Diplomasi Publik Sebagai Pendukung Hubungan Indonesia-Malaysia Tonny Dian Effendi Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang E-mail: tonny_dian@yahoo.com Abstract: This paper discusses how the role of Public Diplomacy in strengthening IndonesiaMalaysia. This relationship is important because Indonesia-Malaysia relations conflict is very vulnerable and does not rule out the possibility it was caused due to the negative misconception. Opinion of this people in both countries can be one of the factors that influence the second issue of Public Diplomacy of the state. Because it is very important to strengthen understanding and getting to know each other more closely at the community level so it is not easy to be provoked on the issues that can lead to conflict. This paper is divided into four main parts: the problems between Indonesia and Malaysia, the conceptual approach of Public Diplomacy, Public Diplomacy at the Ministry of Foreign Affairs of Indonesia and Malaysia as well as the role that can be played by the Public Diplomacy in strengthening relations between the two states.Bagian the end of this paper is a recommendation to the governments of both countries to optimize the role of public diplomacy. Keywords: Public Diplomacy, Bilateral, Indonesia, Malaysia Abstraksi: Tulisan ini membahas tentang bagaimana peran Diplomasi Publik dalam memperkuat hubungan Indonesia-Malaysia.Hal ini penting karena hubungan Indonesia-Malaysia rentan konflik dan tidak menutup kemungkinan hal itu disebabkan karena kesalahpahaman.Persepsi negatif dari masyarakat di kedua negara dapat menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap permasalahan kedua negara.Oleh karena itu Diplomasi Publik sangat penting untuk memperkuat kesepahaman dan saling mengenal satu sama lain secara lebih dekat di tataran masyarakat sehingga tidak mudah untuk terprovokasi pada isu-isu yang dapat memicu konflik. Tulisan ini terbagi dalam empat bagian utama yaitu permasalahan Indonesia-Malaysia, pendekatan konseptual tentang Diplomasi Publik, Diplomasi Publik di Kementrian Luar Negeri Indonesia dan Malaysia serta peran yang dapat dimainkan oleh Diplomasi Publik dalam memperkuat hubungan kedua negara.Bagian akhir dari tulisan ini adalah berupa rekomendasi kepada pemerintah kedua negara untuk mengoptimalkan peran diplomasi publik. Kata Kunci : Diplomasi Publik, Hubungan Bilateral, Indonesia, Malaysia Indonesia-Malaysia :Bangsa Serumpun, dan Malaysia masih memiliki perbedaan cara Negara Berbeda pandang terhadap tapal batas mereka termasuk Hubungan antara Indonesia dan perebutan Pulau Sipadan dan Ligitan yang Malaysia selama 15 tahun belakangan ini menjadi permasalahan sejak tahun 1969. Pada mengalami pasang surut.Tercatat dalam sejarah, tahun 1997 kedua negara sepakat untuk Indonesia dan Malaysia pernah mengalami membawa permasalahan dua pulau ini kepada konflik ketika Presiden Indonesia Soekarno, Mahkamah Internasional yang pada akhirnya pada waktu itu mengeluarkan seruan untuk membawa keputusan untuk menyerahkan kedua menggagalkan pembentukan negara Malaysia pulau ini kepada Malaysia. yang dalam pandangannya merupakan negara Pasca reformasi tahun 1998 di boneka ciptaan Inggris.Seruan ini kemudian Indonesia, hubungan Indonesia-Malaysia juga dikenal dengan Konfrontasi Indonesia- mengalami pasang-surut.Tercatat beberapa Malaysia. Pada masa Orde Baru, hubungan insiden sempat membuat hubungan kedua antara Indonesia dan Malaysia nampak tidak ada negara mengalami permasalahan.Pada tahun masalah yang serius meskipun dalam 2005, Indonesia dan Malaysia mengalami permasalahan perbatasan, pemerintah Indonesia sengketa atas kepemilikan wilayah 47 48 Tonny Dian Effendi, Diplomasi Publik Sebagai Pendukung Hubungan Indonesia-Malaysia Ambalat.Kemudian pada tahun 2007 terjadi dipandang berada dibawah rumpun protes dari beberapa kelompok masyarakat Melayu.Dari sisi ini kemudian menjadi wajar Indonesia atas penggunaan lagu Rasa Sayang- ketika masyarakat dikedua negara memiliki Sayange pada iklan pariwisata kemiripan dalam hal berkesenian.Hubungan Malaysia.Kelompok tersebut menyatakan kekerabatan ini yang pada awalnya ditujukan bahwa lagu tersebut adalah lagu daerah untuk mempererat kerjasama dan hubungan Indonesia yaitu Maluku, namun pihak Malaysia baik, namun pada akhir-akhir ini justru menyatakan bahwa lagu tersebut adalah lagu menimbulkan beberapa masyarakat terutama (Malay terkait dengan klaim budaya. Permasalahan ini Archipelago).Permasalahan serupa kemudian tidak menutup kemungkinan disebabkan karena juga muncul dengan obyek yang berbeda seperti persepsi negatif yang muncul dan juga kesenian Reog dan Tari Pendet.Pada tahun 2011, kurangnya informasi yang benar tentang sempat terjadi lagi ketegangan ketika nelayan masing-masing negara. Dari sisi inilah Malaysia yang tertangkap oleh petugas sebenarnya istilah bangsa yang serumpun akan Departemen Kelautan dan Perikanan menjadi sebuah nilai yang berharga ketika Indonesia.Permasalahan-permasalahan lain masyarakat dikedua negara dapat memandang yang juga sering muncul adalah permasalahan konsep itu sebagai sebuah perasaan kekerabatan, tentang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di bukan justru menimbulkan persepsi negatif yang Malaysia, yaitu permasalahan TKI tidak resmi menimbulkan kesalahpahaman. Kepulauan Nusantara dan beberapa permasalahan terkait dengan beberapa kekerasan yang mereka alami. Berdasarkan permasalahan diatas maka tulisan ini ingin mencoba untuk mengkaji peran Permasalahan antara Indonesia dan diplomasi publik yang dilakukan oleh Malaysia secara umum dapat dibagi menjadi dua pemerintah Indonesia dan Malaysia yang dapat bagian. Pertama, adalah permasalahan high digunakan sebagai salah satu alat untuk politics dan kedua adalah low politics. mengatasi perselisihan masyarakat dikedua Permasalahan yang terkait masalah high politics negara yang diakibatkan oleh persepsi negatif antara Indonesia dan Malaysia banyak diwarnai ini. oleh permasalahan yang berkaitan dengan persoalan perbatasan. Indonesia dan Malaysia Diplomasi Publik : Pendekatan Konseptual masih menyimpan beberapa permasalahan Pada era globalisasi, ketika hubungan terkait dengan persoalan perbatasan seperti antar manusia menjadi semakin kompleks, opini masalah kawasan Ambalat dan masalah tapal publik memiliki pengaruh yang kuat dalam batas wilayah di Kalimantan. Sedangkan kebijakan luar negeri sebuah negara. Hal ini juga masalah low politics berkaitan dengan dipengaruhi oleh proses demokratisasi permasalahan sosial seperti permasalahan diberbagai negara khususnya di negara-negara terkait TKI, penyelundupan dan klaim berkembang. Pada awal abad 21, terdapat sekitar budaya.Indonesia dan Malaysia adalah bangsa 60 negara didunia meliputi kawasan Eropa, Asia serumpun.Itulah semboyan yang sering kali dan Amerika Latin berada dalam proses didengar untuk menggambarkan kekerabatan antara masyarakat Indonesia dan Malaysia.Masyarakat di kedua negara sering 50 Samuel P. Huntington, 1992, The Third Wave : Democratization in The Late Twentieth Century, University of Oklahoma Press. Tonny Dian Effendi, Diplomasi Publik Sebagai Pendukung Hubungan Indonesia-Malaysia 49 demokratisasi seperti negara-negara di Eropa diplomasi mengarah pada manajemen hubungan Timur dan di Asia Tenggara seperti Indonesia, antara negara dan aktor hubungan internasional dan kemudian menunjukkan tren global. 50 51 yang lain. Demokrasi telah membawa pengaruh pada Kata diplomasi publik pertama kali kebebasan masyarakat untuk mengekspresikan digunakan di media The London Times pada pemikiran politik mereka. Pemikiran politik ini bulan Januari 1856. tidak hanya menyangkut isu domestik namun juga pada isu internasional. Fenomena ini juga didukung dengan globalisasi ekonomi dengan konsep ekonomi pasarnya yang mencoba untuk membuka batas negara dan juga perkembangan teknologi dan informasi dimana internet menjadi alat yang sangat umum dalam hubungan dan komunikasi antar manusia. Jarak dan waktu bukanlah sebuah kesulitan. Oleh karena itu, opini publik menjadi sangat penting dan berpengaruh dalam kebijakan luar negeri sebuah negara. Apa itu diplomasi publik? Konsep diplomasi publik dapat dilihat dari sisi publik sebagai obyek dan subyeknya. Publik sebagai obyek, dalam artian publik di negara lain adalah obyek atau tujuan dari diplomasi negara. sedangkan publik sebagai subyek dalam artian publik di tataran domestik ikut serta dalam aktifitas diplomasi negara/pemerintah. Diplomasi merupakan salah satu kajian utama dalam studi hubungan internasional. Dalam pendekatan tradisional, diplomasi didefinisikan sebagai sebuah seni bernegosiasi dengan negara yang lain. Dalam perkembangan diplomasi saat ini, beberapa ahli mengatakan bahwa diplomasi telah meninggalkan sisi tradisionalnya yaitu dominasi negara. Telah terjadi perubahan sifat diplomasi yang mana 51 Barston, R.P, 1997, Modern Diplomacy, Pearson Education, England, halaman. 1 52 Nicholas J Cull, “'Public Diplomacy' before Gullion : The Evolution of a Phrase”, http://uscpublicdiplomacy.com/pdfs/gullion.pdf, accessed on December 20th, 2009 52 Mereka menggunakan kata ini untuk mengkritik kebijakan Presiden Franklin Pierce dan mendorongnya untuk memberikan contoh kepada warga dalam proses diplomasi. Atau dengan kata lain, diplomasi publik dalam konteks ini didefinisikan sebagai sebuah cara untuk menjelaskan kebijakan kepada publik. Pada bulan Januari 1871, The New York Times melaporkan perdebatan di Konggres tentang intrik rahasia dalam kebijakan menganeksasi Republik Dominika. Dalam laporan itu disampaikan bahwa kebijakan seharusnya dibuka atau disampaikan kepada publik untuk mendapatkan atau membentuk opini publik dalam konteks diplomasi publik. Dari sudut pandang media massa, kata diplomasi publik juga digunakan oleh pemimpin politik seperti Presiden Wilson pada tahun 1918 yang menyampaikan empat prinsip dalam pemerintahannya. Dalam periode ini, diplomasi publik lebih didefinisikan pada usaha untuk membuka atau menyampaikan kebijakan kepada publik. Hal ini berarti bahwa diplomasi lebih kedalam dalam artian untuk menjelaskan kebijakan kepada publik didalam negeri. Pasca Perang Dunia, konsep diplomasi publik lebih banyak digunakan atau sebagai penyamaran atas 53 apa yang disebut dengan propaganda. Dimulai pada tahun 1960an, praktek diplomasi mulai mengalami perubahan. 53 54 ibid Yulius P Hermawan (ed), 2007, Transformasi dalam Studi Hubungan Internasional : Aktor, Isu dan Metodologi (Transformation in the International Relations Studies : Actors, Issues and Methodology), Graha Ilmu Bandung, halaman. 52 50 Tonny Dian Effendi, Diplomasi Publik Sebagai Pendukung Hubungan Indonesia-Malaysia Professor Mowat dalam bukunya Diplomacy banyak dijalankan oleh publik. and Peace membagi diplomasi dalam tiga masa Perkembangan teknologi, informasi dan perkembangan. Ketiga masa perkembangan transportasi menghasilkan beberapa perubahan. tersebut adalah pada tahun 467-1475 yang Aktifitas diplomasi tidak lagi secara ekslusif disebut dengan masa kegelapan dimana menjadi domain dari aktor diplomasi resmi diplomasi belum diorganisasi dengan baik. dibawah negara. Harold Nicholson mengatakan Kemudian pada tahun 1473-1914 yang disebut bahwa pertumbuhan komunikasi dan teknologi dengan diplomasi sistem negara Eropa, dan menyebabkan peran dan fungsi dari duta besar pasca Diplomasi Terbuka (open diplomacy) menjadi menurun dan diplomat mengalami sebagai hasil pemikiran dari Woodrow Wilson penurunan derajat kerja sebagai staf pada tahun 1918. 54 Dalam diplomasi publik, Wilson mengatakan,“... open covenants openly at, after which there should be no private international understanding of any kind, but diplomacy shall proceed always frankly and in the public view”. Pemikiran ini menekankan pada era demokrasi diplomasi dimana publik dapat melihat, mengkaji dan ikut menyampaikan aspirasinya yang berhubungan dengan diplomasi sebagai salah satu alat dalam kebijakan luar negeri. Hal ini menjadi rasional karena setiap dampak dari kebijakan luar negeri akan menyentuh publik, sehingga publik sendiri seharusnya dilibatkan dalam proses diplomasi. Dari sisi akademik, perkembangan diplomasi publik adalah merupakan salah satu administrasi. Hal ini menunjukkan bahwa saat ini, dalam lingkup diplomasi, peran publik tidak dapat dihentikan. Kompleksitas dari permasalahan dan hubungan antar manusia serta dukungan dari teknologi informasi dan transportasi membuat diplomasi publik semakin penting dan signifikan. Praktek diplomasi saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah revolusi dalam teknologi dan informasi, peningkatan peran media masa, globalisasi di bisnis dan system keuangan sehingga meningkatkan aktifitas diplomasi ekonomi, peningkatan partisipasi publik dalam hubungan internasional, perkembangan isu antar negara seperti hak asasi manusia, lingkungan, aspek dari respon terhadap konsep keamanan pengungsi, terorisme dan kriminalitas saat ini. Politik dunia sedang berada dalam internasional. tahapan transisi dari pendekatan realis ke neo- bahwa permasalahan internasional saat ini realis dalam memandang konsep keamanan. Hal sedang berada dalam tanggung jawab publik ini menyangkut tentang asal dari ancaman, sifat secara umum. Pertimbangan ini membuat keamanan, perubahan respon, perubahan dalam banyak negara saat ini sedang berusaha untuk tanggungjawab terhadap keamanan dan inti nilai memperkuat peran warga negaranya dalam 55 dari keamanan. Dalam pandangan ini, kita 56 57 diplomasi. Hal ini membawa implikasi Para pendukung dari diplomasi dapat menganalisa persepsi dan respon terhadap publik percaya bahwa saat ini tidak ada permasalahan dunia saat ini yang sebagian besar fenomena atau isu baik dalam isu domestik saat ini tidak didominasi oleh aktor negara. maupun internasional yang terlepas dari analisa Tanggungjawab dalam isu ini saat ini terbagi dan 56 55 57 Perwita, Banyu, 2005, Pengantar Ilmu Hubungan Internasional (The Introduction of International Relations), Rosda Karya, Bandung Yulius P Hermawan, op cit ., halaman. 59 Djelantik, Sukawarsini, 2008, Diplomasi antara Teori dan Praktik (Diplomacy : Theory and Practice), Graha Ilmu, Bandung 51 Tonny Dian Effendi, Diplomasi Publik Sebagai Pendukung Hubungan Indonesia-Malaysia publik. Salah satu contohnya adalah kepada publik, sedangkan diplomasi publik perkembangan organisasi non pemerintah atau membutuhkan komunikasi dua arah dan NGO yang mencapai lebih dari 15.000 yang ditujukan kepada publik secara internasional. menangani beberapa permasalahan internasional. Dalam diplomasi publik, masyarakat baik dalam konteks individu maupun kelompok dapat memberikan inisiatif kepada kebijakan pemerintah dan termasuk didalamnya aktifitas yang seharusnya dapat membentuk opini publik dinegara lain. Diplomasi publik juga semakin menurunkan derajat perbatasan antar negara. Dalam komunikasi global, opini publik dapat secara efektif mempengaruhi perilaku negara. Aktifitas dan pengaruh dari aktor non negara juga meningkat baik dalam konteks jumlah maupun jenisnya. Sebenarnya belum ada konsep yang mantap dan tetap dalam penjelasan tentang diplomasi publik. Terdapat banyak argumen tentang ini. Menurut panitia perencana penyatuan USIA (United States Information Agency) dalam Department Luar Negeri Amerika Serikat, pada 20 Juni 1997 mendefinisikan diplomasi publik sebagai sebuah usaha untuk mempromosikan 58 Kamus Hubungan Internasional menyebutkan bahwa diplomasi publik didefiniskan sebagai usaha sebuah negara untuk mempengaruhi opini publik di negara lain dengan menggunakan beberapa instrumen seperti film, pertukaran budaya, radio dan 59 televisi. Sedangkan Jan Mellison melihat diplomasi publik seperti anggur lama dalam botol yang baru (the old wine in the new bottle). 60 Pendapat tentang kekuatan opini publik sebenarnya telah menjadi bahasan sejak Perang Dunia pertama. E.H Carr menulis bahwa kekuatan opini juga penting dalam pencapaian tujuan politik sama seperti kekuatan secara militer dan ekonomi dan memiliki hubungan erat atas keduanya. 61 Perbedaan diplomasi publik dengan diplomasi tradisional adalah pada targetnya. Diplomasi tradisional menfokuskan pada keterwakilan negara dan biasanya menggunakan hubungan secara resmi, sedangkan diplomasi publik memfokuskan diri pada publik di negara lain dan banyak kepentingan nasional Amerika Serikat dengan melibatkan aktor selain negara dalam hubungan menumbuhkan pemahaman, menginformasikan yang kadang tidak resmi. 62 dan mempengaruhi masyarakat dinegara lain. Diplomasi publik juga dikenal sebagai Perbedaan antara diplomasi publik dan sebuah instrumen politik. Hal ini digunakan oleh hubungan masyarakat (public affairs) adalah negara, dalam hubungannya dengan aktor jika hubungan masyarakat adalah tentang negara dan non negara untuk memahami bagaimana menginformasikan kebijakan budaya, perilaku dan mengatur hubungan, 58 61 Public Diplomacy Alumni Association, “What is Public Diplomacy”, accessed in December 8, 2009 59 U.S. Department of State, 1987, Dictionary of International Relations Terms, halaman. 85 60 Jan Melisen, “The New Environment”, Jan Mellisen (ed) , 2005, The New Public Diplomacy : Soft Power in International Relations, PALGRAVE MCMILAN, New York, halaman. 3-4 E. H. Carr, 1983, The Twenty Years' Crisis 1919–1939: An Introduction to the Study of International Relations, Macmillan, Basingstoke, halaman. 132 dan 141. 62 Jan Melisen, op cit., halaman. 5 63 Bruce Gregory, 2008, Public Diplomacy : The Sunrice of an Academic Field, The ANNALS of The American Academy of Political and Social Science, accessed on December 28th, 2009, 52 Tonny Dian Effendi, Diplomasi Publik Sebagai Pendukung Hubungan Indonesia-Malaysia mempengaruhi opini dan tindakan untuk atau menggunakan kekuatan militer dan mendapatkan kepentingan. Pada abad ke dua ekonomi. Usaha semacam ini kadang-kadang puluh satu, perubahan dalam konteks dapat menemui keberhasilan namun disisi lain globalisasi,struktur jaringan dan teknologi baru juga membuka kemungkinan justru menyebabkan transformasi beberapa menimbulkan kebencian, ketakutan, atau mekanisme seperti beasiswa, pemerintahan dan ketidakpercayaan. Diplomasi publik 63 negara dalam diplomasi publik. Perubahan ini membawa aktor non negara sebagai pelaku utama seperti pemerintah atau diplomasi resmi. Mereka dapat menggunakan kapabilitas mereka yang kadang-kadang tidak memiliki hubungan dengan politik yang kadang mempermudah menggunakan “soft power”, dengan menggunakan kebudayaan, pendidikan, kapabilitas militer dalam artian secara kualitas seperti bantuan teknis dan pendidikan militer, maupun ekonomi. Tujuan utama dari diplomasi publik ini tidak hanya memunculkan atau pemahaman dari pihak lain. Oleh karena itu membentuk sikap saling menghormati namun diplomasi publik menjadi sangat penting untuk juga menimbulkan ketertarikan. Namun disisi menumbuhkan kesepahaman dan menghindari lain, menjadi sulit untuk membedakan antara konflik yang disebabkan oleh kesalahpahaman. diplomasi publik dengan pembentukan citra Dan salah satu implementasinya adalah program negara atau state branding. Simon Alhot 67 mengatakan bahwa jika diplomasi publik 64 pertukaran. Diplomasi publik juga didefinisikan sebagai sebuah usaha dimana sebuah negara berusaha untuk mempengaruhi opini dari publik maupun pemimpin dinegara lain dengan tujuan 65 untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri. Hal ini juga terkait dengan proses komunikasi dari pemerintah sebuah negara kepada publik dinegara yang lain dengan mengirim pesan tentang pemikiran atau kebijakan negara 66 tersebut. Untuk mengidentifikasi diplomasi publik, Humphrey Taylor juga membedakan diplomasi publik dengan diplomasi tradisional dalam sudut pandang yang lain. Diplomasi tradisional sering menggunakan “hard power” merupakan satu kajian penting dalam hubungan internasional untuk membangun negara, sedangkan nation branding lebih mengarah pada konteks studi pembangunan ekonomi dan banyak dilakukan oleh negara yang ingin lebih memperkenalkan diri seperti negara-negara 68 kecil. Atau dengan kata lain, perbedaannya adalah pada tujuan politik dan ekonomi. Namun permasalahan lain yang kemudian muncul adalah, tujuan antara politik dan ekonomi tidak bisa dipisahkan secara mudah. Dalam pandangan yang pertama, diplomasi publik diketahui berkaitan dengan kebijakan pemerintah atau fungsi utamanya adalah menjelaskan kebijakan negara terkait dengan negara lain. Tapi dalam era modern saat ini, 64 James F Hoge Jr, 2003, The Benefits of Public Diplomacy and Exchange Programs, National Council for International Visitors, March 12, 2003 65 Jarol B Manheim, 1990, Strategic Public Diplomacy : The Evolution of Influence, Oxford University Press, New York, halaman.4 66 Hans Tuch, 1990, Communicating with the World : U.S Public Diplomacy Overseas, St. Martin's Press, New York, halaman. 3 67 Humphrey Taylor, 2008, The Not-So-Black Atr of Public Diplomacy, World Policy Journal, Winter 2007/2008, The World Policy Institute, halaman. 51-59 68 Simon Anholt, 2006, “Public Diplomacy and place branding : Where's the link?” (editorial), in Simon Anhold (ed) Place Branding 2, Palgrave Mc Millan, halaman. 271-275 Tonny Dian Effendi, Diplomasi Publik Sebagai Pendukung Hubungan Indonesia-Malaysia 53 kadang-kadang kebijakan ini juga bersangkutan. Aktifitas yang dilakukan dalam mempengaruhi oleh sektor ekonomi. tahapan ini adalah melakukan berbagai kegiatan Simon membagi tahap perkembangan untuk memperkenalkan keberadaan sebuah diplomasi dalam tiga tahap. Pertama adalah negara kepada negara lain termasuk juga ketikapara pelaku diplomasi publik secara masyarakat didalamnya. Beberapa kegiatan sederhana menempati posisinya dalam yang dapat dilakukan misalnya dengan pemerintahan untuk menentukan beberapa memperbaharui citra yang selama ini ada atau pilihan kebijakan yang dapat diambil. Tahap meningkatkan citra yang sudah ada agar lebih kedua adalah ketika fungsi dari para aktor masih dikenal oleh masyarakat negara yang lain. mendasar untuk “menjual” kebijakan negara, Tahapan kedua adalah tahapan dimana namun lingkup para aktor ini semakin ketika masyarakat negara lain telah mengenal meningkat dan memiliki kewenangan lebih dan terbiasa dengan keberadaan negara yang untuk mengatur kondisi dan bentuk bersangkutan maka yang harus dilakukan penyampaian isi dari kebijakan luar negeri ini. selanjutnya adalah meningkatkan apresiasi Dan tahapan terakhir adalah dimana diplomasi terhadap negara tersebut. Setelah sebuah negara publik digunakan sebagai alat kebijakan luar dikenal oleh masyarakat negara lain, hal negeri dalam dua cara sekaligus, baik secara selanjutnya yang dilakukan adalah berusaha formal maupun informal. Atau dengan kata lain, agar masyarakat negara lain tersebut memiliki diplomasi publik digunakan sebagai instrumen pandangan yang positif terhadap negara tersebut kebijakan daripada sebuah metode atau memiliki apresiasi yang positif. Aktifitas komunikasi. yang dilakukan dalam tahapan ini adalah dengan Hirarki dan Aktifitas Diplomasi Publik untuk menggambarkan bahwa negara yang 69 Dalam implementasi dari diplomasi publik ini terdapat berbagai hirarkhi dan aktivitas. Dengan kata lain, dalam pelaksanaan diplomasi publik ini melewati beberapa tahapan dan masing-masing tahapan ini memiliki aktifitas yang berbeda-beda. Tahap pertama adalah tahapan dimana diplomasi dijalankan dengan tujuan yang paling mendasar yaitu meningkatkan pengetahuan publik atau dunia internasional tentang keberadaan negara tersebut. Hasil yang diharapkan dari tahap dasar ini adalah untuk memperkenalkan negara tersebut bagi publik negara lain atau dengan kata lain, tujuan utama dari tahapan ini adalah agar negara dan publik dinegara lain tahu keberadaan negara yang 69 Ibid., menciptakan persepsi yang positif atau mencoba bersangkutan ini penting dalam dunia internasional atau dalam isu tertentu negara ini memiliki kelebihan baik dari segi kapasitas, kapabilitas dan juga peran yang dimainkan. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan cara menunjukkan dirinya sebagai “teman” dimana memiliki persamaan pandangan terhadapisu tertentu. Setelah masyarakat negara lain telah mengenal dengan baik dan memiliki pandangan positif, maka yang dilakukan selanjutnya adalah menciptakan keterikatan dengan masyarakat negara lain. Meningkatkan keterikatan ini dalam artian bahwa ketika masyarakat negara lain telah memiliki pandangan positif maka kedekatan dengan negara tersebut menjadi semakin penting. Aktifitas yang dilaksanakan adalah misalnya dengan mengundang masyarakat dari 54 Tonny Dian Effendi, Diplomasi Publik Sebagai Pendukung Hubungan Indonesia-Malaysia luar negeri untuk datang berkunjung baik untuk Diplomasi Publik Pemerintah Indonesia dan belajar, pariwisata, membeli produk dan mampu Malaysia memahami budaya dan nilai yang ada. Ketika ketiga tahapan telah terlampaui maka tahapan yang terakhir adalah dengan tahap mempengaruhi. Tahapan ini dilakukan dengan banyak cara seperti misalnya meningkatkan kerjasama dalam bidang pendidikan semisal pertukaran pelajar dan mahasiswa, memberikan beasiswa, penelitian bersama dan lain sebagainya. Kerjasama dalam bidang ekonomi juga menjadi hal yang penting untuk mengikatkan hubungan menjadi lebih erat seperti perjanjian investasi, perdagangan dan lain-lain. Pada bagian ini akan dibahas bagaimana struktur dan peran bagian diplomasi publik pada masing-masing kementrian luar negeri di Indonesia dan Malaysia. Bagian ini menunjukkan pada hal apa saja yang menjadi tanggungjawab dan wewenang bagian diplomasi publik dan bagaimana implementasinya secara umum. Kementrian Luar Negeri Malaysia memiliki departemen informasi dan diplomasi publik yang memiliki fungsi untuk mempromosikan pemahaman tentang Malaysia, institusi dan kebijakannya; mempengaruhi Tabel 3. Tingkatan Aktifitas Diplomasi Hirarki 70 Aktifitas Meningkatkan Membuat masyarakat pengetahuan dan memikirkan tentang pengenalan masyarakat negara tersebut dan pembentukan berbagai opini dan juga pengambil kebijakan baik didalam negeri maupun diluar negeri; memproyeksikan citra dan menjaga kepentingan negara dalam mendukung iklim yang bagus bagi perdagangan dan pariwisata Malaysia; mempromosikan Meningkatkan apresiasi Menciptakan persepsi negara sebagai pemasok barang dan jasa yang masyarakat positif, mengajak terpercaya; dan memberikan dukungan kepada melihat beberapa isu kebijakan luar negeri Indonesia dalam jangka Meningkatkan Memperkuat hubungan keterkaitan dan kerjasama pendidikan ketertarikan masyarakat kearah kegiatan bersama, mengundang panjang. Departemen ini memiliki dua bagian utama.Pertama, adalah sebuah badan yang menangani masalah pemberitaan media, masyarakat untuk hubungan dengan mediamassa, melakukan mengunjungi tempat promosi dan publikasi. Sedangkan bagian yang Mempengaruhi Mengajak perusahaan masyarakat untuk berinvestasi, mendapatkan dukungan masyarakat dan Source : Mark Leonard et al., 2002, Publik Diplomacy, The Foreign Policy Centre, London, halaman.8 kedua adalah bagian diplomasi publik dimana kegiatan utamanya adalah program-program kunjungan keluar, penelitian, dokumentasi, portal dan database. Implementasi dari diplomasi publik Malaysia adalah penyebarluasan pidato-pidato dari pemimpin Malaysia seperti Perdana 70 Pada bagian ini, sumber data didapatkan dari informasi yang tersedia di laman web masingmasing Kemenlu yaitu Kemlu.go.id untuk Kemenlu Indonsia dan kln.gov.my untuk Kemenlu Malaysia. Menteri, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri yang berkaitan dengan kebijakan luar negeri. Implementasi lainnya adalah memberikan informasi tentang kebijakan luar Tonny Dian Effendi, Diplomasi Publik Sebagai Pendukung Hubungan Indonesia-Malaysia 55 negeri Malaysia, menganalisa dan memonitor bahwa kedua negara menganggap persoalan tren dan isu global yang berkaitan dengan yang berkaitan dengan diplomasi publik ini Malaysia, menyusun rancangan analisa untuk menjadi penting. Hal ini terlihat dari Menteri Luar Negeri dan bertindak sebagai dibentuknya badan khusus pada masing-masing bagian penting dalam implementasi dan Kemenlu untuk menangani permasalahan yang memonitor masyarakat Malaysia di luar negeri terkait dengan diplomasi publik ini. Fokus dan melaksanakan program “Mendampingi utama kedua negara, seperti halnya dijelaskan Rakyat Malaysia” di luar negeri. dalam definisi dan tujuan dari diplomasi publik, Kementrian Luar Negeri Indonesia juga adalah untuk membangun dukungan publik memiliki badan khusus yang menangani didalam dan luar negeri bagi kebijakan luar diplomasi publik.Kemenlu RI membentuk negerinya dan menyebarluaskan informasi Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi kepada publik untuk membangun kesepahaman Publik. Direktorat ini membawahi beberapa bersama baik bagi publik didalam negeri bagian seperti Sekretariat Direktorat Urusan maupun di luar negeri. Informasi dan Diplomasi Publik, Direktorat Informasi dan Media, Direktorat Diplomasi Peran yang dapat dimainkan oleh Diplomasi Publik, Direktorat Diplomasi Keamanan dan Publik dalam Hubungan Indonesia-Malaysia Direktorat Kerjasama Teknis. Fungsi utama dari Aktivitas utama dari diplomasi publik badan ini antara lain adalah mempersiapkan adalah untuk menyampaikan informasi kepada kebijakan Kemenlu tentang informasi dan masyarakat dalam membangun pemahaman diplomasi publik; melaksanakan kebijakan bersama dan mengurangi kesalahpahaman dalam konteks informasi dan diplomasi publik; tentang kebijakan luar negeri.Diplomasi publik merancang standar, norma, pedoman, kriteria dalam konteks hubungan antara Indonesia dan dan prosedur dalam urusan informasi dan Malaysia dapat menjadi salah satu faktor yang diplomasi publik; fungsi pengarahan dan dapat memainkan peranan penting terutama evaluasi; dan melaksanakan fungsi administrasi dalam mengurangi persepsi negatif antara kedua Direktorat Jenderal. belah pihak. Pada konteks ini sebenarnya Sementara itu secara khusus, Direktorat diperlukan sinergi antara pemerintah dan Diplomasi Publik memiliki beberapa fungsi masyarakat, meskipun disatu sisi memang kita seperti persiapan, koordinasi dan implementasi, tidak bisa mengesampingkan kepentingan menyusun standar, norma, pedoman, kriteria politik didalamnya. dan prosedur; dan memberikan pedoman teknis, informasi, evaluasi dan pelaporan pedoman pada standar kebijakan dan teknis dalam pelaksanaan diplomasi publik untuk mendapatkan dukungan dari publik didalam dan luar negeri melalui pelaksanaan kebijakan luar negeri Indonesia baik dibidang politik, ekonomi, keamanan, pembangunan, sosial dan budaya, dan isu strategis. Dalam konteks ini kita bias melihat 71 Terdapat banyak jalur yang dapat dilakukan sebagai implementasi diplomasi 71 Dalam konteks ini, konsep diplomasi dipakai untuk menjelaskan kebijakan luar negeri sebuah negara. Sehingga apapun namanya, ketika konsep diplomasi ini muncul maka akan terbesit didalamnya tentang kepentingan politik negara melalui kegiatan yang dilaksanakan. Olehkarena itu diplomasi public, meskipun dapat terjadi public sebagai pelaku maupun sasaran, namun terdapat kepentingan politik didalamnya. 56 Tonny Dian Effendi, Diplomasi Publik Sebagai Pendukung Hubungan Indonesia-Malaysia publik. Pada bagian ini akan dibahas beberapa sasaran penting dalam implementasi diplomasi jalur yang dapat digunakan oleh pemerintah publik.Beberapa program seperti beasiswa dan kedua negara dalam melaksanakan diplomasi program khusus seperti pelatihan, kursus dan publik. pertemuan pelajar dan mahasiswa IndonesiaMalaysia. Saat ini juga banyak universitas di a. Jalur Pendidikan dan Budaya Indonesia yang memiliki kerjasama pendidikan Hubungan Indonesia dan Malaysia dengan universitas di Malaysia. Dalam konteks dalam konteks pendidikan telah terjalin sejak ini sebenarnya pemerintah dikedua negara lama.Kedua negara telah melaksanakan banyak memiliki kesempatan untuk lebih sekali pertukaran pelajar maupun mengoptimalkan kerjasama yang telah dibangun pengajar.Jumlah mahasiswa Indonesia yang di level publik ini untuk membangun sebuah belajar di Malaysia pada tahun 2008 mencapai kesepahaman bersama. Dari kerjasama ini, 14.359 orang. Jumlah ini sempat mengalami misalnya kemudian dapat dibangun sebuah penurunan pada tahun 2009 menjadi 10.392 kurikulum bersama terutama tentang sejarah di orang, namun mengingkat kembali pada tahun Asia Tenggara dimana terdapat bangsa Melayu 2010 menjadi 13.627 orang. Dilain pihak, yang terpisah oleh dua negara Indonesia dan jumlah mahasiswa Malaysia yang belajar di Malaysia. Indonesia pada tahun 2005 mencapai 2.344 dan Jalur pendidikan ini sangat penting meningkat pada tahun 2009 menjadi 5.788 terutama dalam pembelajaran dan pemahaman orang, hingga mencapai 6.086 orang pada tahun tentang keserumpunan antara Indonesia dan 2010. 72 Mahasiswa Malaysia yang belajar di Indonesia sebagian besar belajar dibeberapa universitas seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Pajajaran, Institut Teknologi Sepuluh November, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Sumatera 73 Utara. Data lain juga menunjukkan bahwa terdapat kurang lebih 4000 dosen dari Indonesia mengajar di Malaysia. Malaysia juga disebut menempati salah satu negara tujuan belajar favorit pelajar Indonesia bersama dengan Australia, Amerika Serikat, Jepang dan 74 Jerman. Data-data diatas menunjukkan sebuah kesempatan dalam optimalisasi diplomasi publik.Keberadaan mahasiswa Malaysia di Indonesia dan sebaliknya, merupakan salah satu 72 Sriwijaya Post, 9 Maret 2011 73 Republika, 4 maret 2011 74 Rimanews.com, 5 Desember 2011 Malaysia.Alasannya adalah bahwa jaman telah berganti, demikian pula generasinya.Generasi muda Indonesia dan Malaysia saat ini telah berganti dengan generasi yang terterpa oleh arus globalisasi.Oleh karena itu jika pembelajaran dan pemahaman tentang keserumpunan itu masih didasarkan pada pembelajaran pada generasi sebelumnya alangkah menjadi kurang tepat.Penjelasannya adalah generasi sekarang memerlukan pendekatan baru dalam menjelaskan keserumpunan itu, memang keserumpunan dalam konteks sejarah dan budaya masih sangat penting untuk dijelaskan, namun juga keserumpunan ide-ide kontemporer yang berkaitan dengan isu-isu global yang saat ini berdekatan dengan kehidupan sehari-hari juga sangat penting. Penjelasan tentang keserumpunan ini tidak hanya dijelaskan dalam konteks persamaan adat, tradisi ketimuran namun perlu ditambah dengan keserumpunan dalam konteks yang kontemporer seperti Tonny Dian Effendi, Diplomasi Publik Sebagai Pendukung Hubungan Indonesia-Malaysia 57 misalnya keserumpunan terhadap terkait dengan keserumpunan yang dibahas penghormatan HAM, keserumpunan sebelumnya.Banyak permasalahan yang pemanfaatan teknologi yang bias kemudian muncul akibat klaim budaya.Masing- diimplementasikan dalam kerjasama penelitian masing pihak memiliki argumentasinya sendiri- bersama untuk kemanfaatan bersama. sendiri dan seringkali tidak menemukan titik Keserumpunan pada hakikatnya dapat temu.Hal yang dapat dilakukan dalam konteks diartikan sebagai berbagi budaya, namun juga diplomasi publik adalah kerjasama kebudayaan dapat dipahami sebagai berbagi ide bersama seperti pembangunan pusat kajian kebudayaan untuk kepentingan bersama.Keserumpunan ini di kedua negara, atau pameran kebudayaan juga dapat dijelaskan dan dilaksanakan melalui kedua negara dan bahkan sangat mungkin untuk berbagai tim-tim bersama antara Indonesia dan dilakukan kolaborasi budaya dimana Malaysia dalam beberapa bidang.Oleh karena masyarakat Indonesia dan Malaysia terlibat itu pendidikan tentang keserumpunan ini perlu didalamnya. untuk ditingkatkan dan dilaksanakan dalam kurikulum bersama di Indonesia dan Malaysia. b. Ekonomi dan Perdagangan Disisi lain, Indonesia dan Malaysia juga Perdagangan antara Indonesia dan memiliki kemiripan sebagai negara yang Malaysia juga mengalami perkembangan yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Dalam bagus.Total perdagangan Indonesia-Malaysia konteks ini, kedua masyarakat berbagi nilai yang mencapai 15.354.841,1 (Ribu US$) pada tahun sama yaitu nilai ke-Islaman. Memang tidak 2008, dengan tren perdagangan mengalami dipungkiri bahwa terdapat banyak perbedaan kenaikan sebesar 36,24% dari tahun 2004-2008. dalam implementasi di lapangan, namun Sedangkan total perdagangan pada tahun 2009 setidaknya terdapat kelompok atau organisasi sebesar 12.500.255.0 (Ribu US$) atau Islam di kedua negara yang memiliki persamaan mengalami penurunan sebesar 18,59%. pandangan. Oleh karena itu, hubungan antar organisasi Islam di kedua negara dapat dipandang sebagai people to people contact dimana pemerintah dapat “menggunakannya” sebagai sarana dalam penyebarluasan informasi. Kerjasama antar kelompok ini juga tidak hanya antar organisasi Islam, namun mungkin juga organisasi yang lain dalam konteks Non Government Organization (NGO). Pemerintah dapat meningkatkan dorongan dan fasilitas kerjasama antar lembaga masyarakat ini sembari juga melaksanakan proyek diplomasi publik untuk meningkatkan kesepahaman masyarakat kedua negara. Dalam konteks budaya, hal yang dapat dibangun melalui diplomasi publik adalah permasalahan identitas bersama.Hal ini masih 75 Data perdagangan diatas tidak hanya menunjukkan hubungan ekonomi semata namun juga menunjukkan tingkat saling ketergantungan dan kepercayaan antara kedua belah pihak.Dari sisi saling ketergantungan kita bisa melihat bahwa semakin tinggi nilai perdagangan kedua negara pada dasarnya saling ketergantungan diantar keduanya juga semakin tinggi. Sementara itu dalam konteks hubungan bisnis atau perdagangan, transaksi ekonomi 75 http://www.kbrikualalumpur.org/web/index.php?o ption=com_content&view=article&id=176:neraca -perdagangan-indonesia-dengan-malaysia-20042009&catid=46:perdagangan, diakses tanggal 30 Februari 2013. www.internetworldstats.com/stats3.htm , diakses pada 29 Februari 2013. 58 Tonny Dian Effendi, Diplomasi Publik Sebagai Pendukung Hubungan Indonesia-Malaysia akan sulit dilakukan apabila tidak ada meningkatkan kesepahaman masyarakat.Pada kepercayaan. Berdasarkan asumsi ini maka jika masa yang lalu televisi milik pemerintah di nilai perdagangan tinggi maka sebenarnya ada kedua negara pernah mengadakan acara bertajuk kepercayaan diantara kedua belah pihak, “Titian Muhibah” yang mana didalamnya minimal masyarakat yang melakukan transaksi terdapat program seni dan budaya dari dua ekonomi ini. negara. Dari sisi diplomasi publik hal ini juga Implementasi diplomasi publik melalui memberikan kesempatan untuk melakukan media internet semakin lama akan menjadi kegiatan yang berkaitan dengan diplomasi semakin signifikan. Hal ini didasarkan atas hasil publik melalui sector perdagangan.Dalam penelitian tentang pengguna internet dunia pada sektor perdagangan ini juga dapat menjadi tahun 2012.76 Penelitian ini menunjukkan bahwa sarana untuk membangun citra positif dari pada sampai bulan Juni 2012, pengguna internet masing-masing negara mengingat masyarakat di Indonesia mencapai jumlah 55.000.000 orang yang terlibat dalam kegiatan ini juga banyak dari 248.645.008 orang penduduk Indonesia. jumlahnya.Kegiatan yang mungkin bisa Atau dengan kata lain 22,1% dari total penduduk dilaksanakan adalah pameran perdagangan Indonesia bersama yang tidak hanya dilaksanakan di kota- menggunakan internet. Sedangkan pengguna kota besar di masing-masing negara namun juga media sosial Facebook di Indonesia mencapai menyentuh pada masyarakat di daerah. 47.539.220 orang. Sedangkan pengguna internet telah memiliki akses dan di Malaysia mencapai 17.723.000 orang dari c. Teknologi dan Informasi total penduduk Malaysia 29.159.972 orang, atau Pertumbuhan teknologi dan informasi 60,7% dari total penduduknya. Pengguna dapat menjadi pendukung kegiatan diplomasi Facebook di Malaysia mencapai 13.078.320 publik. Internet dapat menjadi alat yang efektif orang.Data-data ini memberikan peluang dan untuk menyebarkan informasi dan citra positif kesempatan untuk menggunakan media internet sebuah negara. Pemerintah juga dapat dan media sosial juga sebagai ajang untuk menggunakan media sosial untuk menyebarkan melakukan kegiatan diplomasi publik. informasi sekaligus mendorong dukungan publik atas kebijakan yang diambil.Publik Penutup dan Rekomendasi semestinya diberikan akses yang lebih luas dan Diplomasi publikdapat menjadi satu mudah untuk mendapatkan informasi sehingga sarana yang tepat untuk mengatasi ketika terjadi sebuah permasalahan maka publik permasalahan antara Indonesia dan dapat menilai dari dua sisi dan untuk Malaysia.Diplomasi Publik bertujuan untuk menghindari persepsi negatif yang muncul membangun citra positif dari sebuah negara. akibat pemberitaan yang tidak Fokus dari diplomasi publik adalah publik itu berimbang.Dalam konteks pelaksanaan sendiri dimana pemerintah menempatkan publik diplomasi publik, pemerintah di kedua negara sebagai subyek maupun obyek dari kegiatan dapat bekerjasama dengan media massa, tidak diplomasi publik. hanya dalam penjelasan tentang kebijakan luar negeri namun dapat membangun programprogram bersama yang dapat digunakan untuk Implementasi diplomasi publik 76 www.internetworldstats.com/stats3.htm, diakses pada 29 Februari 2013. Tonny Dian Effendi, Diplomasi Publik Sebagai Pendukung Hubungan Indonesia-Malaysia 59 Indonesia dan Malaysia menghadapi beberapa belum terpublikasi dengan baik sehingga tantangan.Beberapa permasalahan berkaitan informasi-informasi positif sering kali tidak dengan bagaimana pemerintah dapat tercover oleh media massa dan justru sering mengoptimalkan perangkat dan implementasi muncul opini-opini provokatif yang dari diplomasi publik yang dilaksanakan.Tentu menyebabkan semakin bertambahnya persepsi saja hal ini harus didasari dengan komitmen negatif satu sama lain. Dalam konteks ini, yang kuat pada diplomasi publik.Komitmen ini kiranya perlu bagi pemerintah untuk mengambil memang sudang ditunjukkan dengan bagian dalam beberapa kegiatan tersebut dibentuknya bagian diplomasi publik pada minimal membantu menyebarluaskan informasi masing-masing Kemenlu, namun perlu untuk tentang kegiatan dan hasilnya kepada lebih ditingkatkan lagi terutama juga pada masyarakat. publik didalam negeri malalui beberapa Ketiga, munculnya atau menguatnya kegiatan ke masyarakat.Pemerintah kedua persepsi negatif antara kedua negara juga dapat negara sering melakukan pertemuan resmi.Pada dipicu oleh pemberitaan media massa yang tidak tahun 2010, kedua negara sepakat untuk bertemu berimbang. Oleh karena itu maka perlu untuk dalam Joint Commision Meeting Forum dimana dibentuk sebuah lembaga penelitian atau diikuti dengan pembentukan kelompok kerja pengawasan yang beranggotakan ahli atau untuk menangani isu-isu tertentu.Kedua negara orang-orang yang dianggap kompeten dari juga melakukan pertemuan setiap tahun untuk kedua negara untuk menjalankan fungsi membahas isu-isu terkini.Namun pengawasan.Lembaga ini dapat dibentuk bukan permasalahannya adalah pada bagaimana untuk mengawasi dalam konteks pengawasan masyarakat dapat mengakses informasi tentang ketat, namun lebih kepada pengawasan terhadap hal-hal yang dibahas dan sejauh mana pemberitaan yang dianggap kurang data atau pelaksanaan dari kesepakatan yang tidak berimbang, atau pemberitaan yang diperoleh.Dalam hal ini pemerintah dapat lebih cenderung emosional dan dapat memicu mengoptimalkan penyebaran informasi tentang permasalahan.Kedua negara mungkin bisa kesepakatan dan kebijakan yang diambil diikuti mendirikan semacam Komisi Penyiaran dengan penjelasan dalam beberapa kegiatan ke bersama antara Indonesia dan Malaysia. masyarakat secara langsung. Keempat, berkaitan perubahan Kedua, seperti dijelaskan pada bagian generasi. Seperti halnya yang dijelaskan sebelumnya, hubungan antara masyarakat sebelumnya bahwa perubahan generasi juga Indonesia dan Malaysia baik secara individu membutuhkan perubahan pendekatan.Oleh maupun dalam kelompok atau lembaga tertentu karena itu perlu dilakukan pendekatan yang baru sudah terjalin dengan baik.Banyak diantara kepada generasi muda di kedua negara tentang mereka yang melakukan kerjasama dan kekerabatan atau keserumpunan mereka. melakukan banyak hal bersama seperti pameran, Pertukaran pelajar dapat dilakukan sejak dini dialog, forum, seminar dan penelitian.Hal ini sehingga dari awal mereka dapat mengenal satu dilakukan secara independen oleh mereka sama lain. Pada tingkatan yang lebih tinggi bisa sendiri. Namun, seperti halnya permasalahan dimungkinkan untuk melakukan kegiatan KKN pertama, hasil atau informasi tentang apa saja (Kuliah Kerja Nyata) bersama oleh mahasiswa yang telah diraih dari kerjasama tersebut masih Indonesia dan Malaysia di Indonesia dan 60 Tonny Dian Effendi, Diplomasi Publik Sebagai Pendukung Hubungan Indonesia-Malaysia Malaysia juga.Selain itu, sekali lagi perlu ANNALS of The American Academy of ditegaskan pada permasalahan kurikulum Political and Social Science, accessed pendidikan tentang sejarah Asia Tenggara dan on December 28th, 2009, hubungan keserumpunan antara Indonesia dan . Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri Hermawan, Yulius P (ed), 2007, Transformasi diplomasi dalam Studi Hubungan Internasional : publik.Pemerintah dapat mengundang A k t o r, I s u d a n M e t o d o l o g i masyarakat, akademisi, professional, pebisnis, (Transformation in the International komunitas keagamaan, artis dan lain-lain untuk Relations Studies : Actors, Issues and bekerja bersama mambangun citra positif dan Methodology), Graha Ilmu Bandung dalam pelaksanaan sekaligus menyebarkan informasi kepada Hoge Jr, James F, 2003, The Benefits of Public masyarakat untuk membangun kesepahaman Diplomacy and Exchange Programs, bersama.Pemerintah juga dapat memposisikan National Council for International diri sebagai jembatan atas masyarakat dari Visitors, March 12, 2003 keduabelah pihak yang memiliki banyak Huntington, P Samuel, 1992, The Third Wave : kemiripan budaya dalam banyak kegiatan yang Democratization in The Late Twentieth mengutamakan identitas bersama. Kegiatan- Century, University of Oklahoma kegiatan semacam ini akan sangat membantu Press. dalam menyebarkan informasi positif kepada Manheim, Jarol B, 1990, Strategic Public masyarakat Indonesia dan Malaysia, dan Diplomacy : The Evolution of Influence, kemudian dapat membangun citra prositif, Oxford University Press, New York memperkuat kesepahaman bersama, dan Melisen, Jan, (ed) , 2005, The New Public Diplomacy : Soft Power in menghindari konflik. International Relations, PALGRAVE Daftar Pustaka MCMILAN, New York Anhold, Simon (ed) Place Branding 2, Palgrave Perwita, Banyu, 2005, Pengantar Ilmu Hubungan Internasional (The Mc Millan, Barston, R.P, 1997, Modern Diplomacy, Pearson Introduction of International Relations), Rosda Karya, Bandung Education, England Carr, E.H, 1983, The Twenty Years' Crisis Sukawarsini, Djelantik, 2008, Diplomasi antara 1919–1939: An Introduction to the Teori dan Praktik (Diplomacy : Theory Study ofInternational Relations, and Practice), Graha Ilmu, Bandung U.S. Department of State, 1987, Dictionary of Macmillan, Basingstoke Cull, Nicholas J “'Public Diplomacy' before International Relations Terms, Gullion : The Evolution of a Phrase”, Taylor, Humfrey 2008, The Not-So-Black Atr of http://uscpublicdiplomacy.com/pdfs/gu Public Diplomacy, World Policy llion.pdf, accessed on December 20 , Journal, Winter 2007/2008, The World 2009 Policy Institute th Gregory, Bruce, 2008, Public Diplomacy : The Tuch, Hans, 1990, Communicating with the Sunrice of an Academic Field, The World : U.S Public Diplomacy Tonny Dian Effendi, Diplomasi Publik Sebagai Pendukung Hubungan Indonesia-Malaysia Overseas, St. Martin's Press, New York Website Sriwijaya Post, 9 Maret 2011 Republika, 4 maret 2011 Rimanews.com, 5 Desember 2011 http://www.kbrikualalumpur.org/web/index.ph p?option=com_content&view=article &id=176:neraca-perdaganganindonesia-dengan-malaysia-20042009&catid=46:perdagangan, diakses tanggal 30 Februari 2013. www.internetworldstats.com/stats3.htm , diakses pada 29 Februari 2013. Public Diplomacy Alumni Association, “What is Public Diplomacy”, accessed in D e c e m b e r 8 , 2 0 0 9 61