PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY. STRUKTUR MODAL. DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIA Marta Eka Lipini Email: eka4903@gmail. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk analisis pengaruh corporate social responsibility, struktur modal, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan. Objek penelitian pada 36 Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi di Bursa Efek Indonesia. Bentuk penelitian ini mengunakan penelitian Penelitian dianalisis dengan model regresi OLS. Hasil penelitian ini adalah corporate social responsibility tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, struktur modal dan ukuran perusahaan berpengaruh positif. Nilai Adjusted R2 sebesar 0,041. Hal ini berarti variabel corporate social responsibility, struktur modal, dan ukuran perusahaan dapat menjelaskan perubahan kinerja keuangan sebesar 0,041 atau 4,1 persen sedangkan sisanya dapat menggunakan variabel lain. Kata Kunci: Corporate social responsibility, struktur modal, ukuran perusahaan, dan kinerja keuangan PENDAHULUAN Perusahaan apapun bentuk industrinya bertujuan untuk menghasilkan laba yang optimal yang tercermin dari kinerja keuangannya. Kinerja ini penting sebab dapat menyejahterakan para pemangku kepentingan dan khususnya pemilik. Informasi dari kinerja keuangan perusahaan dapat membantu pemangku kepentingan dalam memprediksi laba yang akan dihasilkan perusahaan di masa yang akan datang. Bagi investor, informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan dapat digunakan untuk melihat apakah mereka akan mempertahankan investasinya di perusahaan tersebut. Perusahaan bukan hanya dituntut untuk fokus pada menghasilkan laba yang optimal saja namun juga harus memperhatikan lingkungan sosial yaitu melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR). Kegiatan CSR perusahaan dapat memberikan dampak yang baik agar dapat memperkuat hubungan perusahaan dengan para pemangku kepentingan serta meningkatkan kepercayaan kreditur sehingga diharapkan dapat mendukung kinerja keuangan perusahaan. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Dalam menjamin ketercapaian laba, perusahaan memerlukan dana yang memadai. Pendanaan perusahaan dengan sumber utang dan ekuitas tergambar dalam struktur modal Struktur modal penting dalam penilaian kinerja keuangan karena berhubungan dengan risiko yang dihadapi. Perusahaan dengan total aset yang besar juga dapat membantu dalam menjalankan kegiatan operasional dengan optimal sehingga diharapkan dapat mendukung kinerja keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh corpotate social responsibility, struktur modal, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan. Analisis dilakukan pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi. Pertimbangan diteliti industri ini adalah Industri barang konsumsi merupakan sektor yang memproduksi kebutuhan seharihari masyarakat umum, yang dalam menjamin kontinuitas usahanya memerlukan penerapan CSR. KAJIAN TEORI Kinerja keuangan mencerminkan sejauh mana perusahaan tersebut meraih Menurut Fahmi . 7: . : Kinerja keuangan adalah gambaran dan pencapaian keberhasilan yang diperoleh perusahaan dalam berbagai kegiatan yang Kinerja keuangan dianggap penting sebab dapat menyejahterakan pemilik. Informasi kinerja keuangan perusahaan penting sebab dapat membantu pemangku kepentingan dalam memprediksi prospek perusahaan di masa datang. Bagi stockholder, informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan dapat digunakan untuk melihat apakah mereka akan mempertahankan investasinya pada perusahaan tersebut. Salah satu rasio keuangan yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja keuangan adalah rasio profitabilitas. Menurut Sudana . 1: . : Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan menggunakan sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan, seperti aset, modal atau penjualan perusahaan. Semakin banyak laba yang didapatkan sebuah perusahaan, maka perusahaan tersebut semakin kuat dalam segi keuangan. Salah satu rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kinerja keuangan adalah return on assets (ROA). Menurut Sudana . 1: . : ROA mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba berdasarkan berapa banyak total aset yang dimiliki perusahaan. Semakin besar nilai ROA yang dihasilkan maka perusahaan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 dinilai efektif dalam menghasilkan laba dari pemanfaatan asset yang dimiliki. Dengan demikian, semakin tinggi nilai ROA menunjukkan kinerja keuangan perusahaan yang semakin baik. Dalam menjalankan bisnisnya perusahaan tidak hanya dituntut untuk menghasilkan laba yang optimal yang tercermin dari kinerja keuangan yang baik tetapi juga harus memperhatikan lingkungan sosial melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR). Menurut Wijayanti . 1: . : CSR merupakan suatu kegiatan tanggung jawab perusahan terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. Kegiatan CSR wajib dilaksanakan oleh perusahaan, berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang kemudian diperkuat dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah No. , tentang tanggung jawab sosial dan perseroan terbatas. Perusahaan dalam menjalankan usahanya wajib melakukan kegiatan pertanggungjawaban lingkungan sosial dan wajib melaporkan pelaksanaan kegiatan tanggung jawab sosial dalam laporan tahunan. Kegiatan CSR salah satu kegiatan yang mempertanggungjawabkan dampak kegiatan operasi perusahaan terhadap lingkungan sosial dan masyarakat serta terusmenerus menjaga agar dampak kegiatan ini dapat menyumbangkan manfaat kepada lingkungan sosial dan khususnya bagi masyarakat di sekitar perusahaan beroperasi. Kegiatan CSR bertujuan untuk berkontribusi demi usaha mengembangkan masyarakat dan lingkungan serta untuk mengeratkan hubungan antara pemangku kepentingan dan pemiliki perusahaan agar semakin baik. CSR yang dilakukan oleh perusahaan dapat diukur berdasarkan pengungkapan tanggung jawab sosial dengan tujuh indikator sebagaimana menurut Sembiring . , yaitu lingkungan, energi, kesehatan dan keselamatan kerja, lain-lain tenaga kerja, produk, keterlibatan masyarakat, dan umum. Melalui kegiatan CSR perusahaan dapat menumbuhkan semangat dan menjadikan karyawan menjadi produktif serta dapat memperluas peluang dan akses pasar. Selain itu perusahaan juga bisa mendapat pengakuan dan penghargaan yang diharapkan hal ini dapat mendukung kinerja Pelaksanaan kegiatan CSR dapat memberikan dampak yang baik untuk perusahaan karena dapat memperkuat hubungan perusahaan dengan para pemangku kepentingan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 serta meningkatkan kepercayaan kreditur sehingga dapat mendukung kinerja keuangan Pernyataan tersebut didukung berdasarkan penelitian Prasetyo dan Meiranto . serta Gantino . , yang menyatakan bahwa CSR berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Berdasarkan yang sudah dikemukakan maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut: H1: Corporate social responsibility berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Dalam menjamin ketercapaian laba, perusahaan memerlukan dana yang memadai agar dapat menjalankan kegiatan operasionalnya. Sumber pendanaan perusahaan dapat berupa utang dan ekuitas. Utang dapat berupa penerbitan obligasi atau penjamin pihak perbankan sedangkan sumber pendanaan ekuitas dapat berupa saham biasa, saham preferen, dan laba ditahan. Proporsi pendanaan perusahaan tampak pada struktur modal Menurut Fahmi . 7: . : Struktur modal adalah komposisi antara modal sendiri dengan modal asing yang digunakan oleh perusahaan dalam mendanai aset. Analisis struktur modal perusahaan dapat diukur dengan rasio solvabilitas. Menurut Sawir . 5: . : Analisis solvabilitas mencerminkan kemampuan perusahaan untuk membayar utangnya, baik utang jangka panjang maupun jangka pendek. Perhitungan rasio solvabilitas digunakan untuk mengetahui seberapa besar bagian dari ekuitas yang dapat dijadikan jaminan utang. Semakin kecil proporsi utang berarti kondisi perusahaan semakin baik karena ekuitas untuk jaminan utang relatif memadai. Salah satu rasio solvabilitas yang digunakan untuk mengukur struktur modal adalah debt to equity ratio (DER). Menurut Kasmir . 8: . : DER merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini membandingkan antara seluruh utang . ermasuk utang lanca. dengan total ekuitas. Berdasarkan pecking order theory oleh Myers dan Majluf . , perusahaan lebih menyukai pendanaan internal dibandingkan dengan pendanaan eksternal. Dana internal lebih disukai daripada dana eksternal karena dana internal memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan perolehan pendanaan eksternal. Dalam kondisi perusahaan harus memperoleh pendanaan dari eksternal, maka pendanaan dalam bentuk utang lebih disukai dibandingkan pendanaan Beberapa pertimbangan yang memengaruhi keputusan tersebut adalah antara lain terkait risiko penerbitan utang yang lebih rendah dibandingkan risiko emisi saham baru. Semakin tinggi nilai struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan, maka perusahaan akan semakin terbeban cost of debt yang semakin tinggi. Akibatnya, laba yang Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 dihasilkan dapat mengalami penurunan. Oleh karena itu, penggunaan dana perlu dikelola secara efisien. Dikatakan efisien bila perusahaan mempunyai struktur modal yang dapat mengoptimalkan manfaat yang diperoleh sehingga dapat memaksimumkan kinerja Pengunaan utang yang semakin tinggi dapat mengurangi laba. Keputusan struktur modal yang tinggi akan berpengaruh buruk pada kinerja perusahaan sebab beban keuangan yang besar. Pernyataan ini didukung oleh Anthonie. Tulung, dan Tasik . dan Rahayu . , yang menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. Berdasarkan yang sudah dikemukakan maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut: H2: Struktur modal berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. Dalam perusahaan, aset merupakan komponen penting dalam kelancaran bisnis dan kelangsungan perusahaan. Menurut Saemargani . 5: . : Ukuran perusahaan adalah skala untuk menentukan besar atau kecilnya suatu perusahaan yang diukur dengan melihat total aset yang dimiliki perusahaan. Aset sebagai cerminan ukuran perusahaan juga dapat menjadi tolok ukur bagi pemangku kepentingan dalam menilai prospek keuangan perusahaan. Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2008 ukuran perusahaan dibagi ke dalam empat kategori yaitu usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar. Ukuran perusahaan dapat diukur dengan menggunakan total aset perusahaan, sebagaimana menurut Aprianingsih dan Yushita . 6: . , dimana semakin besar total aset yang dimiliki maka semakin besar ukuran perusahaannya, begitupun sebaliknya. Semakin besar aset yang dimiliki, menunjukkan perusahaan melakukan investasi yang besar. Semakin besar aset yang dimiliki perusahaan dapat memperluas pangsa pasar yang dicapai sehingga dapat memengaruhi laba dan kinerja perusahaan. Teori sinyal . ignaling theor. dalam Fatchan dan Trisnawati . 6: . , menjelaskan bahwa pihak pengirim . emilik informas. memberikan suatu isyarat atau sinyal berupa informasi yang mencerminkan kondisi suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pihak penerima . Informasi ukuran perusahaan yang dilihat dari total aset yang dimiliki perusahaan akan membantu para investor dalam memutusan akan berinvestasi atau tidak pada perusahaan tersebut. Para investor beranggapan bahwa perusahaan dengan ukuran yang besar cenderung dapat menghasilkan laba yang optimal Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 sehingga membuat perusahaan besar lebih diminati oleh para investor dibandingkan dengan perusahan dengan ukuran kecil. Perusahaan dengan ukuran yang lebih besar memiliki beberapa keuntungan kompetitif, antara lain kekuatan pasar dimana perusahaan dengan ukuran yang cenderung besar dapat menetapkan harga yang tinggi untuk produknya, adanya skala ekonomi yang berdampak pada penghematan biaya. Perusahaan yang mampu menghemat biaya dalam kegiatan operasioalnya akan berdampak pada peningkatan laba dari perusahaan sehingga dapat menghasilkan kinerja yang optimal. Ukuran perusahaan juga akan mencerminkan tinggi rendahnya aktivitas operasi Perusahaan dengan ukuran yang besar diharapkan mampu meningkatkan skala ekonomi dan mengurangi biaya pengumpulan dan pemrosesan informasi. Dengan demikian perusahaan dengan ukuran yang besar dapat mengurangi biaya produksi informasi yang rendah dibandingkan dengan perusahaan kecil. Perusahaan dengan ukuran yang relatif besar cenderung dapat bertahan dan lebih Oleh karena itu akan mampu menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Ukuran perusahaan yang besar lebih diminati para investor dan kreditur dari pada perusahaan kecil karena perusahaan besar memiliki prospek jangka panjang yang baik, dan cenderung mampu menghasilkan laba dan kinerja yang stabil dibandingkan dengan perusahaan kecil. Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian Erawati dan Wahyuni . dan Wufron . , yang menyatakan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja Berdasarkan penjelasan tersebut penulis merumuskan hipotesis sebagai H3: Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. METODE PENELITIAN Bentuk penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Analisis dengan model regresi OLS. Variabel CSR diukur berdasarkan pengungkapan tanggung jawab sosial dengan tujuh indikator (Sembiring, 2. , struktur modal diproksikan dengan debt to equity ratio (Kasmir, 2. , ukuran perusahaan diukur dengan menggunakan total aset perusahaan (Aprianingsih dan Yushita, 2. , sedangkan kinerja keuangan diukur dengan return on assets (Sudana, 2. Populasi dalam penelitian ini Perusahaan Sektor Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Industri Barang Konsumsi di Bursa Efek Indonesia sebanyak 52 perusahaan dan sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh 36 sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan teknik dokumentasi. Data yang digunakan bersumber dari web resmi BEI. PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Berdasarkan hasil pengujian starististik deskriptif dengan jumlah data sebanyak 180 diperoleh hasil sebagai berikut: TABEL 1 HASIL UJI STATISTIK DESKRIPTIF CSR DER ROA Valid N . Minimum Maximum ,0256 ,4615 -4,7054 17,7227 25,6199 32,2010 -,1761 1,6199 Mean ,230626 ,886599 28,581513 ,096184 Std. Deviation ,1188902 1,6203703 1,6145842 ,1740086 Sumber: Data olahan, 2021 Berdasarkan Tabel 1, dapat diketahui variabel CSR memiliki nilai minimum sebesar 0,0256 dan nilai maksimum sebesar 0,4615 dengan rata-rata 0,230626 serta standard deviation 0,1188902. Variabel DER memiliki nilai minimum sebesar -4,7054 dan nilai maksimum sebesar 17,7227 dengan rata-rata 0,886599 serta standard deviation 1,6203703. Variabel ukuran perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 25,6199 dan nilai maksimum sebesar 32,2010 dengan rata-rata 28,581513 serta standard deviation 1,6145842. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi. Hasil pengujian dalam penelitian ini dipastikan tidak terdapat permasalahan dari keempat uji asumsi klasik. Analisis Pengaruh Corporate Social Responsibility. Struktur Modal, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil pengujian diperoleh hasil rekapitulasi data sebagai berikut: Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 TABEL 2 REKAPITULASI HASIL PENGUJIAN 1 (Constan. CSR DER Std. Error Beta Sig. Adjusted R Square Sumber: Data olahan, 2021 Analisis Regresi Linear Berganda Berikut merupakan persamaan regresi didalam penelitian ini disajikan berdasarkan Tabel 2 sebagai berikut: Y = -0,496 0,118X1 0,009X2 0,019X3 e Analisis Korelasi dan Koefisien Determinasi Terdapat hubungan yang lemah antara corporate social responsibility (CSR), struktur modal, dan ukuran perusahaan dengan kinerja keuangan (R 0,. Model penelitian layak (F 12,. Keempat variabel menjelaskan perubahan kinerja keuangan sebesar 4,1 persen. Pembahasan Hasil Uji t . Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan Tabel 2 hasil pengujian t diperoleh nilai sebesar 1,897 yang menunjukkan bahwa variabel CSR tidak berpengaruh terhadap kinerja Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hipotesis pertama. Keikutsertaan perusahaan dalam tanggung jawab sosial justru dianggap dapat menambah biaya karena perusahaan mengeluarkan biaya ekstra dan dilakukan upaya menghindarkan perusahaan dari tanggapan tidak baik oleh masyarakat. Keseluruhan uraian inilah yang dapat menyebabkan CSR tidak memiliki peranan signifikan pada kinerja keuangan. Pengaruh Struktur Modal terhadap Kinerja Keuangan Hasil pengujian t diperoleh nilai sebesar 2,212 yang menunjukkan variabel struktur modal memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan. Hasil Pengujian ini menolak hipotesis kedua dalam penelitian ini. Pendanaan dalam bentuk utang dapat memberikan manfaat bagi perusahaan berupa tax shield. Perusahaan dengan nilai utang yang semakin besar jumlah dana yang dihasilkan perusahaan pun akan mengalami peningkatan sehingga dapat membiayai segala aktivitas Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 bisnis dengan tujuan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Pengunaan utang yang dikelola secara efisien pada perusahaan dapat mengoptimalkan manfaat yang diperoleh sehingga dapat memaksimumkan kinerja keuangan. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil pengujian t pada Tabel 2 dapat diketahui bahwa nilai ukuran perusahaan sebesar 4,129. Hasil pengujian ini menunjukan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan. Perusahaan dengan ukuran yang besar biasanya dipandang sebagai perusahaan yang relatif stabil dan cenderung dapat bertahan serta lebih berpengalaman sehingga dapat memenangkan persaingan atau dapat bertahan dalam industri. Oleh karena itu akan mampu menghasilkan laba yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. PENUTUP Berdasarkan hasil pengujian pada penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa variabel corporate social responsibility tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan, sedangkan variabel struktur modal dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif. Perusahaan yang berukuran besar dan ditunjang pendanaan yang memadai dapat mendukung kinerja keuangan perusahaan. Penulis menyarankan peneliti selanjutnya dapat mengunakan indeks Global Reporting Initiatives generasi keempat (GRI G. dalam menganalisis CSR. Indeks GRI G4 memiliki 91 indikator dalam tiga kategori yaitu ekonomi, lingkungan dan sosial yang dapat digunakan untuk menilai pengungkapan kegiatan CSR. DAFTAR PUSTAKA