Available online at http://jurnal2. stkip-andimatappa. id/index. php/poligon Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. , 2025, 16-24 ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI STATISTIKA BERDASARKAN TEORI NEWMAN Arni1. Vivi Rosida2. Ahmad Budi Sutrisno3 STKIP Andi Matappa Email: arnipangkep2001@gmail. Received: 01 Oktober 2024. Revised: 05 Desember 2024 . Accepted: 05 Februari 2025 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta untuk mengetahui kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan statistika ditinjau dari Teori Newman meliputi kesalahan membaca soal . omprehension erro. , kesalahan transformasi soal . ransform erro. , kesalahan keterampilan proses . rocess skill erro. , dan kesalahan penulisan jawaban akhir . ndcoding erro. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas Vi. A SMP Negeri 5 Labakkang sebanyak 6 orang siswa tahun ajaran 2022/2023. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar tes soal cerita pokok bahasan statistika dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: kesalahan membaca soal . eading erro. sebesar 8,46% berada dalam kategori cukup sangat kecil, kesalahan memahami soal . omprehension erro. sebesar 38,09% berada dalam kategori cukup tinggi, kesalahan transformasi soal . ransform erro. sebesar 50% berada dalam kategori tinggi, kesalahan keterampilan proses . rocess skill erro. sebesar 60,84% berada dalam kategori sangat tinggi, dan kesalahan penulisan jawaban akhir . ndcoding erro. sebesar 71,42% berada dalam kategori sangat tinggi. Kata Kunci: Analisis Kesalahan. Teori Newman. Statistika PENDAHULUAN Pendidikan memiliki pengertian yang begitu luas, salah satunya merupakan suatu usaha yang dilaksanakan dengan tersusun dan teratur dengan tujuan mendewasakan peserta didik melalui pemberian ilmu pengetahuan secara terus-menerus, memberikan latihan dalam berbagai keterampilan, menanamkan nilai-nilai sikap hidup yang baik. Hal ini sesuai tujuan pendidikan yakni meningkatkan peserta didik dalam potensi untuk menjadi manusia beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki akhlak mulia yang terampil, berilmu, sehat, mandiri, kreatif, dan menjadi warga negara demokratif yang bertanggung jawab. Matematika mempunyai berbagai karakteristik dan salah satunya mempunyai objek yang bersifat abstrak. Sifat inilah yang menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan dalam matematika. Siswa yang mengalami kesulitan dalam pelajaran Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika. Vol 3 . , 2025 Ae 16-24 Arni1. Vivi Rosida2. Ahmad Budi Sutrisno3 matematika, seringkali melakukan kesalahan dalam pengerjaan berbagai jenis soal baik soal isian maupun soal cerita, hal ini terjadi karena siswa tidak paham pada materi atau tidak memahami konsep matematika. Ketidakcocokan metode dan sistem pengajaran yang diberikan oleh guru juga dapat menyebabkan siswa mengalami kesalahan dalam mengerjakan soal isian maupun soal cerita. Statistika merupakan salah satu pokok bahasan di kelas 8 SMP. Salah satu bagian penting dalam materi ini menyangkut soal cerita, yakni suatu permasalahan matematika yang disajikan dalam bentuk kalimat dan biasanya berhubungan dengan masalah seharihari. Oleh karena itu, penyelesaian soal cerita berdasarkan pada metode penyelesaian statistika, setelah melalui prosedur perumusan model atau kalimat matematika. Kesalahan yang sering siswa lakukan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan soal cerita statistika yaitu karena faktor kekurang pahaman terhadap materi dan konsepnya ataupun karena faktor kekurang telitian pada saat mengerjakan soal Menurut Butler dan Wren (Sari. Hasbi, and Umam 2. kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah dalam suatu soal meliputi . komputasi, . kurangnya kemampuan penalaran, . kurangnya kemampuan pengelolaan prosedur secara sistematis, . kesulitan dalam memilih proses yang akan digunakan, . kesalahan dalam memahami maksud dari yang dipermasalahkan, . kurangnya kebiasaan membaca, . kurangnya pengasahan kosa kata, . perhatian terhadap suat masalah yang hanya sepintas, . kurangnya kemampuan memilih yang esensial dari masalahnya, . kurangnya kemampuan menerjemahkan ungkapan, . kekurangcermatan membaca, mungkin juga karena ada ketidak mampuan indranya, . kurangnya perhatian atau ketertarikan, . kebiasaan senang menebak untuk memperoleh jawaban secara tepat. Newman adalah seorang guru bidang studi matematika di Australia yang pertama kali memperkenalkan analisis kesalahan pada tahun 1977. Menurut Newman (Susilowati and Ratu 2. , kesalahan dalam mengerjakan soal matematika dibedakan menjadi lima tipe kesalahan, yaitu . kesalahan membaca masalah . eading error. terjadi karena siswa salah dalam membaca soal informasi utama sehingga siswa tidak menggunakan informasi tersebut dalam mengerjakan soal dan membuat jawaban siswa tidak sesuai dengan maksud soal. kesalahan memahami masalah . omprehension error. terjadi karena siswa kurang memahami terutama di dalam konsep, siswa tidak mengetahui apa yang sebenarnya ditanyakan pada soal dan salah dalam menangkap informasi yang ada pada soal sehingga siswa tidak dapat menyelesaikan permasalahan. kesalahan transformasi masalah . ransformation error. merupakan kesalahan yang terjadi karena Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika. Vol 3 . , 2025 Ae 16-24 Arni1. Vivi Rosida2. Ahmad Budi Sutrisno3 siswa belum dapat mengubah soal ke dalam bentuk matematika dengan benar serta salah dalam menggunakan tanda operasi hitung. kesalahan keterampilan proses . rocess skills error. terjadi karena siswa belum terampil dalam melakukan perhitungan. kesalahan penulisan jawaban akhir . ndcoding error. merupakan kesalahan dalam proses II. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Dalam penelitian ini, yang dijadikan lokasi penelitian adalah SMP Negeri 5 Labakkang. Dan yang menjadi subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas Vi. A SMP Negeri 5 Labakkang yang tercatat pada tahun ajaran 2023/2024. Subjek Penelitian Pada penelitian ini subjek awal penelitian berjumlah 21 orang dari siswa kelas Vi. A SMP Negeri 5 Labakkang, kemudian diberikan soal tes pokok bahasan statistika sebanyak 3 nomor soal berbentuk soal cerita essay. Hasil tes dikategorikan untuk kebutuhan sampel wawancara yaitu 2 orang siswa berkemampuan tinggi, 2 orang siswa berkemampuan sedang, dan 2 orang siswa berkemampuan rendah. Dengan tujuan data yang diperoleh untuk mengkongfirmasi kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan statistika. Teknik Analisis Data Teknik analisis data hasil penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah statistik deskriptif. Menurut (Prof. Dr. Sugiyono 2. Statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik responden. Untuk mengetahui rata-rata, median, modus, varians, dan standar deviasi. Penelitian menggunakan bantuan program SPSS untuk mempermudah pengolahan statitik deskriptif. Adapun rumus yang digunakan untuk menentukan persentase jenis kesalahan siswa menurut Soedjadi (Hadijah 2. adalah sebagai berikut: ycu ycE = y 100% ycA Keterangan P = Persentase masing-masing kategori kesalahan Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika. Vol 3 . , 2025 Ae 16-24 Arni1. Vivi Rosida2. Ahmad Budi Sutrisno3 n = Banyaknya kesalahan untuk masing-masing kategori kesalahan N = Banyaknya kesalahan untuk seluruh kategori kesalahan Tabel 1 Klasifikasi Persentase Banyaknya Kesalahan Persentase Kategori ycE Ou 55% Sangat Tinggi 40% O ycE < 55% Tinggi 25% O ycE < 40% Cukup tinggi 10% O ycE < 25% Kecil ycE < 10% Sangat Kecil Sumber. Nuraida. Tahun: 2017 Setelah data hasil tes diperoleh, kemudian di ranking yang selanjutnya dilakukan Pengambilan subjek penelitian pada siswa didasarkan pada ranking siswa yang nilainya tinggi, sedang, dan rendah dari hasil tes yang telah diujikan. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa berkemampuan tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang, dan 2 siswa berkemampuan rendah, sehingga jumlah keseluruhan subjek penelitian ada 6 siswa yang selanjutnya akan dilakukan wawancara. Data hasil wawancara yang telah diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk tabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil tes dari 21 orang siswa berdasarkan kategori yang dipaparkan pada tabel 2 sebagai berikut dan pada tabel 3 merupakan hasil tes dari 6 sampel penelitian. Tabel 2 Hasil Tes Berdasarkan Kategori dan Banyaknya Siswa Kategori Jumlah Siswa Rendah Sedang Tinggi Total Tabel 3 Hasil Tes Penyelesaian Soal Cerita Pokok Bahasan Statistika ditinjau dari Teori Newman Inisial Kode Sampel Kategori VA(T. Tinggi AA(T. Tinggi Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika. Vol 3 . , 2025 Ae 16-24 Arni1. Vivi Rosida2. Ahmad Budi Sutrisno3 NA(S. Sedang MR(S. Sedang MRi(R. Rendah NH(R. Rendah Wawancara dilaksanakan pada pertemuan kedua yaitu hari kamis, 15 Juni Wawancara dilakukan pada sampel untuk memastikan bagaimana proses siswa dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan statistika. Selain itu tujuan wawancara untuk mengkonfirmasi kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan statistika. Tabel 4 Persentase Kesalahan yang dialami Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pokok Bahasan Statistika pada Siswa Kelas Vi. A SMP Negeri 5 Labakkang Jenis Kesalahan Soal 1,58% Ratai Kesalahan Membaca 23,80% 8. Kesalahan Memahami 22,22% 26,98% 65,97% 38,09% Kesalahan Transformasi 4,76% Kesalahan Keterampilan Proses 63,49% 57,14% 61,90% 60,84% Kesalahan Penulisan Jawaban 69,04% 80,95% 64,28% 71,42% 54,76% 90,47% 50% Akhir . Kesalahan Membaca (Reading erro. Kesalahan membaca pada tabel 4. 2 yang dilakukan siswa kelas Vi. A SMP Negeri 5 Labakkang yang berjumlah 21 orang dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan statistika menunjukkan bahwa pada soal nomor 1 persentase kesalahan membaca yang dilakukan siswa adalah 0% berada pada kategori sangat kecil atau tidak melakukan kesalahan apapun. Pada soal nomor 2 persentase kesalahan membaca yang dilakukan siswa adalah 1,58% berada pada kategori sangat kecil. Pada soal nomor 3 persentase kesalahan membaca yang dilakukan siswa adalah 23,80% berada pada kategori kecil. Dan untuk rata-rata persentase kesalahan membaca yang dilakukan siswa pada soal nomor 1, 2, dan 3 adalah 8,46% berada pada kategori sangat kecil. Kesalahan Memahami (Comprehension erro. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika. Vol 3 . , 2025 Ae 16-24 Arni1. Vivi Rosida2. Ahmad Budi Sutrisno3 Kesalahan memahami pada tabel 4. 2 yang dilakukan siswa kelas Vi. A SMP Negeri 5 Labakkang yang berjumlah 21 orang dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan statistika menunjukkan bahwa pada soal nomor 1 persentase kesalahan memahami yang dilakukan siswa adalah 22,22% berada pada kategori kecil. Pada soal nomor 2 persentase kesalahan memahami yang dilakukan siswa adalah 26,98% berada pada kategori cukup tinggi. Pada soal nomor 3 persentase kesalahan memahami yang dilakukan siswa adalah 65,07% berada pada kategori sangat tinggi. Dan untuk rata-rata persentase kesalahan memahami yang dilakukan siswa pada soal nomor 1, 2, dan 3 adalah 38,09% berada pada kategori cukup tinggi. Kesalahan Transformasi (Transformation erro. Kesalahan transformasi pada tabel 4. 2 yang dilakukan siswa kelas Vi. A SMP Negeri 5 Labakkang yang berjumlah 21 orang dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan statistika menunjukkan bahwa pada soal nomor 1 persentase kesalahan transformasi yang dilakukan siswa adalah 4,76% berada pada kategori sangat kecil. Pada soal nomor 2 persentase kesalahan transformasi yang dilakukan siswa adalah 54,76% berada pada kategori tinggi. Pada soal nomor 3 persentase kesalahan transformasi yang dilakukan siswa adalah 90,47% berada pada kategori sangat tinggi atau hampir semua siswa mengalami kesalahan transformasi pada soal ini. Dan untuk rata-rata persentase kesalahan transformasi siswa pada soal nomor 1, 2, dan 3 adalah 50% berada pada kategori . Kesalahan Ketermpilan Proses (Process skill erro. Kesalahan keterampilan proses pada tabel 4. 2 yang dilakukan siswa kelas Vi. SMP Negeri 5 Labakkang yang berjumlah 21 orang dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan statistika menunjukkan bahwa pada soal nomor 1 persentase kesalahan keterampilan proses yang dilakukan siswa adalah 63,49% berada pada sangat tinggi. Pada soal nomor 2 persentase kesalahan keterampilan proses yang dilakukan siswa adalah 57,14% berada pada kategori sangat tinggi. Pada soal nomor 3 persentase kesalahan keterampilan proses yang dilakukan siswa adalah 61,90% berada pada kategori sangat Dan untuk rata-rata persentase kesalahan keterampilan proses yang dilakukan siswa pada soal nomor 1, 2, dan 3 adalah 60,84% berada pada kategori sangat tinggi. Kesalahan Penulisan Jawaban Akhir . ndcoding erro. Kesalahan penulisan jawaban akhir pada tabel 4. 2 yang dilakukan siswa kelas Vi. A SMP Negeri 5 Labakkang yang berjumlah 21 orang dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan statistika menunjukkan bahwa pada soal nomor 1 persentase Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika. Vol 3 . , 2025 Ae 16-24 Arni1. Vivi Rosida2. Ahmad Budi Sutrisno3 kesalahan penulisan jawaban akhir yang dilakukan siswa adalah 69,04% berada pada sangat tinggi. Pada soal nomor 2 persentase kesalahan penulisan jawaban akhir yang dilakukan siswa adalah 80,95% berada pada kategori sangat tinggi. Pada soal nomor 3 persentase kesalahan penulisan jawaban akhir yang dilakukan siswa adalah 64,28% berada pada kategori sangat tinggi. Dan untuk rata-rata persentase kesalahan penulisan jawaban akhir yang dilakukan siswa pada soal nomor 1, 2, dan 3 adalah 71,42% berada pada kategori sangat tinggi. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. Kesalahan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan statistika ditinjau dari Teori newman meliputi kesalahan membaca soal . eading erro. yaitu tergolong kategori sangat kecil, kesalahan memahami soal . eading comprehensio. berada dalam kategori cukup tinggi, kesalahan transformasi soal . ransform erro. berada dalam kategori tinggi, kesalahan keterampilan proses . rocess skil. berada dalam kategori sangat tinggi, dan kesalahan penulisan jawaban akhir . ndcoding erro. berada dalam kategori sangat tinggi. Jadi kesalahan tertinggi siswa dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan statistika yaitu kesalahan penulisan jawaban akhir . ndcoding erro. dan kesalahan keterampilan proses . rocess skil. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh di SMP Negeri 5 Labakkang, maka dikemukakan saran-saran sebagai berikut: Siswa perlu memperbanyak latihan soal sehingga terbiasa dalam menghadapi soal serta untuk memperkuat ingatan siswa dan pemahaman siswa tehadap materi tersebut. Dengan banyak latihan soal, dengan sendirinya akan hafal dengan rumus-rumus yang Guru hendaknya tidak hanya menekankan pada latihan soal tetapi juga menekankan bagaimana cara memperoleh rumus sehingga siswa tidak hanya sekedar menghafal rumus tetapi benar-benar memahami rumus tersebut. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika. Vol 3 . , 2025 Ae 16-24 Arni1. Vivi Rosida2. Ahmad Budi Sutrisno3 DAFTAR PUSTAKA