E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 Intervensi Metode Pretend Play Untuk Meningkatkan Pengetahuan Seksualitas Pada Anak Mild Intellectual Disability Pretend Play Method Intervention To Increase Sexuality Knowledge In Mild Intellectual Disability Children Alucyana1. Dian Tri Utami2. Nadia Izzaty Abror3. Munawwaroh4 1,2,3,4 Universitas Islam Riau. Jl. Kaharuddin Nst No. Simpang Tiga. Kec. Bukit Raya. Kota Pekanbaru. Riau 28284. Indonesia e-mail: alucyana@fis. ABSTRACT The purpose of this quantitative study is to empirically test the effect of the pretend play method on sexuality knowledge in children with mild intellectual disabilities by controlling the age variable. The study is a quantitative study with an experimental approach, and the experimental design of this study is pretest and posttest control groups. In this study, researchers used all intellectual disability students with characteristics of mild intellectual disability (MI), who were between the ages of 11 and 14. The sample that was studied included 60 children, 30 in the experimental group, and 30 in the nonexperimental group. The purpose of this quantitative study is to empirically test the effect of the pretend play method on sexuality knowledge in children with mild intellectual disabilities by controlling the age variable. The study is a quantitative study with an experimental approach, and the experimental design of this study is pretest and posttest control groups. In this study, researchers used all intellectual disability students with characteristics of mild intellectual disability (MI), who were between the ages of 11 and 14. The sample that was studied included 60 children, 30 in the experimental group, and 30 in the non-experimental group. Keywords: Pretend Play. Experiments. Mild Intellectual Disability. Age ABSTRAK Tujuan dari penelitian kuantitatif ini adalah untuk menguji secara empiris pengaruh metode bermain pura-pura terhadap pengetahuan seksualitas pada anak dengan disabilitas intelektual ringan dengan mengendalikan variabel usia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen, dan desain eksperimen penelitian ini adalah kelompok kontrol pretest dan posttest. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan semua siswa disabilitas intelektual dengan karakteristik disabilitas intelektual (MI) ringan, yang berusia antara 11 dan 14 tahun. Sampel yang diteliti meliputi 60 anak, 30 dalam kelompok eksperimen, dan 30 dalam kelompok non-eksperimental. Tujuan dari penelitian kuantitatif ini adalah untuk menguji secara empiris pengaruh metode bermain pura-pura terhadap pengetahuan seksualitas pada anak dengan disabilitas intelektual ringan dengan mengendalikan variabel usia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen, dan desain eksperimen penelitian ini adalah kelompok kontrol pretest dan posttest. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan semua siswa penyandang disabilitas intelektual dengan karakteristik disabilitas intelektual (MI) ringan, yang berusia antara 11 dan 14 tahun. Sampel yang diteliti mencakup 60 anak, 30 dalam kelompok eksperimen, dan 30 dalam kelompok noneksperimental. Kata Kunci: Pretend Play. Eskperimen. Mild Intellectual Disability. Usia FIRST RECEIVED: 2025-02-20 REVISED: 2025-04-27 ACCEPTED: 2025-04-27 https://doi. org/10. 25299/ajaip. PUBLISHED: 2025-06-26 Corresponding Author: Alucyana AJAIP is licensed under Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International Published by UIR Press Alucyana. Dian Tri Utami. Nadia Izzaty Abror. Munawwaroh: Intervensi Metode Pretend Play Untuk Meningkatkan Pengetahuan Seksualitas Pada Anak Mild Intellectual Disability E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 PENDAHULUAN Salah satu penyebab rentannya anak berkebutuhan khusus terutama anak intellectual disability menjadi korban kekerasan seksual adalah kurangnya pengetahuan mereka tentang seksualitas (Wissink et al. , 2. Farakhiyah et al . , melalui risetnya di SLB C Sumbersari di daerah Bandung, menemukan rendahnya pengetahuan seksualitas pada remaja disabilitas mental yang kemudian menampilkan perilaku-perilaku seksual yang tidak Farisa et al. , . dalam penelitiannya menemukan bahwa remaja dengan intellectual disability melakukan onani secara berlebihan dan di sembarang tempat. Hal ini tentunya karena kurangnya pengetahuan seksualitas mereka. Kirby . menyebutkan turjuran diberikannya pengetahuan seksualitas agar terjadi perrurbahan pada pengetahuan, sikap, kerterampilan dan tingkah lakur. Aziz . dalam penelitiannya menyebutkan mermberikan pengetahuan atau perndidikan serks pada anak berrkerburturhan khursurs merupakan urpaya agar mereka merngernal, mermahami, dan merngerlola perkembangan dan perrurbahan biologis mereka serndiri, mernghargai perilaku serks orang lain, dan mernghindar agar tidak terrjerbak dalam perilaku serks mernyimpang baik sebagai perlakur atau korban. Kirby . menyebutkan topiktopik yang terkait dengan pengetahuan seksualitas adalah tentang perkembangan fisik, pergaulan, aktivitas seksual, kehamilan, pernikahan, kemungkinan kehamilan, mengontrol kelahiran, dan penyakit menular seksual, artinya memberikan pengetahuan seksualitas pada anak intellectual disability meliputi topik topik Berberrapa faktor dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang terrmasuk pengetahuan Andika & Husna, . menyatakan bahwa faktor usia ikurt mempengaruhi pengetahuan seseorang. Kholiq & Niko . dalam penelitian tentang sturdi pengetahuan remaja tentang serks, menemukan faktor yang mempengaruhi pengetahuan serks remaja terdiri dari dua faktor yaitu faktor interrnal dan erksterrnal. Pada faktor interrnal yaitu usia, perkerrjaan, paritas dan minat mempengaruhi perngertahuran serks remaja. Maka dari sini dapat disimpurlkan bahwa usia adalah variaberl yang berpengaruh pada pengetahuan seksualitas. Oleh karenanya usia dijadikan kovariabel dalam penelitian ini. Pengetahuan dapat diperoleh melalui Pada pembelajaran dibutuhkan metode yang tepat agar hasil belajar berkualitas, termasuk dalam memberikan pembelajaran pengetahuan seksualitas. Pada anak intellectual disability yang memiliki keterbatasan, memerlukan beberapa pertimbangan dalam memberikan metode pembelajaran. Menurut McDaniels & Fleming . sebagian besar sifat didaktik dari pendidikan seksual yang khas terbukti tidak efektif untuk individu dengan intellectual disability, karena sifat pendidikan seksual yang ada seringkali abstrak, maka permainan peran dapat efektif dalam membantu siswa intellectual disability mengembangkan keterampilan dan lebih memahami konsep terkait seksualitas. Pemberian pengetahuan seksualitas selama ini cenderung hanya diberikan dengan metode ceramah. Hal ini disampaikan saat peneliti melakukan wawancara awal di beberapa sekolah luar biasa (SLB) di Propinsi Riau dan hasilnya kurang maksimal. Alucyana. Dian Tri Utami. Nadia Izzaty Abror. Munawwaroh: Intervensi Metode Pretend Play Untuk Meningkatkan Pengetahuan Seksualitas Pada Anak Mild Intellectual Disability E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 Berbagai metode pernah dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan seksualitas pada anak berkebutuhan khusus, salah satuya adalah dengan metode pretend play. Pretend play merupakan bentuk pemainan yng mengandung unsur bepura-pura, namun tidak sama dengan bermain peran dimana penekanannya lebih kepada peran yang dimainkan. Pada pretend play ada sebuah peraturan dan penekanan pada peralatan yang digunakan. Jika pada bermain peran lebih menekankan pada peran yang dimainkan sedangkan pzda pretend play lebiah pada peralatan yang dipakai juga dengan unsure pura-pura dalam permainan(Suminar, 2. Riset tentang metode pretend play telah banyak dilakukan. Kzldere . meneliti keterkaitan pretend play dengan perkembangan bahasa. Metode pretend play ini tidak saja digunakan pada anak anak normal, namun juga digunakan pada anak anak berkebutuhan Rayhani et al. , . menemukan dalam penelitiannya bahwa ada korelasi yng siegnifikan antara pretend play dan securre attachment pada anak Autism Spectrum Disorder (ASD). Metode pretend play telah banyak digunakan dalam melakukan intervensi untuk mengubah perilaku baik pada anak normal maupun pada anak berkebutuhan khusus, namun belum ditemukan penelitian yang menggunakan metode pretend play untuk peningkatn pengetauan seksualitas pada anak intellectual disability. Studi ini ingin menguji secara empirik pengaruh metode pretend play terhadap pengetahuan seksualitas pada anak mild intellectual disability dengan mengontrol variabel usia. Hipotesis penelitian ini adalah dengan mengontrol variabel usia, terdapat pengaruh positif metode pretend play terhadap pengetahuan seksualitas pada anak mild intellectual Kelompok yang diberi perlakuan metode pretend play, pengetahuan seksualitasnya lebih tinggi dari pada kelompok kontrol yang tidak diberi metode pretend play. tambahan adalah Ada korelasi positif antara usia dengan pengetahuan seksualitas pada anak mild intellectual disability METODE PENELITIAN Penelitiaan ini adalah penelitian kuantitatif denngan pendekatan eksperimental. Desain untuk memperoleh hasil eskperimen yang akurat dalam penelitian dilakukan pengontrolan terhadap variable. Adapun variabel kontrol dalam penelitian ini adalah : usia. Desaineksperimen dalam penelitian ini yaitu : pretest and post test control group design. Populasi yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Intellectual Disability yang ada di SLB Negeri Pembina Pekanbaru yang berjumlah 145 orang . aki laki: 97 orang, perempuan 48 oran. dengan ciri ciri Mild Intellectual Disability (Tunagrahita Ringa. , usia 11-14 tahun. Sample penelitian yang akan diteliti dalam Penelitian ini adalah anak intellectual disability ringan yang berjumlah 60 orang. 30 Orang kelompok eksperimen dan 30 orang kelompok kontrol. Untuk uji Instrument penelitian berjumlah 60 orrang. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Jenis random sampling yang digunakan adalah Stratified Random Sampling. Pengumpulan data mengunakan : Modul dan Tes. Modulnya adalah modul pretend Penyusunan modul ini mengacu pada The Affect in Play Scale (Russ, 2. dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan akan pengukuran yang menilai proses kognitif dan afektif dalam pretend play. Selanjutnya peneliti memodifikasi modul ini sesuai dengan kebutuhan penelitian yakni diperuntukkan untuk anak mild intellectual disability. etode tes Alucyana. Dian Tri Utami. Nadia Izzaty Abror. Munawwaroh: Intervensi Metode Pretend Play Untuk Meningkatkan Pengetahuan Seksualitas Pada Anak Mild Intellectual Disability E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 yang digunakan pada penelitian ini yaitu : . Tes pengetahuan seksualitas. Tes pengetahuan seksualitas pada penelitian ini menggunakan Mathech Questionnaires : Sexuality Questionnaires for Adolescent (Kirby, 1. yang meliputi : Perkembangan fisik, pergaulan, aktivitas seksual ,kehamilan , pernikahan, kemungkinan kehamilan, mengontrol kelahiran, dan penyakit menular seksual. Selanjutnya peneliti menyusun Tes Pengetahuan seksualitas dengan mengacu pada Mathech Questionnaires : Sexuality Questionnaires for Adolescent (Kirby, 1. dengan mengambil aspek perkembangan fisik, pergaulan dan aktivitas seksual dengan menyusun aitem yang disesuaikan dengan anak intellectual disability. Tes terdiri dari 12 aitem dengan jawaban pilihan Au aAy skor 1 dan pilihan AubAy skor 0. Skor yang lebih tinggi menunjukkan pengetahuan seksualitas yang baik. Tahapan penelitian terdiri dari preeksperiment, eksperiment dan post eksperiment. Pelaksanaan eksperiment dilaksanakan sebanyak 8 kali. Analisis data yang digunakan dalam Penelitian ini adalah anacova satu jalur dengan satu kovariabel untuk membandingkan perbedaan pengetahuan seksualitas antara kelompok yang diberi metode pretend play dan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan metode pretend play dengan mengontrol variabel usia. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data dan temuan yang dikumpulkan selama proses penelitian, perolehan hasil dapat dijelaskan secara lebih mendalam sebagaimana diuraikan berikut ini: Uji Normalitas Uji normalitas data variable pengetahuan seksualitas diperoleh nilai KolmogorovSmirnov dengan nilai sig = 0,200 . > 0,. Dengan demikian dapat diartikan bahwa data yang dianalisis memenuhi asumsi normalitas. Uji Linearitas Tabel 1. Hasil Uji Linearitas Konsep Sig Pengetahuan dan usia ,958 Keterangan Linear Dari hasil pengujian diatas diperoleh nilai signifikansi deviation from linearity antar variabel independen dengan variabel dependen sebesar 0,958. Artinya adalah bahwa antara variabel independen dengan variabel dependen memenuhi asumsi linearitas. Pengujian Hipotesis Penelitian Berdasarkan hasil analisis kovarian satu jalur dengan 1 kovariabel menunjukkan hasil bahwa metode pretend play terhadap pengetahuan seksualitas diperoleh nilai F=540,1 dengan p=0,00 . <0,. Dengan demikian hipotesis utama dalam penelitian ini diterima. Metode pretend play memiliki hubungan yang positif terhadap peningkatan pengetahuan seksualitas pada anak mild intellectual disability. Hasil penelitian ini didukung oleh teori teori sebelumnya yang menyebutkan Erim Kzldere (. meneliti keterkaitan pretend play dengan perkembangan bahasa. Bermain pura pura atau pretend play dalam penelitian ini dibuat dengan tugas telepon, tugas pantomim imajiner, dari sesi bermain bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersamaan skor tugas pantomim, tugas telepon dan Alucyana. Dian Tri Utami. Nadia Izzaty Abror. Munawwaroh: Intervensi Metode Pretend Play Untuk Meningkatkan Pengetahuan Seksualitas Pada Anak Mild Intellectual Disability E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 imajiner dikaitkan dengan kompleksitas linguistik. Bergen . dalam penelitiannya menyebutkan bahwa ada kaitan antara bermain pura pura atau pretend play dalam perkembangan kognitif, sosial, dan akademik anak-anak. Ia juga menemukan keterkaitan bermain pura pura dengan perkembangan bahasa. Alucyana . menemukan metode pretend play efektif untuk mengajarkan penddikan sek pada anak usia dini. Terjadi peningkatan pmahaman anak usia dini tentang seks melalui metode Pretend Play. Hasil penelitian terdapat korelasi positif antara usia dengan pengetahuan seksualitas pada anak mild intellectual disability. Hasil penelitian memperoleh nilai F=7,41dengan p = 0,009 . < 0,05. ) Artinya ada korelasi positif antara usia dengan pengetahuan seksualitas pada anak mild intellectual disability Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian penelitian Pengetahuan itu dapat diperoleh dari berbagai sumber termasuk pengetahuan Gazalba . menyebutkan bahwa semua pengetahuan yang didapat manusia melalui salah satu dari empat . jalan, yaitu . pengetahuan yang dibawa lahir . pengetahuan yang diperoleh melalui akal budi, . pengetahuan yang berasal dari penginderaan yaitu. penglihatan, pendengaran, ciuman atau rabaan dan . pengetahuan yang diperoleh melalui ilham atau intuisi. pengetahuan seseorang akan dipengaruhi oleh faktor pengalaman . , keberfungsian panca indra . , dan kemampuan bahasa. Pada Penelitian ini usia berkorelasi positif dengan pengetahuan seksualitas pada anak mild intellectual disability, artinya semakin tinggi usia anak mild intellectual disability maka akan semakin baik pengetahuan seksualitas. Hal ini senada yang disampaikan Notoatmojo . Usia memengaruhi pemahaman dan perspektif seseorang. Seiring bertambahnya usia, pola pikir dan pemahaman seseorang pun berkembang, yang mengarah pada peningkatan pengetahuan yang diperolehnya. SIMPULAN Metode pretend play memiliki pengaruh yang positive dalam meningkatkan pengetahuan seksualitas pada anak mild intellectual disability. erdapat korelasi positif antara usia dengan pengetahuan seksualitas pada anak mild intellectual disability. seseorang akan dipengaruhi oleh faktor pengalaman . , keberfungsian panca indra . , dan kemampuan bahasa. Pada Penelitian ini usia berkorelasi positif dengan pengetahuan seksualitas pada anak mild intellectual disability. Dengan demikian vaiabel usia, layak diposisikan sebagai kovariabel. DAFTAR PUSTAKA