Proceedings Series on Physical & Formal Sciences. Volume 5 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan ISSN: 2808-7046 Analisis Keragaan dan Profitabilitas Usaha Pengrajin Gula Kelapa Cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok 1,2,3 Sulistyani Budiningsih1. Watemin2. Teguh Marhendi3 Fakultas Pertanian dan Perikanan. Universitas Muhammadiyah Purwokerto ARTICLE INFO Article history: DOI: 30595/pspfs. Submited: 05 Mei, 2023 Accepted: 21 Mei, 2023 Published: 04 Agustus, 2023 Keywords: Keragaan. Profitabilitas. Pengrajin. Gula Kelapa ABSTRACT Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan penelitian fundamental II ini adalah . Mengkaji keragaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok. Mengetahui faktor pendorong dan penghambat pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok. Metode penelitian yang digunakan pada berupa survey dengan pendekatan FGD. Penetapan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Area Samplin. di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas dengan pertimbangan di lokasi penelitian terdapat pengrajin gula kelapa sebagai pola nafkah utama. Jenis data yang digunakan pada penelitian berupa data primer dan data sekunder. Teknik penetapan responden dilakukan secara sengaja (Purposive Samplin. sebanyak 20 pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak, dengan 5 pedagang pengepul/tengkulak. Teknik pengolahan data penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan Interactive Model of Analysis dan kuantitatif dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan keragaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok mencakup status kepemilikan pohon kelapa, sumber tenaga kerja, orientasi usaha, orientasi bekerjasama, orientasi berprestasi, proses perkembangan usaha gula kelapa cetak, produksi gula kelapa cetak, penggunaan teknologi bersifat konvensional/tradisional dan kemitraan dengan kelembagaan pemasaran. Nilai profitabilitas pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak menunjukkan hasil 64,20 persen, artinya setiap pemakaian input produksi sebesar Rp 1,00 maka akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 64,20. Dengan demikian pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas menguntungkan karena memiliki nilai profitabilitas > 0. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Corresponding Author: Sulistyani Budiningsih Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan. PO BOX 202 Purwokerto 53182 Email: sulistyanibudiningsih@yahoo. PENDAHULUAN Industri pertanian merupakan subsistem pertanian yang dapat dikembangkan untuk mendorong perekonomian pedesaan karena dapat memberikan nilai tambah sebagai kebutuhan pokok pangan dan serat yang memberikan peluang pasar yang signifikan. Selanjutnya menurut Ismi et al . dalam Putri YN dan Warto . menyebutkan industri pertanian menyerap produk primer dan mengolahnya menjadi berbagai produk pertanian sehinggamemiliki peran signifikan terhadap perekonomian lokal. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Berdasar Data BPS Kab Banyumas (Tahun 2. menunjukkan bahwa Kabupaten Banyumas memiliki keunggulan pada bidang pertanian dan industri yang salah satunya tanaman perkebunan berupa pohon kelapa dengan luasan mencapai 14. 647,3 hektar. Pada saat ini industri yang berkembang cukup pesat berupa industri pengolahan gula merah skala rumah tangga . ome industr. dengan kapasitas produksi di Kabupaten Banyumas mencapai 63. 270,40 kg per tahun dan jumlah unit usaha mencapai 26. 959 yang tersebar di 23 Kecamatan Cilongok menempati urutan pertama sebagai wilayah terbesar industri gula kelapa di Kabupaten Banyumas. Hasil survei awal menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk yang bermukim di Kecamatan Cilongok ( > 80 %) bermata pencaharian utama sebagai pengrajin gula kelapa dengan total luas panen dan produksi disajikan Tabel 1. Tabel 1. Luas Panen Dan Produksi Gula Kelapa Di Kecamatan Cilongok Selama 3 Tahun Terakhir (Tahun 2019-2. Indikator Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021 Luas Lahan . 111,49 111,49 111,49 Produksi . 995,38 884,42 032,11 Sumber : Banyumas Dalam Angka (Tahun 2. Tabel 1 menunjukkan bahwa dalam 3 tahun terakhir luas lahan yang ditanami pohon kelapa mengalami stagnan namun dari sisi produksi mengalami kenaikan tiap tahunnya dengan total pelaku usaha berjumlah 000 pengrajin. Lebih lanjut dijelaskan saat ini produksi gula kelapa tidak hanya dipasarkan secara lokal, namun telah merambah ke pasar nasional dan pasar internasional seperti Singapura. Arab Saudi. Amerika dan Korea. Desa Sudimara merupakan salah satu desa di Kecamatan Cilongok denganpotensi sumberdaya alam pohon kelapa yang dimanfaatkan untuk diambil niranya sebagai bahan baku olahan produksi gula kelapa. Desa Sudimara memiliki luas wilayah 179,3 hektar dan sebagian besar 58,8 hektar dipergunakan untuk perkebunan pohon kelapa (Kecamatan Dalam Angka. Tahun 2. Ketersediaan sumberdaya manusia secara mudah menjadi faktor pendorong keberadaan pelaku usaha olahan gula kelapa. Proses penyadapan air nira sebagai bahan baku olahan produk gula kelapa masih dilakukan secara tradisional/sederhana warisan turun temurun menjadikan produk gula kelapa memiliki khas dan kualitas produk yang cukup tinggi. Meski demikian hasil survey ditemukan adanya hambatan berupa pemberdayaan pelaku usaha pengrajin olahan gula kelapa sebagai produk unggulan masih kurang optimal, hal ini terlihat dari beberapa permasalahan yang timbul seperti kurangnya sosialisasi, pelatihan pihak Dinas terkait kepada pelaku usaha, sehingga sumber daya para pelaku wirausaha pengrajin gula kelapa cetak masih kurang maksimal. Oleh karena itu diperlukan analisis keragaan dari berbagai aspek pada pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Diharapkan dengan analisis ini akan terlihat potret pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak secara detail di Desa Sudimara. Selain itu secara kuantitatif juga dilakukan analisis profitabilitas pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak. Rasio profitabilitas adalah rasio yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu dan juga memberikan gambaran tentang tingkat efektivitas manajemen dalam melaksanakan kegiatan Dengan demikian nantinya informasi ini akan dapat meningkatkan produksi gula cetak dan berdampak pada peningkatan perolehan keuntungan rumah tangga pengrajin gula cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok . Berdasarkan latar belakang pentingnya penelitian model pemberdayan pelaku usaha pengrajin gula kelapa, dirumuskan permasalahan sebagai berikut: Bagaimana keragaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok? Analisis profitabilitas pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok? Adapun tujuan khusus yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah: Mengkaji keragaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Mengetahui profitabilitas pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian yang dilakukan berupa penelitian terapan. Pada tahap analisis dilakukan survey sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun keragaan dan analisis profitabilitas pelaku usaha pengrajin gula kelapa di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Lokasi penelitian di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas ditetapkan secara sengaja (Purposive Area Samplin. , karena potensi sumber daya lokal didukung pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak serta terjalinnya kerjasama antar pengrajin, antara pengrajin dengan pedagang pengepul/tengkulak, dan dengan owner UD Manis Hasil . Populasi penelitian semua pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak berjumlah 187 pengrajin berdomisili di Desa Sudimara (Monografi Desa. Tahun 2. Sampel ditetapkan secara sengaja (Purposive Sampling ) sebanyak 20 pengrajin gula kelapa dengan pertimbangan pelaku usaha pengrajin gula kelapa telah lebih dari 5 tahun menekuni profesi ini sekaligus merupakan pola nafkah utama sehari-sehari. Informan kunci adalah 5 pedagang pengepul dan 1 owner UD Hasil Manis pedagang besar. Jenis data yang dikumpulkan dalam kegiatan penelitian mencakup : Data primer, jenis data diperoleh dari observasi dan mengadakan wawancara langsung menggunakan daftar pertanyaan atau quesioner terstruktur yang telah disusun sesuai tujuan penelitian. Data keragaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa meliputi status kepemilikan pohon, lamanya usaha, umur pengrajin, pendidikan formal, jumlah tanggungan keluarga, jumlah tenaga kerja yang terlibat, pola nafkah utama/sampingan, sumber modal, tingkat teknologi , jumlah produksi /hari, harga jual, sistem penjualan jangkauan pemasaran dan rantai proses produksi. Data sekunder yaitu data untuk menunjang data primer yang diperoleh dari hasil pencatatan tentang Monografi desa, instansi terkait seperti Dinas Pertanian dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan. Kabupaten Bms Dalam Angka . BPS Kab Banyumas, buku-buku, jurnal ilmiah dll. Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian yang dapat dirinci sebagai berikut : . Teknik pengumpulan data dengan wawancara kepada pengrajin gula kelapa cetak menggunakan daftar pertanyaan terstruktur. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi yang berasal dari instansi instansi terkait (Monografi Desa. BPP Kecamatan. Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas dl. Teknik pengumpulan data melalui kegiatan observasi yaitu pengumpulan data untuk mengamati aktivitas produktif ketrampilan pengrajin gula kelapa cetak. Cara mengumpulkan data keragaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa dengan wawancara dan observasi langsung serta dengan Forum Group Discussion (FGD) di Desa Sudimara. Data yang telah terkumpul melalui kegiatan observasi, wawancara konsultatif. FGD, dan dokumentasi selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Keseluruhan data kualitatif selanjutnya dianalisis secara Interactive Model of Analysis (Miles & Huberman,1. Metode Analisis Data Data yang telah terkumpul melalui kegiatan observasi, wawancara dan dokumentasi selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif faktor sosial ekonomi dan analisis secara kuantitatif berupa profitabilitas pengrajin gula kelapa . Biaya (Cos. Agroindustri Gula Kelapa Dalam melakukan analisis profitabilitas suatu usaha agroindustri gula kelapa, terlebih dahulu diawali perhitungan biaya. Biaya dalam agroindustri pengrajin gula kelapa terdiri dari biaya variabel (Variable Cos. dan biaya tetap (Fixed Cos. Biaya total merupakan penjumlahan antara biaya tetap total (TFC) dan biaya variabel total (TVC). Formulasi biaya total sebagai berikut : TC = TFC TVC Keterangan : TFC TVC = Biaya total agoindustri gula kelapa (Rp/bula. = Total biaya tetap agroindustri gula kelapa (Rp/bula. = Total biaya variabel agroindustri gula kelapa (Rp/bula. Penerimaan (Revenu. Agroindustri Gula Kelapa Penerimaan total . otal revenu. dari suatu usaha dapat diperoleh dari hasil perkalian antara jumlah produksi gula kelapa yang telah diproduksi . an terjua. dengan harga produk gula kelapa. Secara matematis penerimaan dihitung dengan rumus sebagai berikut : TR = P x Q Keterangan : = Total penerimaan agoindustri gula kelapa (Rp/bula. = Harga produk gula kelapa (R. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Keuntungan (Profi. Keuntungan pelaku wirausaha gula kelapa merupakan hasil akhir penerimaan dikurangi dengan biaya total produksi. Secara matematis keuntungan diformulasikan sebagai berikut : Keterangan : = TR Ae TC = Keuntungan agroindustri gula kelapa (Rp/bula. = Total penerimaan agroindustri gula kelapa (Rp/bula. = Total biaya agroindustri gula kelapa (Rp/bula. Profitabilitas Profitabilitas merupakan rasio antara keuntungan dari hasil penjualan gula kelapa yang dinyatakan dalam persentase. Secara matematis diformulasikan sebagai berikut : Profitabilitas = A / TC x 100 % Keterangan : = Keuntungan agroindustri gula kelapa (Rp/bula. = Total biaya agroindustri gula kelapa (Rp/bula. Selanjutnya menurut Gasperz . menyatakan kriteria yang digunakan dalam penilaian profitabilitas adalah : Profitabilitas > 0, berarti agroindustri kelapa kelapa yang diusahakan menguntungkan Profitabilitas = 0, berarti agroindustri gula kelapa yang diusahakan mengalami Break Even Point (BEP) Profitabilitas < 0, berarti agroindustri gula kelapa yang diusahakan tidak menguntungkan HASIL DAN PEMBAHASAN Keragaan Pelaku Usaha Pengrajin Gula Kelapa Cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Keragaan pelaku usaha pengrajin di dalam memproduksi gula kelapa cetak sangatlah tergantung pada ketersediaan bahan baku nira hasil sadapan dari pohon kelapa. Semakin banyak pohon kelapa yang disadap niranya oleh para pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak tentunya akan mempengaruhi kuantitas produk gula kelapa cetak yang dihasilkan. Di Desa Sudimara pelaku usaha pengrajin gula kelapa melakukan penyadapan nira pada pagi hari dan mengolah produk gula kelapa cetak setiap hari. Selaras dengan penelitian Maharani E dkk . yang menjelaskan bahwa pengrajin yang memproduksi gula setiap harinya akan menghasilkan gula yang relatif lebih banyak dan terjual cepat. Selanjutnya analisis keragaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara menunjukkan terdapat 9 indikator keragaan meliputi status kepemilikan pohon kelapa, sumber tenaga kerja. Orientasi usaha. Orientasi bekerjasama. Orientasi berprestasi. Proses perkembangan usaha gula kelapa cetak. Produksi gula kelapa cetak per hari,Penggunaan teknologi. Kemitraan dengan kelembagaan pemasaran. Secara jelas ditampilkan pada Tabel 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua responden pengrajin di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok memiliki pohon kelapa sendiri untuk disadap niranya guna diolah menjadi produk gula kelapa cetak. Lebih lanjut hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 responden . %) memiliki pohon kelapa sendiri dan sisanya sebanyak 4 responden . % ) tidak memiliki pohon sendiri namun mereka menggarap pohon kelapa milik orang lain dengan sistem Maro (Bagi Hasi. Ketentuan yang berlaku di Desa Sudimara yaitu pemilik pohon kelapa berhak selama 4 hari mendapatkan olahan produk gula kelapa cetak sedangkan pihak penderes . ang tidak memiliki pohon kelap. memiliki hak mengolah gula kelapa selama 6 Kegiatan usaha pengolahan gula kelapa cetak membutuhkan faktor produksi tenaga kerja mulai kegiatan penyadapan nira kelapa, pengolahan, pencetakan dan pengemasan produk gula kelapa yang siap dijual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kebutuhan tenaga kerja dalam pengolahan gula kelapa cetak di Desa Sudimara sebesar tenaga keja yang berasal dari dalam keluarga. Selanjutnya semua responden . %) tidak membutuhkan tenaga kerja dari luar keluarga. Hal ini dikarenakan semua tahapan aktivitas mulai dari penyadapan sampai pengemasan gula kelapa cetak cukup dilakukan oleh pasangan suami istri dan anak anak mereka yang membantu saat pengemasan produk gula kelapa cetak kedalam kantong plastik. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Tabel 2. Keragaan Pelaku Usaha Pengrajin Gula Kelapa Cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas No. Indikator Keragaan Jumlah Responden Persentase (%) Status Kepemilikan Pohon Kelapa Milik Sendiri Sewa Sumber Tenaga Kerja Tenaga Kerja Dalam Keluarga Tenaga Kerja Luar Keluarga Orientasi Usaha Product oriented Market oriented Orientasi Bekerjasama Bekerjasama pengrajin dengan pemilik pohon kelapa Bekerjasama dengan lembaga pemasaran Orientasi Berprestasi Bekerja keras. Tanggungjawab. Berani menanggung resiko Proses Perkembangan Usaha Gula Kelapa Warisan dari orang tua Pengalaman Produksi Gula Kelapa Cetak Per Hari < 6 Kilogram > 6 Kilogram Penggunaan Teknologi Konvensional / Tradisional Modern Kemitraan dengan Kelembagaan Pemasaran Pedagang Pengepul Pedagang Pengecer Pedagang Besar Sumber Data : Olahan Data Primer (Tahun 2. 80,00 20,00 100,00 100,00 30,00 100,00 100,00 100,00 30,00 70,00 100,00 55,00 15,00 30,00 Hasil analisis menunjukkan 20 responden . %) pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak menyatakan bahwa usaha ini telah lama ditekuni sebagai warisan kedua orang tuanya dan orientasi yang dilakukan responden berdasarkan pada product oriented, yang artinya pelaku usaha pengrajin gula kelapa memiliki kebanggan tersendiri apabila responden bisa menghasilkan produk dan laku dijual . Selanjutnya dari sebagian pelaku usaha pengrajin gula kelapa belum berpikir sampai market oriented misal bagaimana produksi gula cetak lebih berkualitas sekaligus mengetahui segmentasi pasarnya sehingga perolehan keuntungan pelaku usaha pengrajin gula cetak meningkat. Orientasi bekerjasama ditunjukkan dengan kemampuan bekerjasama responden pengrajin yang dilihat dari aspek semangat bekerjasama seperti adanya pengrajin yang tetap mengolah produk gula kelapa cetak meski tidak memiliki pohon kelapa. Mereka bekerjasama dengan pihak pemilik pohon kelapa untuk menyadap nira dan mengolah menjadi produk gula kelapa cetak dengan sistem bagi hasil (Mar. Selain itu pengrajin pelaku usaha gula kelapa cetak juga menjalin mitra atau kerjasama dengan pihak pengepul atau pedagang eceran dalam memasarkan produk gula kelapa cetak. Orientasi berprestasi ditunjukkan dengan kemampuan untuk senantiasa melakukan kerja secara efisien. Hasil penelitian di Desa Sudimara menunjukkan orientasi prestasi para pengrajin pelaku usaha gula kelapa keseluruhan . %) memiliki kemampuan bekerja keras, dan dengan kesadaran diri serta kemauan untuk menerima tanggungjawab serta resiko usaha terutama pada saat memanjat pohon kelapa yang tinggi dan telah berumur tua untuk menyadap nira. Hasil wawancara menunjukkan semua responden . %) pelaku usaha pengrajin gula kelapa sudah Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 menekuni usaha puluhan tahunan usaha ini karena pengalaman dan mendapat warisan pengelolaan produk gula cetak secara turun temurun. Selain itu responden memilih menekuni usaha gula cetak ini karena memiliki keyakinan bahwa pendapatan usaha pengrajin gula cetak dapat digunakan memenuhi kebutuhan sehari hari mereka beserta keluarganya. Kegiatan mengolah gula kelapa cetak berbahan baku nira dilakukan oleh pengrajin setiap hari. Penyadapan nira diambil pagi hari sekitar jam 06. 00 WIB. Rata rata nira yang dimbil responden sebanyak 9,15 liter per hari yang akan menghasilkan rata-rata produksi gula kelapa cetak mencapai 8,5 kg per hari dengan harga rata rata sebesar Rp 13. per kg. Penggunaan teknologi masih bersifat konvensional/sederhana serta mudah dilakukan. Rangkaian kegiatan pengolahan gula kelapa cetak berbahan baku nira di Desa Sudimara mengikuti tahapan sebagai berikut: Pengambilan/penyadapan nira . Penyaringan nira . Pemasakan nira . Pencetakan nira . Pengemasan nira Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden 20 pengrajin . %) di wilayah Desa Sudimara memasarkan produk gula cetak dengan cara bermitra dengan pihak kelembagaan pemasaran. Berdasarkan wawancara responden ditemukan jumlah pengrajin yang menjual produk gula kelapa ke pedagang pengepul sebanyak 11 responden pengrajin ( 55 %) , responden yang menjual produk gula kelapa cetak ke pedagang pengecer sebanyak 3 responden . %) dan pelaku usaha pengrajin yang menjual produk gula kelapa cetak ke pihak UD Manis Hasil sebanyak 6 responden . %). Analisis Profitabilitas Usaha Pelaku Pengrajin Gula Kelapa Cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Analisis profitabilitas digunakan sebagai tolak ukur untuk menilai keberhasilan suatu perusahaan dalam menggunakan modal kerja secaa efektif dan efisien untuk menghasilkan tingkat laba tertentu yang Menurut pendapat Kasmir . profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam mencari Secara rinci besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan profitabilitas pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Rata-rata Biaya. Penerimaan. Keuntungan Dan Profitabilitas Per Hari Dan Per Bulan Pelaku Usaha Pengrajin Gula Kelapa Cetak Di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Kategori Rata-Rata Biaya Rata-Rata Rata-Rata Profitabilitas (Rupia. Penerimaan Keuntungan (%) (Rupia. (Rupia. Per Hari 133,33 030,53 129,27 Per Bulan 412,50 750,00 300,00 64,20 Sumber : Olahan Data Primer (Tahun 2. Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di wilayah Desa Sudimara Kecamatan Cilongok memiliki struktur rata rata biaya yang diperlukan sebesar Rp 57. 133,33 per hari , sedangkan biaya rata-rata per bulan adalah Rp 1. 412,50 dengan rata rata jumlah penerimaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak sebesar Rp 121. 030,53 per hari dan Rp 3. 750,00 per bulan. Perolehan keuntungan yang diterima pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak sebesar Rp 72. 129,27 per hari dan Rp 300 per bulan. Analisis nilai profitabilitas pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak menunjukkan hasil 64,20 persen, artinya setiap pemakaian input produksi sebesar Rp 1,00 maka akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 64,20. Dengan demikian dapat dikatakan pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas masih tergolong menguntungkan karena memiliki nilai profitabilitas > 0. SIMPULAN Simpulan Keragaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di wilayah Desa Sudimara Kecamatan Cilongok menggambarkan potret sebagai berikut : Tidak semua responden pengrajin di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok memiliki pohon kelapa sendiri untuk disadap niranya guna diolah menjadi produk gula kelapa Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Terdapat 16 responden . %) memiliki pohon kelapa sendiri dan sisanya sebanyak 4 responden . %) tidak memiliki pohon sendiri namun mereka menggarap pohon kelapa milik orang lain dengan sistem Maro (Bagi Hasi. Selanjutnya semua responden . %) tidak membutuhkan tenaga kerja dari luar Hasil analisis data primer menunjukkan 20 responden . %) pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak telah lama ditekuni sebagai warisan kedua orang tua dan orientasi responden berdasarkan product Orientasi bekerjasama ditunjukkan kemampuan bekerjasama dilihat dari aspek semangat bekerjasama antar pengrajin. Orientasi berprestasi ditunjukkan dengan kemampuan untuk senantiasa melakukan kerja secara efisien. Hasil wawancara menunjukkan semua responden . %) pelaku usaha pengrajin gula kelapa sudah menekuni usaha puluhan tahunan usaha ini karena pengalaman. Rata rata nira yang dimbil responden di Desa Sudimara sebanyak 9,15 liter per hari yang akan menghasilkan produksi dengan rata-rata produk gula kelapa cetak mencapai 8,5 kg per hari dan harga rata rata produk gula kelapa cetak sebesar Rp 13. per kg serta menggunakan teknologi yang masih bersifat konvensional atau sederhana yang mudah diterapkan ditingkat para pengrajin. Keseluruhan responden sebanyak 20 . %) pelaku usaha pengrajin dalam memasarkan produk gula cetak melalui cara bermitra dengan pihak kelembagaan pemasaran baik pedagang pengecer, pedagang pengepul maupun pedagang besar. Nilai profitabilitas pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak menunjukkan hasil 64,20 persen, artinya setiap pemakaian input produksi sebesar Rp 1,00 maka akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 64,20. Dengan demikian pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok masih tergolong menguntungkan karena memiliki nilai profitabilitas > 0. Saran Walaupun dari hasil analisis profitabilitas pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di wilayah Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas menguntungkan sebesar 64,20 % atau nilai profitabilitas > 0, namun masih perlu dilakukan upaya strategis guna meningkatkan produksi gula kelapa cetak berbahan baku nira baik kuantitas maupun kualitasnya. Dari aspek kualitas pelaku usaha pengarajin gula kelapa cetak harus bisa menjaga kualitas produk gula kelapa cetak dengan cara penggunaan bahan baku nira yang berkualitas, kegiatan proses produksi lebih higiens, dan penggunaan peralatan produksi juga harus higiens. DAFTAR PUSTAKA