JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2023 Halaman : 309 - 316 ISSN : 2985-4768 ANALISIS FINANCIAL DISTRESS DENGAN METODE ALTMAN Z SCORE PENGARUHNYA TERHADAP HARGA SAHAM Rizka Wahyuni Amelia Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pamulang. Jl. Surya Kencana No. Pamulang,Indonesia. E-mail: dosen02465@unpam. Abstract The purpose of this study was to determine the prediction of financial distress using the Altman ZScore method and its effect on the stock prices of insurance sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Design This study uses a causal research design. The population of this study is the insurance sub-sector listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2012-2017 period. Findings shows that the Financial Distress Analysis using the Modified Altman Z-Score method (Altman, 1. has a positive and significant effect as a bankruptcy predictor and the Financial Distress Analysis using the Modified Altman Z-Score method (Altman, 1. has a positive and insignificant effect on stock prices. Implication To predict financial distress conditions using a modified Altman Z-Score method (Altman. Then these predictions are used to provide information about the movement of the company's stock Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prediksi financial distress dengan metode Altman ZScore serta pengaruhnya terhadap harga saham Perusahaan Sub Sektor Asuransi yang Tercatat Di Bursa Efek Indonesia (BEI). Desain Penelitian ini menggunakan desain penelitian kausal. Populasi dari penelitian ini adalah Pada Sub Sektor Asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2017. Hasil menunjukan bahwa Analisis Financial Distress dengan metode Altman Z-Score Modifikasi (Altman, 1. berpengaruh positif dan signifikan sebagai alat prediksi kebangkrutan dan Analisis Financial Distress dengan metode Altman Z-Score Modifikasi (Altman, 1. terhadap Harga Saham terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan. Implikasi untuk memprediksi kondisi financial distress dengan menggunakan metode Altman Z-Score modifikasi (Altman, 1. Kemudian prediksi tersebut digunakan untuk memberikan informasi mengenai pergerakan harga saham perusahaan. Kata Kunci: Financial Distress. Altman Z-Score. Harga Saham PENDAHULUAN Masyarakat Indonesia masih banyak yang tidak mau mengikuti asuransi. Ketidakmauan mengikuti asuransi, dengan berbagai alasan, di antaranya karena faktor ekonomi yang pas-pasan, adanya anggapan kesulitan untuk mengklaimkan, dan lain-lain. Kesadaran berasuransi masyarakat Indonesia memang sudah semakin tumbuh, namun hal itu rupanya tidak diikuti dengan pembelian produk proteksi. Sebagai buktinya, penetrasi pertumbuhan pasar ini masih kurang dari 2%. http://openjournal. id/index. php/JOAIIA/index Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan merupakan salah satu sumber informasi mengenai posisi keuangan perusahaan, kinerja serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang sangat berguna untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat . Agar informasi yang tersaji menjadi lebih bermanfaat dalam pengambilan keputusan, data keuangan harus dikonversi menjadi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan ekonomis . Kebangkrutan suatu perusahaan asuransi dapat dilihat JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2023 Halaman : 309 - 316 dan diukur melalui laporan keuangannya. Pengukuran tersebut dilakukan dengan cara menganalisis laporan keuangan yang dikeluarkan oleh asuransi yang Analisis laporan keuangan merupakan suatu alat yang sangat penting untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan serta hasil-hasil yang dicapai strategi-strategi perusahaan yang akan atau telah dilaksanakan . Analisis Altman mengombinasikan beberapa rasio menjadi model prediksi dengan teknik statistik yaitu analisis diskriminan. Rasio yang digunakan adalah Working Capital to Total Assets. Retained Earning to Total Assets. EBIT to Total Assets, dan Book Value Equity to Book Value of Total Debt. Menurut The Journal of Finance Altman tahun 1995. Z-Score model Altman adalah model pengklasifikasi perusahaan yang sehat dan bangkrut didasarkan pada nilai Z yang diperoleh, yaitu . Bila Z > 2. 60, maka termasuk perusahaan sehat Bila Z < 1. 10, maka perusahaan termasuk yang Bila Z berada di antara 1. 10 sampai 2. 60, maka termasuk grey area artinya kemungkinan terselamatkan dan kemungkinan bangkrut sama besarnya tergantung dari keputusan kebijakan manajemen perusahaan sebagai decision maker. Tabel I. Harga Saham Perusahaan Asuransi Go Public Berdasarkan tabel tersebut, merupakan harga saham sepuluh perusahaan asuransi go public pernah mengalami penurunan harga saham, namun ada beberapa perusahaan yang mengalami kenaikan harga Perusahaan yang tergolong financial distress mempunyai ciri - ciri kekurangan likuiditas, mengalami kerugian, pengembalian saham yang kecil, dan mempunyai hutang yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan sub sektor asuransi yang terdaftar di BEI periode 2012-2016 sebagai obyeknya. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Terdapat sepuluh perusahaan yang memenuhi kategori sebagai sampel. http://openjournal. id/index. php/JOAIIA/index ISSN : 2985-4768 Metode yang digunakan untuk memprediksi financial distress adalah metode Altman Z-Score, sedangkan untuk menganalisis hipotesis pengaruhnya terhadap harga saham menggunakan pengujian Eviews 9 dengan mempertimbangkan uji asumsi klasik . PENELITIAN YANG TERKAIT Beberapa penelitian terkait akan diuraikan secara ringkas karena penelitian ini mengacu pada beberapa penelitian sebelumnya. Meskipun ruang lingkup hampir sama tetapi karena objek dan periode waktu yang digunakan berbeda maka terdapat banyak hal yang tidak sama sehingga dapat dijadikan sebagai referensi untuk saling melengkapi. Berikut ringkasan beberapa penelitian terdahulu: Penelitian yang dilakukan oleh Tri Ayu Marcelina & Willy Sri Yuliandhari. SE. MM. Ak . berdasarkan hasil analisis regresi sederhana didapatkan nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,23 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,514. Nilai tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara analisis kebangkrutan metode Altman Z-Score dengan harga saham. Harga saham dipengaruhi oleh analisis kebangkrutan metode Altman Z-Score sebesar 23%. Sedangkan 77% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Penelitian yang dilakukan oleh Randy Kurnia Permana. Nurmala Ahmar. Syahril Djaddang. bahwa model Springate merupakan model yang memprediksi status tidak sehat terbanyak dibandingkan dengan kedua model lainnya dan memiliki persentase status sehat terkecil diantara kedua model lainnya. Komponen pada Grover dan Springate merupakan komponen yang mendekati sama karena acuan yang digunakan oleh model tersebut adalah sama. Model Grover dan Springate mengacu kepada pendesaianan ulang pada model Altman Z-Score. Berbeda dengan model Zmijewski, model tersebut merupakan model yang terbentuk dari riset dan pengalaman tersendiri si Penelitian ini masih memiliki keterbatasan, yaitu sampel pada penelitian ini hanya perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI, periode pengamatan penelitian ini dibatasi dari tahun 2006-2015, kemampuan prediksi akan lebih baik menggunakan data series yang lebih panjang lagi, penelitian ini tidak memasukkan faktor-faktor di luar kondisi ekonomi . ertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, inflasi dan lain-lai. serta parameter politik tidak dapat digunakan dalam penelitian ini karena kesulitan dalam Penelitian yang dilakukan oleh Prihanthini. Ni Made dan Ratna Sari. 2013 bahwa penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2023 Halaman : 309 - 316 model Grover dengan model Altman Z-Score, model Grover dengan model Springate, dan model Grover dengan model Zmijewski serta untuk mengetahui model prediksi kebangkrutan yang terakurat. Penelitian menggunakan alat analisis teknik uji paired samplet-test dengan bantuan program microsoft excel. Kesimpulan hasil pengujian penelitian ini menunjukkan perbedaan signifikan antara model Grover dengan model Altman Z-Score, model Grover dengan model Springate, serta model Grover dengan model Zmijewski serta tingkat akurasi tertinggi yang diraih model Grover kemudian disusul oleh model Springate, model Zmijewski, dan terakhir model Altman Z-score . Penelitian yang dilakukan oleh Annisa Nur Fitia . berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sbb: . Rasio keuangan mempunyai pengaruh dan saling berkaitan dengan model prediksi kebangkrutan Altman Z Score. Apabila rasio keuangan buruk maka perusahaan rentan terhadap resiko kebangkrutan, namun sebaliknya apabila rasio keuangan baik maka perusahaan dalam keadaan sehat, . Harga pasar saham dibawah Rp. 000 ternyata memang rentan dengan potensi kebangkrutan. Kerangka Berfikir Uraian dalam kerangka berfikir menjelaskan hubungan dan keterkaitan antar variabel dalam Didalam penelitian ini akan menganalisis prediksi financial distress dengan menggunakan metode Altman Z-Score modifikasi (Altman, 1. pada perusahaan asuransi go public di BEI periode 2012-2016 serta pengaruhnya terhadap harga saham. Hasil perhitungan tersebut akan akan diketahui apakah perusahaan tersebut dalam keadaan distress zone, grey zone atau safe zone. Hal inilah yang akan mempengaruhi harga saham. Adapun skema kerangka berfikir yang digambarkan dalam paradigma penelitian ini adalah sebagai berikut : ISSN : 2985-4768 Gbr 1. Kerangka Berfikir METODE PENELITIAN Teknik Analisa Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis deskriptif kuantitatif yang didukung oleh analisis kualitatif. Adapun analisis pada penelitian ini berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 53/PMK. 010/2012 tentang kesehatan keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi . Tenik Analisis Kualitatif : Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah, disebut juga sebagai metode etnografi. Penelitian kualitatif dilakukan pada objek alamiah yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada objek tersebut. Teknik Analisis deskriptif Kuantitatif : Analisis dengan menghitung serta mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya, tanpa membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi seperti menghitung rasio keuangan yang diperoleh dari variabel penelitian. Teknik penilaian kesehatan keuangan perusahaan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 53/PMK. 010/2012 tentang kesehatan keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. Terdapat empat indikator untuk prediksi Asuransi menggunakan metode Altman Z-Score modifikasi meliputi working capital to total assets, retained earning to total assets, earning before interest and taxes to total http://openjournal. id/index. php/JOAIIA/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2023 Halaman : 309 - 316 ISSN : 2985-4768 assets dan book value of equity to book value of total Hasil perhitungan tersebut akan diketahui apakah perusahaan sedang dalam kategori safe zone, grey zone atau distress zone. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Ditetapkannya Bursa Efek Indonesia sebagai tempat penelitian dengan mempertimbangkan bahwa BEI merupakan salah satu sentral penjualan saham perusahaan yang go public di Indonesia. BEI beralamat di Gedung Bursa Efek Indonesia. Menara I Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190. Indonesia. AHAP Populasi dan Sampel Menurut (Sugiyono, 2011:. populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Perusahaan yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang telah go public sejak tahun 2012 hingga tahun 2017. AMAG Metode Analisa Data Dalam melakukan analisa statistik terhadap data dari variabel yang akan diteliti, peneliti akan menggunakan metode analisa regresi linear berganda, uji koefisien korelasi dan determinasi, serta uji hipotesis secara parsial dan simultan. Sebelum melakukan analisa tersebut, maka diperlukan pengujian terhadap data yang akan digunakan dalam analisa tersebut, yaitu dengan melakukan uji pra analisa menggunakan uji asumsi Pengujian asumsi klasik dilakukan melalui empat tahap yaitu uji normalitas data, uji heterokedastisitas, uji autokorelasi, dan uji multikolinearitas . ASBI HASIL DAN PEMBAHASAN Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan kriteria perusahaan asuransi yang tertera diatas dapat diperoleh sampel pada penelitian ini sebanyak 10 perusahaan sebagai berikut: ASDM Kode Perusahaa Tahu ABDA Z'Scor Katego Safe Zone Safe Zone Safe Zone Harga Saham http://openjournal. id/index. php/JOAIIA/index Tabel II. Hasil Perhitungan Z-Score 10 Perusahaan Asuransi pengaruhnya terhadap Harga Saham ASJT Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Grey Zone Grey Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Grey Zone Grey Zone Grey Zone Grey Zone Grey Zone Grey Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2023 Halaman : 309 - 316 ASRM LPGI MREI PNIN Safe Zone Safe Zone Grey Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone Safe Zone ISSN : 2985-4768 Series: Standardized Residuals Sample 2012 2017 Observations 60 Jarque-Bera Probability Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Gambar 2. Uji Normalitas Variabel Nilai Z-Score terhadap Harga Saham Pada Gambar 2 merupakan Uji Normalitas Nilai Z-Score pada 10 Perusahaan Asuransi pengaruhnya terhadap Harga Saham. Pengujian terhadap residual terdistribusi normal atau tidak nya menggunakan Jarque-Bera. Dari hasil tersebut Nilai dari Jarque-Bera 49573 dengan Probablitias 0. Sehingga dapat dibaca, bahwa Probabilitas dari JarqueBera sebesar 0. 000096 0. hal ini dilihat dari probabilitas ZSCORE sebesar 0. 1945 > 0. 05, dimana nilai-nilai tersebut lebih besar membuktikan bahwa model regresitersebut menunjukkan tidak menunjukkan terjadi Uji Multikolinearitas Tabel V. Nilai koefisien korelasi dari hasil Uji Multikolinearitas Nilai Z-Score terhadap Harga Saham Berdasarkan tabel 5 hasil output Eviews didapat bahwa nilai VIF . 000000 < 10. yang menunjukkan tidak ada multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi. yang berarti H0 diterima dan Ha ditolak, bahwa tidak terdapat multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi. Uji Koefisien Korelasi . Tabel VI. Uji Koefisien Korelasi . Berdasarkan tabel 7 hasil pengujian analisis regresi data panel secara parsial menunjukan hasil thitung -1. 082577, sementara t-tabel dengan =5% dan df . = . = 58, maka t-tabel . ,05 . = 1. sehingga t-tabel lebih besar dari t-hitung . 671 >1. jadi H0 diterima dan Ha ditolak sehingga dapat disimpulkan Z-Score tidak berpengaruh secara negatif terhadap Harga Saham kemudian nilai probabilitas Z-Score lebih besar dari konstanta . > 0,. maka hasil tidak signifikan dari variabel Z-Score terhadap Harga Saham. Pengaruh Variabel Z-Score terhadap Harga Saham (Uji F) Tabel Vi. Analisis Regresi Data Panel Secara Simultan Pengaruh variabel Z-Score terhadap Harga Saham Berdasarkan tabel 6 hasil yang didapat dengan menggunakan program Eviews versi 9. 0 tersebut dapat dijelaskan bahwa besarnya nilai korelasi antara variabel http://openjournal. id/index. php/JOAIIA/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2023 Halaman : 309 - 316 ISSN : 2985-4768 Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan tabel 8 hasil pengujian analisis regresi data panel dengan menggunakan eviews yang ditunjukkan tabel 4. 24 diatas, nilai F hitung yang sebesar 174124 sementara f-tabel dengan =5%, df1= 2-1 = 1, df2 = 60-2 = 58, di dapat F-tabel 4. demikian F-hitung < F tabel . 174124 < 4. jadi H0 diterima dan Ha ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen secara bersama-sama tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. kemudian nilai probabilitas sebesar 0. 283039 yang lebih besar dari tingkat signifikan 0,05 . 283039 > 0,. sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Hal ini berarti bahwa Z-Score secara bersama-sama atau simultan tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Harga Saham. Koefisien Determinasi (Adjusted R-Squar. Uji R2 atau determinasi merupakan suatu ukuran yang penting dalam regresi karena dapat menginformasikan baik atau tidak nya model regresi yang ter estimasi atau dengan kata lain angka tersebut dapat mengukur seberapa dekat garis regresi yang ter estimasi dengan data sesungguhnya. Koefisien ini menunjukkan seberapa besar persentase variable independen yang digunakan dalam model mampu menjelaskan variabel dependen koefisien determinasi, sebagai berikut: AuKoefisien Determinasi Nilai Z-Score besarnya angka R-Squared adalah 0. Hal ini menunjukkan bahwa persentase variabel Z-Score terhadap Harga Saham adalah sebesar 82. 09% sedangkan sisanya 17,91% dipengaruhi faktor lainAy http://openjournal. id/index. php/JOAIIA/index Analisis Financial Distress dengan Metode Altman Z-Score Nilai Z-Score digunakan untuk menentukan perusahaan masuk ke dalam salah satu kategori penilaian kebangkrutan, sebagai berikut: Asuransi Bina Dana Arta Tbk, hasil perhitungan analisis Z-Score pada tahun 2012 sampai dengan 2017 mempunyai nilai Z >2,60 bangkrut/safe zone. Asuransi Harta Aman Pratama Tbk, hasil perhitungan analisis Z-Score pada tahun 2012 sampai dengan 2017 mempunyai nilai Z >2,60 bangkrut/safe zone. Asuransi Multi Artha Guna Tbk, hasil perhitungan analisis Z-Score pada tahun 2012 sampai dengan 2015 mempunyai nilai Z >2,60 bangkrut/safe zone. Asuransi Bintang Tbk, hasil perhitungan analisis Z-Score pada tahun 2012 sampai dengan 2017 mempunyai nilai Z >2,60 maka perusahaan dinyatakan tidak bangkrut/safe . Asuransi Dayin Mitra Tbk, hasil perhitungan analisis Z-Score pada tahun 2012 sampai dengan 2017 mempunyai nilai Z = 1,1 - 2,60 perusahaan dinyatakan berada di daerah kelabu atau diantara bangkrut dan tidak bangkrut/grey . Asuransi Jasa Tania Tbk, hasil perhitungan analisis Z-Score pada tahun 2012 sampai dengan 2017 mempunyai nilai Z >2,60 maka perusahaan dinyatakan tidak bangkrut/safe . Asuransi Ramayana Tbk, hasil perhitungan analisis Z-Score pada tahun 2012 mempunyai nilai Z >2,60 maka perusahaan dinyatakan tidak bangkrut/safe zone. Namun pada tahun 2012 mempunyai nilai Z = 1,1 - 2,60 perusahaan dinyatakan berada di daerah kelabu atau diantara bangkrut dan tidak bangkrut/grey . Lippo General Insurance Tbk, hasil perhitungan analisis Z-Score pada tahun 2012 sampai dengan 2017 mempunyai nilai Z >2,60 bangkrut/safe zone. Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk, hasil perhitungan analisis Z-Score pada tahun 2012 sampai dengan 2017 mempunyai nilai Z >2,60 bangkrut/safe zone. JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2023 Halaman : 309 - 316 . Panin Insurance Tbk, hasil perhitungan analisis Z-Score pada tahun 2012 sampai dengan 2017 mempunyai nilai Z >2,60 maka perusahaan dinyatakan tidak bangkrut/safe zone. Pengaruh Financial Distress terhadap Harga Saham : Hasil pengujian analisis regresi data panel secara parsial menunjukkan menunjukkan hasil t-hitung -1. 082577, sementara t-tabel dengan =5% dan df . = . = 58, maka t-tabel . ,05 . = 1. 671, sehingga t-tabel lebih besar dari t-hitung . 671 > -1. jadi H0 diterima dan Ha ditolak sehingga dapat disimpulkan Z-Score tidak berpengaruh secara negatif terhadap Harga Saham kemudian nilai probabilitas Z-Score lebih besar dari konstanta . 2835 > 0,. maka hasil tidak signifikan dari variabel Z-Score terhadap Harga Saham KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian mengenai Analisis Financial Distress dengan metode Altman Z-Score serta dampaknya terhadap Harga Saham pada 10 Perusahaan Asuransi go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2012-2017, penelitian ini menggunakan metode data panel menggunakan Eviews 9 dan dari hasil penelitian dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Analisis Financial Distress dengan metode Altman Z-Score Modifikasi (Altman, 1. berpengaruh positif dan signifikan sebagai alat prediksi Pengaruh Financial Distress dengan metode Altman Z-Score Modifikasi (Altman, 1. terhadap Harga Saham terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan. Pertiwi And A. Putri. AuAnalisis Prediksi Financial Distress Dengan Menggunakan Model Altman Z-Score Pada Perusahaan Ritel Tahun 2018-2020,Ay Keunis. Vol. No. 132, 2021, Doi: 10. 32497/Keunis. V9i2. Idawati. AuAnalisis Financial Distress : Operating Capacity. Leverage. Dan Profitabilitas,Ay J. Akunt. Bisnis. Vol. No. Pp. 1Ae10, 2020. Doi: 10. 30813/Jab. V13i1. Waileruny. Kesaulya. And Y. AuAnalisis Usaha Perikanan Pancing Tuna Di Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah,Ay Trit. Manaj. Sumberd. Perair. Vol. No. Pp. 38Ae46, 2022. Doi: 30598/Tritonvol18issue1page38-46. Hantono. AuThe Effect Of Current Ratio. Debt To Equity Ratio. Toward Return On Assets . ISSN : 2985-4768 (Case Study On Consumer Goods Compan. ,Ay Accountability. Vol. No. 64, 2018. Doi: 32400/Ja. Dhion. Saputra. And N. Handayani. AuKeberhasilan Konseling Kelompok Teknik Manajemen Diri Untuk Mereduksi Prokrastinasi Akademik Siswa Smp,Ay J. Psikoedukasi Dan Konseling. Vol. No. Doi: 20961/Jpk. V6i2. Anggadini And S. Damayanti. AuIndikasi Current Ratio Dalam Peningkatan Harga Saham,Ay Nominal Barom. Ris. Akunt. Dan Manaj. Vol. No. Pp. 47Ae57, 2021. Doi: 21831/Nominal. V10i1. Munawaroh And N. Ratama. AuPenerapan Teknologi Augmented Reality Pada Matakuliah Pengantar Teknologi Informasi Di Universitas Pamulang Berbasis Android,Ay Satin. Vol. No. Pp. 17Ae24, 2019. Erari. AuAnalisis Pengaruh Current Ratio. Debt To Equity Ratio. Dan Return On Asset Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Pertambangan Di Bursa Efek Indonesia. DAFTAR PUSTAKA