ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. KEEFEKTIFAN METODE PRAKTIK LANGSUNG DAN METODE AUDIOLINGUAL DALAM PEMBELAJARAN BIPA ASPEK BERBICARA BAGI PEMELAJAR BIPA 4 UNNES Suin. Wati Istanti. Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang e-mail : iinsuin97@gmail. ABSTRAK BIPA merupakan suatu program yang membelajarkan bahasa Indonesia kepada orang asing sebagai bahasa Pembelajaran BIPA memerlukan metode khusus yang sesuai dengan aspek berbahasa dan tingkatan Terkait dengan hal tersebut, perlu adanya metode yang sesuai dalam pembelajaran BIPA 4 tema hari besar nasional aspek berbicara. Hal tersebut dikarenakan metode berpengaruh terhadap pencapaian atau hasil akhir pembelajaran, sehingga perlu adanya metode yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektifan metode praktik langsung, mendeskripsikan keefektifan metode audiolingual, dan mendeskripsikan metode yang lebih efektif terhadap pembelajaran menceritakan kembali tentang hari besar nasional secara lisan pada pembelajar BIPA 4 UNNES. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan rancangan nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua kelas eksperimen dan masing-masing kelas diberikan pretest dan posttest. Instrumen dalam penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah instrumen berbentuk tes yaitu tes lisan dan nontes yaitu observasi tidak terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa penggunaan metode praktik langsung lebih efektif dibandingkan dengan metode audiolingual dalam pembelajaran menceritakan kembali secara lisan tentang hari besar nasional Indonesia pada Pemelajar BIPA 4 UNNES. Kata kunci : keterampilan berbicara. metode praktik langsung. metode audiolingual. pembelajaran BIPA. ABSTRACT BIPA is a program that teaches Indonesian to foreigners as a foreign language. BIPA learning requires special methods that are appropriate to the language aspects and levels. Related to this, the need for an appropriate method in learning BIPA 4 theme of the national aspect of speaking public holidays. That is because the method influences the achievement or the end result of learning, so it needs the right method. The purpose of this study is to describe the effectiveness of the direct practice method, the effectiveness of the audiolingual method, and a more effective method of learning to retell about the national holiday verbally on students of BIPA 4 UNNES. The research design used was quasi experimental with nonequivalent control group design The study was conducted using two experimental classes and each class was given a pre test and post test. The instrument in the research to be carried out by the researcher is an instrument in the form of a test that is an oral test and a non-test that is unstructured observation and documentation. The result of this study explain that the use of the direct practice method is more effective than the audiolingual method in learning to retell verbally about the Indonesian national holiday to BIPA 4 Learners UNNES. Keywords : speaking skills. direct practice methods. audiolingual method. BIPA learning. PENDAHULUAN pemersatu bangsa, sudah seharusnya bahasa Indonesia Bahasa Indonesia merupakan bahasa berkomunikasi dalam tingkat resmi maupun Nasional Republik Indonesia yang diresmikan keadaan yang sesuai. Seiring berkembangnya pada tanggal 28 Oktober 1928. Sebagai bahasa Indonesia ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. perkembangan yang sangat pesat dan tidak hanya dipelajari oleh orang Indonesia sebagai bahasa Nasional. Namun, bahasa Indonesia juga dipelajari penutur asing sebagai bahasa asing. Pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing disebut sebagai BIPA. BIPA merupakan suatu program yang membelajarkan bahasa Indonesia kepada orang asing sebagai bahasa Sama halnya pembelajaran pada umumnya. Pembelajaran BIPA juga mempunyai standar dan acuan khusus. Standar aturan resmi pembelajaran BIPA yang termuat dalam CEFR (Common European Framework of Referenc. menyebutkan ada berbagai kategori atau level dalam BIPA yaitu standar BIPA level A1. A2. B1. B2. C1,C2 yang melingkupi aspek menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Selain Indonesia mempunyai aturan tersendiri dalam pembelajaran BIPA yang biasa disebut standardisasi BIPA. Standardidasi BIPA terdiri atas tujuh level dengan memodifikasi dari standar CEFR. Standardisasi BIPA menurut peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 27 tahun 2017 tentang standar kompetensi lulusan kursus dan pelatihan bidang bahasa indonesia bagi penutur asing terdiri atas tujuh jenjang. Ruang lingkup kursus dan pelatihan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) diperinci berdasarkan jenjang tingkatannya. BIPA BIPA Permendikbud nomor 27 tahun 2017 diperinci yaitu mampu melaporkan hasil pengamatan atas peristiwa dan mengungkapkan gagasan dalam topik bidangnya, baik konkret maupun abstrak, dengan cukup lancar tanpa kendala yang Berdasarkan acuan kurikulum BIPA di atas, perlu adanya metode khusus dalam pembelajaran BIPA yang sesuai dengan aspek berbahasa dan tingkatan levelnya. Penelitian ini mengambil BIPA 4 dengan tema Hari Besar Nasional aspek Aspek berbicara bukan sekadar pemelajar BIPA bisa berbicara bahasa Indonesia, akan tetapi menggunakan bahasa Indonesia dengan mitra tutur serta memuat informasi dua arah. Pemelajar lebih suka praktik berbicara langsung saat Hal tersebut senada dengan Sari, dkk . yang menyatakan bahwa pemelajar BIPA menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan lancar, serta menyesuaikan dengan tema yang sedang dipelajari. Terkait dengan hal tersebut, perlu adanya metode yang sesuai dalam pembelajaran BIPA 4 tema hari besar nasional aspek berbicara. Hal tersebut dikarenakan metode yang digunakan berpengaruh terhadap pencapaian atau hasil akhir pembelajaran, sehingga perlu adanya metode yang tepat. Metode pembelajaran hakikatnya adalah cara penyampaian materi selama proses belajar mengajar berlangsung untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hal tersebut sependapat dengan Slavin . yang menyatakan bahwa metode adalah elemen utama dalam pola pengaturan kelas dan digunakan secara ekstensif dalam tiap subjek yang dapat dikonsepkan pada tingkat kelas. Perlu adanya pembandingan dua metode pembelajaran guna mengetahui tingkat keefektifannya dalam pembelajaran BIPA 4 aspek Metode pembelajaran yang dipilih adalah metode praktik langsung dan metode Metode praktik langsung atau drill method adalah metode yang langsung menggunakan bahasa secara intensif dalam komunikasi. Metode ini sering dikenal dengan metode yang memberikan latihan-latihan terhadap materi yang Tujuannya agar dapat menggunakan bahasa secara lisan dan dapat berkomunikasi dengan mitra tutur secara baik. Metode audiolingual sering disebut pendekatan dengarAe ucap atau metode meniruAe menghapal, yaitu mengutamakan pengulangan bahasa yang diajarkan dicurahkan pada lafal kata, dan pelatihan pola-pola kalimat secara intensif. Berdasarkan penjelasan latar belakang di atas, serta permasalahan yang terjadi di lapangan, peneliti melakukan penelitian ekperimental untuk mengetahui keefektifan pembelajaran BIPA 4 perbandingan dua metode, yaitu metode Praktik Langsung dan Metode Audiolingual. Penelitian tersebut berjudul AuKeefektifan Metode Praktik Langsung dan Metode Audiolingual dalam Pembelajaran BIPA Aspek Berbicara Bagi Pemelajar BIPA 4 UNNESAy. METODE PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan adalah nonequivalent control group design. Penelitian ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. dilakukan dengan menggunakan dua kelas eksperimen dan masing-masing kelas diberikan pretest dan posttest. Instrumen dalam penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah instrumen berbentuk tes yaitu tes lisan dan nontes yaitu observasi tidak terstruktur dan dokumentasi. Pembelajaran pada kelas eksperimen satu dilakukan dengan memberikan perlakuan metode praktik langsung. Pembelajaran pada kelas eksperimen dua dilakukan dengan memberikan perlakuan metode audiolingual. Variabel penelitian ini adalah variabel bebas . ndependent variabl. dan variabel terikat . ependent Variabel . ndependent variabl. dalam penelitian ini yaitu metode praktik langsung dan metode audiolingual. Variabel terikat . ependent variabl. dalam penelitian ini yaitu keterampilan berbicara tema hari besar nasional. Populasi dalam penelitian ini adalah Pembelajar BIPA Universitas Negeri Semarang. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik (Sugiyono 2015:. Sukmadinata . menyatakan bahwa populasi adalah kelompok besar dan wilayah yang menjadi lingkup penelitian. Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah Pemelajar BIPA 4 UNNES. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada populasi, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi (Sugiyono 2015:. Jadi, sampel adalah objek/ subjek yang akan diteliti. Sampel diambil dari sebagian populasi. Sampel menggunakan dua kelas dari keseluruhan populasi untuk dijadikan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan . Pemelajar BIPA 4 yang menjadi sampel adalah pemelajar yang berasal dari India dan Thailand. Pemelajar Thailand dan India dipilih karena mereka berada di BIPA 4. Selain itu, bahasa Ibu atau bahasa asal negara menggunakan alphabet nonlatin juga menjadi alasan pemilihan sampel. Pemelajar India menjadi kelas eksperimen sebagai sampel pertama dengan perlakuan berupa penerapan metode praktik langsung dengan tema pembelajaran BIPA yaitu hari besar nasional. Pemelajar Thailand menjadi kelas eksperimen sebagai sampel kedua dengan perlakuan berupa penerapan metode audiolingual dengan tema pembelajaran BIPA yaitu hari besar nasional. Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian yang akan diteliti dan memegang peranan penting dalam uasaha memperoleh data atau informasi secara akurat dan terpercaya. Instrumen penelitian terdiri atas instrumen tes dan instrumen Instrumen tes yang dikembangkan adalah tes lisan. Tes lisan adalah tes yang menuntut jawaban dari peserta didik dalam bentuk lisan. Peserta didik akan mengucapkan jawaban dengan kata-katanya sendiri sesuai dengan pertanyaan atau perintah yang diberikan (Arifin, 2016:. Dalam penelitian ini, instrumen tes yang menceritakan kembali tentang tema hari besar nasional pada pemelajar BIPA 4 UNNES. Adapun penilaian hasil belajar siswa dilakukan dengan cara menjumlahkan seluruh skor dari masingmasing aspek penilaian sesuai dengan pedoman Instrumen nontes yaitu alat yang digunakan untuk mengetahui keadaan yang terjadi selama proses kegiatan belajar mengajar Hal tersebut senada dengan pernyataan Arifin . yang menjelaskan bahwa instrumen nontes dapat digunakan jika kita ingin mengetahui kualitas proses dan produk dari suatu pekerjaan serta hal-hal yang berkenaan dengan domain afektif, seperti sikap, minat, bakat, dan motivasi. Instrumen nontes dalam penelitian ini yaitu observasi dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik tes dan teknik nontes. Teknik tes digunakan untuk memperoleh data kemampuan berbicara pada pemelajar BIPA 4 UNNES melalui serangkaian alur penelitian yang selanjutnya digunakan untuk menguji kedua metode yaitu metode praktik langsung dan metode audiolingual. Tes dilakukan sebanyak dua kali yaitu pretest dan Pretest dilakukan sebelum sampel diberi perlakuan penggunaan metode praktik langsung dan metode audiolingual, sedangkan posttest dilakukan setelah sampel diberi perlakuan penggunaan metode praktik langsung dan metode ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. Teknik nontes digunakan untuk memperoleh data yang diperoleh selama proses pembelajaran keterampilan berbicara. Teknik pengumpulan data nontes dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS 16. Teknik analisis data digunakan untuk mengolah data dan informasi yang diperoleh sejak awal penelitian hingga penelitian berakhir. Teknik analisis data dari penelitian ini menggunakan rumus ujiAet. UjiAet digunakan untuk menguji perbedaan pretest dan posttest. Uji perbedaan rata-rata . digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata keterampilan berbicara antara kelas eksperimen satu yang diberi perlakuan dengan metode praktik langsung dan kelas eksperimen dua yang diberi perlakuan metode audiolingual dengan hipotesis statistika. Uji perbedaan dua rata-rata dilakukan dengan rumus paired sample t-test menggunakan SPSS 16 untuk mengetahui perbedaan dua rata-rata secara berpasangan. Selain itu, uji-t juga dilakukan dengan rumus independent sample t-test untuk mengetahui perbedaan dua rata- rata posttest sampel yang tidak berpasangan. Teknik analisis data dengan uji-t harus memenuhi persyaratan uji normalitas dan dan uji homogenitas. S) dengan SPSS 16. Dari data tersebut, signifikasi lebih besar dari 0,05 (>0,. sehingga dapat dinyatakan bahwa data tersebut berdistribusi Nilai signifikasi posttest kelompok eksperimen 1 adalah 0,986 dan posttest kelompok eksperimen 2 diperoleh signifikasi 1,000. Hasil perhitungan tersebut menggunakan teknik Kolmogorov- Smirnov (Uji K-S) dengan SPSS 16. Dari data tersebut, signifikasi lebih besar dari 0,05 (>0,. sehingga dapat dinyatakan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Uji menggunakan analisis one-way ANOVA dengan menggunakan bantuan program SPSS 16. Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui kedua kelompok eksperimen memiliki varian yang sama atau tidak. Kedua kelompok dapat dikatakan homogen jika varian yang sama. Syarat agar varian dikatakan homogen apabila signifikasinya lebih besar dari 0,05 (>0,. Uji homogenitas pretest menceritakan kembali tentang hari besar nasional yang ada di Indonesia secara lisan menjelaskan bahwa kedua data tersebut mempunyai varian yang homogen. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil signifikasi 0,829, yang artinya lebih besar dari 0,05 (>0,. sehingga dapat dinyatakan bahwa data pretest dinyatakan Oleh karena itu, data tersebut telah memenuhi syarat untuk dianalisis. Uji homogenitas posttest menceritakan kembali tentang hari besar nasional yang ada di Indonesia secara lisan menjelaskan bahwa kedua data tersebut mempunyai varian yang homogen. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil signifikasi 0,231, yang artinya lebih besar dari 0,05 (>0,. sehingga dapat dinyatakan bahwa data posttest dinyatakan Oleh karena itu, data tersebut telah memenuhi syarat untuk dianalisis. Analisis data menggunakan uji-t dengan menggunakan program SPSS 16 berupa Paired Sample t-Test dan independence sample t-Test. Paired Sample t-Test digunakan untuk mengukur perbedaan rata-rata hasil pretest dan posttest masing-masing kelas, sedangkan independence sample t-Test digunakan untuk mengukur perbandingan rata-rata hasil posttest dua kelas HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yang dipaparkan pada bab ini berkaitan dengan rumusan masalah yang telah disampaikan pada bab sebelumnya, yaitu . bagaimana keefektifan metode praktik langsung dalam pembelajaran BIPA 4 UNNES aspek . bagaimana keefektifan metode Audiolingual dalam pembelajaran BIPA 4 UNNES aspek berbicara?. manakah metode yang lebih efektif dan sesuai diterapkan dalam pembelajaran BIPA 4 UNNES aspek berbicara? Sebelum data dianalisis lebih jauh, perlu adanya uji normalitas dan uji homogenitas data. Uji normalitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui data pada kelompok eksperimen 1 dan data kelompok eksperimen 2 berdistribusi normal atau tidak. Data yang digunakan untuk uji normalitas diperoleh dari data pretest dan posttest menceritakan kembali tentang hari besar nasional yang ada di Indonesia secara lisan. Nilai signifikasi pretest kelompok eksperimen 1 adalah 0,488 dan pretest kelompok eksperimen 2 diperoleh signifikasi 0,873. Hasil perhitungan tersebut menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov (Uji K- Uji Perbedaan Rata-Rata Hasil Belajar Kelompok Eksperimen 1 dengan Metode Praktik Langsung ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. Tabel 1. Hasil Uji-T (Paired Sample T-Tes. Kelas Eksperimen Satu Paired Samples Test Pair PretestEks 1PosttestEk Paired Differences Confid Me Std. St Interval an Devi d. of the ati Err Differe on or Me Lo Up an we pe 17 89 85 64 PretestE 31. 2PosttestE Sig. f taile. Pair Rata-Rata (Independent rata-rata (Independent Sample T-Tes. dilakukan untuk mengetahui perbedaan dua rata-rata posttest sampel yang tidak Data yang diperoleh dari kelompok eksperimen 1 dengan metode praktik langsung dan data yang diperoleh dari kelompok eksperimen 2 dengan metode audiolingual akan dibandingkan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan atau tidak. Perhitungan ini menggunakan independent sample t-test pada SPSS 16. Tabel 2. Hasil Uji T (Paired SampleT-Tes. Kelas Eksperimen Dua Paired Samples Test Uji Perbedaan Sample T-Tes. Uji Uji Perbedaan Rata-Rata Hasil Belajar Kelompok Eksperimen 2 dengan Metode Audiolingual Paired Differences Confide St Interval Mea Std. of the Devi Err Differe ati or on Me Lo Up an we pe r 56 43 7. Pada tabel di atas, dapat diketahui hasil signifikasi yang diperoleh yaitu 0,005. Hasil signifikasi tersebut kurang dari 5% atau 0,05, sehingga Ho ditolak dan Hi diterima. Maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan nilai hasil belajar pemelajar pada kelas eksperimen dua antara sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan, dengan kata lain ada pengaruh penggunaan metode audiolingual pada pembelajaran BIPA aspek berbicara pada pemelajar BIPA 4 UNNES. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat audiolingual lebih efektif dibandingkan dengan tanpa menggunakan metode pembelajaran dalam pembelajaran menceritakan kembali tentang hari besar nasional yang ada di Indonesia secara lisan pada pemelajar India BIPA 4 UNNES. Pada tabel di atas, dapat diketahui hasil signifikasi yang diperoleh yaitu 0,010. Hasil signifikasi tersebut kurang dari 5% atau 0,05, sehingga Ho ditolak dan Hi diterima. Maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan nilai hasil belajar pemelajar pada kelas eksperimen satu antara sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan, dengan kata lain ada pengaruh penggunaan metode praktik langsung pada pembelajaran BIPA aspek berbicara pada pemelajar BIPA 4 UNNES. Berdasarkan disimpulkan bahwa penggunaan metode praktik langsung lebih efektif dibandingkan dengan tanpa menggunakan metode pembelajaran dalam pembelajaran menceritakan kembali tentang hari besar nasional yang ada di Indonesia secara lisan pada pemelajar BIPA 4 UNNES. Tabel 3. Hasil Uji T (Independent Sample T-Tes. Posttest Eksperimen 1 dan Eksperimen 2 Independent Samples Test Leven Test Equali ty of Varianc Sig. taile Si T t-test for Equality of Means d Sig. Mea f . - n tail Diff Std. Erro Diff Confide Interval of the Differen ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. eren ere Hasil Equal Belajar Siswa Equal Tabel di atas menunjukkan bahwa besarnya t-hitung adalah 2,678, df = 6, dan nilai sig. -taile. sebesar 0,037. Hasil uji-t perbedaan dua rata-rata posttest memperoleh nilai sig. -taile. sebesar 0,037. Nilai sig. -taile. lebih kecil dari taraf signifikasi 0,05 yaitu 0,037 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Hi diterima. Dengan demikian, hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat kenaikan skor keterampilan berbicara antara kelas eksperimen satu yang diberi perlakuan dengan metode praktik langsung dan kelas eksperimen dua yang diberi perlakuan dengan metode audiolingual. Hasil data tersebut menunjukkan data yang berbeda dan terdapat kenaikan nilai yang signifikan antara kedua kelompok tersebut. Rata-rata posttest kelompok eksperimen satu adalah 76,75 dan rata-rata posttest kelompok eksperimen dua adalah 66,50. Berdasarkan data tersebut, menunjukkan adanya perbedaan yang signifikasn nilai posttest antara kelompok eksperimen satu menggunakan metode praktik langsung dan kelompok eksperimen dua menggunakan metode audiolingual. Berdasarkan disimpulkan bahwa metode praktik langsung lebih menceritakan kembali tentang hari besar nasional secara lisan pada pembelajar BIPA 4 UNNES dari pada metode audiolingual. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka diperoleh simpulan sebagai . Hasil analisis pada kelas eksperimen satu diperoleh rata-rata pretest sebesar 49,50 dengan skor tertinggi 65, skor terendah 43, median 45,00 serta memiliki standar deviasi 10,376. Posttest kelas eksperimen satu diperoleh rata-rata 76,75 dengan skor tertinggi 82, skor terendah 70, median 77,50 serta memiliki standar deviasi 5,377. Analisis uji-t pretest dan posttest kemampuan menceritakan kembali secara lisan tentang hari besar nasional yang ada di Indonesia diperoleh 0,010 sehingga signifikasi kurang dari 5% atau 0,05, sehingga Ho ditolak dan Hi diterima. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode praktik langsung lebih efektif dibandingkan dengan tidak menggunakan metode pembelajaran. Hasil analisis pada kelas eksperimen dua diperoleh rata-rata pretest sebesar 33,50 dengan skor tertinggi 45, skor terendah 22, median 35,50 serta memiliki standar deviasi 11,446. Posttest kelas eksperimen dua diperoleh rata-rata 66,50 dengan skor tertinggi 73, skor terendah 60, median 66,50 serta memiliki standar deviasi 5,447. Analisis uji-t pretest dan posttest kemampuan menceritakan kembali secara lisan tentang hari besar nasional yang ada di Indonesia diperoleh 0,005 sehingga signifikasi kurang dari 5% atau 0,05, sehingga Ho ditolak dan Hi diterima. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode audiolingual lebih menggunakan metode pembelajaran. Pembelajaran secara lisan tentang hari besar nasional yang ada di Indonesia menggunakan metode praktik langsung dan metode audiolingual pada pemelajar BIPA 4 UNNES memiliki perbedaan. Keduanya efektif digunakan dalam pembelajaran menceritakan kembali secara lisan tentang hari besar nasional yang ada di Indonesia,oleh karena itu, dilakukan independent sample t-test menggunakan SPSS 16 dan dengan perhitungan dengan menggunakan gain skor. Hasil perhitungan menggunakan uji-t independent sample ttest posttest kelas eksperimen satu dan kelas eksperimen dua memperoleh nilai . -taile. sebesar 0,037. Nilai sig. ISSN: 2655-8491 Vol. 2 No. 1 (Januari, 2. lebih kecil dari taraf signifikasi 0,05 yaitu 0,037 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Hi diterima. Dengan demikian, hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat kenaikan skor keterampilan berbicara antara kelas eksperimen satu yang diberi perlakuan dengan metode praktik langsung dan kelas eksperimen dua yang diberi perlakuan dengan metode audiolingual. Hasil perhitungan gain skor pada kelas eksperimen satu sebesar 76. 75 dan kelas eksperimen dua sebesar 66. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode praktik langsung lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan media menceritakan kembali secara lisan tentang hari besar nasional yang ada di Indonesia pada pemelajar BIPA 4 UNNES. Framework of Referenc. Council of Europe. Language Policy Division. Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Kursus Pelatihan Bidang Keterampilan Kepemanduan Wisata. Pemeliharaan Taman. Pekarya Kesehatan. Petukangan Kayu Konstruksi. Pemasangan Bata. Perancah. Pemasangan Pipa. Mekanik Alat Berat. Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing. Pembuatan Batik dengan Pewarna Ramah Lingkungan. Pembuatan Malam Batik. Pembuatan Batik dengan Pewarna Sintetis. Pembuatan Alat Canting Tulis, dan Pembuatan Canting Cap. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, terdapat beberapa saran dari peneliti, yaitu sebagai berikut. Metode praktik langsung sebaiknya diterapkan dalam pembelajaran bahasa, khususnya pembelajaran BIPA aspek Hal tersebut bisa memacu pemelajar untuk latihan praktik berbicara secara konsisten dan berkelanjutan. Metode audiolingual sebaiknya digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran yang inovatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keterampilan berbicara pemelajar BIPA 4 terutama menceritakan kembali secara lisan tentang hari besar nasional yang ada di Indonesia. Pembelajar hendaknya melakukan inovasi dalam pembelajaran BIPA, salah satunya adalah penggunaan metode praktik Hal tersebut bertujuan dapat memotivasi minat pemelajar dan memacu pemelajar untuk latihan praktik berbicara secara konsisten dan berkelanjutan pembelajaran yang maksimal. Robert. E Slavin. Cooperative Learning Teori. Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media. Sari. Ria Dwi Puspit. Ekskursi Strategi Belajar Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (Bip. dalam Masyarakat Ekonomi Asean (Me. Semarang: Universitas Islam Sultan Agung. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta. Sukmadinata. Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. DAFTAR PUSTAKA