Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN IMAJINATIF TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN MEMPERHATIKAN UNSUR BATIN SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 LUBUKLINGGAU Annisa Fitria1. Satinem 2. Sri Murti 3 Universitas PGRI Silampari1,2,3 Nisa122018@gmail. com1, y. Sartinem@yahoo. Srimurti05@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran imajinatif secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 293 siswa dan sampel atau subyek penelitian ini adalah kelas X. 5 yang berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai thitung 10,152 dan Sig . -taile. 0,000 < 0,05. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran imajinatif secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Kata kunci: Imajinatif. Menulis. Puisi ABSTRACT This study aims to determine whether the application of imaginative learning models can significantly enhance poetry writing skills, with attention to the inner elements, of tenth-grade students at SMA Negeri 4 Lubuklinggau. This research uses a quasiexperimental method. The population in this study consists of 293 students, and the sample or research subject is class X. 5, which includes 29 students. Data collection techniques use the t-test. Based on data analysis results, the calculated t-value is 10. and the Sig . -taile. 000 < 0. The conclusion of this study is that the application of imaginative learning models can significantly improve the poetry writing skills of tenth-grade students at SMA Negeri 4 Lubuklinggau, considering the inner elements. Keywords: Imaginative. Writing. Poetry PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki ruang lingkup yang mencakup empat aspek keterampilan berbahasa, seperti: keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Keempat keterampilan tersebut memegang peranan penting khususnya di dunia pendidikan. Menulis menjadi salah satu keterampilan yang penting bagi siswa. Menulis merupakan suatu kegiatan yang kompleks karena harus melewati proses menyusun, mengorganisasikan isi, dan Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 mengungkapkannya dalam berbagai bahasa tulis. Slamet (Kurnia, 2. menulis adalah kegiatan mengungkapkan gagasan dalam bahasa dan mengeskpresikan dengan menempatkan simbol-simbol grafis yang dilakukan oleh seseorang untuk menghasilkan sebuah tulisan. Nurhadi & Senduk (Fadhillah, 2. menjelaskan bahwa menulis merupakan suatu kegiatan reflektif yang tercermin dalam penyusunan huruf-huruf bermakna dengan isi tulisan yang akan mencirikan kepribadian penulis sesuai dengan sifat bahasa yang dikuasainya. Secara umum bahasa yang digunakan untuk menjadi sesuai dengan tujuan dan kepribadian penulis. Keterampilan menulis dapat dikembangkan dengan berlatih secara teratur, banyak membaca, dan menerima umpan balik untuk memperbaiki kemampuan menulis. Dengan menulis seseorang dapat mengungkapkan pikiran, gagasan dan perasaan dalam bentuk simbol, tanda, tulisan yang bermakna untuk mencapai maksud dan tujuan, misalnya memberitahu, meyakinkan, atau menghibur (Dalman, 2. Melalui kegiatan menulis siswa akan mudah mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan seseorang dalam bentuk tulisan secara luas. Menulis merupakan salah satu kegiatan yang harus dihadapi siswa dalam proses pembelajaran, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia. Melalui kegiatan menulis diharapkan siswa dapat menuangkan idenya baik yang bersifat ilmiah maupun Tarigan (Amin, 2. menjelaskan tujuan kegiatan menulis yaitu: . Memberikan informasi tentang segala sesuatu, baik fakta maupun peristiwa, termasuk pendapat, persepsi dan pandangan tentang fakta, sehingga masyarakat pembaca dapat memperoleh pengetahuan dan pemahaman baru. Membujuk . , melalui tulisan, penulis juga ingin pembaca dapat menentukan sikapnya, harus menyetujui atau mendukung apa yang ditawarkan. Penulis harus mampu meyakinkan dan mempersuasi pembaca dengan gaya bahasa persuasif. Oleh karena itu, fungsi persuasif suatu paragraf akan efektif jika penulis menyajikannya dengan bahasa yang menarik, akrab, bersahabat, dan reseptif. Menghibur. Karya kreatif berupa karya sastra seperti puisi, novel, atau buku bacaan AuringanAy yang kaya akan anekdot, cerita, dan pengalaman menarik juga bisa dibaca untuk menghibur Lara atau menghilangkan stres setelah seharian sibuk beraktivitas. Berekspresi atau mengungkapkan perasaan, dan sesuatu yang dirasakan dengan bahasa tulis, misalnya menulis surat, catatan harian. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Jurnal Language education literature keluh kesah, dan lain-lain. Dalam pembelajaran menulis masih banyak kendala yang dihadapi siswa, terutama dalam pembelajaran menulis puisi. Materi ini terdapat pada kurikulum merdeka SMA kelas X Semester Genap pada (TP 6. , yaitu menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin. Menulis puisi perlu memperhatikan unsur pembangunnya yaitu ada unsur fisik dan unsur batin. Unsur fisik (Struktur bahas. puisi disebut juga metode puisi. Media untuk mengucapkan makna yang ingin disampaikan penyair pada puisi adalah bahasa. Waluyo (Tyasrinestu, 2. dalam arti tertentu, struktur ini berkaitan dengan bahasa. Unsur bentuk atau struktural puisi dapat diuraikan dengan metode puisi, yaitu unsur keindahan yang membentuk struktur luar puisi. Faktor-faktor tersebut dapat dilihat secara individual namun merupakan satu kesatuan yang utuh Unsur fisik terdiri dari: pemilihan kata yang tepat . , penggambaran visual yang kreatif, gaya bahasa yang khas, penyusunan kata yang harmonis . , dan tata letak teks yang menarik . Sedangkan Unsur batin puisi atau (Struktur makn. merupakan pikiran perasaan yang diungkapkan penyair. Menurut Waluyo (Rokhmansyah, 2. unsur batin puisi merupakan wacana teks puisi secara utuh yang mengandung arti atau makna yang hanya dapat dilihat atau dirasakan melalui penghayatan. Unsur batin terdiri dari: gagasan pokok yang disampaikan penyair . , sikap penyair . , pengekspresian perasaan yang mendalam . , dan penyampaian pesan . Pada umumnya, puisi merupakan sebuah tulisan singkat namun penuh makna. Ciri-ciri puisi menurut Satinem & Juwati . berdasarkan jenisnya puisi dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni puisi baru dan puisi lama. Masing-masing jenis puisi tersebut tentunya memiliki ciri dan struktur yang berbeda-beda, adapun ciri-ciri puisi baru sebagai berikut: . Bersifat simentris atau memiliki bentuk rapi. Memiliki sajak yang teratur. Lebih menggunakan sajak syair, atau pola pantun. Umumnya berbentuk empat seuntai. Terdiri dari kesatuan sintaksis . Disetiap gatra terdiri dari 4 sampai 5 suku Diketahui nama pengarangnya, dengan puisi Perkembangannya secara lisan serta tertulis. Tidak terikat oleh berbagai aturan seperti rima, jumlah baris dan suku kata. Menggunakan majas yang dinamis atau berubah-ubah. Biasanya berisikan kehidupan. Biasanya lebih banyak memakai sajak pantun dan syair. Memiliki bentuk yang lebih rapi dan simetris. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Memiliki rima akhir yang teratur. Pada tiap-tiap barisnya berupa kesatuan sintaksis. (Setiyadi, 2. Tujuan pembelajaran menulis puisi antara lain: Siswa dapat menulis puisi dengan baik dalam pemilihan kata, menuangkan ide, pikiran, dan perasaannya dengan memperhatikan unsur-unsur di dalamnya. Dalam menulis puisi dibutuhkan kemampuan menyampaikan ide, gagasan, dan menuangkan berbagai perasaan, pikiran dengan kata-kata yang mengandung estetika. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan kepada guru kelas X Ibu Nurmala Dewi. Pd. , pada tanggal 30 Oktober 2023 di SMA Negeri 4 Lubuklinggau, menunjukkan hasil belajar siswa rendah. Nilai pada pembelajaran Bahasa Indonesia di bawah kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP), yang telah ditetapkan sekolah yaitu 72 dengan jumlah peserta didik 36 siswa, adapun peserta didik yang belum memenuhi KKTP. Peserta didik yang tuntas harus mencapai KKTP 50% . peserta didi. Sedangkan peserta didik yang belum tuntas 50% . peserta Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, penyebab menurunnya kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis puisi: kurangnya kemampuan siswa dalam mengekspresikan ide atau gagasan yang dimilikinya. Selain itu, siswa juga kurang dalam menguasai diksi yang akan digunakan dalam menulis puisi. Kesulitan lainnya juga dalam menyampaikan makna secara mendalam secara langsung dari pemilihan kata atau ungkapan yang digunakan oleh siswa tidak tepat, sehingga kejelasan makna puisi yang ditulis tidak dapat dipahami. Beberapa kesalahan umum melibatkan pemilihan kata yang tidak tepat yang tidak sesuai dengan aturan tata bahasa. Siswa mengalami keterbatasan serta kesulitan untuk menulis apa yang ada dipikiran, perasaan, dan daya ingat maupun dengan yang dilihat dan didengar. Upaya untuk mengatasi permasalahan di atas peneliti mempunyai ide alternatif mengoptimalkan pembelajaran tersebut dengan menerapkan model pembelajaran Istilah model pembelajaran sangat erat dengan konsep strategi pembelajaran. Siswanto & Ariani . menjelaskan bahwa model pembelajaran imajinatif memungkinkan siswa secara bebas untuk mengungkapkan gagasan, pendapat, khayalan, atau imajinasinya dalam bentuk tulisan. Sejalan dengan pendapat di atas Silberman . bahwa model pembelajaran imajinatif adalah model pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 secara lebih aktif dan proaktif. Melalui model pembelajaran, guru dapat membantu siswa memperoleh informasi, keterampilan, cara berpikir, dan mengungkapkan idenya. Model pembelajaran juga berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan guru untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar yang inovatif, kreatif, dan menyenangkan Joyce & Weil (Wahid, 2. menjelaskan bahwa model pembelajaran adalah model yang digunakan dalam perancangan kurikulum dan pembelajaran jangka Merancang bahan pembelajaran dan panduan belajar di dalam atau di luar Model pembelajaran imajinatif diharapkan dapat mengoptimalkan serta menuntaskan permasalahan siswa dalam menulis puisi. Silberman . kelebihan model pembelajaran imajinatif sebagai berikut: . Menjadikan siswa aktif sejak awal, . Membantu siswa lebih mengenal satu sama lain atau menciptakan semangat kerja antar siswa, . Membantu proses belajar secara langsung sehingga menimbulkan minat awal terhadap pelajaran, . Menjadikan siswa kreatif, . Membantu siswa mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara aktif. Model ini juga pernah dilakukan oleh Mulyadi . yang berjudul AuPenerapan Model Pembelajaran Imajinatif dalam Meningkatkan Keterampilan MengarangAy berdasarkan hasil penelitian tersebut penerapan model pembelajaran imajinatif dalam meningkatkan keterampilan mengarang terbukti efektif. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Hasan . yang berjudul AuPenerapan Metode Field trip dalam Menulis Puisi Siswa Kelas XAy berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan jika penggunaan metode field trip berpengaruh dan efektif terhadap pembelajaran menulis puisi. Adapun langkah-langkah penerapan model pembelajaran imajinatif menurut Siswanto & Ariani . adalah sebagai berikut: . Guru memberikan penjelasan tentang tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar (KD) yaitu tentang menulis puisi, . Guru menjelaskan secara singkat cara menulis, terutama dalam bentuk menulis puisi, . Guru membagikan lembar kerja siswa. Kemudian guru meminta siswa untuk mencari objek secara bebas sesuai imajinasinya. Siswa boleh tetap berada di kelas namun boleh juga keluar kelas . salkan ada batasan waktu khususnya pada pelajaran bahasa Indonesi. sehingga siswa mempunyai target waktu yang dapat digunakannya untuk mencari objek dan mengembangkannya menjadi sebuah paragraf, . Setiap siswa menulis puisi dengan Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 kreativitas dan daya cipta masing-masing, . Setelah selesai, tugaskan seorang siswa untuk menampilkan atau membaca hasil menulis puisi tersebut, . Setiap siswa yang selesai menampilkan tulisan puisinya diberikan aplaus. Siswa lain mempunyai kesempatan untuk memberikan jawaban, pendapat, kritik atau saran mengenai tulisan puisi tersebut, . Guru menunjuk siswa lain untuk bersedia membaca tulisan puisi. Tidak semua siswa diwajibkan membaca puisi. karena tujuan pembelajaran adalah menulis puisi, . Evaluasi Penilaian meliputi isi tulisan, kalimat, pilihan kata, ejaan, tanda baca, dan lainnya, . Simpulan. Model pembelajaran imajinatif dianggap menyenangkan karena mengajarkan siswa untuk menulis secara bebas berdasarkan imajinasinya sendiri. Mengungkapkan segala gagasan, pikiran, pendapat, khayalan atau imajinasinya dalam bentuk tulisan. Model pembelajaran imajinatif ini bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuannya berkonsentrasi dan berpikir. (Siswanto & Ariani, 2. Dengan demikian, siswa dapat menciptakan idenya sendiri. Imajinasi merupakan pelengkap kreatif yang sangat efektif untuk belajar bersama. Dengan diterapkannya strategi ini dapat membantu siswa untuk berfikir kreatif secara individu dan meningkatkan daya pikir siswa. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan model pembelajaran yang diterapkan sebelumnya yang dinilai tidak efektif karena tidak bisa menuntaskan hasil belajar siswa, sebelumnya guru hanya menggunakan metode tradisional seperti ceramah, sedangkan siswa hanya dijadikan sebagai subjek saja, inilah yang membuat proses belajar mengajar menjadi tidak efektif. Dengan diterapkannya model pembelajaran imajinatif ini diharapkan proses belajar mengajar siswa lebih optimal, meningkatkan kreativitas siswa, dan mampu menuntaskan secara signifikan permasalahan dalam penulisan puisi. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul "Penerapan Model Pembelajaran Imajinatif terhadap Kemampuan Menulis Puisi Dengan Memperhatikan Unsur Batin Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu. Data dalam penelitian ini, berupa data kuantitatif berupa angka-angka . kor atau nila. yang diperoleh dari hasil tes menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran imajinatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah teknik tes, wawancara, dan dokumentasi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pretest dan postest. Kegiatan eksperimen ini melakukan tiga tahapan, tahap pertama dilakukan kegiatan pretest tanpa dilaksanakan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran imajinatif dalam menjelaskan materi menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin. Tahap kedua diberi perlakuan atau treatment pada materi menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin dengan menggunakan model pembelajaran imajinatif. Kemudian tahap ketiga melakukan kegiatan postest. Analisis data yang digunakan dalam melakukan penelitian ini yaitu menentukan nilai rata-rata simpangan baku, uji normalitas data, pengujian hipotesis . , kriteria perhitungan uji-t. Kemudian menggunakan SPSS versi 24. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 Januari sampai dengan tanggal 13 Februari 2024 di SMA Negeri 4 Lubuklinggau dengan siswa sampel yaitu kelas X. yang berjumlah 29 orang. Data dalam penelitian ini berupa data pretest diperoleh dari tes kemampuan menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin sebelum menggunakan model pembelajaran imajinatif. Sedangkan data postest adalah data tes kemampuan menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin setelah menggunakan model pembelajaran imajinatif. Tes yang diberikan kepada siswa sampel berupa tes essay yang bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran imajinatif secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Pretest dilakukan sebelum menggunakan model P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Jurnal Language education literature pembelajaran imajinatif dan data penelitian yang diperoleh dari tes awal . berupa tes essay sebanyak 1 soal. Pada soal pretest siswa langsung diberikan tugas menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin. Hasil pretest selanjutnya dikoreksi dan diberikan penilaian. Dari hasil penilaian dapat diketahui kemampuan menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin pada siswa kelas X. 5 SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Nilai terendah 24, nilai tertinggi 76 dengan nilai rata-rata sebesar 53,79% Untuk lebih jelasnya data hasil pretest dapat dilihat pada tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1 Hasil Pretest Kemampuan Menulis Puisi Nilai Ou 72 < 72 Predikat Tuntas Tidak Tuntas Jumlah Frekuensi Pretest Persentase 17,24% 82,76% Berdasarkan tabel 1 dapat di ketahui bahwa hasil pretes kemampuan menulis puisi siswa yaitu 29 orang siswa, sebanyak 5 siswa ( 17,24%) mencapai kriteria ketuntasan yang diterapkan dan 24 siswa . ,76%) yang belum mencapai ketuntasan jadi nilai rata-rata 53,79% . Dari penjelasan di atas bahwa hasil belajar siswa dalam menulis puisi belum maksimal atau belum mencapai KKM 72 yang ditentukan dari pihak sekolah. Postest dilakukan sudah . melalui penerapan model pembelajaran imajinatif terhadap kemampuan menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin. Setelah guru melakukan . dengan menerapkan model pembelajaran imajinatif kemudian peneliti melakukan postest dengan memberikan tugas menulis puisi. Hasil postest selanjutnya dikoreksi dan diberikan penilaian sesuai dengan indikator yang telah Dari hasil penilaian dapat diketahui kemampuan menulis puisi pada siswa kelas X. 5 SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Nilai terendah 60, nilai tertinggi 96 dengan nilai rata-rata 78,48%. Untuk lebih jelasnya data hasil postest dapat dilihat tabel 2 sebagai berikut: P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Jurnal Language education literature Nilai Ou 72 < 72 Tabel 2 Hasil Postest Kemampuan Menulis Puisi Predikat Pretest Frekuensi Persentase Tuntas 86,21% Tidak Tuntas 13,79% Jumlah Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa hasil postest kemampuan menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin yaitu dari 29 orang siswa, sebanyak 4 siswa . ,79%) belum mencapai kriteria ketuntasan yang diterapkan dan 25 siswa . ,21%) sudah mencapai ketuntasan. Maka dari penjelasan di atas dapat disimpulkan dari hasil postest siswa sudah mencapai KKM 72 yang telah ditentukan dari pihak sekolah. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran imajinatif secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Berdasarkan hitungan yang telah dilakukan dan didapatkan nilai rata-rata dan simpangan baku pretest 15,66 dan postest 9,705. Uji normalitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah data hasil tes siswa berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan ketentuan perhitungan data statistik mengenai uji normalitas data dengan taraf signifikan Ou 0. 05 maka masing-masing data dapat dikatakan berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji normalitas data yang menggunakan versi SPSS 24 dilihat pada tabel Shapiro-Wilk dapat disimpulkan bahwa data pretest berdistribusi normal karena nilai signifikan . lebih besar dari 0,05 atau 0,136 Ou 0,05 sedangkan data postest juga berdistribusi normal dengan nilai signifikan . lebih besar dari 0,05 atau 0,431 Ou 0,05. Berdasarkan pengolahan data Uji "t" (Hipotesi. dari hasil data di atas dapat dilihat pada tabel Paired Samples Test Sig 2-tailed sebesar 0,000 maka nilai tersebut lebih kecil dari a = 0,05. Maka kedua varians tersebut dapat dinyatakan normal. Berdasarkan tabel di atas nilai pada kolom 1 hasil perhitungan menggunakan SPSS uji "t" sebesar 10,152 dan kolom 7 sebesar 10,152 selanjutnya sig . -taile. 0,000. Kemudian melihat Ho nilai Sig . -taile. Jika Ou maka Ho ditolak dan Ha diterima, maka nilai tertinggi 95% dapat di tentukan menggunakan SPSS versi 24 dan hasil sig . -taile. ,000 < 0,. Pada penjelasan di atas dapat disimpulkan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Jurnal Language education literature bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin siswa kelas X. 5 SMA Negeri 4 Lubuklinggau setelah dilakukan penerapan model pembelajaran imajinatif secara signifikan tuntas. Pembahasan Berdasarkan hasil data tes awal . dan data tes akhir . , penulis dapat menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran imajinatif secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Pada hasil tes menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin sebelum menerapkan model pembelajaran imajinatif diketahui nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 24 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 76, dengan nilai rata-ratanya adalah 53,79. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau sebelum diberi pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran imajinatif belum mencapai ketuntasan hasil belajar. Hal ini disebabkan, karena pada kegiatan pretest ini siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran, kecilnya keinginannya siswa dalam mengikuti pembelajaran, tentang materi memperhatikan unsur batin, karena siswa tidak tertarik mengikuti pembelajran menulis puisi, sehingga siswa sulit untuk memahami materi menulis puisi. Kemudian, penulis mengadakan kegiatan treatment dengan menerapkan model pembelajaran imajinatif. Adanya perubahan cara mengajar yang dirasakan oleh siswa sebagai hal yang baru, siswa berantusias untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran imajinatif. mengadakan tahap pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran imajinatif. Dalam proses pembelajaran ini dilakukan dengan langkah-langkah yaitu: . Guru memulai dengan memberikan penjelasan tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar yaitu menulis puisi. Guru memberikan panduan teknis tentang cara menulis puisi, bagi siswa. Guru membagikan lembar kerja dan memberi kebebasan pada siswa untuk mencari objek sesuai imajinasi. Siswa boleh tetap berada di kelas namun boleh juga keluar kelas Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 . salkan ada batasan waktu khususnya pada pelajaran bahasa Indonesi. sehingga siswa mempunyai target waktu yang dapat digunakannya untuk mencari objek dan mengembangkannya menjadi sebuah paragraf. Setiap siswa menulis puisi dengan kreativitas dan daya cipta masing-masing. Selanjutnya, langkah . Siswa menampilkan puisi, menerima tanggapan dari teman-teman. Pada tahapan ini guru juga dapat melibatkan interaksi antar siswa dengan menunjuk siswa lain untuk membaca tulisan puisi. Guru memberikan evaluasi atau penilaian komprehensif untuk mengukur hasil pembelajaran menulis puisi siswa isi tulisan, kalimat, pilihan kata, ejaan, dan tanda baca. Kesimpulan melibatkan proses penilaian dan refleksi untuk mengevaluasi hasil pembelajaran siswa secara keseluruhan. Setelah mengadakan kegiatan treatment menggunakan model pembelajaran imajinatif dengan materi menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin. Hasil siswa meningkat ini dibuktikan pada saat postest. Siswa yang tuntas 25 siswa . ,21%) dan siswa yang tidak tuntas 4 . Dengan hasil perolehan nilai siswa adalah 60 terendah dan nilai tertinggi 96, sedangkan nilai rata-ratanya adalah 78,48, sehingga kemampuan menulis puisi dengan mempehatikan unsur batin siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau setelah penerapan model pembelajaran imajinatif menjadi lebih Jadi, dapat disimpulkan bahwa kemampuan akhir siswa terdapat peningkatan. Untuk mendukung pendapat di atas, menurut Siswanto & Ariani . menjelaskan bahwa model pembelajaran imajinatif memungkinkan siswa secara bebas untuk mengungkapkan gagasan, pendapat, khayalan atau imajinasinya dalam bentuk Silberman . juga menjelaskan bahwa model pembelajaran imajinatif merupakan proses pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara lebih aktif dan proaktif. Berdasarkan sudut pandang di atas, bahwa model pembelajaran imajinatif adalah model pembelajaran yang memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasan dan imajinasi mereka melalui tulisan. Tujuan utamanya untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap berbagai konsep dan mengembangkan keterampilan, tidak hanya melibatkan Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 pengetahuan, tetapi juga mendorong kreativitas dan ekspresi pribadi. Dengan memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi, secara unik dan kreatif. Setelah proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran imajinatif pada kemampuan menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin. Terdapat peningkatan dari hasil belajar pretest banyak siswa yang belum tuntas 24 dan siswa yang tuntas 5. Dengan hasil perolehan nilai siswa terendah 24 dan nilai tertinggi 76, sedangkan hasil belajar postest siswa yang tuntas 25 siswa dan siswa yang tidak tuntas Dengan hasil perolehan nilai siswa adalah 60 terendah dan nilai tertinggi 96. Diketahui bahwa siswa yang tidak tuntas dari hasil pretest dan postest mendapatkan nilai paling rendah dalam menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin berdasarkan 5 indikator penilaian: tema, rasa, nada, suasana dan amanat. Nilai terendah pada aspek nada dan suasana hal ini dikarenakan keterbatasan kosakata dan keterampilan bahasa untuk menciptakan nada dan suasana yang kuat dalam puisi. Siswa juga kurang percaya diri dalam penggunaan kata-kata untuk mengekspresikan perasaan yang tepat dengan cara yang menarik, kurangnya kreativitas dan imajinanasi. Berkenaan dengan itu berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan SPSS versi 24, diketahui jika nilai uji "t" . yaitu sebesar = . dan sig . -taile. yaitu 0,000 < 0,05 maka Ha diterima Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan model pembelajaran imajinatif secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran imajinatif secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis puisi dengan memperhatikan unsur batin siswa kelas X SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis diperoleh Jika sebesar = . dan sig . -taile. yaitu 0,000 < 0,05 maka Ha diterima Ho P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Jurnal Language education literature DAFTAR PUSTAKA