Journal of Public Health Education eISSN 2807-2456 pISSN 2807-2464 Vol. No. December 2025 Original Article Gambaran Iklim Keselamatan (Safety Climat. pada Pekerja Plan-14 di PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dengan Menggunakan Metode Nosacq-50 Firda Azkia Rahma*. Affan Ahmad. Catur Septiawan Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Indonesia Maju Jl. Harapan No. Lenteng Agung. Kec. Jagakarsa. Kota Jakarta Selatan. DKI Jakarta *Email: firdarahma445@gmail. Editor: IMA Diterima: 2025/01/7 Direview: 2025/06/21 Publish: 2025/12/12 Hak Cipta: A2025 Artikel ini memiliki akses terbuka dan dapat didistribusikan berdasarkan ketentuan Lisensi Atribusi Creative Commons, yang memungkinkan penggunaan, distribusi, dan reproduksi yang tidak dibatasi dalam media apa pun, asalkan nama penulis dan sumber asli disertakan. Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution Share Alike 4. Internasional. ABSTRACT Introduction: Safety climate is the perception of workers towards management attitudes such as policies, procedures and work practices related to the implementation of occupational The study was conducted at PT. Indocement Tunggal Prakarsa. This study aims to analyze the occupational safety climate at PT Indocement Tunggal Prakarsa tbk. Objectives: This study aims to analyze the occupational safety climate at PT Indocement Tunggal Prakarsa tbk. Method: Respondents numbered 67 employees. The study was conducted by filling out a questionnaire, namely a questionnaire with the Nordic Occupational Safety Climate Questionnaire (NOSACQ-. method consisting of 7 dimensions of occupational safety climate. This study uses a quantitative descriptive method. Data collection was carried out by questionnaires, observations, and interviews. Result: Based on the results of this study, out of 7 dimensions of safety climate, there is 1 dimension categorized as good, 2 dimensions categorized as sufficient and 4 dimensions categorized as quite low Conclution: The conclusion of this study is that dimension 1 can be categorized as quite low, dimension 2 is categorized as sufficient, dimension 3 is categorized as sufficient, dimension 4 is categorized as quite low, dimension 4 is categorized as quite low, dimension 5 is categorized as quite low, dimension 6 is categorized as good, dimension 7 is categorized as quite low. Keyword: Work Safety Climate. Safety Climate. NOSACQ-50 Method DOI: 10. 53801/jphe. Journal of Public Health Education eISSN 2807-2456 pISSN 2807-2464 Vol. No. December 2025 Pendahuluan Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak diinginkan dan tidak dapat diprediksi yang menyebabkan banyaknya kehilangan waktu kerja, harta benda, dan lainnya. Akibatnya, kecelakaan di tempat kerja harus dihindari. Proses pekerjaan mengandung risiko bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja dapat terjadi karena karyawan tidak tahu apa yang mereka lakukan atau tidak memiliki keterampilan yang diperlukan untuk melakukan tugas mereka dengan benar. Ini terutama berlaku ketika karyawan menghadapi alat baru atau teknologi yang tidak sesuai dengan standar antropometri tenaga kerja di Indonesia 1. Menurut data dari International Labour Organization (ILO), 2,9 juta pekerja meninggal akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja setiap tahun. Cedera kerja non-fatal mencapai 360 juta pekerja di seluruh dunia pada tahun 2016, menyebabkan kehilangan 5,4 persen PDB secara global (ICOH, 2. Laporan data dari Organisasi Kerja Internasional (ILO) menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan kerja di Indonesia masih cukup tinggi. Jumlahnya meningkat dari 123,041 kasus pada tahun 2017 menjadi 173,105 kasus pada tahun 2018 2. Tingkat kecelakaan kerja di Indonesia meningkat setiap tahun, menurut Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan (BPJS). Menurut Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja, tingkat kecelakaan kerja pada tahun 2015 mencapai 285 kasus, pada tahun 2016 mencapai 105. 182 kasus, pada tahun 2017 mencapai 123. kasus, dan pada tahun 2018 mencapai 173. 105 kasus. Tingkat kecelakaan kerja pada tahun 2019 mencapai 77. 295 kasus. Selanjutnya, jumlah kecelakaan kerja tercatat 221. 740 pada tahun 2020, naik 234. 370 pada tahun 2021, dan 265. 334 tercatat pada tahun 2022 hingga November3. Dalam industri konstruksi, penerapan K3 cukup sulit karena dinamika kerja yang cepat berubah untuk mencapai target pekerjaan. Selain itu, banyaknya subkontraktor yang terlibat dalam proyek konstruksi Dapat menghalangi dan membatasi proses komunikasi antar Program K3 harus dilaksanakan sebagai Salah satu metode untuk meningkatkan kesadaran tentang keselamatan dan kesehatan kerja. di tempat kerja untuk mengatasi kendala dalam penerapan K3 di bidang konstruksi4. Menurut beberapa penelitian, pengukuran iklim keselamatan adalah pendekatan keselamatan yang dapat digunakan untuk mengukur potensi bahaya yang disebabkan oleh manusia5. Untuk memprediksi kinerja keselamatan, iklim keselamatan diakui dapat digunakan sebagai alat ukur dan penanda utama keselamatan. Salah satu cara untuk mengukur iklim keselamtan adalah dengan meminta pekerja untuk mempertimbangkan bagaimana atasan mereka menangani masalah keselamatan dan seberapa banyak mereka terlibat dalam aktivitas keselamatan. Urgensi dari penelitian ini adalah kecelakaan kerja masih kerap terjalin di tempat kerja Kecelakaan kerja ialah perihal yang parah serta sangat merugikan untuk pekerja ataupun industri Dekat 85-96% kecelakaan kerja dinyatakan ialah akibat dari unsafe act ataupun kesalahan manusia. Sikap beresiko merupakan kegagalan manusia ataupun pekerja dalam menjajaki persyaratan serta prosedur-prosedur kerja yang sudah didetetapkan sehingga menimbulkan terbentuknya kecelakaan kerja. DOI: 10. 53801/jphe. Journal of eISSN 2807-2456 pISSN 2807-2464 Public Health Education Vol. No. December 2025 Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan adalah PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk telah sediakan APD secara lengkap serta secara teratur melaksanakan safety induction tiap terdapat pekerja baru serta toolbox meeting buat mangulas keselamatan kerja. Tetapi masih ada pekerja yang tidak patuh K3 Manajemen K3 perusahaan sudah dilakukan dengan cukup baik, akan tetapi penerapannya belum optimal, dan didapati juga bahwa masih terdapat pekerja berisiko yang tidak memakai Alat Pelindung Diri lengkap dan perilaku tidak aman . nsafe ac. Perilaku tersebut masih terjadi karena dinilai belum efektifnya kebijakan di perusahaan mengenai punishment dan reward bagi pekerja sehingga kurangnya kesadaran dari pekerja. risiko kecelakaan kerja yang jika dibiarkan akanmerugikan baik secara material dan individu bagi pekerja maupun bagi perusahaan tersebut. oleh sebab itu, penulis ingin meneliti untuk dapat memberikan masukan dan perbaikan kondisi kerja kepada perusahaan. Metode Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan desain cross-sectional. Dimana proses pengumpulan atau pengambilan data dan pengukuran variable-variablenya dilakukan pada satu waktu bersamaan untuk mengetahui Gambaran Iklim Keselamatan (Safety Climat. pada Pekerja Plan-14 di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk unit Citereup dengan menggunakan metode NOSACQ-50 Tahun 2024 Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan maret sampai July 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Plan 14 bejumlah 206 pekerja. Penelitian ini menggunakan pengambilan sample dengan teknik slovin dengan jumlah sample 67 responden. Hasil Kuesioner yang dikumpulkan dari semua divisi terdapat sebanyak 67 kuesioner yang terisi dengan baik, sehingga data dapat diolah dan dianalisis lebih lanjut. Berikut hasil dari pengolahan kuesioner diperoleh gambaran sebagai berikut : Table 1 Karakteristik Responden Karakteristik Responden Usia Frekuensi 20 Ae 30 tahun 30 Ae 40 tahun >40 tahun Total Laki Ae laki Perempuan Total Jenis Kelamin DOI: 10. 53801/jphe. Journal of eISSN 2807-2456 pISSN 2807-2464 Public Health Education Vol. No. December 2025 Masa Kerja < 1 tahun 1 Ae 5 tahun >5 tahun Total Electrikal Engineer Foreman Head Inspektor Maitenance Mecanic Patrol Planner Produktion SHE Officer Superintendent Total SMK Total Posisi Jabatan Tingkat Pendidikan Table 2 Hasil Iklim Keselamatan Dimensi Dimensi 1 Sub-Dimensi Prioritas keselamatan, komitmen dan kompetensi terhadap keselamatan DOI: 10. 53801/jphe. Ratarata 2,65 Kategori Cukup Rendah Journal of eISSN 2807-2456 pISSN 2807-2464 Public Health Education Vol. No. December 2025 Dimensi 2 Pemberdayaan Manajemen Keselamatan Kerja 2,88 Cukup Dimensi 3 Keadilan Manajemen Keselamatan Kerja 2,87 Cukup Dimensi 4 Komitmen Pekerja Terhadap Keselamatan Kerja 2,55 Cukup Rendah 2,23 Cukup Rendah 3,05 Baik 2,69 Cukup Rendah Dimensi 5 Dimensi 6 Dimensi 7 Prioritas Keselamatan Pekerja dan Tidak DitoleransinyaRisiko Bahaya Pembelajaran. KomunikasiKeselamatan dan Kepercayaan Terhadap Kompetensi Keselamatan Rekan Kerja Kepercayaan Terhadap Keefektifan Sistem Keselamatan Kerja Menurut tim Nordic dengan menggunakan NOSACQ-50 terdapat tujuh dimensi yang dapat menggambarkan persepsi pekerja terhadap iklim keselamatan. Tiga dimensi pertama terkait dengan persepsi terhadap manajemen keselamatan didalam organisasi dan empat dimensi lainnya terkait dengan persepsi terhadap kelompok kerja. Pengukuran nilai iklim keselamatan kerja dilakukan dengan menghitung rata-rata total setiap dimensi iklim keselamatan yang memerlukan perbaikan atau peningkatan berdasarkan acuan yang telah Berikut merupakan hasil penilaian tingkat iklim keselamatan kerja di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Pembahasan Berdasarkan hasil data penelitian iklim keselamatan di PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. terlihat bahwa dari ketujuh dimensi yang diukur menunjukan hasil yang baik dan cukup Dari data tersebut diketahui terdapat 1 dimensi masuk kategori baik yaitu pada dimensi 6 (Pembelajaran, komunikasi keselamatan dan kepercayaan terhadap kompetensi keselamatan rekan kerj. , pada dimensi tersebut perlu adanya peningkatan supaya iklim keselamatan bisa meningkat atau bertahan dalam keadaan iklim keselamatan kerja yang baik. Tetapi ada 2 dimensi masuk kategori cukup rendah yaitu pada 2 (Pemberdayaan manajemen keselamatan kerj. , dan dimensi 3 (Keadilan manajemen keselamatan kerj. , pada dimensi ini perlu adanya DOI: 10. 53801/jphe. Journal of Public Health Education eISSN 2807-2456 pISSN 2807-2464 Vol. No. December 2025 peningkatan penanganan manajement keselamatan yang lebih baik supaya pekerja dapat mengetahui pemberdayaan manajemen dan keadilan di tempat kerja tersebut lebih baik lagi. Namun 4 dimensi masih dikatakan rendah yaitu pada dimensi 1 (Prioritas keselamatan, komitmen dan kompetensi manajeme. , 4 (Komitmen pekerja terhadap keselamatan kerj. , 5 (Prioritas keselamatan pekerja dan tidak ditoleransinya risiko bahay. , dan 7 (Kepercayaan terhadap keefektifan sistem keselamatan kerj. Pada dimensi 1, memiliki rata-rata nilai 2,65 dengan kategori nilai rendah. Hal ini menunjukkan persepsi karyawan kurang dalam memandang manajemen dalam memiliki prioritas keselamatan, komitmen dan kompetensi terhadap keselamatan di tempat kerja. dilihat hasil pengukuran pada pernyataan untuk dimensi 1 pada A1 (Manajemen mendorong pekerja di sini untuk bekerja sesuai aturan keselamatan walaupun jadwal kerja sedang pada. A2 (Manajemen menjamin setiap orang menerima informasi yang dibutuhkan berkaitan dengan keselamata. A4 (Manajemen menempatkan keselamatan lebih dahulu dibandingkan produks. A6 (Kami yang bekerja di sini yakin pada kemampuan manajemen untuk menangani masalah keselamata. dan A7 (Manajemen menangani dengan segera setiap permasalahan k3 yang ditemukan saat inspeksi/ audi. mendapatkan nilai skor baik dan dapat disimpulkan bahwa karyawan memiliki prioritas keselamatann yang lebih dan kemampuan manajement dalam mengani keselamatan di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Sedangkan ada beberapa pernyataan yang belum memiliki skor baik pada dimensi 1 yaitu A3 (Manajemen tidak peduli ketika seorang pekerja mengabaikan keselamata. A5 (Manajemen mentoleransi pekerja di sini melakukan tindakan yang berbahaya ketika jadwal kerja sedang pada. A8 (Ketika risiko dari bahaya terdeteksi, manajemen mengabaikannya tanpa melakukan tindakan apapu. A9 (Manajemen kurang mampu menangani masalah keselamatan dengan cara yang bena. dari 4 pernyataan tersebut menunjukan bahwa persepsi karyawan masih mengabaikan keselamatan terlebih ketika jadwal kerja sedang padat dan kurang dalam mendeteksi risiko bahaya, sehingga perusahaan dapat meningkatkan manajement dan persepsi karyawan dalam mantaati aturan keselamatan. Pada dimensi 2, memiliki rata-rata nilai 2,88 dengan kategori nilai cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi karyawan cukup baik dalam menilai pemberdayaan dan dukungan manajemen terhadap keselamatan kerja. Pemberdayaan manajemen yaitu seperti melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan mengenai keselamatan kerja dan dukungan manajemen pada karyawan yaitu memberikan peningkatan kompetensi karyawan dengan program pelatihan atau training untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan dalam keselamatan Pada dimensi 3, merupakan dimensi dengan nilai rata-rata paling tinggi yaitu 2. 87 dengan kategori nilai cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi karyawan cukup baik dalam menilai cara manajemen bersikap adil dalam menerapkan punishment terhadap karyawan yang melanggar aturan perusahaan sehingga menyebabkan kecelakaan kerja dan melakukan investigasi kecelakaan sesuai prosedur serta menindaklanjuti kasus kecelakaan kerja atau kasus keselamatan lainnya supaya tidak terulang kembali. Manajemen yang adil yaitu dapat DOI: 10. 53801/jphe. Journal of Public Health Education eISSN 2807-2456 pISSN 2807-2464 Vol. No. December 2025 menerapkan budaya keselamatan atau safety culture di tempat kerja dan meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya keselamatan kerja. Pada dimensi 4, memiliki nilai rata-rata 2,55 dengan kategori nilai rendah. Hal itu menunjukkan bahwa persepsi karyawan kurang terhadap komitmen keselamatan kerja. Komitmen keselamatan seperti komitmen karyawan dalam melaksanakan program keselamatan diperusahaan, peduli terhadap keselamatan diri maupun keselamatan karyawan lain, serta ikut dalam promosi keselamatan dan kesehatan kerja. setelah dilihat hasil pengukuran pada pernyataan untuk dimensi 4 pada pernyataan A23 (Kami yang bekerja di sini bersama-sama berusaha keras untuk mencapai tingkat keselamatan kerja yang tingg. A24 (Kami yang bekerja di sini bertanggung jawab untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapian tempat kerj. A27 (Kami yang bekerja di sini saling membantu satu sama lain untuk bekerja dengan selama. melihat 3 pernyataan ini dapat disimpulkan bahwa persepsi karyawan memiliki skor baik karyawan bergotong royong berusaha keras menjaga kebersihan ditempat kerja dan berusaha mendapatkan capaian keselamatan yang baik ditempat kerja. Namun beberapa pernyataan yaitu A25 (Kami yang bekerja di sini tidak peduli terhadap keselamatan orang lai. A26 (Kami tidak menangani risiko bahaya yang ditemuka. A28 . Kami yang bekerja di sini tidak bertanggung jawab terhadap keselamatan orang lai. Dari 3 pernyataan ini persepsi karyawan seperti bertentangan dengan pernyataan diatas, karyawan masih acuh tidak acuh terhadap risiko bahaya yang ditemukan. Pada dimensi 5, merupakan dimensi dengan nilai rata-rata yaitu 2,23 dengan kategori nilai rendah. Setelah dilihat dari hasil pengukuran ternyata untuk dimensi 5 diketahui pada pernyataan A33 (Kami tetap bekerja aman walaupun jadwal kerja sedang pada. mendapatkan nilai skor yang baik dan dapat disimpulkan bahwa karyawan memiliki persepsi risiko bahaya pada setiap pekerjaan tidak boleh ditoleransi supaya dapat mengurangi kecelakaan kerja walaupun kecelakaan ringan serta bekerja dengan aman dengan hasil persepsi di PT Indocement Tunggal Prakarsa tersebut menandakan bahwa perlunya memelihara dan mempertahankan supaya iklim keselamatan kerja bisa meningkat. Namun pada pernyataan berikut A29 (Kami yang bekerja di sini menganggap risiko dari bahaya sebagai hal yang tidak dapat dihindari dalam bekerj. A30 (Kami yang bekerja di sini menganggap kecelakaan ringan sebagai hal yang wajar dari pekerjaan sehari-hari kam. A31 (Kami yang bekerja di sini tidak keberatan menerima perilaku yang berbahaya selama tidak menimbulkan kecelakaa. A32 (Kami yang bekerja di sini melanggar aturan keselamatan demi menyelesaikan pekerjaan tepat wakt. A34 (Kami yang bekerja di sini menganggap pekerjaan kami tidak sesuai untuk para penaku. A35 (Kami yang bekerja di sini mau mengambil risiko yang berbahaya saat bekerj. menunjukkan bahwa persepsi karyawan masih mengabaikan aturan keselamatan yang sudah diterapkan pada perusahaan untuk menyelesaikan target pekerjaannya dan masih menunjukkan keberanian dalam menentang aspek keselamatan kerja. Sehingga perusahaan dapat melakukan upaya untuk meningkatkan persepsi karyawan tentang pentingnya menaati aturan keselamatan yang ada di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Dengan cara memberikan reward pada karyawan yang menaati aturan keselamatan dan memberikan punishment pada karyawan yang DOI: 10. 53801/jphe. Journal of Public Health Education eISSN 2807-2456 pISSN 2807-2464 Vol. No. December 2025 melanggar aturan keselamatan. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran diri karyawan terhadap keselamatan kerja. Pada dimensi 6, memiliki nilai rata-rata 3,05 dengan kategori nilai baik. Hal itu menunjukkan bahwa persepsi karyawan baik terhadap pembelajaran, komunikasi keselamatan dan kepercayaan terhadap kompetensi keselamatan rekan kerja. Pembelajaran pada pekerja seperti mengutarakan atau memberikan saran yang membangun untuk mendukung budaya Komunikasi pekerja meliputi interaksi sosial dalam tempat kerja untuk saling bertukar informasi maupun berdiskusi tentang isu-isu yang berkaitan dengan keselamatan kerja serta dapat menerima kritik dan saran tentang keselamatan kerja untuk mendukung terciptanya budaya keselamatan kerja. Pada dimensi 7, memiliki nilai rata-rata 2,69 dengan kategori nilai rendah. Hal itu menunjukkan bahwa persepsi karyawan kurang dalam kepercayaan terhadap keefektifan sistem keselamatan kerja yang sedang berjalan. Karyawan percaya tentang sistem keselamatan kerja efektif dalam mendukung maupun meningkatkan budaya keselamatan di perusahaan. Karyawan melihat dari manfaat program keselamatan dan kesehatan kerja yang sudah berjalan selama ini. setelah dilihat hasil pengukuran pada pernyataan untuk dimensi 7 pada pernyataan A44 (Orang yang peduli safety memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya kecelakaa. A46 (Kami yang bekerja di sini menganggap pelatihan keselamatan merupakan hal yang baik untuk mencegah terjadinya kecelakaa. A48 (Kami yang bekerja di sini menganggap penilaian/audit keselamatan membantu dalam menemukan bahaya yang seriu. A50 (Kami yang bekerja di sini menganggap penting adanya tujuan keselamatan yang jela. dari 4 pernyataan pada dimensi 7 ini dapat disimpulkan persepsi karyawan terdahap kepercayaan dan keefektifan sistem keselamatan dapat bekerja dengan baik seperti mengikuti pelatihan keselamatan, penilaian/audit keselamatan dan tujuan keselamatan mempunyai peranan sangat penting untuk sistem keselamatan kesehatan kerja yang ada di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Namun terdapat 3 pernyataan pada dimensi 7 ini yang memiliki skor rendah yaitu ada pada pernyataan A45 (Kami yang bekerja di sini menganggap penilaian/audit keselamatan tidak berdampak pada keselamata. A47 (Kami yang bekerja di sini menganggap perencanaan awal atau HIRADC mengenai keselamatan tidak ada gunany. dan A49 (Kami yang bekerja di sini menganggap pelatihan keselamatan tidak ada gunany. dari 3 pernyataan ini adanya bertentangan dengan persepsi karyawan diatas pekerja masih kurang sadar dengan adanya pelatihan keselamatan dapat meningkatkan persepsi karyawan terhadap keselamatan yang ada ditempat kerja, sehingga perlunya peningkatan persepsi karyawan setelah mengikuti pelatihan keselamtan dapat merealisasikan dilapangan dengan baik dan dapat mengurangi angka kecelakaan yang ada ditempat kerja khususnya Plan-14. Dapat pula dilihat bahwasannya umur, tingkat pendidikan, masa kerja dan jabatan dapat mempengaruhi persepsi pekerja terhadap iklim keselamatan kerja yang ada di PT Indocement Tunggal Prakarsa, minimnya pengetahuan, pelatihan, rasa kepekaann dalam mencegah keselamatan dan kurangnya menggali isu isu terkait kecelakaan kerja ditempat kerja, perlu ditingkatkan dan dipertahankan mengenai SHE Talk yang ada. DOI: 10. 53801/jphe. Journal of Public Health Education eISSN 2807-2456 pISSN 2807-2464 Vol. No. December 2025 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai gambaran Iklim Keselamatan Kerja (Safety Climat. Menggunakan Metode NOSACQ-50 Pada Karyawan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Pada dimensi prioritas keselamatan, komitmen dan kompetensi memiliki rata-rata nilai 2,65 Artinya, penilaian dimensi ini masuk dalam kategori cukup rendah Pada dimensi pemberdayaan manajemen keselamatan kerja memiliki rata-rata nilai 2,88 Artinya, penilaian dimensi ini masuk dalam kategori baik Pada dimensi keadilan manajemen keselamatan kerja memiliki rata-rata nilai 2,87 Artinya, penilaian dimensi ini masuk dalam kategori baik Pada dimensi komitmen pekerja terhadap keselamatan kerja memiliki rata-rata nilai 2,55 Artinya, penilaian dimensi ini masuk dalam kategori cukup rendah. Pada dimensi prioritas keselamatan pekerja dan tidak ditoleransinya risiko bahaya memiliki rata-rata nilai 2,23 Artinya, penilaian dimensi ini dalam kategori cukup rendah Pada dimensi pembelajaran, komunikasi keselamatan dan kepercayaan terhadap kompetensi keselamatan rekan kerja memiliki rata-rata nilai 3,05. Artinya, penilaian dimensi ini masuk dalam kategori baik. Pada dimensi kepercayaan terhadap keefektifan sistem keselamatan kerja memiliki ratarata nilai 2,69. Artinya, penilaian dimensi ini masuk dalam kategori baik. Konflik Kepentingan Penelitian menyatakan bahwa penelitian ini independent dari konflik kepentingan individu dan organisasi Ucapan Terima Kasih Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penelitian ini. Pendanaan Sumber pendanaan diperoleh dari peneliti References