Jurnal Abdimas Prakasa Dakara https://doi. org/10. 37640/japd. e-ISSN 2776-768X Peningkatan Pemahaman Ibadah Warga Emas Malaysia Melalui Kajian Fikih Lansia Lukmanul Hakim1*. Afief El-Ashfahany2. Fauzul Hanif Noor Athief3. Annisa Nur Faizah4. Fauziah Hassan5 1,2,3,4 Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta Faculty of Leadership and Management Universiti Sains Islam Malaysia *lh312@ums. Abstrak Populasi lansia, atau yang disebut warga emas di Malaysia, menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya. Seiring bertambahnya usia, berbagai keterbatasan fisik seperti mudah lelah dan sakit seringkali muncul, yang dapat memengaruhi kualitas pelaksanaan ibadah sehari-hari. Fikih rukhsah . hadir sebagai solusi syariat untuk memudahkan lansia dalam beribadah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibadah pada warga emas di Madrasah Ibnu MasAoud. Nilai. Malaysia, melalui kajian fikih lansia. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tatap muka berbentuk kajian keagamaan yang interaktif. Materi yang disampaikan meliputi kemudahan dalam bersuci . dan pelaksanaan salat . bagi yang memiliki uzur, bersumber dari beberapa kitab fikih otoritatif. Hasilnya, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan merasa sangat terbantu karena dapat mengetahui berbagai kemudahan yang dibolehkan syariat dalam menjalankan ibadah. Meskipun program ini diterima dengan baik, salah satu kekurangannya adalah tidak adanya pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman secara kuantitatif karena keterbatasan fasilitas saat Disimpulkan bahwa program ini efektif dalam memberikan edukasi, dan disarankan agar kegiatan selanjutnya menyertakan instrumen evaluasi untuk mengukur keberhasilan secara lebih objektif. Kata kunci: Fiqh untuk Lansia. Rukhsah. Lansia. Ibadah. Shalat Dikirim: 10 September 2025 Direvisi: 2 Oktober 2025 Diterima: 10 Oktober 2025 PENDAHULUAN Dalam hadis nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, orang yang tidak berilmu ibarat orang yang sedang sakit (Salsabilla dkk. , 2. Untuk mencari pengobatan orang sakit harus pergi kedokter untuk diresepkan obat. Begitu halnya dengan orang yang tidak berilmu, ia harus datang ke ulama untuk mendapatkan resep solusi untuk permasalahannya atas hal-hal yang tidak diketahui (Weztika Ranti, 2. Hal tersebut juga berlaku dalam ilmu fiqih yang berhubungan langsung dengan kualitas ibadah sehari-hari. Karena pada dasarnya, melakukan ibadah harus berlandaskan ilmu dan berdasarkan sunnah nabi Muhammad SAW (Sidiq, 2. Pola pertumbuhan penduduk lansia berusia 60 tahun ke atas di Malaysia semakin meningkat setiap tahunnya dan diperkirakan akan mencapai 15 persen dari seluruh penduduk Malaysia pada tahun 2030 (Huda Nazali dkk. , 2. Hal ini berdampak besar bagi negara dimana terjadi peningkatan populasi lansia sebesar 15% akan menjadikan Malaysia sebagai negara tua di masa depan. Menurut Jabatan Statistik Malaysia (JSM), jumlah penduduk yang dianggap sebagai warga negara emas . erumur 65 tahun dan lebi. telah meningkat menjadi 7,3% pada tahun 2022 Content from this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. 97 | Hakim. El-Ashfahany. Athief. Faizah & Hassan dari 7,0% pada tahun 2021 dari keseluruhan populasi Malaysia (Siti dkk. , 2. Warga emas sendiri adalah seorang individu yang berusia diatas 60 tahun keatas, dengan karakteristik yang berbeda-beda tergantung pada kategori dan kondisi fisik, mental, dan sosial mereka (Syakiran dkk. , 2. Hal ini berdasarkan ketentuan International Conference on the Elderly di Wina tahun 1982 dan dijadikan acuan batasan usia lanjut usia dalam kebijakan dan kebijakan kesejahteraan lansia di Malaysia (Syakiran dkk. , 2. Warga emas atau lansia kerap kali menjadi perhatian khusus bagi sejumlah aktivis kemanusiaan maupun pemerintah, karena diusianya yang senja mereka lebih rentan terhadap penyakit dan lebih lemah secara fisik (Indahsari. Salsabilla, & Raihana, 2. (Narullita, 2. Karena menurunnya fungsi organ tubuh, mereka gampang kelelahan dan sakit-sakitan dibanding dengan usia pertengahan . iddle ag. 45-59 tahun. (Huda Nazali dkk. , 2. WHO sendiri menyatakan warga emas adalah tahap akhir dari siklus kehidupan manusia dan tidak dapat dihindari bagi mereka yang hidup lama. WHO juga mengategorikan warga emas menjadi empat kategori, yakni usia pertengahan . iddle ag. 45-59 tahun, lanjut usia . 6074 tahun, lanjut usia tua . 75Ae90 tahun dan usia sangat tua . ery ol. di atas 90 tahun (Faridah dkk. , 2. Bagi seorang lansia yang tubuhnya tidak sebugar pada masa mudanya, mereka kerap kali lebih mudah capek, dan terserang flu karena kualitas imun menurun (Nikmah & Khomsatun, 2. Pegal linu dan nyeri pinggang sudah menjadi makanan sehari-hari para lansia (Tuty Putri dkk. , 2. Hal ini berpengaruh kepada kualitas ibadah mereka. Mereka tidak dapat lagi beribadah dengan totalitas seperti waktu muda(Ammar Harith Idris dkk. , 2. Padahal, ibadah berpengaruh kepada kualitas spiritual yang juga memiliki pengaruh kepada lansia agar tidak mudah depresi (Hady & Azani, 2. Dalam hal ini, fiqhlah yang membantu permasalahan tersebut(Harisudin, 2. Pada masa perang Dzat as-Salasil, 'Amr bin 'Ash bermimpi basah dan karena kedinginan, ia berinisiatif bertayamum sebagai ganti dari mandi besar (Hadi dkk. Tindakan ini membuat Nabi Muhammad Shallallahu Aoalaihi wa sallam tertawa karena keberanian dan kreativitas 'Amr bin 'Ash dalam menghadapi situasi yang tidak lazim. Namun, peristiwa ini juga menunjukkan bahwa mandi wajib harus dilakukan dengan hati-hati, terutama jika seseorang terluka parah. Mandi wajib yang tidak tepat dapat menyebabkan komplikasi yang dapat berujung kematian (Shaary dkk. , 2. Hal inilah yang mendasari diadakannya kajian fiqh lansia atau fiqh rukhsah yang bertujuan untuk memudahkan dan meningkatkan kualitas ibadah warga emas (Harisudin, 2. Kegiatan pengabdian Masyarakat yang diupayakan dirasa sejalan dengan beberapa pengabdian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Susanti dan Rusman . terhadap warga emas . di panti Werdha Hargodedali Surabaya. Hasil pelatihan tersebut menunjukkan meningkatnya pemahaman terhadap agama islam Semisal dengan kegiatan tersebut. Faridah dkk. , . melakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kualitas spiritual di Karang Werda kota Malang yang menunjukkan hasil yang memuaskan karena meningkatnya kemampuan baca tulis AlquAoan pada warga lansia. Begitupun juga dengan Nur Aprianti . dan Siti Sholichah . yang menunjukkan hasil positif dan kenaikan pemahaman yang signifikan. Peningkatan Pemahaman Ibadah Warga Emas A | 98 Berlandaskan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka penulis beserta beberapa rekan berinisiatif mengadakan program pengabdian masyarakat berupa edukasi peningkatan pemahaman fikih lansia terhadap warga emas Malaysia khususnya yang berada di daerah Nilai. Malaysia. Adapun rumusan masalah dari kegiatan ini adalah sebagai berikut: Bagaimana fiqh rukhsah untuk warga emas? Bagaimana tata cara bersuci dengan keringanan . ? Bagaimana tata cara sholat dengan keringanan . ? METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara dilakukan secara tatap muka, bertempat di Madrasah Ibnu MasAoud yang terletak di Nilai. Negeri Sembilan. Malaysia. Kegiatan ini dilakukan dengan cara bekerja sama dengan beberapa mitra, yakni dengan pengurus Madrasah Ibnu MasAoud, serta dengan beberapa perwakilan baik dosen maupun mahasiswa dari University Islam Sains Malaysia (USIM). Adapun peserta, adalah peserta didik Madrasah Ibnu MasAoud yang seluruhnya adalah warga emas dan berkediaman di madrasah tersebut. Untuk menemukan solusi permasalahan yang ada pada mitra, kami melaksanakan program kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan metode tatap muka dan penyuluhan berupa kajian fiqh rukhsah untuk lansia yang dirasa memudahkan warga emas dalam melaksanakan ibadah yaumiyah-nya. Kegiatan ini diawali dengan sarapan yang dilanjut kerja bakti membersihkan komplek Madrasah Ibnu MasAoud. Penyuluhan berupa kajian dilaksanakan setelah sholat dhuhur di masjid komplek Madrasah Ibnu MasAoud yang dihadiri oleh warga emas penghuni Madrasah. Setelah itu dilanjut dengan memasak bersama antara mahasiswa dan warga emas, dan ditutup dengan pemberian cinderamata oleh perwakilan Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami memiliki beberapa tahapan yang dilalui agar kegiatan tercapai. Adapun rincian tahapan tersebut berupa: Tahapan Persiapan Tahapan awal yang dilakukan adalah perencanaan dan penyusunan program Program ini dilaksanakan dengan cara Forum Grup Discussion (FGD) secara daring melalui platform zoom. Tahapan ini mencakup pembagian tugas, rencana penjadwalan dan sasaran peserta. Pada tahap pembagian tugas, mahasiswa pun dibagi menjadi beberapa kelompok. Kemudian dilanjutkan dengan survey lokasi, menjalin kerjasama dan wawancara kepada mitra terkait. Tahapan persiapan ini membutuhkan beberapa kali pertemuan agar menghasilkan rencana yang matang. Tahapan Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan secara tatap muka. Kegiatan dimulai pada pagi hari, yang dibuka dengan sarapan bersama lalu dilanjut dengan kerja bakti untuk membersihkan komplek Madrasah Ibnu MasAoud. Dalam program kerja bakti ini, mahasiswa dan dosen dibagi menjadi beberapa kelompok agar kerja lebih efektif, dan terarah. Setelah kerja bakti para peserta makan siang terlebih dahulu dan dilanjutkan sholat dhuhur. Setelah sholat dhuhur, panitia memandu peserta untuk mengkondisikan acara inti, yakni penyuluhan yang berbentuk kajian fiqh rukhsah 99 | Hakim. El-Ashfahany. Athief. Faizah & Hassan untuk warga emas. Setelah kajian usai, peserta didampingi mahasiswa memasak bersama, lalu ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dan foto bersama HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui serangkaian agenda yang terstruktur untuk membangun interaksi dan menyampaikan materi secara Rangkaian kegiatan dimulai pada pagi hari, diawali dengan keberangkatan tim pengabdian yang terdiri dari mahasiswa dan dosen menuju Madrasah Ibnu MasAoud, lokasi mitra. Setibanya di lokasi, agenda pertama adalah sarapan bersama yang telah Momen ini dimanfaatkan sebagai sarana perkenalan awal antara tim pelaksana dengan para peserta pengabdian, yang seluruhnya merupakan warga emas penghuni madrasah. Setelah sarapan, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan madrasah. Tim dibagi menjadi beberapa kelompok dengan pembagian tugas yang terarah: kelompok laki-laki membersihkan area kolam, sementara kelompok perempuan membersihkan masjid, menyapu halaman, dan merapikan taman. Kegiatan gotong royong ini berhasil menciptakan lingkungan madrasah yang lebih bersih dan terawat. Puncak dari program ini adalah sesi penyuluhan utama yang dilaksanakan setelah salat Zuhur berjamaah. Sesi ini dikemas dalam bentuk kajian keagamaan yang disampaikan oleh salah satu dosen dari tim pengabdian. Lukmanul Hakim. Lc. Materi kajian disajikan secara interaktif, diselingi dengan humor untuk menjaga suasana agar tetap cair dan menarik bagi para peserta. Gambar 1: Penyampaian Materi Fikih Lansia Untuk lebih mempererat keakraban, diadakan pula kegiatan pendukung berupa sesi memasak bersama setelah kajian usai. Dalam sesi ini, para warga emas mengajarkan cara membuat makanan khas lokal bernama AuPompiaAy. Seluruh proses, mulai dari persiapan bahan hingga memasak, dilakukan secara kolaboratif antara mahasiswa dan warga emas. Kegiatan ini, dilanjutkan dengan makan bersama, berhasil menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban. Peningkatan Pemahaman Ibadah Warga Emas A | 100 Gambar 2: Keakraban dalam memasak Rangkaian program ditutup dengan acara seremonial pada sore hari. Acara ini diisi dengan sambutan dari perwakilan lembaga dan mitra, serta penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan warga emas. Selanjutnya, dilakukan penyerahan cinderamata sebagai tanda kenang-kenangan dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebelum tim pelaksana meninggalkan lokasi. Gambar 3: Penyerahan cinderamata Berdasarkan pengamatan selama kegiatan, para peserta menunjukkan respons yang sangat positif. Perwakilan warga emas menyatakan rasa senang dan merasa sangat terbantu dengan adanya kajian yang memberikan mereka ilmu baru. Kehadiran mahasiswa dari mancanegara juga dinilai memberikan hiburan dan semangat baru bagi para penghuni madrasah. Interaksi yang hangat selama kegiatan, khususnya saat makan dan memasak bersama, berhasil membangun hubungan emosional yang erat antara tim pengabdian dan para peserta. 101 | Hakim. El-Ashfahany. Athief. Faizah & Hassan Gambar 4: Foto bersama seluruh santri lansia SIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan agar warga emas yang bertempat tinggal di Madrasah Ibnu MasAoud yang berada di Nilai. Negeri Sembilan. Malaysia dapat dengan nyaman melakukan ibadah yaumiyah. Kegiatan ini berupa pemberian penyuluhan dan materi menggunakan metode pendekatan kajian keagamaan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan agar para warga emas dapat mengetahui apa saja keringanan bagi mereka saat melakukan ibadah mahdhah. Kajian ini merupakan kajian fiqh rukhsah yang berisi edukasi terhadap warga emas, karena dirasa perlu. Kami mendapatkan cerita dari mitra terkait bahwa warga emas dirasa kurang terhadap pemberian materi fiqh, karena pembelajaran disana adalah berupa kajian Al-QurAoan dan Aqidah. Pada saat kegiatan berlangsung, para peserta tampak senang dan merasa terbantu dengan adanya program tersebut, karena mereka dapat mengetahui kemudahan apa saja yang dibolehkan oleh syariat dalam melaksanakan ibadah yaumiyah. Namun sesuai dengan kata pepatah Autiada gading yang tak retakAy, program kami pun banyak memiliki kekurangan. Yang disayangkan dari eksekusi pelaksanaan program adalah tidak adanya pre-test dan post-test dikarenakan menimbang peserta dari kalangan warga emas yang agak kesusahan ketika berhubungan dengan gadget yang berisi pertanyaan dan tulisan-tulisan yang relatif Sehingga yang kami harapkan untuk program yang akan datang adalah diadakannya program pre-test dan pos-test untuk mengukur tingkat keberhasilan proram penyuluhan yang diadakan. Saran Dalam pelaksanaan kegiatan selanjutnya, diharapkan dapat dilaksanakan dalam waktu yang lebih panjang dengan mengikutsertakan tema-tema kajian dari aspek yang variatif. Selain itu, perlu menyiapkan alat asesmen yang dapat digunakan oleh peserta lansia agar tetap dapat melaksanakan asesmen sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih untuk Universitas Muhammadiyah Surakarta, melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) Peningkatan Pemahaman Ibadah Warga Emas A | 102 yang telah mensuport kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional yang telah dilaksanakan dengan bermitrakan Universiti Sains Islam Malaysia di Madrasah Ibnu MasAoud. DAFTAR PUSTAKA