Ganesha Civic Education Journal Volume 5. Number 2. Oktober 2023, pp. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 DOI: https://doi. org/10. 23887/gancej. Open Access: https://ejournal2. id/index. php/GANCEJ/index PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP PERUBAHAN NORMA KESOPANAN DI LINGKUNGAN MAHASISWA STEI ITB ANGKATAN 2020 David Tinarta 1 * Institut Teknologi Bandung ARTICLEINFO ABSTRAK Article history: Received 5 Juli 2023 Accepted 1 Oktober 2023 Available online 10 Oktober Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan individu lain di Namun, dalam berinteraksi dengan individu lain, sering kali terdapat perbedaan keinginan dan pendapat yang dapat menyebabkan konflik sehingga mengakibatkan kekacauan. Maka dari itu, diperlukan adanya suatu peraturan yang menjadi panduan dalam Kata Kunci: kehidupan bermasyarakat yang disebut dengan norma. Indonesia Norma. dikenal akan kebudayaan dan norma-normanya yang melekat kuat di makhluk sosial Di era globalisasi ini, tidak menutup kemungkinan bahwa Keywords: manusia, sebagai makhluk sosial, terpapar dengan dunia luar. Seiring dengan terus berkembangnya teknologi dan informasi, beberapa elemen masyarakat di Indonesia menganggap norma yang ada sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini diadakan untuk memahami norma-norma apa saja yang berubah di Metode penelitian yang dilakukan berupa survei, studi literatur, dan pengamatan pribadi penulis. Hasil penelitian yang diperoleh ialah masyarakat Indonesia harus terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi sekaligus menerapkan norma-norma yang telah ada di lingkungan sekitar agar Indonesia dapat terus dinamis ke arah yang lebih baik. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dalam menentukan apa saja kebudayaan yang sesuai dengan norma yang ada, sehingga masyarakat dapat memilah jenis norma tertentu yang perlu dipertahankan. ABSTRACT Humans are social creatures who need other individuals in their lives. However, in interacting with other individuals, there are often differences in desires and opinions that can lead to conflict and lead to Therefore, it is necessary to have a rule that becomes a guide in social life called norms. Indonesia is known for its culture and norms that are strongly attached to society. In this era of globalization, it is possible that humans, as social beings, are exposed to the outside world. Along with the continued development of technology and information, several elements of society in Indonesia consider the existing norms to be irrelevant to current conditions. Therefore, this research was conducted to understand what norms are changing in society. The research method used is survey, literature study, and the author's personal observation. The results of the research obtained are that the Indonesian people must continue to adapt to technological advances as well as apply the norms that already exist in the surrounding environment so that Indonesia can continue to be dynamic in a better direction. The results of this study can be useful for the Indonesian people in determining what culture is in accordance with existing norms, so that people can sort out certain types of norms that need to be maintained. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2025 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. * Corresponding author. E-mail addresses: 18120064@std. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. Pendahuluan Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan individu lain di kehidupannya. Santosa . menyatakan dalam berhubungan dengan orang lain, manusia dapat mendapati perbedaan pandangan, pendapat, dan prinsip karena karakteristik setiap individu yang unik serta latar belakang yang beragam. Diversitas tersebut dapat memicu konflik apabila tidak ada tolok ukur untuk menilai atau membandingkan suatu kejadian. Oleh karena itu, diperlukan suatu aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat untuk dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hal tersebut disebut norma. Indonesia terdiri atas lebih dari 1. 300 suku bangsa yang tersebar di lebih dari 17. pulau di seluruh penjuru nusantara. Putri, dkk . menyatakan interaksi antar etnis yang beragam sudah pasti tidak terhindarkan. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang telah melalui berbagai macam problematika selama 76 tahun, mulai dari politik, ekonomi, hingga sosial, tentunya tidak lepas dari keberadaan norma di tengahtengah masyarakat. Keberagaman yang tetap satu ini tercantum dalam semboyan negara kita yaitu AoBhinneka Tunggal IkaAo, yang artinya ialah berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia diuji dari masa ke masa, tidak terkecuali di era Semua orang menyambut kehadiran internet yang masif dan memudahkan manusia untuk beraktivitas. Kemudahan tersebut juga semakin memperluas pengetahuan dan interaksi manusia akan dunia luar, salah satunya negara-negara di Benua Eropa dan Benua Amerika. Perbedaan kebudayaan antara Indonesia dan negara lain selain Indonesia dapat membuat seseorang untuk mencari tahu lebih lanjut, mencoba, atau bahkan membandingkan budaya tersebut dengan budaya di Indonesia. Hal yang cukup memprihatinkan ialah apabila norma-norma yang berlaku di masyarakat Indonesia mulai ditinggalkan seiring orang tersebut mengenal kebudayaan dari luar Indonesia. Sayangnya, saat ini tidak sedikit fenomena kemunduran tersebut ditemui di kalangan generasi muda, terutama dalam hal kesopanan. Oleh karena itu, diperlukan pengamatan dan analisis secara mendalam untuk menemukan penyebab dan dampak dari perubahan norma kesopanan di generasi muda. Setelah diketahui, hasil pengamatan dan analisis dapat dipublikasikan secara langsung maupun dalam bentuk infografis menarik untuk meningkatkan pemahaman serta kewaspadaan generasi muda akan perubahan norma kesopanan di era globalisasi. Tujuan yang hendak dicapai melalui penulisan makalah ini adalah untuk: . mengetahui perubahan norma kesopanan yang terjadi di lingkungan mahasiswa Institut Teknologi Bandung. mengetahui penyebab perubahan norma dari pengaruh globalisasi. mengetahui dampak perubahan norma kesopanan terhadap kehidupan mahasiswa Institut Teknologi Bandung di lingkungan mahasiswa STEI ITB angkatan 2020. Metode Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif analitis. Metode deksriptif kuantitatif analitis bertujuan mendeskripsikan dan melakukan eksperimen data yang diperoleh dari berbagai rujukan, hasil observasi objek, dan kuesioner secara faktual, sistematis, dan akurat. Data ini akan dikumpulkan secara sistematis dan teratur, lalu dianalisis berdasarkan aspek-aspek yang akan ditinjau. digunakan dalam penyelesaian penelitian dituliskan di bagian ini. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah . Studi Literatur, yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian (Zed, 2008:. Teknik studi literatur dilakukan dengan cara mencari literatur baik dari buku maupun internet mengenai pengaruh globalisasi terhadap perubahan norma Dengan melakukan studi literatur, para penulis mempunyai pendalaman yang lebih luas dan mendalam terhadap masalah yang hendak diteliti. Penyebaran kuesioner yang ditujukan kepada mahasiswa STEI ITB angkatan 2020. Kuisioner merupakan teknik David Tinarta / Pengaruh Globalisasi Terhadap Perubahan Norma Kesopanan di Lingkungan Mahasiswa STEI ITB Angkatan 2020 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Dalam penelitian ini angket atau kuesioner diberikan kepada 90 mahasiswa STEI ITB angkatan 2020 yang dijadikan kelas kontrol untuk mengetahui terkait pengaruh globalisasi terhadap perubahan norma kesopanan di lingkungan mahasiswa STEI ITB angkatan 2020. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan menggunakan Google Forms melalui private chat Line. Jenis kuesioner ini adalah kuesioner tertutup yakni kuesioner yang pilihan jawabannya telah tersedia dalam beberapa bentuk, sehingga responden hanya memilih dari berbagai pilihan yang tersedia. Responden kuesioner ini yakni mahasiswa STEI ITB angkatan 2020 tersebar di enam jurusan, yaitu Teknik Elektro. Teknik Tenaga Listrik. Teknik Biomedis. Teknik Telekomunikasi. Teknik Informatika, dan Sistem Teknologi Informasi. Lampiran dari kuesioner akan diletakkan pada bagian akhir makalah. Hasil dan pembahasan Pada pengumpulan data, kami mendapatkan responden dengan jumlah sekitar 18% dari total 490 mahasiswa STEI ITB angkatan 2020. Berikut adalah diagram sebaran dari jurusan Gambar 1 Diagram Sebaran Jurusan Responden Responden terbanyak berasal dari jurusan Teknik Informatika dengan jumlah 28 Responden terbanyak kedua berasal dari jurusan Sistem Teknologi Informasi yang berjumlah 23 mahasiswa. Jurusan selanjutnya dengan jumlah responden ketiga, keempat, dan kelima adalah jurusan Teknik Telekomunikasi yang berjumlah 15 orang. Teknik Biomedis yang berjumlah 13, dan Teknik Elektro yang berjumlah 6 mahasiswa. Jurusan dengan jumlah responden paling sedikit berasal dari Teknik Tenaga Listrik, yaitu 5 mahasiswa. Berdasarkan persentase yang didapat, data tersebut dapat digunakan secara valid karena sudah mencakup variasi dari jurusan yang ada di fakultas STEI ITB dengan responden yang mengisi adalah mahasiswa angkatan 2020. Parameter Perubahan Norma Kesopanan Sebanyak 84,4% responden merasa bahwa pengaruh globalisasi umumnya datang dari media . ontonan, bacaan, dan lainny. Terdapat 8,9% responden yang merasa bahwa pengaruh globalisasi umumnya datang akibat dari pengaruh teman dan terdapat 2,2% responden yang merasa bahwa pengaruh globalisasi umumnya datang akibat dari pengaruh keluarga. Sebanyak 1,1% responden merasa bahwa pengaruh globalisasi umumnya datang dari pengaruh media sosial yang memaparkan gaya hidup orang di luar Indonesia secara eksplisit (TikTok atau Instagra. , 1,1% merasa bahwa pengaruh globalisasi umumnya datang dari internet, dan 1,1% merasa bahwa pengaruh globalisasi umumnya datang dari telekomunikasi. 1,1% responden lainnya merasa bahwa pengaruh globalisasi datang dari berbagai pengaruh yang telah disebutkan diatas. Oleh karena itu, kami mendefinisikan parameter untuk mempermudah dalam menganalisis data yang telah didapatkan. Pendefinisian parameter sebagai besaran perubahan norma kesopanan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi di lingkungan mahasiswa STEI ITB angkatan 2020 dapat dilihat pada Tabel I dan Tabel II berikut. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. Tabel 1. Besar Perubahan Norma Kesopanan Yang Terjadi Akibat Pengaruh Globalisasi Tabel 2. Arah Pada Perubahan Norma Kesopanan Berikut adalah hasil tanggapan dari responden mengenai besar perubahan dan arah perunahan norma kesopanan akibat globalisasi. Gambar 2 Hasil Tanggapan Responden Mengenai Besar Perubahan Norma Kesopanan Akibat Pengaruh Globalisasi Gambar 3 Hasil Tanggapan Responden Mengenai Arah Dari Perubahan Norma Kesopanan Akibat Pengaruh Globalisasi David Tinarta / Pengaruh Globalisasi Terhadap Perubahan Norma Kesopanan di Lingkungan Mahasiswa STEI ITB Angkatan 2020 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. Berdasarkan data pada Gambar 2 berdasarkan parameter yang ditunjukkan pada tabel I, sebanyak 30 mahasiswa atau 33,3% responden merasa perubahan norma kesopanan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi adalah berpengaruh sangat besar. Hal ini ditunjukkan dari pemberian nilai 5 pada pengisian Google Forms. Terdapat 48 mahasiswa atau 53,3% responden yang merasa bahwa perubahan norma kesopanan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi adalah berpengaruh besar. Hal ini ditunjukkan dari pemberian nilai 4 pada pengisian Google Forms oleh responden. Terdapat 11 mahasiswa atau 12,2% responden yang merasa perubahan norma kesopanan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi adalah berpengaruh besar. Hal ini ditunjukkan dari pemberian nilai 3 pada pengisian Google Forms. Akan tetapi, terdapat 1 mahasiswa atau 1,1% responden merasa perubahan norma kesopanan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi adalah berpengaruh sedikit. Hal ini ditunjukkan dari pemberian nilai 2 pada pengisian Google Forms. Sedangkan, tidak terdapat mahasiswa atau 0% responden merasa perubahan norma kesopanan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi adalah tidak berpengaruh. Hal ini ditunjukkan dari tidak adanya pemberian nilai 1 pada pengisian Google Forms. Berdasarkan data dengan parameter Tabel I, tidak ada responden yang memilih skala 1 (Tidak ada perubaha. sehingga diterapkan lagi pengambilan data kepada seluruh responden dengan parameter nilai sesuai pada Tabel II. Dari data pada Gambar 3, mayoritas responden dengan persentase 57,8% memilih skala 2 yang menunjukkan bahwa perubahan norma kesopanan yang terjadi mengarah ke arah buruk. Mengikuti skala yang mayoritas dipilih, sebanyak 20% dari total responden justru lebih memilih bahwa perubahan norma kesopanan yang terjadi mengarah ke arah yang lebih buruk . Sedangkan, 22,2% responden lainnya merasa bahwa perubahan norma kesopanan yang terjadi mengarah ke arah yang berlawanan, yaitu 17,8% ke arah baik dan 4,4% sisanya memilih perubahan ini mengarah ke arah yang lebih baik. Contoh Perubahan Norma Kesopanan Berdasarkan jawaban dari seluruh responden, arah perubahan norma kesopanan ke arah yang baik yaitu skala 3 dan 4 sesuai Tabel II, diperoleh data tentang contoh - contoh perubahan baik yang terjadi yang ditampilkan pada Gambar 4. Gambar 4 Data Pilihan Responden Mengenai Contoh yang Membuat Arah Perubahan Norma Kespoanan Menjadi Baik Dari data yang diperoleh dari Gambar 4, sebanyak 31. 15% atau sebanyak 19 responden yang menjawab contoh perubahannya adalah orang tua semakin menghargai generasi muda. Sebanyak 14. 75% atau sebanyak 9 responden menjawab generasi muda lebih menghormati orang tua. Sebanyak 38. 3% atau 23 responden menjawab kepedulian antar sesama lebih terasa dan terakhir sebanyak 16. 39% atau sebanyak 10 orang menjawab gotong royong semakin Jika dilihat dari hasil yang didapat, diperoleh contoh perubahan yang dominan dipilih adalah kepedulian antar sesama lebih terasa, yaitu sebesar 37. 7% dari total responden yang GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. memilih skala 3 dan 4. Jika dibandingkan dengan keseluruhan sampel, persentase tersebut menjadi sebesar 25. Sehingga, perubahan baik tersebut tidak terjadi secara signifikan jika dilihat dari persentase dari keseluruhan sampel. Berdasarkan jawaban dari seluruh responden, arah perubahan norma kesopanan ke arah yang buruk yaitu skala 1 dan 2 sesuai Tabel II, diperoleh data tentang contoh - contoh perubahan buruk yang terjadi yang ditampilkan pada Gambar 5. Gambar 5 Data Pilihan Responden Mengenai Contoh yang Membuat Arah Perubahan Norma Kespoanan Menjadi Buruk Dari data yang diperoleh dari Gambar 5, sebanyak 13. 37% atau sebanyak 27 responden yang menjawab contoh perubahannya adalah budaya antre menghilang. Sebanyak 29. 2% atau sebanyak 59 responden menjawab masyarakat yang menjadi lebih individualis. Sebanyak 68% atau 64 responden menjawab tutur kata yang kurang baik dan terakhir sebanyak 74% atau sebanyak 52 orang menjawab kurangnya perkataan maaf, terimakasih, dan tolong. Jika dilihat dari hasil yang didapat, diperoleh contoh perubahan yang dominan dipilih adalah tutur kata yang kurang baik, yaitu sebesar 31. 68% dari total responden yang memilih skala 1 dan 2. Jika dibandingkan dengan keseluruhan sampel, persentase tersebut menjadi Sehingga, perubahan buruk tersebut terjadi secara signifikan jika dilihat dari persentase dari keseluruhan sampel. Dari data responden yang menganggap perubahan norma kesopanan menjadi lebih baik, didapatkan beberapa tanggapan tentang dampak baik yang dirinya rasakan secara langsung. Diantaranya yaitu pengaruh globalisasi membuat seseorang menjadi lebih bebas berekspresi, memahami sisi positif dari individualis yang diperlukan di waktu tertentu, gaya parenting dan pergaulan antar sesama yang lebih fleksibel, lebih open minded, dan sebagai tantangan untuk beradaptasi dengan lingkungan. Dari data responden yang menganggap perubahan norma kesopanan menjadi lebih buruk, didapatkan beberapa tanggapan tentang dampak buruk yang dirinya rasakan secara Diantaranya yaitu hilangnya kesopanan terhadap orang yang lebih tua, gaya hidup hedonisme dan konsumtif, kurangnya menghargai pendapat orang lain, berperilaku buruk di media sosial, serta lebih bersikap ignorant dan individualis. Cara Mengatasi Perubahan Norma Kesopanan Berdasarkan data yang diperoleh, mayoritas responden menerapkan cara mengatasi perubahan norma kesopanan secara mayoritas menyarankan cara seperti berikut: Melakukan edukasi supaya mencintai budaya luar dan budaya kita sendiri. Hal ini dapat dimulai dengan diri sendiri yang melakukan hal-hal positif agar menjadi contoh yang berpengaruh kepada sekitar. David Tinarta / Pengaruh Globalisasi Terhadap Perubahan Norma Kesopanan di Lingkungan Mahasiswa STEI ITB Angkatan 2020 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. Menyaring budaya yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Menyaring disini tidak sepenuhnya dilakukan penyaringan karena kurangnya metode yang tepat dalam Melainkan, open terhadap keragaman pendapat, tetapi tetap selektif sehingga tidak terjadi culture lag. Menjaga etika saat berbicara dan berpikir sebelum menulis/berbicara. Membiasakan mengucapkan terima kasih, tolong, maaf. Memilih pergaulan dengan baik agar tidak terjerumus ke dalam dampak perkembangan yang buruk. Menegaskan orang tua untuk mengawasi dan membatasi penggunaan gadget sehingga konten Ae konten yang direkomendasikan cocok untuk ditonton. Saling mengingatkan satu sama lain apabila melakukan kesalahan Dari data pada hasil survei yang telah diselenggarakan, didapatkan data bahwa dari 90 responden, masing-masing responden memiliki pendapat dan cara tersendiri dalam mengatasi perubahan norma kesopanan yang terjadi di lingkungannya. Dari beberapa pilihan tersebut, kami menyimpulkan cara responden kurang lebih merujuk kepada mempertahankan norma yang sudah ada sebelumnya atau mencoba berkontribusi hal kecil yang diharapkan dapat memperkecil kemungkinan terjadinya perubahan norma kesopanan ke arah negatif, seperti mengucapkan kata-kata yang sopan . erima kasih, maaf, dan tolong kepada orang lai. , menasehati orang lain, dan perilaku kecil lainnya. Meskipun, mayoritas memberikan caranya tersendiri dalam mengatasi perubahan norma kesopanan, masih terdapat beberapa responden . yang tidak setuju dan merasa bahwa tidak ada cara yang efektif dalam mengatasi perubahan norma kesopanan yang Alasan utama mereka adalah penerapan dari norma tersebut didasarkan pada pendapat diri sendiri dan merupakan hal subjektif yang tidak dapat diukur dan ditetapkan berdasarkan opini satu orang/kelompok saja. Sehingga, mereka lebih setuju untuk menghargai perbedaan pendapat dari setiap orang meskipun di antaranya bersifat tidak logis. Simpulan dan saran Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa di dalam lingkungan mahasiswa STEI ITB angkatan 2020 terjadi perubahan norma kesopanan ke arah yang lebih buruk. Menurut responden hal ini terlihat dari tutur kata yang kurang baik dan masyarakat yang menjadi lebih individualis. Perubahan norma ini merupakan akibat dari pengaruh globalisasi yang terutama berasal dari media. Dampak dari perubahan norma kesopanan ini terlihat dari tata krama para generasi muda yang semakin lama semakin Hal ini diperkuat dengan jawaban dari responden yang merasa generasi muda kurang menghargai orang yang lebih tua dan juga kurang menjaga tata kata ketika sedang berbicara terutama di dunia maya. Cara mengatasinya adalah dimulai dari kesadaran diri masing-masing dan saling mengingatkan satu sama lain. Berdasarkan hasil penelitian, penulis memberikan saran terhadap pihak-pihak yang terkait yaitu menerima pengaruh positif dan menjauhi pengaruh negatif dari globalisasi terutama yang berasal dari media serta tetap menjaga norma kesopanan dan berperilaku baik ketika menjalani hidup di tengah masyarakat. Penulis juga memberikan saran untuk penelitian selanjutnya mengenai permasalahan dengan tema yang terkait yaitu perlu dilakukan penambahan jumlah responden dalam pengisian kuesioner, sebaiknya responden mencapai 100% mahasiswa STEI ITB angkatan 2020 sehingga data menjadi lebih valid dan perlu diadakan penelitian dengan metode lain seperti pengamatan secara langsung serta melakukan wawancara agar diperoleh data yang lebih variatif. Ucapan terimakasih Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam proses pembuatan makalah berjudul Pengaruh Globalisasi terhadap Perubahan Norma Kesopanan di Lingkungan Mahasiswa STEI ITB Angkatan 2020. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. Orang tua yang selalu mendoakan dan mendukung penulis. Ade Engkus Kusnadi. Pd. ,M. Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Kewarganegaraan, atas segala bimbingan dan arahannya. Semua pihak dan teman-teman mahasiswa STEI ITB angkatan 2020 yang telah membantu proses pembuatan makalah ini dengan mengisi kuesioner terkait penelitian yang kami lakukan. Daftar Rujukan Budiarto. AuIndonesia dalam pusaran globalisasi dan pengaruhnya terhadap krisis moral dan karakterAy. Pamator Journal. 1: 50-56. Musa. Insya, et al. Dampak pengaruh globalisasi bagi kehidupan bangsa Indonesia. Jurnal Pesona Dasar. Nuryadi. Konsep kesopanan. Jurnal PGSD. 1:1, 29-32. Diakses dari http://etheses. uin-malang. id/23626/1/16140023. Nuryadi. Konsep kesopanan. Jurnal PGSD. 1:1, 32-37. Diakses dari http://etheses. uin-malang. id/23626/1/16140023. Putri. Landrawan. , & Sanjaya. Implikasi Pembangunan PLTU Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi dan Karakter Kebangsaan Masyarakat Celukan Bawang. Kab. Buleleng. Ganesha Civic Education Journal, 4. , https://doi. org/10. 23887/gancej. Santosa. Criminal Law Formulation Policies Related To Corporate Crime. Ganesha Civic Education Journal, 2. , https://doi. org/10. 23887/gancej. David Tinarta / Pengaruh Globalisasi Terhadap Perubahan Norma Kesopanan di Lingkungan Mahasiswa STEI ITB Angkatan 2020