Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Peran Zakat dalam Memoderasi Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Upah Minimum Terhadap Pengangguran di Indonesia pada Tahun 2019-2023 Anisa Nur Hikmah1. Yudha Trishananto2. Fernaldi Anggadha Ratno3 1, 2, 3 Universitas Islam Negeri Salatiga Universitas Diponegoro Universitas Sebelas Maret Anisahikmah81@gmail. com1 , yudhatrishananto@uinsalatiga. anggadharatno91@student. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Tingkat Pendidikan,Upah Minimum terhadap Tingkat Pengangguran dengan Zakat sebagai variabel moderasi di Indonesia pada tahun 2019-2023. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan Moderating Regression Analysis(MRA) sebagai analisis data dan menggunakan data sekunder berbentuk time series. Data yang digunakan adalah data tahunan dari Tingkat Pnedidikan. Upah Minimum. Zakat dan Tingkat Pengangguran pada tahun 2019-2023. Data yang sudah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan alat bantu aplikasi Eviews 9. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara persila variabel Tingkat Pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tingkat Penganggura, sedangkan Upah Minimum berpengaruh positif dan signifikan, kemudian secara persial tidak mampu memoderasi pengaruh Tingkat Pendidikan dan Upah Minimum. Dalam uji F ditemukan bahwa variabelvariabel bebas tersebut secara bersama sama berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran. Kata Kunci: Tingkat Pengangguran. Tingkat Pendidikan. Upah Minimum. Zakat . Moderasi PENDAHULUAN Masalah pengangguran merupakan salah satu problema yang dihadapi oleh banyak negara, tidak hanya masalah pengangguran saja tetapi juga ada masalah lain seperti kemiskinan dan kesenjangan yang dihadapi oleh suatu negara terutama di Indonesia. Pada negara berkembang khususnya Indonesia pengangguran merupakan permasalahan yang sering terjadi atau cukup serius dimana menurut Algofari . menyatakan bahwa pengangguran terjadi sebagai akibat dari tingginya tingkat perubahan angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan adanya lapangan pekerjaan yang cukup luas serta penyerapan tenaga kerja yang cenderung kecil presentasinya. Hal tersebut akan mengakibatkan bertambahnya tingkat pengangguran yang ada di Indonesia. Pengangguran ini merupakan masalah perekonomian yang sangat kompleks karena jika pengangguran terus berkembang maka akan memberikan dampak negatif yang signifikan bagi negara Indonesia. Menurut BPS . permasalahan pengangguran muncul ketika masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan aktif ,mencari pekerjaan, mengundurkan diri dari suatu pekerjaan atau tidak mau bekerja karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, serta mereka yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran semakin meningkat adalah tingkat pendidikan, dimana tingkat pendidikan ini akan berpengaruh besar terhadap Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index pengangguran karena dengan adanya tingkat pendidikan ini akan menentukan sebuah pekerjaan seseorang. Jika tingkat pendidikanya tinggi atau lebih baik maka seseorang itu akan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan dapat memenuhi kebutuhannya. Selain itu jika seseorang mempunyai tingkat pendidikan yang tinggai maka keadaan pengangguran di Indoenesia tidak akan separah bila dibandingkan dengan orang yang bependidikan (Prawira. S 2. Pada sisi lain tingkat Upah Minimum juga mempengaruhi tingkat pengangguran. Tingkat upah adalah imbalan yang yang diterima oleh satu unit kerja dalam bentuk uang. Tingkat upah yang yang tinggi atau rendah memainkan peran peran penting dalam menentukan standar hidup masayarakat. ketika Upah Minimum regional rendah ini menunjukkan bahwa penduduk di wilayah tersebut memiliki standar hidup dan tingkat konsumsi yang rendah juga. Di sisi lain, jika Upah Minimum regional tingi ini menujukkan bahawa penduduk di provinsi atau wilayah tersebut memiliki standar hidup dan tingkat konsumsi yang tinggi. Selain kedua faktor diatas dalam islam zakat berperan penting dalam mengurangi masalah pengangguran dikarenakan zakat dalam konteks ekonomi makro merupakan sarana distribusi pendapatan untuk menghilangkan kesenjangan ekonomi antara si miskin dan si Apabila zakat dilakukan secara terorganisir maka akan meningkatkan pendapatan nasional suatu negara. ahra,2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan data sekunder yang didapatkan dari laporan tahunan tingkat pengangguran. Tingkat Pendidikan. Upah Minimum dan zakat yang sudah diterbitkan pada website resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dan Baznas nasional seluruh provinsi di Indonesia pada tahun 2019 -2023. Teknik pengmabilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh , yaitu metode pengambilan sampel yang menggunakan seluruh populasi sebagai sampel penelitian. Populasi penelitian ini adalah data dari variabel Tingkat Pendidikan. Upah Minimum, dan Zakat berdasarkan data provinsi. Pada penelitian ini mengambil tingkat pengangguran dari 34 provinsi Indonesia sebagai objek yang diteliti, sehingga jumlah sampel yang di dapatkan ialah 34 sampel. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah gabungan dari data cross section dan time series periode tahun 2019-2023 yang nantinya data akan dio. ah menggunakan uji stasioner, uji regresi data panel, uji ststistik, dan uji asumsi klasik dengan software Eviews. Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Tabel 1. Hasill Uji Deskriptif Berdasarkan ouput analisi deskriptif menunjukkan pengamatan yang sudah sesuai dengan kriteria sampel dan populasi penelitian yaitu sebanyak 34 provinsi dengan data yang di dapatkan sebanyak 170 observasi selama periode 2019-2023. Berikut penjabaran terkasit dengan hasil analisis deskriptif sebagai berikut: Tingkat Pengangguran sebagai variabel terikat memiliki rata-rata 4. 99% dengan Std. Deviation sebesar 1,60% dan Median 4,70%. Persentase tingkat pengangguran tertinggi ialah provinsi kep. Riau pada tahun 2021 sebesar 9,91%. Sedangkan yang terendah ialah provinsi Bali pada tahun 2019 sebesar 1,22%. Tingkat Pendidikan sebagai variable bebas memiliki rata-rata 124,27% dengan Std. Deviation sebesar 571,57% dan Median 64,84%. Persentase tingkat pendidikan tertinggi ialah provinsi Di Yogyakarta pada tahun 2023 sebesar 64,74%. Sedangkan yang terendah ialah provinsi Papua pada tahun 2019 sebesar 27,44%. Upah Minimum sebagai variable bebas memiliki rata-rata 2,695% dengan Std. Deviation sebesar 5,746% dan Median 2,671%. Persentase Upah Minimum tertinggi ialah provinsi Dki Jakarta pada tahun 2023 sebesar 4. Sedangkan yang terendah ialah provinsi Di Yogyakarta pada tahun 2019 sebesar 1,570,923. Zakat sebagai variable moderasi memiliki rata-rata 141,15% dengan Std. Deviation sebesar 187,41% dan Median 50,56%. Persentase Zakat tertinggi ialah provinsi Aceh pada tahun 2023 sebesar 978,0%. Sedangkan yang terendah ialah provinsi jawa barat pada tahun 2020 sebesar 1,350%. Uji Stasioneritas Penelitian ini menggunakan uji hadri root test. Jika nilai probabilitas kurang dari 0. 05 maka dapat dikatakan stasioner, dan sebaliknya jika nilai probabilitas lebih dari 0. 05 maka dapat dikatakan data tidak stasioner. Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Tabel 2. Hasil Uji Statisioner Variabel Pengangguran (Y) Tingkat Pendiidkan (X. Upah Minimum (X. Zakat (Z) Tingkat Pendiidkan*zakat (X1*Z) Upah minimum*Zakat (X2*Z) Prob 0,0000 Hasil Data stasioner tingkat level Data stasioner tingkat level Data stasioner tingkat level Data stasioner tingkat level Data Stasionoer tingkat level Data stasioner tingkat level Uji Regresi Data Panel Estimasi Regersi data panel Uji regresi menggunakan (CEM) Tabel 3. Hasil Uji CEM Variable Coefficient 48E-07 Std. Error 01E-07 t-Statistic R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Prob. Uji Regresi mengunakan (FEM) Tabel 4. Hai uji FEM Variable Coefficient Std. Error t-Statistic 01E-07 4. 15E-07 Effects Specification Cross-section fixed . ummy variable. R-squared 851627 Mean dependent var Adjusted R-squared 811466 S. dependent var of regression 696628 Akaike info criterion Sum squared resid 54369 Schwarz criterion Log likelihood 9008 Hannan-Quinn criter. F-statistic 20525 Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. Prob. Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Uji Regresi menggunakan (REM) Tabel 5. Hasil Uji REM Variable Coefficient Std. Error 22E-07 90E-07 Effects Specification Cross-section random Idiosyncratic random t-Statistic Prob. Rho Weighted Statistics R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Unweighted Statistics R-squared Sum squared resid 144084 Mean dependent var 3315 Durbin-Watson stat Setelah mengetahui persamaan regresi dari model regresi CEM,FEM, dan REM, maka uji selanjutnya yang dilakukan adalah pemilihan model yang terbaik yaitu sebagai berikut Tabel 6. Hasil Uji Chow Effects Test Statistic Prob. Cross-section F Cross-section Chi-square Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai probabilitas <0,05 yaitu 0,0000 , sehingga dapat disimpulkan model yang dipilih adalah fixed efect (FEM). Tabel 7. Hasil Uji Husman test Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Prob. Cross-section random Dari hasil uji housman diketahui nilai probability 0,2643> 0,05 maka model yang terpilih adalah REM. Maka harus dilakukan uji LM test. Tabel 8. Uji LM test Breusch-Pagan Cross-section . Test Hypothesis Time . Both . Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Dari hasil uji LM test diketahui nilai prob 0,0000 < 0,05 maka model yang terpilih adalah REM . Maka dari hasil uji estimasi dari ketiga model data panel di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa uji regresi linier berganda yang tepat dalam penelitian ini adalah uji regresi linear menggunakan Random Effect Model (REM). Uji Statistik Setelah melakukan menentukan model yang paling baik, maka dilanjutkan dengan uji statistik yaitu sebagai berikut: Uji T test Uji T ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel bebas secara individual . terhadap variabel terikat. Jika nilai p-value lebih kecil dari level of significant yang ditentukan, atau t-hitung . ada kolom . lebih besar dari t-tabel . ihitung dari two-tailed a = 5% df-k, k merupakan jumlah variabel independenAedf = 40-2 = . Apabila nilai p-value 0,000<0,05 artinya signifikan. Tabel 9. Uji T Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. X1_Z X2_Z 06E-07 35E-07 32E-10 00E-07 03E-05 64E-10 Berdasarkan uji regresi pada gambar diatas menunjukkan output yaitu : Tingkat Pendidikan (X. Variabel Tingkat Pendidikan dalam penelitian ini memiliki nilai probabilitas sebesar 0. 0,05 dengan koefisien positif sehingga dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pendidikan secara persial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap Tingkat Pengangguran, sehingga H1 diterima. Upah Minimum (X. Variabel Upah Minimum dalam penelitian ini memiliki nilai probabilitas sebesar 0,4949 > 0,05 dengan koefisien positif sehingga dapat disimpulkan bahwa Upah Minimum secara persial memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap Tingkat Pengangguran, sehingga H2 di tolak. Tingkat Pendidikan yang di moderasi oleh zakat Variabel tingkat pendidikan yang di moderasi oleh Zakat dalam penelitian ini memiliki nilai probabilitas sebesar 0. 9895 > 0,05 dengan koefisien positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa zakat tidak mampu memoderasi Tingkat Pendidikan terhadap tingkat pengangguran, sehingga H3 di Tolak. Upah Minimum yang di Moderasi oleh zakat Variabel Upah Minimum yang di moderasi oleh Zakat dalam penelitian ini mimiliki nilai probabilitas sebesar 0,2101 > 0,05 dengan koefesien negatif. Sehingga dapat di simpulkan bahwa zakat tidak mampu memoderasi Upah Minimum terhadap pengangguran. Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Uji F ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Uji F menunjukkan variabel bebas mempunyai pengaruh yang sama terhadap variabel terikat. Tabel 10. Uji F Weighted Statistics R-squared 122464 Mean dependent var Adjusted R-squared 101191 S. dependent var of regression 695334 Sum squared resid F-statistic 756635 Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. Berdasarkan Uji Regresi pada gambar nilai Prob (F- Statisti. 0,000232 < 0,05 maka dapat disimpukan bahwa Tingkat Pendidikan dan Upah Minimum dapat berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran secara stimultan. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 11. Uji R2 Weighted Statistics R-squared 122464 Mean dependent var Adjusted R-squared 101191 S. dependent var of regression 695334 Sum squared resid F-statistic 756635 Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. Berdasarkan uji regresi pada gambar , nilai Ajusted R - Square adalah 0. 101191 maka dapat di simpulkan bahwa variabel Tingkat Pendidikan . Upah Minimum ,dan zakat sebagai variabel moderasi dapat memberikan pengaruh kepada Tingkat Pengangguran sebesar 10,1% dan sisanya 89,9% dipengaruhi oleh variabel lain. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 12. Uji Normalitas Observations 170 Mean Median Minimum Diketahui nilai probability sebesar 0293853. Nilai tersebut menunjukkan bahwa data residual berditribusi nornal karena nilai lebih dari 0,05. Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Uji Multikolonieritas Tabel 13. Uji Multikolonieritas Berdasarkan tabel tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai koefisien antar variabel kurang 8 , maka dari itu artinya tidak terjadi gejala multikolinieritas. Uji Heterokedastisitas Tabel 14. Uji Heteroskedaastisitas Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. 57E-07 08E-07 Berdasarkan hasil peng ujian pada tabel diatas terlihat jelas bahwa hasil uji regresi memiliki nilai probabilitas lebih dari 0. 05 yang artinya tidak ada gejala heterokedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 15. Uji Autokorelasi Weighted Statistics R-squared Mean dependent var Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Berdasarkan tabel diatas hasil pengujian autokorelasi dapat dilihat bahwa nilai Durbin- Watson sebesar 1. 560889 yang berada 1. 5805 dan 2. 4195 (DU > DW < 4-DU). Yang artinya tidak terjadi autokorelasi dalam model ini. Tabel 16. Hasil hitungan Durbin Watsot K = 2 N= 34 DW= 1. DL= 1. 3325 DU= 1. 5805 4DU= 2. Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Tingkat Pengangguran Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda maka di dapatkan koefisien sebesar 0. 889845 dan nilai probabilitas sebesar 0. 0000 lebih kecil dari 0. 05, yang artinya Tingkat Pendidikan memiliki pengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengangguran secara Sehingga H1 diterima maka artinya jika tingkat pendidikan semakin meningkat maka akan menurunkan tingkat pengangguran. Menurut teori Human Capital pentingnya peningkatan sumber daya manusia salah satunya dengan peningkatan tingkat pendidikan maka pendidikan adalah kunci dalam kemampuan dari sebuah negara berkembang untuk menyerap teknologi modern dan mengembangkan skill yang dimiliki(Prakoso. Tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor utama bagi seseorang untuk mendapatkan sebuah pekerjaan karena acuan untuk melihat kualitas seseorang yaitu dengan melihat jenjang Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index pendidikan, jika dengan pendidikan yang tinggi maka cenderung dianggap memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang memiliki pendidikan yang rendah. Selain itu pendidikan juga faktor penting dalam mencari pekerjaan karena lapangan pekerjaan yang tersedia cenderung selalu memiliki persyaratan dan standar tertentu. Pengaruh Upah Minimum terhadap Tingkat Pengangguran Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda maka di dapatkan koefisien sebesar 06E-07 dan nilai probabilitas sebesar 0. 49440 > 0. 05, yang artinya Upah Minimum tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengangguran secara ststistik. Hasil ini menunjukkan H2 yang menyatakan bahwa Upah Minimum berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat pengangguran, maka semakin meningkat Upah Minimum akan menurunkan Tingkat Pengangguran maka dari itu hipotesis ditolak. peningkatan upah yang terjadi di Indonesia pada setiap tahunnya akan berdampak pada naiknya angka pengangguran. Peristiwa ini sesuai dengan teori keynes yang mengatakan penetapan upah diatas kesimbangan permintaan dan penawaran akan membuat perusahaan menurunkan permintan terhadap tenaga kerja dan akan menurunkan perputaran tenaga kerja yang mengakibatkan terjadinya pengangguran. Kesenjangan dalam pemberian upah yang tidak sesuai dengan standar UMK juga akan berdampak tehadap daya beli selain itu juga berefek terhadap standar kehidupan para buruh dan keluarganya. Pengaruh Tingkat pendidikan terhadap tingkat pengangguran zakat dimoderasi oleh zakat Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda maka di dapatkan koefisien sebesar 35E-07 dan nilai probabilitas sebesar 0. 9895 > 0. 05, yang artinya variabel zakat tidak mampu memoderasi pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Tingkat pengangguran. Hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor yaitu pendidikan yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri meskipun zakat dapat membantu pendidikan dengan program beasiswa tetapi jika akhirnya tidak sesuai dengan kebutuan industri lulusan akan tetap kesulitan mendapatkan pekerjaan selain itu keterbatasan akses lokasi, kurangnya keterampilan paktis juga mempengaruhi zakat itu tidak memoderasi. Tingkat Pengangguran juga dpengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi yang lain seperti kebijakan pemerintah,siklus ekonomi yang tidak dapat diatasi hanya dengan zakat maka dari itu zakat tidak hanya sebagai solusi tuggal untuk permasalahan pengangguran. Pengaruh Upah Minimum terhadap tingkat pengangguran yang di moderasi oleh Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda maka di dapatkan koefisien sebesar 3. 32E10 dan nilai probabilitas sebesar 0. 2101 lebih besar dari 0. 05, yang artinya Upah Minimum dimoderasi oleh zakat berepengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Tingkat Pengangguran, sehingga dapat disimpulka variabel zakat tidak mampu memoderasi pengaruh Upah Minimum terhadap Tingkat pengangguran di Indonesia. Maka H4 di tolak , karena Zakat dan upah memiliki fungsi yang berbeda dimana zakat bertujuan utuk redistribusi kekeyaan kepada kelompok tertantu. sementara upah minimum memastikan pekerja mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga dapat mengurangi pengangguran. Zakat bersifat jangka panjang dimana zakat membantu penerima untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pendidikan atau Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index modal usaha sementara upah minimum berkaitan langsung dengan pasar tenaga kerja dan biaya produksi, kebijakan upah minimum dapat meningkatkan biaya tenaga kerja bagi perusahaan. Zakat meskipun memberikan bantuan sosial namun tidak mengubah kondisi struktural, pada beberapa negara atau wilayah keptuhan terhadap zakat bervariasi jika zakat tidak dikelola dan di distribusikan secara efektif maka potensi untuk mengurangi dampak negatif upah minimum terhadap pengangguran juga terbatas. KESIMPULAN Berdasarkan dari hasil uji analisis pada bab sebelumnya dan pembahasan yang telah diuraikan yaitu Tingkat Pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran di Indonesia pada tahun 2019-2023, hal ini menunjukkan bahwa ketika Tingkat Pendidikan mengalami kenaikan maka akan menurunkan Tingkat Pengangguran hal ini karena tingkat pendiidkan adalah salah satu faktor utama untuk mendapatkan sebuah pekerjaan dan untuk melihat kkualitas SDM, maka dari itu jika tingkat pendidikan itu semakin meningkat maka akan mengurangi tingkat pengangguran. Upah Minimum berpengaruh positif dan tidak signifikan hal ini menunjukkan bahwa ketika Upah Minimum mengalami kenaikan maka tingkat pengangguran juga akan meningkat. Maka dari itu dampak dari naiknya Upah Minimum setiap tahun juga akan menurunkan permintaan dan penawaran tenaga kerja. Zakat tidak mampu memoderasi Tingkat Pendidikan terhadap Tingkat Pengangguran di Indonesia,pendidikan yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri meskipun zakat sudah membantu pendidikan dengan beasiswa tetapi belum sepenuhnya zakat bisa menopang Zakat tidak mampu memoderasi Upah Minimum terhadap Tingkat Pengangguran di Indonesia. Zakat tidak mampu memoderasi Upah Minimum terhadap Tingkat Pengangguran di Indonesia. Hal ini karena fungsi zakat dan upah minimum itu berbeda dimana zakat bertujuan utuk redistribusi kekeyaan kepada kelompok tertantu. sementara upah minimum memastikan pekerja mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga dapat mengurangi pengangguran. DAFTAR PUSTAKA