JKM Jurnal Kesehatan Masyarakat ITEKES Cendekia Utama Kudus P-ISSN 2338-6347 E-ISSN 2580-992X Vol. No. April 2026 HUBUNGAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU MEROKOK ELEKTRIK PADA SISWA SMP DI KOTA JAMBI Rini Sumita1. Ridwan2. Mumammad Rifqi Azhary3. Puspita Sari4 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Universitas Jambi Email : fkm. ridwan@unja. ABSTRAK Penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja menunjukkan tren peningkatan dan menjadi perhatian serius dalam bidang kesehatan masyarakat, khususnya pada siswa sekolah menengah pertama yang berada pada fase perkembangan Secara global, jumlah pengguna vape telah melampaui 100 juta orang, termasuk kelompok remaja yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan nikotin dan zat adiktif lainnya. Di Indonesia, data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) melaporkan bahwa sekitar 10,6% pelajar pernah menggunakan vape. Sementara itu, di Provinsi Jambi terjadi peningkatan prevalensi dari 0,8% pada tahun 2018 menjadi 1,9% pada tahun 2023. Pada masa remaja, keluarga terutama orang tua memiliki peranan penting dalam membentuk nilai, sikap, dan perilaku kesehatan Oleh karena itu, kajian mengenai keterkaitan peran orang tua dengan perilaku penggunaan vape menjadi relevan untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara peran orang tua dan perilaku vaping pada siswa SMP Negeri di Kota Jambi tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang . ross-sectiona. Populasi penelitian 334 siswa dari SMP Negeri 1-13 di Kota Jambi, dengan sampel sebanyak 233 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara peran orang tua dan perilaku vaping . = 0,011. p < 0,. Kata Kunci: Peran Orang Tua. Perilaku merokok elektrik, remaja, vape ABSTRACT The use of electronic cigarettes among adolescents has continued to rise and has become an important public health concern, particularly among junior high school students who are at a vulnerable stage of development. Globally, the number of vape users has exceeded 100 million, including adolescents who are at high risk of nicotine exposure and other addictive substances. In Indonesia, data from the Global Youth Tobacco Survey (GYTS) indicate that approximately 6% of students have tried vaping, while in Jambi Province the prevalence increased from 0. 8% in 2018 to 1. 9% in 2023. During adolescence, parents play a crucial role in shaping attitudes and health-related behaviors. examining the association between parental roles and vaping behavior is This study aimed to analyze the relationship between parental roles and vaping behavior among public junior high school students in Jambi City in 2025 using a quantitative cross-sectional design. The population comprised 10,334 students from Public Junior High Schools 1Ae13, with 233 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed through univariate and bivariate methods with the Chi-Square test, revealing a statistically significant association between parental roles and vaping behavior . = 0. p < 0. Keywords: Parental role, e-cigarette use, adolescents, vape LATAR BELAKANG Perilaku penggunaan rokok elektrik . merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang semakin mendapat perhatian, terutama pada kelompok remaja. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan electronic cigarette pada remaja menunjukkan peningkatan yang pesat, baik secara global maupun nasional . Secara global, 13Ae15 menggunakan rokok elektrik, yang mencerminkan luasnya penetrasi produk ini pada populasi usia sekolah . Sejumlah laporan surveilans internasional juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tren kenaikan penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja, sebagaimana tergambar dalam berbagai hasil skrining perilaku merokok pada kelompok usia muda . Perkembangan industri tembakau turut mendorong hadirnya rokok elektrik sebagai produk alternatif yang pada awalnya dipasarkan sebagai pilihan yang dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional . Secara mekanisme, rokok elektrik bekerja dengan memanaskan cairan . melalui sumber energi listrik sehingga menghasilkan aerosol untuk dihirup oleh pengguna . Cairan tersebut umumnya mengandung nikotin, bahan perisa, gliserin, serta propilen glikol . Daya tarik rokok elektrik di kalangan remaja tidak terlepas dari persepsi risiko yang lebih rendah, tampilan produk yang modern dan variatif, serta ketersediaan berbagai rasa, seperti manis dan buah, yang mudah diperoleh di pasaran . Indonesia, kecenderungan meningkat seiring perubahan pola konsumsi produk tembakau . Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 melaporkan bahwa sekitar 7,4% penduduk usia 10Ae18 tahun merupakan perokok, angka ini lebih rendah dibandingkan prevalensi tahun 2018 sebesar 9,1% . Meskipun demikian, penurunan prevalensi merokok konvensional tidak secara otomatis diikuti oleh penurunan penggunaan rokok elektrik . Hasil Global Youth Tobacco Survey (GYTS) tahun 2019 justru menunjukkan peningkatan prevalensi merokok pada kelompok usia 13Ae15 tahun, dari 18,3% pada tahun 2016 menjadi 19,2% pada tahun 2019 . Pada tingkat daerah. Provinsi Jambi juga mengalami kenaikan proporsi pengguna rokok elektrik, yaitu dari 0,8% berdasarkan Riskesdas 2018 menjadi 1,9% pada SKI 2023 . Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan rokok elektrik tidak hanya menjadi isu nasional, tetapi juga berkembang di tingkat regional. Sejumlah kajian di Kota Jambi pada siswa SMA dan SMK negeri menunjukkan bahwa praktik penggunaan rokok elektrik tergolong tinggi . Faktor yang berkontribusi terhadap perilaku tersebut diduga berasal dari pengaruh lingkungan keluarga, pergaulan teman sebaya, serta paparan informasi melalui media sosial dan promosi produk rokok elektrik . Dalam konteks keluarga, kualitas hubungan antara orang tua dan anak mencakup pola komunikasi, bentuk pengawasan, pola asuh, serta sikap orang tua terhadap perilaku merokok memegang peranan penting dalam membentuk perilaku kesehatan remaja . Beberapa studi di Indonesia mengindikasikan bahwa lemahnya pengawasan dan sikap yang cenderung permisif dari orang tua terhadap penggunaan rokok elektrik dapat meningkatkan peluang remaja untuk mencoba maupun menggunakan vape, meskipun sebagian di antaranya telah mengetahui risiko kesehatannya . Peningkatan angka penggunaan rokok elektrik menunjukkan bahwa remaja masih terekspos nikotin dan zat adiktif lainnya, di tengah tren konsumsi rokok Situasi perhatian yang serius, mengingat masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan kebiasaan dan pola perilaku yang berpotensi menetap hingga dewasa . Penggunaan rokok elektrik pada usia muda dapat berdampak pada gangguan fungsi pernapasan, munculnya ketergantungan nikotin, serta meningkatkan kemungkinan beralih ke rokok tembakau di kemudian hari . Hasil penelitian di Kota Jambi menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik banyak ditemukan pada kelompok remaja akhir dan usia produktif . Kondisi tersebut menegaskan pentingnya pelaksanaan upaya pencegahan sejak jenjang Sekolah Menengah Pertama sebagai bentuk intervensi dini guna menghambat peningkatan perilaku penggunaan rokok elektrik pada tahap perkembangan berikutnya. Meskipun demikian, penelitian yang secara khusus mengkaji keterkaitan antara orang tua dan perilaku penggunaan rokok elektrik pada siswa SMP di Kota Jambi masih relatif terbatas. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan guna menganalisis hubungan antara orang tua dengan perilaku merokok elektrik pada siswa SMP Negeri di Kota Jambi. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam pengembangan intervensi promosi dan pencegahan kesehatan berbasis keluarga, sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi pihak sekolah serta pemangku kepentingan di bidang kesehatan masyarakat dalam upaya menekan perilaku penggunaan rokok elektrik pada remaja. METODE PENELITIAN Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang . ross-sectiona. Subjek penelitian meliputi seluruh siswa SMP Negeri 1Ae13 di Kota Jambi dengan total populasi sebanyak 334 siswa. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan, sehingga sampel berjumlah 233 responden yang merupakan siswa aktif berusia 12Ae 15 tahun. Pelaksanaan penelitian berlangsung pada November hingga Desember 2025. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang dirancang untuk mengukur variabel peran orang tua dan perilaku merokok elektrik pada siswa. Analisis data dilakukan secara bertahap, meliputi analisis univariat untuk mendeskripsikan distribusi karakteristik setiap variabel, serta analisis bivariat dengan uji Chi-Square guna menguji hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Tabel 1. Karakteristik Responden Penelitian No. Karakteristik Responden Frekuensi Usia 12 Tahun 13 Tahun 14 Tahun 15 Tahun Kelas VII Vi Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Persentase (%) Berdasarkan Tabel 1, karakteristik responden memperlihatkan bahwa sebagian besar siswa berusia 13 tahun, yaitu 97 siswa . ,6%). Berdasarkan tingkat kelas, proporsi tertinggi berasal dari kelas IX dengan jumlah 83 siswa . ,6%). dan mayoritas berjenis kelamin laki-laki, yaitu 175 siswa . ,1%). Tabel 2. Perilaku Merokok Elektrik Pada Siswa Perilaku Merokok Elektrik Frekuensi Merokok Elektrik Tidak Merokok Elektrik Persentase(%) Berdasarkan tabel 2, dari total 233 responden yang diteliti terdapat 119 siswa . ,1%) yang merokok elektrik, sedangkan 114 siswa . ,9%) tidak merokok elektrik. Data tersebut memperlihatkan bahwa proporsi siswa yang menggunakan rokok elektrik sedikit lebih besar dibandingkan dengan yang tidak menggunakan. Tabel 3. Distribusi Perilaku Merokok Elektrik Pada Siswa Perilaku Merokok Elektrik Baik Buruk Total Berdasarkan Tabel 3, diketahui bahwa dari 119 responden . ,1%) yang pernah menggunakan rokok elektrik, sebagian besar memiliki perilaku merokok elektrik yang tergolong buruk, yaitu masih menggunakan rokok elektrik dalam 30 hari terakhir, sebanyak 88 responden . ,8%). Sementara itu, 31 responden . ,3%) memiliki perilaku merokok elektrik yang tergolong baik, yaitu tidak menggunakan rokok elektrik dalam 30 hari terakhir. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik pada responden masih tergolong cukup tinggi dalam satu bulan terakhir. Secara umum, pola penggunaan rokok elektrik pada responden cenderung tidak rutin, di mana sebagian responden menggunakan rokok elektrik sekali dalam sebulan . ,0%) dan sekali dalam seminggu . ,4%), sementara pengguna harian relatif sedikit . ,2%). Lama penggunaan satu katrid/pod rokok elektrik umumnya berkisar 3Ae4 minggu . ,7%). Selain itu, mayoritas responden mulai menggunakan rokok elektrik pada usia yang relatif dini, yaitu 10Ae12 tahun . ,3%). Meskipun demikian, sebagian responden . ,1%) menyatakan memiliki keinginan untuk berhenti menggunakan rokok elektrik, yang menunjukkan adanya kesadaran untuk melakukan perubahan perilaku terkait penggunaan rokok elektrik Tabel 4. Distribusi Frekuensi Peran Orang Tua Peran Orang Tua Mendukung Tidak Mendukung Berdasarkan Tabel 4, distribusi peran orang tua pada siswa SMP Negeri di Kota Jambi menunjukkan bahwa sebanyak 117 responden . ,2%) memiliki orang tua pada kategori mendukung, sedangkan 116 responden . ,8%) berada pada kategori tidak mendukung. Analisis Bivariat Tabel 5. Hubungan Orang Tua dengan Perilaku Merokok Elektrik Pada Siswa Perilaku Merokok Elektrik Orang Tua PPR. %CL) Tidak Merokok Merokok Elektrik Total Elektrik Tidak 57,8 49 42,2 116 Mendukung Mendukung 40,2 70 59,8 117 Total 48,9 119 51,1 233 Selanjutnya, berdasarkan Tabel 5, hasil analisis menunjukkan bahwa pada kelompok siswa dengan orang tua yang mendukung, persentase perilaku merokok elektrik lebih tinggi . ,8%) dibandingkan yang tidak merokok elektrik. Sebaliknya, pada kelompok siswa dengan orang tua yang tidak mendukung, mayoritas responden tidak merokok elektrik . ,8%). Uji Chi-Square menghasilkan nilai p sebesar 0,011 . < 0,. , yang mengindikasikan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara peran orang tua dan perilaku merokok elektrik pada siswa SMP Negeri di Kota Jambi tahun 2025. Pembahasan Hasil penelitian ini memperlihatkan adanya keterkaitan yang bermakna antara sikap serta dukungan orang tua dengan perilaku penggunaan rokok elektrik pada siswa SMP di Kota Jambi. Pada kelompok siswa yang orang tuanya menunjukkan sikap mendukung terhadap rokok elektrik, proporsi pengguna mencapai 59,8%. Sebaliknya, pada siswa dengan orang tua yang tidak mendukung, sebagian besar responden justru tidak menggunakan rokok elektrik . ,8%). Analisis menggunakan uji Chi-Square menghasilkan nilai p sebesar 0,011 . < 0,. , yang menandakan hubungan tersebut signifikan secara statistik. Selain itu, nilai Prevalence Ratio (PR) sebesar 0,706 . % CI: 0,545Ae 0,. menunjukkan bahwa siswa dengan orang tua yang tidak mendukung memiliki kemungkinan sekitar 0,7 kali lebih rendah untuk menggunakan rokok elektrik dibandingkan dengan siswa yang orang tuanya mendukung. Dengan demikian, sikap orang tua yang tidak mendukung dapat dipandang sebagai faktor protektif terhadap perilaku Temuan ini dapat dijelaskan melalui kerangka teori Lawrence Green dalam model PrecedeAeProceed yang menempatkan faktor penguat . einforcing factor. sebagai komponen penting dalam pembentukan perilaku kesehatan . Dukungan, sikap, serta praktik yang ditunjukkan orang tua berpotensi memperkuat atau justru menghambat keputusan remaja dalam mengadopsi suatu kebiasaan, termasuk penggunaan rokok Orang tua yang memberikan contoh perilaku merokok, bersikap abai terhadap aturan, atau menerapkan pola asuh permisif dengan pengawasan yang lemah dapat menjadi penguat yang mendorong keterlibatan remaja dalam perilaku tersebut. Sebaliknya, sikap tegas terhadap larangan merokok, komunikasi yang terbuka mengenai risiko kesehatan, serta konsistensi dalam penerapan aturan keluarga berperan sebagai penguat yang menekan munculnya perilaku merokok elektrik (. Hasil penelitian ini juga relevan dengan sejumlah studi terdahulu Fahria et al. melaporkan adanya hubungan bermakna antara peran orang tua dan penggunaan rokok elektrik . = 0,. Penelitian Derniati et al. di Jambi menemukan hubungan yang lebih kuat dengan p = 0,001 dan PR = 2,233 . % CI: 1,700Ae2,. , menunjukkan perbedaan risiko penggunaan rokok elektrik berdasarkan dukungan orang tua . Demikian pula. Anisa Khoiriah et al. di Pekanbaru melaporkan hubungan bermakna antara pengaruh orang tua dan perilaku penggunaan rokok elektrik . = 0,. Ridwan et al. juga menyatakan bahwa remaja yang kurang mendapatkan pengawasan serta orang tua memiliki risiko lebih tinggi untuk merokok . Konsistensi keteladanan, dan sikap orang tua terhadap rokok elektrik memiliki peranan penting dalam membentuk keputusan remaja . Secara psikososial, masa remaja merupakan periode pencarian identitas yang ditandai dengan kepekaan terhadap norma di lingkungan terdekat, terutama keluarga . Sikap orang tua yang tidak tegas atau cenderung netral terhadap penggunaan rokok elektrik dapat ditafsirkan menurunkan persepsi risiko dan mendorong normalisasi perilaku tersebut di rumah. Sebaliknya, komunikasi yang efektif dan pengawasan yang memadai berkontribusi dalam memperkuat kontrol diri remaja serta meningkatkan kesadaran terhadap dampak negatif paparan nikotin dan zat adiktif lainnya . Dari perspektif intervensi kesehatan masyarakat, keterlibatan orang tua diakui sebagai faktor protektif dalam mencegah perilaku penggunaan pada remaja . Penelitian pengawasan, komunikasi, dan sikap orang tua berpengaruh terhadap keputusan remaja dalam menggunakan e-cigarette . Remaja dari keluarga dengan pola asuh permisif tercatat lebih banyak merokok dibandingkan dengan remaja yang dibesarkan dengan pola asuh lebih tegas, menegaskan bahwa kebebasan tanpa arahan dapat meningkatkan kecenderungan perilaku berisiko . Selain itu, eksplorasi kualitatif mengenai intervensi keluarga menegaskan bahwa edukasi kepada orang tua serta penguatan keterampilan komunikasi antar generasi dapat meningkatkan efektivitas pencegahan perilaku merokok elektrik pada remaja . Peningkatan kecenderungan penggunaan rokok elektrik pada kelompok usia remaja di Kota Jambi menunjukkan perlunya penerapan pendekatan berbasis keluarga secara lebih optimal. Penegasan sikap orang tua yang tidak mendukung penggunaan rokok elektrik perlu dilakukan sejak jenjang Sekolah Menengah Pertama, mengingat tahap ini merupakan periode krusial dalam pembentukan pola perilaku dan internalisasi norma kesehatan pada remaja. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa orang tua merupakan faktor penting yang berhubungan dengan perilaku merokok elektrik pada siswa. Orang tua yang memberikan contoh perilaku merokok atau bersikap permisif dapat meningkatkan risiko perilaku merokok elektrik, sedangkan pengawasan dan sikap menolak berfungsi sebagai faktor protektif. Peran orang tua sebagai pengawas, pendidik, dan teladan sangat menentukan dalam membentuk perilaku kesehatan remaja. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Hasil pengujian statistik dengan metode Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara sikap orang tua dan perilaku merokok elektrik pada siswa SMP Negeri di Kota Jambi, dengan nilai p sebesar 0,011 . < 0,. Temuan ini menunjukkan bahwa kecenderungan siswa dalam menggunakan rokok elektrik berkaitan dengan bentuk dukungan maupun sikap yang ditunjukkan orang tua terhadap perilaku tersebut. Dengan demikian, peran orang tua perlu diperkuat melalui pengawasan yang berkesinambungan, komunikasi yang efektif dan terbuka, serta pemberian informasi yang memadai mengenai risiko kesehatan akibat rokok elektrik. Saran Berdasarkan temuan tersebut, orang tua diharapkan meningkatkan keterlibatan dalam pengasuhan melalui pengawasan yang konsisten, komunikasi yang terbuka, serta pemberian edukasi yang komprehensif mengenai dampak kesehatan rokok elektrik. Selain itu, sekolah dan instansi kesehatan perlu memperkuat program promosi kesehatan berbasis keluarga dan remaja guna mendukung upaya pencegahan secara berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menekan prevalensi penggunaan rokok elektrik pada siswa sejak usia dini. DAFTAR PUSTAKA