JUKEKE Vol 2 No. 1 Februari 2023 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal. PREVALENSI PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS OEKABITI KECAMATAN AMARASI KABUPATEN KUPANG PERIODE 2017-2020 Ni Made Susilawati1*. Karol Octrisdey2. Fransiska Lalus3 1, 2, 3Jurusan Teknologi Laboratorium Medis. Poltekkes Kemenkes Kupang Abstract: Pulmonary tuberculosis (TB) is an infectious disease that is a leading cause Article History Received : Januari 2023 Revised : Februari 2023 Accepted : Februari 2023 Published : Februari 2023 Corresponding author*: poltekkeskupang@yahoo. No. Contact: Cite This Article: Susilawati. Octrisdey, and Fransiska. AuPREVALENSI PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS OEKABITI KECAMATAN AMARASI KABUPATEN KUPANG PERIODE 2017-2020Ay. JUKEKE, vol. 2, no. 1, pp. 49Ae53. Feb. DOI: https://doi. org/10. 56127/ju of death worldwide. In 2018 cases of pulmonary TB in East Nusa Tenggara experienced an increase of 6,833 cases and Kupang Regency by 3. The purpose of this study was to determine the prevalence of pulmonary TB cases at the Oekabiti Public Health Center. Amarasi District. Kupang Regency 2017-2020 based on age, sex, examination of acid-fast bacilli (BTA) sputum, x-rays, type of patient and residential address. The research method is descriptive cross sectional design. The results of the study in 2017 there was a prevalence of pulmonary TB patients as much as 2. 85%, in 2018 there were 62%, in 2019 there were 1. 6%, and in 2020 there were 0. The results of smear and X-ray were positive for 70 people . %) and negative for 805 . %). The results of the highest sputum smear examination were scanty results . 5%), and the lowest examination results were positive 1 with a total of 0. There are 4. 7% of female gender and 3. 31% of male gender, 3. 65% of unproductive age, 1. 6% of unproductive age and 2. 74% of productive age. In the new type of patient there are 7. 31%, the type of relapse patient is 0. 6%, and in the other type of patient there is 0. Based on the area of residence of 8 villages and 1 Kelurahan, the highest pulmonary TB sufferer is in Kotabes Village, which is 1. The prevalence of pulmonary TB patients from 20172020 has decreased every year. Pulmonary TB patients were found to be mostly found in women with the highest sputum smear negative results, at the unproductive age with the most new types of patients found in Kotabes Village. Keywords: Prevalence, pulmonary TB, characteristics. Puskesmas Oekabiti. Abstrak: Tuberkulosis paru (TB) merupakan penyakit menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia. Pada tahun 2018 kasus TB Paru di Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan sebesar 6. 833 kasus dan Kabupaten Kupang sebesar 3,212%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi kasus TB paru di Puskesmas Oekabiti Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang Tahun 2017-2020 berdasarkan umur, jenis kelamin, pemeriksaan dahak BTA, rontgen, jenis pasien dan alamat tempat tinggal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Hasil penelitian tahun 2017 terdapat prevalensi penderita TB paru sebanyak 2,85%, tahun 2018 sebanyak 2,62%, tahun 2019 sebanyak 1,6%, dan tahun 2020 sebanyak 0,91%. Hasil pemeriksaan apus dan rontgen positif sebanyak 70 orang . %) dan negatif sebanyak 805 . %). Hasil pemeriksaan sputum smear tertinggi adalah hasil sedikit . ,5%), dan hasil pemeriksaan terendah positif 1 dengan total 0,22%. Terdapat 4,7% jenis kelamin perempuan dan 3,31% jenis kelamin laki-laki, 3,65% usia tidak produktif, 1,6% usia tidak produktif dan 2,74% usia produktif. Pada pasien tipe baru ada 7,31%, pasien tipe relaps 0,6%, dan pasien tipe lain 0,1%. Berdasarkan wilayah tempat tinggal 8 desa dan 1 Kelurahan, penderita TB paru tertinggi berada di Desa Kotabes yaitu 1,6%. Prevalensi penderita TB paru dari tahun 2017-2020 mengalami penurunan setiap Penderita TB Paru paling banyak ditemukan pada wanita dengan hasil BTA negatif tertinggi, pada usia tidak produktif dengan jenis penderita baru terbanyak terdapat di Desa Kotabes. Kata Kunci: Prevalensi penderita TB paru, karakteristik. Puskesmas Oekabiti PENDAHULUAN Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyebab kematian teratas di seluruh dunia yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pada tahun 2019 diperkirakan sekitar 10 juta orang terinfeksi TB paru dan 1,4 juta orang meninggal dunia. Negara yang menduduki peringkat ke dua tertinggi dunia adalah Indonesia sebesar 8,5% setelah India sebesar 26% . Pada tahun 2019 kasus TB di Indonesia sebanyak 543. kasus, angka ini menurun bila dibandingkan dengan semua kasus TB yang ditemukan pada tahun 2018 623 kasus (Kementerian Kesehatan RI, 2. Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), angka kasus TB paru di pada tahun 2015 berjumlah 5. 392 Kasus. Pada tahun 2016 angka kasus TB paru seluruhnya 320 kasus. Tahun 2016 menunjukan adanya penurunan sebanyak 4. 070 kasus . ,48%). Jumlah Ni Made Susilawati. Karol Octrisdey, fransiska Lalus JUKEKE Vol 2 No. 1 Februari 2023 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal. kasus TB paru Pada tahun 2017 seluruhnya sebesar 6. 236 kasus, hal ini menunjukan adanya peningkatan 916 kasus . ,83%). Jumlah kasus di NTT mengalami peningkatan pada tahun 2018 dengan kasus sebesar Pada wilayah Kabupaten Kupang pada tahun 2016 terdapat 31 kasus, pada tahun 2017 terdapat 230 kasus dan pada tahun 2018 sebanyak 461 kasus TB. Angka ini juga menunjukan terjadinya peningkatan kasus TB yang signifikan di wilayah Kabupaten Kupang dimana Salah satu penyumbang kasus TB ada di Puskesmas Oekabiti. Perlunya mengetahui prevalensi penderita TB paru di Puskesmas Oekabiti Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang Periode 2017-2020. Jumlah kasus TB di Puskesmas Oekabiti dikumpulkan dan ditinjau dari karakteristik penderita meliputi umur, jenis kelamin, pemeriksaan BTA sputum, rontgen, tipe penderita dan alamat tempat tinggal. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Dilakukan di Puskesmas Oekabiti yang dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2021 dengan populasi yang diambil adalah semua data pasien penderita TB paru yang ada di Puskesmas Oekabiti Periode 2017-2020 dan sampel yang digunakan adalah semua data pasien TB paru yang terdaftar di buku registerisasi berdasarkan umur, jenis kelamin, pemeriksaan BTA sputum, rontgen, tipe penderita dan alamat tempat tinggal. Data sekunder penderita TB paru akan disajikan dalam bentuk tabel kemudian dideskripsikan . HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Puskesmas Oekabiti jumlah kasus TB paru periode 2017-2020 sesuai data yang diambil dari buku register yaitu terdapat 875 kasus. BTA sputum positif dan rontgen positif ada 70 orang . %) dan yang negatif ada 805 orang . %). Pada tahun 2017 terdapat prevalensi penderita TB paru sebanyak 2,85%, pada tahun 2018 terdapat prevalensi penderita TB paru sebesar 2,62%, pada tahun 2019 terdapat prevalensi penderita TB paru sebesar 1,6%, dan pada tahun 2020 terdapat prevalensi penderita TB paru sebesar 0,91%. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Oekabiti Tahun 2017-2020 Tahun Jumlah kasus 20,35 29,02 16,11 Total Positif ( ) 2,85 2,62 0,91 Negatif (-) 17,48 32,91 Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa prevalensi penderita TB paru di Puskesmas Oekabiti dari tahun ke tahun semakin menurun hal ini terjadi karena cara penanganan terhadap penyakit TB paru dilakukan dengan baik oleh pihak yang bersangkutan sehingga terjaminnya kesehatan bagi semua anggota masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Oekabiti. Hasil pemeriksaan bakteri tahan asam (BTA) sputum dan pemeriksaan rontgen di Puskesmas Oekabiti selama tahun 2017-2020, penderita yang dinyatakan positif 1 ada 2 orang . ,8%), yang positif 2 ada 4 orang . ,7%), yang positif 3 ada 8 orang . ,4%), yang scanty ada 13 orang . ,6%), yang negatif ada 25 orang . ,5%), yang tidak melakukan pemeriksaan BTA sputum ada 18 orang . ,7%) yang rontgen positif ada 70 orang . %) dan yang rontgen negatif tidak ada. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Oekabiti Tahun 2017-2020 Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Bakteri Tahan Asam Sputum dan Rontgen Hasil pemeriksaan Tahun Total BTA Sputum Positif 1 0,22 Positif 2 0,45 Ni Made Susilawati. Karol Octrisdey, fransiska Lalus JUKEKE Vol 2 No. 1 Februari 2023 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal. Hasil pemeriksaan Tahun Positif 3 Scanty Negatif Tidak melakukan Total 0,91 2,85 2,05 Rontgen Positif Negatif Berdasarkan data diatas prevalensi penderita TB paru di Puskesmas Oekabiti berdasarkan hasil pemeriksaan BTA sputum tahun 2017-2020, hasil pemeriksaan BTA sputum yang tertinggi yaitu hasil negatif 2,85%. dan hasil pemeriksaan yang terendah yaitu positif 1 dengan jumlah 0,22%, sedangkan untuk prevalensi penderita TB paru berdasarkan pemeriksaan rontgen yang positif sebanyak 8% dan yang negatif tidak ada. Pemeriksaan mikroskopik BTA dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya terlalu sedikit kuman akibat dari pengambilan sputum dan cara pemeriksaan yang tidak adekuat. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Oekabiti Tahun 2017-2020 Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun Perempuan Laki. Total 3,31 Data diatas dapat menunjukan bahwa prevalensi penderita TB paru di Puskesmas Oekabiti tahun 20172020 berdasarkan jenis kelamin paling tinggi yaitu terdapat pada jenis kelamin perempuan dengan jumlah sebesar 4,7 % dibandingkan dengan laki-laki yaitiu 3,31 %, hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . yang menunjukan bahwa perempuan menderita TB lebih banyak yaitu 78,9 %, hal ini bisa disebabkan karena perempuan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk merawat pasien, sehingga penularan lebih banyak terjadi karena kontak langsung dengan pasien lebih lama. Hasil penelitian ini tidak sama dengan penelitian yang dilakukan oleh . dimana penderita TB paru di tiga Puskesmas Kabupaten Pidie Propinsi Aceh, yang hasilnya menyatakan bahwa penderita laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan, akan tetapi menurut WHO sedikitnya dalam periode setahun ada sekitar 1 juta perempuan meninggal akibat TB paru. Fakta ini dapat disimpulkan bahwa kaum perempuan lebih rentan terhadap kematian akibat serangan TB paru dibandingkan dengan laki-laki. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Oekabiti Tahun 2017 Ae 2020 Berdasarkan Umur Tahun Umur >50 Total 2,74 3,65 Ni Made Susilawati. Karol Octrisdey, fransiska Lalus JUKEKE Vol 2 No. 1 Februari 2023 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal. Berdasarkan umur prevalensi penderita TB paru di Puskesmas Oekabiti tahun 2017-2020 usia tidak produktif lebih rentan terinfeksi Mycobacterium tuberkulosis dengan jumlah 3,65% dibandingkan dengan usia belum produktif yaitu sebesar 1,6% dan usia produktif terdapat 2,74%, akan tetapi hasil penelitian ini berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh . yang menunjukan kelompok umur produktif lebih banyak mengalami kejadian TB paru dan berdasarkan spesifikasi usia jumlah angka morbiditas TB paru dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Mengenai faktor terjadinya TB paru di Indonesia bahwa TB paru paling banyak terjadi pada kelompok umur produktif dimana pada usia produktif memiliki lebih banyak aktifitas yang menyebabkan bertemu dengan banyak orang sehingga kemungkinan tertular TB paru . , . Dewasa ini dengan terjadinya transisi demografi menyebabkan usia harapan hidup lansia menjadi lebih tinggi, usia lebih dari 50 tahun sistem imunologi seseorang menurun, sehingga sangat rentan terhadap berbagai penyakit termasuk TB paru . Usia yang tergolong lansia atau tidak produktif lagi mempunyai kekebalan tubuh menurun seiring dengan proses menua maka seluruh fungsi organ mengalami penurunan, kemampuan untuk melawan kuman Mycobacterium tuberkulosis lemah sehingga kuman mudah masuk kedalam tubuh lansia. Tabel 5. Distribusi Frekuensi Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Oekabiti Tahun 2017-2020 Berdasarkan Tipe Penderita Tahun Tipe penderita Baru Kambuh Lain- lain Total 7,14 7,31 Berdasarkan tipe penderita prevalensi penderita TB paru Puskesmas Oekabiti tahun 2017-2020 tipe penderita tertinggi yaitu terdapat pada tipe penderita baru dengan jumlah 7,31%, dibandingkan dengan tipe penderita kambuh terdapat 0,6%, dan pada tipe penderita lain-lain hanya terdapat 0,1%. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang di lakukan oleh Susilayanti . tentang Penderita TB Paru BTA Positif yang ditemukan di BP4 Lubuk Alung yang hasilnya menyatakan bahwa jumlah penderita TB paru BTA positif sebagian besar berupa kasus baru dengan jumlah 1017 orang . ,7%). Hasil penelitian ini diperkuat lagi dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Debora . tentang penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan yang menyatakan bahwa tipe penderita paru tertinggi adalah kasus baru dengan jumlah 289 kasus . ,8%). Tabel 6. Distribusi Frekuensi Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Oekabiti Tahun 2017-2020 Berdasarkan Alamat Tempat Tinggal Alamat Tahun Total Apren Ponain 1,02 Oesena 0,34 Tesbatan I 1,02 Tesbatan II 0,45 Oenoni I 1,25 Oenoni II 0,22 Kotabes Nonbes 1,37 Berdasarkan wilayah tempat tinggal prevalensi penderita TB paru di Puskesmas Oekabiti selama tahun 2017-2020 menunjukan bahwa dari 8 Desa dan 1 Kelurahan penderita TB paru tertinggi terdapat di Desa Kotabes yaitu sebesar 1,6%. Tingginya angka kejadian TB paru di Kotabes berdasarkan hasil pengamatan langsung oleh Peneliti sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani, masyarakat yang cendrung suka berkumpul lebih dari 4 atau 5 orang, sanitasi lingkungan yang rendah dan hubungan kekerabatan yang tinggi. Ni Made Susilawati. Karol Octrisdey, fransiska Lalus JUKEKE Vol 2 No. 1 Februari 2023 | ISSN: 2829-0437 . ISSN: 2829-050X . Hal. hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fitria . dia menyatakan bahwa penderita TB paru lebih banyak terdapat pada masyarakat yang bekerja sebagai petani. Lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi tingginya kejadian TB paru adalah lingkungan rumah yang kurang sehat misalnya kurang adanya fasilitas ventilasi yang baik, pencahayaan yang buruk didalam ruangan, kepadatan hunian dalam rumah, selain lingkungan rumah yang mempengaruhi kejadian TB keadaan lingkungan fisik, lingkungan biologis dan lingkungan sosial yang kurang baik juga dapat mempengaruhi penyakit TB dan akhirnya mempengaruhi tingginya kejadian TB. KESIMPULAN DAN SARAN Prevalensi penderita TB paru Pada tahun 2017 adalah 2,85%, pada tahun 2018 adalah 2,62%, pada tahun 2019 adalah 1,6%, dan pada tahun 2020 adalah 0,91%. Prevalensi penderita TB paru tahun 2017-2020 berdasarkan hasil pemeriksaan BTA sputum yang tertinggi adalah hasil scanty . ,5%), berdasarkan pemeriksaan rontgen hasil rontgen positif adalah 8%, berdasarkan jenis kelamin paling tinggi yaitu terdapat pada perempuan yaitu 4,7%, usia tidak produktif lebih rentan terinfeksi Mycobacterium tuberkulosis dengan jumlah 3,65%, berdasarkan tipe penderita paling tinggi terdapat pada tipe penderita baru . ,31%), dan berdasarkan wilayah tempat tinggal menunjukan bahwa dari 8 Desa dan 1 Kelurahan penderita TB paru tertinggi terdapat di Desa Kotabes . ,6%). Ucapan Terima Kasih Terimakasih kepada Poltekkes Kemenkes Kupang. Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dan Puskesmas Oekabiti yang telah memberikan izin kepada Penulis untuk melakukan penelitian, dan penyusunan jurnal ini. DAFTAR PUSTAKA