Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 PENGABDIAN KEMITRAAN MASYARAKAT DI TAMAN WISATA GERIH. DESA ADAT GERIH. DESA ABIANSEMAL. KECAMATAN ABIANSEMAL. KABUPATEN BADUNG I Nengah Rata Artana1. Ni Ketut Wiradnyani2. Christian Tonyjanto3. I Made Dwi Wira Ardana4 Program Studi D4 Manajemen Perhotelan. Fakultas Vokasi Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesia. Program Studi Ilmu Gizi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Sains, dan Teknologi. Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesia. Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Kesehatan Sains dan Teknologi Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesia. Program Studi D3 Manajemen Pemasaran Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesia Email: 1 inengahrataartana@undhirabali. id, 2 ketutwiradnyani@undhirabali. sisfo@undhirabali. id, 4 dwiwira76@undhirabali. ABSTRAK Desa adat Gerih yang berada di wilayah desa Dinas Abiansemal telah melahirkan sebuah obyek wisata yang disebut dengan Taman Wisata Gerih (TWG). Obyek ini tepatnya ada di perbatasan antara Desa Gerih dengan Subak Abian Blumbungan di Sibang Kaja. Desa Abiansemal. Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Luas obyek wisata ini terdiri dari 58 lahan kering, 51,5 are lahan basah . awah akti. Pemilik lahan adalah Laba Pura Kawitan Bendesa Adat Gerih. Permasalahan yang dihadapi adalah desa Abiansemal belum memiliki kelompok sadar wisata, belum memiliki obyek wisata yang sekaligus bisa dijadikan sebagai rintisan desa wisata Abiansemal, dan belum paham tentang bagaimana merintis sebuah usaha menuju desa wisata dan persiapan membuat konten digital yang sopan jika mempromosikan obyek wisata yang akan dikelola. Metode yang kami gunakan adalah metode wawancara dalam bentuk pre-test dan post-test, dan diskusi secara offline dan online. Diskusi online lebih sering dilakukan mengingat pengabdian ada pada masa Pandemi Covid-19. Sedangkan rancangan pengabdian menggunakan pendekatan . ural rapid appraisa. articipant rapid appraisa. Di tengah masa pengabdian muncul obyek wisata yang baru, yang selanjutnya dilakukan pendampingan. Kehadiran obyek wisata ini adalah untuk mewujudkan Desa Abiansemal masuk dalam sejarah baru yakni perintisan sebuah desa wisata yang kegiatannya dimulai dan dipusatkan di desa Adat Gerih. Wahana baru ini telah diresmikan secara adat . i-pelaspa. pada hari Sabtu, 24 Juli 2021, bertepatan dengan hari Purnama Sasih Karo. Wahana ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS Wahana Lestari Geri. Dengan kehadiran Pokdarwis dan sarana prasarana yang dikelola dan ditawarkan ke masyarakat, maka wahana ini siap berkompetisi dan turut memajukan pariwisata secara khusus di desa Abiansemal, dan secara umum di Kabupaten Badung. Luaran yang sudah dilakukan adalah melalui media online di https://w. id pada tanggal 29 Agustus 2021. I News TV Bali pada tanggal 23 September 2021 agar obyek Taman Wisata Gerih semakin dikenal oleh masyarakat Abiansemal. Badung dan bahkan masyarakat Bali. Kata kunci: Eco Wisata Terpadu. Wahana Lestari Gerih Pendahuluan Desa Gerih adalah bagian dari desa Dinas Abiansemal atau kedinasan Perbekel Abiansemal. Kecamatan Abiansemal. Kabupaten Badung. Wilayah Desa Abiansemal terdiri dari dua desa adat, yakni Desa Adat Abiansemal dan Desa Adat Gerih. Desa adat Gerih adalah desa agraris yang banyak terdapat hamparan sawah yang indah, dan Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 perkebunan dengan suasana pemandangan sawah dan pertaniannya sangat indah. Keindahan daerah desa adat Gerih atau Dusun Gerih juga disebabkan oleh tanah pertanian yang subur karena oleh dua buah sungai yaitu Sungai Ayung dan Sungai Bangiang. Sedangkan Utara. Barat dan Selatan desa terbentang sawah yang luas, disebelah timur desa, terdapat tegalan yang cukup luas yang menyebabkan daerah ini sangat sejuk. Jarak desa Adat Gerih atau Desa Abiansemal dari pemerintah Kabupaten Badung hanya berjarak 5 Km. Masyarakat yang masih melestarikan pertanian yang diatur melalui organisasi Subak sebuah organisasi tradisonal yang ada pada masyarakat setempat dengan pemandangan sawah yang indah, serta sungai yang melintang, maka oleh beberapa tokoh masyarakat dan kepala desa Abiansemal sangat memungkinkan ada rintisan untuk membentuk desa Wisata yang bisa dimulai dari desa adat Gerih, karena wilayah desa Adat Gerih merupakan desa adat yang paling luas di desa Abiansemal, sekaligus disarankan untuk membuat wadah berupa POKDARWIS. Gambar 1. Foto Kepala Desa Abiansemal . aju mera. dan Ketua POKDARWIS Wahana Lestari Gerih (Baju Seragam Geri. Dengan adanya potensi alam yang sangat indah, serta banyak sanggar seni tabuh, tari dan terdapat perajin patung Belong, serta produk perajin meja dan bingkai kaca yang berbahan kayu sampah dari pantai Negara-Jembrana, maka oleh beberapa tokoh masyarakat dan praktisi pariwisata setempat sangat memungkinkan diadakan perintisan desa Abiansemal menjadi desa wisata dengan mencari ciri khas atau icon yang bisa dijadikan sebagai ciri khas sebagai desa wisata. Keinginan menjadikan desa Abiansemal menjadi desa wisata lalu dimandatkan kepada bapak Nyoman Gde Betha seorang praktisi pariwisata dan kawan-kawannya yang berasal dari desa Adat Gerih sekaligus menghimpun anggota untuk membentuk Pokdarwis yang diberi nama Kelompok Sadar Wisata Wahana Lestari Gerih. Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) ini juga dibentuk atas hasil musyawarah desa Adat Gerih dan didukung oleh anggota yang berasal dari desa Abiansemal dengan seluruh keanggotaan berjumlah 200 orang. Pendampingan dari tim pengabdian Universitas Dhyana Pura dengan skema mandiri, dilakukan secara online dan offline, mengingat pada awal penjajagan sudah mewabah Pandemi Covid-19. Meskipun dalam masa pandemi, semangat untuk membentuk wadah Pokdarwis tidak surut karena warga desa Abiansemal, khususnya yang ada di wilayah desa Adat Gerih Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 sangat rindu memiliki desa wisata untuk bisa membuka lapangan kerja baru bagi kaum muda akibat dampak Pandemi Covid-19. Menjadikan sebuah desa menjadi desa wisata memang harus dibentuk wadahnya yang disebut dengan Kelompok Sadar Wisata, dan inilah persoalan pertama oleh mitra setempat yakni belum ada organisasi untuk mewadahi keinginan mereka merintis desa Permasalahan kedua jika telah terbentuk Pokdarwis, maka harus diusahakan satu tempat untuk wilayah atau lahan yang bisa dijadikan pilot project sebagai tanda atau ciri perintisan desa Abiansemal menjadi desa wisata. Permasalahan ketiga, maka setelah ada obyek wisata perlu ada penataan obyek wisata, penataan SDM dan sentuhan soft skill serta bagaimana melakukan promosi dengan marketing digital secara sopan atau santun. Berdasarkan atas ketiga permasalahan yang dialami oleh mitra setempat, maka maksud dan tujuan pengabdian yang pertama adalah mendampingi pembentukan Pokdarwis khususnya kelompok sadar wisata yang anggotanya lebih banyak dari wilayah desa adat Gerih. Maksud dan tujuan pengabdian kedua adalah memberikan sumbang saran, ide dan gagasan pendampingan mencari lahan atau daerah untuk dijadikan rintisan obyek wisata sebagai pilot project yang selanjutnya diharapkan menjadi perintisan menuju desa wisata Abiansemal. Seiring berjalannya perekrutan anggota Pokdarwis, ternyata mitra setempat tidak tinggal diam, hingga menemukan lahan dan investor yang berasal dari daerah setempat. Lahan tersebut seperti yang telah disebutkan di atas adalah lahan tidur milik desa Adat Gerih dan investornya bernama Jero Gede Istri Sadhu Kerthi dan Jero Gede Lanang Putra Baskara. Akhirnya oleh investor dan Pokdarwis lokasi wisata tersebut diberi nama Taman Wisata Gerih atau diperkenalkan dengan nama singkat TWG, dengan memanfaatkan lahan tidur berupa tanah tegalan milik desa adat Gerih. Lahan tersebut adalah milik desa Adat Gerih yang disebut dengan tanah plaba pura atau laba pura. Maksud dan tujuan pengabdian ketiga adalah melakukan pendampingan pemanfaatan lahan TWG dengan konsep AuREKay yaitu lahan TWG dimanfaatkan untuk tempat rekreasi (R) dimanfaatkan sebagai sumber edukasi (E) seni budaya dan ilmu lainnya, termasuk belajar tentang organisasi pengairan di Bali yang disebut Subak, sebagai pusat penjualan kuliner (K) lokal, nasional dan bahkan internasional, tempat belajar pertanian (Agricultur. , dan sebagai wahana atau media pengembangan seni (Ar. tradisional maupun modern. Tujuan keempat adalah ikut melakukan penataan obyek wisata. SDM, sosialiasi Sapta Pesona serta mengadakan pelatihan promosi dengan marketing digital secara sopan atau santun. Tabel 1. Profil Mitra Uraian Nama Kelompok Berdiri Tahun Jumlah Anggota Nama Ketua Nama Sekretaris Nama Bendahara Nama Produk Cara pemasaran Mitra 1 POKDARWIS Wahana Lestari Gerih Ir. I Nyoman Gde Betha Aryawan. MBA I Gede Hendra Cipta I Made Gede Budi Dwipayana Jasa Obyek Wisata Offline dan Online Solusi dan Target Luaran Solusi pertama yang diberikan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah pertama. memenuhi undangan dari Bapak Kepala Desa Abiansemal berkaitan dengan rencana pembentukan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), yang digerakkan oleh masyarakat yang ada di desa Gerih. Selanjutnya memberikan Selanjutnya juga mendampingi Bapak Nyoman Betha yang menerima mandat untuk Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 membuat Kelompok Sadar Wisata. Pendampingan tersebut meliputi pemberian soft copy form atau blanko untuk bisa diisi sekaligus perekrutan pengurus POKDARWIS. Karena perekrutan anggota Pokdarwis ini berada dalam situasi Covid-19, maka proses pembentukan berjalan lambat dan tidak sesuai dengan target yang direncanakan. Solusi yang kedua juga mencoba memberikan ide dan gagasan agar POKDARWIS juga bisa memiliki obyek wisata yang bisa digunakan sebagai pilot project yang ada di wilayah desa Gerih, namun tidak disangka ide dan gagasan ini terwujud dan mendapat lahan yang digarap berupa tanah milik pelaba pura serta bisa dijadikan taman wisata, yang selanjutnya diberi nama Taman Wisata Gerih (TWG). Mengingat lahan yang cukup luas, maka untuk lebih memaksimalkan fungsi lahan, solusi yang ketiga adalah memberikan konsep penggunaan fungsi lahan TWG menjadi 5 fungsi yang disebut dengan konsep AuREKay, yaitu membagi TWG berfungsi sebagai taman rekreasi (R), edukasi (E) tempat untuk belajar dan sebagai sumber belajar dari lingkungan alam dan masyarakatnya, pusat penjualan dan pengembangan kuliner (K), tempat pengembangan dan pelestarian budaya pertanian (Agricultu. serta pusat pembelajaran berbagai macam seni (Ar. baik tradisi atau modern. Tim juga memberikan solusi yang keempat yakni penataan lingkungan sekitar dengan menanam pohon-pohonan atau bunga-bungaan antara lain menanam bunga Telang, mengadakan diskusi tentang Sapta Pesona dan pelatihan tentang marketing digital yang beretika untuk bisa menarik minat konsumen untuk datang ke TWG. Gambar 2. Foto halaman yang asri dan hijau Taman Wisata Gerih dan penanaman Bunga Telang bersama Ketua POKDARWIS dan foto. Penanaman Bunga Telang diusahakan agar bisa dimanfaatkan secara langsung untuk bisa dibuat teh Bunga Telang. Pengolahannya praktis bisa langsung diseduh atau direbus dan dicampur dengan gula pasir atau gula batu dan jeruk nipis lalu bisa disuguhkan ke pengunjung. Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 Tabel 2. Pengetahuan Pengurus POKDARWIS. Pekerja di TWG Tentang Wawasan Kepariwisataan Berbasis Keindahan Alam dan Budaya Jenis Luaran Indikator Capaian Publikasi pada Jurnal Sinaptek Subbmited Publikasi pada media online I News TV Bali Media online dihttps://w. Media online Badung. Tabolidmantap. Peningkatan Iptek di masyarakat berupa aplikasi atau penerapan K3 Peningkatan Iptek penerapan Sapta Pesona dan CHSE di lingkungan kerja dan masyarakat Peningkatan skil manajemen penglolaan keuangan dan usaha Tayang Terbit Terbit Terbit Terbit Ada Ada Ada Metode Pada pengabdian masyarakat dengan skema mandiri, maka metode yang diberikan adalah dengan menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA). masyarakat Desa adat Gerih diajak untuk mengembangkan potensi daerahnya, khususnya dalam kaitannya mengembangkan Taman Wisata Gerih dan fakto-faktor pendukungnya, antara lain tetap berusaha untuk mengelola potensi alam (SDA) dan tetap solid di dalam organisasi khususnya bagi anggota Kelompok Sadar Wisata Wahana Lestari Gerih untuk mengembangkan diri agar terus bisa meninggkat sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dibidang pengelolaan obyek wisata. Kemudian metode Participant Rapid Appraisal (PRA). yakni dalam kegiatan pengabdian maupun pendampingan, maka seluruh potensi masyarakat dikerahkan untuk ikut berpartisipasi yang dikoordinir oleh pengurus Pokdarwis Wahana Lestari Gerih. Potensi yang ada di desa Adat Gerih Abiansemal semua turut berpartisipasi untuk merintis desa Abiansemal menuju desa Wisata. Kendatipun para pekerja yang ada di Taman Wisata Gerih mendapatkan upah kerja harian, namun yang diutamakan bagaimana menanamkan nilai-nilai gotong royong, kebersamaan dalam membangun rintisan desa wisata Abiansemal yang dimulai dari Desa Adat Gerih. Baik dengan metode RRA mapun PRA maka dalam pengabdian dan pendampingan ada beberapa langkah kegiatan yang telah dilakukan antara lain: Berdiskusi secara offline dan online dalam rangka melakukan perekrutan anggota Pokdarwis termasuk dalam pengelolaan organisasi POKDARWIS, yang didahului dengan menyerahkan soft copy, berisi format susunan pengurus POKDARWIS. Memberikan pendampingan ide dan gagasan dalam memfungsikan areal Taman Wisata Gerih dengan konsep AuREKay (Rekreasi. Edukasi. Kuliner. Agriculture dan Art. Sosialisasi Sapta Pesona dan CHSE kepada anggota PODARWIS Wahana Lestari Gerih termasuk para pegawai TWG agar paham dengan Sapta Pesona dan CHSE serta mampu mempraktekannya dalam keseharian di lingkungan kerja dan secara khusus Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 bisa mempraktekannya seiring dengan Protokol Kesehatan, sehingga meskipun munculnya TWG ini dalam masa pandemi, tapi manajemen Taman Wisata Gerih bisa bersinergi dan mampu beradaptasi. Pada saat sosialisasi Sapta Pesona dan CHSE sempat juga dilakukan pre test dan post test terkait dengan wawasan ilmu dan pengetahuan pariwisata. Memberikan pelatihan keselamatan dan Kesehatan kerja di lingkungan Taman Wisata Gerih, terlebih lagi pada saat petugas di perahu mengantarkan tamu naik perahu bermesin . menyusuri sungai yang melintang di tengah desa Adat Gerih, agar selalu mengenakan rompi atau jaket pengaman. Ikut menata tumbuhan dan pohon di sekita TWG, dan tim pengabdi memberikan sumbangan bunga Telang serta langsung menanam di areal TWG, sehingga diharapkan dari tanaman bunga Telang ini kelak akan bisa disuguhkan the daun Telang bagi para pengunjung. Dengan ditanamnya berbagai bunga di sekitar TWG maka taman wisata Gerih akan semakin nampak hijau, segar dan sangat memenuhi unsur keindahan/estetis. Memberikan pemahaman bagaimana bermedia sosial yang santun sehingga para pegawai TWG dan masyarakat Gerih secara khusus bisa mengambil bagian promosi dan marketing agar TWG yang dijadikan sebagai rintisan desa wisata bisa diinformasikan secara baik, benar, dan ketika masyarakat mengunjungi maka antara yang dipromosikan dengan kenyataan di lapangan tidak jauh berbeda. Sampai saat ini, khusus yang berkaitan dengan pengembangan dan menjaga kestabilan kunjungan di masa pandemi Covid-19 pada Taman Wisata Gerih masih terus didampingi, mengingat pendampingan ini sudah menjadi program yang telah disepakati oleh pengurus PODARWIS Wahana Lestari Gerih. Pihak mitra pada saat melakukan pengabdian dan pendampingan sangat kooperatif, ikut menyedikan konsumsi, tempat untuk berkegiatan dan pihak POKDARWIS Wahana Lestari Gerih memohon pendampingan untuk dilanjutkan sampai 5 tahun ke Hasil dan Pembahasan Tim pengabdian dan pendampingan yang dilakukan dengan skema PKM Mandiri kepada masyarakat desa Gerih Abiansemal telah melakukan beberapa langkah kegiatan pengabdian dan pendampingan, yaitu: pada awalnya melakukan pertemuan dengan Kelian Banjar Dinas Dirgahayu I Made Tangkas Dwipartha beserta para tokoh masyarakat, dan bersepakat untuk membentuk Pengurus Pokdarwis. Pertemuan ini dilakukan di rumah pribadi Bapak Made Tangkas. Hasil dari pertemuan ini, para tokoh desa Adat Gerih setuju dibentuk pengurus POKDARWIS agar bisa merintis desa Wisata yang sekiranya bisa dimulai dari Desa Adat Gerih. Pertemuan juga dimediasi oleh I Made Tangkas Dwipartha untuk berdiskusi dalam rangka persiapan pembentukan pengurus Pokdarwis serta mendengar arahan dari Kepala Desa Abiansemal. Pertemua ini dilakukan di Kantor Perbekel (Kepala Des. Abiansemal beralamat di Jalan Janger No. 13 Dauh Yeh Cani. Kecamatan Abiansemal. Kabupaten Badung. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bahwa Bapak Kepala Desa Abiansemal setuju untuk dibentuk pengurus POKDARWIS yang akan mengatur pelaksanaan perintisan desa Abiansemal menuju desa wisata, dan sangat memungkinkan rintisan ini dimulai dari Desa Adat Gerih karena wilayah desa adat Gerih paling luas wilayahnya diantara desa adat lainnya. Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh desa Abinsemal maupun obyek wisata Taman Wisata Gerih yang sesungguhnya ada di wilayah Desa Abiansemal, maka telah dilakukan proses pengabdian dan pendampingan sebagai berikut: Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 Pembentukan organisasi Kelompok Sadar Wisata yang diberi nama Wahana Lestari Gerih. Abiansemal, dengan susunan pengurus inti terpilih dan dilantik yaitu Ketua Ir. I Nyoman Gde Betha Aryawan. MBA. Sekretaris I Gede Hendra Cipta. Bendahara I Made Gede Budi Dwipayana dengan SK Pengukuhan No. Tahun 2021 tanggal 19 Juli 2021 diketahui dan ditandatangani oleh Kepala Desa (Perbeke. Abiansemal Ida Bagus Bisma Wiratma. SH. Sedangkan sebagai penasehat adalah I Ketut Riasa. Pd. I Made Mustika. ST. I Ketut Widiana Karya. ,M. DR. Drs. I Made Putra Wijaya. Pd. Pada saat pembentukan ini juga sudah dibuat logo atau simbul Kelompok Sadar Wisata Eco Wisata Wahana Lestari Gerih seperti gambar berikut ini. Gambar 3. Logo atau simbul Kelompok Sadar Wisata Lestari Gerih dan Taman Wisata Gerih (TWG) Anggota dari pengurus POKDARWIS berjumlah sebanyak 200 orang yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu dan latar belakang profesi, dipilih menjadi anggota yang bersedia diajak bekerjasama dan komitmen untuk menangani organisasi POKDARWIS secara profesional. Untuk bisa berprogram secara efektif, efisien dan bermanfaat, maka senantiasa diadakan diskusi, baik diskusi online maupun Untuk program kerja dari POKDARWIS Wahana Lestari Gerih, pada tahun 2021 masih terfokus untuk menangani dan mengembakan obeyk Wisata Taman Wisata Gerih, sehingga terus bisa menangani pengunjung yang datang ke Taman Wisata Gerih, terutama menggaet pangsa pasar kaum muda. Wahana yang paling populer sampai saat ini adalah naik perahu bermotor . , menyusuri sungai yang melintas di pinggir desa Adat Gerih berdurasi waktu 15 menit. Disamping atraksi ini, kegiatan juga akan dibuka yakni jogging track dan tempat perkemahan. Mendampingi mewujudkan obyek wisata, dan secara bersamaan dengan dibentuknya pengurus POKDARWIS, maka kelompok yang baru saja terbentuk berhasil juga membuka obyek wisata yang diberi nama Taman Wisata Gerih (TWG) yang investornya adalah warga dari Gerih. Setelah diplaspas . melalui sebuah upacara keagamaan pada tanggal 24 Juli 2021, maka secara spiritual atau secara niskala sudah bisa dilakukan kegiatan Sedangkan secara sekala, masih harus diresmikan bersama dengan pemerintah Kabupaten Badung dan instansi terkait. Namun karena obyek wisata ini dibuka pada masa Pandemi Covid-19, maka pengunjung masih Pendampingan yang dilakukan di obyek wisata TWG adalah memberikan gagasan atau ide untuk pembagian fungsi lahan yang dirumuskan dalam konsep AuREKay. Konsep ini disetujui oleh Ketua POKDARWIS di atas lahan seluas 51 are lahan kering, 51, 5 lahan basah . , milik desa Adat Gerih . aba pur. Lahan yang luas seluruhnya 85 are ini sudah mulai Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 difungsikan sebagai area untuk rekreasi (R), edukasi (E), kuliner (K), agriculture (A) bekerjasama dengan organisasi tradisional Bali yang disebut Subak dan kegiatan seni atau arts (A) dengan memanfaatkan open stage yang Kuliner yang disediakan juga dibuatkan menu spesial Auala gerihAy antara lain nasi goreng ala Gerih yang terdiri dari daging kambing dan rasa netral . ambal dan garamnya dipisahka. dan ditempatkan dalam wadah yang disebut takir/tekor tempat kecil yang dibuat dari daun pisang. Menu ini dibuat untuk bisa menjangkau harga yang rendah dan menjadi ciri khas dari TWG. Menu ini merupakan kreasi menu spesial (Teja Sukmana,2. , sehingga pengunjung tidak merasakan harga yang tinggi. Konsep kembali ke alam adalah komitmen dari seluruh masyarakat desa Adat Gerih, agar kehidupan memuliakan alam menjadi satu visi dengan Propinsi Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Sedangkan konsep yang dipromosikan adalah konsep wisata keluarga yang diharapkan akan bisa menjadi obat setelah masyarakat lelah atau penat dari bekerja seharian. Sejak dibukanya taman wisata ini, meskipun belum resmi dibuka oleh pemerintah, maka setiap hari Sabtu dan Minggu selalu dipenuhi pengunjung, dan diharapkan kunjungan di tempat ini selalu menaati protokol kesehatan. Sesuai dengan himbauan pemerintah, bahwa di setiap obyek wisata dipasang aplikasi peduli lindungi, syarat ini telah dipenuhi. Aplikasi ini cukup berdampak bagi para pengunjung yakni memberikan rasa aman dan nyaman. Dengan konsep AuREKKAAy ini maka penggunaan lahan menjadi lebih efektif dan multi fungsi, karena semua bisa dimanfaatkan sehingga bagi pengunjung yang datang, tidak saja rekreasi, tetapi juga bisa belajar dari alam sekitarnya sambil melakukan kontemplasi . betapa alam dengan segala keindahannya harus tetap dirawat dan dilestarikan sehingga bisa diwariskan ke generasi. Gambar 4. Manajemen TWG dan Tim pendamping UNDHIRA Bali menerima Pengurus Desa Wisata Kapal dan anggota tim pendamping menerima T-Shirt putih berlogo TWG menyerupai pelangi. Mengadakan sosialisasi Sapta Pesona, agar para tenaga kerja yang ada di TWG semua memahami isi Sapta Pesona untuk dijadikan pengetahuan, wawasan serta bisa mengaplikasikan dalam dunia bekerja. Pemberian sosialisasi materi Sapta Pesona ini kepada para pekerja di TWG dan kepada perwakilan POKDARWIS dilakukan sangat singkat, namun selanjutnya para peserta diarahkan untuk mencari bahan sumber beajar secara online sehingga lebih paham dan bisa mengaplikasikan Sapta Pesona di lapangan. Peningkatan Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 keselamatan kerja dan keselamatan pengunjung juga menjadi materi pendampingan, terutama di bagian wahana boat . erahu bermoto. , agar petugas boat dan setiap pengunjung mengenakan rompi pengaman, sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa mengurangi resiko bahaya. Demikian juga keselamatan dan kehati-hatian dalam bekerja di semua unit . itchen, bar, wahana bermain di halaman, feeding animale, boat, jogging track, penjaga parkir, securit. harus semua bekerja untuk mengutamakan Khusus di bagian kitchen harus hati-hati dalam mengerjakan makanan yang dipesan pengunjung, sehingga tetap terjaga kebersihannya, misalnya terhindar dari rambut yang nempel di makanan dan lain-lain. Gambar 5. Balai Pertemuan dan Wahana Boat Untuk Menyusuri Sungai Padang Luwah di Desa Adat Gerih Pelatihan dan pendampingan bersosial media yang sopan dan bijak juga sempat diajarkan kepada karyawan secara online, mengingat jaman sekarang sudah menjadi trend bahwa yang bekerja di dalam sebuah perusahaan termasuk di Taman Wisata Gerih juga diharapkan oleh manajmen adalah sebagai marketer . Karena semua harus menjadi pemasar dan melakukan promosi dengan menggunakan berbagai sosial media yang ada salah satunya adalah Instagram dan media sosial lainnya (Wawancara dengan ibu Jro Sadhu Kerthi, 17 Agustus 2. Followers Taman Wisata Gerih telah mencapai 4,099 dan kebanyakan masyarakat yang datang berkunjung mereka melihat dari sosial media Instragram dan facebook. Pada saat pelatihan secara online, semua peserta merasa senang mendapat ilmu dan pengetahuan. bahwa jika bisa bijak dan santun atau sopan dalam bermedia sosial, maka akan membawa keuntungan besar. Hal ini berdampak setelah 5 bulan diresmikan secara adat. TWG telah terpromosikan dengan baik dan aman hingga mencapai ribuan followers. Bagi obyek TWG sampai saat ini media sosial yang tepat untuk berpromosi adalah Instagram, walaupun terjadi fluktuasi. Dalam pengelolaan di media online saat ini memang dibutuhkan manusia yang kreatif dan humanis (Primadi Tabrani:2. Kalau kreatif dan humanis yang artinya mempertimbangkan nilai-nilai moral dalam bersosial media maka akan membawa keuntungan yang besar. Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 Gambar 6: Tampilan IG Taman Wisata Gerih yang telah diikuti oleh 4,099 Pendampingan untuk penataan tanaman di taman juga dilakukan sehingga ruang yang hijau, alami dan estetis tetap terjaga. Penataan ini dimulai dari arah depan di samping kiri-kanan, serta di semua areal TWG dan sekitarnya. Penataan dan penanaman berbagai macam tumbuhan menjadi prioritas agar konsep kembali kea lam bisa menjadi ciri khas. Kebersihan sebagai bagian dari aplikasi Sapta Pesona juga sudah diterapakn di semua bagian. Ada rencana ke depan bahwa TWG juga akan ditanami tumbuhan Tabebuya yang adalah Bunga Sakura-nya Indonesia serta berbagai macam tumbuhan yang bisa digunakan untuk obat-obatan, seperti telah dilakukan penanaman Bunga Telang di areal pinggir parkir TWG untuk memberi nuansa taman Herbal. Pada awal kegiatan pendampingan di TWG telah juga diadakan pre-test dan posttest menyangkut apa yang akan menjadi materi pengabdian seperti tersaji pada tabel di bawah ini. Tabel 3. Pengetahuan Pengurus POKDARWIS. Pekerja di TWG Tentang Wawasan Kepariwisataan Berbasis Keindahan Alam dan Budaya Kegiatan Hasil Test Pre-test Hasil Post-test Penyampaian materi POKDARWIS dan SAPTA PESONA Total Daya Serap Penyampaian materi prospek obyek wisata berbasis keindahan alam dan pengetahuan tentang pariwisata secara Penyampaian materi kesehatan dan keselamatan kerja Penyampaian Pengetahuan Umum Yang Terkait dengan CHSE. Hosptality, dll. Semangat belajar dan berlatih yang ada pada anggota POKDARWIS dan para pekerja di TWG mendapatkan hasil yang cukup memuaskan saat dilakukan test sebelum dan sesudah pengabdian/pendampingan. Capaian hasil prosentase hingga menjadi capaian yang di atas 70% adalah sebuah ketekunan yang dan rasa optimis untuk sebuah Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 kemajuan bagi generasi muda desa Adat Gerih, secara khusus bagi para pekerja di TWG. Tingkat capaian tertinggi adalah 95% tentang keindahan alam,karena mereka memang paham akan keindahan desa karena rata-rata mereka semua masih tetap tinggal di desa dan paham bahwa keindahan desa atau alam memang bisa dijadikan dan dikembangkan menjadi obyek wisata asalkan ada yang membimbing dan mendampingi. Sedangkan capaian terendah ada pada materi CHSE dan hospitality karena ini berkaitan dengan perilaku atau budaya/kebiasaan yang harus berubah, dan membutuhkan proses agar menjadi kebiasaan. Capaian prosentase 90% dan 88% pada materi ke-1 dan 3 masih dalam kategori pencapaian daya serap yang tinggi. Dengan capaian yang tergolong tinggi adalah modal atau spirit untuk terus melaju mewujudkan desa Abiansemal menjadi desa wisata yang diawali dari desa Adat Gerih. Potensi alam, kekuatan budaya dan spiritual harus saling mendukung antara usaha pariwisata, agar terjadi keseimbangan. Pihak pengusaha atau para pebisnis pariwisata diharapkan tidak melakukan eksploitasi alam, tetapi dalam berbisnis harus memperhatikan awig-awig, dresta . yang ada di wilayah desa Adat Gerih dan desa Abiansemal. Gambar 7. Kegiatan Diskusi Informal Bersama Crew TWG Sangat Bermanfaat Dalam Pengabdian atau Pendampingan Agar Tampak Lebih Akrab dan Bersahabat Simpulan Kegiatan pengabdian mandiri yang sudah tercapai pada POKDARWIS Wahana Lestari Gerih adalah telah terbentuk suatu wadah organisasi yang disebut POKDARWIS Wahana Lestari Gerih. Mereka juga semakin paham dengan organisasi POKDRAWIS serta penuh percaya diri untuk mendampingi dan mengelola SDM secara internal dan external. Internal yang dimaksud adalah memahami fungsi sesuai dengan kedudukan yang ada di dalam organisasi POKDARWIS Wahana Lestari Gerih. Sedangkan external adalah telah tercapai pendampingan khususnya dalam mendampingi operasional TWG baik yang menyangkut teknis dan non teknis, termasuk mereka siap untuk melakukan kerja sama dengan semua pihak. Pemahaman Sapta Pesona Pariwisata beserta aplikasinya di lapangan nampak semakin mengalami progress yang signifikan, penataan lingkungan dan semua faktor pendukungnya semua diatur dengan baik sesuai dengan manajemen yang telah dibuat. Pemanfaatan atau fungsi area TWG dengan konsep AuREKay sudah semakin jelas hasilnya di lapangan, seperti pemanfaatan untuk rekreasi, edukasi, kuliner, agriculture dan arts. Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 Daftar Rujukan Teja Sukmana, 2018. Hotel Food and Beverage Management. Denpasar: Wade Group. Primadi Tabrani, 2006. Kreativitas dan Humanitas. Bandung: Jalasutra.