Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Interaksi desa-kota pada kota-kota kecil di Kota Medan dan Kecamatan Percut Sei Tuan Mhd. Anas Kautsar1,*. Afitzka Al Zahwa 2. Citra Aulia3. Riski Fanni Lumban Gaol4. Tondang Raja Pangihutan Purba 1,2,3,4,5 Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. Jl. William Iskandar Ps. Kenangan Baru. Kec. Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara 20221 *) Email Korespondensi: anaskautsar7@gmail. Abstract Sitasi: This study examines the dynamics of interactions between Kautsar. MA1. Zahwa. A2, villages and small towns in Medan City and Percut Sei Tuan Aulia. C3. Gaol. RFL4. Purba. Sub-district. North Sumatra. Rural-urban interactions are TRP5 . Interaksi desa-kota crucial in supporting sustainable regional development, pada kota-kota kecil di Kota especially in terms of population mobility, distribution of Medan dan Kecamatan Percut Sei Tuan . Jurnal Sains Geografi. goods and services, and knowledge exchange. The approach Vol. No. used is gravity analysis and evaluation of spatial factors that influence the strength of inter-regional interactions. Sejarah Artikel: Secondary data from BPS and interactive maps were used to Diterima: 9 April 2025 identify distribution patterns and intensity of relationships Disetujui: 16 April 2025 Publikasi: 31 Mei 2025 between villages and towns. The results show that villages with adequate infrastructure and high population, such as Tembung Village, have a very strong level of interaction with Medan City. The small town in this study serves as a node for trade and distribution of village products. However, there are challenges in the form of gaps in access to infrastructure, education and health between regions. The findings suggest the need for integrated planning that supports regional connectivity and village economic This research provides an important basis for policy makers in designing more inclusive and equitable regional development strategies. Copyright: A 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) license . ttps://creativecommons. org/license s/by/4. 0/). Keyword: Rural-urban interaction. Medan City. Percut Sei Tuan subdistrict, gravity analysis Abstrak Penelitian ini mengkaji dinamika interaksi antara desa dan kota kecil di wilayah Kota Medan dan Kecamatan Percut Sei Tuan. Sumatera Utara. Interaksi desa-kota menjadi krusial dalam mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan, terutama dalam hal mobilitas penduduk, distribusi barang dan jasa, serta pertukaran pengetahuan. Pendekatan yang digunakan adalah analisis gravitasi dan evaluasi faktor-faktor spasial yang memengaruhi kekuatan interaksi antarwilayah. Data sekunder dari BPS dan peta interaktif digunakan untuk mengidentifikasi pola distribusi dan intensitas hubungan antar desa dan kota kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa-desa dengan infrastruktur memadai dan populasi yang tinggi, seperti Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Desa Tembung, memiliki tingkat interaksi yang sangat kuat dengan Kota Medan. Kota kecil dalam penelitian ini berfungsi sebagai simpul perdagangan dan distribusi hasil produksi desa. Namun, terdapat tantangan berupa kesenjangan akses infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan antar wilayah. Temuan ini menunjukkan perlunya perencanaan terpadu yang mendukung konektivitas wilayah dan penguatan ekonomi desa. Penelitian ini memberikan dasar penting bagi pengambil kebijakan dalam merancang strategi pembangunan wilayah yang lebih inklusif dan Kata Kunci: Interaksi desa-kota. Kota Medan. Kecamatan Percut Sei Tuan, analisis gravitasi Pendahuluan Interaksi antara desa dan kota merupakan fenomena yang semakin penting dalam kajian perencanaan wilayah dan pengembangan ekonomi, khususnya di wilayah Medan dan Kecamatan Percut Sei Tuan. Hubungan timbal balik antara keduanya memainkan peran vital dalam memengaruhi dinamika sosial dan ekonomi, serta pembangunan di masingmasing wilayah. Kota kecil di sekitar Medan mengalami pertumbuhan pesat yang tidak terlepas dari interaksi dengan desadesa di sekitarnya, yang mencakup mobilitas penduduk, aliran barang dan jasa, serta transfer pengetahuan dan teknologi. Kota Medan, sebagai pusat ekonomi dan perdagangan di Sumatera Utara, menghubungkan desa-desa dengan pasar yang lebih luas. Kabupaten Kecamatan Percut Sei Tuan, yang berbatasan langsung dengan Medan, berfungsi sebagai wilayah penyangga yang mendukung aktivitas ekonomi kota. Desa-desa di Kecamatan Percut Sei Tuan memiliki potensi sumber daya alam dan produk pertanian yang penting untuk memenuhi kebutuhan pangan Peningkatan konektivitas juga membawa transformasi dalam aspek sosial dan ekonomi di desa-desa tersebut. Namun, dinamika interaksi tidak selalu berjalan lancar. Tantangan seperti kesenjangan ekonomi, dan perubahan pola mata pencaharian menjadi isu yang perlu diteliti lebih lanjut. Pola interaksi antara desa dan kota kecil di wilayah ini mencerminkan hubungan simbiosis yang Mobilitas penduduk dari desa ke kota kecil untuk bekerja menunjukkan sementara distribusi barang dan jasa dari desa ke kota berpengaruh pada efisiensi pasar dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu juga, desa-desa harus memanfaatkan peluang yang ada dari berkembangnya sektor industri dan perdagangan di kota kecil. Meskipun terdapat kesempatan untuk menjual produk unggulan seperti hasil pertanian dan kerajinan tangan, banyak desa menghadapi kendala seperti kurangnya akses ke pasar yang lebih luas, keterbatasan modal, dan rendahnya pemanfaatan teknologi yang Dilihat dari perspektif kota kecil, interaksi yang baik dengan desa-desa sekitarnya adalah kunci dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Kota kecil sering berfungsi sebagai pusat perdagangan yang menyerap hasil produksi dari desa, sehingga pola distribusi barang menjadi penting untuk diteliti. Efisiensi distribusi tidak hanya menentukan harga jual di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang dinamika interaksi desa-kota, potensi desa, serta pola aliran Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. distribusi barang. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dalam perencanaan pembangunan wilayah yang berkelanjutan dan menjadi dasar bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang mendukung penguatan hubungan antara desa dan kota kecil. Dengan keseimbangan pembangunan yang lebih merata di wilayah tersebut, tetapi juga mempengaruhi daya saing ekonomi di wilayah Medan dan Kecamatan Percut Sei Tuan. Metode Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di Kota Medan dan Kawasan Sekitar Kota Medan terutama di Kabupaten Kecamatan Percut Sei Tuan. Waktu Penelitian dilakukan pada bulan Maret tahun 2025. Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian . ource: Hasil Analisis Data, 2. Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini yaitu: Kecamatan-kecamatan yang ada di Kota Medan dan Desa-desa di Kabupate Kecamatan Percut Sei Tuan. Sampel pada penelitian ini yaitu: Data Kecamatan Medan Tembung. Kecamatan Medan Perjuangan. Kecamatan Medan Denai, dan Kecamatan Medan Amplas, serta desa-desa yang ada di Kecamatan Percut Sei Tuan yang terletak di Kabupaten Deli Serdang yaitu: Desa Laut Dendang. Desa Sampali. Desa Medan Estate. Desa Kenangan. Desa Kenangan Baru. Desa Amplas. Desa Tembung. Desa Bandar Khalipah. Desa Percut. Desa Cinta Damai. Desa Cinta Rakyat. Desa Saentis, dan Desa Pematang Lalang. Teknik Pengumpulan Data Penelitian Pengumpulan Data Sekunder. Data sekunder akan dikumpulkan yang berasal dari dokumen BPS Kecamatan dan Kabupaten/Kota Kota Medan Kabupaten Deli Serdang. Beberapa data yang akan dikumpulkan yaitu: Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. data jumlah penduduk jarak antar wilayah, klasifikasi desa kota, komoditas desa kota, kepadatan penduduk kondisi perekonomian wilayah Teknik Analisis Data Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis gravitasi dan analisis faktor yang mempengaruhi interaksi spasial . Analisis gravitasi, dengan cara menghitung besar menggunakan data jumlah penduduk dan data jarak antar wilayah yang berinteraksi, kemudian untuk analisis faktor yang mempengaruhi interaksi keruangan dengan cara menentukan wilayah yang memiliki Region Complementarity. Intervenning Opportunity. Spatial Transferability wawancara di wilayah desa kota. Rumus mencari analisis gravitasi: Hasil dan Pembahasan Hasil Kota kecil di Kecamatan Percut Sei Tuan Kota kecil memiliki kedudukan dan peran yang strategis dalam pengembangan kawasan perdesaan. Kota kecil sebagai kota penghubung antara kawasan perdesaan yang bersifat agraris dengan kota lain yang lebih besar. Kota kecil selain menjadi pusat kegiatan administrasi juga menjadi pusat pengumpulan produksi kawasan perdesaan untuk selanjutnya disalurkan ke daerah lain. Untuk Indonesia. NUDS menyarankan bahwa ukuran kota kecil di Jawa adalah 20. 000 jiwa dan 000- 50. 000 untuk di luar Jawa. Secara umum,kota berpenduduk antara 5. 000 dapat disebut Kota Kecil. Tabel 1. Tabel Jumlah Penduduk Kecamatan Kota Medan dan Percut Sei Tuan Keterangan: Iij = Intensitas interaksi antara desa . dan kecamatan . Pi = Jumlah penduduk desa di Kecamatan Percut Sei Tuan. Pj = Jumlah penduduk kecamatan di Kota Medan. Dij = Jarak antara desa dan kecamatan . alam k. Kategori Interaksi C Interaksi Kuat: Iij > 50 juta C Interaksi Sedang: 20 juta O Iij O 50 C Interaksi Lemah: Iij < 20 juta Kecamatan Medan Tembung Medan Perjuangan Medan Amplas Medan Denai Percut sei tuan Jumlah . Sumber: BPS Kota Medan dan Kecamatan Percut Sei Tuan, 2024 Desa Kota di Kecamatan Percut Sei Tuan dan Kota Medan Desa perkotaan merupakan daerah yang dicirikan dengan struktur masyarakat berbasis perdagangan dan jasa, kepadatan penduduk rapat, penduduk tinggal secara berkelompok, tenaga berpendidikan relatif tinggi, sistem organisasi kerja yang kompleks berbasis kegiatan formal. Untuk klasifikasi desa perkotaan diperoleh pada Peraturan Kepala (Perk. Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 37 Tahun 2010 tentang Klasifikasi Perkotaan dan Pedesaan di Indonesia. Buku 2 (Jaw. Dalam Perka BPS tersebut diklasifikasikan perdesaan dan desa perkotaan, pengklasifikasian Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. berdasarkan pada kriteria: . persentase rumah tangga dan . kelengkapan fasilitas perkotaan, seperti sarana pendidikan formal, sarana kesehatan umum, dan Tabel 2. Klasifikasi status desa perkotaan dan perdesaan Kabupaten/Kota Kota Medan Kecamatan Percut Sei Tuan Status Desa Perkotaan Perdesaan Medan Indra Kasih Tembung Sidorejo Hilir Sidorejo Bantan Timur Bandar Selamat Bantan Tembung Medan Pandu Hilir Perjuangan Sei Kera Hulu Pahlawan Sei Kera Hilir I Sei Kera Hilir II Sidorame Timur Sidorame Barat II Siderome Barat I Tegal Rejo Medan Amplas Harjosari II Bangun Mulia Sitirejo II Sitirejo i Harjosari I Amplas Timbang Deli Medan Denai Binjai Medan Tenggara Denai Tegal Sari Mandala i Tegal Sari Mandala II Tegal Sari Mandala I Percut Sei Tuan 13 Percut Pematang Cinta Damai Lalang Cinta Rakyat Saentis Medan Estate Sampali Laut Dendang Kenangan Kenangan Baru Amplas Tembung Bandar Khalippah Sumber: Hasil Analisis Data, 2025 Kecamatan Desa Kota yang saling berinteraksi di Kecamatan Percut Sei Tuan dengan Kota Medan Ciri utama yang menandai adanya keterkaitan desa dan kota adalah adanya tinjauan terhadap keterkaitan desa dan kota . ural urban linkag. ditunjukkan dengan adanya aliran barang, informasi, penduduk. Jumlah Desa dan permodalan . sehingga hal tersebut diperlukan dalam perwujudan pemerataan pembangunan (Hariyanto. Adapun desa dalam penelitian ini yang memiliki status Desa Kota, yaitu terdiri dari 41 desa perkotaan, yang tersebar di 5 kecamatan yang terletak di 2 kabupaten/kota yaitu Kota Medan dan Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Kabupaten Deli Serdang. Desa Kota yang dimaksud tertera pada tabel diatas Tuan dengan Kota Meda menggunakan teori gravitasi untuk megukur suatu hubungan atau kekuatan interaksi. mengukur interaksi variabel diperlukan berupa data seperti jumlah Penduduk. Jarak desa ke ibukota kecamatan, kepadatan penduduk tiap desa/kelurahan. Model Gravitasi Model gravitasi menggunakan acuan jumlah penduduk dan jarak. Untuk mengidentifikasi desa kota yang saling berinteraksi antara kecamatan Percut Sei Tabel 3. Jumlah penduduk,kepadatan penduduk dan jarak desa ke ibukota kecamatan Kecamatan Medan Tembung Jarak Desa/Kelurahan Ke Ibu Kota Kecamatan . Jumlah Penduduk . Kepadatan Penduduk . Indra Kasih Sidorejo Hilir Sidorejo Bantan Timur Bandar Selamat Bantan Tembung Desa/Kelurahan Total Medan Perjuangan Pandu Hilir Sei Kera Hulu Pahlawan Sei Kera Hilir I Sei Kera Hilir Ii Sidorame Timur Sidorame Barat Ii Siderame Barat I Tegal Rejo Total Medan Amplas Harjosari Ii Sitirejo Ii Sitirejo i Harjosari I Amplas Timbang Deli Bangun Mulya Total Medan Denai Binjai Medan Tenggara Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Denai Tegal Sari Mandala i 0,75 Tegal Sari Mandala Ii Tegal Sari Mandala I Total Percut Sei Tuan Percut 1516,27 Cinta Damai 466,16 Cinta Rakyat 10686,49 Saentis 834,67 Pematang Lalang 77,86 Medan Estate 1616,52 Sampali 1123,19 Laut Dendang 9525,88 Kenangan 15481,10 Kenangan Baru 27111,11 Amplas 3710,65 Tembung 8883,74 Bandar Khalipah 5780,55 86814,19 Total Sumber: BPS Kota Medan dan Kecamatan Percut Sei Tuan, 2024 Klasifikasi dan interaksi antar desa kota yang berada di kota-kota kecil di kawasan pesisir DIY dilakukan dengan menentukan aksesibilitas dan interaksi antar antar desa kota yang berada di kota-kota kecil di kawasan pesisir DIY yaitu terdiri dari interaksi klasifikasi tinggi, sedang dan Hal ini diukur melalui formulasi interval antar kelas sebagai berikut (Hikmah, 2. yaycuycyceycycycayco ycoyceycoycayc ycAycnycoycaycn ycoyceycoycayc ycyceycycycnycuyciyciycn Oe ycAycnycoycaycn ycoyceycoycayc ycyceycyceycuyccycaEa yaycycoycoycaEa ycoyceycoycayc yaycuycyceycycycayco ycoyceycoycayc = 930 Oe 1. = 56. Klasifikasi interaksi klasifikasi Kuat, sedang dan lemah, dapat digolongkan A A A 787 - 171. 930 (Interaksi Kua. 558 - 37. 888 (Interaksi 568 - 5. 145 (Interaksi Lema. Tabel 1. Hasil Nilai Interaksi desa kota antara Kecamatan Percut Sei Tuan dengan Kota Medan Nama Desa Percut Cinta Damai Cinta Rakyat Saentis Medan Estate Sampali Laut Dendang Kenangan Medan Tembung 195,802,764 51,466,760 217,778,939 295,533,526 230,378,062 427,035,596 334,475,734 507,605,240 Interaksi Dengan Medan Denai Medan Amplas 200,217,126 193,955,540 51,890,001 49,884,060 224,560,086 218,544,316 306,298,525 298,944,747 246,349,722 244,786,996 445,225,110 435,989,206 357,664,282 355,395,429 558,304,990 564,246,501 Medan Perjuangan 187,290,482 47,781,386 212,081,610 290,999,856 243,047,054 425,945,439 352,869,284 571,220,863 Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Kenangan Baru Amplas Tembung Bandar Khalipah Pematang Lalang 447,968,817 296,983,016 1,636,095,950 1,236,572,941 16,161,989 Keterangan: Nilai interaksi > 50 juta Nilai interaksi 20 Ae 50 juta Nilai interaksi < 20 juta 485,013,440 485,506,645 326,645,761 330,121,942 1,889,485,145 1,970,215,150 1,388,417,230 1,421,416,123 16,372,865 15,780,444 Sumber: Hasil Analisis Data, 2025 486,106,560 334,202,410 2,071,282,122 1,461,123,757 15,156,242 : Interaksi kuat : Interaksi sedang : Interaksi lemah Gambar 2. Peta Interaksi Desa Kota Antara Kota Medan Dengan Kecamatan Percut Sei Tuan . ource: Hasil Analisis Data, 2. Dari peta diatas dapat dijelaskan bahwa interaksi desa kota paling kuat terjadi antara Desa Tembung dengan Kecamatan Medan Tembung. Kecamatan Medan Denai. Kecamatan Medan Amplas dan Kecamatan Medan Perjuangan yang masing-masing secara berurut nilai interaksi nya yaitu 150, dan 2. Hal ini menujukkan bahwa interaksi Desa Tembung dengan Kota Medan sangat kuat dan sering terjadi. Faktor penyebab nya bisa karena jumlah penduduk, kepadatan penduduk, tingkat perekonomian (PDRB) dan faktor lainnya. Pembahasan Berdasarkan interaksi antara desa dan kota kecil di Kecamatan Percut Sei Tuan dan Kota Medan menunjukkan pola hubungan yang kompleks dan saling mempengaruhi. Kota kecil dalam konteks ini berperan sebagai pusat perdagangan dan jasa yang menghubungkan desa-desa dengan pusat kota yang lebih besar. Dari hasil analisis gravitasi, diketahui bahwa interaksi desakota di beberapa wilayah memiliki intensitas yang tinggi, yang ditunjukkan oleh aliran barang, tenaga kerja, dan mobilitas penduduk yang signifikan. Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Salah satu faktor utama yang mendukung interaksi kuat antara desa dan kota kecil adalah infrastruktur transportasi. Desa-desa yang memiliki akses jalan yang baik dan jaringan transportasi yang memadai cenderung lebih aktif dalam kegiatan perdagangan dan distribusi Sebagai contoh. Desa Tembung memiliki interaksi yang sangat kuat dengan beberapa kecamatan di Kota Medan, seperti Kecamatan Medan Tembung dan Medan Denai. Hal ini dapat dikaitkan dengan faktor jumlah penduduk, kepadatan penduduk, serta perkembangan ekonomi yang pesat. Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi pendorong utama dalam interaksi desa kota. Banyak penduduk desa yang bekerja di sektor perdagangan, industri, dan jasa di kota kecil maupun Kota Medan, sementara desa-desa menjadi pemasok utama hasil pertanian dan bahan pangan bagi kota kecil. Namun, meskipun interaksi yang terjadi cukup intens, masih terdapat beberapa kendala seperti kesenjangan akses terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan antara desa dan kota kecil. Analisis menunjukkan bahwa tidak semua desa memiliki tingkat interaksi yang sama. Beberapa desa dengan akses terbatas atau menunjukkan interaksi yang lemah. Hal ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam aspek infrastruktur, kebijakan ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Secara mengungkapkan bahwa interaksi desa-kota di Kecamatan Percut Sei Tuan dan Kota Medan bersifat dinamis dan sangat oleh faktor geografis, ekonomi, dan sosial. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai interaksi ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan yang lebih efektif untuk meningkatkan pembangunan wilayah secara merata. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa interaksi antara desa dan kota kecil di Kecamatan Percut Sei Tuan dan Kota Medan sangat dipengaruhi oleh faktor ekonomi, infrastruktur, dan mobilitas penduduk. Desa-desa yang memiliki akses jalan yang baik dan jumlah penduduk yang besar cenderung memiliki interaksi yang lebih kuat dengan kota kecil dan Kota Medan. Kota kecil berperan sebagai pusat perdagangan dan jasa yang menjadi penghubung antara desa dengan pasar yang lebih luas. Namun, terdapat beberapa kendala dalam interaksi ini, seperti ketimpangan akses terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta kesenjangan ekonomi antara desa dan kota kecil. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembangunan yang kesejahteraan masyarakat desa dan memperkuat hubungan ekonomi antara desa dan kota kecil. Daftar Pustaka