TE DEUM: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan Volume 14. Nomor 1 (Desember 2. : 23-48 ISSN 2252-3871 . , 2746-7619 . http://ojs. id/index. php/tedeum/index DOI: https://doi. org/10. 51828/td. Submitted: 18-03-2024 Accepted: 22-12-2024 Published: 29-12-2024 PEMILIHAN PEMIMPIN DENGAN UNDI: STRATEGI RESTORASI CITRA PEMIMPIN GEREJA DALAM MENGERJAKAN MISI ALLAH ELECTION OF LEADERS BY LOT: STRATEGY FOR RESTORING THE IMAGE OF CHURCH LEADERS IN FULFILLING GOD'S MISSION Hugo De Groot Nababan,1 Pelita Hati Surbakti1* 1Sekolah Tinggi Teologi Cipanas. Indonesia *pelitahatisurbakti@gmail. ABSTRACT Huria Kristen Indonesia's (HKI) decision to use the cast lots method in selecting leaders . phorus and secretary genera. has received much praise. This praise comes from within and outside the HKI. However, there are still a small number of the HKIAos circles who do not really accept it. Despite the reality, the HKI needs to maintain the decision, among other things by presenting biblical discourses about the cast lots. For this reason, through this article the authors try to find another meaning of the cast lots in Acts. 1:1526 by using social scientific analysis. The result is the election of the Judas' successor by the cast lots method in the text was to overcome the social crisis resulting from Judas' Election by the method was an effort to restore the image of the apostles by restoring the Christian community's trust in their new leaders, namely the apostles. restoring this leader's image, it is hoped that the Christian community's trust in its leaders . ncluding in the HKI) will be able to make the church successful in realizing God's mission in Acts. 1:8. Key phrases: the cast lots, restoration, image, leader. HKI. God's mission. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 24 | PEMILIHAN PEMIMPIN DENGAN UNDI ABSTRAK Keputusan Huria Kristen Indonesia (HKI) menggunakan metode undi dalam memilih pemimpin . phorus dan sekretaris jendera. telah mendapat banyak pujian. Pujian tersebut datang dari dalam maupun dari luar HKI. Meskipun demikian, sebagian kecil kalangan HKI, belum sepenuhnya menerima keputusan itu. Terlepas dari realitas itu. HKI perlu merawat keputusan tersebut, antara lain dengan menghadirkan diskursus-diskursus biblika tentang undi dalam memilih pemimpin. Untuk itulah, melalui tulisan ini penulis mencoba menemukan makna lain dari pemilihan dengan undi dalam Kisah Para Rasul 1:15-26 dengan menggunakan analisis sosial ilmiah. Hasilnya, pemilihan pengganti Yudas dengan undi utamanya adalah untuk mengatasi krisis sosial akibat dari pengkhianatan Yudas. Kisah pemilihan dengan undi dalam teks ini adalah upaya merestorasi citra para rasul dengan memulihkan kepercayaan komunitas Kristen terhadap pemimpin baru mereka, yaitu para rasul. Dengan restorasi citra pemimpin ini, kepercayaan komunitas Kristen kepada pemimpinnya . ermasuk di HKI) diharapkan mampu membuat gereja berhasil mengerjakan misi Allah dalam Kisah Para Rasul 1:8. Frasa kunci: undi. HKI. misi Allah. PENDAHULUAN Huria Kristen Indonesia (HKI) telah mengubah cara memilih pucuk pemimpinnya dari sistem voting . emungutan suar. menjadi sistem undi. Perubahan ini diputuskan dalam Sinode Kerja HKI yang ke-60 pada 20-23 Agustus 2013 di Auditorium Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Tarutung. Langkah ini diambil menyusul seringnya terjadi pengelompokan dan bahkan konflik saat dilaksanakannya pemilihan pucuk pimpinan HKI dengan cara voting. Ephorus HKI periode 2010-2015. Pdt. Dr. Langsung Sitorus, menyadari bahwa umat sangat sulit untuk saling memaafkan ketika terjadi konflik sebagai ikutan dari proses pemilihan pucuk pimpinan HKI. Karenanya gereja harus mencegah terjadinya dosa 1 Pemimpin yang dimaksud di sini ialah ephorus dan sekretaris jenderal yang disebut juga sebagai Pucuk Pimpinan HKI. Kandidat pemimpin yang akan diundi terlebih dahulu telah dinyatakan lolos dalam fit and proper test. Undi dilakukan dalam ibadah khusus pada sinode periode dan di hadapan para sinodisten. Masing-masing kandidat mengambil kertas yang disediakan panitia di dalam kotak. Siapa yang mendapat tulisan Auau ephorus HKIAy . aya ephorus HKI), dialah yang akan dilantik menjadi ephorus HKI. Demikian juga sekretaris jenderal, kandidat yang mendapat kertas Auau sekretaris jenderal HKIAy . aya sekretaris jenderal HKI), dialah yang akan dilantik menjadi sekretaris jenderal HKI. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. HUGO DE GROOT NABABAN. PELITA HATI SURBAKTI | 25 . di tengah umat, yang salah satunya adalah dengan mencabut akar atau sumber yang dapat menimbulkan dosa tersebut, yakni menghapus cara pemilihan pemimpin di HKI dengan cara voting. 2 Untungnya, metode undi ini kemudian telah mengurangi pengelompokan dan konflik tersebut secara Tidak ada lagi tim sukses dan kampanye kandidat serta peserta pemilik hak suara. peserta yang mengikuti Sinode Kerja HKI akhirnya lebih mengandalkan doa. Keputusan penggunaan metode atau sistem undi ini kemudian mendapat perhatian yang cukup luas dari berbagai pihak, utamanya dari kalangan gereja-gereja Batak,3 baik dari kalangan internal HKI maupun dari kalangan eksternal. Ephorus GKPS periode 2010-2015. Jaharianson Saragih, memuji HKI yang telah memutuskan sistem pemilihan melalui manjomput na sinurat4 . Ia kagum karena pemilihan di HKI lebih mengandalkan doa. 5 Beberapa publikasi kemudian lahir untuk menanggapi secara positif keputusan HKI ini. Gerhard Eliasman Sipayung misalnya, mendukung sistem undi dengan mengusulkan agar gereja-gereja mempertimbangkan undi sebagai sistem yang harus diterapkan dalam pemilihan pemimpin rohani atau ephorus untuk menghindari konflik kepentingan dan konflik horizontal lainnya dalam gereja. 6 Sedangkan Rodlany Tobing memiliki perspektif yang memandang jabatan gerejawi sebagai pemberian Tuhan dan bukan suatu jabatan yang dikejar, diperjuangkan, apalagi untuk diperebutkan. Kepemimpinan gereja berkaitan dengan visi dan misi Ilahi. Mengubah pemilihan menjadi sistem undi dapat menjadi solusi berbagai masalah gereja, utamanya yang berhubungan 2 Langsung Maruli Sitorus. AuUngkapan Hati: Mengenal Lebih Dekat Pdt. Dr. Langsung Maruli Sitorus. Th,Ay in Ungkapan Hati, ed. Jusuf Hutapea. Roynaldy Simaremare, and LaMBas (Medan: Vanivan Jaya Medan, 2. , 214. Langsung Sitorus adalah salah seorang yang memprakarsai pemilihan pemimpin dengan metode undi dan ephorus terakhir yang dipilih dengan sistem voting. 3 Richard Daulay. AuMasalah Kepemimpinan Dalam Gereja Batak,Ay in Ungkapan Hati, ed. Jusuf Hutapea. Roynaldy Simaremare, and LaMBas (Medan: Vanivan Jaya Medan, 2. , 310. 4 Dalam bahasa Batak Toba, undi biasa juga disebut dengan manjomput na sinurat. Secara literer artinya Aumengambil yang tertulisAy. 5 Pujian terhadap metode undi memilih pemimpin di HKI disampaikan oleh Jaharianson Saragih pada saat khotbah ibadah peresmian gedung di STT Trinity Parapat. Khotbah https://w. com/live/7JXTywpMQ?fature=share. 6 Gerhard Sipayung. AuSISTEM UNDI DALAM BUDAYA DEMOKRASI: Mencari Pemimpin Gereja Dengan Perspektif Jabatan Sebagai Pemberian TUHAN. ,Ay Melo: Jurnal Studi Agama-agama 1, no. , 34. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 26 | PEMILIHAN PEMIMPIN DENGAN UNDI dengan kepemimpinan. 7 Dalam penelitian mereka. Rut Debora Butarbutar, juga menanggapi secara posotif keputusan tersebut dengan menganalisis undi dalam Alkitab, khususnya dalam pemililihan raja Saul . Samuel 10:1-. dan juga melakukan kajian teradap teks Kisah Para Rasul 1: 15-26, yaitu pemilihan Matias secara undi. Terlepas dari semua tanggapan yang sangat positif di atas, penulis sebagai pelayan di HKI yang juga menjadi saksi mata dalam serangkaian proses penetapan metode atau sistem undi ini masih merasakan adanya sebagian kecil pemangku kepentingan di HKI yang belum merasa puas dan kurang menerima metode atau sistem ini. Hal ini penulis saksikan dan alami sendiri dalam berbagai diskusi di berbagai grup WhatsApp warga HKI maupun diskusi-diskusi informal lainnya. Sejauh ini, penulis menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar, namun tidak berarti tidak perlu ditanggapi sama sekali. Sebagai orang yang mengikuti sejumlah tahap proses pengambilan keputusan di atas, penulis menilai diperlukannya upaya yang terus-menerus untuk merawat keputusan yang baik dan kontekstual ini. Salah satunya adalah dengan melakukan berbagai kajian serta diskusi biblika terkait dengan sejumlah teks Alkitab yang memang mempraktikkan pemilihan dengan metode undi ini. Kajian teologis konstruktif tentu saja perlu dilakukan, namun kali ini penulis akan mengusulkan sebuah kajian biblika. Tujuannya tentu saja adalah agar keputusan ini dapat semakin mendapat dukungan oleh karena pemangku kepentingan di HKI akhirnya akan semakin mengetahui prinsip-prinsip positif lainnya di balik pemilihan pemimpin secara undi ini. Sebagaimana yang telah disinggung di atas serta dalam berbagai tulisan, metode undi bukanlah sesuatu praktik yang asing di dalam Alkitab. Hal ini antara lain terbukti dengan banyaknya muncul frasa undi di dalam Alkitab. Di PL, frasa undi (Ibr. Gora. ditemukan sebanyak 77 kali. 9 Di antaranya undi digunakan untuk memilih kurban untuk Allah dan Azazel (Im. , menentukan tugas imam . Taw. 24:1-. proses pembagian tanah 7 Rodlany A. Lbn. Tobing. AuManjomput Na Sinurat: Mencegah Konflik Perebutan Kekuasaan Di Gereja Dalam Pemilihan Pemimpin Tertinggi HKBP,Ay Jurnal Teologi Rahmat 6, 2 . : 128Ae141. 8 Rut Debora Butarbutar. Rahrja Milala, and Jeimme Ulin Tarigan. AuDARI DEMOKRASI KE UNDI: Tinjauan Teologis Tentang Undi Dalam Perjanjian Lama Dan Perjanjian Baru Serta Relevansinya Bagi Pemilihan Pemimpin Gereja,Ay KENOSIS 6, no. : 162Ae179. 9 C. Van Dam. AuGoral,Ay in New International Dictionary of Old Testament Theology & Exegesis, ed. Willem A. VanGemeren (Grand Rapids: Zondervan, 1. , 840. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. HUGO DE GROOT NABABAN. PELITA HATI SURBAKTI | 27 (Yos. memilih raja . Sam. 10:17-. dan menentukan orang untuk mempersembahkan kayu api di rumah ibadah (Neh. 10 Dengan goral, segala proses diyakini sepenuhnya mengikuti kehendak Tuhan dan tidak mencoba memanipulasinya untuk tujuan diri sendiri. Teks yang menekankan goral merefleksikan kehendak Allah misalnya adalah Amsal 16:33. AuUndi dibuang ke pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari Tuhan. 11 Dalam PB, ada tiga teks yang menuliskan tentang undi, yaitu . undi untuk memilih imam yang bertugas di Bait Suci untuk membakar ukupan (Luk. Para prajurit Romawi melakukan undi untuk mendapat pakaian Yesus (Mat. Para rasul melakukan undi untuk memilih pengganti Yudas (Kis. Telah diperlihatkan bahwa Kisah Para Rasul 1:26 adalah satu dari sekian banyak teks Alkitab yang memperlihatkan metode undi. Seperti yang telah disebutkan di atas. Rut Debora Butarbutar, dkk. telah mengkaji teks Namun demikian, kajian mereka hanya memperlihatkan bahwa pemilihan Matias dengan undi adalah keputusan atau otoritas Allah dan karenanya dapat diterima semua orang percaya pada saat itu. 12 Butarbutar, mengangkat kisah pemilihan Matias ini untuk keperluan dukungannya terhadap metode pemilihan pimpinan gereja di HKI dan bahkan di gereja 13 Selain itu, pemilihan pengganti Yudas umumnya dimaknai sebagai upaya membulatkan jumlah rasul menjadi 12 orang Ae sebagai sebuah angka simbolik atau semacam kelompok resmi yang memang berjumlah 12 14 Keduabelas rasul ini dinilai bagian dari upaya Lukas menegakkan kembali dua belas kepemimpinan rasul demi kesinambungan antara Israel 10 Jhon Marthin Elizon Damanik dan Binsar Jonathan Pakpahan. AuMembuang Undi Menemukan Pemimpin: Analisis Plus Minus Sistem Undi Pemilihan Pemimpin Dalam Kisah Raja Saul,Ay Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 4, no. 2 (October 2. , 201-202. 11 David Curwin. AuGoral - Can We Let God Roll the Dice?,Ay TRADITION 53, no. , 52. 12 Butarbutar. Milala, dan Tarigan. AuDARI DEMOKRASI KE UNDI: Tinjauan Teologis Tentang Undi Dalam Perjanjian Lama Dan Perjanjian Baru Serta Relevansinya Bagi Pemilihan Pemimpin Gereja. Ay171. 13 Butarbutar. Milala, dan Tarigan, 174-175. 14 Bdk. Richard N. Longenecker. AuThe Acts of the Apostles,Ay in THE EXPOSITORAoS BIBLE COMMENTARY. Vol. 9, ed. FRANK E. GAEBELEIN (Grand Rapids: Zondervan, 1. , 267. Stanley D. Toussaint. AuActs,Ay in The Bible Knowledge Commentary NEW TESTAMENT, ed. John F. Walvoord and Roy B. Zuck (Lee Vance Drive-Colorado Springs: David C Cook, 1. , 357. Ben Witherington i. The Acts of The Apostles: A Sosio-Rhetorical Commentary (Grand Rapids. Michigan: Wm. Eerdmans Publishing. , 1. , 126. Darrell L. Bock. Acts (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 82. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 28 | PEMILIHAN PEMIMPIN DENGAN UNDI dan pengikut Yesus. 15 Penafsiran semacam ini bisa menjadi persoalan ketika kita melihat realitas kematian Yakobus (Bdk. Kis. yang dibiarkan tidak dibulatkan. Selain itu, ada juga penafsir yang kurang mengeksplor teks ini dan menilai teks ini memuat gagasan metode pemilihan pemimpin. 16 Benar bahwa dalam teks ini para murid memang mempraktikkan undi sebagai metode dalam memilih, namun di dalamnya sebenarnya tidak ada catatan mengenai perintah Yesus Kristus untuk menggantikan Yudas. 17 Yesus tidak memerintahkan para rasul yang tersisa untuk mengurusinya, apa lagi memberikan arahan mengenai pemilihan serta metode memilih pengganti Yudas. Sebaliknya. Yesus justru menyuruh mereka pergi ke Yerusalem dan menantikan Roh Kudus (Luk. 24:29. Kis. 1:4-. 18 Lalu mengapa para rasul justru melakukan pemilihan secara undi sebelum Roh Kudus turun? Oleh karena itulah, kajian terhadap teks yang memuat kisah pemilihan pengganti Yudas ini perlu lebih diperdalam lagi. Tujuannya tentu saja agar ditemukan makna lain dari kisah pemilihan melalui dengan undi tersebut, selain dari gagasan penggenapan terhadap angka simbolik Bagi penulis, pemilihan dalam Kisah Para Rasul 1:15-26 adalah suatu isu sosial yang sangat krusial yang membutuhkan perhatian dan solusi yang perlu segera diselesaikan sebelum pengesahan status para rasul sebagai pemimpin baru komunitas Kristen yang ditandai dengan pencurahan Roh Kudus. Isu sosial yang krusial itu adalah rasa malu kelompok rasul yang disebabkan oleh pengkhianatan Yudas kepada Yesus. 19 Pemilihan pengganti Yudas sebenarnya dapat dibaca sebagai upaya untuk mengatasi kebutuhan untuk menyelesaikan krisis moral, krisis yang melanda kehormatan dan integritas kesebelas rasul. 20 Upaya meyakinkan komunitas Kristen ini sangat perlu mengingat pengkhianatan Yudas telah memengaruhi kepercayaan umat, pembaca Kisah Para Rasul, kepada pemimpin mereka pada saat itu. 15 John T. Squires. Acts in Eerdmans Commentary on The Bible, ed. James D. Dunn (Grand Rapids. Michigan: Eerdmans Publishing, 2. , 1217. 16 Bdk. Howard Marshall. AuActs,Ay in Commentary on the New Testament Use of the Old Testament, ed. Beale and D. Carson (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 1103Ae 17 Bdk. David G. Monaco. AuThe Choice of Matthias in Acts 1:15Ae26,Ay Auc Theologica 7, no. , 151. 18 Josep Rius-Camps and Jenny Heimerdinger-Read. AuAfter the Death of Judas. Reconsideration of the Status of the Twelve Apostles,Ay RCatT 29 . , 311. 19 Nelson P. Estrada. AuFROM FOLLOWERS TO LEADERS : The Apostles in the Ritual of Status Transformation in Acts 1-2,Ay The University of Sheffield (The University of Sheffield, 2. , 5. 20 Estrada. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. HUGO DE GROOT NABABAN. PELITA HATI SURBAKTI | 29 Dengan demikian, kisah pemilihan pengganti Yudas dalam Kisah Para Rasul tidak sedang mengajarkan cara memilih pemimpin, tetapi lebih kepada berbicara mengenai restorasi integritas para rasul untuk membangun kesiapan mereka melaksanakan misi sebagaimana perintah Yesus yang dicatat di awal kitab ini: Au. Dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumiAy (Kis. Pembuktian hipotesis ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya HKI untuk merawat keputusan pemilihan pucuk pimpinan gereja yang telah disimpulkan sebelumnya. Penguatan konstruksi citra moral dan integritas dari pemimpin HKI secara komunal tentu sangat dibutuhkan. Pada gilirannya, upaya untuk menghadirkan para pelayan di lingkungan HKI yang sebelumnya telah menampilkan proses suksesi kepemimpinan yang dinilai kurang positif dari anggota jemaat, dapat mengalami restorasi citra demi efektifitas HKI dalam mengerjakan tugasnya mengerjakan misi Allah. METODE PENELITIAN Untuk membuktikan hipotesis di atas penulis melakukan penafsiran terhadap teks Kisah Para Rasul 1:15-26 melalui pendekatan kritik sosial ilmiah (Scientific Social Chriticis. Pendekatan ini merupakan suatu model penafsiran yang bermaksud untuk menguji seluruh ciri teks Alkitab dan seluruh aspek dari konteks sosialnya dan kemudian hubungan teks dan 21 Sebagai komponen dari metode historis kritis, kritik sosial ilmiah menyelidiki teks-teks Alkitab sebagai konfigurasi bahasa yang bermakna yang dimaksudkan untuk berkomunikasi antara penulis dan penerima surat. 22 Dengan metode ini, potret situasi krisis yang dialami oleh jemaat akibat citra pemimpinnya yang telah terganggu bahkan rusak dapat Dalam penerapan studi analisis sosial ilmiah, setidaknya ada dua tahap penting yang harus diperhatikan, yakni tahap empiris dan Tahapan empiris berkaitan dengan penerima surat, keadaan geografis, lokasi sosial, pengirim surat, situasi, strategi sektarian serta 23 Tahapan studi empiris yang penulis aplikasikan terhadap teks Kisah Para Rasul, yakni: penulis Kisah Para Rasul, waktu penulisan, 21 John H. Elliott. AuFrom Social Description to Social-Scientific Criticism. The History of a Society of Biblical Literature Section 1973-2005,Ay Biblical Theology Bulletin 38, no. , 26Ae36. 22 John Hall Elliott. What Is Social-Scientific Criticism? (Minneapolis: Fortress Press, 1. , 7. 23 Elliott, 75-83. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 30 | PEMILIHAN PEMIMPIN DENGAN UNDI penerima/pembaca, tujuan penulisan, konteks sosial Kisah Para Rasul. Tahap selanjutnya adalah penafsiran terhadap teks Kisah Para Rasul 1:1526 berdasarkan hasil dari tahap studi empiris sebelumnya. Hasil penafsiran ini kemudian dikaitkan dengan keputusan HKI di atas. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Sosial Ilmiah: Tahap Studi Empiris Penulis Kisah Para Rasul Teks Alkitab tidak menyebutkan siapa penulis Kisah Para Rasul secara gamblang. Data eksternal cukup meyakinkan di mana sejak abad ke2 gereja berkeyakinan teguh bahwa Lukas (Kol. 4:14. Flm. Tim. adalah penulis Kitab ini. 24 Bukti eksternal ini tidak dapat diabaikan begitu saja. 25 Kesaksian para penulis dalam gereja mula-mula memberikan pendapat yang sama bahwa Lukas adalah penulis Injil Lukas dan Kisah Para Rasul. 26 Hampir semua penafsir mengakui kesatuan Injil Lukas-Kisah Para Rasul dimana penulisnya adalah sama, yakni Lukas. Hal ini sesuai dengan pandangan tradisi lama yang berasal dari manuskrip Injil Lukas yang tertua. 27 Injil Lukas dan Kisah Para Rasul sering juga disebut dengan istilah Ausatu karya dua jilidAy. Kesatuan kitab ini dapat dibuktikan ketika kata pengantar kedua kitab ini dibandingkan . Luk. 1:1-4 dan Kis. 1:1-. Kata pengantar Lukas 1: 1-4 menunjukkan penulis bukanlah seorang saksi mata dari pelayanan Yesus tetapi memiliki hubungan yang dekat dengan orang yang telah menjadi saksi mata pelayanan Yesus. 28 Ia memanfaatkan ingatan saksi mata dan dia menjalankan tugasnya dengan hati-hati dan penuh rasa tanggungjawab. 29 Besar kemungkinan Lukas merupakan salah satu dari 70 murid, yang diberi tugas (Luk. 10:1 dst. ) yang sedikit lebih rendah daripada tugas dua belas rasul. Lukas ini adalah kawan setia Paulus dalam segala pelayanan dan penderitaannya. 24 Neal M. Flanagan. Kisah Para Rasul (Yogyakarta: Kanisius, 1. , 9. 25 E. Blaiklock. The Acts of the Apostles: An Historical Commentary (Grand Rapids: Wm. Eerdmans, https://archive. org/details/actsofapostleshi0000blai/page/n5/mode/2up. 26 Sean A. Adams. AuThe Genre of Acts And Collected Biography,Ay Edinburgh Research Archive (The University of Edinburgh, 2. , 14. 27 Nickolas A. Fox. The Hermeneutics of Social Identity in LukeAeActs (Oregon: Pickwick Publications, 2. , 8. 28 Ben Witherington i. The Acts of The Apostles A Sosio -Rhetorical Commentary (Grand Rapids. Michigan: Wm. Eerdmans Publishing. , 1. , 51. 29 James D. Dunn. The Acts Of The Apostles (Grand Rapids: Wm. Eerdmands, 1. , 10. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. HUGO DE GROOT NABABAN. PELITA HATI SURBAKTI | 31 Sebagian besar ahli mengatakan Lukas adalah non-Yahudi. Pengetahuannya yang jelas akan orang-orang Atena (Kis. dan Asia Kecil juga menjadi poin penting bahwa penulis jauh dari Palestina. Namun demikian, dari kosa kata yang dipakai, tampaknya penulis (Luka. memiliki pengetahuan yang mendalam pada Kitab Suci Yahudi. Ben Whiteringthon i32 memberi kesan bahwa: . Penulis bukan seorang yang termasuk kepada elit masyarakat tetapi memiliki hubungan dengan kelompok elit. Penulis adalah seorang berpendidikan tinggi, bikultural Yunani-Romawi tetapi sangat akrab dengan sub kultur Yahudi. Orang yang tidak menganggap rendah pengrajin dan mau bergaul dengan mereka. Seorang yang sangat berkepentingan agar agama Kristen diterima oleh elit sosial khususnya pejabat resmi, terutama karena berulangkali dalam Lukas-Kisah Para Rasul. Kristus dan umat Kristen digambarkan dalam posisi genting dalam kaitannya dengan hukum. Mereka seringkali diadili dan dipenjara. Bahkan dalam kasus Yesus dieksekusi, itu dilakukan dengan cara yang hanya diperuntukkan kepada sampah masyarakat. Seorang pribadi yang tidak hanya melihat ada jarak antara umat Kristen dengan pejabat Roma tetapi juga di antara Kristen dan Yahudi. Dari kesan yang dituliskan Ben Whiterington i dapat dimaknai bahwa Lukas melihat bahwa pemerintah yang keji terhadap orang Kristen bukan sebagai musuh tetapi juga sebagai sasaran pekabaran Injil dan untuk menunjukkan bahwa kekristenan bukan suatu gerakan politik. Waktu Penulisan Kapan Kisah Para Rasul ditulis belum diketahui secara pasti. 33 Jika kesatuan Lukas-Kisah Para Rasul di terima, maka waktu penulisan keduanya mungkin berdekatan. 34 Walau kesimpulan Darrell L. Bock berbeda, ia mengakui bahwa banyak ahli yang menyimpulkan penulisan Injil Lukas adalah setelah kejatuhan Yerusalem . M). 35 Beberapa diantaranya adalah: Fitzmyer. Bruce. Bovon. Kymmel. Danker. Tiede. Maddox. Esler. Evas. Evans, dan L. Johnson. 36 Pandangan 30 Fox. The Hermeneutics of Social Identity in LukeAeActs, 8. 31 Ben Witherington i. The Acts of The Apostles A Sosio -Rhetorical Commentary, 52. 32 Witherington, 55. 33 Neal M. Flanagan. Kisah Para Rasul, 9. 34 Alan Bale. AuGenre And Narrative Coherence In The Acts Of The ApostlesAy (University Birmingham, https://etheses. uk/id/eprint/3893/1/Bale_12_PhD. 35 Darrell L. Bock. Luke 1:1-9:50 (Grand Rapids: Baker Academic, 1. , 16. 36 Bock. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 32 | PEMILIHAN PEMIMPIN DENGAN UNDI dominan mengenai waktu penulisan Lukas-Kisah Para Rasul adalah antara tahun 80 dan 90. 37 Ben Witherington i berpendapat bahwa penulisan Kisah Para Rasul jatuh pada masa pemerintahan kaisar Flavia . -96, termasuk Vesvianus. Titus dan Domitianu. 38 Pemerintahan Nero dan Flavia mengingatkan kita pada penyiksaan yang keji kepada orang Kristen. Hukuman keji bisa jatuh bukan hanya kepada penulis tetapi juga kepada buku tersebut, para algojo akan ditugaskan untuk membakar buku tersebut. Apalagi jika buku itu menulis tentang adanya Tuhan selain kaisar. Barangkali ini menjadi alasan mengapa Kisah Para Rasul memiliki sejarah tekstual yang begitu rumit dan berbelit-belit, karena manuskrip itu dirahasiakan dalam jangka waktu yang cukup lama setelah orang Kristen mulai dieksekusi secara teratur. Blaiklock menyatakan, masa penulisan tidak boleh lebih lambat dari Domitianus yang kadang-kadang mendukung antara tahun 70-80 karena dugaan idealisasi gambaran komunitas Kristen mula-mula di Palestina. 39 Dari pandangan beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa penulisan Kisah Para Rasul adalah masa di mana orang Kristen mengalami penderitaan dan penganiayaan dari penguasa Romawi dan setelah kehancuran Yerusalem pada tahun 70 M. Penerima Kitab Kisah Para Rasul Kisah Para Rasul memberitahukan kepada kita bahwa penerimanya adalah Teofilus. Tidak ada pendapat yang bertentangan tentang penerima Lukas-Kisah Para Rasul. 40 Tidak diketahui banyak tentang Teofilus, kecuali ia adalah seorang yang mulia (Luk. Mesikipun demikian, tidak ada anggapan bahwa Lukas-Kisah Para Rasul hanya untuk Teofilus secara Harapannya. Teofilus akan bertindak sebagai sponsor baik secara formal maupun tidak. Dia pasti seorang Kristen dan simpastisan yang Arti Teofilus adalah Aukekasih AllahAy yang memang bisa menjadi referensi simbolis kepada semua orang Kristen. Tampaknya Lukas mengikuti praktik Yunani-Romawi yang mendedikasikan tulisannya menjadi semacam pelindung di mana Teofilus adalah orang yang kepada siapa Lukas mendedikasikan tulisanya. Jika demikian. Teofilus bisa saja seorang kaya, pemimpin gereja rumah, atau pemimpin Kristen yang 37 Adams. The Genre of Acts And Collected Biography. 38 Ben Witherington i. The Acts of The Apostles A Sosio-Rhetorical Commentary, 62. 39 Blaiklock. The Acts of the Apostles: An Historical Commentary, 16. 40 Ben Witherington i. The Acts of The Apostles A Sosio-Rhetorical Commentary, 63. 41 Dunn. The Acts Of The Apostles, 11. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. HUGO DE GROOT NABABAN. PELITA HATI SURBAKTI | 33 membantu Lukas menyalin dan mendistribusikan dua jilid karyanya. Karenanya dapat diasumsikan bahwa Lukas-Kisah Para Rasul ditujukan kepada gereja dan untuk orang Kristen pada umumnya, dan Teofilus adalah seorang yang membantu Lukas mencapai tujuan itu. 42 Pendapat ini bisa diterima, mengingat penderitaan yang dialami umat Kristen yang akan mendapat hukuman jika kaisar mengetahui siapa penulis dan penerima kedua karya Lukas-Kisah Para Rasul. Tujuan Penulisan Pandangan dominan dalam studi Lukas adalah bahwa Lukas-Kisah Para Rasul ditulis sebagai sastra apologetik, atau dalam kasus ini apologetik Dengan kata lain materi Lukas disusun untuk memberikan pembenaran, penjelasan dan pembelaan terhadap berbagai aspek pergerakan Kristen. Sastra apologetik secara umum dapat menjangkau khalayak luas, seperti para pejabat kekaisaran Romawi atau penduduk kekaisaran Romawi pada umumnya, atau dengan khalayak yang lebih kecil dan lebih fokus seperti gerakan Kristen. Apalogetik bentuk pertama mungkin memiliki tujuan dan pendengar di luar konteks umat Kristen mula-mula, sehingga karya apologet ini secara tidak langsung dapat membantu gereja dalam menghadapi kemungkinan tekanan dan ketegangan eksternal sehubungan dengan posisi umat Kristen di dalam kekaisaran Romawi. Apologet bentuk yang kedua mempunyai tujuan dan pendengar dalam konteks orang Kristen mula-mula, sehingga dalam upaya seperti itu dapat membantu gereja secara lebih langsung dalam mengatasi kemungkinan permasalahan internal dan ketegangan mengenai identitas. Sehubungan dengan permasalahan yang dihadapi oleh gereja secara internal dan external, orang Kristen mula-mula perlu untuk merumuskan identias Selaras dengan itu. Nickolas A. Fox mengatakan, tujuan utama Lukas adalah penciptaan identitas sosial bagi para pembaca yang takut akan Tuhan dan mencakup pekabaran Injil. 44 Artinya, penulis mengharapkan pembaca untuk menerima panggilan pemuridan dan melanjutkan pelayanan tokoh-tokoh yang ada dalam Kisah Para Rasul. Dalam tujuan penulisan ini 42 William S. Kurz. Acts Of The Apostles (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 13. France. Luke, ed. Mark L. Strauss and John H. Walton (Grand Rapids: Baker Books, 2. , 7. 43 Richard P. Thompson. AuLuke - Acts: The Gospel of Luke and the Acts of the Apostles,Ay in THE BLACKWELL COMPANION TO THE NEW TESTAMENT (Oxford: BlackwellAos Publishing, 2. , 326. 44 Fox. The Hermeneutics of Social Identity in LukeAeActs, 9. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 34 | PEMILIHAN PEMIMPIN DENGAN UNDI tidak diragukan lagi adanya unsur pengajaran dan peneguhan identitas diri dan identitas sosial. Namun, ia juga mengatakan bahwa Lukas-Kisah Para Rasul tidak bisa dibatasi hanya dengan satu tujuan. John Drane juga menyebutkan setidaknya ada tiga tujuan utama penulisan, salah satu diantaranya adalah untuk meyakinkan bahwa agama Kristen mempunyai kekuatan untuk merubah dunia, dan memang melalui Paulus dan rasul yang lain telah mengubah dunia dengan bantuan Roh Kudus. 45 Penulis kitab ingin agar pembaca meneladani orang yang telah menjadi Kristen sebelum James D. Dunn juga mengatakan setidaknya ada tujuh alasan mengapa Lukas menulis Kitab ini. 46 Paling terkemuka di antaranya adalah bertujuan untuk menggambarkan penyebaran baru dan keberhasilan penginjilan dalam kuasa Roh Kudus, mengikuti program yang telah ditetapkan dalam Kis. 1: 8. Nelson P. Estrada lebih sepesifik lagi mengatakan. Kisah Para Rasul 1-2 dituliskan bertujuan untuk menyampaikan kepada pembacanya bahwa para rasul telah bertransformasi dari pengikut menjadi pemimpin. 47 Keberhasilan seruan penulis kitab untuk mempromosikan para rasul sebagai saksi Yesus dan pemimpin komunitas Kristen juga berarti menegaskan keandalan kesaksian para rasul yang pada gilirannya sangat penting bagi pertobatan manusia yang mengarah pada pertumbuhan dan perluasan gereja. Konteks Sosial Penerima Kitab Pada masa teks PB ditulis. Mediterania berada di bawah kekuasaan kekaisaran Romawi. 49 Dengan demikian. Kisah Para Rasul juga tidak terhindarkan dari pengaruh kekaisaran Romawi, penguasa dunia Mediterania kala itu. 50 Meskipun dalam dunia PB kekaisaran Romawi unggul secara politis, kebudayaan Yunani tidak tergantikan. Ia terus berpengaruh dan menentukan corak kehidupan di wilayah yang dikuasai Romawi. 51 Helenisasi tetap berjalan. Gaya hidup Yunani menciptakan apa 45 John Drane. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar Historis Teologis (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 284-285. 46 Dunn. The Acts Of The Apostles, 12. 47 Estrada. AuFROM FOLLOWERS TO LEADERS : The Apostles in the Ritual of Status Transformation in Acts 1-2,Ay 23. 48 Estrada, 74. 49 Merrill C. Tenney. Survei Perjanjian Baru (Malang: Gandun Mas, 2. , 3. 50 Blaiklock. The Acts of the Apostles: An Historical Commentary, 20. 51 I. Suharyo Pr. Dunia Perjanjian Baru (Yogyakarta: Kanisius, 1. , 14. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. HUGO DE GROOT NABABAN. PELITA HATI SURBAKTI | 35 yang disebut dengan polis (=negara-kot. Munculnya kota-kota mengakibatkan bergesernya pola-pola kehidupan. Dalam perkembangan kota-kota yang pesat, desa adalah tulang punggung ekonomi helenis ini. Namun penduduk desa tidak selalu ikut mengenyam kemajuan itu. Hal ini disebabkan oleh politik yang dianut oleh kerajaan helenis pasca Alexander Agung dimana tanah kemudian diperebutkan dengan AupedangAy sehinga ia menjadi milik pemenang. Oleh karena itulah banyak pemilik asli dari tanah kehilangan miliknya dan menjadi penyewa atau penggarap tanah. Petani-petani ini masih dibebani pajak, diancam akan dijadikan budak dan mungkin masih harus memberi makan tentara-tentara. Hal ini antara lain memicu perampokan. Kebanyakan mereka adalah orang-orang yang terjepit oleh hutang dan tidak mampu memenuhi kewajiban pajak yang dibebankan kepada mereka. Pajak dan perbudakan merupakan warisan helenis yang mewarnai kehidupan sosial ekonomi orang-orang Kristen mula-mula. Ternyata memang benar ada banyak budak di lingkungan orang-orang Kristen. Ini tampak dalam surat-surat Paulus . I Kor. 7:21. Ef. 6:5-9. Kol. 3:22-4:. Paulus mengandaikan bahwa orang Kristen terdiri dari orang merdeka dan 54 Sering disebutkan bahwa orang-orang yang tertarik kepada kekristenan adalah orang-orang yang tersisih dalam masyarakat wilayah kekaisaran Romawi. Situasi begitu banyaknya janda miskin di Mediterania yang akhirnya tertarik bergabung ke jemaat di Efesus juga dicatat oleh Surbakti. 55 Situasi inilah alasannya mengapa Paulus meminta pemimpin jemaat memilah-milah janda agar tidak kemudian menjadi beban baru bagi jemaat (Bdk. 1 Tim. Dari sini dapat dilihat bahwa salah satu masalah sosial yang dihadapi oleh jemaat Kristen mula-mula adalah kemiskinan. 56 Injil Lukas menguatkan kesimpulan ini, misalnya: Yesus memberitakan kabar baik kepada orang miskin . :16-20. , orang miskin menjadi objek belaskasihan Yesus . :20, 30. 14:11 dab. ), mengecam orang Farisi sebagai 52 Suharyo, 15. 53 Suharyo, 18. 54 Suharyo, 19. 55 Pelita Hati Surbakti. AuKepedulian Sosial Yang AoRasional Dan MendidikAo Di Masa Krisis: Belajar Dari Nasihat Tentang Sikap Kepada Para Janda,Ay DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 8, no. , 404, 405, 409. 56 Olubiyi A. Adewale. AuNarratological Reading of Poverty-Related Parables (Lk 12:13Ae21. 14:15Ae24. 16:19Ae. ,Ay HTS Teologiese Studies / Theological Studies 77, no. , 23. David Wenham and Steve Walton. Exploring the New Testament Vol. 1 (London: SPCK, 2. , 237. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 36 | PEMILIHAN PEMIMPIN DENGAN UNDI pencinta uang . , dan menegaskan bahwa tidak mungkin seseorang sama-sama melayani Allah dan Mamon . Selain itu, jemaat mulamula yang digambarkan juga banyak yang miskin (Kis. Petrus juga digambarkan sebagai orang miskin (Kis. dan kuasa-kuasa mukjizatnya tidak untuk diperjualbelikan (Kis. 8:18-. Kornelius dipuji karena ia murah hati (Kis. dan Paulus juga melakukan hal yang sama (Kis. Karena itulah pesan dari Injil Lukas kelihatannya adalah kepedulian sosial bagi mereka yang miskin. 57 Dalam situasi seperti ini, perwujudan keyakinan iman dalam kehidupan nyata tentu saja bukanlah hal yang John Stambaugh-David Balch juga menyatakan bahwa sifat orang Kristen yang paling nyata adalah perbuatan amal mereka kepada orangorang miskin. 59 Praktik kemurahan hati ini diwujudkan dengan membagi harta benda juga dengan memecahkan roti di rumah masing-masing dan makan bersama dengan hati yang gembira sambil memuji Tuhan dan menikmati kemurahan semua orang. Komunitas ini bersatu di saat-saat sulit dan berdoa bersama. 60 Mengenai kepemilikan bersama. Lukas menggambarkan respons Petrus terhadap sisi negatif dari uang. Kisah yang menimpa Yudas memperlihatkan hal ini. Karena itu tidak mengherankan bila Petrus mengungkapkan sikap jijiknya terhadap perilaku Yudas (Kis. 1:15-. Komentar ini berfokus kepada pengkhianatan Yudas yang berusaha menggunakan uang hasil pengkhianatan untuk kepentingan Petrus mengatakan Yudas membeli tanah Audengan imbalan kejahatannyaAy. Upahnya. Yudas kemudian terjatuh dan mati dengan perut terburai dan darahnya jatuh ke tanah. Pada sisi lain, sikap yang melihat jijik perbuatan Yudas yang disinggung di atas berhubungan dengan nilai-nilai budaya kehormatan dan rasa malu dalam dunia Mediterania. Kehormatan dan rasa malu adalah salah satu nilai yang sangat penting dalam masyarakat Mediterania. 62 Nilai sosial kehormatan dan rasa malu adalah hal yang sangat fundamental dalam 57 Norman Perrin and Dennis C. Dulling. The New Testament: An Introduction (New York: Harcourt Brace Jovanovich Publisher, 1. , 309. 58 I. Suharyo Pr. Dunia Perjanjian Baru, 24-25. 59 John Stambaugh and David Balch. Dunia Sosial Kekristenan Mula-Mula (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1. , 56. 60 Fox. The Hermeneutics of Social Identity in LukeAeActs, 28. 61 Richard J. Cassidy. Society and Politics in the Acts of the Apostles (Eugene. Oregon: Wipf and Stock, 2. , 25. 62 Bruce J. Malina. The New Testament World: Insights from Cultural (Louisville: John Knox Press, 1. , 25-50. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. HUGO DE GROOT NABABAN. PELITA HATI SURBAKTI | 37 budaya abad pertama, baik dalam budaya Romawi. Yunani. Mesir maupun Yahudi. 63 Philip F. Esler mengartikan kehormatan itu sebagai persepsi yang dimiliki seseorang mengenai nilai dirinya dan penghargaan bagaimana dia dinilai oleh kelompok sosial yang relevan. 64 Kehormatan pada dasarnya berkaitan dengan evaluasi dan persepsi sosial. Apa pendapat tentang orang ini? Bagaimana dia dievaluasi secara positif atau negatif? Kata ini juga dapat berarti reputasi, kemuliaan, ketenaran. Kehormatan kemudian berfungsi sebagai daftar peringkat sosial yang memberikan hak kepada seseorang untuk berinteraksi dengan cara tertentu dengan orang-orang yang sederajat, atasan, bawahan, sesuai dengan isyarat budaya dalam masyarakat. 66 J. Hellerman mengatakan sebagaimana dikutip oleh Nelson P. Estrada, bahwa kehormatan adalah salah satu dasar utama dalam mengukur kualitas seseorang atau kelompok sosial dalam 67 Sedangkan kata AumaluAy merupakan simbol positif yang berarti kepekaan terhadap reputasi diri sendiri dan kepekaan terhadap pendapat orang lain. Setiap manusia ataupun kelompok perlu memiliki rasa malu untuk menjaga kehormatannya. Orang yang tidak Autahu maluAy memiliki reputasi buruk karena berada di luar batas-batas kehidupan moral yang dapat diterima. Di dalam PB terdapat beberapa narasi yang menyinggung soal nilainilai kehormatan. Misalnya, umat Israel merasa terhormat sebagai keturunan leluhur Abraham sebagaimana ungkapan Farisi yang dikutip oleh Yohanes Pembabtis: AuAbraham adalah Bapa KamiAy (Mat. 3:9. Luk. Contoh lain misalnya, seorang bapak di dalam suatu keluarga yang memerintahkan anaknya dan anaknya mematuhi, menjadi bukti si ayah memiliki kuasa dan wibawa. Dalam situasi ayah memerintah dan anak mematuhi, klaimnya sebagai ayah dan kepala rumah tangga diakui. mencoba menghormatinya dan mengakui bahwa ayahnya adalah seorang 63 David A. deSilva. An Introduction to the New Testament (Downers Grove: IVP, 2. , 125. 64 Philip F. Esler. The First Christians in Thier Social Worlds: Social Scientifict Aproaches To New Testament Interpretation (New York: Taylor & Francis-library, 2. , 25. 65 Jerome H. Neyrey. Honor and Shame in the Gospel of Matthew (Kentucky: Westminster John Knox, 1. , 5. 66 Jerome H. Neyrey and Bruce J. Malina. Honor and Shame in Luke-Acts: Pivotal Values of the Mediterranean World in The Social World of Luke- Acts: Models for Interpretation (Peabody: Hendrickson Publishers, 1. , 26. 67 Nelson P. Estrada. AuFROM FOLLOWERS TO LEADERS : The Apostles in the Ritual of Status Transformation in Acts 1-2,Ay 184-185. 68 Neyrey dan Malina. Honor and Shame in Luke-Acts: Pivotal Values of the Mediterranean World, 44-45 Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 38 | PEMILIHAN PEMIMPIN DENGAN UNDI ayah yang terhormat (I Tim. 3:4-. Apabila anak tidak mematuhinya maka dia tidak terhormat dan berwibawa. dia akan menderita malu serta kehilangan kehormatan dan reputasi. Kehormatan mempunyai dimensi individu dan kolektif. Yang paling relevan dengan tulisan ini adalah kehormatan kolektif atau kelompok. Kelompok sosial mempunyai dua dimensi, yaitu: alami atau sukarela. Kelompok alami mengacu pada keluarga, desa, atau wilayah yang memiliki kehormatan secara kolektif dan semua anggotanya berpartisipasi dalam pelestarian atau perlindungannya. 70 Ciri-ciri masyarakat Mediterania pada abad pertama bukanlah kepribadian yang individualis melainkan kepribadian yang dyadic atau berorientasi pada kelompok. 71 Kelompok sukarela adalah kelompok yang keanggotaannya tidak berdasarkan garis keturunan kekerabatan. Partai-partai seperti kaum Farisi. Saduki. Eseni, dan Zelot adalah contoh dari kelompok sukarela ini. Dengan demikian, kelompok rasul khususnya dua belas, dapat dipandang termasuk dalam klasifikasi ini. 72 Sehubungan masyarakat dunia Alkitab bersifat dyadic, dapat dimaknai bahwa individu-individu pada dasarnya bergantung pada orang lain untuk mengetahui identitasnya. 73 Kuatnya ikatan kelompok di Mediterania juga disinggung oleh Surbakti, dkk. , saat mengulas kesedihan orang Tesalonika saat mendapati adanya kerabatnya yang meninggal dalam 1 Tesalonika 4:14. 74 Tradisi ini disebut sebagai tradisi asosiasi. Selanjutnya, selain realitas kemiskinan serta budaya kehormatan serta rasa malu di atas, pasca kehancuran Bait Allah tahun 70 M tentu juga menghadirkan tekanan yang sangat hebat bagi kekristenan. Kaisar Romawi pada saat itu. Vespasianus . dilanjutkan oleh Titus . , terus melakukan penghancuran Yerusalem serta penganiayaan kepada orangorang Yahudi. Dampaknya juga melahirkan penganiayaan kepada umat 69 Neyrey dan Malina, 26. 70 Neyrey dan Malina, 38. 71 Neyrey dan Malina, 72. 72 Neyrey. Honor And Shame In The Gospel of Matthew, 27-28. 73 Jerome H. Neyrey. AuGroup Orientation,Ay in Biblical Social Values and Their Meaning: A Handbook, ed. J J. Pilch and B. Malina (Peabody: Hendrickson Publishers, 1. , 88. 74 Pelita Hati Surbakti. Rahyuni Daud Pori, and Ekavian Sabaritno. AuMAMASAKRISTEN DAN KEMATIAN ANGGOTA KELUARGANYA: Dialog Yang Memperkaya Antara 1 Tesalonika 4:14 Dan Aluk Toyolo,Ay Indonesian Journal of Theology 10, 1 . : 22Ae55, https://indotheologyjournal. org/index. php/home/article/view/239. 75 Richard S. Ascough. AuA Question of Death: PaulAos Community-Building Language in 1 Thessalonians 4:13-18,Ay Journal of Biblical Literature 123, no. , 510. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. HUGO DE GROOT NABABAN. PELITA HATI SURBAKTI | 39 Kristen dan yang antara lain membuat Yohanes dibuang ke pulau Patmos. Gambaran penderitaan para rasul dalam Kisah Para Rasul, mengisyaratkan bahwa umat Kristen pada tahun 70 M ini berada dalam keadaan genting yang berkaitan dengan hukum. Mereka diadili di penjara, dan dieksekusi dengan keji. Kekuasaan Romawi pada masa gereja mula-mula semakin meluas dan memengaruhi aspek masyarakat dengan nilai-nilai, tujuan dan agama khas Romawi. Pada saat Lukas menulis, kaisar menganggap dirinya tuhan yang harus disembah. Orang yang tidak menyembah kaisar sama dengan melawan kaisar yang akan mendapat hukuman keras dari kaisar. Orang Yahudi dan Kristen menolak supremasi agama Romawi. Sejarah kekritenan awal sebelum pertobatan Konstantinus tampak didominasi oleh konflik dengan kekaisaran Romawi yang menganiaya orang-orang Kristen. Mereka disiksa dan dibunuh karena imannya. 77 Membunuh para penjahat dengan cara-cara keji dipertontonkan di tempat-tempat hiburan publik, seperti amfiteater, sirkus merupakan fenomena yang tersebar luas. Analisis Sosial Ilmiah: Tahap Penafsiran Setelah mengumpulkan data-data empiris seputar Kisah Para Rasul, penulis selanjutnya menafsirkan pemilihan pengganti Yudas, yaitu Matias (Kis. 1: 15-. Sebagaimana telah diperlihatkan di atas bahwa setidaknya ada tiga hal yang menonjol. Yang pertama adalah realitas komunitas Kristen yang miskin. Realitas ini tentu saja memiliki implikasi sosial yang begitu Tidak sampai di sana, hal yang kedua adalah tekanan bahkan penindasan dari kekuatan Romawi terhadap kekristenan yang tentu saja melengkapi besarnya penderitaan komunitas Lukas yang menjadi pembaca pertama kitab ini. Sebagai sebuah komunitas yang belum terlalu lama menjadi Kristen, tentu situasi ini dapat bahkan telah menimbulkan penderitaan bahkan akhirnya keraguan atas langkah yang telah mereka ambil untuk menjadi pengikut Kristus. Dalam penindasan serta kesulitan secara ekonomi yang sedemikian rupa, adalah sangat mungkin komunitas Lukas ini akhirnya mempertanyakan ulang mengenai identitas dan kelanjutan iman mereka. Karena itulah, krisis identitas tentu saja menjadi persoalan yang paling mendasar dalam komunitas Kristen ini. 79 Dengan 76 Jonar T. Situmorang. Mengenal Dunia Perjanjian Baru (Yogyakarta: PBMR Andi, 2. , 313. Bdk. Merril C. Tenney. Survei Perjanjian Baru (Malang: Gandun Mas, 2. , 10-15 77 Mark Humphries. Early Christianity (Oxon: Routledge, 2. , 188. 78 Humphries, 190. 79 Darrell L. Bock. A Theology of Luke and Acts, ed. Andreas J. Kystenberger (Grand Rapids: Zondervan, 2. , 42. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 40 | PEMILIHAN PEMIMPIN DENGAN UNDI cukup baik. David A. deSilva mencoba merekonstruksi pertanyaanpertanyaan tersebut, yakni:80 Bagaimana kami meyakini bahwa, setelah mengikuti gerakan yang minoritas ini . erakan non-Yahudi-Kriste. , kami memang benar-benar berada dalam kehendak Allah? Bagaimana kami benar-benar mengetahui bahwa kami adalah bagian dari umat Allah dan sedang mengerjakan apa yang menyenangkan Allah? Bagaimana kami meyakini bahwa kami pun berhak atas janji-janji YHWH yang telah tertulis dalam kitab suci? Kedua hal ini diperumit dengan hal ketiga yang ditemukan dalam penelitian empiris di atas, yaitu budaya kehormatan dan rasa malu. Budaya ini membuat para rasul menderita, namun jemaat juga menjadi semakin resah. Bagaimana mungkin orang-orang yang akan menjadi pemimpin baru itu tidak merasa malu atas apa yang telah mereka lakukan terhadap Yesus Kristus guru mereka. Dengan demikian, situasi ini menggambarkan realitas krisis identitas personal serta krisis identitas sosial yang sangat berat. Dalam situasi seperti ini, misi Allah dalam Yesus Kristus yang tertuang dalam Kisah Rasul 1:8 tentu menjadi sukar diwujudkan. Bagaimana mungkin jemaat bisa tergerak atau digerakkan mengerjakannya jika dalam pederitaan dan kemiskinan itu didapati potret para pemimpin . ara muri. yang telah kehilangan integritas melalui pengkhianatan Yudas Iskariot? Dalam hal inilah penempatan kisah pemilihan Matias untuk menggantikan Yudas Iskariot tersebut memiliki peran penting. Tindakan pengkhianatan Yudas melahirkan krisis kepemimpinan dan hilangnya kepercayaan komunitas Kristen Mediterania terhadap integritas para rasul. Johnson sebagaimana dikutip oleh Nelson P. Estrada berpendapat bahwa Lukas memulai kisah pemilihan pada 1:15-26 dengan menyebutkan kesebelas rasul dalam 1:13 untuk menyoroti kegagalan dan ketidakhadiran Yudas. Ia melihat bahwa pengkhianatan Yudas lebih dari sekadar kegagalan seorang individu. Pengkhianatan ini memecah jumlah dan integritas simbolis kelompok rasul. 81 Ben Witherington i mengemukakan bahwa perlunya bagi penulis melakukan AupersuasiAy pembacanya memulai dengan masalah yang perlu dipecahkan dan diatasi. Memang Yudas Iskariot yang melakukannya. Namun karena adanya budaya kelompok yang disebutkan di atas telah menyebabkan perbuatan memalukan Yudas, sebagai salah satu dari murid Yesus, berimbas kepada 80 Bdk. deSilva. An Introduction to the New Testament, 309. 81 Nelson P. Estrada. AuFROM FOLLOWERS TO LEADERS: The Apostles in the Ritual of Status Transformation in Acts 1-2,Ay 131. 82 Ben Witherington i. The Acts of The Apostles A Sosio -Rhetorical Commentary, 115. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. HUGO DE GROOT NABABAN. PELITA HATI SURBAKTI | 41 rusak bahkan hilangnya citra kehormatan dan integritas para rasul secara Apalagi Yudas diketahui sebagai mata-mata penangkapan Yesus, tentu kelompok para rasul semakin kehilangan kehormatannya sebagai pemimpin yang melanjutnya misi Allah . Kis. Pada masa itu, jika kelompok kehilangan pemimpin berarti hilanglah jati diri kelompok. Hilangnya pemimpin kelompok oleh karena pengkhianatan dari salah satu pengikutnya berarti hilanglah kehormatan kelompok secara keseluruhan. Masyarakat Mediterania yang menjadi pembaca pertama Kisah Para Rasul ini tentu saja sangat terganggu dengan citra integritas para pemimpin semacam itu. Dengan ini, legitimasi serta otoritas para rasul dan pengikutnya juga menjadi terganggu untuk tidak dikatakan terancam hilang. Situasi genting yang dihadapi oleh kelompok para rasul inilah yang kemudian melahirkan inisiatif untuk menampilkan kisah pemilihan Matias . engganti Yuda. dengan cara undi di awal kitab ini. Tujuannya tentu saja adalah dalam rangka restorasi demi pulihnya kehormatan, wibawa serta otoritas para rasul. Restorasi ini penting untuk memantapkan kesiapan para rasul, dan tentu saja kesiapan para pembaca kitab ini, untuk melaksanakan tugas sebagai saksi Kristus sampai ke ujung bumi . Dengan demikian, menurut penulis, pemilihan Matias sebagai pengganti Yudas, tidak sekadar ingin membulatkan jumlah rasul menjadi dua belas seperti semula. Faktanya, rasul tidak melihat adanya kebutuhan untuk menggantikan Yakobus saudara Yohanes yang dibunuh Herodes (Kis. Kematian Yudas dan Yakobus dua hal yang berbeda. Yudas mati karena pengkhianatan yang mendatangkan rasa malu sehingga ia perlu segera diganti, sedangkan Yakobus mati sebagai bukti integritasnya sebagai rasul sehingga para rasul tidak memberi perhatian untuk mengisi posisinya. Hal senada juga ditegaskan oleh David G. Peterson bahwa Kisah Para Rasul 1-2 adalah narasi apologetik yang di dalamnya Lukas berupaya untuk meningkatkan integritas kepemimpinan para rasul, dan segmen ini menjadi inti dari pemberitaan tersebut. Motif restorasi dan pemulihan kehormatan itu pulalah yang membuat peredaksian mengenai syarat yang ketat bagi pengganti Yudas menjadi poin penting dalam pemilihan pengganti Yudas tersebut. Syarat yang menjadi pengganti Yudas menurut Petrus adalah Aomenjadi saksiAo dengan kami tentang kebangkitan-Nya . Kebangkitan adalah sentral 83 Estrada. AuFROM FOLLOWERS TO LEADERS: The Apostles in the Ritual of Status Transformation in Acts 1-2,Ay 187. 84 David G. Peterson. The Acts Of The Apostles (Grand Rapids. Michigan: Wm. Eerdmans Publising Co. , 2. , 109. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 42 | PEMILIHAN PEMIMPIN DENGAN UNDI dalam khotbah para rasul (Kis 2: 24-36, 4:33, 13:30-. Persyaratan ini menandakan bahwa kriteria yang ketat dalam memilih Yudas adalah sebagai langkah penting bagi rasul untuk meyakinkan komunitasnya bahwa pengalaman traumatis yang diciptakan oleh Yudas tidak terulang lagi. Kriteria ketat yang ditetapkan untuk kualifikasi siapa yang akan menggantikan Yudas dirancang untuk mengatasi masalah AumoralAy. Ada dua kandidat yang memenuhi syarat di atas, yakni Yusuf yang disebut Barsabas dan Matias . , keduanya memenuhi syarat. Keputusan akhir siapa yang mengisi jabatan pelayanan yang ditinggalkan Yudas diserahkan kepada Tuhan. Para rasul percaya akan kedaulatan Allah. Mereka selalu berdoa dalam setiap pergumulan yang dihadapi. Doa para rasul adalah: AuYa Tuhan. Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang iniAy . Lalu para rasul membuang undi dan undi itu jatuh kepada Matias. Doa ini menjelaskan bahwa pemilihan ini masuk dalam ranah yang sakral. Doa ini juga menekankan bahwa undi (Yun: IAC) yang dilakukan oleh rasul bukanlah bersifat acak, tetapi benar-benar merepresentasikan kehendak Allah. Para rasul hanya menawarkan kandidat yang baik menurut mata Keputusan akhir tetap di tangan Tuhan. Praktik undi menjadi fakta bahwa para rasul adalah orang Yahudi yang tidak terlepas dari tradisi dan adat istiadat Yahudi. 87 Undi adalah cara tradisional untuk menentukan kehendak Tuhan dalam Yudaisme . Im 16:8. Bil 26:55. Yun 1:7-8. 5: 3. 88 Ini juga adalah cara untuk memilih satu di antara dua kandidat yang memiliki kualifikasi yang sama, mengingat keyakinan bahwa Auundi dibuang namun setiap keputusan ada di tangan TuhanAy (Ams. 16: . Undi jatuh ke Matias dan hal itu dipercaya sebagai pilihan Tuhan dan ia ditambahkan menjadi rasul. Menurut John Calvin,89 Para rasul menggunakan undi agar dapat diketahui bahwa Matias tidak hanya dipilih manusia tetapi ditetapkan berdasarkan kehendak Allah. Jika Matias hanya dipilih oleh manusia untuk menjadi salah satu dari rasul, otoritasnya lebih kecil dari mereka. Para rasul mempersembahkan kepada Tuhan orang- 85 Estrada. AuFROM FOLLOWERS TO LEADERS: The Apostles in the Ritual of Status Transformation in Acts 1-2,Ay 172. 86 Estrada, 42. 87 Monaco. AuThe Choice of Matthias in Acts 1:15Ae26,Ay 160. 88 Ben Witherington i. The Acts of The Apostles: A Sosio-Rhetorical Commentary, 125. 89 John Calvin. The Commentay On The Acts of The Apostles. Books For The Ages (Grand Rapids. Michigan: Baker Book House, 1. , 54. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. HUGO DE GROOT NABABAN. PELITA HATI SURBAKTI | 43 orang yang mereka anggap terbaik dan menyerahkan kepada Tuhan untuk menentukan siapa yang paling cocok menurut-Nya. Setelah kisah pemilihan ini, citra para rasul secara kolektif Mereka kemudian disempurnakan pada saat turun-Nya Roh Kudus. Selanjutnya mereka siap untuk bersaksi dengan penuh kesetiaan. Kisah pemilihan Matias ini menyoroti peran penting para rasul sebagai AusaksiAy kebangkitan Kristus. Mereka menjadi saksi dari semua yang Yesus telah lakukan dan ajarkan selama pelayanan-Nya. Mereka diperintahkan untuk berkhotbah dan bersaksi. 90 Para rasul mengalami transformasi dari status sebagai murid menjadi pemimpin. Transformasi status tersebut bukan hanya karena para rasul ditugaskan menjadi saksi Yesus (Kisah 1:. , namun juga merupakan transformasi yang menjamin komunitas bahwa pemimpin baru mereka tidak lagi ternoda oleh dosa Yudas, dan pemilihan Matias menjadi rasul kedua belas adalah restorasi integritas moral mereka. Hal ini sangat penting karena peran dan status yang akan dijalankan oleh para rasul hanya akan terpenuhi jika ada kepercayaan dan dukungan penuh dari komunitas yang mereka layani. Tanpa dukungan komunitas kepada dua belas rasul, makna dan fungsi peran dan status mereka tidak ada artinya. KESIMPULAN Keseluruhan Kisah Para Rasul 1:15-26 ini sesungguhnya tidak memuat indikasi tuntutan Yesus untuk memilih pengganti Yudas Iskariot apalagi menentukan metode atau sistem pemilihannya. Setelah melihat ulasan di atas, ditemukan bahwa pemilihan penggnati Yudas dengan undi utamanya bukan sedang meletakkan warisan model suksesi . pemimpin, akan tetapi merupakan tindakan restorasi untuk menyelesaikan persoalan yang krusial akibat pengkhianatan Yudas yang memalukan. Dalam masyarakat Mediterania dengan budaya kelompok serta yang menekankan kehormatan dan menghindari rasa malu,93 pengkhianatan Yudas tidak hanya berimbas kepada runtuhnya citra kehormatan serta integritas dirinya sendiri tetapi juga kepada keseluruhan kelompoknya yaitu para murid . secara keseluruhan. Oleh karena itulah peredaksian kisah pemilihan pengganti Yudas yang mengawali kitab ini menjadi begitu 90 Bitrus Emmanue Wazamda. AuThe Necessity For the Replacement Judas Iscariot (Acts 1: 15: . ,Ay ResearchGate 13, no. 91 Estrada. AuFROM FOLLOWERS TO LEADERS: The Apostles in the Ritual of Status Transformation in Acts 1-2,Ay 59. 92 Estrada, 60. 93 Bruce J. Malina. The New Testament World: Insights from Cultural, 50. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 44 | PEMILIHAN PEMIMPIN DENGAN UNDI Kisah ini diposisikan tidak jauh setelah penyajian Kisah Para Rasul 1:8 yang disimpulkan sebagai plot kitab ini. Di tengah-tengah krisis hebat yang tengah dihadapi oleh pembaca pertama kitab ini, pemberitaan Injil sampai ke ujung bumi (Kis. akan sangat sulit terjadi jika citra kehormatan serta integritas pemimpin . ara rasu. yang telah rusak tidak dipulihkan terlebih dahulu. Tindakan pemilihan dengan undi ini kemudian menegaskan bahwa yang memilih Matias bukan lagi atas kehendak manusia tetapi atas kehendak Allah sendiri . Ams. Pemilihan yang diawali dengan persyaratan rekam jejak yang teruji dan ketat . Kis. 1:21-. juga menjadi bagian dari pemulihan citra tersebut. Pemulihan ini kemudian disempurnakan dengan kisah turunnya Roh Kusus yang diletakkan persis setelah diperolehnya pengganti Yudas (Kis. 2:1-. Dengan pemulihan citra kehormatan serta integritas ini, persoalan patron-klien yang terganggu antara para rasul sebagai pemimpin dan komunitas Kristen kini dipulihkan. Terpilihnya Matias mengajarkan gereja tentang begitu pentingnya pemulihan integritas pemimpin dalam tubuh Kristus demi terwujudnya misi Allah bagi dunia ciptaan-Nya. Beranjak dari kesimpulan ini. HKI sebagai gereja tentu diharapkan juga dapat memaknai keputusan manjomput na sinurat . dalam pemilihan pimpinan gereja di atas tidak sekadar peristiwa suksesi kepemimpinan. sesungguhnya juga memuat gagasan restorasi citra dalam tubuh para pemimpin gereja secara kolektif. Dengan citra pemimpin gereja yang penuh integritas, kehormatan, wibawa, dan otoritas, diharapkan akan melahirkan penguatan identitas anggota jemaat, baik secara individu maupun secara kolektif. Kombinasi pemimpin gereja yang berintegritas dan persekutuan umat yang kuat diharapkan menciptakan gereja yang siap mengemban panggilannya sebagai saksi Yesus Kristus di dunia, dan menjadi gereja pun akan bertumbuh baik secara kuantitas maupun kualitas. Akhirnya dengan pemaknaan ini, diharapkan para pihak di internal HKI yang masih belum terlalu menerima keputusan ini dengan berbagai alasan, akhirnya dapat semakin melihat aspek penting lainnya dari manjomput na sinurat ini. DAFTAR PUSTAKA