e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN ANALISIS MINAT BERWIRAUSAHA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI KREATIF (STUDI KASUS MAHASISSWA SE-KABUPATEN BANGKALAN) Suci Indah Permadani Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Bangkalan suciindah546@gmail. Octaviana Arisinta. STKIP PGRI Bangkalan arisinta@stkippgri-bkl. Romiftahul Ulum STKIP PGRI Bangkalan romiftahululym75@gmail. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana analisis minat berwirausaha terhadap mahasiswa Kabupaten Bangkalan dalam perspektif ekonomi kreatif. Dari penelitian ini diperoleh bahwa perkembangan ekonomi kreatif ternyata mempengaruhi minat berwirausaha terhadap mahasiswa Kabupaten Bangkalan. Perkembangan IPTEK yang semakin maju dan dunia digital yang semakin berkembang di Kabupaten Bangkalan membuat sektor ekonomi kreatif kini menjadi sektor lapangan pekerjaan untuk mahasiswa Kabupaten Bangkalan. Kreatifitas seseorang ternyata juga mempengaruhi minat berwirausaha terhadap mahasiswa. Bagaimana mereka memanfaatkan perakembangan ekonomi kreatif yang semakin maju dan keinginan untuk dapat memperkaya pengetahuan dan pengalaman dengan modal utama kreativitas yang dimiliki setiap individunya. Dengan memanfaatkan kreativitas yang dimiliki seseorang agar dapat dipergunakan dan bermanfaat untuk diri sendiri dan lingkungan. Menciptakan peluang untuk masa depan dengan modal kreativitas dan perkembangan ekonomi kreatif menjadi pilihan tiga mahasiswa yang menekuni usaha ekonomi kreatif yang ada di bangkalan saat ini. Kata-kata Kunci : Minat Berwirausaha. Perspektif Ekonomi Kreatif PENDAHULUAN Banyak lulusan dari perguruan tinggi yang ada pada saat ini belum bisa untuk mendapatkan pekerjaan agar bisa mencukupi kebutuhannya. Ada beberapa hal yang melatar belakangi hal tersebut. Minimnya pendidikan yang dimiliki masyarakat Bangkalan, kurangnya keterampilan yang cukup, sempitnya lapangan pekerjaan, serta kurang adanya perhatian dari pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka lulusan perguan tinggi. Pada saat ini minim ditemukan lulusan perguruan tinggi yang ingin mengawali kehidupannya dengan memulai untuk bisa berwirausaha. Kecenderungan seperti itu berakibat pada tingginya resiko pengangguran pada saat ini. Beberapa studi saat ini menunjukkan bahwa tidak semua aspek di kewirausaahan dapat diajarkan. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN Pada saat ini minat wirausaha di kalangan golongan muda masih sangat rendah, dikarenakan masih memiliki pola pikir pegawai. Kewirausahaan ialah kemampuan kreatif dan inovatif yang dimiliki seseorang yang dapat menjadi sumber daya dan dasar untuk menjadi wirausaha sukses. Memiliki naluri entrepreneur yaitu mendorong adanya mental yang memiliki karakter inovatif, mandiri, kreatif, disiplin, tidak mudah menyerah dan bertanggung jawab seperti seorang wirausaha ketika memulai usahanya dari bawah. Seandainya, sifat-sifat seperti ini bisa diterima generasi muda yang notabene adalah jiwa petualang, penuh ide dan menyukai tantangan secara umum memiliki kesamaan dengan konsep wirausaha yang menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang (Atmaja dan Margunani, 2. Konsep ekonomi baru yaitu ekonomi kreatif yang memadu padankan kreatifitas dan informasi yang mengandalkan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi dan gagasan ide. Dalam pembelajaran ekonomi diketahu ada empat faktor produksi, yaitu orientasi atau manajemen sumber daya alam, sumber daya manusia dan modal . aktor utam. Sistem ekonomi kreatif dapat dipercaya mampu menjadi solusi dalam mengatasi krisis ekonomi saat ini. Konsep ekonomi kreatif dapat berkembang berdasarkan perkembangan ekonomi untuk negara berkembang dan aset kreatif yang berpotensi untuk menghasilkan Selain itu ekonomi kreatif juga dapat mempromosikan aspek-aspek social . ocial conclusio. , ragam budaya, dan pengembangan sumber daya manusia (Firdausy. Mahasiswa sendiri merupakan generasi yang dipersiapkan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Besar harapan Pemerintah terhadap mahasiwa untuk dapat berperan sebagai agent of change . gen perubaha. , dan social of control . adangan masa depa. Mahasiswa merupakan salah satu golongan elit yang ada di masyarakat yang diharapkan dapat menjadi pemimpin bangsa yang akan datang, sudah sepantasnya mahasiswa menjadi pelopor dalam mengembangkan semangat kewirausahaan. Perkembangan negara berkembang akan lebih cepat untuk maju dan berhasil jika didukung oleh para entrepreneur yang dapat membuka lapangan kerja karena kemampuan pemerintah yang terbatas. Beberapa kampus negeri dan swasta yang ada di Bangkalan STAI AL-Hidayah. STAI Syaihona Holil. STAI Darul Hikmah. Universitas Terbuka. Stikes Ngudia Husada. STKIP PGRI Bangkalan dan Universitas Trunojoyo. Banyaknya jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Bangkalan membuat sumber daya manusia di kalangan mahasiswa semakin banyak dan menjadi alternatif jalan keluar untuk mengurangi tingkat pengangguran yang terjadi di kota Bangkalan saat ini, karena para sarjana diharapkan dapat menjadi wirausahawan muda terdidik yang mampu merintis usahanya sendiri. Pertumbuhan terhadap minat kewirausahaan di mahasiswa Bangkalan saat ini merupakan hal yang sangat penting, mengingat demand dan supply jumlah tenaga kerja sudah tidak lagi seimbang. Penawaran tenaga kerja sangat rendah sementara permintaan sangat tinggi. Sektor usaha ekonomi kreatif memiliki 15 sektor yang kini peneliti hanya memfokuskan pada tiga sektor yang memang sedang banyak dijalani oleh pelaku usaha ekonomi kreatif di Bangkalan. Ajie Subairi yang memfokuskan usahanya pada sektor Ika Noviana yang menekuni sektor IPTEK dan Khoirun Nisa yang menekuni sektor Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN kuliner atau budaya. Menurut Ajie sebagai pelaku usaha ekonomi kreatif di sektor kerajinan perkembangan ekonomi kreatif di Bangkalan memang mengalami kemajuan yang signifikan dan membuat daya saing antar pelaku usaha terus diasah terkait kreativitas pada usahanyanya. Sama dengan pendapat pelaku usaha ekonomi kreatif di sektor IPTEK dan kuliner atau budaya yaitu Ika dan Nisa yang mengatakan persaingan antara para pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif sedang dalam persaingan yang ketat sehingga setiap pelaku usaha harus menumbuhkan kreatifitas dan minat untuk berwirausaha yang lebih baik dan memiliki daya saing untuk terus Banyaknya pelaku usaha pada persaingan terhadap jenis usaha kreatif yang ada pada saat ini dan melihat semakin berkembangnya ekonomi kreatif membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini. Selain itu, penulis juga tertarik dalam melakukan penelitian ini karena penulis ingin mengetahui bagaimana mahasiswa tersebut menimbulkan minat berwirausaha melihat perkembangan ekonomi yang semakin kreatif dan terus berkembang. Dari pembahasan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Minat Berwirausaha Mahasiswa Se-Kabupaten Bangkalan Dalam Prespektif Ekonomi KreatifAy. Berdasarkan latar belakang yang sudah dipaparkan di atas, maka yang menjadi rumusan masalah bagi peneliti adalah bagaimana analisis minat berwirausaha terhadap mahasiswa Kabupaten Bangkalan dalam prespektif ekonomi kreatif? METODE PENELITIAN Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dll secara holistic dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Maleong, 2. Penelitian ini pada dasarnya dimulai dari banyaknya lulusan perguruan tinggi yang tidak mendapatkan pekerjaan. Lulusan perguruan tinggi yang memilih bekerja di sebuah Penelitian ini bisa dikatakan sebagai penelitian untuk melihat bagaimana melihat minat wirausaha terhadap mahasiswa melihat minimya lapangan pekerjaan dan melihat perkembangan ekonomi kreatif yang saat ini sedang berkembang di kota Bangkalan. Pemilihan Lokasi Penelitian ini memilih lokasi Kabupaten Bangkalan dengan memfokuskan pada Mahasiswa yang ada di Kabupaten Bangkalan. Kota Bangkalan dipilih karena jumlah SDM Mahasiswa nya dan memiliki banyak kreatifitas dalam berwirausaha, dengan 3 sektor ekonomi kreatif yakni: Ajie Subairi mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang menekuni usaha ekonomi kreatif disektor kerajinan. Ika Noviana mahasiswa Universitas Terbuka Bangkalan yang menekuni usaha ekonomi kreatif di sektor IPTEK dan teknologi. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN Khoirun Nisa mahasiswa STAI Darul Hikmah yang menekuni usaha ekonomi kreatif di sektor kuliner dan budaya. Subjek Penelitian Subjek peneliti . adalah subjek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti. Dalam penelitian ini yang menjadi informan pada penelitian ini adalah mahasiswa di Kabupaten Bangkalan yang sedang menjalankan usaha ekonomi kreatif. Penelitian kualitatif tidak mengenal adanya jumlah sampel minimum . ample siz. Umumnya penelitian kualitatif menggunakan sampel kecil. Bahkan pada kasus tertentu menggunakan hanya 1 informan saja. Setidaknya ada dua syarat yang harus dipenuhi dalam menentukan jumlah informan yaitu kecukupan dan kesesuaian (Martha dan Kresno, 2. Kriteria dalam pemilihan informan yaitu, . Berada di daerah yang diteliti, . peneliti memlih jenis usaha ekonomi kreatif yang saat ini banyak dijalankan oleh mahasiswa, . memilih jenis usaha ekonomi kreatif yang sedang berkembang di kalangan mahasiswa, . memilih usaha yang sudah lama dan tetap bertahan hingga saat ini, . bisa beragumentasi dengan baik. Informan pada penelitian ini peneliti memilih mahasiswa yang sudah lama menekuni bidang wirausahanya sehingga memiliki banyak pengalaman dalam menjalani Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kota Bangkalan. Adapun waktu penelitian ini ialah dari bulan Maret Ae Agustus pada tahun 2021. Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data merupakan suatu hal yang penting dalam penelitian, karena metode ini merupakan startegi atau cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitiannya (Sudaryono, 2. Dalam penelitian kali ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kealitatif deskriptif, oleh karena itu data yang harus didapatkan oleh peneliti adalah data yang mendalam, jelas dan spesifik. Dan pada penelitian kali ini, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data penelitian. Teknik Analisis Data Peneliti melakukan teknik pengumpulan data yang didapatkan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis yang dilakukan selama di lapangan dibagi menjadi 3 yaitu: Reduksi Data Penyajian Data Penarikan Kesimpulan/ Verifikasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN HASIL PENELITIAN Gambaran Umum dan Objek Penelitian Usaha Ekonomi Kreatif Bidang Kerajinan Bidang kerajinan tangan merupakan salah satu jenis usaha ekonomi kreatif yang saat ini sudah banyak dijalan kan oleh beberapa mahasiswa di kota Bangkalan. Banyak kita temui jenis usaha ekonomi kreatif kerajinan tangan yaitu Karya lukis, karya buket bunga dan jajan, karya ukir, dan lain-lain yang sudah dijalankan oleh mahasiswa kabupaten Bangkalan. Salah satunya pelaku usaha ekonomi kreatif bidang kerajinan tangan di Bangkalan saat ini yaitu Ajie Subairi beliau merupakan mahasiwa semester 4 Universitas Trunojoyo Bangkalan. Kegiatan kewirasuahaan yang dilakukan oleh Ajie sudah dua tahun semenjak ia mulai berkuliah di Universitas Trunojoyo. Awal mula terciptanya ide untuk membuka usaha ini tidak lain merupaka karena faktor ekonomi yang saat itu sedang dialaminya. Merupakan anak sulung dari tiga bersaudara dan memiliki seorang orang tua yang tidak memiliki pekerjaan tetap Ajie subairi harus mampu membiayai biaya kuliah untuk dirinya dan mengurangi beban kedua orang tuanya. Bakat yang dimilikinya muncul ketika ia untuk pertama kali diminta bantuannya oleh teman sejawatnya untuk membuatkan desain wajah dan sejak saat itu ajie mulai menekuni bidang lukis wajah. Usaha Ekonomi Kreatif Bidang Teknologi Informasi (Online Sho. Perkembangan IPTEK dan Tekonologi yang ada saat ini membuat menjadi lebih mudah untuk mendapatkan informasi apapun. Perekembangan ini juga damanfaatkan oleh saudara Ika Noviana seorang mahasiswa Universitas Terbuka Bangkalan semester 8 yang memanfaatkan dunia IPTEK ini untuk mendapatkan pemasukan tambahan. Bidang online shop dipilih semenjak ia masih di bangku sekolah menengah atas. Ika Noviaana sebagai pelaku usaha online shop di Bangkalan yang sudah menjalankan usahanya semenjak 5 tahun saat ia lulus sekolah menengah atas hingga saat ini. Usaha yang ditekuni saat ini berawal dari hobinya yang suka berbelanja online. Pertama kali saat menekuni online shop ini Ika hanya memfokuskan barang dagangannya di aksesoris HP, hingga dengan kurunnya waktu banyak customer yang meminta untuk menambah koleksi barang dagangannya baik dari pakaian dan alat make up. Hingga saat ini Ika hampir menjual semua koleksinya di online shop miliknya dari Pakaian, aksesoris HP, soflens, perlengkapan pribadi, aksesoris untuk wanita dan pria. Menurut Ika apapun yang bisa dijual dan sedang trend saat ini ia akan berusaha menyediakan semuanya. Customer menurutnya adalah tujuan utama, bagaimana mempertahnkan customer agar customer tidak pindah ke toko lain. Usaha Bidang Ekonomi Kreatif Kuliner (Tumpen. Nilai kreatif terhadap sebuah usaha mikro yang saat ini sedang dijalankan sangatlan Nilai ktreatif akan menambahkan kesan yang berbeda terhadap customernya. Perkembangan ekonomi kreatif yang saat ini semakin berkembang juga menjadi tantangan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN baru untuk memulai usaha dengan mengambil tekat yang sangat baik untuk dapat bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Salah satu pelaku usaha ekonomi kreatif yang terus mengembangkan ide kreatif dalam dalam usahanya yaitu Khoirun Nisa mahasiswa STAI Darul Hikmah Bangkalan. Dikenal dengan nama panggilan Nisa remaja berusia 20 tahun ini kini menduduki bangku kuliah semester 4 di STAI Darul Hikmah. Terlahir dari keluarga yang memang sudah menekuni bidang kuliner tumpeng semenjak lama membuat Nisa dekat dengan kuliner ini. Menurutnya makanan tumpeng adalah makanan trdasional yang harus ada sampai Tumpeng merupakan bisnis keluarganya semenjak almarhum neneknya masih Hingga saat ini bisnis tumpeng keluarga Nisa dapat bertahan selama 24 tahun. Sempat mengalami kegagalan karena persaingan yang semakin ketat, membuat Nisa mengambil alih usaha keluarganya ini. Mengungkulkan ide kreatif di dalam usaha tumpeng yang dibuatnya kini tumpeng Nisa dapat bersaing dengan para kompetitor lainnya. Dampak Perkembangan Ekonomi Kreatif Terhadap Minat Wirausaha Minimnya lapangan pekerjaan saat ini membuat mereka lulusan perguruan tinggi memutar otak untuk dapat bertahan hidup dan bersaing untuk memperoleh pekerjaan. Ide membuka lapangan pekerjaan gini mulai diminati oleh mereka mahasiswa perguruan tinggi kususnya di Bangkalan, hanya menggantungkan nasib pada pemerintah membuat mereka mahasiswa perguruan tinggi tidak begitu percaya karena banyaknya pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh beberapa oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Usaha Ekonomi Kreatif Bidang Kerajinan Saat seseorang menekuni kerajinan seni tangan tentu saja harus kreatif dan inovatif dalam membuat produk yang memiliki estetika. Selain estetika, produk yang bisa membantu dan memberi kemudahan bagi konsumen adalah hal yang penting karena akan menjadi kunci dalam penjualan nantinya. Inovasi produk dalam wirausaha kerajinan tangan akan membuat seseorang selangkah lebih maju dan bisa bersaing dengan kompetitor di industri ini. Produk kerajinan tangan akan lebih diingat oleh konsumen karena memiliki ciri khas sendiri. Selain itu, memiliki peluang lebih besar bertahan di pasar dan dicari konsumen. Dalam berwirausaha seseorang harus berani mengambil resiko. Begitu juga dengan wirausaha kerajinan tangan. Perkembangan ekonomi yang kini semakin terbuka kususnya di kota Bangkalan juga merupakan sebuah peluang bagi mereka yang dapat membaca peluang tersebut. Ajie mengatakan ini merupakan kesempatan besar untuk dapat memanfaatkan peluang ini untuk dapat menuangkan ide kreatifitasnya dalam hasil Usaha Ekonomi Kreatif Bidang Teknologi Informasi (Online Sho. Perkembangan dunia IPTEK di kalangan mahasiswa perguruan tinggi memang bukan hal baru lagi. Persaingan dengan mengandalkan dunia sosial yang kini semakin canggih membuat mereka mahasiswa perguruan tinggi memiliki semangat untuk dapat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN memperoleh penghasilan dengan status mahasiswa. Dunia IPTEK gini mulai ditekuni oleh mereka mahasiswa yang memiliki latar belakang kesulitan ekonomi. Sambil berkuliah dan dapat memperoleh tambahan pemasukan tentu menjadi hal yang selalu diinginkan oleh beberapa mahasiswa. Mengingat sumber daya manusia yang semakin bertambah membuat mereka mahasiswa lulusan perguruan tinggi untuk dapat terus kreatifitas mengasah kemampuannya agar dapat menjadi agent of change . gen perubaha. untuk pemerintahan. Pengaruh ekonomi kreatif kini membuka mata mahasiswa Bangkalan yaitu Ika untuk dapat berkembang dan terus produktif. Tekad ingin maju dan sukses kini menajadi pandangan Ika untuk dapat mengubah hidupnya. pada pemerintah apa yang telah pemerintah berikan pada kami, tapi bagaimana kami memberikan sesuatu untuk pemerintah. Usaha Bidang Ekonomi Kreatif Kuliner (Tumpen. Perekonomian pemerintah kabupaten Bangkalan saat ini memang semakin berkembang dan tidak kalah dibandingkan dengan kota lainnya. Berstatus mahasiswa di keluarganya Nisa memiliki tuntutan yang lebih dibandingkan anggota keluarga yang lain. Perkembangan ekonomi yang semakin maju dan usaha tumpeng yang dimilikinya kini sudah dijalankan oleh Nisa dan diambil alih olehnya. Promosi, orderan dan tampilan pada hiasan tumpeng sekarang diambil alih olehnya. Perkembangan ekonomi yang semakin maju membuat persaingan di dunia tumpeng juga semakin banyak. Tapi karena status mahasiswa pada dirinya mungkin ini menjadi hal yang berbeda yang diperoleh Nisa, customer yag diterimanya pun juga lebih banyak orderan dari dosen dikalangan kampusnya. Klarifikasi dan Konfirmasi dengan Teori Keberanian untuk menanggung resiko yang menjadi nilai kewirausahaan adalah pengambilan keputusan dan resiko yang penuh dengan perhitungan. Memberikan inovasi baru dan pengembangan yang terus menerus berkembang hingga dapat menciptakan sebuah produk baru yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Berwirausaha merupakan kegiatan aktif yang dilakukan secara otodidak yang dipengaruhi karena faktor lingkungan dan faktor terdekat yang berada di sekitar pelaku Kegiatan untuk berwirausaha muncul dengan sendirinya tanpa paksaan, faktor lingkungan di sekitar para pelaku usaha menjadi salah satu faktor pendukung untuk membuat seseorang mulai berani terjun ke dunia usaha. Pernyataan dari tiga responden juga menyatakan bahwa minat muncul karena faktor lingkungan dan keinginan untuk sukses, bagaimana memanfaatkan keadaan dan peluang serta minat itu timbul dengan sendirinya karena ide kreatif di dalam dirinya. Pernyataan ini didukung dengan pernyataan Semiawan dalam bukunya Aidha yang menyatakan minat adalah suatu keadaan mental yang menghasilkan respon Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN terarahkan kepada situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan kepadanya . Purnomo . Menyatakan minat adalah rasa suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tertentu tanpa ada yang memberikan perintah. Minat bisa berupa rasa keingintahuan seseorang untuk dapat mempelajari, mengagumi, dan memiliki suatu. Sedangkan menurut Ahmad dan Margunani . Minat dalah keinginan yang didorong oleh suatu keinginan setelah melihat, mengamati dan membandingkan serta mempertimbangkan dengan kebutuhan yang diinginkannya. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa minat merupakan bukan sesuatu hal yang bersifat memaksa. Karena minat akan timbul dengan sendirinya tanpa paksaan tapi karena faktor kedaan yang menimbulkan minat itu muncul dengan sendirinya. Lapangan pekerjaan yang sulit untuk didapatkan oleh mahasiswa membuat mereka untuk dapat menciptakan peluang sendiri tanpa menunggu bantuan dari orang lain atau pekerjaan dari orang lain. Menciptakan peluang dengan memanfaatkan kreatifitas dan dunia digital membuat mereka optimis untuk dapat bersaing dengan industry besar. Memberdayakan potensi ekonomi masyarakat serta membangun sebuah masyarakat yang mandiri adalah melahirkan sebanyak-banyaknya wirausahawan baru. Asumsinya sederhana, kewirausahaan menurutnya adalah kemandirian, terutama kemandirian Latuconsina . menyatakan seseorang yang berminat untuk berwirausaha akan terlihat pada tingkah laku yang menunjukkan keinginannya yang timbul dari dalam diri dengan berani menanggung resiko dan cepat tanggap dalam menangani peluang yang ada atau yang dimaksud dalah orang-orang mau bekerja. Setiap masyarakat perlu dilandasi dengan strategi kerja tertentu demi keberhasilannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan nantiknya Jika minat berwirausaha terhadap mahasiswa sudah ada tapi keluarga tidak mendukung maka hal tersebut tidak akan seimbang. Kepercayaan lingkungan terhadap para wirausaha harus ditumbukan, mengingat saat ini kita membutuhkan banyak wirausaha baru yang dapat membantu pemerintah terkait krisis ekonomi saat ini. Kewirausahaan juga merupakan kecakapan hidup yang penting dimiliki setiap orang. Kewirausahaan diberikan kepada generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa, karena pada dasarnya berwirausaha berarti berani untuk hidup lebih mandiri. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan data penelitian yang peneliti peroleh dari hasil wawancara dengan pihak narasumber yaitu tiga pelaku usaha ekonomi kreatif di Bangkalan mengenai AuAnalisis Minat Berwirausaha Dalam Prespektif Ekonomi KreatifAy dan yang telah dijelaskan dan dibahas di Bab IV, maka peneliti mengambil kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN Perkembangan ekonomi kreatif ternyata mempengaruhi terhadap minat berwirausaha mahasiswa Kabupaten Bangkalan. Bagaimana mereka memanfaatkan peluang dengan mengunggulkan kreativitas yang dimiliki. Faktor ekonomi, lingkungan dan perkembangan IPTEK yang semakin maju menjadi alasan dari mahasiswa kabupaten Bangkalan untuk dapat terjun berwirausaha. Mengubah omset dari beberapa mahasiswa yang menginginkan menjadi PNS atau bekerja kantoran dengan gaji tinggi. Berwirausaha dan menciptakan peluang menjadi pilihan tiga mahasiswa kabupaten Bangkalan ini. Bagaimana dapat menciptakan lapangan pekerjaan disaat sumber daya manusia yang terus bertambah tapi minimnya lapangan pekerjaan. Memberikan peluang untuk masyarakat agar lebih mengenal dunia wirausaha. Bagaimana dapat memanfaatkan peluang perkembangan ekonomi ini sebaik mungkin. Pengetahuan secara langsung dan mata kuliah kewirausahaan menjadi modal untuk dapat terjun dan menekuni bidang wirausaha. Pentingnya pendidikan kewirausahan untuk mahasiswa perguruan tinggi agar dapat menjadi pembeda dengan masyarakat. Bagaimana mereka memanfaatkan perkembangan ekonomi kreatif yang semakin maju dan keinginan untuk dapat memperkaya pengetahuan dan pengalaman dengan modal utama kreativitas yang dimiliki setiap individunya. Dengan memanfaatkan kreativitas yang dimiliki seseorang agar dapat dipergunakan dan bermanfaat untuk diri sendiri dan lingkungan. Menciptakan peluang untuk masa depan dengan modal kreativitas dan perkembangan ekonomi kreatif menjadi pilihan tiga mahasiswa yang menekuni usaha ekonomi kreatif yang ada di bangkalan saat ini. Menjadi pembeda diantara pelaku usaha yang sama dengan modal kreativitas yang dimiliki menjadi tolak ukur mereka agar dapat bersaing dengan para kompetitor. Saran 1 Menambahkan mata pembelajaran kewirausahaan semenjak sekolah menengah pertama agar dapat menumbuhkan semangat untuk anak usia dini agar dapat terjun ke dunia wirausaha. 2 Pemahaman terhadap masyarakat tentang wirausaha harus diperbaiki, misal memberikan pelatihan atau pengetahuan terkait kewirausahan secara terbuka terhadap 3 Pengembangan kewirausahaan yang mengandalkan kreativitas ini untuk terus mengembangkan kreativitasnya agar dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat dan dapat memperoleh pendapatan yang lebih banyak, dan para pemuda lebih dapat ilmu baru dalam mengembangkan life skill mereka dengan terus berkembangnya kreativitas yang dimiliki. DAFTAR PUSTAKA