung hanya mencari keuntungan pribadi saja tanpa memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan. Dampak postif yang di timbulkan oleh perusahaan adalah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran, sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan akibat adanya ativitas yang dilakukan oleh perusahaan cukup besar dan terkadang sukar untuk dikendalikan misalnya erosi, longor, jalan pemukiman menjadi rusak dan lain sebagainya (Islamey, 2. Dampak yang dihasilkan dari adanya aktivitas pertambangan, memerlukan suatu sistem Akuntansi Lingkungan sebagai kontrol terhadap tanggung jawab sosial perusahaan sebagai akibat dari aktivitas yang dilakukan (Pratiwi, 2. Akuntansi lingkungan merupakan perkembangan dari akuntansi sosial sebagai bentuk tanggung jawab sosial (Islamey, 2. Penerapan akuntansi lingkungan juga memilki tujuan untuk mengetahui besaran biaya lingkungan yang dikeluarkan atas aktivitas pertambangan yang dilakukan perusahaan. Dalam pengeloaan pertambangan ini memerlukan perhitungan biaya melalui perlakuan akuntansi yang baik dan benar bedasarkan klasifikasi biaya yang muncul. Tanggung jawab yang dipikul atau yang dibebankan kepada pelaku usaha tambang atas aktivitas atau kegiatan pertambangan yang dilakukan, maka dari itu perusahaan mengeluarkan biaya lingkungan terkait dengan pengelolaan pertambangan. Menurut Gunawan . menjelaskan bahwa, biaya lingkungan adalah biaya yang ditimbulkan akibat adanya kualitas lingkungan yang rendah sebagai akibat dari proses produksi yang dilakukan Biaya lingkungan perlu dilaporkan secara terpisah berdasarkan klasifikasi biaya yang mucul atau dibebankan. Hal ini dilakukan agar laporan biaya lingkungan dapat dijadikan informasi untuk mengevaluasi kinerja operasional perusahaan terurama yang berdampak terhadap lingkungan (Islamey, 2. Analisis Dampak Finansial dan Non Finansial Pengelolaan Pertambangan Pasar dan Batu: (Sabrina Fitriyana. Agus Sugiono. Evi Mali. Aktivitas pertambangan galian C selain dapat meningkatkan ekonomi keluarga kegiatan tersebut juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jadi dapat dikatakan bahwa industri pertambangan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi bagi suatu daerah (Melina. Namun, yang menjadi permasalahan saat ini, maraknya industri galian golongan C yang tidak melalui proses perizinan terlebih dahulu atau illegal (Hartanto dan Suyoto, 2. , sehingga tidak memkirkan dampak yang akan timbul akibat dilakukan penambangan galian golongan C tersebut. Salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah pajak daerah salah satu sumber pajak daerah berasal dari pajak Galian Golongan C. Pajak Galian Golongan C merupakan komponen penting dalam dalam meningkatkan ekonomi daerah. Namun, pajak yang berasal dari Galian Golongan C tidak dapat memberikan kontribusi secara maksimal, dikarenakan tidak semua pengusaha Galian Golongan C membayar pajak, sehingga pengusaha yang tidak memiliki izin resmi tidak dapat berkontribusi dalam penerimaan pajak daerah. Hal ini akan menyebabkan potensi penerimaan pajak Galian Golongan C akan menurun dan bahkan hilang. Penelitian ini mengambil objek di Kecamatan XYZ Kabupaten Sampang yang merupakan salah satu wilayah yang berada di daerah dataran tinggi atau perbukitan dan terdapat cukup banyak usaha tambang sirtu . asir dan batu ) atau galian golongan C. Adanya usaha tambang tersebut tentu akan memberikan berdampak baik secara langsung maupun tidak langsung bagi perusahaan, pemerintah daerah, ataupun bagi masyarakat sekitar, baik itu positif maupun negatif. Berangkat dari uraian latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk menganalisis Bagaimana Dampak Finansial dan Non Finansial Yang Ditimbulkan Dari Pengelolaan Pertambangan Pasir dan Batu. KERANGKA TEORI Pratiwi. , menganalisis tentang Akuntansi Lingkungan Sebagai Pengelolaan dan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Pada Perusahaan Manufaktur. Hasil penelitian menyatakan bahwa. Akuntansi Lingkungan sebagai strategi pengelolaan lingkungan yang menggunakan alat manajemen lingkungan dapat diterapkan dalam upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur. Melalui akuntansi manajemen lingkungan perusahaan dapat memperoleh informasi mengenai biaya yang digunakan untuk upaya konservasi lingmungan. Akuntansi lingkungan sebagai stratergi pengungkapan tanggung jawab lingkungan, merupakan instrument yang menyajikan informasi yang Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2024 menggunakan bentuk tanggung jawab brupa butir-butir kegiatan konservasi lingkungan dan kegiatan sosial lainnya. Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan adalah permasalahan yang diangkat dan objek penelitian yang digunakan. Permasalahan pada penelitian terdahulu adalah untuk menganalisis penerapan akuntansi lingkungan sebagai pengelolaan dan pengungkapan tanggung jawab lingkungan dengan objek penelitian yang digunakan adalah berupa peruasahaan manufaktur, sedangkan permasalahan yang diangkat pada penelitian yang akan dilakukan adalah untuk menganalisis Dampak Finansial dan Nonfinansial Pengelolaan Pertambangan Pasir dan Batu dengan objek penelitian yang digunakan berupa usaha tambang galian golongan C. Yuliantini. , et. , mengalisis tentang Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan Pada Unit Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Di Badan Usaha Milik Desa. Penelitian ini berupa penelitian kuantitatif deskriptif dan metode penelitian yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan deskriptif komparatif. Hasil peneltian menunjukan bahwa, tidak terdapat perlakuan khusus terhadap biaya-biaya pada BUMDES Desa Tajun. BUMDES Desa Tajun melalui unit Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu hanya menerapkan akuntansi lingkungan secara normatif. Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan adalah permasalahan yang diangkat dan jenis penelitian yang digunakan. Permasalahan yang diangkat oleh peneliti terdahulu adalah untuk menganalisis Penerapan Akuntansi Lingkungan Pada Unit Tempat Pengeloaan Sampah Terpadu Yang Ada Pada BUMDES dan jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik komparatif, sedangkan permasalahan yang diangkat pada penelitian yang akan dilakukan adalah untuk menganalisis Dampak Finansial dan Nonfinansial Pengelolaan Pertambangan Pasir dan Batu dan jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian kualitatif daskriptif. Cahyanti, . , menganalisis tentang Analilis Izin Usaha Galian Golongan C Terhadap Penerimaan Pajak Daerah Di Kabupaten Karangasem. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan sumber data yang digunakan berupa data primer dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab Usaha Galian Golongan C tidak memiliki izin legalitas adalah. kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat akan dampak lingkungan, . kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat akan aspek legalitas usaha, . peraturan daerha yang tidak singkron, dan . kurangnya pengawasan Dampak Negatif bagi BPKAD Kabupaten Karangasem menyebabkan potensi penerimaan pajak Galian Golongan C menjadi berkurang. Analisis Dampak Finansial dan Non Finansial Pengelolaan Pertambangan Pasar dan Batu: (Sabrina Fitriyana. Agus Sugiono. Evi Mali. Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan terdapat pada permasalahan yang diangkat oleh peneliti. Permasalahan yang diangkat peneliti terdahulu mengenalisis tentang penyebab usaha Galian Golongan C yang ada di Kabupaten Karangasem tidak semua memiliki izin usaha resmi dan bagaimana dampak yang ditimbulkan terhadap penerimaan pajak daerah di Kebupaten Karangasem, sedangkan penelitian yang akan dilakukan ingin menganalisis tentang Analisis Dampak Finansial dan Non Finansial Pengelolaan Pertambangan Pasir Dan Batu. Adapun kerangka konseptual dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Usaha Pertambangan Galian Gol C Kerangka Empiris Pratiwi, . Yuliantini. , et. Cahyanti, . Fungsi dan Peran Akuntansi Lingkungan C Fungsi Internal C Fungsi Eksternal Biaya Lingkungan C Biaya Pencegahan Lingkungan C Biaya Deteksi Lingkungan C Biaya Kegagalan Internal C Biaya Kegagalan Eksternal Kerangka Teoritis Akuntansi Lingkungan Akuntansi Biaya Dampak Aktivitas Pertambangan Finansial C Pendapatan Masyarakat C Peluang Usaha C Pendapatan Asli Daerah (PAD) Nonfinansial C Kondisi Lingkungan Penarikan Kesimpulan Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2024 METODE PENELITIAN Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah peneltian kualitatif dengan pendekatan deskriptif karena ingin memahami masalah atau fenomena yang muncul dan alami oleh objek penelitian yang dalam hal ini adalah pada usaha tambang pasir dan batu. Penelitian ini menggunakan dua nara sumber, diantaranya sebagai berikut: . Nara sumber utama yaitu pemilik pertambangan galian gologan C. Pemilik mengetahui informasi tentang aktivitas operasional, dan kebijakan-kebijkan serta masalah keuangan pada pertambangan galian golongan C yang dikelolanya. Nara sumber pendukung yaitu warga sekitar pertambangan galian golongan C. Masyarakat mengetahui informasi tentang aktivitas pengelolaan pada pertambangan galian golongan C. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah Observasi, wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Teknik analisis data mengacu pada konsep Miles dan Huberman (Sugiyono, 2. yang terbagi menjadi tiga tahap yaitu : Pengumpulan data yang berkaitan informasi mengenai dampak finansial dan non finansial yang diakibatkan dari adanya aktivitas pertambangan galian golongan C baik yang bersifat positif maupun negatif . Penyajian data dalam bentuk deskripsi sesuai dengan data yang telah diperoleh di lapangan dari hasil reduksi data dan . Penarikan kesimpulanyang berisikan penjelasan terhadap sekumpulan data yang telah dianalisis dan disusun dalam bentuk pernyataan singkat dan kelas, sehingga dapat memberikan jawaban atas rumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah ditentukan sebelumnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Fungsi dan Peran Akuntansi Lingkungan Fungsi Internal Aktivitas pertambangan galian sirtu di Ds. X Kecamatan XYZ Kabupaten Sampang berdasarkan data menjelaskan bahwa pemilik telah mengakui, mengatur dan menganalisis biaya-biaya yang berkaitan dengan aktivitas-aktivitas konservasi lingkungan sebagai alat manajemen dalam pengambilan keputusan bisnis, sebagaimana dalam penelitian Pratiwi, . menjelaskan bahwa. Akuntansi Lingkungan sebagai strategi pengelolaan lingkungan yang menggunakan alat manajemen lingkungan dapat diterapkan dalam upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Fungsi Eksternal Analisis Dampak Finansial dan Non Finansial Pengelolaan Pertambangan Pasar dan Batu: (Sabrina Fitriyana. Agus Sugiono. Evi Mali. Pada fungsi ini pemilik pertambangan tidak mengungkapkan hasil dari kegiatan konservasi lingkungan tersebut dalam bentuk data akuntansi atau pelaporan keuangan, dikarenakan data keuangan yang dibuat dan disusun oleh pihak pemilik masih berupa data keuangan yang bersifat sederhana yaitu hanya berupa kas keluar dan kas masuk saja. Sementara biaya-biaya yang berkaitan dengan aktivitas-aktivitas konservasi lingkungan tidak dimasukkan dalam data keuangan tersebut, akan tetapi masyarakat sekitar pertambangan telah mengakui jika selama aktivitas operasional berlangsung, pemilik telah bertanggung jawab terhadap aktivitas pertambangan yang dilakukan dengan cara melakukan konservasi lingkungan disekitar area pertambangan, walaupun pemilik tidak mengungkapkan aktivitas konservasi tersebut melalui data keuangan tertulis, akan tetapi pimilik telah mengungkapkan aktivitas konservasi lingkungan tersebut dengan tindakan atau gerakan konservasi langsung. Pratiwi . menyatakan bahwa, akuntansi Lingkungan sebagai strategi pengungkapan tanggung jawab lingkungan, merupakan intrumen yang menyajikan informasi terkait kegiatan konservasi lingkungan dan kegiatan sosial perusahaan sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan terhadap aktivitas yang dilakukan. Biaya Lingkungan dan Pertambangan Kegiatan konservasi lingkungan dalam prakteknya digunakan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap aktivitas operasional yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan terhadap lingkungan. Pada kegiatan ini perusahaan perlu mengeluarkan atau mengorbankan biaya-biaya yang berkaitan langsung dengan kegiatan konvervasi lingkungan itu sendiri, yakni berupa biaya lingkungan. Biaya lingkungan merupakan biaya yang muncul akibat kualitas lingkungan yang menurun sebagai akibat dari aktivitas operasional perusahaan. Biaya lingkungan harus dilaporkan secara terpisah agar dapat menjadi infromasi yang sifatnya informatif untuk mengevaluasi kinerja perusahaan yang berdampak pada kualitas lingkungan (Hansem dan Mowen, 2005:. Berdasarkan hasil pengumpulan data pemilik telah melakukan kegiatan konservasi lingkungan sebagai akibat dari aktivitas pertambangan yang dilakukan menggunakan akuntansi Lingkungan dengan cara mengeluarkan biaya-biaya lingkungan sebagai bentuk kontrol tanggung jawab pemilik terhadap aktivitas pertambangan yang dikelola. Adapun komponen biaya-biaya lingkungan yang dibebankan oleh pemilik disajikan dalam tabel berikut. Komponen Biaya-Biaya Lingkungan Yang Bebankan Pemilik Pertambangan Sirtu Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2024 No. Komponen Biaya Rentang Keterangan Harga Biaya Overhead Biaya pencegahan Lingkungan: Biaya pencegahan polusi udara Tangki air . 0 L) sebanyak 3x sehari . 000,-) Biaya Deteksi Lingkungan: Biaya Kegagalan Internal: Biaya Kegagalan Eksternal: Biaya perbaikan jalan 000,- /Dump truck muatan Sumber: Data diolah Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa, pemilik telah mengakui biaya-biaya yang berkaitan dengan kegiatan konservasi lingkungan atau biaya lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab pemik terhadap aktivitas pertambangan yang dilakukan menggunkan akuntansi lingkungan. Pratiwi . menyatakan bahwa, melalui akuntansi lingkungan perusahaan dapat memperoleh informasi mengenai penggunaan sumber daya alam dan dampaknya terhadap lingkungan serta infromasi mengenai biaya-biaya yang dibebankan sebagai upaya dalam kegiatan konservasi lingkungan. Jika hal ini terjadi, maka kondisi lingkungan yang mulai mengalami kerusakan dan penurunan kualitas lingkungan dapat dicegah dan dilestarikan. Sementara itu, klasifikasi biaya lingkungan yang dibebankan dialokasikan sebagai biaya overhead, sebab biaya lingkungan merupakan salah satu biaya yang tidak secara langsung mempengaruhi aktivitas produksi, namun biaya lingkungan ini merupakan biaya yang digunakan untuk menekan kondisi lingkungan yang menurun atau rusak sebagai akibat dari aktivitas produksi yang dilakukan. Dampak Internal Perusahaan Dampak Finansial Pertambangan Analisis Dampak Finansial dan Non Finansial Pengelolaan Pertambangan Pasar dan Batu: (Sabrina Fitriyana. Agus Sugiono. Evi Mali. Dampak finansial pertambangan merupakan dampak atau akibat yang di hasilkan adanya aktivitas pertambangan dilihat dari sisi keuangan. Berikut adalah dampak yang dihasilkan dari adanya galian golongan c atau galian sirtu bagi pihak internal usaha tambang sendiri. Memperoleh Penghasilan Dampak yang dirasakan pihak internal usaha tambang khususnya bagi pihak pemilik sendiri sebagai akibat dari aktivitas operasional pertambangan yang dilakukan jika dilihat dari sisi keuangannya adalah memperoleh penghasilan. Jadi dapat dikatakan bahwa, pemilik memperoleh penghasilan tersebut dari aktivitas transaksi jual beli hasil tambang, dimana dalam hal ini berupa pasir dan batu . Hasil tambang . yang diperjual belikan tersebut dihargai sebesar Rp 100. 000, per dump truck Tingkat penghasilan yang didapatkan dari aktivitas jual beli hasil tambang setiap harinya dipengaruhi oleh kondisi iklim atau perubahan cuaca. Tingkat penghasilan yang didapatkan lebih tinggi pada saat musim panas atau cerah dan sebaliknya tingkat penghasilan lebih rendah pada saat musim penghujan. Sebab pada saat musim penghujan akses jalan yang menuju ke lokasi pertambangan cukup ekstrim, dimana pada saat musim penghujan jalan tersebut menjadi berlumpur dan licin, sehingga hal tersebut bisa membahayakan bagi para pelanggan yang mau melakukan pembelian sirtu. Sehingga, pelanggang justru lebih banyak melakukan pembelian ketika musim panas atau cerah dibandandingkan pada saat musim penghujan. Memperoleh Gaji atauUpah Dampak finansial lainnya juga dirasakan pihak pekerja atau pegawai usaha tambang tersebut, dimana para pengawai memperoleh sebuah gaji/upah sebagai akibat timbal balik dari hasil kerja keras terhadap porsi atau bidang pekerjaan yang mereka lakukan. Handoko, . menjelaskan bahwa pembayaran finansial yang diberikan kepada karyawan . aji atau upa. merupakan sebuah bentuk balas jasa untuk pekerjaan yang dilaksanakan dan sebagai motivasi pelaksanaan kegiatan di waktu yang mendatang. Sistem pembayaran yang dilakukan usaha tambang di objek penelitian tersebut terhadap pegawai atau pekerja ada 2 sistem, diantaranya yaitu sistem gaji dan upah. Adapun sistem pembayaran yang menggunakan model gaji atau periodik, merupakan sistem yang diterapkan kepada para pegwai diantaranya bagian administrasi, pengawas atau security, dan bagian operator alat berat . Sementara sistem pembayaran yang menggunakan model upah diterapkan kepada para pekerja di bagian kuli tambang. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2024 Dampak Nonfinansial Pertambangan Selain berdampak pada sisi keuangan atau finansial seperti dapat memperoleh penghasilan bagi pemilik usaha tambang dan memperoleh gaji atau upah bagi para karyawan atau pekerja sebagai bentuk timbal balik dari pekerjaan yang telag mereka lakukan. Adanya pertambangan galian sitru juga berdampak pada sisi nonfinansial seperti dapat membantu mensejahterakan para karyawan dan atau pekerja. Kesejahteraan Karyawan dan atau Pekerja Karyawan atau pekerja selain dapat memperoleh bayaran berupa gaji atau upah, disisi lain hal tersebut secara tidak langsung adanya usaha tambang tersebut justru dapat membatu dalam mensejahterakan para karyawan dan atau pekerjanya. Pemilik usaha tambang telah memberikan fasilitas berupa peluang kerja sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, diantaranya, bagian administrasi, pengawas atau security, operator alat berat, dan kuli tambang. Sebagai timbal baliknya perusahaan akan memberikan sejumlah bayaran dalam bentuk gaji/upah sesuai dengan porsi pekerjaannya masing-masing sebagaimana yang telah dijelaskan Hal ini senada dengan penelitian Enggardini dan Qudzi, . yang meyatakan bahwa, perusahaan dan karyawan pada hakekatnya saling membutuhkan satu sama lain, karyawan merupakan aset perusahaan, sebab tanpa adanya karyawan perusahaan tidak akan berjalan, begitupun juga dengan karyawan tidak dapat menunjuang kesejahteraan hidupnya tanpa adanya perusahaan sebagai tempat untuk mencari nafkah sekaligus implementasi diri terhadap terhadap disiplin ilmu yang mereka miliki. Sejumlah uang atau bayaran yang diterima tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, sebab mereka tidak akan bisa memenuhi kebutuan hidupnya tanpa adanya uang dan mereka tidak akan mendapatkan uang tanpa dengan bekerja, sehingga secara tidak langsung hal tersebut mempengaruhi kesejahteraan para karyawan dan atau para pekerja di sana. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Handoko, . yang menjelaskan bahwa gaji dapat digunakan oleh karyawan sebagai alat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dampak Ekternal Perusahaan Dampak Finansial Pertambangan Berikut ini beberapa dampak atau akibat yang di hasilkan adanya galian golongan C dilihat dari sisi keuangan bagi pihak eksternal perusahaan diantaranya sebagai berikut: Pendapatan Masyarakat Analisis Dampak Finansial dan Non Finansial Pengelolaan Pertambangan Pasar dan Batu: (Sabrina Fitriyana. Agus Sugiono. Evi Mali. Masyarakat sekitar area pertambangan khususnya di daerah Kecamatan XYZ Kabupaten Sampang, yang awalnya bermata pencaharian sebagai petani, supir angkot atau ojek, dan pedagang kecil-kecilan, semenjak adanya pertambangan sirtu, saat ini masyarakat memiliki berbagai macam sumber penghasilan, seperti bekerja sebagai kuli tambang dan supir dump truk, sehingga masyarakat dapat memperoleh penghasilan tambahan dari pekerjaan tersebut untuk meningkatkan ekonomi keluarga mereka. Peluang Usaha Semenjak adanya galian sirtu justru dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar, seperti membuka bisnis gilingan sirtu, sewa dump truck, dan warung kecil-kecilan di sekitar area pertambangan. Reksohadiprojo dan Pradono . menjelaskan bahwa pertambangan galian golongan C selain dapat membuka lapangan pekerjaan pertambangan sirtu juga dapat memberikan kesempatan masyarakat sekitar lokasi pertambangan untuk membuka usaha rumah tangga, seperti jualan makanan, minuman, dan lain sebagainya. Tingginya kesempatan adanya peluang usaha akan meningkatkan taraf hidup masyarakat sehingga akan turut meningkatkan perekonomian daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samentara itu. Pertambangan galian golongan C atau galian sirtu yang berada di Ds. Kecamatan XYZ Kabupaten Sampang bersifat ilegal, sebab galian tersebut tidak memiliki surat izin beroprasi dan tidak memiliki NPWPD, maka dapat dikatakan bahwa galian tersebut tidak ikut atau tidak dapat berkontribusi terhadap penerimaan pajak di daerah Kabuapaten Sampang Sendiri, sehingga hal tersebut menyebabkan potensi penerimaan pajak daerah Kabupaten Sampang yang diperoleh dari pajak Galian Golongan C menjadi menurun. Hal ini senada dengan penelitian Cahyanti . yang menjelaskan bahwa, kegiatan usaha Galian Golongan C yang tidak memiliki izin resmi dan tidak membayar pajak justru berdampak negatif terhadap Penerimaan Pajak Daerah (PAD), dikarenakan tidak dapat ikut berkontribusi dalam membantu meningkatakan ekonomi daerahnya, sehingga hal tersebut menyebabkan potensi penerimaan pajak daerah yang diperoleh dari pajak Galian Golongan C menjadi menurun atau bahkan Dampak Nonfinansial Pertambangan Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2024 Selain berdampak pada sisi keuangan atau finansial, adanya pertambangan galian sitru juga berdampak pada sisi nonfinansial seperti mengurangi pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, dan perubahan kondisi lingkungan. Mengurangi Pengangguran Masalah minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan dan meningkatnya tingkat pengangguran, disebabkan oleh suplai tenaga kerja tidak sepenuhnya terserap lantaran kualifikasi atau kompetensi yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha (Baiquni, 2. Namun, semenjak adanya pertambangan sirtu justru dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat, terutama bagi masyarakat di daerah Kecamatan XYZ Kabupaten Sampang. Pada umumnya jenis pekerjakan yang dapat dilakukan adalah jenis pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus, akan tetapi hanya membutuhkan kekuatan fisik saja, seperti buruh tambang atau buruh lainnya yang berkaitan dengan pertambangan galian C atau galian sirtu dan supir dump truck, sehingga hal tersebut diharapkan dapat menekan penyerapan tenaga kerja dan mampu mengurangi jumlah pengangguran, khususnya bagi masyarakat yang berada di daerah Kecamatan XYZ Kabupaten Sampang. Kesejahteraan masyarakat Hakim . menjelaskan bahwa, adanya perusahaan pertambangan diyakini memberikan kontribusi yang cukup baik bagi kesejahteraan masyarakat sekitar, seperti pendapatan masyarakat menjadi meningkat, terbukanya lapangan pekerjaan baru yang diharapkan dapat membantu mengurangi angka pengangguran, dan terbukanya peluang usaha baru bagi masyarakat yang diharapkan dapat menjadikan masyakat lebih aktif dan kreatif dalam memanfaatkan peluang-peluang usaha yang ada sebagai akibat dari adanya perusahaan Selain itu, berdasarkan hasil penelitian ini menemukan baha faktor lain yang dapat mempengaruhi kesejahteraan masyakat yaitu diantaranya adanya pendapatan lain yang diperoleh masyarakat yaitu dari hasil sewa jalan pemukiman yang digunakan sebagai akses jalan menuju lokasi tempat galian, taraf hidup masyarakat meningkat dan terbukanya daerah Analisis Dampak Finansial dan Non Finansial Pengelolaan Pertambangan Pasar dan Batu: (Sabrina Fitriyana. Agus Sugiono. Evi Mali. Kondisi Lingkungan Sejauh ini, selama proses pertambangan berlangsung pemilik telah melakukan kegiatan berupa konservasi lingkungan guna memelihara agar kondisi lingkungan di sekitar area pertambangan tetap terjaga dengan baik, dimana pemilik melakukan kegiatan berupa pencegahan polusi udara sebagai akibat dari aktivitas pertambangan yang dilakukan, dengan cara melakukan penyiraman terhadap akses jalan yang menuju ke lokasi pertambangan sebanyak 3 kali sehari . agi, siang, dan sor. pada saat musim panas, sebab debu yang dihasilkan dari aktivitas pertambangan tersebut sangat mengganggu penguna jalan tersebut khususnya masyakat sekitar, sehingga pemilik melakukan tindakan tersebut untuk mencegah terjadinya polusi udara. Pemilik juga melakukan kegiatan perbaikan jalan pemukiman yang rusak akibat dilalui dump truck setiap harinya, dengan cara memimbun jalanan yang rusak dengan menggunakan pasri dan batu . itu sendiri, tindakan tersebut dilakukan sebab sebagian jalan yang digunakan sebagai akses menuju lokasi tempat galian itu merupakan jalan pemukiman yang digunakan masyakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sementara itu, lahan bekas galian dapat menjadi sampah, jika tidak dapat digunakan atau dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar jika tidak digali dengan benar, kecuali galian tersebut tujuannya untuk diratakan, maka lahan bekas galian tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk dibangunkan sebuah pemukiman baru. Bekas lahan galian yang terdapat di Ds. X Kecamatan YZ Kabuaten Sampang sebagian kecil sudah ada yang dimanfaatkan untuk dibangunkan sebuah perumahan oleh masyarakat sekitar. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, dampak adanya kegiatan pertambangan pasir dan batu memberikan kontribusi yang cukup baik bagi masyakat sekitar. Dampak finansial berupa: . Pendapatan masyarakat meningkat, . Tersedianya lapangan pekerjaan baru, . Terbukanya peluang usaha baru, . Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pelaku usaha tambang yang memiliki izin resmi. Dampak non finansial berupa . Mengurangi angka pengangguran, . Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, . Adanya konservasi lingkungan guna memelihara kondisi lingkungan di sekitar area Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2024 DAFTAR PUSTAKA