Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:283-293 Pemberdayaan Kampung Asri dalam Memanfaatkan Potensi Lokal di Desa Kwangsan Sedati Sidoarjo Muhammad Fadeli1*. Junjung Dias2. Rindu Ainni3 Universitas Bhayangkara Surabaya email: cakdeli@ubhara. id1 , junjungdias@gmail. com2, rinduainni@gmail. ABSTRAK Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa secara langsung dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan KKN Tematik ini dilaksanakan di Desa Kwangsan RT 07 RW 04. Kecamatan Sedati. Kabupaten Sidoarjo, dengan fokus pada pemberdayaan potensi lingkungan dan peningkatan kapasitas sumber daya masyarakat. Berdasarkan hasil survei awal. Desa Kwangsan memiliki potensi pengembangan tanaman markisa yang belum dimanfaatkan secara optimal, baik dari sisi budidaya maupun pengolahan hasil panen. Program utama yang dilaksanakan meliputi pembuatan dan pemasangan kerangka tanaman markisa sebagai sarana rambatan untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman, serta sosialisasi pemanfaatan buah markisa menjadi produk olahan bernilai ekonomi, seperti sirup markisa. Selain program fisik, kegiatan nonfisik juga dilaksanakan melalui edukasi ecoprint berbasis lingkungan kepada siswa MI Darun Najah, sosialisasi pemanfaatan media sosial dan pencegahan kenakalan remaja kepada Karang Taruna, serta kegiatan senam pagi dan gotong royong bersama masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, melibatkan mahasiswa, perangkat desa, masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemuda setempat. Hasil pelaksanaan KKN menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan serta pemanfaatan potensi lokal. Pembuatan kerangka markisa memberikan manfaat nyata dalam mendukung budidaya tanaman markisa secara lebih teratur dan produktif. Sosialisasi pengolahan markisa dan pemasaran melalui media sosial meningkatkan wawasan masyarakat mengenai peluang pengembangan UMKM berbasis potensi desa. Kegiatan edukatif dan sosial juga berkontribusi dalam menanamkan nilai kreativitas, kepedulian lingkungan, serta literasi digital pada anak-anak dan remaja. Secara keseluruhan, kegiatan KKN Tematik ini mampu memberikan dampak positif dalam pemberdayaan masyarakat dan berpotensi mendukung pembangunan desa yang Kata kunci: KKN Tematik, pemberdayaan masyarakat, potensi lokal PENDAHULUAN Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Melalui KKN, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung untuk menjawab permasalahan nyata di masyarakat. Program KKN tematik menekankan pendekatan berbasis potensi lokal agar kegiatan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah sasaran. Pendekatan ini dinilai efektif Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:283-293 dalam mendorong partisipasi masyarakat serta keberlanjutan program pembangunan desa. Hal ini sejalan dengan pandangan Alhadar et al. yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pembangunan berbasis kearifan lokal. Desa Kwangsan. Kecamatan Sedati. Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi lokal yang cukup besar untuk dikembangkan, khususnya pada aspek lingkungan dan ekonomi kreatif. Potensi tersebut meliputi pemanfaatan tanaman markisa sebagai sumber daya lokal yang dapat mendukung terciptanya kampung asri dan produktif. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan sarana pendukung dan kurangnya pengetahuan Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi berbasis pemberdayaan agar potensi lokal mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Sebagaimana dikemukakan oleh AsAoari et al. , pemberdayaan desa harus berangkat dari pemanfaatan potensi yang sudah ada di Pelaksanaan KKN tematik di Desa Kwangsan diarahkan pada penguatan fasilitas lingkungan melalui pembuatan kerangka tanaman markisa. Kerangka ini berfungsi sebagai media penopang agar tanaman dapat tumbuh optimal dan meningkatkan hasil panen. Selain berdampak pada estetika lingkungan, kegiatan ini juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas tanaman. Upaya tersebut mendukung terwujudnya lingkungan desa yang hijau, bersih, dan nyaman. Program serupa terbukti mampu menciptakan kampung yang asri dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat (Ratnawati et al. , 2. Selain aspek lingkungan. KKN tematik juga berfokus pada peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat melalui sosialisasi pemanfaatan buah markisa. Masyarakat diperkenalkan pada berbagai olahan bernilai tambah seperti sirup, jus, dan selai markisa. Kegiatan ini membuka peluang usaha rumah tangga yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga. Pendekatan ini menekankan pentingnya inovasi produk lokal sebagai strategi pemberdayaan Wahyuddin et al. menyatakan bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu mendorong pertumbuhan UMKM desa. Kegiatan KKN juga mengintegrasikan edukasi lingkungan melalui gerakan peduli kebersihan dan pengelolaan sampah. Sosialisasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Generasi muda menjadi sasaran utama agar nilai kepedulian lingkungan tertanam sejak dini. Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan prasyarat utama bagi pembangunan desa berkelanjutan. Hal ini sejalan Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:283-293 dengan temuan Susanto et al. yang menegaskan bahwa penguatan lingkungan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebagai bentuk penguatan kreativitas masyarakat, tim KKN melaksanakan kegiatan ecoprint dari daun markisa bersama anak-anak desa. Kegiatan ini bersifat edukatif sekaligus rekreatif sehingga menarik minat anak-anak untuk belajar hal baru. Selain meningkatkan kreativitas, ecoprint juga memperkenalkan konsep pemanfaatan bahan alami secara ramah Interaksi ini mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat. Menurut Ristanti et al. , kegiatan kreatif berbasis lingkungan mampu memperkuat kemandirian dan daya inovasi masyarakat desa. Pelaksanaan kegiatan KKN memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui proses pemberdayaan yang berbasis potensi lokal dan pendampingan langsung. Program pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran warga dalam mengelola sumber daya di lingkungan sekitar menjadi produk bernilai Melalui kegiatan pelatihan, penyuluhan, dan praktik langsung, masyarakat terdorong untuk lebih mandiri, produktif, serta memiliki motivasi berwirausaha. Pemberdayaan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat dan optimalisasi potensi lokal yang sebelumnya kurang dimanfaatkan, sehingga KKN berperan sebagai sarana transfer ilmu dan penguatan kapasitas masyarakat ((Dhuahido et al. , 2. Secara keseluruhan. KKN tematik di Desa Kwangsan berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan, ekonomi, dan sumber daya manusia. Program pemberdayaan berbasis potensi lokal mendorong terciptanya kampung yang asri, produktif, dan berkelanjutan. Keberhasilan kegiatan ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan kesinambungan program. KKN tidak hanya memberikan manfaat bagi desa, tetapi juga bagi pengembangan akademik dan karakter mahasiswa. Dengan demikian. KKN tematik menjadi instrumen strategis dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal (Nurafifah. ANALISIS SITUASIONAL Berdasarkan hasil survei pendahuluan. Desa Kwangsan RT 7/RW 4 Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi lokal yang cukup besar untuk dikembangkan melalui program KKN tematik. Potensi utama yang ditemukan adalah keberadaan tanaman markisa Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:283-293 yang belum dimanfaatkan secara optimal, baik dari sisi budidaya maupun pengolahan hasil. Permasalahan yang muncul meliputi keterbatasan sarana pendukung pertumbuhan tanaman serta rendahnya nilai tambah ekonomi dari hasil panen. Kondisi ini menunjukkan adanya peluang intervensi melalui program fisik berupa pembuatan kerangka rambat dan penanaman bibit Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan desa. Selain potensi fisik, hasil survei juga menunjukkan perlunya penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam pemasaran produk lokal dan edukasi lingkungan. Program nonfisik difokuskan pada sosialisasi pengolahan buah markisa menjadi produk bernilai ekonomi serta pelatihan pemasaran melalui media sosial untuk memperluas jangkauan pasar. Kegiatan edukatif seperti ecoprint berbahan daun markisa dan pendampingan belajar di sekolah dilaksanakan untuk menumbuhkan kreativitas, kepedulian lingkungan, dan kesadaran pemanfaatan potensi lokal sejak dini. Secara keseluruhan, kondisi situasional Desa Kwangsan mendukung pelaksanaan KKN tematik dengan tema peningkatan kualitas lingkungan dan sumber daya masyarakat dengan berbasis potensi lokal yang cukup signifikan dengan keadaan lingkungan yang indah dan dikelilingi oleh banyak pepohonan serta tanaman hijau. Meskipun demikian, keberadaan tumbuhan tersebut belum terorganisasi dengan baik sehingga belum memberikan nilai estetika dan keuntungan ekonomi yang maksimal. Selain itu, ada potensi hasil alam seperti tanaman markisa dan kelor yang tumbuh subur di area desa, tetapi penggunaannya masih terbatas dan belum diproses menjadi produk bernilai lebih. Desa juga memiliki berbagai macam buah dan sayur yang dapat dikembangkan sebagai sumber pangan untuk keluarga dan usaha kecil masyarakat. Dengan pengelolaan dan penataan yang lebih baik, potensi-potensi lokal ini dapat membantu perkembangan ekonomi, ketahanan pangan, dan memperkuat citra desa sebagai kampung yang asri, indah, dan produktif. Analisis ini menjadi dasar perencanaan program yang terintegrasi, partisipatif, dan berkelanjutan. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan kegiatan KKN tematik dilaksanakan melalui beberapa tahapan terstruktur, dimulai dari tahap persiapan, pelaksanaan program, hingga evaluasi dan pelaporan. Tahap persiapan meliputi pembentukan kelompok, validasi peserta dan administrasi, survei lokasi, serta pembagian tugas panitia sesuai struktur organisasi KKN. Kegiatan inti dilaksanakan pada 22 November hingga 14 Desember 2025 di Desa Kwangsan. Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:283-293 Kecamatan Sedati. Kabupaten Sidoarjo, dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Program fisik difokuskan pada pemasangan kerangka rambat dan penanaman bibit markisa sebagai upaya peningkatan kualitas Sementara itu, program nonfisik diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi pengolahan produk markisa, pemasaran digital, edukasi ecoprint, serta pendampingan belajar di sekolah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah disusun, diawali dengan pembukaan resmi KKN dan diakhiri dengan penutupan serta serah terima hasil kegiatan kepada perangkat desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif, kolaboratif, dan praktik langsung agar masyarakat dapat memahami serta menerapkan materi yang diberikan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan praktik bersama. Evaluasi dilakukan secara berkala setelah setiap kegiatan untuk mengukur ketercapaian program dan kendala yang dihadapi. Seluruh rangkaian kegiatan didukung oleh perencanaan anggaran yang terstruktur untuk menjamin efektivitas dan keberlanjutan program KKN tematik. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 008 di Desa Kwangsan RT 07/RW 04 Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo menunjukkan hasil yang signifikan dalam upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Program KKN dirancang melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan mahasiswa, perangkat desa. Karang Taruna, lembaga pendidikan, serta masyarakat secara langsung. Pendekatan ini memungkinkan terjadinya kolaborasi yang efektif antara mahasiswa dan warga dalam mengidentifikasi permasalahan serta merumuskan solusi yang sesuai dengan kebutuhan desa. Fokus utama kegiatan diarahkan pada peningkatan kualitas lingkungan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan tanaman markisa sebagai potensi unggulan lokal. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menciptakan perubahan positif yang nyata dan berkelanjutan (Ratnawati et al. , 2022. Ristanti et al. , 2. Program fisik berupa pembuatan kerangka rambat tanaman markisa menjadi kegiatan utama yang memberikan dampak langsung terhadap lingkungan desa. Kerangka markisa yang dibangun bersama warga berfungsi sebagai sarana pendukung pertumbuhan tanaman agar Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:283-293 lebih teratur, optimal, dan produktif. Keterlibatan masyarakat dalam proses pengukuran, pemasangan, hingga perapihan kerangka menunjukkan tingginya antusiasme dan rasa memiliki terhadap program yang dilaksanakan. Selain mempercantik kawasan pemukiman, kerangka markisa juga menjadi simbol kampung asri yang produktif dan ramah lingkungan. Temuan ini memperkuat pendapat Ratnawati et al. bahwa program kampung hijau yang melibatkan masyarakat secara aktif mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesadaran kolektif Selain dampak lingkungan, kegiatan sosialisasi pemanfaatan buah markisa memberikan kontribusi penting terhadap peningkatan wawasan ekonomi masyarakat. Warga diperkenalkan pada berbagai olahan markisa, khususnya sirup markisa, sebagai produk bernilai tambah yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha mikro rumah tangga. Pemberian contoh produk dan sesi diskusi interaktif mendorong warga untuk memahami peluang ekonomi dari hasil budidaya yang sebelumnya hanya dikonsumsi secara terbatas. Antusiasme warga dalam bertanya dan berdiskusi menunjukkan adanya ketertarikan untuk mengembangkan UMKM berbasis potensi Hasil ini sejalan dengan AsAoari et al. dan Wahyuddin et al. yang menegaskan bahwa inovasi produk lokal menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi desa. Kegiatan edukasi ecoprint yang dilaksanakan bersama siswa MI Darun Najah memberikan dampak positif pada aspek pendidikan dan pembentukan karakter peduli Metode pembelajaran berbasis praktik langsung membuat siswa lebih mudah memahami konsep pemanfaatan bahan alami sebagai media kreativitas. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi dalam setiap tahapan ecoprint, mulai dari pemilihan daun hingga proses pencetakan pada kain. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga menanamkan nilai cinta lingkungan sejak usia dini. Hal ini sejalan dengan Ristanti et al. yang menyatakan bahwa edukasi berbasis lingkungan berperan penting dalam membangun kesadaran ekologis dan kreativitas generasi muda. Program nonfisik lainnya berupa sosialisasi pemanfaatan media sosial dan pencegahan kenakalan remaja kepada Karang Taruna RW 04 memberikan kontribusi strategis dalam penguatan kapasitas pemuda desa. Materi sosialisasi mencakup pemanfaatan media sosial secara bijak untuk membangun citra positif desa, mempromosikan kegiatan masyarakat, serta mendukung pemasaran UMKM lokal. Selain itu, edukasi mengenai dampak kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba meningkatkan kesadaran pemuda terhadap pentingnya perilaku Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:283-293 positif dalam kehidupan sosial. Kegiatan ini menegaskan peran pemuda sebagai agen perubahan dalam pembangunan desa. Temuan ini sejalan dengan Alhadar et al. yang menekankan pentingnya partisipasi pemuda dalam transformasi pembangunan desa berbasis kearifan lokal. Gambar 4. 3 Pemasangan kerangka dan edukasi ecoprint Kegiatan senam pagi dan gotong royong merapikan kerangka markisa turut memperkuat nilai sosial dan budaya masyarakat Desa Kwangsan. Senam pagi menjadi sarana peningkatan kesehatan sekaligus media interaksi sosial antara mahasiswa dan warga. Sementara itu, gotong royong dalam perapihan kerangka markisa mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap hasil program yang telah dilaksanakan. Tingginya partisipasi warga menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab Hal ini mendukung pandangan Setiadi dan Pradana . bahwa kegiatan kolektif berbasis gotong royong efektif dalam memperkuat keberlanjutan program pemberdayaan desa. Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:283-293 Secara keseluruhan, hasil pelaksanaan KKN Tematik di Desa Kwangsan menunjukkan bahwa program pemberdayaan berbasis potensi lokal mampu memberikan dampak multidimensional, baik pada aspek lingkungan, ekonomi, pendidikan, maupun sosial. Keberhasilan program tidak terlepas dari keterlibatan aktif masyarakat, dukungan perangkat desa, serta peran mahasiswa sebagai fasilitator dan pendamping. Tingginya partisipasi warga menjadi indikator keberhasilan program sekaligus modal sosial bagi keberlanjutan kegiatan setelah KKN berakhir. Temuan ini memperkuat pendapat Nurafifah . bahwa pemberdayaan desa yang berbasis potensi lokal dan partisipasi masyarakat merupakan strategi efektif dalam mendorong pengembangan desa diarahkan untuk menjadi kampung wisata yang berbasis potensi lokal guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Melalui penataan lingkungan kampung yang asri, pemanfaatan tanaman markisa, kelor, buah-buahan, dan sayuran, serta penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan potensi tersebut, desa diharapkan mampu menarik minat wisatawan. Pengembangan kampung wisata ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan warga melalui sektor pariwisata dan UMKM, tetapi juga mendorong terciptanya lapangan kerja, kemandirian ekonomi, serta kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melestarikan potensi lokal secara berkelanjutan. Gambar 4. 4 Foto Bersama di kebun markisa KESIMPULAN Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Kwangsan RT 07/RW 04 Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo dapat disimpulkan berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Program KKN yang mengusung tema AuPemberdayaan Kampung Asri dalam Memanfaatkan Potensi LokalAy berhasil mengintegrasikan kegiatan fisik dan nonfisik secara terpadu melalui pendekatan partisipatif. Keterlibatan aktif perencanaan dan pelaksanaan program telah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lokal Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:283-293 Dari aspek lingkungan, program pembuatan dan perapihan kerangka tanaman markisa mampu meningkatkan estetika lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan lahan secara Kerangka markisa tidak hanya berfungsi sebagai sarana budidaya tanaman, tetapi juga menjadi simbol kampung asri yang ramah lingkungan. Partisipasi warga dalam proses pemasangan dan perawatan menunjukkan tumbuhnya rasa memiliki terhadap hasil program, sehingga membuka peluang keberlanjutan kegiatan setelah KKN berakhir. Pada aspek ekonomi, sosialisasi pemanfaatan buah markisa memberikan wawasan baru bagi masyarakat mengenai potensi pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Pengenalan olahan markisa, khususnya sirup markisa, mendorong masyarakat untuk melihat peluang pengembangan usaha mikro berbasis potensi lokal. Program ini berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran kewirausahaan dan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kemandirian ekonomi rumah tangga di Desa Kwangsan. Dari aspek pendidikan dan sosial, kegiatan edukasi ecoprint kepada anak-anak serta sosialisasi pemanfaatan media sosial kepada pemuda memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, kreativitas, dan kesadaran sosial masyarakat. Edukasi ecoprint menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini, sementara sosialisasi media sosial membekali pemuda dengan pemahaman penggunaan teknologi secara bijak dan produktif. Kegiatan senam bersama dan gotong royong juga memperkuat interaksi sosial, kebersamaan, dan nilai budaya lokal Secara keseluruhan. KKN Tematik ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung pembangunan desa yang Keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh sinergi antara mahasiswa sebagai fasilitator, masyarakat sebagai pelaku utama, serta dukungan perangkat desa. Dengan demikian, program KKN tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga berpotensi menjadi fondasi pengembangan desa yang mandiri, produktif, dan berwawasan lingkungan di masa UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Bhayangkara Surabaya, khususnya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), atas dukungan dan fasilitasi dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada dosen pembimbing lapangan yang telah memberikan arahan, bimbingan, serta pendampingan selama proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan KKN. Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:283-293 Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada Kepala Desa Kwangsan beserta perangkat desa. Ketua RT 07/RW 04, serta seluruh masyarakat Desa Kwangsan. Kecamatan Sedati. Kabupaten Sidoarjo, atas penerimaan, kerja sama, dan partisipasi aktif selama pelaksanaan program. Dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan, baik program fisik maupun nonfisik. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota tim KKN Tematik yang telah bekerja sama dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat kebersamaan. Tanpa adanya kerja sama tim yang solid, pelaksanaan program pemberdayaan berbasis potensi lokal ini tidak akan berjalan secara optimal. Semoga hasil kegiatan KKN ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kwangsan dan menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan perguruan tinggi. DAFTAR PUSTAKA