Community of Publishing in Nursing (COPING), p-ISSN 2303-1298, e-ISSN 2715-1980 HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN ACADEMIC BURNOUT PADA SISWA SMA NEGERI 1 KUTA UTARA Ni Ketut Ayu Warmayanti*1. Made Oka Ari Kamayani1. Ika Widi Astuti1. Meril Valentine Manangkot1 Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana *korespondensi penulis, email: ayuwarmayanti1408@gmail. ABSTRAK Academic Burnout merupakan kondisi kelelahan emosional akibat tekanan akademik yang berkepanjangan, yang ditunjukkan melalui penurunan motivasi, rasa kompeten, dan keterlibatan dalam proses belajar. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa korelasi antara harga diri terhadap academic burnout pada pelajar SMA Negeri 1 Kuta Utara. Jenis penelitian ini ialah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini ialah 713 pelajar kelas X SMAN 1 Kuta Utara. Sampel penelitian sejumlah 257 pelajar dihimpun melalui teknik stratified random sampling. Data penelitian diperoleh melalui instrumen Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) untuk mengukur academic burnout dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) untuk mengukur harga diri. Uji korelasi Spearman Rank digunakan dalam analisis data dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa 35,4% responden memiliki harga diri rendah dan 35,4% harga diri sedang, sementara 50,2% responden berada pada kategori academic burnout rendah. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p = 0,000 dan r = -0,295, yang menunjukkan hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi lemah hingga sedang dan arah hubungan negatif. Semakin tinggi harga diri seorang pelajar, tentunya kian rendah pula potensi dalam mengalami academic burnout. Kata kunci: academic burnout, harga diri, siswa SMA ABSTRACT Academic Burnout is a condition of emotional exhaustion due to prolonged academic pressure, which is indicated by decreased motivation, sense of competence, and involvement in the learning process. This study aims to analyze the correlation between self-esteem and academic burnout in students of SMA Negeri 1 Kuta Utara. This type of research is descriptive correlative with a cross-sectional approach. The population of this study was 713 grade X students of SMAN 1 Kuta Utara. The research sample of 257 students was collected through a stratified random sampling technique. The research data were obtained through the Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) instrument to measure academic burnout and the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) to measure selfesteem. The Spearman rank correlation test was used in data analysis with a significance level of p < 0,05. Descriptive analysis showed that 35,4% of respondents had low self-esteem and 35,4% had moderate self-esteem, while 50,2% of respondents were in the low academic burnout category. The correlation test results showed a pvalue of 0,000 and r-value of -0,295 indicating a significant relationship with a weak to moderate correlation strength and a negative direction. The higher a student's self-esteem, the lower the potential for experiencing academic burnout. Therefore, the suggestion that can be made to schools is to improve the learning atmosphere filled with respect, as well as motivation so that they feel appreciated. Keywords: academic burnout, high school student, self-esteem Volume 13. Nomor 6. Desember 2025 Community of Publishing in Nursing (COPING), p-ISSN 2303-1298, e-ISSN 2715-1980 PENDAHULUAN Pendidikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang dilakukan secara formal maupun Dalam konteks pendidikan, belajar merupakan proses fundamental yang memungkinkan individu memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang esensial untuk pengembangan diri (Maharani, 2. Proses belajar di lingkungan sekolah dipengaruhi berbagai faktor yaitu faktor internal serta eksternal. Faktor internal yakni aspek yang disebabkan dari dalam diri pelajar tersebut. Sementara disebabkan oleh kondisi lingkungan di sekitar siswa (Damayanti, 2. Data hasil survey yang ditemukan pada 45 siswa di kota Pontianak menunjukkan bahwa siswa mengalami kejenuhan belajar sebanyak 67,4% dengan ketegori yang tinggi (Kardianti et al. , 2. dan data yang ditemukan juga pada 2. siswa di Taiwan juga menunjukkan bahwa 61,9% siswa merasa jenuh dengan pembelajaran dan siswa datang ke sekolah hanya untuk memenuhi tuntutan studi saja (Soong dalam Shih, 2. Tuntutan belajar yang tak berimbang terhadap kesanggupan sumber daya yang ada nyatanya mampu menciptakan tekanan psikologis pada pelajar, sehingga akan rawan mengalami academic burnout (Maharani, 2. Academic burnout ialah perasaan yang letih karena suatu tuntutan belajar, yang mana seorang pelajar rentan merasa kurang kompeten serta acuh atas tugas yang dimilikinya (Arlinkasari & Akmal, 2. Menurut Muliani & Arusman . belajar pada pelajar yakni faktor situasional berupa lingkungan beserta faktor dari penilaian individu itu sendiri . Salah satu penilaian individu untuk mengalami burnout adalah harga diri yang muncul dalam pribadi individu tersebut sendiri (Maharani, 2. Harga diri ialah suatu apresiasi seseorang atas dirinya tersendiri entah yang Volume 13. Nomor 6. Desember 2025 (Ardaningrum & Savira, 2. Menurut Hidayat et al . mengatakan bahwa harga diri merupakan penilaian pribadi yang dibentuk seorang diri serta dipengaruhi beragam karakter yang orang lainnya sebagai pembandingnya. Individu yang dapat menilai diri mereka secara positif mampu menciptakan pengembangan harga dairi yang besar, serta sebaliknya. Hasil studi yang dilaksanakan di tanggal 16 November 2023 terhadap 10 orang siswa di SMA Negeri 1 Kuta Utara, didapatkan hasil sebanyak 6 orang siswa . %) mengatakan kurang setuju jika mereka memiliki potensi terhadap dirinya Sejumlah 8 orang siswa . %) mengatakan mereka sangat setuju jika mereka sering merasa jenuh terhadap kegiatan belajar dan kesulitan untuk bisa menyelesaikan masalah belajar yang sedang dihadapi. Berdasarkan temuan permasalahan dan hasil studi pendahuluan, peneliti melaksanakan studi ini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara harga diri terhadap academic burnout para siswa SMA Negeri 1 Kuta Utara. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan cross-sectional dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kuta Utara pada bulan Juni 2024. Variabel independen dalam penellitian ini ialah dukungan harga diri serta dependen yaitu academic Populasi penelitian yakni pelajar kelas X SMAN 1 Kuta Utara sebanyak 257 Metode sampling yang diaplikasikan pada studi ini adalah stratified random sampling. Cara pengumpulan data pada studi ini adalah dengan memakai kuesioner. Peneliti meminta bantuan kepada ketua kelas di masing-masing kelas untuk membantu Penyebaran kuesioner terdiri dari penjelasan penelitian dan kuesioner serta kesediaan menjadi Pertanyaan kuesioner terdiri dari Community of Publishing in Nursing (COPING), p-ISSN 2303-1298, e-ISSN 2715-1980 karakteristik responden, 10 pertanyaan tentang harga diri yang merupakan adaptasi dari Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), serta 15 pertanyaan academic burnout yang merupakan adaptasi dari Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBISS) yang sudah teruji validitas serta reliabilitas, estimasi pengisian kuesioner 10-15 menit. Analisis data yang dilaksanakan melalui uji Spearman Rank, tingkat kepercayaan 95%. Penyajian data dalam menggambarkan harga diri dan academic Penelitian yang dilakukan ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komisi Etik Penelitian Fakultas Kedokteran 1656/UN14. VII. 14/LT/2024. HASIL PENELITIAN Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Karakteristik Responden Frekuensi Laki-laki Jenis Kelamin Perempuan Total Berdasarkan hasil analisis data yang disajikan pada Tabel 1, memperlihatkan bahwa mayoritas responden berjenis Tabel 2. Karakteristik Respoden Berdasarkan Usia Karakteristik Responden Usia . Berdasarkan hasil analisis data yang disajikan pada Tabel 2, menampilkan Persentase (%) kelamin perempuan, yakni sejumlah 146 murid . ,8%). Mean A Standar Deviasi 15,58 A 0,334 bahwa rerata usia responden ialah 15,58 tahun dengan standar deviasi 0,334 tahun. Tabel 3. Hasil Analisis Tendensi Sentral Variabel Harga Diri dan Academic Burnout Variabel Mean A Standar Deviasi Harga Diri 27,14 A 3,942 Academic Burnout 38,26 A 6,982 Berdasarkan hasil analisis data yang disajikan pada Tabel 3, diketahui bahwa rerata skor harga diri responden adalah 27,14 dengan standar deviasi 3,942, dan rerata skor academic burnout responden ialah 38,26 dengan standar deviasi 6,982. Tabel 4. Hasil Uji Spearman Rank . Variabel Academic Burnout Harga Diri p-value 0,000 Berdasarkan hasil analisis data yang disajikan pada Tabel 4, diketahui bahwa nilai r = -0,295, yang berarti makin tinggi harga diri seseorang, tentunya semakin rendah academic burnout yang akan dialami, begitu pun sebaliknya. Di samping PEMBAHASAN Hasil analisis terhadap variabel harga diri siswa menunjukkan rata-rata skor responden adalah 27,14 dan berada di kategori harga diri rendah sejumlah 91 Volume 13. Nomor 6. Desember 2025 -0,295 itu, disajikan nilai p = 0,000 . < 0,. , yang berarti H0 ditolak yang menandakan ada hubungan antara harga diri terhadap academic burnout pelajar kelas X SMA Negeri 1 Kuta Utara. ,4%) dan harga diri sedang sejumlah 91 individu . ,4%). Hal tersebut selaras terhadap studi dari Sianturi et al . yang memperoleh hasil sejumlah 35 Community of Publishing in Nursing (COPING), p-ISSN 2303-1298, e-ISSN 2715-1980 siswa . %) mempunyai harga diri dengan kualifikasi yang minim. Sedangkan pada studi yang sudah dilaksanakan oleh Putra . didapatkan hasil sebanyak 109 orang siswa . ,7%) berada pada kategori yang rendah dan sebanyak 30 orang siswa . ,6%) berada pada kategori yang sedang. Harga diri ialah sebuah evaluasi individu atas dirinya sendiri secara komprehensif, entah positif atapun negatif (Oktaviani, 2. Remaja yang memiliki harga diri tinggi tentunya mempunyai keyakinan bahwasanya dirinya berarti. Selain itu, remaja yang memiliki harga diri tinggi umumnya bersikap positif terhadap dirinya ataupun orang yang berada di sekitarnya (Aryanto et al. Namun remaja yang memiliki harga diri yang rendah biasanya sulit menerima diri mereka sendiri, sebab di dalam benak mereka terdapat informasi yang kurang baik, serta rasa takut untuk mencoba suatu hal, sehingga terdapat perasaan yang buruk atas dirinya tersendiri (Nurjannah & Iqbal. Banyak faktor yang menyebabkan remaja memiliki harga diri yang rendah atau tinggi. Faktor-faktor tersebut biasanya ditimbulkan dari faktor sosial yakni teman sebaya serta juga dari lingkungan Selain itu, aspek individu terdekat seperti orang tua juga mampu menentukan harga diri seseorang (Febristi, et al. Studi dari Kinasih . juga mengatakan bahwa harga diri seseorang juga dapat disebabkan oleh aspek predisposisi serta presipitasi. Predisposisi sendiri ialah penolakan dari orang tuanya, kurang mempunyai tanggung jawab personal, kegagalan berulang kali dan ketergantungan terhadap orang lain Sedangkan dari faktor presipitasi terjadinya harga diri rendah biasanya disebabkan karena terjadinya perubahan bentuk tubuh, kehilangan bagian tubuh, serta kegagalan atau produktivitas menurun. Selain itu dapat disebabkan oleh karakteristik lingkungan sekolah seperti, karena kurangnya sumber daya, seperti buku, teknologi, atau fasilitas, dapat membuat siswa merasa tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas akademik ditambah karena Volume 13. Nomor 6. Desember 2025 tekanan akademik yang tinggi yang menyebabkan siswa merasa stres dan Dampak dari harga diri yang rendah mampu berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan juga psikologisnya, seperti adanya trauma tersendiri pada remaja, sehingga akan muncul keinginan untuk melakukan ide bunuh diri (Ekayanti et al. Selain itu, jika seorang siswa memiliki harga diri yang rendah juga dapat mengakibatkan siswa tersebut mengalami kecemasan yang sangat besar dan menciptakan kesulitan, serta perasaan grogi sehingga mereka sukar dalam menerangkan sesuatu seperti presentasi didepan kelas, sehingga apabila tidak dilaksanakan secara baik, maka akan berdampak terhadap nilai akademik pada siswa tersebut (Untari et al. Hasil analisis terhadap variabel academic burnout siswa menunjukkan ratarata skor responden adalah 38,28 dan berada pada ketegori academic burnout yang rendah . ,2%). Penelitian ini selaras terhadap studi dari Rumapea et al . yang mengutarakan bahwasanya sebanyak 54 siswa . ,2%) dengan kategori academic burnout yang minim serta sebanyak 100 siswa . ,2%) dengan kategori academic burnout yang sedang. Siswa tersebut dapat mengalami academic burnout karena beberapa faktor, antara lain tekanan akademik, harapan yang tinggi dari diri sendiri, orang tua, atau guru dapat menyebabkan stres dan kelelahan. Selain itu, karena kurangnya dukungan. Kurangnya dukungan sosial dan emosional dari keluarga, teman, atau guru dapat membuat siswa merasa tidak mampu menghadapi tantangan akademik. Academic burnout ialah rasa yang letih dikarenakan tekanan pada studi yang Academic Burnout juga dapat diartikan sebagai suatu keyakinan seseorang atas kemampuan diri mereka terhadap tugastugas akademik yang mempunyai pengaruh kuat atas perilaku, sehingga seseorang yang mengalaminya akan percaya bahwasanya diri mereka tak dapat menyelesaikan tugastugas akademik (Permatasari et al. , 2. Terdapat berbagai aspek yang dapat Community of Publishing in Nursing (COPING), p-ISSN 2303-1298, e-ISSN 2715-1980 memberikan pengaruh terhadap kejenuhan belajar siswa, seperti faktor internal serta Faktor internal layaknya harga diri serta efikasi diri. Sedangkan faktor eksternal seperti dukungan dari kedua orang tua, teman sebaya, tenaga pendidik, serta orang-orang yang berada di sekitarnya (Amalia et al, 2. Dampak yang dapat muncul dari kejadian academic burnout ini adalah akan memberikan peningkatan keletihan serta minimnya motivasi dalam menuntaskan tugas sekolah yang diberikan oleh guru sebagai beban mereka, sehingga motivasi siswa untuk belajar menurun dan tentunya akan berdampak pada indeks prestasi siswa (Kurniawan, 2. Berdasarkan diketahui nilai r . orrelation coefficien. = 0,295, yang artinya tingkat kekuatan hubungan antara harga diri dengan academic burnout adalah rendah. Dari nilai r tersebut dapat juga didefinisikan arah hubungan antara variabel adalah negatif, yang berarti makin tinggi harga diri seseorang, tentunya menurunkan potensi academic burnout, serta sebaliknya. Pada tabel juga disajikan nilai signifikansi . atau p = 0,000 . < 0,. , artinya H0 ditolak yang menandakan terdapat korelasi antara harga diri dengan academic burnout pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Kuta Utara. Penelitian ini selaras dengan studi yang dilakukan oleh Maharani . yang mengatakan terdapat korelasi yang signifikan antara harga diri terhadap academic burnout. Hasil studi lainnya yang juga selaras terhadap studi ini ialah dari Vitasari . yang mengutarakan bahwa terdapat hubungan negatif serta signifikan antara harga diri terhadap kejenuhan Hubungan yang signifikan antara harga diri terhadap academic burnout berlangsung karena seluruh dimensi aspek dari harga diri berhubungan dengan dimensi aspek academic burnout. Ada berbagai faktor yang juga memberikan pengaruh terhadap harga diri siswa dengan academic burnout adalah lingkungan belajar. Lingkungan Volume 13. Nomor 6. Desember 2025 mempengaruhi tinggi rendahnya academic burnout yang akan dialami siswa. Lingkungan belajar yang optimal tentunya mampu membentuk sebuah hasil yang baik, serta sebaliknya, ketika ada lingkungan belajar yang buruk, mampu menimbulkan potensi kejenuhan akademik (Wahyudi et , 2. Faktor lainnya yang paling dapat berpengaruh terhadap tingkat harga diri remaja dengan terjadinya academic burnout adalah orang tua atau pola asuhnya. Gaya asuh yang diterapkan tiap orang tua atas anak mereka tentunya berbeda. Gaya asuh dilandaskan oleh dua aspek, yakni kontrol serta kehangatan. Lalu, gaya asuh yang terlampau keras juga mampu berpengaruh atas komunikasi yang kurang baik, minimnya inspeksi, penolakan dari anak, serta kekerasan. Oleh sebab itulah, gaya asuh yang diaplikasikan orang tua terhadap anak mereka tentunya mampu memberikan pengaruh terhadap setiap aspek aktivitas mereka, yang juga mencakup hal akademik (Syachfitri & Fadhiya, 2. Peneliti berpendapat, faktor lainnya yang mampu memberikan pengaruh harga diri dengan academic burnout ialah kondisi psikologis seseorang itu sendiri, dimana seseorang yang mempunyai kepribadian introvert lebih condong dalam menarik diri mereka, seperti menyendiri serta diam. Kepribadian itu berpengaruh terhadap harga diri seseorang, karena harga diri tidak akan mampu berkembang dengan baik ketika seseorang tidak memperoleh respon dari lingkungan sekitarnya, dimana mereka tidak mampu menilai harga diri mereka sendiri, serta tidak mengenali kemampuan mereka yang sesungguhnya. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan menyarankan siswa untuk mengikuti ekstrakurikuler yang Ekstrakurikuler adalah aktivitas tambahan di luar program akademik umum, sehingga mampu menambah wawasan serta keahlian pelajar (Daniati. Yanzi, & Nurmalisa. Ekstrakurikuler kejenuhan pelajar pada proses akademik. Banyak pelajar saat ini merasa bahwa aktivitas belajar sebagai sesuatu yang Community of Publishing in Nursing (COPING), p-ISSN 2303-1298, e-ISSN 2715-1980 Hal ini sebenarnya merupakan tantangan bagi para pengajar untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan suasana yang menyenangkan. Dengan demikian. SIMPULAN Melalui hasil penelitian yang telah diselenggarakan di SMA Negeri 1 Kuta Utara, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat harga diri pada kategori rendah hingga sedang, kemudian mayoritas responden menunjukkan tingkat proses pembelajaran dapat menjadi lebih efektif dan menyenangkan, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan lebih baik (Ferdiansyah et al. , 2. academic burnout yang rendah, dan hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan korelasi rendah antara harga diri dan academic burnout pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Kuta Utara. DAFTAR PUSTAKA