DAWUH: Vol. No. November 2024. Hal 109-116 | Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu https://siducat. org/index. php/dawuh ISSN-ONLINE: 722-7898 DAWUH: Vol. No. Juli 2024. Hal 109-116 This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International DAWUH DaAowah & Education Journal Dukungan Sosial pada Perkembangan Mental Individu Putri Maharani Nopal Krisna Junifa Email: ptrmhrn10@gmail. nopalkrisnajunifanopal@gmail. Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Received: 4 Agustus 2024 Revised: 18 September 2024 Accepted: 23 Oktober 2024 Abstract This research aims to explain social support on individual mental development. According to Cobb, social support is defined as comfort, care, appreciation, or support that a person feels from other people or groups. Social support arises from the belief that there are people who are ready to help when a situation occurs that is considered to cause This assistance is considered to increase positive feelings and increase self-esteem. The research method uses literature study, by analyzing 27 journals as primary data. Data analysis in several stages, the first stage is determining the theme, the second stage is selecting journal articles that are relevant to the theme and in accordance with the time limit of the last 9 years, the third stage is a review process of 7 journal articles, the fourth stage is categorization and the fifth stage is closing conclusions. The research results show that social support has an important role in several components in psychological well-being, emotional intelligence, academic adjustment, facilitating daily activities in autistic children and levels of depression. It is hoped that this research will be able to examine in more depth the theme of social support on individual mental development. Keywords: Social Support. Development. Individual. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dukungan sosial pada perkembangan mental individu. Menurut Cobb, dukungan sosial didefinisikan sebagai suatu kedamaian, kepedulian, apresiasi, atau dukungan yang dialami seorang individu dari individu-individu atau komunitas lain. Dukungan sosial muncul dari adanya keyakinan bahwa ada orangorang yang siap membantu ketika terjadi situasi yang dianggap dapat menimbulkan persoalan, bantuan ini dinilai dapat mengubah perasaan positif dan mengangkat harga diri. Metode penelitian mengunakan studi literatur, dengan menganalisis 27 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 9 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan Hasil penelitian menunjukan bahwa dukungan sosial memiliki peran yang penting terhadap beberapa komponen dalam kesejahteraan psikologis, kecerdasan emosional, penyesuaian akademik, memudahkan kegiatan keseharian pada anak autis dan tingkat depresi. penelitian ini di harapkan mampu meneliti lebih mendalam terkait tema dukungan sosial pada perkembangan mental individu. Kata Kunci: Dukungan Sosial. Perkembangan. Individu. PENDAHULUAN Dukungan sosial yakni ungkapan yang di sampaikan untuk mengambarkan bagaimana hubungan sosial dalam memberikan efek yang cukup baik pada kesehatan mental maupun fisik seseorang (Mahmudi & Suroso, 2. Dukungan sosial memiliki peran yang signifikan dalam pertumbuhan mental seseorang, karena tak hanya sebagai pelindung dari berbagai resiko kesehatan mental tetapi juga dapat membantu individu dalam mengatasi stress dan tantangan emosional yang dialami. Dukungan sosial dapat mendorong individu untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional demi mewujudkan masa depan yang lebih sehat dan produktif. Dukungan sosial dapat datang dari mana saja, bisa dari pasangan, keluarga, teman atau sahabat, psikolog ataupun anggota organisasi. Individu akan merasa bahwa dirinya dihargai, disayangi. This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International 110 |Putri Maharani. Nopal Krisna Junifa dikasihi, bernilai dan termasuk dalam hubungan sosial yaitu dari adanya dukungan sosial yang berasal dari berbagai sumber disekelilingnya (Purba et al. , 2. Menurut Weiss fungsi dari dukungan sosial juga mempunyai pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan harga diri seorang individu (Nurmalasari & Putri, 2. Dukungan sosial merupakan pertolongan atau sokongan yang diberikan seseorang kepada individu lainnya, baik verbal ataupun non verbal, serta secara langsung ataupun tidak langsung. Dukungan sosial merupakan suatu istilah yang diterapkan untuk menggambarkan bagaimana hubungan sosial memberikan manfaat bagi kesehatan mental maupun fisik individu. Dukungan yang diterima seorang individu sangat bergantung pada siapa yang memberikan dukungan sosial itu sendiri (Nurmalasari & Putri, 2. Menurut Cobb (Maslihah, 2. , dukungan sosial didefinisikan sebagai suatu kedamaian, kepedulian, apresiasi, atau dukungan yang dialami seorang individu dari individu-individu atau komunitas lain. Dukungan sosial muncul dari keyakinan bahwa ada seseorang yang siap menolong ketika terjadi situasi yang dianggap dapat menimbulkan persoalan, bantuan ini dinilai dapat mengubah perasaan positif dan mengangkat harga diri (Maslihah, 2. Bastaman menyatakan bahwasanya dukungan sosial yakni kehadiran sekelompok orang yang secara pribadi memberikan saran, motivasi, arahan dan membantu menemukan solusi bagi individu ketika mengalami suatu permasalahan untuk mencapai tujuan secara terarah (Daawi & Nisa, 2. Dukungan sosial menurut Zimet merupakan sebuah perasaan seseorang yang yakin bahwa dia akan mendapatkan bantuan dari keluarga, teman, dan orang-orang terdekatnya saat dia membutuhkan (Hidayat & Darmawanti, 2. Komponen dukungan sosial menurut Weiss dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu dukungan instrumental dan dukungan emosional. Dukungan instrumental meliputi hal dapat diandalkan dan bimbingan. Sementara itu, dukungan emosional meliputi reassurance of worth, attachment, social integration, dan opportunity to provide nurturance (Maslihah, 2. Myers menyatakan bahwa ada tiga sebab utama yang mendukung seorang individu untuk memberikan bantuan positif, yakni empati, norma, nilai serta interaksi sosial (Wahyuni, 2. House membagi dukungan sosial menjadi beberapa jenis, yaitu dukungan emosional meliputi ekspresi kepedulian serta perhatian terhadap individu yang berkaitan. dukungan apresiasi terwujud melalui ungkapan penghargaan, dorongan untuk berkembang atau perasaan individu terhadap individu lainnya. dukungan instrumental: meliputi pertolongan secara langsung yang relevan dengan kebutuhan individu. dan dukungan informasi yang meliputi nasihat, arahan, saran atau tanggapan terhadap sesuatu yang dilakukan individu (Hapasari & Primastuti, 2. Lebih lanjut. Khan dan Antonucci mengelompokkan sumber dukungan sosial menjadi tiga bagian. Menurut mereka, tiga sumber dukungan sosial yaitu sumber dukungan yang stabil dan konsisten sepanjang waktu, dukungan yang bersumber dari individu yang perannya terbatas dan dukungan yang bersumber dari individu yang tidak sering berkontribusi (A. Saputri et al. , 2. Penting untuk menyadari bahwa dukungan sosial tidak hanya bermanfaat bagi penerimanya tetapi juga bagi pemberinya. Perkembangan dapat diartikan sebagai proses perubahan perilaku yang berlangsung secara sistematis dan teratur. Perkembangan juga dapat diartikan sebagai transpormasi pada struktur, pandangan, dan perilaku individu. menurut D. S Wright dan Ann Taylor mendefinisikan perkembangan sebagai perubahan yang terjadi sepanjang rentang kehidupan pada warisan genetis maupun komunitas yang saling berhubungan dan bertambahnya usia (Yahaya & Bakar. Menurut Yusuf dan Syamsu 2006, (Sriyanto & Sutrisno, 2. menyampaikan ciri ciri perkembangan, adanya perubahan pada aspek fisik maupun psikologis, adanya perubahan struktural dalam aspek fisik maupun psikologis, hilang nya tanda tanda lama dalam aspek fisik maupun psikologis, dan munculnya tanda tanda yang baru dalam aspek fisik maupun psikologis (Sriyanto & Sutrisno, 2. Dalam perkembangan terdapat beberapa ciri, yakni meliputi ciri fisik, ciri mental, pertumbuhan, sosial, bahasa, emosi serta kepribadian individu (Latifah, 2. Dengan memahami beberapa aspek perkembangan ini akan membantu mendukung perkembangan individu secara menyeluruh sehingga memungkinkan individu untuk memaksimalkan kemampuan Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu DAWUH: Vol. No. November 2024. Hal 109-116 | diri dalam berbagai aspek kehidupan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode study literature review (SLR) yaitu mengumpulkan Data dari Berbagai Sumber bacaan atau Referensi, karena Data yang dikumpulkan berupa kata-kata atau penjelasan, studi literatur berfokus pada analisis bahan bacaan terkait yang relevan dengan topik penelitian (Travelancya, et al. , 2. Penelitian ini menggunakan data primer sebanyak 27 jurnal. Analisis data turnal ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu, tahap pertama adalah menentukan tema penelitian. Tahap kedua, adalah pencarian sumber, dilakukan melalui basis data ilmiah seperti Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian mencakup Audukungan sosial", dan Auperkembangan mentalAy. Tahap ketiga, adalah seleksi dan memilih jurnal, kriteria yang inklusi meliputi jurnal yang diterbitkan 9 tahun terkahir, berbahasa Indonesia. Tahap keempat, yaitu menganalisis jurnal yang sudah dipilih , namun penulis akan menganilis 7 jurnal saja yang dianggap relevan dengan tema yang akan dibahas. Tahap Kelima, yaitu menarik kesimpulan dari poin-poin yang telah dibahas. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pencarian data, ditemukan 27 jurnal yang memenuhi kriteria untuk dianalisis namun, penulis hanya akan menganalisis dan mengekstraksi data sebanyak 7 jurnal karena ketujuh jurnal tersebut dianggap relevan dengan tujuan penelitian. Yulia Susanti. Elza Mega Pamela. Dwi Haryanti. (Susanti et al. Tabel 1. Hasil Penyaringan Data Judul Metode Penelitian Penelitian Gambar Penelitian Perkembang Mental desain deskriptif mengguna Emosional pendekatan cross Pada Remaja Mohamm Dennis Purwaradiety DR. Achmad Pengaru h Dukungan Sosial Kesejahteraa Penulis Studi ini menerapkan pendekatan eksplanatori dan kuantitatif. This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Hasil Penelitian Hasil dari penelitian ini pada remaja kategori baik 50,5%, kurang baik 49,5%. Penelitian 112 |Putri Maharani. Nopal Krisna Junifa Chusairi. MA. (Purwaradiet ya, 2. n Psikologis Remaja Pandemi Covid-19 3 Ike Peny Rendani. Annisa Fatmawati. Danu Eka Meiputra. (Rendani & Fatmawati. Hubungan Dukungan Sosial Orangtua Perkembang an Emosional Terhadap Proses Berfikir Anak Autis Penelitian pendekatan pengamatan dan wawancara Rifi Hamdani Lubis. Lahmuddin Lubis. Azhar Aziz. (Lubis et , 2. Hubung Dukungan Sosial Kecerdasan Emosional dengan SelfRegulated Learning Siswa Penelitian analisis data dengan dua variabel bebas. Dhian Peran Penelitian Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu sosial memiliki peran penting serta memberi dampak yang relevan pada Berdasark perhatian dan arahan yang positif akan emosional dan Pada hasil analisis data mandiri yang dilakukan oleh Hasil DAWUH: Vol. No. November 2024. Hal 109-116 | Riskiana Putri. (Putri, 2. Dukungan Sosial Kecerdasan Emosi Kesejahteraa n Subjektif pada Remaja Awal menggunakan uji hipotesis dengan analisis regresi berganda yang melibatkan variabel moderator yang Moderator Regression Analysis (MRA). Citra Ayu Kumala Sari. Arina Husna Zaini. (Sari & Zaini, 2. Peran Dukungan Sosial pada Penyesuaian Akademik Mahasiswa Baru dengan Resiliensi Akademik Mediator Penelitian rancangan non eksperimen. This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International bahwa pada nilai R2 pada model regresi ke 3 lebih tinggi, yaitu sebesar 0,667 Ini berfungsi baik yang mampu Hasil dari dengan SEM AMOS 114 |Putri Maharani. Nopal Krisna Junifa Gusti Ayu Trisna Parasari dan Made Diah Lestari. (Parasari Lestari, 2. Hubung an Dukungan Sosial Keluarga Tingkat Depresi pada Lansia Kelurahan Sading Dalam penelitian ini mengaplikasikan dua jenis penilaian dengan tingkat dukungan sosial keluarga dan tingkat depresi. sosial dengan Hasil penelitian ini an terdapat yang penting depresi, dan jika dukungan Berdasarkan data pada tabel diatas bisa peneliti jelaskan jika dukungan sosial memiliki dampak kepada kesejahteraan psikologis, kecerdasan emosional, penyesuaian akademik, memudahkan kegiatan keseharian pada anak autis dan tingkat depresi. Menurut Purwaradietya dan Chusairi dukungan sosial mempunyai peran yang penting kepada kesejahteraan psikologis remaja. Peningkatan kesejahteraan psikologis pada remaja berasal dari dukungan keluarga, teman dan hubungan sosial yang dipercaya dapat memberikan dukungan sosial pada mereka (Purwaradietya, 2. Dalam penelitian yang dilakukan Ryff dan Keyes kesejahteraan psikologis terbagi menjadi enam komponen utama yakni, penghargaan diri, petumbuhan pribadi, hubungan harmonis dengan orang lain, kemandirian, makna hidup dan pengendalian lingkungan (Savitri & Listiyandini. Kesejahteraan psikologis merupakan suatu kondisi di mana seorang individu berhasil mewujudkan kondisi positif yang maksimal pada kehidupannya (Aisyah & Chisol. Selanjutnya, dukungan sosial dapat mempengaruhi kecerdasan emosional. Individu yang memiliki kecerdasan emosional tinggi cenderung memiliki rasa percaya diri lebih besar, tidak mudah menyalahkan diri sendiri saat dihadapkan suatu permasalahan karena mendapatkan dukungan yang positif dari keluarga, teman maupun guru (Lubis. Menurut John D Mayer dan Peter Salovey (Maitrianti, 2. kecerdasan emosional didefnisikan sebagai kecerdasan untuk menyadari, menerapkan, menyalurkan, mendalami, mengelola, dan memahami semua emosi. Lebih lanjut dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kecerdasan emosional dalam Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu DAWUH: Vol. No. November 2024. Hal 109-116 | penyesuaian akademik siswa, karena siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi cenderung memiliki kepercayaan diri yang kuat sehingga lebih fokus untuk belajar (Lubis, 2. Menurut Wijaya selain dari keyakinan dan kemampuan akademik, dukungan sosial juga berperan penting dalam perkembangan individu pada penyesuaian akademik terutama dukungan dari keluarga (Dwianti & Pedhu, 2. Berdasarkan pendapat dari Wijaya, seseorang yang memiliki kecerdasan emosional serta memiliki dukungan sosial yang cukup tinggi akan berdampak kepada peningkatan penyesuaian akademiknya. Individu yang mempunyai kecerdasan emosional baik tentu akan baik pula dalam penyesuaian akademiknya, sebaliknya jika individu memiliki kecerdasan emosi yang kurang baik maka akan kurang baik pula penyesuaian akademiknya. Selanjutnya dukungan sosial dapat ditinjau dari individu dengan keterbatasan mental seperti anak autis dan anak dengan depresi. Dalam hal ini dukungan sosial memainkan peran yang cukup penting dalam meringankan anak berkebutuhan khusus untuk bisa melakukan sesuatu di dalam hidupnya. Dukungan sosial pada anak autis dapat diterapkan melalui pemberian saran atau nasihat, kasih sayang, apresiasi, serta pemberian respon terhadap apa yang telah dilakukan (Safitri & Solikhah, 2. Dukungan sosial yang cukup mampu membantu anak dalam mengembangkan kemampuan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan dan orang disekitarnya (Yulisetyaningrum et al. , 2. Sedangkan dalam kasus depresi, dukungan sosial juga memainkan peran yang cukup Semakin besar dukungan sosial yang diterima individu, maka semakin rendah tingkat depresi yang dialami. Tetapi, jika dukungan sosial yang diterima individu itu sedikit, maka semakin tinggi tingkat depresi yang dialami (Saputri & Indrawati, 2. KESIMPULAN Dukungan sosial memiliki fungsi yang sangat penting dalam memperkuat kesehatan mental dan fisik seorang individu. Dukungan sosial terdiri dari beberapa jenis, yaitu dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan pernghargaan serta dukungan informasi yang dapat membantu individu dalam menghadapi tantangan emosional, mengurangi stres, dan meningkatkan harga diri individu. Dukungan sosial bisa bersumber dari keluarga, teman, pasangan maupun profesional. Selain itu, dukungan sosial juga memberikan manfaat kepada pemberi dukungan dan menciptakan hubungan timbal balik yang mendukung bagi kesejahteraan Dalam kondisi perkembangan, dukungan sosial juga memberi peluang untuk individu berkembang secara maksimal yang terjadi sejalan dengan perubahan pada kehidupan mereka. DAFTAR PUSTAKA