PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1 Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Kecerdasan Spiritual Perawat Dengan Perilaku Caring Di Ruang Intensive Care (ICU) RS PKU Muhammadiyah Surakarta Ida Nur Imamah1*. Guntur Harta Kusuma2. FidaAo Husain3 Prodi Sarjana Keperawatan,Fakultas Ilmu Kesehatan,Universitas AoAisyiyah Surakarta ICU RS PKU Muhammadiyah Surakarta *Email: idanurimamah@aiska-university. Kata Kunci: Abstrak Kecerdasan Spiritual. Perawat. Perilaku Caring. Intensive Care Unit (ICU) Praktik pemenuhan kebutuhan spiritual pasien memiliki berbagai manfaat, diantaranya meningkatkan pemulihan yang cepat, pencegahan penyakit, dan memberikan ketenangan bagi pasien. Pemenuhan kebutuhan spiritual pasien adalah salah satu perilaku profesional seorang perawat dalam memenuhi kebutuhan dasar yang holistik bagi caring dan spiritualitas merupakan sebuah aspek yang perawat dapat berikan kepada klien sebagai salah satu bentuk asuhan keperawatan yang bermutu. Sikap profesional perawat dalam memberikan nilai caring dan spiritual pada klien teraplikasi pada semua kondisi klien, tidak terkecuali pada pasien kritis yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan yaitu ingin menganalisa hubungan antara kecerdasan spiritual perawat dengan perilaku caring perawat di Ruang ICU. Populasi penelitian yaitu seluruh perawat ICU RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Penelitian menggunakan metode total sampling dengan jumlah responden 23. Penelitian menggunakan kuisioner kecerdasan spiritual dan kuisioner Caring Behavior Inventory. Penelitian menunjukkan seluruh responden memiliki kecerdasan spiritual tinggi . %) dan mayoritas berperilaku caring . ,4%). Analisa bivariat menunjukkan nilai p>0. 005 dengan p value 0,673. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara kecerdasan spiritual dengan perilaku caring. NursesAos Spiritual Intelligence With Caring Behavior in The Intensive Care Unit (ICU) of PKU Muhammadiyah Hospital Surakarta Keyword: Spiritual Intelligence. Nurse. Caring Behavior. Intensive Care Unit (ICU) Abstract The practice of fulfilling patients' spiritual needs has various benefits, including increasing rapid recovery, preventing disease, and providing peace of mind for patients. Fulfilling patients' spiritual needs is one of the professional behaviors of a nurse in fulfilling holistic basic needs for Caring and spirituality are aspects that nurses can provide to clients as a form of quality nursing care. The professional attitude of nurses in providing caring and spiritual values to clients is applied to all client conditions, including critical patients who require fast and appropriate treatment. This research aims to analyze the relationship between nurses' spiritual intelligence and nurses' caring behavior in the ICU. The research population is all ICU nurses at PKU Muhammadiyah PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1 Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Hospital. Surakarta. The research used a total sampling method with a total of 23 respondents. The research used a spiritual intelligence questionnaire and the Caring Behavior Inventory questionnaire. Research shows that all respondents have high spiritual intelligence . %) and the majority behave in caring ways . 4%). Bivariate analysis shows a p value> 0. 005 with a p value of 0. Conclusion is there no relationship between spiritual intelligence and caring behavior. Pendahuluan pemenuhan kebutuhan dapat mempengaruhi respon dan kesehatan seseorang di rumah Untuk keperawatan, perawat harus secara holistik bio, psiko,sosio, dan spiritual. Namun, pada kenyataannya, kebutuhan spiritual pasien belum terpenuhi secara maksimal (Husaeni dan Haris, 2. (Imamah, dkk, 2. Spiritualitas adalah keyakinan dasar adanya kekuatan tertinggi yang mengatur seluruh kehidupan, dan memiliki makna ataupun arti serta tujuan dalam kehidupan. Spiritualitas merupakan salah satu kebutuhan dasar pasien yang perlu dipenuhi, khususnya bagi pasien dalam kondisi kritis maupun terminal yang berada di ruang perawatan intensif (Nurhanif, dkk, 2. Seseorang yang menghadapi kondisi kritis atau yang berada di ruang ICU umumnya merasa ketakutan terhadap nyeri fisik, ketidaktahuan, dan kematian. Stres karena penyakit kritis dan rasa takut akan kematian dapat memicu pertentangan terhadap kepercayaan atau spiritualitas pasien, sehingga pasien menjadi rentan terhadap distress spiritual. Distress spiritual dapat mengakibatkan pasien mengalami gangguan penyesuaian terhadap penyakit, putus asa, gangguan harga diri, kesulitan tidur, dan merasa bahwa hidup ini tidak berarti (Priyantini, dkk, 2. Spiritualitas menjadi sumber dukungan dan kekuatan bagi pasien dalam menghadapi Praktik pemenuhan kebutuhan spiritual pasien memiliki berbagai manfaat, diantaranya meningkatkan pemulihan yang cepat, pencegahan penyakit, dan memberikan ketenangan bagi pasien (Sujarwadi et al. Pemenuhan kebutuhan spiritual pasien adalah salah satu perilaku profesional seorang perawat dalam memenuhi kebutuhan dasar yang holistik bagi pasien. The International Council of Nurses Code of Ethics for Nurses mengakui bahwa aspek spiritual pada asuhan keperawatan adalah tugas yang perlu dilakukan oleh semua perawat. Perawat adalah kelompok terbesar dalam sistem pelayanan kesehatan yang memberikan perawatan pada pasien setiap hari, maka mereka yang paling memungkinkan untuk menghadapi pasien dengan kebutuhan spiritual (Amal et al. Pemenuhan kebutuhan spiritual pasien dapat ditunjukkan dengan rasa empati, kasih Dimensi spiritual merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh perawat, karena spiritualitas bermanfaat sebagai strategi koping dan sumber kekuatan yang membantu pasien dalam mencari arti hidup mereka dan menurunkan nilai dari situasi sulit yang mereka hadapi (Amiruddin and Murniati. Perawatan spiritual yang dapat dilakukan oleh perawat untuk mengatasi distress spiritual antara lain: mendukung spiritual pasien, pendampingan/kehadiran, dengan aktif, humor, terapi sentuhan, meningkatkan kesadaran diri, menghormati privasi, dan menghibur misalnya dengan terapi music (Husna, 2. Perawat perlu mempertimbangkan praktek keagamaan tertentu sesuai dengan agama yang dianut pasien sehingga dapat mempengaruhi asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat. Perawat sebagai salah satu petugas tenaga kesehatan yaitu memberikan pelayanan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pada pasien terminal atau pasien kritis. Penyimpangan PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1 Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Standar asuhan keperawatan merupakan salah satu strategi mewujudkan bentuk pertanggungjawaban tenaga keperawatan Salah satu teori yang mendasari praktik keperawatan profesional adalah memandang manusia secara holistic, yaitu meliputi dimensi fisiologis, psikologis, sosiokultural dan spiritual sebagai suatu kesatuan yang utuh. Apabila satu dimensi terganggu akan mempengaruhi dimensi Dalam nilai holistik, caring dan spiritualitas merupakan sebuah aspek yang perawat dapat berikan kepada klien sebagai salah satu bentuk asuhan keperawatan yang bermutu (Ramandani, dkk, 2. Perilaku caring perawat menurut klien adalah diantaranya mengurangi ketidaknyamanan, pembelaan . , memberi dukungan . , dan menghormati klien sebagai individu yang unik. Seni dari caring memerlukan keterampilan dalam komunikasi dan hubungan interpersonal, komitment pribadi, dan kemampuan untuk menjalin hubungan saling percaya (Jainurakhma. Sikap profesional perawat dalam memberikan nilai caring dan spiritual pada klien teraplikasi pada semua kondisi klien, tidak terkecuali pada pasien kritis yang memerlukan penanganan cepat dan tepat (Dewi, dkk, 2. spiritual dengan perilaku caring perawat. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampel yaitu sebanyak 23 perawat. Penelitian dilakukan pada 23 responden perawat bangsal Intensive (ICU dan ICCU) RS PKU Muhammadiyah Surakarta dengan surat Ethical Exemption No. 02/KEPK/RS. PKU/VII/2024 Hasil Hasil penelitian digambarkan dalam tabeltabel berikut, dengan data responden sebagai Data Karakteristik Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 1. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Jenis Frekuensi Presentase Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber : Data Primer 2024 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan mayoritas responden berjenis kelamin Perempuan yaitu sebanyak 66. 7% atau 1 Karakteristik Berdasarkan Usia Tabel 2. Distribusi Frekuensi Usia Usia Frekuensi Presentase 19 Ae 44 45 Ae 59 Jumlah Sumber : Data Primer 2024 Berdasarkan table diatas dapat disimpulkan mayoritas responden terdapat pada katregori usia dewasa yaitu 19 Ae 44 tahun sebanyak 17 responden atau 94. Karakteristik Responden Lama Menjadi Perawat Tabel 3. Distribusi Frekuensi Lama Menjadi Perawat Lama Frekuensi Presentase Menjadi Perawat <1 tahun 1 Ae 3 tahun Aspek spiritual dibutuhkan karena merupakan komponen penting dalam perawatan paliatif yang merupakan karakter meningkatkan kualitas hidup, well-being, dan mengurangi distress pada pasien paliatif. Apabila perawatan spiritual pasien tidak terpenuhi dan pasien tidak mampu melakukan praktik keagamaan akan menyebabkan distress spiritual pada pasien tersebut. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Lokasi penelitian dilakukan di Ruang ICU RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui hubungan antara kecerdasan PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1 Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Ou 3 tahun Jumlah Sumber : Data Primer 2024 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh responden atau 100% responden bekerja di Bangsal ICU Ou 3 tahun. Karakteristik Responden Tingkat Pendidikan Tabel 4. Distribusi Frekuensi Tingkat Pendidikan Tingkat Frekuensi Presentase Pendidikan D3 Perawat D4/S1 Perawat Jumlah Sumber : Data Primer 2024 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan mayoritas responden berpendidikan D3 keperawatan atau sebanyak 15 responden atau Tingkat Spiritualitas Perawat Spiritualitas Frekuensi Presentase Spiritualitas Tinggi Jumlah Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan semua responden . %) memiliki Tingkat spiritualitas tinggi. Perilaku Caring Perawat Perilaku Frekuensi Presentase Caring Tidak Caring 10 Caring Jumlah Berdasarkan tabel diatas dapat disimpukan bahwa mayoritas respon perawat sebanyak 56,5% memiliki perilaku caring pada pasien Analisa Bivariat Mean SD p value Tingkat Spiritualitas Perilaku Caring dengan p value 0,673 yang berarti tidak ada hubungan antara Tingkat spiritualitas dengan perilaku caring perawat. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin Perempuan dan berusia kategori dewasa . 4 tahu. Hal tersebut sejalan dengan penelitian (Asih dan Setyawan, 2. yang menunjukkan mayoritas perawat juga berjenis kelamin Perempuan dan berusia 20 Ae 29 tahun. Hal tersebut dikarenakan perawat sebagai suatu profesi yang sejak lama dan dalam pekerjaannya identic dengan Perempuan, sehingga mayoritas perawat adalah berjenis Perempuan (Rahayu. Perempuan lebih dikenal sebagai sosok yang kemampuan komunikasi yang lebih menarik dari pada laki-laki, lebih mudah berempati dengan orang lain, dan keibuan. Selain itu pekerjaan perawat yang cenderung berat dan membutuhkan ketelitian dalam melakukan pekerjaan sehingga mengakibatkan rumah sakit memiliki standar minimal dan maksimal usia perawat yang direkrut. Rumah sakit cenderung memilih perawat berusia muda salah satunya untuk meningkatkan pelayanan yang ada di RS (Lukmanulhakin dan Firdaus. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki Pendidikan D3 keperawatan dan lebih dari 3 tahun bekerja menjadi perawat. Hal tersebut sesuai dengan (Asih dan Setyawan, 2. rekruitmen yang dilakukan RS di Indonesia adalah lulusan D3 perawat. Perawat yang ditempatkan di Intensive Care Unit (ICU) juga memiliki syarat harus memiliki sertifikat khusus ketrampilan ICU dan memiliki pengalaman klinis sebelumnya. Sehingga mayoritas perawat yang bekerja di ICU pasti telah bertahun-tahun bekerja menjadi perawat (Husna, 2. Hal tersebut sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan di ICU RS PKU Muhammadiyah Surakarta bahwa Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui hubungan antara Tingkat spiritualitas dengan perilaku caring memiliki nilai p > 0. PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1 Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Sebagian besar perawat telah memiliki sertifikat pelatihan Intensive Care dan sebelumnya telah memiliki pengalaman kerja baik di RS lain atau di bangsal perawatan lain di RS yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perawat di ICU memiliki Tingkat spiritualitas tinggi. Spiritualitas merupakan inti dari keberadaan individu dan sering dikonseptualisasikan sebagai pengalaman hubungan personal dengan yang tertinggi yaitu Tuhan (Alla. Spiritualitas juga mencakup perasaan serta pikiran yang memiliki tujuan keberadaan manusia beserta perjalanan hisup individu. Perawat sebagai individu dalam pelayanan Kesehatan diharuskan memiliki peran utama dalam memenuhi kebutuhan spiritualitas seperti saat mendampingi pasien yang akan dioperasi dan pasien kritis. Ruang Intensive Care Dimana menjadi salah satu tempat dirawatnya pasien kritis atau menjelang ajal tentu membutuhkan perawat yang memiliki keyakinan dan Tingkat spiritualitas tinggi. Spiritualitas juga memiliki empat komponen utama yaitu kesadaran pribadi . ersonal awarenes. , keterampilan mandiri . ersonal skill. , kesadaran social . ocial awarenes. dan keterampilan sosial . ocial skill. Keempat aspek tersebut juga merupakan aspek yang harus dimiliki oleh semua perawat Dimana tugas perawat utama yaitu memberikan asuhan keperawatan pada pasien (Husaeni dan Haris, 2020. Limbong. Rumah sakit dengan latar belakang agama telah mengadopsi nilai-nilai agama dalam organisasi baik dalam hal rekrutmen tenaga Kesehatan, fasilitas dan pelayanan rumah sakit. Hal tersebut sebagai dasar dalam pelayanan rumah sakit, sebab kebutuhan dasar manusia tidak hanya berupa aspek biologis namun juga aspek spiritual (Rahayu, dkk, hal tersebut sejalan dengan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di RS bahwa mengedepankan aspek spiritualitas islam. Selain itu dalam kenaikan jabatan ataupun pengangkatan perawat, rumah sakit telah menggunakan aspek spiritual keislaman dalam tes yang digunakan. Hal inilah yang dimungkinkan sebagai salah satu alasan Tingkat spiritualitas perawat sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas perawat memiliki perilaku caring. Hal tersebut sejalan dengan penelitian (Sumarni, dan Hartanto, 2. dimana mayoritas perawat memiliki perilaku caring tinggi . ,6%) dan perilaku caring sedang . ,4%). Perawat merupakan profesi yang memperlakukan pasien secara holistic dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar pasien, nilai serta pengalaman pasien. Setiap Tindakan yang dilakukan oleh perawat akan dinilai oleh pasien sebagai perilaku caring dan tidak. Perilaku caring perawat semakin baik maka akan semakin mudah perawat mentransfer kompetensi professional kepada pasien. Perilaku caring secara tidak langsung juga akan mempengaruhi pemikiran kritis melalui kesadaran dan wawasan perawat, sebab perilaku caring memiliki fokus pada kenyamanan pasien (Puji et al. , 2. Perilaku caring perawat berhubungan Perawat yang memiliki perilaku caring akan memiliki pengetahuan. Teknik komunikasi, kedisiplinan serta dukungan yang Perilaku caring perawat meliputi humanistic dan altruistic, kepercayaan dan harapan, kesensitifitan pada diri dan orang lain, mengembangkan hubungan saling percaya, meningkatkan dan menerima ekspresi perasaan positif dan negative serta penyelesaian masalah untuk pengambilan Keputusan. Hasil penelitian sebelumnya menunjukan adanya korelasi antara perilaku caring dengan self management. Korelasi positif antara keduanya yang berarti semakin tinggi perilaku caring maka semakin tinggi self behavior management. (Rahayu et al. Puji Rahayu et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kecerdasan spiritual dengan perilaku caring perawat. Hal tersebut tidak sejalan dengan penelitian Sumarni dan Hartanto . bahwa terdapat hubungan yang positif antara kecerdasan moral dengan perilaku caring perawat. PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1 Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Dimana semakin meningkat kecerdasan moral maka perilaku caring perawat juga meningkat. Hal tersebut dapat dipengaruhi karena asuhan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan spiritual belum diberikan secara optimal oleh Penelitian sebelumnya menunjukkan 54-74% perawat hanya melaksanakan instruksi medis. Sebanyak 26% perawat melaksanakan pekerjaan administrasi rumah sakit, 20% perawat melaksanakan praktik keperawatan yang belum dikelola dengan Teori juga menyatakan bahwa 68% tugas keperawatan dasar yang seharusnya dilakukan oleh perawat dilakukan oleh keluarga pasien. Hal tersebut menunjukkan meskipun Tingkat spiritualitas perawat tinggi namun belum menjadi dasar perilaku caring perawat meningkat (Rahayu, dkk, 2021. Rahayu et al. Teori lain juga menyatakan bahwa spiritualitas memiliki beberapa aspek yaitu berhubungan dengan sesuat yang tidak diketahui atau ketidapastian dalam hidup, menemukan arti dan tujuan hidup, menyadari kemampuan untuk menggunakan sumber dan kekuatan dalam diri sendiri serta memiliki perasaan keterkaitan dengan diri sendiri (Husna, 2. Perilaku caring dapat ditinjau dari banyak indikator tidak hanya Tingkat spiritualitas yang dimiliki oleh perawat. Fenomena yang terjadi di banyak rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa caring yang dilakukan oleh perawat masih dianggap kurang oleh pasien, yang ditandai dengan Tingkat kepuasan pasien yang masih kurang. Tingkat spiritualitas perawat yang tinggi saja tidak cukup untuk membuat seorang perawat memiliki perilaku caring yang baik. Apabila melihat fenomena yang ada baik di klinik maupun rumah sakit menunjukkan bahwa Tingkat spiritualitas perawat kurang menjadi hal yang prioritas sehingga tidak heran bahwa perilaku caring rata-rata perawat juga masih dianggap kurang oleh pasien. Pendanaan Penelitian ini didukung dan didanai oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Universitas AoAisyiyah Surakarta. Penelitian juga didukung oleh RS PKU Muhammadiyah Surakarta khususnya ruang ICU sebagai tempat pelaksanaan penelitian. Simpulan Tidak kecerdasan spiritual dengan perilaku caring perawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU). Husna. Penerapan Caring Dan Spritual Perawat Pada Pasien Kritis Diruang ICU. Dunia Keperawatan: Referensi