Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI KONDISI GEOGRAFIS INDONESIA MENGGUNAKAN METODE INVESTIGASI KELOMPOK PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 101240 LIANG ASONA KEC. PADANG BOLAK KAB. PADANG LAWAS UTARA Oleh Mhd. Husin Harahap1* Sartika Rati Asmara Nasution 2 Nurbaiti 3 1*,2,3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Email: husin. harahap92@gmail. Received: 17 Janauri 2023 Article history: Revised: 27 April 2023 Published: 20 Mei 2023 Accepted: 16 Mei 2023 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nyata tentang . Pelaksanaan pembelajaran IPS materi Kondisi Geografis Indonesia menggunakan Metode Investigasi Kelompok di kelas V SD Negeri 101240 Liang Asona Kec. Padang Bolak Kab. Padang Lawas Utara, dan . Hasil pembelajaran IPS materi Kondisi Geografis Indonesia menggunakan Metode Investigasi Kelompok pada siswa kelas V SD Negeri 101240 Liang Asona Kec. Padang Bolak Kab. Padang Lawas Utara. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), objek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 101240 Liang Asona Kec. Padang Bolak Kab. Padang Lawas Utara Tahun Pelajaran 2021-2022. Selanjutnya ditetapkan subjek adalah karena penulis melihat hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS materi Kondisi Geografis Indonesia. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data adalah tes dan observasi. Hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 101240 Liang Asona Kec. Padang Bolak Kab. Padang Lawas Utara dalam pembelajaran IPS materi Kondisi Geografis Indonesia menggunakan metode investigasi kelompok menunjukkan peningkatan yang signifikan, dimana pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa baru mencapai mencapai mencapai ketuntasan 52% dengan nilai ratarata siswa 54,84, sedangkan pada siklus II menunjukkan Peningkatan yang cukup tinggi dengan nilai rata-rata siswa 88 dengan ketuntasan mencapai 77,16%. Kata Kunci : Metode Investigasi Kelompok dan Hasil Belajar. Abstract This study aims to find out the real picture of . To find out whether the application of the Jigsaw Learning Model Can Improve Student Learning Outcomes for Class IV Elementary School No. Sabungan Jae, . To find out the application of the Jigsaw Learning Model in Class IV SD Negeri No. 200402 Fighting Jae. The type of research is Classroom Action Research (CAR), the object of this research is all students of SD Negeri No. 200402 Fighting Jae. Furthermore, the subject is set as many as 24 people. The instruments used as a data collection tool are tests, observations and cameras. Then the research data is processed by data analysis techniques, namely analysis of learning outcomes tests, analysis of teacher activities and analysis of student activities. Student learning outcomes increased through the Jigsaw learning model in grade IV SD Negeri No. 200402 Sabang Jae, it can be proven that in the first cycle the percentage is 41. 67%, the second cycle is 83. 33%, from the first cycle to the second cycle it has increased by 42. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of the jigsaw learning model to be able to improve student learning outcomes in the material of style and motion for Class IV SD Negeri No. 200402 Jae's Fighting Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Keywords: Jigsaw. Student Learning Outcomes. Style and Movement. PENDAHULUAN Perkembangan dan kemajuan teknologi seperti sekarang ini tidak terlepas dari perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Pendidikan bisa dijadikan sebagai tolak ukur suatu bangsa, artinya maju dan mundurnya suatu bangsa didukung oleh pendidikan. Beranjak dari pernyataan di atas, peran guru sebagai pelaksana dalam usaha pembangunan di bidang pendidikan sangat penting dan Karena itu tanggung jawab untuk tercapainya perubahan pada siswa sangat dipengaruhi faktor kemampuan guru. Perubahan itu misalnya perubahan sikap emosional, keterampilan, kecakapan, perkembangan intelektual dan sebagainya. Salah satu bidang studi di Sekolah Dasar (SD) adalah Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Pembelajaran IPS bertujuan untuk membekali siswa dengan ilmu-ilmu dan wawasan nusantara supaya menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya yaitu manusia yang memiliki rasa tanggung jawab dan kesadaran penuh sebagai warga Negara Indonesia. Depdiknas . 6: . menyatakan bahwa mata pelajaran IPS disekolah dasar merupakan program pengajaran yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi dimasyarakat, memilki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pelajaran IPS disekolah diorganisasikan secara baik. Dalam kurikulum tahun 2013 tercantum bahwa tujuan IPS adalah : Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya. Memilki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial. Memilki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. Memilki kemampuan untuk berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal, nasional dan global. Guna menunjang tercapainya tujuan mata pelajaran IPS salah satu kemampuan dan keterampilan yang harus dikuasai guru adalah bagaimana merancang dan melaksanakan suatu strategi atau metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan atau kompetensi yang ingin dicapai. Pemilihan metodeini disebabkan karena tujuan yang berbeda pada setiap materi pembelajaran, perbedaan latar belakang individu anak, perbedaan situasi dan kondisi di mana pendidikan berlangsung, perbedaan pribadi dan kemampuan guru, serta perbedaan fasilitas yang ada baik kualitas maupun kuantitasnya. Pemilihan metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan kurikulum dan potensi siswa merupakan kemampuan dan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru. Kualitas dan keberhasilan pembelajaran juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan ketepatan guru dalam memilih dan menggunakan metodepembelajaran tersebut sehingga dapat memperbesar minat belajar siswa dan mempertinggi hasil pembelajaran mereka. Guru yang asal mengajar dengan target selesainya jatah kurikulum dan tidak akan menghiraukan keanekaragaman siswa dan hanya mementingkan mengajar akan memberikan kesulitan bagi siswa dan menyebabkan pendangkalan pemahaman siswa tentang konsep dan hubungan yang mendasar bagi mata pelajaran yang telah mereka pelajari. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis dalam pembelajaran IPS di Kelas V SD Negeri 101240 Liang Asona Kec. Padang Bolak Kab. Padang Lawas Utara, terlihat bahwa selama proses pembelajaran berlangsung keadaan siswa cenderung pasif dan tidak berani untuk bertanya, serta siswa kurang terlatih untuk mengungkapkan ide atau gagasan mereka baik dalam lisan maupun tulisan. Selain itu, kreativitas siswa dalam mengungkapan ide atau gagasan yang mereka miliki cenderung hanya terpendam di hati karena mereka tidak dapat mengungkapkan ide atau gagasan yang mereka miliki dan Di samping itu, ada juga siswa yang tidak memperhatikan dan mengacuhkan penjelasan dari Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. guru yang sedang memberikan penjelasan, bahkan siswa cenderung lebih menikmati obrolan dengan teman-teman mereka dibandingkan memperhatikan penjelasan dari guru. Hal ini menjadikan siswa tidak dapat menyerap materi pelajaran dengan maksimal. Hal ini pun bisa dilihat dari hasil pembelajaran siswa yang hanya mencapai nilai rata-rata 65,75. Sedangkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. mata pelajaran IPS itu sendiri 75. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sehingga siswa menjadi aktif dalam pembelajaran. Beraneka ragam metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran. Salah satu metodemengajar yang dapat diterapkan dalam pembelajaran IPS materi Kondisi Geografis Indonesia adalah Metode Investigasi Kelompok. Metode Investigasi Kelompok merupakan teknik untuk merangsang diskusi dan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai isu kompleks. Format tersebut mirip dengan sebuah perdebatan namun dikemas dalam suasana yang tidak terlalu formal dan berjalan dengan lebih cepat. Metode Investigasi Kelompok merupakan modifikasi dari metode diskusi. Metode ini merupakan metode untuk merangsang diskusi dan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai isu kompleks. Metode Investigasi Kelompok dipergunakan untuk mendorong peserta didik berfikir kritis dalam berbagai perspektif terhadap masalah yang sengaja dimunculkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Tujuan Penerapan Metode Investigasi Kelompok adalah untuk melatih siswa agar mencari argumentasi yang kuat dalam memecahkan suatu masalah yang aktual di masyarakat dan mampu mengaitkan ilmu pengetahuan yang telah mereka peroleh ke dalam permasalahan dunia Dalam pembelajaran menggunakan Metode Investigasi Kelompok berlangsung interaksi dua arah yang harmonis antara guru dan siswa, hal ini disebabkan oleh guru yang memaknai pembelajaran dengan menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Pembelajaran akan lebih bermakna bila senantiasa bersentuhan dengan situasi dan permasalahan kehidupan yang terjadi dilingkungannya . engalaman hidup nyat. , dengan demikian pembelajaran lebih menarik dan dapat dirasakan langsung Jika pembelajaran dimulai dengan masalah yang bermakna bagi mereka, siswa akan tertarik untuk belajar, sehingga hasil belajar IPS dapat ditingkatkan. Berdasarkan fenomena di atas penulis tertarik mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul AuPeningkatan Hasil Belajar IPS materi Kondisi Geografis Indonesia Menggunakan Metode Investigasi Kelompok Pada Siswa Kelas V SD Negeri 101240 Liang Asona Kec. Padang Bolak Kab. Padang Lawas Utara. Menurut Slameto yang dikutip oleh Djamarah . 8: . Au Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkunganAy. Untuk memperoleh perubahan perilaku itu maka diperlukan latihan atau pengalaman yang berupa ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa belajar adalah peristiwa yang terjadi secara sadar artinya seseorang yang terlibat dalam peristiwa itu yang pada akhirnya menyadari bahwa ia telah mempelajari sesuatu. Untuk mengetahui apakah seseorang berhasil dalam melakukan kegiatan belajar maka dilakukan evaluasi atau tes hasil belajar. Menurut B. Uno . mengatakan bahwa AuHasil belajar merupakan kapasitas terukur dari perubahan individu yang diinginkan berdasarkan ciri-ciri atau variabel bawaannya melalui perlakuan pengajaran tertentuAy. Sedangkan menurut pendapat Kunandar . mengatakan bahwa AuHasil belajar adalah kemampuan siswa dalam memenuhi suatu tahapan pencapaian pengalaman belajar dalam satu kompetensi dasarAy. Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono . mengatakan bahwa AuHasil belajar adalah hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajarAy. Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan hasil belajar yaitu keseluruhan kegiatan pengubahan . engumpulan data dan informasi, pengelolaan, penafsiran dan perhitunga. untuk membuat keputusan tentang hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Seseorang atau sesuatu yang bisa di ukur dari dalam diri peserta didik berdasarkan perlakuannya tentang nilai yang dicapai dari penggunaan suatu metode dalam kondisi yang berbeda. Belajar seperti halnya perkembangan berlangsung seumur hidup, dimulai sejak dalam ayunan . sampai dengan menjelang liang lahat . Apa yang dipelajari dan bagaimana cara belajarnya pada setiap fase berkembangan berbeda-beda. Banyak teori yang membahas masalah belajar. Tiap teori bertolak dari asumsi atau anggapan dasar tertentu tentang belajar. Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila kita temukan konsep atau pandangan serta praktek yang berbeda dari belajar. Meskipun demikian ada beberapa pandangan umum yang sama atau relatif sama antara konsep-konsep Beberapa kesamaan ini dipandang sebagai prinsip belajar. Kondisi geografis mencerminkan suatu integrasi wilayah yaitu bagaimana wilayah-wilayah itu tersusun oleh gejala-gejala fisik dan sosial. Pengaruh bumi terhadap kehidupan manusia dapat dilihat dari kondisikondisi faktor geografisnya yang meliputi: relasi . okasi, posisi, bentuk, luas dan jara. atau topografi . inggi rendahnya permukaan bum. , iklim . engan permusimanny. , jenis tanah . apur, liat, pasir, gambu. , flora dan fauna, air, tanah dan kondisi pembuangan air, sumber-sumber mineral dan relasi dengan laut. Faktor-faktor tersebut adalah jenis-jenis faktor alam dimana mempunyai pertalian langsung maupun tidak langsung dengan 8 kehidupan manusia dalam arti memberikan fasilitas Ae fasilitas kepadanya untuk menghuni bumi sebagai wilayah. Menurut Bintarto dan Surastopo Hadisumarno . 9:12-. , terdapat tiga pendekatan dalam geografi yaitu : . Pendekatan Keruangan (Spatial Approac. Pendekatan ini mempelajari perbedaan lokasi mengenai sifat-sifat penting. Dalam analisa keruangan ini yang harus diperhatikan adalah penyebaran penggunaan ruang yang ada, dan penyediaan ruang yang akan digunakan untuk pelbagai kegunaan yang dirancangkan. Dalam analisa keruangan ini dapat dikumpulkan data lokasi yang terdiri dari data titik . oint dat. dan data bidang . real dat. Data titik digolongkan menjadi data ketinggian tempat, data sampel batuan, data sampel tanah dan sebagainya. Data bidang digolongkan menjadi data luas hutan, data luas daerah pertanian, dan sebagainya. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan keruangan, hal ini terkait dengan data areal yang digunakan yaitu areal di seluruh Kecamatan Depok. Data yang digunakan berupa blok permukiman yang selanjutnya di cari luasannya. Menurut Trianto . mengatakan bahwa: AuDalam belajar kooperatif siswa belajar bersama sebagai suatu tim dalam menyelesaikan tugas-tugas kelompok untuk mencapai tujuan bersamaAy. Riyanto . yang mengatakan bahwa: AuMetode Pembelajaran Kooperatif adalah metode pembelajaran yang dirancang untuk membelajarkan kecakapan akademik . cademik skil. , sekaligus keterampilan sosial . ocial skil. termasuk interpersonal skillAy. Salah satu bentuk pembelajaran kooperatif adalah Metode Group Investigation. Metode ini merupakan metode pembelajaran kooperatif yang kompleks karena memadukan antara prinsip belajar kooperatif dengan pembelajaran yang berbasis konstruktivisme dan prinsip pembelajaran demikrasi. Metode ini dapat melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berpikir mandiri. Menurut Isjoni . AuPembelajaran kooperatif tipe Investigasi Kelompok adalah strategi kooperatif yang menempatkan siswa ke dalam kelompok untuk melakukan investigasi atau penyelidikan terhadap suatu Metode pembelajaran kooperatif tipe investigasi melibatkan siswa sejak perencanaan baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Ay Sedangkan menurut Kunandar . mengemukakan bahwa. AuTipe ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Ay Riyanto . yang mengatakan bahwa. AuMetode Pembelajaran Kooperatif kelompok Investigasi memiliki langkah-langkah yaitu kemukakan masalah/ pertanyaan berdasarkan dari hasil pengamatan, kegiatan kelompok koperatif untuk menjawab masalah . engamatan lebih lanjut atau eksperime. , melaporkan hasil kegiatan kelompok berupa produck atau presentasi. Ay Dari beberapa pendapat di atas dapat diambil kesimpulan pembelajaran investigasi kelompok merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi . pelajaran yang akan dipelajari melalui bahanbahan yang tersedia. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Menurut Hamdani . bahan yang perlu dibicarakan dibagian metode pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok, yaitu: a. Seleksi topik, b. Merencanakan kerja sama, c. Implementasi, d. Analisis dan Sintesis, e. Penyajian hasil akhir dan f. Evaluasi. Untuk lebih jelasnya, maka penulis akan menjelaskan secara singkat satu persatu yaitu : Seleksi Topik Seleksi topik yaitu para siswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas . ask oriented group. yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan Menurut Isjoni . AuPada metode ini siswa memilih sub topik yang ingin mereka pelajari dan topik yang biasanya telah ditentukan guru, selanjutnya siswa dan guru merencanakan tujuan, langkah-langkah belajar berdasarkan sub topik dan materi yang dipilih. Ay Menurut Rusman . mengemukakan bahwa. AuMengidentifikasi topik dan mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok . ara siswa menelaah sumber-sumber informasi, memilih topik, dan mengorganisasikan saran-saran. para siswa bergabung ke dalam kelompok belajar dengan pilihan topik yang sama. komposisi kelompok didasarkan atas ketertarikan topik yang sama dan heterogen. guru membantu atau memfasilitasi dalam memperoleh informasi. Ay Riyanto . yang mengatakan bahwa. AuMetode Pembelajaran Kooperatif kelompok Investigasi memiliki langkah-langkah yaitu kemukakan masalah/ pertanyaan berdasarkan dari hasil pengamatan, kegiatan kelompok koperatif untuk menjawab masalah . engamatan lebih lanjut atau eksperime. , melaporkan hasil kegiatan kelompok berupa produck atau presentasi, penghargaan kelompok. Ay Trianto . mengemukakan bahwa memilih topik adalah siswa memilih subtopik khusus di dalam suatu daerah masalah umum yang biasanya ditetapkan oleh guruAy. Selanjutnya Hamdani . mengemukakan bahwa. AuSiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang telah digambarkan lebih dahulu oleh guruAy. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Ay Seleksi topik merupakan kemampuan untuk dapat mendefenisikan masalah, menggali berbagai pandangan tentang masalah tersebut, studi bersama untuk memperoleh informasi, ide dan keterampilan yang dapat mengembangkan kompetensi sosial pembelajaran. Merencanakan Kerjasama Merencanakan kerja sama yaitu para siswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum . yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih pada langkah pertama di atas. Perencanaan adalah suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang baik guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Isjoni . AuDalam pembelajaran inilah kooperatif memainkan peranannya dalam memberi kebebasan kepada pembelajar untuk berfikir secara analitis, kritis, kreatif, reflektif dan Ay Sedangkan menurut Rusman . mengemukakan bahwa. AuMerencanakan tugastugas belajar . irencanakan secara bersama-sama oleh para siswa dalam kelompoknya melakukannya, siapa sebagai apa-pembagian kerja. untuk tujuan apa topik ini diinvestigasi. Ay Riyanto . yang mengatakan bahwa. AuPerencanaan kooperatif siswa dan guru merencanakan prosedur pembelajaran, tugas dan tujuan khusus yang konsisten dengan subtopik yang telah dipilih pada tahap pertama. Ay Selanjutnya Hamdani . mengemukakan bahwa. AuSiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas, dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari seleksi topikAy. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa, suatu perencanaan kooperatif merupakan suatu tahap yang sangat penting dalam melaksanakan kegiatan investigasi kelompok. Dikatakan penting karena tahap perencanaan ini sangat mempengaruhi kualitas hasil pembelajaran, selain itu tahap perencanaan ini akan memberi tuntutan tentang bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran harus dilakukan sehingga dapat berjalan secara optimal. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Implementasi Implementasi yaitu para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah kedua di atas. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan keterampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber, baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus- menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. Implementasi yaitu siswa menerapkan rencana yang telah mereka kembangkan di dalam tahap Kegiatan pembelajaran hendaknya melibatkan ragam aktivitas dan keterampilan yang luas dan hendaknya mengarahkan siswa kepada jenis-jenis sumber belajar yang berbeda baik di dalam atau di luar sekolah. Guru secara ketat mengikuti kemajuan tiap kelompok dan menawarkan bantuan bila Menurut Isjoni . AuPola pengajaran ini akan menciptakan pembelajaran yang diinginkan, karena siswa sebagai obyek pembelajaran ikut terlibat dalam penentuan pembelajaran. Ay Selanjutnya Hamdani . mengemukakan bahwa. AuImplementasi. Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah kedua di atasAy. Rusman . mengemukakan bahwa. AuDi dalam implementasinya pembelajaran kooperatif tipe group investigation, setiap kelompok presentasi atas hasil investigasi mereka di depan Tugas kelompok lain, ketika satu kelompok presentasi di depan kelas adalah melakukan evaluasi sajian kelompok. Ay Trianto . mengemukakan bahwa. AuSiswa menerapkan rencana yang telah mereka kembangkan di dalam tahap kedua. Kegiatan pembelajaran hendaknya melibatkan ragam aktivitas dan keterampilan yang luas dan hendaknya mengarahkan siswa kepada jenis-jenis sumber belajar yang berbeda baik di dalam atau di luar sekolahAy. Dari uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi investigasi kelompok perlu ditetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh siswa seperti halnya proyek kerja apa yang akan dibuat atau dikerjakan siswa. Disamping itu bentuk proyek yang dirancang tersebut, harus memberi kemungkinan bagi siwa untuk saling bekerjasama seoptimal mungkin antara sesama angota kelompok sehingga tercipta tujuan yang diharapkan. Analisis dan Sintesis Para siswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. Analisis dan sintesis adalah yang berkaitan dengan materi pelajaran dan yang berkaitan dengan siswa sebagai penerima Menurut Isjoni . AuKemudian siswa mulai belajar dengan berbagai sumber belajar baik di dalam maupun di luar sekolah, setelah proses pelaksanaan belajar selesai mereka menganalisis, menyimpulkan, dan membuat kesimpulan untuk mempresentasikan hasil belajar mereka di depan Ay Rusman . mengemukakan bahwa. AuMelaksanakan investigasi . iswa mencari informasi, menganalisis data, dan membuat kesimpulan. setiap anggota kelompok harus berkontribusi kepada usaha kelompok. para siswa bertukar pikiran, mendiskusikan, mengklarifikasi, dan mensintesis ide-ide. Ay Trianto . mengemukakan bahwa. Siswa menganalisis dan menyintesis informasi yang diperoleh pada tahap ketiga dan merencanakan bagaimana informasi tersebut diringkas dan disajikan dengan cara menarik sebagai bahan untuk dipresentasikan kepada seluruh kelasAy. Selanjutnya Hamdani . mengemukakan bahwa. AuSiswa menganalisis dan menyintesis informasi yang diperoleh pada langkah . dan merencanakan untuk meringkas dalam penyajian yang menarik di depan kelasAy. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa analisis dan sintesis yaitu siswa yang harus dipertimbangkan kesiapan dan kemampuannya dalam menerima penjelasan dengan baik yang berkaitan dengan materi pelajaran dan yang berkaitan dengan siswa sebagai penerima pesan. Penyajian Hasil Akhir Penyajian hasil akhir pada bagian-bagian yang penting dapat dilakukan dengan cara penekanan suara atau mengemukakan tujuan. Penyajian hasil akhir adalah keterampilan penyajian yang meminta perhatian anak didik terhadap informasi yang esensial atau penting. Dalam pada itu perlu ada variasi Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. dalam memberikan tekanan, perlu pula membuat struktur sajian yaitu memberikan informasi yang memberikan arah atau tujuan utama sajian. Menurut Isjoni . AuKemudian siswa mulai belajar dengan berbagai sumber belajar baik di dalam maupun di luar sekolah, setelah proses pelaksanaan belajar selesai mereka menganalisis, menyimpulkan, dan membuat kesimpulan untuk mempresentasikan hasil belajar mereka di depan Ay Rusman . mengemukakan bahwa. AuMenyiapkan laporan akhir . nggota kelompok menentukan pesan-pesan esensial proyeknya. merencanakan apa yang akan dilaporkan dan bagaimana membuat presentasinya. membentuk panitia acara untuk mengoordinasikan rencana presentas. Ay Trianto . mengemukakan bahwa. Beberapa atau semua kelompok menyajian hasil penyelidikannya dengan cara yang menarik kepada seluruh kelas, dengan tujuan agar siswa yang lain saling terlibat satu sama lain dalam pekerjaan mereka dan memperoleh perspektif luas pada topik itu. Presentasi kelompok dikoordinasikan oleh guruAy. Selanjutnya Hamdani . mengemukakan bahwa. AuSemua kelompok menyajikan presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu oerspektif yang luas mengenai topik tersebutAy. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penyajian hasil akhir adalah keterampilan penyajian yang meminta perhatian anak didik terhadap informasi yang esensial atau penting untuk menunjukkan arah atau tujuan utama sajian serta pemberian tekanan pada bagian-bagian yang penting dapat dilakukan dengan cara penekanan suara atau mengemukakan tujuan. Evaluasi Evaluasi yaitu guru beserta para siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individual atau kelompok. Menurut Isjoni . AuKemudian siswa mulai belajar dengan berbagai sumber belajar baik di dalam maupun di luar sekolah, setelah proses pelaksanaan belajar selesai mereka menganalisis, menyimpulkan, dan membuat kesimpulan untuk mempresentasikan hasil belajar mereka di depan kelas. Ay Rusman . mengemukakan bahwa. AuEvaluasi . ara siswa berbagi mengenai balikan terhadap topic yang dikerjakan, kerja yang telah dilakukan, dan pengalaman-pengalaman guru dan siswa berkolaborasi dalam mengevaluasi pembelajaran. asesmen diarahkan untuk mengevaluasi pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis. Ay Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya. Penilaian sebenarnya adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Evaluasi adalah proses yang dilakukan guru untuk memproleh informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan oleh siswa. Trianto . mengemukakan bahwa. AuDalam hal ini kelompok menangani aspek yang berbeda dari topik yang sama, siswa dan guru mengevaluasi tiap kontribusi kelompok terhadap kerja kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi yang dilakukan dapat berupa penilaian individual atau kelompokAy. Selanjutnya Hamdani . mengemukakan bahwa. AuGuru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai konstribusi setiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup setiap siswa secara individu atau kelompok atau keduanyaAy. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses pengumpulan data yang dapat memberikan gambaran tentang perkembangan belajar siswa. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa metodepembelajaran investigasi kelompok merupakan salah satu bentuk metodepembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi . pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia. Pelaksanaan pembelajaran IPS materi Kondisi Geografis Indonesia menggunakan Metode Investigasi Kelompok diharapkan mampu melatih siswa mencari argumentasi yang kuat dalam memecahkan suatu masalah. Pada proses pembelajaran menggunakan Metode Investigasi Kelompok siswa mendapat kesempatan untuk aktif berargumen . engajukan ide-ide, gagasa. dari persoalan yang muncul atau sengaja dimunculkan dalam pembelajaran sesuai dengan aturan-aturan yang ada sehingga dapat merangsang diskusi dan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai isu Metode Investigasi Kelompok dipergunakan untuk mendorong peserta didik berfikir kritis Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. dalam berbagai perspektif terhadap masalah yang sengaja dimunculkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari dan melatih peserta didik agar mencari argumentasi yang kuat dalam memecahkan suatu masalah dengan mengaitkan dengan ilmu pengetahuan yang telah mereka peroleh ke dalam METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), objek penelitian ini adalah seluruh siswa V SD Negeri 101240 Liang Asona Kec. Padang Bolak Kab. Padang Lawas Utara. Sumber data diperoleh dari pengamatan terhadap aktifitas peserta didik kelas V SD Negeri 101240 Liang Asona berjumlah 25 orang. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data adalah observasi, tes dan Dimana tes Tes digunakan untuk memperkuat data observasi yang terjadi dalam kelas terutama pada butir penguasaan materi pembelajaran dari unsur peserta didik. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data yang akurat atas kemampuan peserta didik memahami apa yang diajarkan tentang materi IPS dengan menggunakan Metode Pembelajaran Pertanyaan MenggaliObservasi dilakukan untuk mengamati latar kelas tempat berlangsungnya pembelajaran. Dengan berpedoman pada lembar observasi peneliti mengamati apa yang terjadi dalam proses pembelajaran. Observasi dilakukan dengan mengamati peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran. Kemudian data hasil penelitian diolah dengan teknik analisa data yaitu anylisis tes hasil belajar, anylisis aktivitas guru dan anylisis aktivitas siswa. Waktu penelitian ini dilakukan pada semester I tahun ajaran 2022/2023. Waktu yang dibutuhkan untuk penelitian selama 4 bulan, dimulai dari bulan Juli s/d Oktober 2022, terhitung dari waktu perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian. Waktu untuk melaksanakan tindakan pada bulan Agustus 2022, mulai dari siklus I sampai siklus II. Menurut Suharsimi . Aypendekatan kualitatif yaitu data yang muncul berwujud kata-kata dan bukan rangkaian angka, data ini dikumpulkan malalui observasi, wawancara, dan dokumentasiAy. Sedangkan data kuantitatif menurut Lexy . alam Bambang 2005:. adalah mencakup setiap jenis penelitian yang didasarkan atas perhitungan persentase, rata-rata, kuadrat, dan perhitungan statistik. Pendekatan kuantitatif memerlukan adanya hipotesa dan pengujiannya yang kemudian akan menetukan tahapan-tahapan seperti penentuan teknik analisa dan formula statistik yang akan digunakan. Jadi pendekatan kuantitatif lebih memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran aktif statistik, bukan makna secara keseluruhan. Data penelitian ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif ini berupa hasil pengamatan dan evaluasi dari pembelajaran IPS materi Kondisi Geografis Indonesia sedangkan Sumber data diperoleh dari pengamatan terhadap aktifitas peserta didik kelas V SD Negeri 101240 Liang Asona Kec. Padang Bolak Kab. Padang Lawas Utara dengan materi pembelajaran IPS materi Kondisi Geografis Indonesia menggunakan Metode Investigasi Kelompok. HASIL ANALISIS Penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan oleh peneliti (Mhd Husin Haraha. yang bertindak sebagai guru dalam penelitian. Observer dalam penelitian ini adalah Ibu Mahyuni Simatupang. selaku Guru wali kelas V SD Negeri 101240 Liang Asona Kec. Padang Bolak Kab. Padang Lawas Utara yang dibantu oleh rekan mahasiswa peneliti sebagai observer II dan untuk pengambilan dokumentasi dibantu oleh rekan-rekan mahasiswa lainnya. Sebelum penelitian dilakukan peneliti terlebih dahulu memberikan arahan kepada observer supaya lebih mudah dalam bekerja sama selama proses belajar mengajar berlangsung Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer terhadap aktivitas guru . dalam pelaksanakan pembelajaran Siklus I, persentase yang diperoleh pada pertemuan pertama 63,75% dengan kriteria AuCukupAy, pertemuan II 71,25% dengan kriteria AuBaikAy. Dan hasil pengamatan yang dilakukan oleh pengamat terhadap aktivitas guru . dalam melaksanakan Siklus II, persentase yang diperoleh oleh pertemuan I 86,25% dengan kriteria AuSangat BaikAy, pertemuan II 92,50 dengan kriteria AuSangat BaikAy. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Tabel 1 Hasil Observasi Pengamatan Aktivitas Guru Dalam Penerapan Metode Investigasi Kelompok Siklus I dan II Kriteria Persentase Tahap Siklus 71,25 Cukup Baik Siklus 86,2 Sanga Sangat 92,50 t Baik Baik Berdasarkan tabel 1 di atas, hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer terhadap aktivitas siswa dalam pelaksanaan Siklus I, persentase yang di peroleh pada pertemuan pertama 56,25% dengan kategori AuKurangAy, pertemuan II 63,75% dengan kriteria AucukupAy, dan Siklus II, persentase yang diperoleh pada pertemuan I 78,75 dengan kriteria AuBaikAy, pertemuan II 87,50 dengan kriteria Ausangat baikAy. Tabel 2 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Dalam Penerapan Metode Investigasi Kelompok Siklus I dan II Persentase Kriteria NNo Tahap Siklus 56,25% 63,75% Kurang Cukup Siklus Sangat 78,75% 87,50% Baik Baik Tabel 3 Peningkatan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Dalam Penerapan Metode Investigasi Kelompok Belum Tuntas Tuntas NNo Tahap Julh % Jlh % Siklus Siklus Berdasarkan tabel ketuntasan di atas mulai dari observasi sampai siklus II untuk lebih rinci dapat dilihat pada grafik berikut ini. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. TUNTAS TIDAK TUNTAS Gambar 1 Peningkatan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Dalam Penerapan Metode Investigasi Kelompok Dari tabel 11 tersebut di atas diketahui adanya peningkatan ketuntasan belajar pada setiap Pada siklus I siswa yang tuntas hanya 13 atau 52% dan tidak tuntas 12 orang . %) setelah diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II, siswa tuntas menjadi 22 orang atau 88% dan tidak tuntas 3 orang . %) dan mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebanyak 9 siswa 36%. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran materi materi Kondisi Geografis Indonesia menggunakan Metode Investigasi Kelompok sangat mendukung dalam meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa. SIMPULAN Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Pelaksanaan pembelajaran IPS materi kondisi geografis Indonesia di Kelas V SD Negeri 101240 Liang Asona Kec. Padang Bolak Kab. Padang Lawas Utara dengan menggunakan metode investigasi kelompok terdiri beberapa tahap kegiatan, yang dibagi menjadi kegiatan awal pembelajaran, kegiatan inti, dan kegiatan akhir pembelajaran. Kegiatan inti pembelajaran disesuaikan dengan langkahlangkah metode investigasi kelompok. Hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 101240 Liang Asona Kec. Padang Bolak Kab. Padang Lawas Utara dalam pembelajaran IPS materi Kondisi Geografis Indonesia menggunakan metode investigasi kelompok menunjukkan peningkatan yang signifikan, dimana pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa baru mencapai mencapai mencapai ketuntasan 52% dengan nilai rata-rata siswa 54,84, sedangkan pada siklus II menunjukkan Peningkatan yang cukup tinggi dengan nilai rata-rata siswa 88 dengan ketuntasan mencapai 77,16%. SARAN