JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA YANG BERDAMPAK PADA KINERJA KARYAWAN PADA PT DAYA SANTOSA DI BANDUNG Gita Sartika1. Mohamad Razab Iryadana2. Anggada Bayu Seta3. Sri Mulyani4 STIE Miftahul Huda. Subang. Jawa Barat. Indonesia Universitas Pasundan. Bandung. Jawa Barat. Indonesia Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten. Indonesia gitasartika@stiemifdasubang. id, 2mohamad_razab@unpas. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja yang berdampak pada kinerja karyawan pada PT Daya Santosa di Bandung. Metode yang digunakan adalah explanatory research dengan sampel sebanyak 87 responden. Teknik analisis menggunakan analisis statistik dengan pengujian regresi, korelasi, determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja sebesar 33,5%, uji hipotesis diperoleh signifikansi 0,000 < 0,05. Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja sebesar 38,4%, uji hipotesis diperoleh signifikansi 0,000 < 0,05. Motivasi dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja sebesar 46,8%, uji hipotesis diperoleh signifikansi 0,000 < 0,05. Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 35,2%, uji hipotesis diperoleh signifikansi 0,000 < 0,05. Kata Kunci: motivasi. lingkungan kerja. kepuasan kerja. kinerja karyawan Abstract This study aims to determine the effect of motivation and work environment on job satisfaction which has an impact on employee performance at PT Daya Santosa in Bandung. The method used is explanatory research with a sample of 87 respondents. The analysis technique uses statistical analysis with regression testing, correlation, determination and hypothesis testing. The results of this study Motivation has a significant effect on job satisfaction by 33. 5%, hypothesis testing obtained a significance of 0. 000 <0. The work environment has a significant effect on job satisfaction by 38. 4%, hypothesis testing obtained a significance of 0. 000 <0. Motivation and work environment simultaneously have a significant effect on job satisfaction by 46. 8%, hypothesis testing obtained significance 0. 000 <0. Job satisfaction has a significant effect on employee performance by 35. 2%, hypothesis testing obtained significance 0. 000 <0. Keywords: motivation. work environment. job satisfaction. employee performance PENDAHULUAN memperhatikan perencanaan, pengawasan Peran sumber daya manusia sangat dan pengendalian yang baik agar fungsi dan sistem manajemen dapat berjalan dengan Hal ini dikarenakan Sumber Sumber Daya Manusia adalah individu daya manusia merupakan faktor yang sangat produktif yang bekerja sebagai penggerak menentukan dalam menjalankan aktifitas suatu organisasi, baik itu didalam institusi organisasi guna mencapai tujuan yang maupun perusahaan yang memiliki fungsi sebagai aset sehingga harus dilatih dan Untuk manajemen sumber daya manusia yang dikembangkan kemampuannya. 333 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Dalam Vol. Nomor 2 Juni 2024 PT Daya Santosa adalah perusahaan makin kompleks, manusia akan cenderung mengalami rasa kurang termotivasi apabila individu kurang mampu mengadaptasikan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam keinginan dengan kenyataan yang ada, baik meningkatkan perekonomian daerah dan kenyataan yang ada di dalam maupun di luar Segala macam bentuk motivasi masyarakat di Kabupaten Bandung. Kami pada dasarnya disebabkan oleh kurang berkomitmen untuk memanfaatkan potensi mengertinya manusia akan keterbatasannya di Kabupaten Bandung, khususnya dalam Ketidakmampuan untuk melawan bidang perdagangan, industri kecil, industri keterbatasan inilah yang akan menimbulkan rumah tangga, dan agrobisnis frustasi, konflik, gelisah dan rasa bersalah. Karyawan Motivasi sangat penting dimiliki oleh Pimpinan sudah sewajarnya senantiasa sehingga sangat tidak mungkin untuk tidak mendorong karyawan dalam menciptakan terkena permasalahan ini. semangat kerja. Pemberian motivasi dengan Kepuasan kerja yang tinggi dapat tepat akan dapat menimbulkan semangat, meningkatkan produktivitas, mengurangi gairah dan keikhlasan kerja dalam diri pergantian, dan meningkatkan kehadiran. Meningkatnya kegairahan dan mengurangi kecelakaan, mengurangi stres kemauan untuk bekerja dengan sukarela kerja dan mengurangi serikat pekerja. tersebut akan menghasilkan pekerjaan yang Karyawan atau pegawai yang puas dengan lebih baik, sehingga akan meningkatkan apa yang diperolehnya dari perusahaan akan produktivitas kerja. Menurut Edy Sutrisno memberikan sesuatu yang lebih untuk . Motivasi adalah suatu faktor yang perusahaan dan kemudian ia akan berusaha mendorong seseorang untuk melakukan memperbaiki kinerjanya sehingga ia pun suatu aktivitas tertentu, oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai kemudian akan menghasilkan hasil kerja Perusahaan faktor-faktor Kondisi karyawan diperusahaan, menunjukan bahwa yang dalam kategori perusahaan belum karyawan sehingga perusahaan akan terus menyediakan tempat istirahat yang nyaman maju dan berkembang dan kemudian bagi karyawan dirasakan masih kurang, faktor pendorong perilaku seseorang. kepuasan kerja. perusahaan juga belum mampu memberikan kecelakaan kerja dan hubungan yang 334 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 terjalalin baik antar karyawan dengan AuTidakAy. efisien jenis lingkungan kerja fisik yang menunjukan bahwa kondisi seperti ini harus terdapat disekitar tempat kerja yang dapat Hal diperoleh nya rancangan sistem kerja yang Dari data diatas dapat dilihat bahwa belum lingkungan kerja non fisik merupakan adanya rasa aman berupa jaminan kesehatan semua keadaan terjadi yang berkaitan dan kesejahteraan untuk karyawan dan dengan hubungan kerja. belum adanya hubungan yang baik antar Menurut Kasmir menyimpulkan bahwa kinerja adalah hasil Faktor kondisi lingkungan kerja juga karyawan memiliki motivasi yang tinggi. rekan kerja. kerja dan perilaku kerja yang telah dicapai tugas-tugas perusahaan, mengingat lingkungan kerja tanggung jawab yang diberikan dalam suatu yang sehat adalah lingkungan kerja yang periode tertentu. Jadi, kinerja karyawan memiliki peran yang sangat penting dalam motivasi serta memberikan dorongan bagi sukses atau tidaknya suatu perusahaan. seseorang untuk bekerja secara optimal Dalam suatu perusahaan sangat diperlukan sesuai dengan profesinya sehingga tercapai kinerja untuk mencapai tujuan yang telah kinerja yang optimal. Menurut Sri Widodo Kinerja merupakan suatu akibat . lingkungan kerja merupakan semua dari persyaratan kerja yang harus dipenuhi keadaan yang terdapat disekitar tempat oleh karyawan untuk memperoleh hasil kerja, yang akan mempengaruhi karyawan maksimal dimana dalam pelaksanaannya, baik langsung atau tidak langsung. Kondisi kinerja terletak pada faktor manusia sebagai lingkungan kerja dikatakan baik atau sesuai pelaksana kegiatan pekerjaan. Tujuan utama dari peningkatan kinerja karyawan adalah kegiatan secara optimal, sehat, aman, dan agar karyawan baik ditingkat bawah atau Suatu dikatakan baik atau sesuai, apabila dapat melaksanakan kegiatan secara optimal. Berdasarkan sehat, aman, dan nyaman. Kesesuaian belakang di atas, maka penulis tertarik untuk lingkungan kerja dilihat akibat nya dalam jangka waktu yang lama lebih jauh lagi dengan judul AuPengaruh Motivasi Dan lingkungan lingkungan kerja yang kurang Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan kerja baik dapat menuntut tenaga kerja dan waktu Yang Berdampak Pada Kinerja Karyawan PT Daya Santosa di BandungAy. 335 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 KERANGKA TEORI alat perkakas dan bahan yang dihadapi. Motivasi lingkungan sekitarnya dimana seseorang Menurut Sunyoto . , motivasi bekerja, metode kerjanya serta pengaturan membicarakan tentang bagaimana cara kerjanya baik sebagai perseorangan maupun mendorong semangat kerja seseorang, agar Sedarmayanti . Kepuasan Kerja kemampuan dan keahliannya secara optimal guna mencapai tujuan organisasi. Motivasi menjadi penting karena dengan motivasi diharapkan setiap karyawan mau bekerja produktifitas kerja yang tinggi. Perilaku seseorang dipengaruhi dan dirangsang oleh Menurut Hariandja . AuKepuasan kerja adalah perasaan dan khususnya mengenai kondisi kerjanya, pekerjaannya mampu memenuhi harapan, kebutuhan dan keinginannyaAy keinginan, pemenuhan kebutuhan serta Rangsangan timbul dari dalam dan dari luar. Rangsangan ini akan menciptakan dorongan pada seseorang untuk melakukan aktifitas. Kinerja Karyawan Ratundo Sacket mendefinisikan AuKinerja adalah kegiatan yang mencakup semua tindakan atau perilaku yang dikontrol oleh individu dan Lingkungan kerja memberi kontribusi pada pencapaian tujuan- Lingkungan kerja adalah keseluruhan tujuan perusahaanAy: Gambar 1. Paradigma Model Penelitian Menurut Sugiyono . AuHipotesis H1 : Terdapat pengaruh yang signifikan merupakan jawaban sementara terhadap motivasi terhadap kepuasan kerja pada masalah-masalah. PT Daya Santosa di Bandung. kebenarannya melalui data empirik yang terkumpulAy. Adapun rumusan hipotesis yang diajukan sebagai berikut: H2 : Terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja pada PT Daya Santosa di Bandung. 336 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 H3 : Terdapat pengaruh yang signifikan Instrumen dianggap reliabel jika nilai motivasi dan lingkungan kerja secara Cronbach's Alpha lebih dari 0,600 dan tidak simultan terhadap kepuasan kerja pada reliabel jika kurang dari 0,600. PT Daya Santosa di Bandung. Uji asumsi klasik yang digunakan H4 : Terdapat pengaruh yang signifikan karyawan pada PT Daya Santosa di dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan Uji dilakukan untuk menguji distribusi data Bandung. METODE PENELITIAN Data berdistribusi normal jika nilai signifikansi Penelitian ini menggunakan populasi dari 0,05. Uji multikolinearitas sebanyak 87 responden dari PT Daya bertujuan untuk menguji korelasi antar Santosa di Bandung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel multikolinearitas jika nilai tolerance kurang jenuh, di mana semua anggota populasi dari 1 dan nilai Variance Inflation Factor dijadikan sebagai sampel. Oleh karena itu, (VIF) juga kurang dari 1. Uji autokorelasi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan Durbin Watson Test untuk 87 responden. Tidak Jenis penelitian yang dipakai adalah penyimpangan asumsi klasik autokorelasi. penelitian asosiatif, yang bertujuan untuk Uji heteroskedastisitas dilakukan dengan mencari keterhubungan antara variabel- Glejser variabel yang diteliti. Data dianalisis menggunakan berbagai teknik, yaitu uji instrumen, uji asumsi klasik, regresi, koefisien determinasi, dan uji hipotesis. Test Untuk analisis statistik, digunakan analisis regresi linier berganda, koefisien Uji instrumen mencakup uji validitas korelasi, koefisien determinasi, dan uji dan uji reliabilitas. Uji validitas bertujuan Analisis regresi linier digunakan untuk mengetahui ketepatan data dan untuk mencari persamaan regresi yang dapat kesesuaiannya dengan hasil pengukuran. Validitas diuji dengan membandingkan nilai berdasarkan variabel independen. Koefisien signifikansi 2-tailed dengan 0,05. Jika nilai signifikansi 2-tailed kurang dari 0,05, maka tingkat kekuatan hubungan antara variabel instrumen dianggap valid. Sebaliknya, jika independen dan dependen, baik secara nilai signifikansi 2-tailed lebih dari 0,05, maka instrumen tidak valid. Uji reliabilitas determinasi digunakan untuk mengetahui digunakan untuk mengukur konsistensi alat besarnya pengaruh variabel independen Koefisien 337 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 terhadap variabel dependen. Uji hipotesis Dari hasil pengujian diperoleh seluruh menggunakan uji t . dan uji F item kuesioner variabel lingkungan . kerja diperoleh nilai signifikansi 2 tailed hipotesis diterima atau ditolak. sebesar 0,000 < 0,05, dengan demikian instrumen valid. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil pengujian diperoleh seluruh Hasil Uji Instrumen item kuesioner variabel kepuasan kerja Dari hasil pengujian diperoleh seluruh diperoleh nilai signifikansi 2 tailed sebesar 0,000 < 0,05, dengan demikian diperoleh nilai signifikansi 2 tailed instrumen valid. sebesar 0,000 < 0,05, dengan demikian Dari instrumen valid. diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Pengujian Reliabilitas Variabel Cronbach's Alpha 0,632 0,636 0,618 0,627 Motivasi (X. Lingkungan kerja (X. Kepuasan Kerja (Y) Kinerja Karyawan (Z) Berdasarkan hasil pengujuan di atas, (X. Standar Kritis Alpha 0,600 0,600 0,600 0,600 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas lingkungan kerja (X. , kepuasan kerja (Y) Hasil uji normalitas dengan alat uji dan kinerja karyawan (Z) diperoleh nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,600. Dengan demikian dinyatakan reliabel. Kolmogorov-Smirnov Test. Tabel 2. Hasil Normalitas Kolmogorov-Smirnov Test Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Sig. Kepuasan Kerja (Y) This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas diperoleh nilai signifikansi Shapiro-Wilk Statistic Sig. Uji Multikonilieritas Uji 0,200 dimana nilai tersebut lebih besar dari dengan melihat nilai Tolerance Value dan nilai = 0,050 atau . ,200 > 0,. Variance Inflation Factor (VIF). Adapun Dengan demikian maka asumsi distribusi hasil pengujiannya sebagai berikut:. persamaan pada uji ini adalah normal. 338 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Tabel 3. Hasil Uji Multikolinieritas dengan Collinierity Statistic Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta (Constan. Motivasi (X. Lingkungan Kerja (X. Dependent Variable: Kepuasan Kerja (Y) Berdasarkan hasil pengujian pada Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF ini tidak terjadi multikolinearitas. tabel di atas nilai tolerance masing-masing Uji Autokorelasi variabel bebas yaitu 0,708 < 1,0 dan nilai Pengujian dilakukan dengan alat uji Variance Inflation Factor (VIF) sebesar Darbin-Watson (DW tes. Adapun hasil 1,412 < 10, dengan demikian model regresi pengujiannya sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja (X. Motivasi (X. Dependent Variable: Kepuasan Kerja (Y) Hasil pengujian pada tabel di atas Pengujian dilakukan dengan alat uji berada diantara Glejser 550 Ae 2. Dengan demikian Uji Heteroskesdastisitas diperoleh nilai Durbin-Watson sebesar 1,828 nilai tersebut Durbin-Watson Test Model. Adapun pengujiannya sebagai berikut: gangguan autokorelasi. Tabel 5. Hasil Uji Heteroskesdastisitas dengan Glejser Test Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Model (Constan. Motivasi (X. Lingkungan Kerja (X. Dependent Variable: RES2 Dependent Variable: RES2 Hasil menggunakan uji glejser diperoleh nilai Standardized Coefficients Beta Sig. Sig. > 0,050. Dengan demikian regression 339 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Analisis Deskriptif skor tertinggi, ratting score dan standar Pada pengujian ini digunakan untuk mengetahui skor minimum dan maksimum masing-masing Adapun hasilnya sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Analisis Descriptive Statistics Descriptive Statistics Motivasi (X. Lingkungan Kerja (X. Kepuasan Kerja (Y) Kinerja Karyawan (Z) Valid N . Motivasi Minimum Maximum maximum 50 dengan ratting score sebesar 39,28 dengan standar deviasi 3,675. Analisis Kuantitatif 37,53 dengan standar deviasi 3,640. Pada analisis ini dimaksudkan untuk Lingkungan kerja diperoleh varians maximum 46 dengan ratting score sebesar 37,99 dengan standar deviasi 3,391. mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Adapun hasil pengujian sebagai berikut: Analisis Regresi Linier Berganda Kepuasan kerja diperoleh varians maximum 46 dengan ratting score sebesar 38,89 dengan standar deviasi 3,329. Uji regresi ini dimaksudkan untuk mengetahui perubahan variabel dependen Adapun hasil pengujiannya Kinerja karyawan diperoleh varians Std. Deviation maximum 46 dengan ratting score sebesar Mean sebagai berikut: Tabel 7. Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Motivasi (X. Lingkungan Kerja (X. Dependent Variable: Kepuasan Kerja (Y) Berdasarkan hasil pengujian pada Standardized Coefficients Beta Sig. Konstanta sebesar 10,882 diartikan jika tabel di atas, diperoleh persamaan regresi Y motivasi dan lingkungan kerja tidak = 10,882 0,315X1 0,426X2. Dari ada, maka telah terdapat nilai kepuasan persamaan tersebut dijelaskan sebagai kerja sebesar 10,882 point. Koefisien regresi motivasi sebesar 340 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 0,315, angka ini positif artinya setiap ada peningkatan motivasi sebesar 0,315 sebesar 0,426 point. Analisis Koefisien Determinasi point maka kepuasan kerja juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,315 Analisis besarnya persentase pengaruh dari . Koefisien regresi lingkungan kerja variabel independen terhadap variabel sebesar 0,426, angka ini positif artinya dependen baik secara parsial maupun setiap ada peningkatan lingkungan kerja sebesar 0,426 point maka kepuasan sebagai berikut:. Adapun kerja juga akan mengalami peningkatan Tabel 8. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja Model R Square Predictors: (Constan. Motivasi (X. Model Summary Adjusted R Square Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai determinasi sebesar 0,335 artinya Std. Error of the Estimate motivasi memiliki kontribusi pengaruh sebesar 33,5% terhadap kepuasan kerja. Tabel 9. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Lingkungan kerja Terhadap Kepuasan Kerja Model Summary R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. Lingkungan kerja (X. Model Berdasarkan diperoleh nilai determinasi sebesar 0,384 Std. Error of the Estimate 38,4% terhadap kepuasan kerja. Tabel 10. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Motivasi Dan Lingkungan kerja Secara Simultan Terhadap Kepuasan Kerja. Model Summary R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. Lingkungan kerja (X. Motivasi (X. Model Berdasarkan Std. Error of the Estimate 46,8% diperoleh nilai determinasi sebesar 0,468 kepuasan kerja, sedangkan sisanya sebesar artinya motivasi dan lingkungan kerja 53,2% dipengaruhi faktor lain. 341 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Tabel 11. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Model Summary R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. Kepuasan Kerja (Y) Model Berdasarkan diperoleh nilai determinasi sebesar 0,352 Std. Error of the Estimate Uji Hipotesis Uji hipotesis Parsial (Uji . artinya kepuasan kerja memiliki kontribusi Pengujian hipotesis dengan uji t pengaruh sebesar 35,2% terhadap kinerja digunakan untuk mengetahui hipotesis parsial mana yang diterima. Adapun hasil pengujian sebagai berikut: Tabel 12. Hasil Uji Hipotesis Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. Motivasi (X. Dependent Variable: Kepuasan Kerja (Y) Berdasarkan hasil pengujian pada Sig. terdapat pengaruh yang signifikan antara tabel di atas, diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,546 > 1,. , dengan demikian hipotesis yang diajukan bahwa Tabel 13. Hasil Uji Hipotesis Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Model Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. Lingkungan Kerja (X. Dependent Variable: Kepuasan Kerja (Y) Sig. Berdasarkan hasil pengujian pada terdapat pengaruh yang signifikan antara tabel di atas, diperoleh nilai t hitung > t lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja tabel atau . ,286 > 1,. , dengan demikian hipotesis yang diajukan bahwa 342 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Tabel 14. Hasil Uji Hipotesis Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Coefficientsa Standardized Coefficients Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Kepuasan Kerja (Y) Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Z) Sig. Beta Berdasarkan hasil pengujian pada Pengujian hipotesis dengan uji F tabel di atas, diperoleh nilai t hitung > t digunakan untuk mengetahui hipotesis tabel atau . ,789 > 1,. , dengan simultan yang mana yang diterima. demikian hipotesis yang diajukan bahwa Hipotesis ketiga: Terdapat pengaruh yang terdapat pengaruh yang signifikan antara signifikan antara motivasi, lingkungan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan kerja dan motivasi terhadap kepuasan Uji Hipotesis Simultan (Uji F) Tabel 15. Hasil Uji Hipotesis Motivasi dan Lingkungan Kerja Secara Simultan Terhadap Kepuasan Kerja ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Kepuasan Kerja (Y) Predictors: (Constan. Lingkungan kerja (X. Motivasi (X. Berdasarkan hasil pengujian pada Sig. 33,5%. tabel di atas, diperoleh nilai F hitung > F Pengujian hipotesis diperoleh nilai t hitung tabel atau . ,019 > 2,. , dengan > t tabel atau . ,546 > 1,. Dengan demikian hipotesis keempat yang diajukan demikian hipotesis yang diajukan bahwa bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terdapat berpengaruh signifikan antara antara motivasi dan lingkungan kerja motivasi terhadap kepuasan kerja diterima. secara simultan terhadap kepuasan kerja Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Lingkungan PEMBAHASAN signifikan terhadap kepuasan kerja dengan Pengaruh Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja nilai koefisien determinasi sebesar 38,4%. Motivasi terhadap kepuasan kerja dengan nilai Pengujian hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,286 > 1,. Dengan demikian hipotesis yang diajukan bahwa 343 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS terdapat berpengaruh Vol. Nomor 2 Juni 2024 signifikan antara Lingkungan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja signifikan terhadap kepuasan kerja dengan kontribusi pengaruh sebesar 38,4%. Uji hipotesis diperoleh nilai t Pengaruh Motivasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Motivasi hitung > t tabel atau . ,286 > 1,. Motivasi dan lingkungan kerja secara berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan diperoleh persamaan regresi Y = 10,882 0,315X1 0,426X2, dengan kontribusi pengaruh sebesar 46,8% nilai koefisien determinasi sebesar 46,8% 53,2% dipengaruhi faktor lain. Uji hipotesis dipengaruhi faktor lain. Pengujian hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,019 > 2,. ,019 Dengan 53,2% Kepuasan kerja berpengaruh signifikan hipotesis yang diajukan bahwa terdapat berpengaruh signifikan antara motivasi dan kontribusi pengaruh sebesar 35,2%. Uji lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,789 > 1,. Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan SARAN Kepuasan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 35,2%. Pengujian hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,789 > 1,. Dengan demikian hipotesis yang diajukan bahwa terdapat berpengaruh signifikan antara kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan diterima. Perusahaan harus selalu memberikan semangat dan apresiasi yang layak untuk memastikan pegawai memiliki semangat kerja yang tinggi. Perusahaan harus selalu memerhatikan kondisi lingkungan kerja yang cukup nyaman agar karyawan mampu bekerja dengan baik Kinerja perusahaan dapat ditingkatkan dengan memberdayakan pegawai dengan menegakkan peraturan yang baik dan KESIMPULAN Motivasi kontribusi pengaruh sebesar 33,5%. Uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,546 > 1,. pemberian lingkungan kerja yang lebih inten lagi. DAFTAR PUSTAKA