PENELITIAN ASLI PARENTAL EDUCATION PROGRAM ON CHILDHOOD ATOPIC DERMATITIS: A SCOPING REVIEW Balqis Wasliati1. Nadia Wasliati1. Wardah Wasliati1 Fakultas Kesehatan Masyarakat. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam. Sumatera Utara, 20512. Indonesia Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Dermatitis Atopik (DA) merupakan penyakit kulit kronis Tanggal Dikirim: 11 November 2025 pruritus yang menimbulkan beban psikososial signifikan Tanggal Diterima: 10 Desember 2025 pada anak-anak dan keluarga, serta menurunkan kualitas Tanggal Dipublish: 12 Desember 2025 Meskipun prevalensinya meningkat, belum ada tinjauan menyeluruh yang mengeksplorasi ruang lingkup literatur tentang dampak program pendidikan orang tua pada DA anak. Scoping review ini bertujuan untuk Kata Dermatiitis Atopik. Pendidikan Orang merinci dan merangkum temuan utama dari literatur Tua. Anak-Anak. Scoping tentang program pendidikan orang tua untuk DA anak. Review. Kualitas Hidup dengan fokus pada bagaimana program tersebut diimplementasikan dan manfaatnya. Scoping review ini mengikuti Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysis Protocols (PRISMA-ScR) Penulis Korespondensi: serta metodologi Joanna Briggs Institute (JBI) 2020. Balqis Wasliati Pencarian literatur dilakukan di database PubMed dan Email: balgiswasliati@gmail. Wiley dari tahun 2013 hingga 2023 menggunakan istilah pencarian Boolean seperti ("Atopic dermatitis" OR "Atopic eczema") AND parent* AND ("Parental Education"). Kriteria inklusi mencakup uji coba terkontrol acak (RCT) yang melibatkan orang tua anak dengan DA. Ekstraksi dan analisis data melibatkan sintesis tematik dari studi yang termasuk. Dari 263 artikel yang diidentifikasi, tiga RCT memenuhi kriteria kelayakan. Program pendidikan orang tua umumnya menggabungkan informasi tertulis, ceramah, sesi praktik, dan diskusi Manfaatnya pengetahuan, penurunan keparahan penyakit . isalnya, skor SCORAD yang lebih renda. , peningkatan kualitas hidup, serta pengelolaan gejala seperti pruritus dan gangguan tidur yang lebih baik. Program pendidikan orang tua untuk DA menawarkan berbagai pendekatan dan manfaat signifikan, mendukung hasil klinis yang lebih baik dan kesejahteraan keluarga. Temuan ini menyiratkan perlunya implementasi program tersebut di masyarakat untuk memberdayakan orang tua dalam mengelola DA anak, berpotensi mengurangi beban kesehatan dan meningkatkan kesehatan anak jangka panjang. Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat e-ISSN: 2527-8185 Vol. 10 No. 2 Desember 2025 (Hal 105-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JMKM DOI: https://doi. org/10. 51544/jmkm. How To Cite: Wasliati. Balqis. Nadia Wasliati, and Wardah Wasliati. AuParental Education Program On Childhood Atopic Dermatitis: A Scoping Review. Ay Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat 10 . : 105Ae114. https://doi. org/https://doi. org/10. 51544/jmkm. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Kesehatan Masyarakat Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Dermatitis Atopik (DA) merupakan penyakit kulit kronis yang bersifat pruritus dan menimbulkan beban psikososial yang signifikan pada anak-anak serta keluarga mereka, sehingga menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Prevalensi DA terus meningkat, dengan angka kejadian mencapai 20% di negara-negara maju dan sekitar 10-20% pada bayi serta anak-anak. Di Indonesia, data dari Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan prevalensi nasional sebesar 6,8%, dengan kecenderungan peningkatan setiap tahunnya. DA sering kali disebabkan oleh faktor multifaktor seperti genetik, lingkungan, dan perawatan yang kurang tepat, yang dapat memperburuk kondisi seperti pruritus, gangguan tidur, dan infeksi sekunder. State of the art penelitian menunjukkan bahwa pendidikan pasien dan orang tua merupakan komponen penting dalam manajemen DA, karena kesalahpahaman tentang pengobatan, seperti fobia kortikosteroid, sering kali memperburuk gejala. Penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Cork et al. dan Staab et . , menunjukkan bahwa program pendidikan orang tua dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan terhadap terapi, sehingga mengurangi keparahan Namun, meskipun ada beberapa studi yang menyelidiki dampak program pendidikan orang tua pada DA anak, belum ada tinjauan menyeluruh yang secara spesifik mengeksplorasi ruang lingkup literatur ilmiah yang ada. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk merangkum temuan-temuan penting dari program pendidikan orang tua, yang dapat memberikan landasan bagi pengembangan intervensi yang lebih efektif. Dasar pemikiran penelitian ini adalah bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam perawatan anak dengan DA, dan pendidikan yang tepat dapat meningkatkan hasil klinis serta kualitas hidup keluarga. Dengan melakukan scoping review, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai pendekatan program pendidikan orang tua dan manfaatnya, sehingga memberikan arah bagi praktik klinis dan penelitian masa depan. Tujuan penelitian ini adalah: . Memahami bagaimana program edukasi orang tua pada DA diimplementasikan. Mengidentifikasi manfaat program edukasi orang tua pada DA anak Metode Metode harus disusun sebagai berikut: 1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain scoping review, yang merupakan metode tinjauan sistematis untuk merangkum dan merinci literatur yang ada tentang topik tertentu. Scoping review dipilih karena bertujuan untuk mengeksplorasi ruang lingkup pengetahuan yang luas, bukan untuk menguji hipotesis atau melakukan meta-analisis. Metode ini mengikuti protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysis Protocols (PRISMA-ScR) dan kerangka metodologi Joanna Briggs Institute (JBI) tahun 2020, yang memungkinkan identifikasi, pemilihan, dan sintesis literatur secara Penentuan fokus dan ruang lingkup penelitian dilakukan berdasarkan pendekatan PCC (Population. Concept. Contex. sebagaimana disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Formula PCC Formula Keterangan Population Parents/Parental Concept Atopic Dermatitis in Childhood Context Parental education in AD Sumber: Data diolah oleh peneliti, 2025. Tabel 1 menunjukkan formula PCC yang digunakan untuk mendefinisikan batasan fokus penelitian. Populasi yang ditinjau adalah orang tua anak dengan atopic dermatitis, konsep utama yang dikaji adalah atopic dermatitis pada masa kanak-kanak, sedangkan konteks penelitian difokuskan pada bentuk edukasi atau intervensi pendidikan yang diberikan kepada orang tua dalam pengelolaan kondisi tersebut. 2 Pengaturan dan Sampel Sumber literatur diperoleh dari dua basis data ilmiah utama, yaitu PubMed dan Wiley Online Library, dengan rentang waktu publikasi antara 2013Ae2023. Pencarian dilakukan menggunakan kombinasi kata kunci yang relevan, antara lain atopic dermatitis, childhood, parental education, dan parents. Artikel yang diperoleh diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sebagaimana disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Kriteria Kelayakan Penelitian Kriteria Inklusi Eksklusi Sumber Date Language Population Concept PubMed. Wiley English Parents/Parental Atopic Dermatitis in Childhood Context Parental education in AD Tipe Penelitian Eksperimen Patient, caregiver Contact Dermatitis Chindhood Studi yang tidak berkaitan dengan pendidikan orangtua dalam mengelola dermatitis atopik pada anak, patient Obserbvasional, literature tanpa eksperimen Sumber: Data diolah oleh peneliti, 2025. Tabel 2 menampilkan kriteria kelayakan artikel yang digunakan dalam proses Studi yang termasuk dalam analisis adalah penelitian eksperimental yang meneliti pendidikan orang tua dalam konteks pengelolaan atopic dermatitis pada anak. Artikel observasional dan tinjauan pustaka tanpa intervensi eksperimental dikeluarkan dari sintesis. 3 Pengukuran dan pengumpulan data Artikel yang diperoleh dari pencarian awal diekspor ke perangkat lunak Mendeley untuk menghapus duplikasi dan mengorganisasi hasil pencarian. Proses seleksi dilakukan melalui tiga tahap utama: identifikasi, penyaringan . , dan penentuan kelayakan . Pada tahap pertama, 263 artikel diidentifikasi . dari PubMed dan 158 dari Wile. Setelah duplikasi dihapus, tersisa 262 artikel untuk proses penyaringan. Penyaringan dilakukan berdasarkan judul dan abstrak untuk menilai kesesuaian dengan formula PCC dan kriteria kelayakan penelitian. Sebanyak 257 artikel dikeluarkan karena tidak memenuhi kriteria . artikel tidak sesuai kelayakan, dan 46 tidak sesuai PCC). Lima artikel memenuhi syarat untuk peninjauan teks lengkap, dan tiga di antaranya dimasukkan dalam sintesis kualitatif. Proses seleksi studi secara rinci disajikan pada Gambar 1. Gambar 1. Diagram PRISMA ScR Seleksi Studi Sumber: Data diolah peneliti, 2025 Gambar 1 menunjukkan proses seleksi studi berdasarkan panduan PRISMAScR. Dari total 263 artikel yang diidentifikasi, sebanyak 262 artikel disaring setelah penghapusan duplikasi. Setelah tahap penyaringan dan penilaian teks lengkap, tiga artikel akhir dipilih untuk dimasukkan dalam sintesis kualitatif karena secara langsung menjawab pertanyaan penelitian dan sesuai dengan kriteria PCC. 4 Pertimbangan etika Penelitian ini tidak melibatkan partisipan manusia secara langsung sehingga tidak memerlukan persetujuan etik. Namun, seluruh proses pencarian, seleksi, dan pelaporan hasil mengikuti prinsip etika akademik, termasuk kejujuran ilmiah, transparansi metodologis, dan pengutipan sumber secara tepat. Hasil 1 Karakteristik Studi yang Disertakan Pada bagian ini peneliti akan menyajikan temuan utama dari studi yang termasuk sesuai dengan proses seleksi dan kriteria inklusi. Proses seleksi literatur mengikuti pedoman PRISMA-ScR seperti dijelaskan pada Gambar 1. Dari total 263 artikel yang teridentifikasi melalui basis data PubMed dan Wiley, terdapat tiga artikel memenuhi kriteria kelayakan dan dimasukkan dalam sintesis Ketiga studi tersebut merupakan penelitian eksperimental yang berfokus pada intervensi edukasi untuk orang tua anak dengan atopic dermatitis (AD) dengan desain yang berbeda yaitu Randomized Controlled Trial (RCT). QuasiExperimental, dan Experimental pre-post study. Secara umum, seluruh studi menunjukkan bahwa pendidikan yang terstruktur bagi orang tua mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan perawatan kulit, serta mengurangi tingkat keparahan gejala pada anak. Tabel 3 memperlihatkan ringkasan karakteristik ketiga artikel dengan variasi pendekatan dalam pelaksanaan pendidikan orangtua, mulai dari pelatihan tatap muka hingga penggunaan media digital. Semua penelitian yang tampak tersebut konsisten menunjukkan manfaat positif terhadap kemampuan manajemen atopic dermatitis (AD) pada anak. Tabel 3. Ringkasan karakteristik ketiga artikel Populasi Bentuk Penulis Desain Durasi Intervensi Hasil Utama (Tahu. Penelitian Intervensi Sampel Edukasi Peningkatan Program . <0,. dan 78 orang tua anak Schnopp Randomized meliputi 4 sesi dengan AD et al. Controlled 4 minggu perawatan sedang. Trial kulit dengan berat usia dan materi 0-12 tahun cetak . <0,. SCORAD Edukasi individual oleh Penurunan 65 orang perawat tua anak dengan AD mengenai Byremo . <0,. dan QuasiringanAe et al. 8 minggu peningkatan Experimental sedang emolien dan . sia hidup anak 6bulan-10 gatal. onseling, (POEM score video dan p<0,. emolien/gata. Kim et Experimental 50 orang Edukasi 6 minggu Peningkatan Populasi Bentuk Durasi Intervensi Hasil Utama Intervensi Sampel Edukasi preAepost tua anak . study dengan AD aplikasi digital . sia 2tentang . <0,. dan 15tahu. manajemen AD di rumah AD . <0,. odul symptom, chat Sumber: Data diolah peneliti, 2025 Penulis Desain (Tahu. Penelitian 2 Efektivitass Pendidikan Orangtua terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Schnopp et al. melakukan studi dengan desain randomize controlled tral (RCT) terhadap 78 orang tua anak denggan atopic dermatitis (AD) sedang hingga berat. Intervensi yang dilakukan berupa program edukasi multi disiplin yang meliputi sesi langsung, demonstrasi, dan materi cetak selama empat Hasil utama menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kepatuhan orang tua terhadap perawatan kulilt . <0. Peningkatan ini mencerminkan bahwa pendekatan yang terpadu dan interaktif dapat efektif dalam meningkatkan keterampilan pengelolaan dermatitis pada anak. Selanjutnya. Byremo et al. menerapkan studi quasi-experimental terhadap 65 orang tua anak dengan atopic dermatitis (AD) ringan-sedang. Intervensinya berupa edukasi individual yang disampaikan oleh perawat dermatologi, dengan fokus pada penggunaan emolien dan manajemen gatal, selama delapan minggu. Hasilnya menunjukkan penurunan gejala pruritus serta peningkatan kualitas hidup anak yang signifikan. Temuan ini mempertegas bahwa edukasi yang disampaikan secara personal mampu mengurangi beban gejala secara klinis dan meningkatkan kesejahteraan orangtua dan keluarga. Kim et al. menggunakan desain eksperimen preAepost terhadap 50 orang tua anak dengan dermatitis atopic (AD), dengan intervensi berupa edukasi berbasis aplikasi digital selama enam minggu. Hasilnya menggambarkan adanya peningkatan skor pengendalian dermatitis atopic (AD) dengan p<0,001 dan tingkat kepuasan orang tua terhadap media edukatif tersebut. Pendekatan digital ini menawarkan fleksibilitas dan aksesibilitas yang tinggi, serta menunjukkan bahwa media berbasis teknologi dapat menjadi platform yang efektif untuk program edukasi jangka panjang. 3 Dampak terhadap Gejala Klinis dan Kuallitas Hidup Anak Peninjauan terhadap ketiga studi ini memperlihatkan keberagaman dalam metode dan media edukasi, namun seluruhnya menunjukkan bahwa edukasi orang tua merupakan intervensi yang efektif dan berkelanjutan dalam pengelolaan AD anak. Penurunan keparahan gejalal klinis dari ketiga studi tersebut dapat dilihat sebagai berikut: - Schnopp: SCORAD Ie dari 38,4A11,2 ke 23,1A9,8 . <0,. - Byremo: Pruritus intensity Ie 2,3 poin (VAS scal. , gangguan tidur Ie 40% - Kim: EASI score Ie 28%, parent QoL Ic 22 poin (DLQI) Temuan ini memperkuat pentingnya penerapan program edukasi yang terstruktur, inovatif, dan sesuai kebutuhan keluarga sebagai bagian dari strategi pengelolaan dermatitis atopik secara holistic dan komprehensif. 4 Variasi Pendekatan Intervensi dan Implikasi. Studi menunjukkan variasi efektif pendekatan edukasi adalah: - Tatap muka multidisiplin (Schnop. : optimal untuk AD berat. - Individual counseling (Byrem. : efektif untuk manajemen gatal harian. - Digital app (Ki. : highest satisfaction . %), cocok untuk era pandemic. Temuan ini memberikan landasan bukti untuk pengembangan protokol edukasi terstandarisasi dalam manajemen AD anak Pembahasan Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bisa menjelaskan hasil scoping review sesuai dengan pertanyaan penelitian awal, memberikan penjelasan ilmiah tentang alasan di balik setiap temuan, dan membandingkannya dengan penelitian sebelumnya untuk melihat apakah hasilnya serupa atau berbeda. 1 Karakteristik Studi yang Disertakan Secara umum, hasil telaah terhadap tiga studi yang memenuhi kriteria inklusi menunjukkan bahwa pendidikan orang tua . arental educatio. berperan signifikan dalam meningkatkan pengetahuan, kepatuhan, dan keterampilan orang tua dalam mengelola atopic dermatitis (AD) pada anak. Variasi desain (RCT. Quasi-Experimental, pre-pos. dan pendekatan intervensi . ultidisiplin, individual, digita. memberikan spectrum komprehensif efektivitas edukasi orang tua dalam manajemen AD anak. Temuan ini secara langsung menjawab pertanyaan penelitian yang berfokus pada sejauh mana intervensi edukatif dapat berkontribusi terhadap pengendalian AD dan kualitas hidup anak. 2 Efektivitas Pendidikan Orang Tua terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Ketiga artikel yang dianalisis secara konsisten menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan dan kepatuhan orang tua setelah mengikuti program edukasi tentang dermatitis atopik (DA). Secara ilmiah, peningkatan ini dapat dijelaskan melalui teori perubahan perilaku kesehatan, di mana peningkatan pemahaman dan self-efficacy berperan sebagai mediator utama terhadap perilaku perawatan yang lebih konsisten. Edukasi yang disampaikan melalui sesi konseling, video edukatif, atau panduan tertulis membantu orang tua memahami patofisiologi DA, prinsip penggunaan emolien, serta pentingnya menghindari faktor pencetus seperti alergen dan stres Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian LeBovidge et al. dan Chisolm et al. , yang menunjukkan bahwa pelatihan berbasis keluarga dapat meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan topikal dan mengurangi angka kekambuhan DA. Dengan demikian, hasil scoping review ini memperkuat bukti bahwa intervensi edukasi merupakan komponen esensial dalam manajemen DA yang berbasis keluarga. Schnopp et al. melaporkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua setelah mengikuti program edukasi multidisiplin yang melibatkan tenaga kesehatan lintas profesi. Peningkatan ini berkorelasi dengan kepatuhan dalam penggunaan emolien dan penghindaran faktor pencetus, sehingga gejala DA menjadi lebih terkendali. Temuan ini konsisten dengan hasil Byremo et . , yang menekankan peran. 3 Dampak terhadap Gejala Klinis dan Kualitas Hidup Anak Secara klinis, pemberian pendidikan yang sistematis terbukti mengurangi tingkat keparahan gejala AD dan meningkatkan kualitas hidup anak. Studi Byremo et al. mencatat adanya penurunan intensitas pruritus dan gangguan tidur anak pasca Hal ini diduga karena peningkatan kemampuan orang tua dalam menerapkan teknik perawatan kulit dan pengendalian lingkungan rumah. Selain itu. Kim et al. memperluas pendekatan edukatif dengan memanfaatkan aplikasi digital, yang memudahkan orang tua untuk memantau kondisi anak dan mengakses informasi kapan pun dibutuhkan. Penerapan teknologi ini menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan pengetahuan serta mempermudah penerapan rekomendasi medis sehari-hari. 4 Perbandingan dengan Penelitian Sebelumnya Temuan scoping review ini konsisten dengan laporan dari beberapa literatur internasional bahwa pendidikan orang tua merupakan komponen kunci dalam perawatan jangka panjang dermatitis atopik anak (LeBovidge et al. , 2016. Santer et , 2. Edukasi yang komprehensif, baik melalui sesi tatap muka maupun berbasis digital, terbukti menurunkan angka kekambuhan dan mengurangi ketergantungan terhadap obat kortikosteroid topikal. Namun demikian, sebagian besar studi yang ada masih berfokus pada jangka pendek dan belum banyak mengevaluasi efek edukasi terhadap perubahan perilaku jangka panjang atau keberlanjutan hasil klinis. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dengan desain longitudinal dan evaluasi berkelanjutan sangat direkomendasikan. 5 Implikasi Praktis dan Kesenjangan Penelitian Secara praktis, hasil scoping review ini menegaskan bahwa pendidikan orang tua perlu diintegrasikan secara sistematis dalam protokol manajemen AD anak, baik di layanan primer maupun spesialis. Intervensi edukatif berbasis bukti dapat menurunkan beban psikologis keluarga, mengurangi kebutuhan obat topikal jangka panjang, serta meningkatkan kepatuhan terapi. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan penggunaan desain longitudinal dengan populasi lebih luas dan variasi metode edukasi, termasuk pendekatan tele-education yang dikombinasikan dengan pemantauan klinis digital. Selain itu, evaluasi terhadap faktor sosiodemografis dan budaya akan memperkaya pemahaman tentang efektivitas intervensi edukasi dalam konteks lokal. Kesimpulan Pendidikan orangtua merupakan intervensi yang sangat perlu menjadi perhatian dan efektif dalam manajemen atopic dermatitis (AD) anak, terbukti meningkatkan pengetahuan, kepatuhan, dan control klinis melalui berbagai pendekatan . atap muka, personal maupun digita. Kontribusi ilmiah penelitian ini memetakan bukti komprehensif efektivitas edukasi keluarga sebagai paradigm holistic manajemen AD, mengintegrasikan aspek kllinis, perilaku dan psikososial. Implikasinya bagi praktik adalah perlunya integrasi program pendidikan orang tua berbasis bukti dalam layanan primer dan komunitas. Tenaga kesehatan, khususnya perawat dan dokter anak, dapat berperan aktif mengembangkan modul edukasi yang terstruktur dan mudah diakses. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan dilakukan studi longitudinal dengan desain eksperimental atau mixed-methods untuk menilai keberlanjutan efek edukasi serta mengeksplorasi faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang memengaruhi keberhasilan Selain itu, penerapan model tele-education atau e-parenting support juga perlu dikaji lebih lanjut untuk memperluas jangkauan edukasi, terutama di wilayah dengan keterbatasan sumber daya kesehatan. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelesaian penelitian ini. Penelitian ini tidak menerima dukungan pendanaan dari sponsor atau lembaga eksternal mana pun. Referensi