WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Pengaruh Media Virtual Meeting dan Teknik Penyampaian Materi terhadap Tingkat Pemahaman Mahasiswa Aniek Irawatie Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Ilona Vicenovie Oisina Situmeang Universitas Persada Indonesia YAI Abstrak: Penggunaan pertemuan daring dan penyampaian materi pembelajaran berdampak pada tingkat pemahaman siswa di kelas besar, terutama pada mata pelajaran kurikulum wajib (MKWK). Dalam penelitian ini, platform pertemuan daring seperti Zoom dan Google Meet sangat penting untuk menjaga keterlibatan siswa di kelas besar. Pretest digunakan sebagai alat evaluasi awal untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum sesi pembelajaran dimulai. Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian eksplanatori dengan metode survei, yang bertujuan untuk memperoleh alasan terjadinya suatu fenomena secara empiris dan mencoba mendapatkan jawaban atas pengujian hipotesis guna menentukan perbedaan dan pengaruh antara satu variabel dengan variabel lainnya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non-Probability Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti jika peneliti memiliki karakteristik khusus dalam menentukan sampel: Mahasiswa aktif pada Semester 1, 3, 5 tahun akademik 2024/2025 yang mengambil mata kuliah MKWK. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Penggunaan Media Pertemuan Virtual (X. dan Tingkat Pemahaman Siswa (Y), dengan nilai Sig sebesar 0,000, yang menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan media virtual berbanding lurus dengan peningkatan pemahaman siswa. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai efektivitas penggunaan media virtual dalam pembelajaran serta pentingnya penyampaian materi yang tepat untuk meningkatkan pemahaman siswa Kata Kunci: Media Pertemuan Virtual. Penyampaian Pesan. Tingkat Pemahaman Siswa. Penelitian Eksplanatori. PENDAHULUAN Penggunaan media pertemuan virtual dalam pendidikan, terutama kelas besar, menjadi salah satu pendekatan yang semakin populer. Media pertemuan virtual menjadi solusi praktis untuk menyampaikan materi secara efektif kepada peserta mata kuliah wajib (MKWK), melibatkan jumlah mahasiswa yang jumlahnya Meskipun penggunaan pertemuan virtual memudahkan penyampaian materi di kelas besar, namun terdapat berbagai masalah. Pastikan bahwa informasi yang disampaikan melalui media virtual dipahami dengan baik oleh mahasiswa merupakan salah satu tantangan utama. Dalam pembelajaran tatap muka, dosen dapat mengendalikan interaksi mahasiswa secara langsung melalui komunikasi verbal dan namun, dalam pembelajaran virtual, keterbatasan dalam interaksi secara langsung dapat berdampak pada seberapa baik mahasiswa memahami materi yang diajarkan. WIDYA ACCARYA 2026 Menurut penelitian Hew. Lan. Tang. Jia, dan Lo . , kualitas interaksi yang difasilitasi dosen sangat penting untuk keberhasilan pembelajaran online. Dosen harus mampu mengelola interaksi secara aktif, menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran, dan memberikan umpan balik secara langsung cenderung berhasil meningkatkan pemahaman mahasiswa mereka. Namun, masalah utama yang dihadapi adalah keterbatasan kontrol kelas. media virtual menciptakan jarak fisik dan psikologis, yang menyebabkan mahasiswa kurang aktif. Pembelajaran Kelas Besar yang difasilitasi pertemuan virtual menawarkan banyak cara bagi dosen untuk mengelola kelas mereka dengan lebih baik. Salah satunya adalah memungkinkan dosen menyampaikan materi secara langsung kepada mahasiswa melalui presentasi atau video conference. Metode ini memungkinkan mahasiswa berpartisipasi dalam diskusi yang lebih intensif dan interaktif di dalam kelas besar. P a g e 11 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Metode lain yang juga digunakan dalam pembelajaran virtual kelas besar adalah pembelajaran berbasis proyek . roject-based learnin. dan pembelajaran kolaboratif. Mahasiswa diberikan tugas proyek dalam bentuk pengabdian pada masyarakat atau berkelompok, sehingga mendorong partisipasi aktif dan kolaborasi antarmahasiswa. Dosen berperan sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan dan umpan balik secara virtual. Penelitian Aulia . dengan judul Pengaruh Penggunaan Media Belajar Zoom Terhadap Pemahaman Mahasiswa STIE Bina Karya Tebing Tinggi memperoleh hasil Media Pemebelajaran mempunyai pengaruh positif dan signifikan sebesar 0,447 atau 44,7% terhadap tingkat Pemahaman Mahasiswa. Penelitian Prima Sadewa dan Riska Damayanti, tentang Pengaruh Pembelajaran Online Berbasis Zoom Cloud Meeting dan Google Classroom Terhadap Hasil Belajar memperoleh hasil Pembelajaran cloud meeting memberikan dampak pada hasil belajar. Pembelajaran online dengan google classroom memberikan dampak pada hasil belajar dan pembelajaran online dengan zoom cloud meeting dan google classroom bersama-sama memberikan pengaruh dampak pada hasil Fokus penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana penggunaan pertemuan virtual dan mempengaruhi tingkat pemahaman mahasiswa tentang mata kuliah MKWK. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kemampuan dosen untuk mengelola teknologi dan pendekatan pembelajaran yang digunakan sangat penting untuk kualitas penyampaian materi melalui media virtual. Faktor-faktor seperti keterlibatan aktif mahasiswa, kualitas jaringan internet, dan kemampuan mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan platform virtual juga penting. Penelitian Suleman dan Idayanti . mengatakan bahwa faktor-faktor keberhasilan pembelajaran online antara lain: Ketersediaan jaringan Internet pada perangkat digital. Perangkat digital di sekolah cukup memadai. Keterampilan guru dalam mengoprasikan perangkat digital. Persiapan guru dalam pembelajaran digital. WIDYA ACCARYA 2026 Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana penggunaan pertemuan virtual dan cara penyampaian materi materi berdampak pada tingkat pemahaman mahasiswa dalam kelas besar, terutama dalam mata kuliah MKWK. Diharapkan hasil dari penelitian ini akan memberikan saran praktis bagi dosen dan lembaga pendidikan untuk membangun strategi pembelajaran yang lebih efisien di era II. METODE Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang berarti penelitian yang dipakai dalam merespons persoalan yang berhubungan terhadap data berupa angka dan program statistik (Wahidmurni, 2. Sejak awal, pendekatan penelitian kuantitatif telah menekankan pada syarat-syarat tertentu yang harus bisa dipenuhi (Yusuf A. , 2. Data yang dihimpun berupa angka sebagai lambang daripada fenomena dan akan dianalisis dengan memakai teknik statistik (Yusuf A. , 2. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa UPN Veteran Jakarta yang mengampu mata kuliah wajib kurikulum (MKWK) TA. 2024/2025 di FEB. FISIP. FIK. FK. FT. FIKES. FH sejumlah 4067 dengan rincian sebagai berikut: Fakultas Jumlah FISIP FIKES FEB FIK TOTAL Sumber: Data Kemahasiswaan UPNVJ Agar dapat menetapkan jumlah sampel pada penelitian ini, pepenelitian akan memakai pendekatan dengan rumus Slovin. Rumus Slovin merupakan teknik untuk menentukan jumlah sampel dari populasi yang sudah diidentifikasi jumlahnya (Pakendek & Rantetampang, 2. Dengan memakai presisi sebanyak 10% untuk populasi dalam jumlah besar, berikut ialah besaran sampel yang P a g e 12 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index diambil dari populasi dalam penelitian ini yang ditentukan dengan rumus Slovin: Keterangan: = Jumlah Sampel = Jumlah Populasi = Tingkat presisi atau akurasi yang ditetapkan . %) Jumlah sampel yang dipakai dalam penelitian ini dengan tingkat presisi atau akurasi sebanyak 10% yaitu: Teknik menarik sampel merupakan proses serta cara untuk mengambil sampel agar dapat menduga keadaan suatu populasi pada penelitian (Firmansyah D. Dede, 2. Secara garis besar, teknik menarik sampel dibagikan menjadi dua kategori: pertama. Probability Sampling, yaitu teknik menarik sampel yang memberi kesempatan yang sama kepada tiap anggota populasi untuk bisa dipilih menjadi anggota sampel (Abubakar, 2. Kedua. NonProbability Sampling, yaitu teknik menarik sampel yang tidak memberi kesempatan yang sama kepada tiap anggota populasi agar ditentukan jadi anggota sampel (Abubakar. Taherdoost dalam penelitian (Firmansyah D. & Dede, 2. menyatakan bahwa NonProbability Sampling terdiri dari beberapa jenis yaitu Quota Sampling. Snowball Sampling. Purposive Sampling & Convenience Sampling. Pada penelitian ini, jenis NonProbability Sampling yang dipakai yaitu Purposive Sampling yang merupakan teknik sampling yang dipakai pepenelitian jika pepenelitian memiliki karakteristik khusus pada penentuan sampel untuk tujuan tertentu (Santina. Hayati, & Oktarina, 2. Karakteristik pepenelitian untuk menetapkan sampel yakni: Mahasiswa aktif Semester 1, 3, 5 tahun ajaran 2024/2025, yang mengambil MKWK sejumlah 100 orang mahasiswa. Teknik pengumpulan data merupakan tahap yang bisa dipakai oleh pepenelitian untuk dapat menghimpun data yang diperlukan agar bisa memecahkan rumusan masalah pada penelitian (Abubakar, 2. Menurut (Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. WIDYA ACCARYA 2026 Kualitatif. R&D, penghimpunan data bisa dilaksanakan dengan cara interview, kuesioner, observasi atau menggabungkan ketiganya untuk dijadikan data, data primer dan data sekunder. Tujuan utama dari uji ini adalah untuk mengukur tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikap peserta sebelum mereka memulai proses pembelajaran tertentu. Menurut (Sahir, 2. uji validitas sebagai suatu percobaan pernyataan penelitian dengan tujuan agar bisa melihat sejauh mana responden mengerti terkait pernyataan yang diajukan oleh peneliti. Uji Realibilitas menurut (Abdullah, 2. reliabilitas sebagai suatu istilah yang dipakai agar bisa menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila alat ukur tersebut dipakai berulang kali. Analisis korelasi sebagai suatu pengujian yang bisa dimanfaatkan untuk mengetahui seberapa erat hubungan di antara dua variabel atau lebih tanpa memperhatikan ada atau tidaknya hubungan kausal di antara variabel-variabel tersebut (Paiman, 2. Nilai korelasi berkisar di antara -1 hingga 1. Nilai yang mendekati -1 atau 1 menyatakan hubungan yang sangat kuat, sedangkan nilai yang mendekati angka 0 menyatakan hubungan yang sangat rendah (Widyaningsih, 2. Analisis regresi berganda sebagai suatu pengujian yang dipakai agar bisa memprediksi nilai variabel Y apabila variabel X ada dua atau lebih. Menurut (Widyaningsih, 2. analisis regresi berganda ialah uji analisis yang dipakai untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh atau tidak di antara variabel X kepada variabel Y. Uji hipotesis penelitian merupakan hipotesis kerja . ipotesis alternatif Ha atau H. yang diartikan sebagai hipotesis yang bisa dirumuskan dalam merespons masalah mengacu pada teori-teori yang relevan dengan masalah penelitian serta belum mengacu pada fakta atau dukungan data di lapangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Agar bisa menghitung koefisien korelasi pada penelitian ini, pepenelitian memakai rumus statistik yang sesuai dengan jenis skor butir P a g e 13 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index instrument yang bersangkutan. Pada penelitian ini, skor butir diketahui dalam bentuk kontinum, maka dipakai rumus r Product Moment sebagai berikut: Oo* ( ) * ( Tabel 1. Hasil Uji Validitas Varibel X2: Penyampaian Pesan Materi ) Keterangan: = Koefisien Korelasi = Jumlah Responden = Skor variabel x = Skor variabel y Jika hasil . maka disebutkan valid. Tetapi, jika . , maka disebutkan tidak valid Tabel Hasil Uji Validitas X1: Penggunaan Media Virtual Meeting Sumber: Data Olahan Peneliti . Berdasarkan data di atas, terlihat dari 9 butir pernyataan kuisioner yang mewakili variabel X1: Penggunaan Media Virtual Meeting dinyatakan 7 butir pernyataan dinyatakan valid, karena nilai Rhitung > Rtabel (. sedangkan 2 butir pernyataan dinyatakan drop karena nilai Rhitung > Rtabel (. Sumber: Data Olahan Peneliti . Berdasarkan data di atas, terlihat dari 9 Butir pernyataan kuisioner yang mewakili variabel X2: Penyampaian Pesan Materi 7 butir pernyataan dinyatakan valid, karena nilai Rhitung > Rtabel (. , sedangkan 2 butir pernyataan dinyatakan drop karena nilai R hitung > Rtabel (. Penjelasannya: Butir X2. P1, X2. P4. X2. P5. X2. P6. X2. P7. X2. P8, dan X2. P9 dinyatakan valid karena nilai Rhitungnya di atas 0,361. Butir X2. P2 dan X2. P3 dinyatakan "Drop" karena nilai Rhitungnya . ,263 dan 0,. di bawah 0,361. Hal ini menunjukkan bahwa kedua butir tersebut kurang representatif dalam mengukur variabel "Penyampaian Pesan Materi" secara keseluruhan dan tidak memenuhi kriteria validitas yang ditetapkan. Keterlibatan mahasiswa mendukung dalam penyampaian dan penerimaan materi. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Y: Tingkat Pemahaman Mahasiswa Sumber: Data Olahan Peneliti . Berdasarkan data di atas, terlihat dari 8 butir pernyataan kuisioner yang mewakili variabel Y: Tingkat Pemahanan dinyatakan valid. WIDYA ACCARYA 2026 P a g e 14 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index karena nilai Rhitung > Rtabel (. Penjelasannya: Semua butir dalam variabel Y (Y. P1 hingga Y. dinyatakan valid, karena seluruh nilai R-hitung . ulai dari 0,372 hingga 0,. lebih tinggi dari nilai R-tabel 0,361. Dengan demikian, seluruh item dalam variabel Y memiliki korelasi yang cukup dengan total skor dan dinyatakan dapat dipertahankan dalam instrumen pengukuran. Uji Normalitas Tabel 4. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Uji Reliabilitas Jika angka Alpha Cronbach > 0. 60, maka butir-butir disebutkan reliabel. Tetapi, jika angka Alpha Cronbach < 0. 60, maka butir-butir instrumen pada penelitian disebutkan tidak reliabel. Sumber: Data Olahan Peneliti . Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Reliability Statistics Dari hasil output SPSS pada tabel One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ditunjukan bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov atau test statistic 315 > 0. 05 maka menunjukan pola distribusi normal. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi linier yang digunakan adalah tepat, dan hasil analisis dapat diinterpretasikan dengan andal atau menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dapat dipercaya dan digunakan untuk membuat keputusan yang baik. Sumber: Data Olahan Peneliti . Berdasarkan tabel di atas, untuk variabel Penggunaan Media Virtual bahwa nilai CronbachAos Alpha > 0,06 yaitu . Maka dapat dikatakan bahwa data tersebut bersifat reliabel/valid. Untuk variabel Penyampaian Pesan Materi bahwa nilai CronbachAos Alpha > 0,06 yaitu . Maka dapat dikatakan bahwa data tersebut bersifat reliabel/valid. Untuk variabel Tingkat Pemahaman Mahasiswa bahwa nilai CronbachAos Alpha > 0,06 yaitu Maka dapat dikatakan bahwa data tersebut bersifat reliabel/valid. Uji Multikolinearitas Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas Sumber: Data Olahan Peneliti . Uji Asumsi Klasik Adapun hasil dari pengujian asumsi klasik pada penelitian ini terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas. Oleh karena itu, dapat dilihat hasil dari uji asumsi klasik yang telah dirincikan di bawah ini sebagai berikut: WIDYA ACCARYA 2026 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai VIF pada kedua variabel X1 sebesar 1. 237 dan X2 1. 419 dengan nilai tolerance sebesar 0,556. Dikarenakan nilai tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF lebih kecil dari 10 maka dapat Ini merupakan hasil yang P a g e 15 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index menyebabkan kesalahan dalam estimasi koefisien regresi, sehingga mempengaruhi interpretasi dan validitas model. Uji Heterokedastisitas Tabel 6. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data Olahan Peneliti . Berdasarkan output diatas diketahui bahwa nilai sig untuk variabel X1: Penggunaan Media Virtual Meeting adalah 0. Dan nilai sig untuk variabel X2: Penyampaian Pesan Materi adalah 0,503. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas karena > 0,05. Heteroskedastisitas adalah suatu kondisi dalam analisis regresi di mana varians dari kesalahan residual . tidak konstan di seluruh rentang nilai variabel independen. Dalam konteks regresi linear, asumsi yang mendasari analisis adalah bahwa residual . pada setiap level variabel Uji Korelasi Tabel 7. Hasil Uji Korelasi Sederhana disimpulkan menjadi 3 poin: Terdapat hubungan antara variabel X1 dan Y, hal ini dapat dilihat dari nilai Sig yang menunjukkan nilai 0,000 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0. Hubungan antara 2 variabel tersebut adalah hubungan yang positif, yang artinya apabila terdapat peningkatan pada variabel Penggunaan Media Virtual Meeting maka Tingkat Pemahaman Mahasiswa juga akan mengalami Nilai Pearson Correlation sebesar 0. Tingkat hubungan antara kedua variabel termasuk dalam korelasi kuat, karena berada dalam 60 Ae 0. 799 dengan tingkat hubungan kuat. Dari tabel hasil uji korelasi antara Variabel X2: Penyampaian Pesan Materi dan Y: Tingkat Pemahaman Mahasiswa, dapat disimpulkan menjadi 3 poin: Terdapat hubungan antara variabel X2 dan Y, hal ini dapat dilihat dari nilai Sig yang menunjukkan nilai 0,000 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05. Hubungan antara 2 variabel tersebut adalah hubungan yang positif, yang artinya apabila terdapat peningkatan pada variabel Penyampaian Pesan Materi maka Tingkat Pemahaman Mahasiswa juga akan mengalami peningkatan. Nilai Pearson Correlation sebesar 0,769. Tingkat hubungan antara kedua variabel termasuk dalam korelasi kuat, karena berada dalam interval 0,60 - 0,799 dengan tingkat hubungan kuat. Uji Korelasi Berganda Tabel 8. Tabel Korelasi Berganda Sumber: Data Olahan Peneliti . Dari tabel hasil uji korelasi antara Variabel X1: Penggunaan Media Virtual Meeting dan Y: Tingkat Pemahaman Mahasiswa, dapat WIDYA ACCARYA 2026 P a g e 16 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Sumber: Data Olahan Peneliti . Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai koefisien (R) sebesar 0. Koefisien korelasi tersebut memiliki hubungan yang positif dengan tingkat hubungan yang kuat, karena berada dalam interval 0,60-0,799 dengan tingkat hubungan yang kuat. Ini berarti terdapat hubungan positif yang kuat antara Penggunaan Media Virtual Meeting dan Penyampaian Pesan Materi Terhadap Tingkat Pemahaman Mahasiswa. Uji Regresi Berganda Tingkat Pemahaman Mahasiswa akan 389 satuan. Uji T Uji parsial (Uji T) bertujuan untuk menilai seberapa besar pengaruh variabel independen secara individual terhadap variabel dependen, dengan mengontrol variabel Hipotesis berdasarkan teori yang kuat untuk memastikan validitas penelitian (Syarifuddin & Saudi, 2022:. Tabel 10. Uji T Tabel 9. Hasil Uji Regresi Berganda Sumber: Data Olahan Peneliti . Sumber: Data Olahan Peneliti . Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat hasil perhitungan variabel bebas dalam penelitian ini dapat disusun dengan model sebagai Y= B BX1 BX2 Y= 17. 218X1 0,430X2 Terlihat jika variabel Penggunaan Media Virtual Meeting dianggap konstan, maka nilai variabel Tingkat Pemahaman Mahasiswa sebanyak 234 satuan. Apabila nilai Penyampaian Pesan Materi mengikat satuan-satuan dan nilai Penggunaan Media Virtual Meeting adalah konstan, maka nilai Tingkat Pemahaman Mahasiswa akan 336 satuan. Apabila nilai Penggunaan Media Virtual Meeting meningkat satuansatuan dan nilai Penyampaian Pesan Materi adalah konstan, maka nilai WIDYA ACCARYA 2026 T tabel: (/2. = . ,05/2. = . ,025. 1,985 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa: Nilai T hitung pada variabel X1: Penggunaan Media virtual Meeting didapat nilai sebesar 4. 246 dan nilai Sig 0,000. Berdasarkan nilai yang diperoleh dari hasil uji olah data, menunjukkan T hitung lebih besar dari T tabel yang sebesar 1,985 dan nilai Sig tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti variabel Penggunaan Media Virtual Meeting Tingkat Pemahaman Mahasiswa. Nilai T hitung pada variabel X2: Penyampaian pesan Materi, didapat nilai 667 dan nilai Sig 0,000. Berdasarkan nilai yang diperoleh dari hasil uji olah data, menunjukkan T hitung lebih besar dari T tabel yang sebesar 1,985 dan nilai Sig tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti variabel Penyampaian Pesan Materi P a g e 17 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Mahasiswa Tingkat Pemahaman Uji F Uji F bertujuan untuk menentukan apakah variabel independen secara bersamasama mempengaruhi variabel dependen. Dalam uji F, dilakukan penilaian terhadap pengaruh seluruh variabel independen secara (Syarifuddin & Saudi, 2022:77-. Tabel 11. Hasil Uji F Sumber: Data Olahan Peneliti . F tabel: . = . = . = 3,09 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan jika hasil signifikansi dari hasil uji F yang menunjukkan nilai F hitung sebesar 49. dan nilai Sig sebesar 0,000. Maka diketahui bahwa nilai F hitung lebih besar dari F tabel . dan nilai Sig lebih kecil dari 0,05. Dapat dikatakan bahwa variabel independen secara simultan mempengaruhi variabel dependen. Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara Penggunaan Media Virtual Meeting dan Penyampaian Pesan Materi terhadap Tingkat Pemahaman Mahasiswa. Hasil pengujian dari penelitian ini, sebagai Penggunaan Media Virtual (X. Penggunaan media virtual meeting dalam perkuliahan Kelas Besar memberikan banyak keuntungan, termasuk aksesibilitas yang lebih luas, fleksibilitas waktu dan tempat, serta efisiensi dalam pengelolaan Media virtual meeting, terutama melalui platform seperti Zoom, terbukti efektif dalam WIDYA ACCARYA 2026 sebagai metode utama maupun sebagai pelengkap dari pembelajaran tatap muka. Meskipun ada tantangan seperti kurangnya fokus mahasiswa, dosen harus terus berinovasi dengan menggabungkan teknik pembelajaran yang berbeda dan menyediakan materi yang dapat diakses secara pengalaman belajar yang optimal. Penyampaian Pesan Materi (X. Metode ceramah masih menjadi mahasiswa dalam penyampaian Dosen diharapkan untuk menciptakan suasana belajar yang Penyampaian materi yang jelas dan penggunaan contoh relevan sangat Dosen juga perlu meningkatkan pemikiran kritis dan menciptakan lingkungan belajar yang positif. Dosen Kelas Besar yang dilakukan dalam 4 . tatap muka sesuai pembelajaran MKWK bahwa dosen Kelas besar seharusnya tidak pembelajaraan MKWK saat ini adalah Project Based Learning (PJBL). Tugas melakukan proyek yang dibimbing oleh dosen yang mengajar di kelas Tingkat Pemahaman Mahasiswa (Y): Hasil mahasiswa dapat dengan baik memahami materi yang disampaikan dalam perkuliahan Kelas Besar Kebanyakan responden merasa dapat mengaitkan teori dengan praktik dan menerapkan P a g e 18 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index pelajaran dalam kehidupan seharihari. Kepuasan diterapkan oleh dosen sangat baik, yang mencerminkan keberhasilan Hubungan Antara Variabel: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara Penggunaan Media Virtual Meeting (X. dan Tingkat Pemahaman Mahasiswa (Y), dengan nilai Sig 0,000, yang menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan media virtual berbanding lurus dengan peningkatan pemahaman mahasiswa. Nilai koefisien korelasi Pearson 699 menunjukkan hubungan yang kuat antara kedua variabel, menekankan pentingnya media virtual dalam meningkatkan pemahaman IV. KESIMPULAN Pentingnya penggunaan platform media virtual zoom terbukti efektif dalam penyampaian pesan materi dalam mahasiswa dalam perkuliahan MKWK, terutama di kelas besar. Pentingnya inovasi dalam penggunaan media virtual meeting dan penyampaian materi untuk mendukung keberhasilan pembelajaran di kelas besar, sekaligus memperkuat peran dosen sebagai fasilitator pembelajaran yang interaktif Kepuasan terhadap pendekatan pembelajaran yang keberhasilan strategi pengajaran yang DAFTAR PUSTAKA